[Monocromic Youth] Two Side – Oneshot

poster

[MONOCROMIC YOUTH] TWO SIDE – ONESHOT

 

Author: Yukahw

Title: two side

Genre: Crime, Psychology, family

Length: oneshot

Rating: PG-15

Main cast:

  • BTS Min Yoongi
  • Min Young Ah (OC) as Yoongi’s twin
  • Hwang Yuki (OC) as Jin’s step sister

Support cast:

  • BTS Kim Seokjin
  • other BTS members (Cameo)
  • and other(s)

Disclaimer: I just own the cover, story plot, and OC’s

Summary:“memangnya kau tidak lihat? Ini kembaranku Min Young Ah!” Ujar Yoongi. Yuki lagi-lagi hanya membuat ekspresi heran.

***

            Hari ini merupakan hari yang kelam bagi seorang lelaki pemilik nama Min Yoongi. Bagaimana tidak, tadi pagi dia melihat keluarganya telah terbunuh. Akhirnya dengan panik dia menelfon polisi, tapi hal sangat disayangkan adalah para polisi itu tidak dapat menemukan siapa pembunuhnya.

“Kami turut berduka cita atas kematian keluargamu hyung!” Ucap Temannya, Kim Taehyung.

Yoongi hanya menundukan kepalanya berusaha untuk tidak menangis. Dia harus menerima kenyataan kalau dia sekarang hidup sebatang kara

“Yoongi-ya, jangan bersedih! Setidaknya masih ada kami kan?” Ujar teman tertuanya itu, Kim Seokjin.

Yoongi tersenyum, tapi hanya untuk beberapa detik. Baginya hidupnya hampa jika tidak ada keluarganya. Tapi apa yang bisa Yoongi lakukan? Semuanya sudah terjadi. Yang perlu dia lakukan hanyalah menerima kenyataan pahit yang didapatnya.

Hyung kau yakin tidak apa-apa jika kami tinggal sendiri?” Tanya temanya yang paling muda diantara mereka, Jeon Jungkook.

“Ya tidak apa-apa, kalian pulanglah!” Perintah Yoongi. Akhirnya dengan terpaksa teman-temannya itu meninggalkan Yoongi sendirian di pemakaman.

Malamnya Yoongi merasa aneh, entah kenapa tiba-tiba dia memiliki hasrat untuk membunuh seseorang. Dia mencoba untuk melawan hasratnya sendiri, tapi semakin ditahan rasa yang Yoongi alami semakin menjadi-jadi.

Kerena tak tahan akhirnya Yoongi keluar dari rumahnya, membawa pisau lipat yang dia dapat dari dapur.

***

Ini sudah satu minggu sejak Yoongi tinggal sendiri di rumahnya. Dan setiap pagi Yoongi merasakan kepalanya sakit, tapi dia tidak tahu kenapa kepalanya bisa sakit. Yoongi hanya berusaha untuk menghiraukan rasa sakitnya.

TING TONG

Samar-samar dia bisa mendengar suara bel pintu berdentang dari kamarnya. “Siapa yang bertamu sepagi ini?” Tanyanya dalam hati. Tapi pada akhirnya Yoongi berjalan ke bawah, bemaksud untuk membukakan pintu untuk tamunya.

“Oh… baguslah aku pikir di rumah tidak ada orang!” Ucap seseorang begitu Yoongi membukakan pintunya. Seketika Yoongi diam terpaku.

Suaranya, posturnya, dan wajahnya sangat mirip denganya bahkan hampir bisa dibilang ‘kembar’, seketika Yoongi kembali lagi ke alam sadarnya ketika bahunya di tepuk oleh lelaki asing di depannya.

“Kau baik-baik Yoon?” Tanya orang itu. Yoongi mengernyitkan alisnya, bagaimana orang ini bisa tahu namanya? Padahal dia belum pernah bertemu dengan sosok di depannya.

“Kau siapa?” Tanya Yoongi hati-hati, takut orang itu marah terhadapnya.

Namun apa yang ditakutkan Yoongi ternyata tidak terjadi. Malah orang itu tersenyum kepada Yoongi seakan tahu jika dia bingung dengan dirinya.

