[BTSFF 1st Event] Wrapped Ghost

BTSFF 1st EVENT- Wrapped Ghost [COVER]

WRAPPED GHOST

Author : IY’ | Cast : BTS Suga, J-Hope, Jimin, V | Genre : Friendship, Horror, Little Comedy | Length : Vignette | Rating : General

Disclaimer : Suga, Hope, Jimin sama V milik yang merasa punya (mungkin orangtua, BigHit Ent., atau A.R.M.Y termasuk author). This fiction based on my true story. Don’t do plagiarism! Happy reading~

Summary : Aku melihat dua ikat hantu bungkus

.

.

.

Matahari masih cukup terik kendati jam menunjukkan pukul empat sore. Tak banyak yang ingin dilakukan pada jam-jam ini kecuali bermalas-malasan. Seperti yang Jimin dan Taehyung lakukan. Merasakan sepoi-sepoi angin di balkon asrama sambil menikmati pemandangan hijau persawahan. Beruntung Yoongi dan Hoseok datang menyelamatkan mereka dari belenggu kebosanan. Dua sahabat mereka itu mengajak berjalan-jalan ke area persawahan di belakang perkampungan.

“Aaah hyung.. aku masih mau disini”

Waktu berjalan lebih cepat dari yang mereka kira. Meskipun langit-langit belum menyembulkan semburat orange, tapi nyatanya hari mulai mendekati malam. Duduk di bawah pohon palem dengan angin yang berhembus pelan, dan hamparan hijau tanaman padi memang membuat siapapun betah berlama-lama. Tapi mau bagaimana lagi. Peraturan menyebutkan mereka harus pulang sebelum pukul enam, tiga puluh menit dari sekarang.

“Ayo cepat berdiri. Kita bisa kembali kesini besok”

Yoongi menarik tangan Jimin dan Taehyung satu persatu hingga keduanya berdiri. Mau tak mau Yoongi harus memaksakan dua bocah berumur dua tahun lebih muda darinya itu untuk cekatan. Meskipun sebenarnya ia juga enggan kembali, tapi ia sudah berjanji pada ketua asrama untuk bertanggung jawab atas acara jalan-jalan ini.

“Kau berjanji akan mengajak kita kesini lagi kan, hyung?”

“Iya, iya. Sekarang kita harus kemabli ke asrama. Ayo!”

Ada banyak hal yang janggal selama perjalanan pulang. Bermula dari pemilihan jalur yang berbeda antara Taehyung dan Jimin dengan Yoongi dan Hoseok -Taehyung dan Jimin ke selatan sedang Yoongi dan Hoseok ke barat. Kemudian tragedi ular yang melintasi jalur pematang yang mereka lalui, lalu kemunculan pelepah pisang yang membentang menutupi bagan jalan, sampai rerumputan kering yag membentuk tanda silang.

Ini aneh. Dan mereka semua menyadarinya. Hanya saja perasaan curiga tidak hinggap di pikiran mereka. Mereka terus melanjutkan perjalanan dan menganggap semua kejadian tadi sebatas kebetulan belaka. Mereka memilih untuk berpikiran positif meski mereka tahu, tak ada satu pun manusia yang melintas di jalan persawahan ini sedari tadi. Kecuali seorang bapak yang baru saja melewati mereka dengan sepeda tuanya.

“Hoseok, kau yang memasukkan kertas ini ke kaleng”

“Aku? Biasanya kan kau, hyung?”

“Aaah.. sudah cepatlah!”

Yoongi buru-buru menyelipkan secarik kertas ke sela-sela jari Hoseok dan mendorong laki-laki itu untuk segera melakukan sesuai perintahnya. Kertas putih itu berisikan harapan-harapan mereka berdua. Mereka telah melakukannya beberapa kali. Hoseok yang tak tahu apa-apa segera berjongkok untuk meraih kaleng keripik kentang yang tergeletak di samping pohon pisang.

“Kau ini lama sekali! Cepatlah sedikit!”

“Iya, hyung. Bersabarlah”

Sementara Hoseok sibuk dengan memasukkan kertas, Yoongi terus-terusan menjejakkan kakinya. Ia gelisah. Namun sayang, semua temannya mengartikan kegelisahan Yoongi sebagai sifat ketidaksabaran. Jimin menepuk-nepuk bahu Yoongi pelan bermaksud menenangkan. Sedangkan Taehyung berdiri acuh di samping Jimin sambil berkonsentrasi memainkan kincir angin yang ia buat dari daun pohon ketela.

