[BTS FF Freelance] Birthday Killer – Special Tae Hyung Birthday (Vignette)

PicsArt_12-24-06.57.52

Birthday Killer

 

Author : Ryu97

Cast : Kim Tae Hyung BTS

Genre : Action, AU

Length : Ficlet

Cover : Ryu97

Disclaimer : Plot is mine, Kim Tae Hyung milik Allah SWT, Keluarga, Agency dan Fansnya. FF ini khusus didekasiin buat Kim Tae yang lagi Ulang tahun ke 21 😀

 

                                  Kim Tae Hyung, pemuda tampan berambut kecokelatan itu nampak bersusah payah mendorong meja belajar menutupi pintu kamarnya yang terkunci. Dengan cepat ia masuk ke dalam lemari pakaian miliknya sambil memeluk kedua lututnya erat. Tubuhnya bergetar hebat. Kedua matanya memanas dan tak henti – hentinya mengeluarkan butiran – butiran bening, meluncur bebas dipipinya yang mulus. Ia menggigit bibir bawahnya menahan isak.

Hati dan fikirannya saat ini benar – benar kacau. Kejadian beberapa menit yang lalu membuat jiwanya terguncang. Seharusnya malam ini ia bisa melewatkan ulang tahunnya dengan tertawa bersama orang yang ia sayangi tapi semua harapannya hancur setelah seorang pria misterius bertopi hitam mulai membabi buta menembaki semua orang yang hadir dipesta ulang tahunnya.

 

                              Kejadian demi kejadian yang pernah ia lewati mulai terputar diotakknya seperti rolingan film di bioskop. Tangisannya semakin menjadi – jadi saat ia menyaksikan kekasihnya yang berusaha membantunya melarikan diri malah tertembak konyol oleh peluru yang ditembakan pria misterius itu. Demi langit dan semua unsur yang menghuni bumi ini Tae Hyung mengutuk siapapun orang yang membunuh semua orang yang ia sayangi.

 

Tap … Tap …. Tap ….

 

Suara langkah kaki itu menggema dilantai dua, orang itu berjalan dengan santai mengitari semua ruangan lantai dua. Tapi sayang ia tak menemukan apa yang ia cari. Kedua mata elangnya kini tengah menatap sebuah pintu yang tertutup. Ia tersenyum menyeringai menekan kenop pintu itu beberapa kali. Tak bisa dibuka. Ia lantas menendang – nendang pintu itu sekuat tenaga mencoba membukannya dengan segala cara. Ia sangat yakin jika mangsanya yang tengah ketakutan setengah mati itu pasti tengah bersembunyi didalam.

 

BRUKKK    
BRUKKKK

 

                                     Tae Hyung sejenak diam, mencoba memertajam pendengarannya. Pintu itu terdengar seperti dipukul sesuatu. Ia semakin mengeratkan pelukkannya pada kedua lututnya. Tubuhnya semakin bergetar hebat. Fikirannya semakin kalut. Hari ini tamatlah riwayatnya.

 

BRAKKKKKK

Pintu itu akhirnya terbuka. Pria misterius itu berjalan mengitari seisi ruangan kamar Tae Hyung. Ia memandang beberapa foto yang terpajang didinding kamar Tae Hyung.

 

“Keluarga Kim, Baek Hyun, Dae Hyun, Tae Hyung.” Ia mengarahkan ujung pistolnya itu ke arah foto Tae Hyung, menarik pelatuknya dan bersiap untuk melepaskan tembakan pada foto itu tapi detik berikutnya ia tertawa dan memilih berjalan menghampiri nakas kecil mengambil foto Tae Hyung bersama kekasihnya – Rim memperhatikannya sebentar lalu membantingnya ke lantai sampai hancur.

