[BTS FF Freelance] Scary Screaming – (Chapter 7)

scary_screaming

Scary Screaming #7

All BTS’ member

By: Stea/carishstea274 || Length: Chaptered || Genre: Horror, Mystery, AU || Rating: G

Disclaimer : BTS is belong to God, their family, and Big Hit E. But this story pure mine. Don’t bash, don’t coppy, and don’t be siders. Well, Happy Reading!!!

***

It Will appear now to Attack Bone of dark yowl

Light – is the end. – of night

And twin of the—- prince will stay

***

@Jin&Jimin’s room/04.05KST

“Tak ada. Tak ada ruangan bawah tanah apapun,”

‘Apa? Tapi semalam Yoongi hyung yang membawaku ke ruangan itu? Bagaimana bisa dia bilang tak ada ruangan bawah tanah apapun?’ ujar Hoseok dalam hati

“Sudah kuduga. Itu pasti salah satu dari sekian leluconmu yang tidak lucu, hyung,” cibir Jimin pada Hoseok.

“Ani. Aku benar-benar memasuki ruangan itu semalam bersama Yoongi hyung,” Hoseok mencoba membela diri.

“Tapi Yoongi hyung saja bilang kalau dia tak pernah tahu ruangan bawah tanah atau semacamnya di sini. Mana mungkin ia pernah memasukinya. Tahu saja tidak. Mungkin kau hanya bermimpi, hyung. Semalam aku juga mengalaminya,” sergah Jungkook.

Baru saja Hoseok akan menyangkal ucapan dongsaeng-dongsaengnya itu lagi. Tapi Yoongi sudah mendahuluinya,

“Aku tak bilang begitu,”

“Eoh?” Sekarang Jungkook mulai kebingungan sendiri. Begitupula dengan yang lainnya, termasuk Hoseok.

“Aku hanya bilang tak ada ruangan bawah tanah apapun di sini. Tapi aku tak bilang kalau semalam aku tak mengalami kejadian mengerikan apapun,”

“Aku juga tak bilang kalau kau tak mengelami kejadian mengerikan apapun semalam, hyung! Aku hanya bilang, kau tak mungkin memasuki ruang bawah tanah khayalan Hoseok hyung itu,” protes Jungkook kesal.

“Sudahlah. Biar Yoongi menjelaskannya,” sang manajer mencoba menengahi.

Hening beberapa saat, hingga Yoongi akhirnya memutuskan untuk menuruti perintah sang manajer. Ia pun menghela nafas sejenak, sebelum mulai bicara,

“Aku menemukan sebuah peta,” ujar Yoongi akhirnya.

“Apa?” sontak semua orang yang ada di sana terkejut akan pernyataan Yoongi.

“Bukan peta seperti itu. Aku menyebutnya peta waktu,” bukannya memperjelas kata-katanya, Yoongi malah membuat yang lainnya semakin bingung.

“Jadi aku menemukannya di gudang belakang dorm saat mencari sesuatu. Peta itu menunjukkan tata letak ruangan-ruangan di sini. Tapi ruangan itu akan menghilang dari peta ini, di jam-jam tertentu,” lanjut Yoongi.

Yang lainnya mengerjapkan mata mereka tak percaya. Dan Namjoon pun lalu mendekat ke arah Yoongi. Ia menempelkan telapak tangannya di dahi Yoongi,

“Kau sehat, hyung?”

BUG

“Maksudmu aku sudah gila?!!” teriak Yoongi tak terima.

“Appo! Sakit hyung… Kau kan tinggal bilang seperti, ‘ya, aku baik’ atau setidaknya, ‘aku serius, Namjoon’. Tak perlu sampai memukul, bukan?” kini Namjoon yang balas memprotes pukulan yang diterimanya dari Yoongi.

“Memangnya aku Jimin? Aku tahu maksudmu. Kau menganggapku sudah tak waras, dan apa salah jika aku memukulmu!!!” ujar Yoongi ketus.

“Ya, hyung! Kenapa aku dibawa-bawa?” Jimin yang sebenarnya tak paham maksud Yoongi, tapi tetap berusaha membela diri.

“Menurutmu siapa yang paling bodoh diantara kita?” balas Yoongi ringan.