“Cepat cepat!!”

Yoongi sudah tidak kuat lagi. Sebagaimana pun ia berusaha untuk bersikap normal, ia tetap tidak bisa. Ini bukan yang pertama kalinya, tapi pelototan mata itu sungguh ampuh untuk menggugurkan nyalinya. Ia memilih untuk lari. Secepat mungkin pergi dari sawah.

Hoseok, Jimin dan Taehyung dibuat panik dengan sikap aneh Yoongi. Kaleng harapan tadi berakhir dengan jatuh sembarang tempat karena Hoseok melemparnya dengan asal. Kincir angin yang susah payah dibuat oleh Taehyung pun terjatuh dan tidak sempat diselamatkan. Ketiga bocah itu berlari menyusul teman tertua mereka.

“Hyung, kau kenapa? Tunggu, hyung!”

Yoongi berhenti berlari. Tapi ia tidak diam saja. Langkah kakinya cepat. Setidaknya ia memberi waktu pada tiga temannya untuk mensejajarkan langkah mereka.

“Hyung, ada apa? Kau kenapa?”

Yoongi diam saja. Ia terus menatap lurus pada jalan keluar. Kawasan bebas pepohonan tinggal sedikit lagi. Paling tidak tiga meter dari tempatnya sekarang.

“Hyung, kau melihat sesuatu? Iya, hyung?”

Membisu adalah satu-satunya jalan yang bisa ia lakukan. Ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita. Mereka baru saja melewati kawasan pepohonan rimbun. Dan semburat orange di langit mulai tampak jelas. Senja hari, di persawahan, dan suasana sepi. Mungkin ia akan mendapat masalah lebih jika sampai nyalinya untuk berrkata jujur.

“Hyung, ceritakan pada kami. Kau kenapa?”

“Tidak apa-apa. Nanti ku ceritakan setelah sampai asrama”

Teng! Teng! Teng!

Tugu setinggi lima meter dengan jam raksasa di atasnya mulai berulah. Bunyi tadi dapat dipastikan berasal dari benda yang mempunyai dua belas angka itu. Sebuah tanda bahwa pukul enam tinggal sepuluh menit lagi. Dimulai dari Taehyung, keempat anak laki-laki itu lari terbirit-birit. Hoseok dan Jimin sampai berteriak ketakutan. Jalanan berubah menjadi arena maraton mendadak. Mereka cemas. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Hyung, kenapa kau lari?”

Yoongi membuat isyarat tangan, meminta waktu pada Hoseok untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu. Jarak persawahan dengan asrama tidak cukup jauh, sebenarnya. Meski begitu, lari dengan keadaan takut benar-benar menguras banyak energi.

“Taehyung lari, jadi aku ikut lari”

Taehyung tersentak mendengar tuduhan Yoongi kepadanya. Lari karena dirinya?

“Hei, Taehyung. Kenapa kau lari? Kenapa?”

Seketika Taehyung mendapat tatapan tajam dan menuntut dari ketiga temannya. Ia merasa terpojokkan, seolah ia adalah tersangka kasus pembunuhan yang sedang diinterogasi oleh pihak kepolisian.

“A-aku.. aku lari karena mendengar dentingan jam. Ku pikir kita harus segera pulang. Gerbang asrama akan ditutup dan aku tidak mau terkunci di luar”

PLETAK!

“YA! Hanya karena itu? Bahkan dengan jalan santai pun kita bisa sampai di asrama kurang dari sepuluh menit! Kau membuatku jantungan tahu!”

PLETAK!

“Aku kira aku akan mati dimangsa hantu itu, kau tahu? Dasar!”

Taehyung hanya bisa mengaduh dan memegangi kepalanya. Hoseok dan Jimin benar-benar memiliki lengan yang kuat. Pukulan tadi sakit sekali.

“Maaf”

“Sudah-sudah yang penting kita selamat”

Yoongi menengahi. Memukul kepala Taehyung tidak akan mengubah apapun, meski ia juga ingin melakukannya. Daripada itu ia lebih baik berterimakasih padanya. Karena berkat bocah kekanak-kanakan itu ia bisa menjauh lebih cepat dari si makhluk bermata merah.

