[BTSFF 1st Event] Remote TV

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Remote TV

Original by bstwnrd

[BTS] Kim Taehyung and [OC] Kim Harin

Genre: Family (BANGTAN x Me) | Length: Ficlet (895 words) | Rating: General

I do not own Kim Taehyung. I just own the storyline and OC. Please enjoy this—absurd—story, guys!

 

“Yang pertama kali mendapatkan remote ini berhak menguasainya Harin-a!”

 

***

 

Hari ini adalah hari pertama untuk libur musim panas tahun ini. Dan kami—aku dan kakakku Taehyung—sedang bermain bersama di halaman belakang rumah kami. Saat ini matahari telah mengukuhkan dirinya dengan sombong tepat di atas kepala kami. Namun sepertinya Kak Taehyung sama sekali tidak peduli akan hal itu.

 

Aku yang sedang bermain kejar-kejaran dengannya pun jatuh terduduk di bawah pohon karena aku tidak bisa mengejarnya—dan aku juga terlalu lelah. Bayangkan saja, dia laki-laki dan aku perempuan! Apalagi dia lebih tua tiga tahun sembilan bulan daripada aku yang saat ini baru saja berusia empat tahun. Huh! Sangat tidak adil!

 

“Kak! Aku selesai bermain, ah! Aku lelah.” Ucapku sambil memanyunkan bibir dengan wajah yang dibuat segarang mungkin.

 

“Kau payah Harin-a. Masa baru berlari begitu saja sudah mengeluh.” Kak Taehyung berucap sambil berjalan menuju pohon yang menjadi pelindungku dari sengatan panas matahari ini. “Ayo naik ke punggungku. Kakak akan menggendongmu,” dan dia pun berjongkok agar aku bisa lebih mudah naik ke punggungnya.

 

“Tapi aku masih marah loh, kak!”

 

“Iya, iya. Terserah kau saja.”

 

Aku pun naik ke punggungnya dan ia mulai berlari memutari pohon sambil berteriak, “Kakak minta maaf ya, Harin-a, kau senang, kan? Sekarang, apakah kau masih marah kepadaku?”

 

Tentu saja aku sangat senang saat ia membawaku berlari di atas punggungnya seperti itu, dan aku tidak bisa berbohong mengingat aku baru berusia empat tahun—usia yang masih terlalu polos bukan?

 

“Ahahaha! Ini sangat menyenangkan, kak! Huaaahhhh! Aku tidak marah lagi sama kakak.” Aku balas berteriak sambil memeluk lehernya agar aku tidak terjatuh.

 

Nah, itu baru adik kakak yang manis, hehehe” Kak Taehyung pun tertawa bersamaku.

 

“Taehyung-a, Harin-a! Ayo masuk, Ibu sudah membuatkan kalian makan siang dan Patbingsoo kesukaan kalian.” Panggilan dari ibu membuat Kak Taehyung berhenti berlari dan kami pun menuruti perintahnya agar masuk ke dalam dengan aku yang masih berada di atas punggung Kak Taehyung.

 

“Ayo, cuci tangan dulu sebelum kalian makan. Kalian tidak mau ada cacing yang ikut masuk ke dalam perut kalian saat makan nanti, kan?” Ibu mengangkatku dari punggung kakak kemudian menggendongku dan memegang tangan Kak Taehyung dan membawa kami ke arah wastafel.

 

“Ibu, tadi Harin naik pesawat, loh! Asyik!” Aku bercerita pada ibu sambil bertepuk tangan. “Wah, benarkah? Apakah Kakak Taehyung yang menjadi pilotnya?” tanya ibu.

 

“Bukan, bu. Tapi Kak Taehyung yang jadi pesawatnya,” jawabku sambil menatap Kak Taehyung yang sedang mencuci tangannya dibantu ibu.

 

“Benarkah itu, Taehyung?” Ibu tersenyum kepada kakak sambil mengusap-usap kepalanya gemas. “Iya, bu! Habis, Taehyung gak mau Harin marah.”

 

“Bagus dong kalau begitu, itu berarti Taehyung sudah mulai dewasa karena mau meminta maaf pada Harin.” Ibu menjawabnya sambil menggiring kami ke arah meja makan.