Jimin berusaha memahami maksud kata-kata Yoongi. Hingga akhirnya ia menjawab,

“Maksudmu aku bodoh hyung?” teriak Jimin tak terima setelah otaknya connect.

“Menurutmu?” cibir Yoongi balik.

“Oh, Taehyung! Dimana kau? Harusnya kaulah yang menjadi orang paling bodoh di sini……,” elu Jimin.

“Sudahlah hyung! Biarkan Yoongi hyung menyelesaikan ceritanya. Kau cerewet sekali,” protes Jungkook balik pada Jimin. Jimin pun membulatkan matanya tak percaya. Sejak kapan dongsaengnya itu jadi berani membentak Jimin seperti itu? Tapi tentu saja, tak ada yang peduli dengan hal itu. Terkecuali Jimin. Toh, Jimin memang terlalu banyak bicara.

Baru saja Jimin mau menyangkal perkataan Jungkook, tapi Jungkook sudah menyumbat mulut Jimin lebih dulu dengan sebuah roti yang harusnya dimakan Hoseok tadi.

“Makanlah. Kau akan lebih diam kalau makan hyung… Aku tahu kau lapar,” pinta Jungkook tanpa merasa bersalah.

Yoongi pun juga sempat tersenyum sejenak, sebelum ia mulai melanjutkan ceritanya lagi,

“Akan kujelaskan. Jadi entah mengapa, kurasa ada satu ruangan yang tiba-tiba muncul di peta ini. Tepatnya pada pukul 22.22 malam. Ruangan itu seperti yang dikatakan Hoseok. Ruang bawah tanah. Tapi kurasa sekarang sudah tak ada di sana. Ruangan itu menghilang sekitar pukul sebelas tiga puluh dari peta.

Dan kau tahu, Hoseok? Jika ruangan itu menghilang, berarti apapun yang ada di ruangan itu juga ikut menghilang. Itulah yang kutakutkan, saat kau tiba-tiba lari tak tentu arah meninggalkanku. Aku punya petanya, jadi aku akan dengan mudah keluar dari sana. Tapi kau?

Ya, tangga itu memanglah jalan keluarnya. Tapi seperti labirin, semua ruangan di sana juga akan berubah tata letaknya. Jadi kau tak akan pernah bisa kembali ke jalan masuk yang kau lewati sebelumnya. Menemukan jalan keluar tanpa peta adalah keberuntungan yang sangat mustahil. Tapi syukurlah, kau baik.

Di sana, kurasa tempat dimana sesuatu yang menakutkan, yang selalu meneror kita itu tinggal. Aku juga masih tak tahu apa tujuannya meneror kita. Tapi aku masih punya satu petunjuk lagi,” Yoongi pun menghentikan ceritanya.

“Petunjuk yang kau bisikkan padaku kemarin, hyung?” Tanya Namjoon. Yoongi pun balas menganggukinya.

“Jadi itulah mengapa Leo bilang, kau sangat merepotkan. Kau punya semua petunjuknya, hyung. Itulah mengapa mereka sangat berhati-hati padamu,” ujar Hoseok.

“Awalnya aku berpikir ini juga ulah iseng salah satu dari kalian. Tapi setelah kejadian semalam, aku yakin petunjuk ini sangat penting. Kenapa aku selalu mencoba memancing emosi Leo? Agar dia bisa  membocorkan apa yang diketahuinya. Dan itu berhasil,” jelas Yoongi.

“Jadi kau sengaja melakukannya?” tanya Hoseok seraya tertawa kecil. Yoongi tak membalas pertanyaan Hoseok. Ia hanya tersenyum kecil. Dan Hoseok tahu artinya. Ya.

“Leo? Leo siapa?” kini Jin mulai angkat bicara. Mungkin sebelumnya, pikirannya masih terberatkan dengan hilangnya dongsaeng kesayangannya, Taehyung.

“Benar. Setahuku Leo adalah boneka milik Taehyung hyung,” tambah Jungkook.

“Memang itu boneka milik Taehyung,” balas Yoongi ringan.

“Mwo?” semua yang ada di sana, sekali lagi dibuat terkejut oleh perkataan Yoongi. Tentu saja ex Hoseok.

