[FICLET] BATUK

IMG_20151203_224452.jpg

a ficlet by Cachalpannia

Jeon Jungkook — Jung Yein || G || Fluff

.


“Aku butuh…”


.

“Aku lelah, Oppa.” Kendati tangan kanannya tetap memegang semangkuk bubur dan tangan kirinya tetap menggenggam sendok besi, bibir gadis itu mengerucut. Mukanya ditekuk—entah berapa kali lipat. Kemudian menggerakkan kedua lengannya untuk menyuapi Jungkook yang masih terbaring lemah di hadapannya.

Setelah Jungkook menelan kudapan sehari-harinya itu dengan susah payah, ia berujar, “Kalau begitu, pulang saja,”

Ia bergeming. Malah kembali melakukan rutinitas menyuapi kekasihnya alih-alih membalas atau memasang wajah gembira lantaran diperbolehkan pulang dari ruang rawat inap berbau obat-obatan ini. Yein tidak pernah sampai setega demikian. Setiap pulang sekolah, siswa bermarga Jung itu tetap datang menandangi sang lelaki yang masih harus mendapat perawatan khusus akibat demam berdarah. Mengetahui persis bahwa tidak ada satu orang pun yang menemani Jungkook di kamar ini selain kakak satu-satunya yang baru pulang jam sepuluh malam nanti.

“Katanya lelah? Pulang saja. Tugasmu pasti menumpuk ‘kan?”

“Tidak, kok. Tidak jadi lelah,”

Jungkook tersenyum menahan gemas. Tidak ada yang lebih menggelikan selain melihat gadisnya berucap sesuatu yang tidak sesuai dengan hati, pun ekspresi parasnya. Disisi lain, ia memang belum mau Yein pulang. Walau terkadang, kasihan juga melihat anak itu terkantuk-kantuk di sebelah ranjangnya.

“Yasudah,” Gumamnya sebelum menangkup lagi suapan sesendok bubur dari Yein. Napsu makannya selalu menjadi lebih baik kalau Yein yang menyuapi.

Hening pun datang untuk kedua kalinya. Yang terdengar disana hanya suara mesin penghangat ruangan, juga dentingan sendok yang beradu dengan piring sebab bubur disana sudah hampir kandas. Kalau sudah begini, Jungkook tahu bahwa Yein sedang dalam masa-masanya menahan berat kelopak mata yang ingin tertutup. Tapi tidak dengan Jungkook. Biasanya, ia akan tiba-tiba berubah bawel demi memertahankan keberadaan Yein disisinya sampai dirinya sendiri pun mengantuk. Namun kali ini—

Uhuk-” —suapan terakhir dari Yein membuat tenggorokkannya gatal.

“Oppa? Tersedak? Kalau nelan pelan-pelan, dong,” Buru-buru Yein memindahkan piring dari tangannya ke nakas, lantas mengambil segelas air putih yang berada tak jauh dari situ, “Ini minum dulu-“

“-UHUK! UHUK!”

Betapa paniknya Yein ketika setelah diberi minum, batuk Jungkook malah semakin parah.

“Yein-ah—UHUK—Oppa butuh—UHUK! UHUK!”

“Apa? Butuh apa? Minum lagi?” Panik, sekaligus bingung. Muka Jungkook sudah merah seperti kepiting rebus, matanya berair, dan batuknya masih tidak mau berhenti. Badannya bahkan sampai berjingkat-jingkat hebat dan membuat Yein semakin takut.

Disodorkan segelas air lagi, batuknya juga malah semakin kencang. Seolah tubuhnya sudah menolak dari luar minuman tersebut.

“Aku panggilkan dokter, ya?” Seharusnya Yein tak lagi bertanya. Tangannya segera beranjak pada tombol kecil berwarna merah di sisi lain kasur Jungkook.

Akan tetapi, telapak Jungkook menahannya, “Jangan—UHUK!”

Sang gadis jadi kesal, apa-apaan Jungkook ini. Ia jadi teringat film-film yang biasanya setelah batuk-batuk dahsyat, orang tersebut akan meninggal. Merinding, Yein menggelengkan kepalanya. Pikirannya pun ikutan buyar ketika lelaki itu menarik lengannya dan membuat jarak antara wajah si perempuan yang panik dengan wajah si lelaki yang lemah itu menipis.

“Oppa butuh—UHUK—ciumanmu….”

“Haish…” Dalam sekejap air muka Yein berubah datar. Dengan kasar lengannya ia lepas. Menjauhkan diri dari kekasih kurang ajarnya itu yang tengah melepas tawa gelegar di udara.

“Cepat cium aku! Siapa tahu besok aku langsung diperbolehkan pulang,” Kata Jungkook, tidak nyambung. Kelewat banyak menonton film Disney Princess, mungkin.

“Tidak mau. Aku mau pulang saja! Bye.”

YA!—UHUK!” Kali ini, dia batuk sungguhan.


a/n :
Apalah ini :”) maaf kalo fluffnya kurang ngena(?). Maaf juga poster dan judulnya nggak nyambung(?).

Advertisements

23 thoughts on “[FICLET] BATUK

  1. Ya ampun Jungkook bisa aja deh pura-pura batuk yang pastinya berlebihan buat minta kisseu dari Yein XD
    Manis deh bikin greget:3 wkwk

    Like

  2. Kirain ni FF sedih atau gimana gitu gegara liat posternya, eh taunya —lha… nggemesin :p wa wa aww wkwkwkw /melet-melet digetok ama yang punya lapak/ wkwkwk

    Like

  3. uda baper duluan liat posternya kaka eh ficnya fluff abiz😂

    pura2 mati dulu jung biar dicium si doi, kan a6 tuh ((gabener ini😂😂))

    Like

  4. ya ampun unyu sekali ficnya ;~; huhuhu /mojok/

    tolong yha, jungkook, kamu dah sakit masih saja sempet minta cium :v lama2 saya lemparin kulit pisang juga loh /wut/
    dan yein, kamu kelewat polos sampek2 pengen saya kunciin satu ruangan sama jungkook /maksudnyaapa/ orz

    ehm, oke. jadi saya suka banget sama fic ini, ide cerita, diksinya juga bagus ;~; huhuhu
    tetap semangat yaaa o/ /ngeeengg/

    Like

  5. Kangen jeong-in hueheheheheh dan dapet fic unyu begini apalah kabar jantung adek ;-; /ga nyadar diri dulu untuk sejenak/

    Plis deh ngakak pas bagian yein bayangin di film kalo abis batuk batuk langsung mati. Jungkook… jungkook. Mati dulu sana biar dicium yein /plak/ dapet kok fluffnya hueheheheh ditunggu fic lainnya^^

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s