“Aku kembaranmu Min Yoongi! Kau lupa denganku?” Ujar orang yang mengaku sebagai kembarannya itu.

Yoongi menggaruk tengguknya yang tidak gatal, seingat dia, dia tidak mempunyai satupun kembaran. Kalaupun iya pasti kembaranya sudah ikut terbunuh.

“Aku Min Young Ah, Yoongi-ya! Kau tidak ingat? Kau dan aku sering bermain bersama!” Ujar Young Ah lagi.

Yoongi berusaha untuk mengingatnya, tapi memori akan masa kecilnya sudah menghilang begitu saja dari pikirannya. Yoongi bahkan lupa kapan terakhir kali dia bisa bersepeda.

“Tak apa Yoon jika kau tidak bisa mengingatnya!” Ucap Young Ah. “Dimana ayah dan ibu?” Tanya Young Ah lagi.

“Ayah, ibu mereka-” Yoongi menggantungkan kata-katanya, membuat Young Ah penasaran.

“Mereka kenapa? Yoongi, tolong katakan padaku!?”

“Mereka telah tiada” Seketika Young Ah terdiam.

“Kau masih punya aku Yoon! Aku berjanji akan melindungimu!” Janji Young Ah. Yoongi tiba-tiba merasakan hal yang membuatnya senang.

Setidaknya masih ada Young Ah sebagai keluarganya, jadi dia tidak sendiri bukan?

***

Ini sudah tiga hari sejak Young Ah berada di rumah dan sejak itu Yoongi sering pergi keluar rumahnya pada jam 11 malam sampai jam 2 pagi. Tentunya Young Ah selalu bersama Yoongi kemanapun Yoongi pergi.

“Yoongi, sepertinya ada tamu?” Ucap Young Ah kepada Yoongi yang sedang membaca buku.

“Tamu? Kau tunggu disini sebentar ya?!” Jawab Yoongi.

Dia pun turun kebawah untuk menyambut tamunya itu.

“Hai Kak Yoongi, lama tidak bertemu!” Ucap Tamunya itu begitu Yoongi membukakan pintunya.

“Kau Yuki kan? Adiknya Kak Seokjin?” Tanya Yoongi. Ingatanya benar-benar buruk sekarang.

“Ya tentu saja, mungkin kakak lupa denganku karena sudah lama tidak bertemu?” Jawab Yuki, Yoongi tersenyum lalu mempersilahkan Yuki untuk masuk kedalam.

“Buat dirimu senyaman mungkin ya” Ucap Yoongi. Yuki masuk dan duduk di ruang tamu.

“Kak, aku minta maaf tidak bisa datang ke pemakaman keluargamu waktu itu!” Sesal Yuki. Yoongi hanya tersenyum.

“Tak apa, setidaknya ada yang menemaniku di sini!” Ucap Yoongi. Yuki mengernyitkan alisnya. “Aku buatkan minum dulu ya!” Ucapnya lagi lalu pergi ke dapur.

Yuki tidak mengerti dengan apa yang Yoongi katakan. Menurutnya Yoongi berkata begitu agar tidak terlihat kesepian atau mungkin dia memang tidak sendiri. Sesaat setelah Yoongi pergi ke dapur, Young Ah menghampiri Yuki untuk sekedar berbasa-basi.

“Hai apa kau temannya Yoongi?” Tanya Young Ah, tapi Yuki menghiraukan pertanyaan Young Ah seakan dia tidak ada di sana.

Young Ah mendengus kesal karena dirinya tidak dianggap oleh Yuki dan pada saat itu juga Yoongi kembali dari dapur dengan segelas sirup ditangannya.

“Maaf aku hanya bisa membuatkanmu ini Yuki-ya!” Ucap Yoongi meletakan minuman itu di atas meja.

“Ah… tidak usah repot-repot kok Kak, aku kan hanya sebentar saja” Balas Yuki. Dia tidak bermaksud untuk merepotkan Yoongi sama sekali.