“Yang menghancurkan kamarku dan Hoseok, adalah sebuah boneka singa raksasa, yang kerasukan sesuatu. Itu boneka Taehyung. Sebenarnya kalau anak itu ada, aku sudah memprotes anak itu, dan meminta pertanggung jawaban atas luka-lukaku ini. Barang-barangku juga berantakan karenanya. Hah? Pintar sekali. Anak itu malah menghilang sekarang,” ujar Yoongi.

“Kau salah, hyung. Taehyung hyung tak membawa boneka singanya,” sergah Jungkook.

“Setahuku Taehyung sangat menyayanginya. Dan dia selalu membawanya kemanapun, bukan?” ujar Yoongi.

“Tidak. Dia meninggalkannya secara tidak sengaja di dorm yang lama. Dan besok, rencananya dia baru akan mengambilnya,” jelas Jin.

“Apa? Lalu bagaimana?” Hoseok tak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Kenapa semuanya menjadi rumit begini???” Jungkook mengerang frustasi.

“Begini saja. Yoongi, bisa kau tunjukkan petunjuk yang kau maksud tadi?” sang manajer mencoba mencari jalan keluar dari masalah mereka.

Yoongi pun mengeluarkan sebuah kertas lusuh berwarna kecoklatan dari dalam sakunya. Kertas tersebut sudah terlihat sangat tua. Dengan pinggiran kertas, yang sudah sobek, disertai beberapa noda darah, membuat kertas itu bak artefak yang sangat langka.

Yoongi pun membuka kertas yang dilipatnya menjadi beberapa bagian itu sebelumnya. Setelah Yoongi membukanya perlahan, semua mata di ruangan itu langsung terbelalak tak percaya.

Tulisan di sana dicetak dengan noda darah segar, yang bahkan di sekitarnya masih tertetes beberapa tetesan darah, yang membuat kertas itu masih berbau amis.

It Will appear now to Attack Bone of dark yowl

Light – is the end. – of night

And twin of the—- prince will stay

“Apa maksudnya?” Jungkook langsung menggaruk kepalanya, setelah membaca apa yang tertulis di sana.

“Aku sudah memikirkannya semalaman, dan aku juga belum mendapat hasilnya,” jelas Namjoon.

“Kenapa ditulis semengerikan itu?” Hoseok bertanya seraya bergidik ngeri.

“Benar, bukan? Sudah kubilang kau akan takut,” cibir Yoongi pada Hoseok.

“Tapi kertas ini kau temukan di-“ belum selesai sang manajer bertanya. Yoongi sudah menjawabnya terlebih dahulu,

“Di kamarku, tentu saja. Saat aku membersihkannya ketika pertama kali tiba.”

“Baik, begini saja. Ayo temukan Taehyung dulu,” terang sang manajer, “Jika benar yang Yoongi katakan, kita harus memasuki ruangan bawah tanah itu terlebih dahulu, dan mengecek keberadaan Taehyung. Jika memang Taehyung belum bisa ditemukan, kita berikan saja petunjuk itu pada polisi, dan suruh mereka menyelesaikannya. Maksudku, mungkin saja Taehyung tidak menghilang. Bisa saja dia diculik. Itu biasa terjadi, bukan? Lagipula Taehyung juga sudah cukup popular sekarang. Jadi itu bisa menjadi hal wajar.

Yang penting, kita harus menjaga semua ini dari media. Jangan sampai para wartawan itu mengetahui tentang hilangnya Taehyung. Kalian mengerti?” intrupsi sang manajer.

Semua member di ruangan itu pun mengangguk, menyetujui usulan sang manajer mereka.

“Kalau begitu kapan?” celetuk Jimin.

“Apanya yang kapan?” tanya balik Namjoon.

“Tentu saja ke ruangan yang dimaksud Yoongi hyung tadi,” balas Jimin dengan kesal.

“Nanti malam saja. Lebih cepat, lebih baik,” usul Jin.

“Tidak bisa nanti malam. Kalian ada jadwal. Apa kalian lupa?” ingat sang manajer.

“Tapi tampil tanpa Taehyung?” sergah Hoseok.