“Hyung, kau berhutang untuk menceritakan apa yang terjadi”

“Iya setelah mandi. Aku tidak tahan dengan bau keringatku sendiri”

Layaknya ketua genk yang selalu dihormati keputusannya, Hoseok, Jimin dan Taehyung mengangguk setuju. Keempatnya kembali ke kamar masing-masing dan menjalankan ritual 3 menit di dalam ruang sempit bernama kamar mandi, seperti biasa.

Pukul tujuh -tepat setelah makan malam- mereka berkumpul di kamar Yoongi, bermaksud menagih janji dari manusia berkulit pucat itu. Sebuah lingkaran kecil mereka ciptakan demi mendapat posisi nyaman. Yoongi duduk bersila, Hoseok memeluk guling curiannya dari teman sekamar Yoongi, Jimin memeluk kedua lututnya dan Taehyung bersender pada lemari kayu.

“Aku melihat dua ikat hantu bungkus”

“Haah?”

Otak mereka bekerja keras menemukan maksud dari teka-teki itu. Sebuah hantu yang diikat seperti bayam dan dibungkus seperti nasi kucing? Mungkin clue yang diberikaan Yoongi terlalu sulit. Nyatanya hanya Jimin yang menyahut dengan kata ‘oh, benarkah?’

“Sugus, sugus. Kau tahu kan maksudku?”

Kini Hoseok yang ganti mengatakan ‘oh, benarkah?’ sebagai respon. Ia mengenal istilah itu dari kakak sepupunya.

“Sugus? Bukannya itu permen? Kau takut dengan permen, hyung?”

Dengan polosnya, Taehyung merogoh saku celananya – mencari keberadaan permen sugus yang sempat ia beli dari kantin. Makanan manis itu ia sodor-sodorkan ke arah Yoongi, bermaksud menakut-nakuti.

“Bukan ini yang ku maksud, bodoh!”

Yoongi merampas permen itu dari tangan Taehyung. Ia buka plastik pembungkusnya kemudian memasukkan isisnya ke dalam mulutnya. Permen itu ia kunyah layaknya permen karet. Ini cukup membuktikan bahwa laki-laki bermarga Min itu tidaklah takut dengan sebungkus permen.

“Emm… guling! Guling!”

Hoseok mengayun-ayunkan guling yang ia peluk. Yoongi menepuk tangannya satu kali lantas menunjuk benda panjang nan empuk itu sambil mengangguk-angguk setuju. Clue yang ia berikan sudah sangat menjurus. Anak setingkat sekolah dasar pun bisa menebak dengan benar.

“Hantu guling?”

“Iya, hantu gu—“

Sial! Guling bukan perumpamaan yang tepat. Bagaimana bisa Hoseok mengisyaratkan hantu dengan guling disaat ia sendiri sedang memeluk benda itu. Beruntunglah ia menyadari kekeliruannya dengan cepat. Guling itu ia lempar ke luar kamar dan entah jatuh dimana –sepertinya ke lantai bawah. Ia tak peduli jika saja si pemilik akan memarahinya.

“Memangnya hantu guling itu ada? Kalau hantu selimut?”

PLETAK!

Mungkin Yoongi salah tentang -memukul kepala Taehyung tidak akan mengubah apapun- karena nyatanya, tidak memuluk kepala Taehyung lebih tidak mengubah apapun. Ayolah! Kemanakah IQ yang katanya diatas rata-rata itu?

“Mak-sud-ku po-cong, BODOH!!”

Demi apapun, Yoongi lebih menyeramkan daripada pocong yang sedang mereka dibicarakan. Setidaknya ia bukanlah pemilik indra keenam seperti Yoongi. Pocong dan segala makhluk halus lainnya tak akan pernah bisa ia lihat –sampai kapanpun. Tapi ia bisa melihat pelototan tajam dari mata sipit Yoongi setiap saat dan setiap waktu. Plus dengan mulut pedasnya.

“Kau melihatnya, hyung? Dimana?”

“Di dekat pohon pisang. Yang satunya lagi di bawah, di saluran irigasi”

Ketiganya diam. Mencoba untuk mengingat-ingat posisi mereka di tempat kejadian perkara. Juga membayangkan posisi si pocong sesuai dengan penjelasan Yoongi.

“Tunggu, hyung. Kau bilang di dekat pohon pisang? Bukankah kaleng itu kita taruh di dekat pohon pisang? Haaah~ apa aku menyentuhnya, hyung? Tidak kan, hyung?”

