[BTSFF 1st Event] Who You?

who-you-poster-by-echaminswag

Who You?

a story by J.L

starring

Kim Seokjin & Kim Jisoo

.

Genre : Family, Life, Hurt || Rating : PG-15 || Lenght : Ficlet (900+w)

.

Thanks for awesome poster by Echaminswag~

.

Cerita ini terinspirasi dari kisah sahabatku dengan kakaknya di real life ^^

Semua alur tidak sepenuhnya real dan beberapa di antaranya aku tambahi dengan imajinasiku.

.

“Siapa kau?”

-***-

Purnama malam mulai menampakkan sinar indahnya. Membuat berkas cahaya yang terang dan menyejukkan. Jisoo selalu duduk di atas atap, setiap malam sambil membaca novel sebagai sebuah kebiasaan setiap harinya. Di balik kacamata minusnya, sorotan mata tajam selalu saja mengawasi. Mengawasi pintu depan rumah yang tetap saja tertutup rapat.

Akhir-akhir ini hatinya tengah berkecambuk. Berbagai rasa benci dan kesal tumbuh menjalar dalam hatinya. Membuat sebuah pagar dengan tanaman rambat tanpa boleh ada yang mengganggu. Hampir dua minggu telah berlalu, dan karena Seokjin, ia menjadi seperti ini. Karena kakak yang paling ia sayangi itu.

Selama sebulan, Seokjin tak pulang ke rumah. Jisoo sangat tahu alasan di balik menghilangnya seorang Seokjin yang selalu membuatnya tertawa. Pria itu akan menikah beberapa minggu lagi dan sampai sekarang, Jisoo tak pernah merestui semua itu.

Halaman terakhir novel yang berjudul ‘Secret Time’ itu selesai ia baca. Menutup buku yang tak begitu tebal itu, lalu melamun kembali. Wajah penuh tawa milik Seokjin menghiasi kepalanya. Ia tak mau kehilangan kakaknya begitu saja dan menyerahkannya pada wanita yang tak ia kenal dan sangat ia benci. Sejak dulu, Jisoo ingin Seokjin menikah dengan gadis pilihannya.

Hembusan nafas panjang terdengar di keheningan malam. Jisoo mulai merasakan tubuhnya merinding karena angin malam yang berhembus masuk melalui pori-pori kulitnya. Ia beranjak turun dan berjalan memasuki kamar. Melakukan ritualnya yang tak jarang ia lakukan, yaitu membuat fanfiksi.

Jisoo adalah seorang penulis. Yah.. hanya penulis yang hanya berani membuat fiksi dengan idolanya sebagai cast. Bukankah jaman sekarang banyak yang seperti itu? Jisoo pun tak mau ketinggalan.

Tiba-tiba, suara derit pintu terdengar saat ia baru akan menghidupkan laptopnya. Tersenyum sekilas saat melihat ibunya masuk ke dalam kamar. Wanita dengan keriput yang ketara tapi masih terlihat cantik dan segar itu duduk di sebelah Jisoo dan menghusap punggung anaknya pelan.

“Kau masih belum menerimanya?”

Senyum Jisoo tiba-tiba menghilang. Menunduk dalam dan kembali mengingat kakaknya. “Sampai sekarang… aku masih belum menerimanya, Ibu.”

Ibunya hanya tersenyum dan mengangguk. “Dia tidak akan pergi jauh. Dia tidak akan meninggalkan rumah ini. Apa masih belum cukup?”

Jisoo menggeleng keras. Menahan air matanya agar tidak keluar begitu saja. Sudah cukup ia menangis waktu itu. Saat dimana Seokjin memutuskan untuk menikah muda dan pergi entah kemana bersama gadis pilihannya.

“Aku tidak akan punya kakak sepertinya lagi, Ibu. Aku tidak mau dia menikah! Aku mau dia terus menemaniku disini, Ibu. Aku tidak mau itu terjadi begitu cepat!”

“Kau tidak boleh egois, Jisoo..”

“Aku tidak egois, Ibu!” Tangisan Jisoo akhirnya pecah. Membuat suasana yang tadinya tenang kini hanya terdengar isakannya. Gadis bersuari hitam legam itu memeluk ibunya. Tak ingin sama sekali memperlihatkan tangisannya. Tangisan kerinduannya pada Kim Seokjin.

“Jisoo…”

Jisoo menghentikan tangisannya kala mendengar suara yang tak asing, yang begitu ia rindukan. Gadis itu menoleh dengan wajah penuh air mata. Melotot tak percaya saat melihat Seokjin tengah berdiri di belakangnya. Dengan senyum khas dan tatapan mata penuh kasih pada adiknya, Seokjin mendekati Jisoo perlahan. “Jangan menangis.”