“Kita katakan dulu, Taehyung kurang sehat. Nanti malam adalah acara yang sangat penting. CEO Bang sangat tertarik pada acara itu. Dan aku juga tak mungkin mengecewakannya. Jika kalian tidak datang, para pengejar berita malah akan mencaritahu sebab keabsenan kalian.

Dan kalian tahu bagaimana selanjutnya. Kasus hilangnya Taehyung akan tersebar ke seluruh penjuru Korea. Dan itu akan berdampak buruk bagi kalian, maupun agency. Kita coba lusa saja. Biarkan polisi mencarinya secara detail hari ini.

Kalian bisa tinggal di Big Hit dulu jika merasa kurang nyaman untuk nanti malam. Tapi itu juga masih terserah pada kalian. Aku akan berusaha berbicara pada Presdir. Bagaimana?” terang sang manajer.

“Baiklah. Terserah hyung saja. Yang penting kami sudah tak mendapat terror lagi saja. Kami ingin hidup damai dengan hanya menyanyi dan menari. Yang penting, Taehyung secepatnya ketemu, kita pindah, lalu jalani semua seperti dulu,” balas Namjoon, yang kemudian balas diangguki oleh member lainnya.

@BigHit’s building/22.10

-Someone POV

Oh? Dimana aku? Sepertinya aku mulai bermimpi lagi. Baiklah aku memang bisa tahu jika aku sedang bermimpi. Dan aku juga bisa bangun semauku. Tapi daripada terbangun dan kembali berusaha terlelap, lebih baik aku menyusuri mimpiku ini saja dulu.

Ruangan di sini gelap. Aku tak bisa melihat apapun di sekitarku.

Hanya lorong kosong…, yang entah akan membawaku sampai mana. Eh? Tapi apakah aku tadi sudah tertidur? Dan tiba-tiba…, oh? Apa yang terjadi padaku? Kepalaku terasa sangat berat dan pusing. Tapi kakiku ini tak mau berhenti berjalan.

Ia terus membawaku sampai berada tepat di depan sebuah pintu tua yang sudah terlihat rapuh. Kenapa aku selalu dengan mudah terkena semacam de ja vu begini? Sungguh, aku ingin segera melarikan diri dari tempat ini. Bahkan aku tak pernah sedikitpun merasa penasaran pada pintu yang ada di hadapanku saat ini.

Tapi entah mengapa tanganku malah tergerak untuk membuka pintu tua yang sudah terlihat rapuh itu.

Aku mendorong pintu itu perlahan, dan kudapati sebuah ruangan kumuh, yang dipenuhi oleh kardus-kardus bekas yang sudah tak terawat lagi.

Kotor, pengap, dan tak terurus.

Itulah yang bisa menggambarkan ruangan yang kumasuki ini. Dan oh?? Lumpur menjijikkan apa ini? Di sini, banyak sekali genangan cairan hitam berwarna hitam pekat yang baunya akh- benar benar busuk. Tapi anehnya, aku seakan tak terganggu sama sekali dengan bau ini. Kenapa? Entahlah, aku juga tak memahaminya.

Kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan, dan kudapati sebuah lemari berwarna hitam yang sudah tua. Entah apa yang menumbuhkan rasa tertarikku pada lemari itu. Tapi sungguh, aku merasa ada sesuatu yang menarik di sana. Sesuatu yang hanya akan kutemui sekali ini saja mungkin. Dan aku tak punya kesempatan lagi untuk mengulangnya.

KRRK

Apa ini? Kenapa terkunci. Aku mencoba untuk kembali menarik gagang pintu lemari ini lagi. Oh, bagaimana bisa terkunci?

Anehnya, rasa penasaranku ini terlampau besar. Akhirnya, kuputuskan untuk mendobrak pintu ruangan ini dengan tenagaku. Dan…

BRAKK

Ya, akhirnya aku berhasil membukanya. Tapi…,

Sebuah lorong? Jadi tadi itu bukan lemari? Melainkan sebuah pintu ke lorong ini? Dan di tiap dindingnya juga terdapat barisan pintu yang jumlahnya sangat banyak.

Aku pun membuka pintu-pintu disana satu persatu. Tak ada yang menarik di dalamnya. Hanya ruangan kosong yang gelap. Tak lebih dari itu. Saat aku masih sibuk dengan kegiatanku ini, tiba-tiba telingaku menangkap sebuah suara.