Hoseok mendadak panik. Bagaimana tidak? Posisi hantu berbungkus itu nyaris sama dengan posisinya tadi.

“Jika kau menggeser tanganmu satu centi saja, mungkin kau melakukan skin ship dengannya”

Mungkin kata skin ship sedikit berlebihan. Yoongi sungguh hebat memilih kata. Ia memang bisa dikatakan jago dalam menakut-nakuti manusia. Tapi tunggu dulu.. Bukankah hantu itu berbalut kain putih seutuhnya? Jika lengan Hoseok benar menyentuh hantu itu, seharusnya disebut clothes ship. Sentuhan kain? Haha, lupakan!

“Ah, hyung! Jangan menakutiku!”

“Hosoek hyung, berarti jika kau menggeser lenganmu sartu centi, kau akan seperti ini”

“Ya Kim Taehyung! Kau ingin mati, huh?”

Ceklek~

Ya, ya baiklah. Keberuntungan memang tak bisa datang berurutan seperti keingin siapapun, termasuk Hoseok. Ketua asrama tidak juga membantu. Dengan tepatnya, laki-laki bertubuh besar itu meyembulkan kepalanya dibalik pintu yang setengah tertutup. Membuat kesan hantu kepala bagi si penakut semacam Hoseok dan Jimin.

“Film sudah siap kita putar.  Segera berkumpul di aula tengah” katanya lalu menghilang.

Empat manusia itu segera menagngkat tubuh mereka. Memunguti sisa sampah makanan dan merapikan tempat itu sejenak. Mengembalikan barang-barang pinjaman -tanpa izin- mereka pada pemilik sah. Dan merenggangkan tubuh lebar-lebar seolah baru saja terbangun dari tidur panjang.

“Aku mengantuk. Aku mau tidur saja”

“Ah, baiklah. Kalau begitu kita pergi dulu. Mimpi indah, Jimin-ah”

Tidak biasa Jimin absen ketika asrama menjadwalkan mereka untuk menonton film bersama. Tapi mereka bertiga tak peduli. Eksistensi Jimin tidaklah penting, toh Jimin sendiri yang akan rugi jika mau-maunya melewatkan malam menyenangkan besama aktris-aktris cantik dalam layar.

Gedung aula sudah dipenuhi dengan anak-anak sejenis mereka. Cukup sulit untuk menemukan tempat yang pas untuk menikmati film. Mereka duduk lesehan di ujung paling belakang, hampir- hampir terjepit antara manusia dan tembok. Salah mereka yang asik mengurung diri di kamar demi cerita hantu bungkus yang dilihat Yoongi.

“Hei, bung! Apa judulnnya?”

Taehyung mencolek seorang laki-laki di depannya.

“Entahlah, tapi yang ku tahu film ini bergenre horror”

BLAM~

Hosoek baru saja mau kabur dan lampu sudah terlebih dulu dipadamkan. Jika seperti ini, ia tidak bisa melihat apa-apa. Ia akan menabrak semua orang jika sampai nekat berlari ke pintu. Tamat sudah riwayatnya. Mendengar cerita hantu saja ia ketakutan, dan sekarang ia harus melihat tiruannya? Oh, man! Pantas saja Jimin tidak mau ikut menonton bersama. Rupanya bocah itu telah lebih dulu mengetahui genre film yang akan diputar malam ini.

“Tetaplah disini dan nikmati filmnya”

Suga dan Taehyung adalah teman terjahat yang pernah ada. Lihatlah bagaimana mereka mengapit lengan Hoseok –menahan namja bermarga Jung itu untuk beranjak dari tempatnya. Dapat dipastikan kedua manusia itu sengaja tak memberi tahu Hoseok tentang film malam ini. Oh ayolah, tinggal satu atap selama dua tahun bukankah cukup lama untuk saling mengetahui satu sama lain.

“Ah, tadi aku melihat yang seperti itu”

Pernyataan Yoongi ini langsung disambut dengan antusias tinggi oleh Taehyung, dan Hoseok tentunya. Penampakan hantu berbungkus kain putih itu berdiri di samping sebuah pohon besar. Tidak jauh berbeda dengan yang ia lihat. Hanya berbeda latar suasana dan tempat.