Yoongi lagi-lagi hanya tersenyum mendengar ucapan adik dari temannya. Tiba-tiba saja Young Ah menyenggol lengan Yoongi dan berbicara sesuatu.

“Temanmu?” Tanya Young Ah, Yoongi menoleh.

“Bukan, di adiknya temanku!” jawab Yoongi. Yuki yang mendengarkan Yoongi berbicara sendiri langsung bertanya.

“Kak, kau berbicara dengan siapa?”

“memangnya kau tidak lihat? Ini kembaranku Min Young Ah!” Ujar Yoongi. Yuki lagi-lagi hanya membuat ekspresi heran.

“Kau berhalusinasi? Di sampingmu tidakada orang!” Ucap Yuki. Yoongi menatap Yuki sebentar lalu memalingkan kepalanya ke arah Young Ah duduk tadi.

Tetapi ketika Yoongi memalingkan kepalanya ke arah Young Ah, dia sudah tidak ada di tempatnya lagi. Padahal Yoongi yakin dia ada di sini beberapa menit yang lalu atau mungkin Young Ah sudah kembali ke kamarnya?

“Kak aku pulang ya? Dah!” Pamit Yuki lalu berjalan menjauhi pekarangan rumah yoongi.

***

“Kamu Bilang apa tadi?” Tanya Seokjin yang sedang membaca buku di ruang tengah.

“Aku bilang, Kak Yoongi itu jadi aneh Kak!” Jawab Yuki kesal karena kakak tirinya itu tidak mendengarkannya.

“Aneh gimana maksudmu? Ada-ada aja” Ucap Seokjin meremehkan Yuki.

“Ya aneh, masa dia bilang dia punya kembaran namanya Young Ah” Balas Yuki lagi.

Seokjin menghembuskan napas kasarnya, dia menutup buku yang sedari tadi dia baca dan duduk di samping adiknya itu.

“Yuki, kenapa kau bisa berkata seperti itu?” Tanya Seokjin. Yuki hanya menatap Seokjin dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Entah? Menurutku aneh. Dia berbicara seolah ada orang selain aku di sana” Jelas Yuki. “Kak Yoongi tidak menderita penyakit skizofrenia kan?” Ucap Yuki lagi.

“Tentu saja tidak dan jangan pernah berkata seperti itu lagi Yuki! Tidak baik mengerti?” Ucap Seokjin. Yuki hanya menggangguk.

Setelah itu Seokjin meninggalkan Yuki sendiri. Sebenarnya Yuki tidak percaya dengan apa yang kakaknya itu katakan. Pasti Yoongi mengidap suatu penyakit, Tapi Yuki tidak tau apa itu.

ah… teka-teki rumit” batinnya.

Besoknya, Yuki memutuskan untuk bertemu dengan temannya, Shin Ara. Temannya yang satu itu pasti bisa diandalkan oleh dirinya.

“Aku, juga tidak mengerti Ara! Tapi Kak Yoongi terlihat lebih aneh dari biasanya” Curhat Yuki, Ara temannya hanya mendengarkan dengan saksama.

“Kenapa kau tidak coba mengikutinya saja?” Saran Ara.

“Apa itu tidak akan apa-apa?” Tanya Yuki. Ara mengangguk menandakan semuanya akan baik-baik saja.

“Jika kau penasaran, kenapa tidak di coba?” Ucap Ara lagi. Akhirnya Yuki memutuskan untuk mengikuti Yoongi.

***

Siang berganti malam dengan cepat, saat ini Yuki sedang berada di tiang listrik yang langsung menghadap ke arah rumah Yoongi. 1 jam, 2 jam, 3 jam berlalu sampai tak terasa waktu di arloji yang Yuki pakai sudah menunjukan pukul 22.59.

“Huh, mungkin benar apa yang dikatakan Kak Seokjin, Kak Yoongi hanya manusia normal!” Ucap Yuki, tapi saat dia akan beranjak dari persembunyianya pintu rumah Yoongi terbuka.

Terpaksa Yuki kembali bersembunyi dan melihat Yoongi dengan tetapan heran. Yoongi keluar dengan jalan yang terseok-seok, seolah ada yang menggerakkannya. Dan yang lebih herannya lagi kenapa dia pergi keluar dengan membawa pisau dapur?