Suara itu memanggil…, namaku? Eh? Darimana dia bisa tahu namaku? Dan darimana asalnya? Tapi tunggu! Kenapa sepertinya aku kenal suara itu. Bukankah itu suara…,

@BTS’s dorm 07.30  KST

-Author POV-

“Pagi hyung,” sapa Hoseok yang baru tiba di dapur pada manajernya.

Sang manajer yang mulanya sibuk dengan bahan-bahan makanan itu pun menoleh ke arah Hoseok seraya tersenyum simpul. Tapi senyum itu tak berlangsung lama setelah ia melihat air muka Hoseok yang terlihat sangat lelah.

“Wajahmu kenapa Jung Ho? Ya tuhan, lingkaran apa itu di matamu? Jam berapa kau tidur semalam huh? Jangan bilang, kau kembali begadang seperti dulu,” sang manajer langsumg menghujati Hoseok dengan sejuta(?) pertanyannya.

“Aku tak bisa tidur semalam hyung,” aku Hoseok.

“Kenapa begitu? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?” tanya sang manajer prihatin.

“Kau tahu apa yang menggangguku hyung,” balas Hoseok.

“Apa?” tapi Sang manajer tetap saja menanyakannya walau ia tahu pasti apa jawaban dari pertanyannya itu. Hoseok pun berdecak sebal melihat respon dari manajernya. Yah, tapi mau bagaimana lagi.

“Hyung tahu aku juga masih terpukul dengan kasus hilangnya Taehyung. Semalam aku bermimpi buruk tentangnya. Setelahnya, aku tak bisa kembali terlelap. Entah mengapa setelah itu, rasa bersalah mulai merambati pikiranku lagi. Aku merasa…,” Hoseok menjeda kata terakhirnya itu.

“Merasa apa?” tanya sang manajer.

“Aku merasa, seperti sedang diawasi hyung,” jelas Hoseok akhirnya dengan nada pelan. Entahlah, ada perasaan aneh saat ia berusaha mengungkapkan semuanya itu pada sang manajer.

“Jadi kau juga merasakannya?” sang manajer balik bertanya.

“Apa maksudmu, hyung? Apa hyung juga merasa seperti diawasi??” tanya Hoseok hati-hati.

Sang manajer pun tersenyum sejenak sebelum membalas pertanyaan Hoseok,

“Bukan aku,” ujarnya seraya menggeleng.

“Tapi Jin dan Jungkook juga mengatakan hal yang sama padaku semalam,” lanjut sang manajer.

“Benarkah?” ujar Hoseok terkejut seraya membulatkan matanya itu, yang tadinya terlihat sangat sembab. Sang manajer pun menanggapinya dengan sebuah anggukan, pertanda ‘ya’.

“Hyung, apa kita akan terus begini? Ayo cari Taehyung sesegera mungkin. Aku tak ingin terus merasa bersalah seperti ini. Bukan bersalah sebenarnya. Tapi aku merasa tertekan. Sangat,” mohon Hoseok pada sang manajer.

“Baiklah, aku akan berusaha mengatakannya pada Presdir. Semoga dia bisa memahami posisi kalian. Aku sudah menyiapkan beberapa makanan di lemari. Bangunkan yang lain, dan suruh mereka untuk bergegas sarapan. Setelahnya, cepat urus diri kalian. Jangan lupa, kalian ada pemotretan pukul sepuluh. Aku akan kembali pukul sembilan nanti untuk menjemput kalian, dan kalian harus sudah siap juga saat aku kembali. Mengerti?” tegas sang manajer.

“Aku mengerti,” ujar Hoseok sambil masih setengah menguap.

“Baiklah, aku pergi dulu. Sampaikan pesanku pada member yang lain, ara,” pamit sang manajer.

“Ne, hyung. Semoga harimu lancar.”

Setelah sang manajer pergi meninggalkan Hoseok sendiri, Hoseok kembali teringat akan mimpinya.

Tapi setelah ia tersadar kembali, ia mulai menggeleng-gelengkan kepalanya,

“Seolma,” gumam Hoseok.

“Hyung! Bukakan pintunya! Aku tak bisa bernafas hyung. Kumohon tolong aku!! Hoseok hyung!”

