[Vignette] Be [You] Tiful

2488f636a2ef00fa54c605ea3f1f7eae316f84e5_hq

Be [You] Tiful

a flashfiction by FiolaCindy

Jung Hoseok and Sydney Lim

–slice of life, fluff, friendship, romance (?). General.

“Kau cantik apa adanya, kok.”

Sydney William Amour, gadis yang sedari tadi sibuk betatapan dengan cermin satu setengah kali dua meter di sudut kamarnya, beradu dengan make up yang berserakan di meja pun tumpukan gaun-gaun selutut yang nampaknya masih baru –masih ada label harga menggantung di sana. Sudah lama tak tersentuh. Hampir selama ia tak peduli akan penampilannya.

Jarum jam telah menunjukkan angka empat. Mengisyaratkan tiga jam gadis itu berdiri dan menjajal koleksi gaun beserta sepatu heels barunya. Buru-buru ia mengambil tas selempang marunnya sembari berlari keluar tanpa mempedulikan bedak yang jatuh ke lantai, lipstick yang masih terbuka, ataupun maskara yang luber di atas meja.

Sementara itu laki-laki yang mulai bosan menunggu teman gadisnya sibuk membolak-balik majalah di hadapannya. Aneh, seingatnya teman gadisnya tersebut lebih memilih menghabiskan waktu seharian membaca sampai belasan volume komik manga layaknya Detective Conan, One Piece, Tokyo Ghoul, atau novel karangan Conan Doyle, Agatha Christie, atau pengarang cerita detektif lainnya. Bukan majalah kecantikan yang terbit tiap minggunya, apalagi jika ia berlangganan. Mungkin itu milik teman atau saudaranya, pikirnya.

Tiga majalah telah ia selesaikan. Namun gadis itu belum nampak juga. Apakah ia akan memberikan harapan palsu untuk menepati kencan malam ini seperti yang sudah-sudah? Jujur, itu hal paling dibenci Hoseok. Baru saja kesabarannya habis dan ia hendak menghampiri sang gadis namun ternyata ia sudah berada di ambang pintu, terdiam di sana cukup lama.

Hoseok terpaku diam. Obsidiannya mencoba menerawang sang gadis dari bawah sampai atas, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya salah di sini. Sementara tangan sang gadis meremas ujung gaunnya cemas, sembari mencoba menutupi rasa malunya ia tersenyum.

“BWAHAHAHA! Apa yang kau pakai, huh?”

Senyum sang gadis runtuh seketika. Ia kebingungan kenapa sahabatnya bersikap seperti itu di depannya.

“Me– memang kenapa?”

“HAHAHA! Rambutmu juga seperti gurita. Seleramu parah!” seru Hoseok sembari memegangi perutnya seakan-akan ia akan mati terbahak-bahak.

Dress tanpa lengan biru karibia yang ia dapatkan dari pelelangan di majalah minggu lalu, sepatu hi!heels yang juga ia dapatkan dari pelelangan yang sama, make up mahal, rambut yang sedikit ia curly, tas branded milik desaigner Channel, dan aksesoris lainnya. Seleranya wajar-wajar saja layaknya gadis-gadis muda yang ingin tampak cantik dan fashionable. Lalu apa yang salah?

“A– aku tidak cantik, ya?”

“Cantik? Oh Tuhan, kau sangat jelek. Lihat mukamu seperti badut.” Oh tolong beritahu Hoseok ia benar-benar kelewatan kali ini. Siapapun, hentikanlah tawanya!

Hening selain tawa Hoseok. Ia terlalu sibuk menertawakan sang gadis hingga ia lupa ia baru saja menyakiti hatinya. Sedangkan sang gadis hanya dapat mengepalkan telapak tangannya sembari menahan tangis.

Tes. Hiks.

Hoseok yang tersadar langsung menghentikan tawanya. Perasaan menyesal dan bayang-bayang sahabatnya tak mau berteman dengannya lagi mulai menghantui benaknya. Baru kali ini ini menyadari kalau ia sudah berada di ambang batasnya. Lalu apa yang ia lakukan beberapa menit yang lalu? Tertawa?

“Syd–“ tegurnya.

“Kau selalu menyukai sunbae-nim di sekolah maupun dancers cantik yang kau temui, Jung. Kau selalu mengatakan mereka cantik,” ujar sang gadis tersedu.

“Sydney, kumohon dengarkan–“

“Kau selalu menyukai mereka, Jung! Mereka, bukan aku. Kau hanya menyukai mereka, Jung, bukan aku!”

BRAK!

Pintu kamar yang ia banting memberikan efek suara dentuman yang cukup keras. Ia langsung berlari ke dalam kamar sebelum kesedihanya semakin menjadi di depan Hoseok. Mengunci pintunya lantas menangis di balik bantalnya.

“Syd, kumohon buka pintunya! Maaf aku mengejekmu,” seru Hoseok dari balik pintu kamarnya.

“Kau temanku. Aku tak berniat mengatakan itu.”

Seharusnya gagasan itu datang lebih cepat sebelum ia menyesali perbuatannya itu. Sebelum kata-katanya melukai perasaan sahabat kecilnya. Sebelum mereka memutuskan untuk tidak saling bertemu untuk seterusnya.

Tak ada jawaban. Sunyi senyap selain suara tangisan sang gadis yang benar-benar memekakan telinga orang yang membuatnya menangis. Hampir tak ada jawaban. Kemudian ia teringat akan tujuannya kemari menghampiri teman gadisnya. Bukan kencan, tepatnya janjian.

“Syd, kau jadi pergi ke restoran tidak? Aku punya enam kupon ayam gratis, dan masa berlakunya tinggal malam ini,” seru Hoseok dari balik pintu.

Cklek! Krieet…

Ajaibnya pintun kamar  terbuka seketika. Menampilkan maskara gadis yang luntur di pipinya karena menangis. Benar, ia lupa memakai make up anti air.

“Mampir ke mall untuk bermain Danz Base?”

Hoseok yang gugup hanya mengiyakan ucapanya. Itu lebih baik daripada mendapat bogem mentah dari seorang mantan atlet taekwondo nasional.

“Tunggu di luar, aku akan mengambil tasku.”

Alhasil di sinilah mereka berdua. Duduk bersandingan di dalam mobil. Meskipun agak canggung dari biasanya, mereka tetap mencoba terlihat nyaman.

“Jung,” tegur sang gadis, “apa tadi yang kau katakan benar? Apa aku jelek? Tak apa, jika benar aku akan menerima ucapanmu.”

“Kau cantik apa adanya, kok. Sydney yang selalu mengenakan celana panjang, baju berlapis-lapis, sepatu flat, dan tak pernah bisa diam.”

Lucu, bukan?

“Terimakasih, Jung.”

“Ohya, satu lagi. Aku ingin menanyakan hal ini sejak tadi,” ujar Hoseok.

“Apa?”

“Apa maksudmu aku hanya menyukai sunbae-nim dan aku tidak menyukaimu?”

-fin.

 

Authorphi kambek bawa OC baru ^.^

Buat yang ngira Sydney orang Autralia sejujurnya ia hanyalah orang Korea asli yang ibunya ngidam jalan-jalan ke Australia waktu hamil, sayangnya ga kecapaian. /hikz, kejam/

Oya, akhirnya gantung, ya? /iye gantung banget/ kan kasihan kalo ceritanya udah selese sekali main. Masih kasian sama Ocnya.

Dan juga maaf kepada Jung Hoseok yang bersedia aku nistain. Thank you Hobie :*

phi.

Advertisements

5 thoughts on “[Vignette] Be [You] Tiful

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s