 

“Nah, sekarang ayo makan dulu, setelah itu kalian baru boleh makan Patbingsoo kalian.” Ibu mendudukkanku ke kursi di samping Kak Taehyung. “Oke, bu!” Jawab kami patuh.

 

“Itu baru anak-anak ibu,” dan ibu pun membawakan dua piring nasi yang telah penuh dengan lauk pauknya.

 

“Selamat makaaaannn!” kami berdua lagi-lagi mengucapkannya bersama-sama. “Makan yang banyak, ya. Ibu akan membereskan dapur dulu.” Ucap ibu sambil berjalan menuju counter dapur dan membawa segala peralatan masak yang kotor ke wastafel untuk dibersihkan.

 

Tak berapa lama setelah ibu meninggalkan kami berdua, makanan yang tadinya memenuhi kedua piring kami pun sudah habis tak bersisa barang sebutir nasi pun. “Ibu! Kami berdua sudah selesai makan.” Kak Taehyung turun dari kursi dan mengambil piring miliknya dan juga milikku untuk dibersihkan.

 

“Benarkah? Wah, kalian pasti sangat lapar. Nah, Taehyung ambil Patbingsoonya di freezer ya.”

 

“Oke, bu!” jawab Kak Taehyung dan kemudian berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan dua mangkuk ukuran sedang yang berisi Patbingsoo kesukaan kami.

 

“Ini milikmu Harin-a. Selamat makan lagi!” Kak Taehyung mengucapkannya dengan sangat gembira. Aku yang melihat keantusiasannya pun menjadi ikut gembira.

 

“Hmm! Selamat makan!” ucapku yang langsung melahap Patbingsoo yang terhidang di hadapanku.

Begitulah kami, walaupun ia laki-laki dan aku perempuan, kami sangatlah akrab satu sama lainnya. Aku yang memang masih suka merengek kepada semua orang dan bahkan marah kepada siapapun dengan mudah, selalu berhasil melupakan perilaku burukku itu setelah dihibur oleh Kak Taehyung.

 

Ia selalu mengerti bila aku sedang marah. Jika aku marah, ia akan melakukan sesuatu yang bisa membuatku tidak marah lagi. Aku sangat menyayanginya. Dia adalah kakak terbaik yang aku punya!

 

***

 

Setelah selesai makan, kami berdua berjalan menuju ruang keluarga. Kak Taehyung tiba-tiba saja berlari mendahuluiku untuk mengambil remote TV di atas meja, kemudian ia segera menyalakan TV dan duduk di sofa yang menghadap ke arah TV.

 

“Kaaaak, Harin mau menonton channel lain. Sekarang acara Barney pasti sudah mulai kak.” Aku merengek kepadanya. Namun, ia tetap tidak mengalah. Ia tetap menonton ‘Samurai X’ kesukaannya.

 

“Huh!” Aku mendengus dan diam-diam mengambil remote TV dari tangannya. “Hahaha! Aku menang!” ucapku dan sesegera mungkin mengganti channel TVnya.

 

“Ya! Harin-a! Kakak sedang menonton tahu!” omel Kak Taehyung sambil merebut remotenya dari tanganku. “Tapi Harin juga mau nonton, kak!” balasku tak kalah garang.

 

“Tapi kakak yang mendapatkan remotenya pertama kali! Jadi, kakaklah yang berhak menguasainya!” sekarang Kak Taehyung malah melotot ke arahku. Aku yang tidak terima kembali mengambil remote dari tangan Kak Taehyung sambil berteriak “Tapi kakak lebih tua dari Harin, harusnya kakak yang mengalah!”

 

“Tetap tidak bisa Harin-a! Kakak yang berhasil mendapatkan remote ini pertama kali!” lagi-lagi Kak Taehyung merebut remote itu dari genggamanku.

 

“Yang pertama kali mendapatkan remote ini berhak menguasainya Harin-a!”

 

Dan begitulah bagaimana hubungan antara kakak-beradik milikku dengan Kak Taehyung yang akan selalu rusak seketika jika hal yang menjadi perebutan kami adalah REMOTE TV.

 

[The End of Story]

Advertisements

One thought on “[BTSFF 1st Event] Remote TV

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s