Oh, kenapa Hoseok masih saja tetap tak bisa melupakannya. Mimpi semalam. Terlihat sangat nyata. Tapi anehnya tubuhnya tak bisa bergerak. Seperti menonton film horror, dan Taehyung adalah pemeran utamanya.

Saat Hoseok sibuk memikirkan semua, tiba-tiba sesuatu mengagetkannya,

“Hoseok,” orang itu menepuk bahu Hoseok pelan, dan hampir membuat jantung Hoseok lepas.

“Oh, Yoongi hyung!” ujar Hoseok setelah menoleh dan mendapati Yoongi yang menepuknya tadi.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Yoongi.

“Bukan apa-apa,” balas Hoseok berbohong.

“O iya, Hoseok. Mau kuberitahu sesuatu yang menarik?” tawar Yoongi.

Hoseok pun pun balas mengerutkan dahinya bingung.

“Tapi kau harus berjanji untuk jangan takut,” jelas Yoongi.

“Apa ini? Sesuatu yang mengerikan lagi?” tanya Hoseok khawatir. Yoongi pun balas tersenyum, pertanda ‘ya’. ”Ya, Hyung! Kau tahu aku penakut, kenapa kau selalu melakukannya? Hentikan. Aku tak mau mendengar apapun,” lanjut Hoseok kesal.

“Tapi aku tahu kau mudah penasaran,” balas Yoongi balik.

Hoseok pun berpikir sejenak, hingga akhrinya..,

“Baiklah, aku akan mendengarkan.”

“Kau bermimpi sesuatu semalam?” tanya Yoongi langsung.

“Bagaimana hyung bisa tahu?” Hoseok balik bertanya dengan heran.

“Sepertinya tebakanku benar lagi. Namjoon, Jin hyung, Jimin, dan Jungkook katanya semalam juga bermimpi aneh. Mimpimu tentang Taehyung? Atau.., tentang Si ‘dia’ itu?” tanya Yoongi.

“Taehyung,” balas Hoseok.

“Mau kuceritakan mimpiku? Aku bertemu Si ’dia’ dalam mimpiku semalam,” ujar Yoongi antusias.

“Oh, hyung ini mulai lagi. Hoseok hyung aku makan di luar saja. Ayo Kook!” ujar Jimin yang tiba-tiba muncul entah darimana, dan langsung berlalu.

“Ya Jimin! Tapi manajer hyung-“ belum sempat Hoseok menyelesaikan kalimatnya, Jimin sudah tek terdengar langkahnya bersama Jungkook.

“Oh, abaikan mereka. Jimin masih ketakutan karena mimpinya, dan mimpi Jungkook malah tak jelas,” ujar Yoongi.

“Baiklah~

-Yoongi POV

Gelap.

Apa aku masih tertidur? Semuanya terlihat gelap.

Tapi kenapa aku masih tersadar?

Perlahan guratan cahaya mulai mencapai netraku. Tetapi hanya seperberapa sekon, cahaya itu kembali lenyap. Kejadian itu berlangsung berulang kali, hingga aku mendengar seseorang memanggil namaku.

“Yoongi hyung! Yoongi hyung pergi!”

Apa? Itu seperti suara Taehyung?

“Yoongi hyung! Dia sekarang menuju ke arahmu!”

Ke arahku? Siapa? Dan kenapa?

“Taehyung kau di sana?” teriakku memberanikan diri.

“Hyung! Sekarang dia tepat di sampingmu!!!”

Tentu saja aku sangat terkejut. Apa maksudnya? Tapi aku tak bisa melihat apa-apa. Di sini gelap.

“Hyung, dia hampir menyentuhmu! Lari!! Lari sbelum dia menangkapmu!!!”

Dengan refleks aku pun berlari, aku tak tahu kemana aku berlari. Yang jelas aku tak akan berlari ke samping, karena Taehyung bilang dia ada di sampingku. Entah itu kanan, maupun sisi kiri. Aku lebih memilih untuk memacu langkahku ke depan.