 

***

 

                             Tae Hyung mengangkat kepalanya, tubuhnya terasa kaku. Tidur dengan posisi memeluk lutut memang buruk. Ia terdiam sejenak. Memandang kesekelilingnya. Baju miliknya menggantung dengan rapi diatas kepalanya. Aroma khas dari parfume miliknya juga sangat melekat dibeberapa baju. Saat ini ia masih berada didalam lemari pakaian. Tae Hyung kembali menangis saat mengingat kejadian semalam. Ia tak menyangka kenapa hari ulang tahunnnya menjadi seperti ini.

 

                                  Tae Hyung terdiam saat mengingat si pembunuh. Ia nampak berfikir, apakah pembunuh itu sudah keluar dari rumahnya?

 

Dengan sangat pelan Tae Hyung membuka lemari pakaian itu mencoba memastikan jika semuanya sudah aman. Ia mengeluarkan satu persatu kakinya tanpa suara dan berusaha keluar dari dalam lemari.

 

“Ugh….” Ia menghela nafas berat. Menutup pintu lemari pakaian itu dan membalikkan badannya.

 

“Selamat pagi Kim Tae Hyung.” Sapa seorang pria beramata sipit tengah berdiri disamping jendela. Pria berpakaian hitam itu tersenyum menyeringai pada Tae Hyung.

 

“Mo-Moon Jong Up.” Tukas Tae Hyung, ia menghampiri pria itu.  Setidaknya Tae Hyung bisa bernafas lega karena bertemu dengan salah satu temannya yang masih hidup.

 

“Jong Up – a, untung kau kemari. Aku benar – benar ketakutan. Semalam pria misterius datang kerumahku dan menghabisi semua orang yang ku sayangi. Keluargaku, kekasihku, semua teman – temanku. Mereka mati terkena tembakan dari pria misterius itu.” Jong Up tersenyum dingin. Ia menodongkan pistol miliknya tepat didahi Tae Hyung membuat pemuda tampan itu membulatkan kedua matanya sempurna.

 

“Apakah pria itu melakukannya seperti ini?”

 

DOORRRR!

 

“Selamat Ulang Tahun, Kim Tae hyung!”

 

Tak!

Buku tebal bercover hitam legam itu tertutup dengan suara cukup keras. Pemuda yang baru saja selesai membacanya mendecak sambil memandang seorang gadis berwajah imut yang tengah menatapnya sambil tersenyum.

 

“Hyo Hee – a, lagi – lagi kau jadikan aku sebagai karakter utama yang terbunuh. Ya tuhan. Dan kau sukses membuat wajah malaikat Moon Jong Up menjadi wajah iblis si pemangsa manusia. Itu benar – benar mengerikan!” Pemuda itu Kim Tae hyung – menepuk dahinya sambil mendesah frustasi. Ini kali keempatnya namanya dijadikan karakter utama di dalam novel teman kecilnya. Lee Hyo Hee.

 

“Kau tahu namamu itu pembawa keberuntungan. Buku ini sudah laku 600 cetak, padahal baru di rilis sekitar dua minggu lalu. Bukankah itu hal yang menakjubkan. Sejak buku pertamaku dirilis dan memakai namamu sebagai karakter utama. Bukuku habis terjual sampai ratusan cetak.” Tukas gadis itu. Ia masih memamerkan senyuman khasnya dan Tae Hyung benci itu. Pemuda itu mengalihkan tatapannya pada Yoo Young Jae, seniornya saat masih sekolah menengah pertama.

 

“Hyung, bilang pada kekasihmu yang psycopat ini. Ku mohon jangan jadikan aku sebagai karakter ternistakan di novel barunya nanti.” Ujarnya memelas. Pemuda itu menyunggingkan senyumnya melihat tingkah Tae Hyung.

 

“Memangnya kenapa Tae Hyung? Bukankah secara tidak langsung kau menjadi terkenal karena namamu dijadikan sebagai salah satu karakter di novel Hyo Hee. Lagi pula benar kata Hyo Hee namamu itu membawa keberuntungan jadi ya …..”

 

“Ugh.. dasar! Kalian sama saja.” Gumamnya kesal.