Tangisan Jisoo berubah menjadi wajah yang sedang menahan amarah. Ia menghapus sisa-sisa air mata di wajahnya dengan kasar. Di tatapanya tajam Seokjin yang kini sedang menahan tawanya. Ibunya yang juga melihat kedua anaknya ini seakan ingin tertawa juga.

“Siapa kau?”

Seokjin dan juga Nyonya Kim –ibunya seketika terdiam dan terkejut. Jisoo masih menatap Seokjin tajam dengan wajah dingin penuh amarah miliknya.

“Apa kata Jisoo tadi? Siapa kau? Apa dia sudah melupakan kakaknya sendiri?” pikir Seokjin dalam kepalanya.

“Aku tanya, siapa kau?” tanya Jisoo sekali lagi dan kali ini penuh penekanan. Seokjin mendekati adiknya semakin dekat. “Kau sedang sakit?” Seokjin balik bertanya sambil menyentuh kening Jisoo.

Gadis itu menghempaskan lengan Seokjin dengan keras. Menatapnya dalam kemudian ekspresinya berubah kembali. Ia tak bisa menahan semuanya. Ia merindukan Seokjin. Ia merindukan kakaknya itu. Sekeras apapun ia mencoba untuk menguatkan diri, ia tak akan bisa.

Hiks… aku merindukanmu…”

Jisoo menghambur ke pelukan Seokjin. Memukul-mukul dada kakaknya itu dengan keras sambil menangis lagi. “Saat aku mulai menyerah, kau datang begitu saja seperti orang lain. Kau bukan kakakku, Seokjin! Kau berbeda! Tapi, aku tetap merindukanmu…”

Seokjin akhirnya tertawa dengan keras. Menepuk pundak Jisoo dan mencubit pipinya gemas. Ia juga sama, begitu merindukan adiknya. Hatinya juga perih saat melihat Jisoo menangis.

“Aku kira kau sudah melupakanku,”

“Aku memang akan melupakanmu!”

Seokjin melepas pelukannya. Mengacak rambut Jisoo sekilas kemudian tersenyum hangat, “Aku juga merindukanmu.”

-Who You?-

Di altar gereja, kini tengah berdiri sepasang pengantin dengan warna pakaian yang senada. Wajah mereka bersemi layaknya bunga yang sedang bermekaran tepat saat musim semi. Pendeta mulai membacakan janji pernikahan yang juga di ikuti sang mempelai pria. Dalam keheningan yang damai, janji itu telah terucapkan bersamaan dengan riuh tepuk tangan dari para tamu.

Jisoo juga sama. Di deretan kursi pertama, ia mengikuti semua jalannya pernikahan dengan senyum merekah. Bertepuk tangan paling riuh dan juga sangat antusias. Ia begitu bahagia saat melihat Seokjin tersenyum di atas altar. Begitu bahagia saat akhirnya ia bisa menikah dengan pujaan hatinya. Tentu saja, Jisoo akhirnya menyetujui semuanya. Bahkan, ia juga ikut membantu persiapan dan memilihkan pakaian pengantin untuk kakaknya dan calon istrinya, Kang Nahyun.

Sebelum pernikahan di mulai, Jisoo kembali menangis di ruang ganti. Entah kenapa ia menangis saat Seokjin dan Nahyun memakai pakaian pengantin dan bertanya pendapat padanya. Senyum itu. Jisoo tak ingin kehilangan senyum bahagia Seokjin saat bersama Nahyun.

“Kau tak akan melupakanku ‘kan?” tanya Seokjin sebelum memasuki gereja. Jisoo menggeleng cepat sambil tersenyum. “Aku tidak akan melupakan kakakku yang paling tampan ini.”

Seokjin menyentuh puncak kepala Jisoo dan bertanya kembali, “Kau senang?”

“Aku akan sangat senang saat kakakku mengucapkan janji pernikahan di atas altar dan mencium istrinya. Lakukan dengan cepat dan berbahagialah!”

Sebelum memasuki gereja dan meninggalkan Jisoo yang masih berada di ruang ganti, ia memeluk adik tercintanya dengan erat.

“Jadilah suami yang hebat seperti kau menjadi kakak yang hebat untukku.”

.

.

.

.

-fin

A/N : Huwwaaaa….

Aku tahu ini jelek dan kayanya gak mungkin banget di real life ada cerita yang beginian, but di sinilah aku untuk meluruskan semuanya ^^

Btw salam kenal dariku semua pembaca :*

Nah, di disclaimer atas aku sudah menyebutkan bahwa ff ini terinspirasi dari kisah sahabatku sama kakaknya yang mau nikah (btw Congratulation buat Kak Adi yang udah nikah, dan buat sahabatku jangan galau-galau lagi) dia sempet curhat gitu kalau dia gamau kakaknya nikah dan ninggalin dia /ini kenapa jadi buka aib ya?/ nah kalian tau scene yang si Jisoo lupa sama Seokjin? Di situlah poinnya ^^

Saking sakit hati dan keselnya sahabatku ini karena kakak tersayangnya bakal nikah, tiba-tiba waktu kakaknya dateng /yang selama ini jarang di rumah/ dia sampai bilang “Siapa kamu?” ke kakaknya sendiri. Nah karena itu aku kepikiran buat ff ini Xd hehe

Buat sahabatku berinisial HDC maaf banget yaa ini jadi buka curhatmu bikos aku takutnya pembaca salah kaprah padaku :’D

Salam hangat dan cinta dariku ❤

Advertisements

8 thoughts on “[BTSFF 1st Event] Who You?