Aneh. Ruangan ini terlihat sangat luas. Karena sedari tadi sungguh, aku tak menabrak apapun di gulita ini. Bukankah itu terlihat mustahil? Atau aku sedang menyusuri sebuah lorong tak berujung? Entahlah…

“Hyung,” aku mendengar suara bisikan. Itu sepertinya Taehyung.

“Hyung kau bisa mendengarku? Tetap diam di sana. Dia sekarang masih mencarimu. Dia bisa melihat dalam kegelapan. Sebaiknya kau temukan tombol lampu. Aku tak yakin ada yang seperti itu. Coba saja jalan terus, dan ambilah sebuah lentera disana. Itu lebih baik daripada kau tak bisa melihat apapun. Ini lorong, hyung. Dia akan membawamu ke tempat yang mengerikan jika kau tak bisa menemukan jalan keluarnya,” jelas suara yang kuyakini adalah Taehyung itu dengan hati-hati.

Aku pun menuruti perintahnya. Aku terus berjalan, dan benar saja, ada sebuah lentera di sana. Aku mengambilnya, dan,

“Hyung! Kau harus cari sebuah pintu bertuliskan ‘curse’ (kutukan). Itu jalan keluarnya. Percayalah padaku,” suara itu tiba-tiba muncul lagi.

Kenapa kutukan? Aneh. Sungguh.

Namun tentu saja aku tak ada pilihan lain selain mengikuti instruksinya. Sejujurnya aku tak yakin ada dimana, dan bagaimana bisa aku mencapai tempat ini. Entahlah, semuanya rumit. Yang kuingat adalah aku mengejar kupu-kupu, dan sampailah ke tempat ini. Tempat yang gelap, dan sekarang bagaimana aku malah bisa mendengar suara Taehyung?

Oh, asal kalian tahu, tempat ini- oh bukan. Tepatnya lorong ini terdapat banyak sekali pintu di tiap lorongnya. Aku mencari satu persatu pintu, dan tak kunjung kudapati pua pintu bertuliskan ‘curse’.

“Hyung,” aku mendengar bisikan itu lagi.

“Hati-hati hyung, dia di dekat sini,” ujarnya teramat lirih. Terdengar seperti ketakutan. Tapi mungkin memang benar jika ia ketakutan.

Mengingat aku tahu ia bisa melihatku, kupercepat langkahku, dan ketajamanku untuk menemukan pintu yang dimaksud Taehyung tadi,

“Hyung, sekarang dia melihatmu,” ujar suara Taehyung itu menahan memekik.

Oh! Apa yang harus kulakukan??

Tunggu! Pintu tadi..,

Aku pun kembali berbalik untuk memeriksa kepekaanku. Benar saja, di bagian atasnya bertuliskan kata yang Taehyung bilang tadi.

Cepat-cepat aku membukanya. Tapi…,

‘Oh! Aku tak bisa mempercayai apa yang baru saja ditangkap mataku.

Mwoya! Apa-apaan ini! Apa suara tadi mempermainkanku?!!’

TBC

Hai hai hai. Aku tahu ini lama banget, dan maaf kalo ceritanya cuma gini. Ini udah yang normal menurutku. Udah gakependekan atau kepanjangan –menurutku tapi :v-.

Okay, aku berharap kalian pada suka. Entah ada yang nungguin kelanjutan cerita khayal ini ato nggak, Cuma berharap, you can enjoy it.

Sekali lagi, author Cuma manusia biasa yang masih amatiran dalam menulis. Jadi maaf aja kalo masih banyak salahnya… 😀

O, iya! Jangan kabur!!! Tinggalin jejak, ne…

RCL pliss…. *nangis mohon sama V*

16 thoughts on “[BTS FF Freelance] Scary Screaming – (Chapter 7)

  1. Kakaaakk jangan lama” dongg!!!……..ppaaliii.. Udh berbulan” nungguin next-nyaa… ff-nya Kereennn,,Sereemmm,, tapi kocaakk,, kapan di post lagi ni ff??