“Ouch.. Yoongi hyung, kau pasti sangat menderita bisa melihat hal-hal semacam itu”

Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sungguh bersyukur tidak memiliki kemampuan semacam itu. Tidak perlu melihat hantu dengan lekuk tubuh ideal itu, melihat wanita cantik dan seksi saja sudah cukup.

“Ahh.. mengerikan sekali”

Yoongi dan Taehyung refleks menoleh ke arah Hoseok. Ini bukan bagian dimana sang hantu mengejar atau sekedar menampakkan dirinya di depan kamera. Bagaimana bisa bocah itu menganggap adegan aktor dan aktris yang sedang mengendarai mobil dengan mengerikan? Bahkan anak bayi pun tidak akan menilai seperti itu.

“Hyung, kau… ya hyung! Kenapa kau menutup matamu! Ini bahkan bukan adegan mengerikan!”

“Berhentilah membohongiku, Taehyung-ah. Bahkan dengan mendengar suaranya saja aku bisa tahu ini sangat mengerikan”

“Ya, Hoseok-ah! Kau yakin mau melewatkan bagian kissing scene?”

Yoongi memang hebat. Kata kissing scene sangat ampuh membuat kedua mata Hoseok terbuka. Satu detik saja. Karena setelah itu Hoseok kembali menutup matanya. Ditambah dengan teriakan keras dan sumpah serapahnya. Bagaimana tidak? Tepat saat kedua kelopak matanya terbuka, wajah dari hantu itu terpampang sangat besar. Begitu besar hingga hampir saja memenuhi bagian layar.

“Hyung, kau bilang itu kissing scene? Kau ingin aku mati, huh?”

Berterima kasihlah pada Hoseok yang berhasil mengendurkan suasana tegang di ruangan ber-AC itu. Suara teriakannya benar-benar mengalahkan suara yang keluar dari speaker. Sangat jelas dan sangat memalukan. Pantas untuk ditertawakan.

“Ah, kalian membuatku malu”

Hoseok berusaha menyembunyikan wajahnya. Beruntung lampu di aula mati, membuat semua orang tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

“Hyung, kau malu? Memang sejak kapan kau punya kemaluan?”

PLETAK~

“Kau sudah bosan hidup, huh? Awas kau, Kim Taehyung!! Aku akan membalasmu!”

Fin.

Yeah~ jeng-jeng-jeng~ beginilah akhir ceritaku. Waktu itu aku kelas 8 atau 9 SMP. Semenjak kejadian itu aku sama temen-temen jadi nggak berani ke sawah lagi. Pokoknya pengalaman ini nggak bisa dilupakan. Ngomong-ngomong makasih udah mau baca, komentarnya ditunggu ya readers.. gamsahamnida ☺

Advertisements

13 thoughts on “[BTSFF 1st Event] Wrapped Ghost

  1. Serius author pernah lihat? :O
    Aduh, kalo based on true story jadinya serem banget. Aku malah bayanginya yang lihat aku.

    Serem pas bagian di sawahnya itu author-nim, tapi alangkah lebih seremnya lagi kalau hantunya kebawa sampai ke asrama lol.

    Like

  2. Haha, ini horor apa comedy,,
    bukannya takut malah jadi ketawa,,
    hoseok koplak,,

    Jadi ini kisah nyata ya,,
    aku juga pernah mengalami hal itu, yasudahlah jangan dibahas, ini sudah tengah malam,,

    Ceritanya daebak, aku suka thor,,
    fighting ya thor, buat cerita selanjutnya,,😇

    Like

  3. BTS257

    DUH SUMPAH INI NGAKAK BANGET BWAHAHA. Sampe dikira gila gegara cengengesan sendiri sama ibuku. sumpah thor yg bikin perutku sakit itu pas ngebayangin taehyung nyodor nyodorin permen sugus ke suga xD duh itu anak polos apa bego xD

    Like

  4. lionie14

    Aku paling takut sama hantu bungkus ihh…..
    muka mereka kan nyeremin.
    Serius nih kakak pernah ngalamin kayak gitu?ya ampun seramnya

    Like

  5. Lisa Kim

    Aku khawatir sama Jimin…. nnti dia dikamar ditemenin sama hantu bungkus lg *nahloh kekekeke
    Trus Hoseok…kok koplak yaa.wakakakakaka…
    Asli, ini serem… aku paling takut sama hantu bungkus itu dan klw sampe bisa ngeliat gt, gx tau dah kya apa jdnya….mungkin langsung pingsan.kekekke

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s