“Mencurigakan” Ucap Yuki dan langsung membuntuti kemana Yoongi pergi.

Yoongi memberhentikan langkahnya di salah satu halte. Di halte itu hanya terdapat satu orang saja. Yuki melihatnya dari kejauhan, dipikirannya saat ini adalah apa yang akan Yoongi lakukan dengan orang itu.

Perlahan tapi pasti, Yoongi mendekati orang itu dan saat dia sudah dekat dengan orang itu. Dia langsung mengeluarkan pisaunya dan menikam orang itu.

OMO” Ucap Yuki, dia kaget dan langsung pergi menjauh dari halte tersebut.

Dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi. Yoongi membunuh orang yang tidak dikenalnya secara sadis dan tepat di depan dirinya.

Sudah aku bilang ada yang tidak beres dengannya!” Batin Yuri.

***

“Aku serius Kak Seokjin! Tadi aku lihat sendiri Kak Yoongi membunuh orang!” Ucap Yuri untuk kesekian kalinya. Sayangnya kakaknya itu tidak mau percaya dengan dia.

“Kalau begitu buktikan padaku!” Tantang Seokjin kepada Yuri.

“Baiklah, besok kita ke rumah Kak Yoongi jam 22.30!” Ucap Yuri menerima tantangan dari Seokjin.

Malamnya Yuri kembali bersembunyi di balik tiang listrik, tetapi kali ini ditemani oleh Seokjin yang penasaran. Mana mungkin temannya itu membunuh orang yang dia tidak tau. Adiknya pasti yang berhalusinasi.

“Ehem, kita di sini sudah hampir 15 menit dan mana buktinya?” Sindir Seokjin. Yuki melihat kakaknya itu dengan tatapan tidak suka.

“Diamlah, sebentar lagi Kak Yoongi akan keluar!” Ucap Yuki, mau tak mau Seokjin harus diam.

Tiba-tiba saja dia dan Yuri melihat Yoongi keluar dari rumahnya menggunakan baju yang sama seperti kemarin, bedanya kali ini dia membawa pisau mentega.

“Kak itu ayo ikuti!” Perintah Yuki sambil menarik lengan Seokjin. Orang yang ditarik hanya bisa pasrah.

***

“Kau mau membalaskan dendamu lagi Young?” Tanya Yoongi kepada Young Ah yang jalanya terseok-seok.

“Tentu saja! Mereka harus mati!” Ucap Young Ah dengan geram.

“Tapi kenapa kau memanfaatkanku?” Tanya Yoongi lagi. Sejak Young Ah datang hidupnya itdak sama lagi.

Yoongi menjadi pembunuh di malam hari, tapi entah kenapa ketika matahari terbit dia tidak bisa mengingat apa yang dilakukanya semalam. Dia bahkna tidak ingat jika telah membunuh keluarganya sendiri.

“Karena kau kembaranku! Mereka tidak akan tau perbedaannya!” Jawab Young Ah. Yoongi masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kembaran tak kasat matanya itu.

“Apa maksudmu?”

“Aku di malam hari, dan kau di siang hari Yoon! Kita kembaran yang berbeda sisi!” Jawab Young Ah lagi. Yoongi hanya bisa pasrah dan mengikuti kemana kembaranya itu pergi.

Yoongi dan Young Ah berjalan terus sampai dia melihat seorang perempuan berdiri sendiran di pinggir trotoar. Seketika Yoongi merasakan hal yang aneh di dalam tubuhnya lagi. Dia berjalan mendekat ke arah perempuan itu dan Young Ah hanya menyeringai ke arah Yoongi.

“Ah, aku pikir tidak ada orang!” Ucap perempuan itu ketika Yoongi mendekat ke arahnya.

Yoongi hanya diam saja. Dia hanya melihat perempuan itu dengan tatapan tajamnya. Diam-diam dia menggenggam erat pisau menteganya.

“Uh… tuan kau baik-baik saja?” Tanya perempuan itu lagi. Lagi-lagi Yoongi hanya diam.