    #mengharap dijawab#

    Like

  2. Yak. Ini udah desember Author, dan belum dilanjut jg??? 😦 :(. Sumpahh, padahal penasaraannnnn bangettt! Ceritanyaa seruuu, baru baca tapi. Hei! Sampai” tempat turun angkotku malah jauh gara” ini, akhirnya aku harus dua kali lipat jalan kerumah, gara” ff ini ygy seru bangett dibaca. Tolooonggg dilanjutt 😦

    Like

  3. Huaaaa akhirnya di next😂 udah nunggu lama 😅
    Taehyung kemana sebenernya? Kenapa mimpinya suga aneh. Itu lanjutan mimpinya gimana?
    TBC oh TBC :3 kenapa ada TBC :3
    Next ya thor

    Like

  4. Next thorr nextt….
    Di tunggu nih kelanjutannya…
    Jangan lama yaaa nge postnya…
    Sumpah ini ff keren banget, aku bca dari chap 1 smpe chap 7 dlam waktu sehari tanpa berhenti…saking seru ceritanya hehehe…
    Next yaa thor next…

    Like

  5. Lanjut thor ceritanya…..
    Jangan lama postnyaa….
    Udah ga sabar pengen baca lagii
    Sumpah aku baca dari chap 1 smpe chap 7 dlam waktu sehari, itu ceritanya keren bangett
    Next next next thor

    Like

  6. Maaf gabisa reply langsung :v
    Hehhe…, makasih yak buat yang udah bersedia nungguin ini ff yang pending lamaa banget /*plak 😂😂

    Yang baca, koment, like, semuanya makasiii…😘😘😘
    Maaf kalau bahasa atau kata-katanya kurang apa githu.. (??) Maaf juga kalo masih ada typo ✌.

    Stea minta maaf kalo kelamaan ato kurang panjang yaa 😄. Hehe… Author hanya manusia biasa yang masih amatiran nulis dan malangnya sekarang lagi dikejar-kejar tugas sekolah yang aada habisnya.. 😨

    Last, pokoknya itu nanti bakal kekupas satu-satu kok nantinya. An intinya thanks banget buat yang review..
    Gumawooyoooo 😙😙

    Like

  7. Waw , daebakkk thorrr 😀
    sampai kabur dari kamar karena ceritanya :-D:-D
    hahaha , tapi ada yg ganjal ktika jimin d blg bdoh , gk kbyang wajahny gmn 😀
    kerenn banget , sumpah 🙂 di tnggu k lnjutannya thorr 😀
    fighting !

    Liked by 1 person

  8. Steaaa…!
    Akhirnya kamu ngelanjutin ff ini lagi, taukah kamu aku sangat menunggu ff mu inii?!
    Ini seriusan loh yaa, tiap bolak-balik ke sini nyariin lanjutan ff-mu tapi ternyata nggak di posting2. Dan sekaraaang, ah aku bahagia haha..

    Seperti biasa ff nya seru, itu Taehyungnya kemana sih?
    Jadi baper pas ngomongin pertunjukkan di saat Taehyung ilang, kan jadi keinget waktu TaeGi sakiit :3
    Jimiiin, ya ampuun sabar ya nak..
    Mungkin memang udah suratan dari sananya, dirimu di bully terus. Bahkan oleh sang maknae. Dan sayangnya aku malah suka part inii, hehe
    sorry Jim…

    Nah, yang someone POV itu siapa yaa? Taehyung kah?
    Aku kok malah ngebayangin Taehyung yaa pas itu, apalagi ada cairan2 itemnya gitu. Sebelum ilang, seingetku Taehyung keperangkap sama cairan itu di kamar mandi ‘kan?

    Aku penasaran sama mimpi Trio J, apa sih yang mereka mimpiin?
    Moga di next chapter dijelasin yaah 🙂
    terakhir, apa yang diliat Suga?
    Kepo maksimal sungguh…

    Udahlah sekian coment dariku yang rusuh ini, moga nggak gumoh ya bacanya, hehe…
    Terakhir, ditunggu bgt lanjutannya jgn lama-lama yaa 😉
    lope2 untukmu Stea ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

  9. Yeayyyy.. akhirny authorny ngelanjutinnn.. berbulan” aku nunggu ni ff akhirny nongol jga TT^TT . Maaf bru bsa coment disni. Next thor~ ppaliii~~ pnjangin lgi donk thor. Mkin penasarannn.. ditunggu klanjutanny. Jngn lma” ya thor,, dh lumutan ni nunggu ffnya. Ffny DAEBAKK! keep writing buat authorny^^

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s