 

“Tae Hyung – ie! Cepat tiup lilinnya!” seorang gadis berderss soft blue berteriak memanggil namanya, dia Yook Na Rim kekasih Tae Hyung.

 

“Iya tunggu sebentar Rim!”

 

“Hyung, Hyo Hee ayo kita kesana, Rim sudah menyuruhku untuk meniup  lilin.” Ia berjalan di belakang Hyo Hee dan Young Jae menghampiri kerumunan kecil yang mengelilingi kue Tart yang dipenuhi lilin.

 

Semua tamu ikut bernyanyi melantunkan lagu Happy Birthday yang sudah seperti satu kesatuan dengan pesta ulang tahun. Tae Hyung nampak malu – malu saat teman – temannya menyanyikan itu. Ia bahkan terus mengubar senyum sampai kedua ujung bibirnya terasa pegal.

 

                                                              Setelah selesai meniup lilin dan memotong kue, Tae Hyung kembali bercengkrama bersama teman – temannya. Pemuda tampan itu melingkarkan tangannya di pinggang ramping Rim sambil menikmati jus mangga. Walau umurnya sudah menginjak dua puluh tahun Rim masih melarangnya untuk meminum Soju, lagi pula kedua kakaknya Baek Hyun dan Dae Hyun juga termasuk tipe pria yang tidak suka minum dan dia juga melarang adik bungsunya untuk tidak menyentuh Soju.

 

“Kim Tae Hyung!” Tae Hyung menoleh ke arah sumber suara. Seorang pria berpakaian hitam yang dibalut dengan kemeja biru kotak – kotak tengah melambaikan tangannya disisi pintu masuk. Ia melangkahkan kakinya menghampiri Tae Hyung.

 

                                                       Tae Hyung nampak terkejut melihat pria itu. Kedua  matanya melebar dan tiba – tiba saja jantungnya berdegup dengan kencang. Adegan pembunuhan yang ia baca di novel Thriiller Hyo Hee mulai terputar kembali diotaknya membuatnya semakin ketakutan.

 

“Kim Tae Hyung, selamat ulang tahun. Maaf aku datang terlambat.” Ujar pria itu. Kedua mata sipitnya menghilang saat tersenyum.

 

“Moon Jong Up, hahah … termakasih.” Tae Hyung tertawa kikuk dan itu terdengar aneh. Heol, novel yang dibuat oleh teman kecilnya itu sukses membuatnya ketakutan sendiri dan tak berani menatap Jong Up saat pemuda bermata sipit itu tersenyum menyeringai.

 

Fin

 

Yeeey! akhirnya selesai juga. Sebenarnya mau bikin FF romance tapi lagi gak mood. Akhir – akhir ini lagi semangat bikin FF thriller – mistery gegera FF Hide And Seek.

Kim Tae ~ selamat ulang tahun baby :* semoga kamu tambah dewasa, selalu diberi kesehatan, semua keinginannmu semoga segera tercapai, semakin bersinar bersama Bangtan Boys  dan jadilah Tae Hyung yang apa adanya. Love You 😀 :*

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] Birthday Killer – Special Tae Hyung Birthday (Vignette)

  1. Haduh kok tegang :”))
    Kirain adegan dalam novel hyohee bakal beneran kejadian. Jongup bikin degdegkan aja nih wkwk
    Anw, kesian juga taehyung yang katanya selalu dijadikan karakter ternista dalam novel temennya xD

    Like

  2. yeay~ nama taehyung membawa beruntung
    terimakasih mustin /apaini?/
    iya sih kadang kalo baca sesuatu kita juga bakal aneh kalo ketemu org aslinya
    gmn yah? ya intinya bgitu ‘-‘
    ibarat kita baca ff karakter jahatnya semisal kai
    ntar kalo liat pic kai malah keinget2 dia jahat wkwk
    sudah2 sekian nyevam saya.
    zhiel garis 99

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s