  1. Aku terhura mau nangis waktu baca ff ini. Mana lagi ulangan baca ni ff sambil mata berkaca-kaca depan pengawas. Pliss… Deh… Ini keren banget
    Aku seneng banget bahasamu di sini, favorit deh…
    Aku jadi pengen punya kakak laki-laki kayak bang seokjin, pengen bungkus bawa pulang, gantiin kakak cowok aku dirumah
    Niceu~ ff thor… ❤❤❤

    Like

  2. Aku juga pernah tu d posisi jiso, bedanya aku punya kakak perempuan, calon suaminya yang sekarang menjadi suaminya aku tidak setuju kayak jiso, bukan hanya aku tapi hampir seluruh anggota keluarga. Entah kenapa dari awal kakak ku kenal dengan suaminya banyak jelas perubahan pada kakak perempuan ku. Kami yang selama ini akur sampai pernah bertengkar hebat. Sampai skrng jika keluarga yang lain sdh bersikap biasa saja, aku masih berat memanggil laki-laki itu dengan sebutan kakak. Entah kenapa tapi sangat berat…

    Nice ff thor… Untuk pertama kali karena ff ini aku bisa ngeluarin isi hati yang udah d tahan

    Like

  3. Pertama, aku bahagia bgt ini castnya Jin…huaaaaaa… pasalnya di ff yg ikut event ini blm ada yg main castnya suamiku itu. Dan skrng akhirnya ada…yeayyyyyy. kkkk~~
    Kedua, Aku gx punya kka laki2 dan gx terlalu ngerti perasaan kya apa yg dirasain Jisoo disini. Kebetulan jg kka perempuanku sebulan lg mau nikah dan aku malah seneng bgt #Curhat
    Ketiga, stlh baca ff ini aku berasa pengen bgt punya kka laki2…huhuhu mlh dptnya Kka perempuan sama adik laki2………huhuhu #CurhatLagi
    K4, AKU SUKA PAKE BGT INI FF!!! HUAAAAAAAAAAAA

    Liked by 1 person

  4. aahhhhhh….suka ma bhsamu thor,simple plus enak dibaca….btw aq sendiri juga pnya kakak cow n dua2nya udh nikah smua,kdang aq ngrasa cemburu gt kakakku udh gk trlalu care sma aq tp sma istrinya totalitas bgt…. #looochh jdi curhat 😛 keep writing thor 😀

    Like

  5. Aku yang nggak punya kakak, kenapa bisa baper ya baca ini… Haha. Btw, two thumbs up! Fanficnya bagus, keep it up ya ; D

    Like

  6. nyesek sumpah kalau di posisi jisoo T.T yaa tapi mau gimana lagi T.T pasti harus ngeiklasin T.T
    aku sendiri juga punya kakak laki-laki yang udah pada dewasa kadang aku juga mikir kalau mereka pada mau nikah ‘giamana mereka? ntar rumah sepi dong? terus bakal tambah sepi(?)’ dan aku kadang sering merenungi itu xD btw maap jadi curhat :’D wkwk
    pokoknya buat ff ini Super Daebakkk!>< aku juga suka sama alurnya jadi ngefeel ke akunya xD hehehe

    Like

  7. hallo hallo author, salam cinta dariku juga ❤
    bolehkah aku menebak2 siapa pemilik jemari yang mengetikan sad story ini??
    dari gaya penulisannya sepertinya aku tahu /atau sok tau? 😀

    Siapapun kamu ini simpel tapi aku nyes2an bacanya,, aku sendiri punya saudara kembar laki2 dan ofc kita deket banget… pas baca tulisan ini sebagian otak melayang gimana kalo besok aku ada di posisi jisoo? gimana besok kalo sodaraku nikah? apa kita tetep bisa deket?

    yap,, kurang lebih ff ini sukses bikin aku baper dan nyesek sendiri,, gaya penulisanmu yang sante nyaman sekali dibaca, mengalir begitu saja dan membuat feel dari jisoo dapet banget,, seorang adik polos yang hendak 'kehilangan' sosok kakak laki2nya,,,

    nice pokoknya ❤ sukses yhaa buat eventnya,, semoga beruntung :*

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s