Tepat setelah perempuan itu bertanya, Yoongi mengeluarkan pisau menteganya dan menancapkan pisau itu tepat di mata perempuan itu. Setelah itu Yoongi mencabut pisau menteganya dari mata perempuan itu dan menikam perempuan itu berkali-kali.

***

Seokjin masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Temannya itu telah menyakiti seseorang. Dia panik dan langsung menelfon temannya yang lain.

“Aku serius kali ini!” Ucap Seokjin setengah berbisik ditelfon.

“………”

“Bagaimana kalian tidak percaya dengan aoa yang ku katakan?” Tanya Seokjin setengah kesal karean tidak ada yang percaya dengannya.

“………”

“Bukti? Baiklah kubuktikan kepada kalian!” Jawab Seokjin menutup telfonnya.

Dia lalu merekam Yoongi sedang membunuh perempuan itu dengan ponselnya. Setelah itu dia mengirimkan kepada member yang lain. Sedangkan member lain yang melihat video itu langsung syok.

mereka masih tidak percaya video yang mereka lihat itu adalah asli. Tapi mau tak mau mereka harus percaya karena video itu merupakan video asli tanpa editan.

“Kak Yoongi melakukan itu?” Tanya Jungkook kepada yang lainnya.

“Sepertinya iya, kita harus memberi tahu keluarganya yang lain!” Saran Namjoon yang lain mengangguk setuju. “Ada yang punya nomer telfon om atau tantenya?” Tanya Namjoon lagi.

“Aku yang akan hubungi!” Ucap Hoseok. Dia mengeluarkan ponselnya dari sakunya.

Paginya om dan tantenya Yoongi langsung membawanya ke psikiater setelah mendengar berita dari Hoseok.

“Jadi begini, keponakan anda mengidap bipolar dan penyakit skizofrenia. Itu semacam penyakit kejiwaan yang di mana mereka sering berhalusinasi, jika ini dibiarkan untuk waktu yang lama mungkin saja keponakan anda sudah berpikir untuk bunuh diri” Jelas dokter yang menangani Yoongi.

“Apa masih bisa di sembuhkan dok?” Tanya tantenya. Dokter tersebut tersenyum dan mengangguk.

“Keponakan anda bisa memulai terapinya sekarang!” Jawab Dokter tersebut.

***

Dan di sinilah Yoongi akan tinggal. Di ruangan kecil bercat putih yang berukuran 3X3 meter dengan Kasur kecil dan juga meja kayu tua. Di sinilah Yoongi akan mencoba menyembuhkanpenyakit kejiwaannya.

“Ya! Yoongi, apa kau tidak ingin kembali keluar sana?” Tanya Young Ah, Tapi Yoongi mengacuhkan perkataan Young Ah.

“Kau tidak nyata pergilah, kumohon pergilah!” Lirih Yoongi. Young Ah yang melihatnya menjadi kesal.

“Yoongi! Jangan pura-pura tidak melihatku! Jawab aku!” Bentak Young Ah, tapi lagi-lagi Yoongi hanya menutup kedua kupingnya lalu memejamkan matanya.

“Kau tidak nyata!” Lirih Yoongi lagi.

3 tahun kemudian

Yoongi keluar dari rumah sakit jiwa dengan perasaan yang lebih ringan. Dia tidak pernah merasa lebih baik dari sebelumnya. Kenangan itu, kenangan ketika dia bertemu dengan Young Ah ataupun membunuh orang sudah dia lupakan. Dan langkah pertama Yoongi akan menuntunya ke kehidupan barunya atau masih sama?

END

Advertisements

One thought on “[Monocromic Youth] Two Side – Oneshot

  1. Omg seluruh penyakit jiwa masuk gitu aja pas lagi stress omg.. yoongi nyeremin ya ternyata ;-; kukira youngah itu sisi lain dia alias alter egonya ternyata dia bipolar ‘-‘

    Overall ceritanya bagus, cuma agak diburu buru gitu alurnya ya ._. Tapi menantang juga ceritanya karna jujur aku ga pernah kuat bikin yg psycho macem gini huhu… keep writing yeapp~~~

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s