[Ficlet] Au Revoir

Au Revoir

Au Revoir

(Selamat Tinggal)

by Naulia Kusuma

starring [BTS’] Kim Taehyung & [OC’s] Iris ♥ genre Romance, Sad, AU! ♥ duration Ficlet ♥ rating PG-15

Disclaimer: Just own this plot.

.

.

“Selamat tinggal…”

.

.

Dari sekian banyak suara yang beresonansi di tengah kelam malam, tinggal aku yang betah menyambut eksistensimu tanpa beban kata-kata. Diam adalah bahasa tubuh yang kuhafal akan muncul di saat resah, yang tak kusangka jadi hadiah bagi pertemuan kita kali ini. Sekilas aku tampak tidak peduli pada apa pun, tapi sebetulnya, aku tengah bergulat melawan campuran emosi yang menahun sudah saling mendesak ingin bercerita. Otakku letih menanggapi situasi yang tak kuhendaki. Bahkan, air mataku menolak luruh, kendati kewajibannya benar-benar jatuh. Kepulanganmu dari negara orang tak berdampak apa-apa pada hidupku, aku tetap merasa sendiri, aku tetap seorang yang biasa saja yang cuma meringkuk di pojok. Mengekspresikan sedih dan bahagia dengan leluasa tanpa takut kamu lihat.

Adakah kamu tahu? Bahwa aku masih bertahan sampai detik ini karena alasan yang egois. Kamu satu-satunya alasan yang timbul tanpa proses panjang, aku tahu pasti untuk apa aku masih menanti jawabmu. Kuharap, waktu tidak mengobrol soal penundaan atau pembatalan keberangkatan, sebab ada pesan untukmu yang harus cepat tiba. Aku perlu meminjam sarana berupa mulut lain untuk kusalurkan isi hati, mulutku sendiri bimbang untuk menjabarkan setiap detailnya. Tugasku hanya menyampaikan apa yang hatiku kristalkan. Kutersadar, kamu makin sukar digapai untuk sekadar menemaniku agar tak kesepian. Rasanya, aku ingin gila.

“Kita… tidak boleh berpisah!”

“Barangkali, memang ini jalannya, Taehyung,” suaramu lirih menyentuh rongga telingaku.

Dudukku langsung bergeser, sesuatu yang aneh tiba-tiba meletup dalam diriku. Aku tahu sesuatu itu akan diaktifkan sebagai peringatan. Mendadak, aku ingin menangis, aku ingin difasilitasi tameng penguat agar hatiku tidak mencoba untuk terserak.

“Mengapa kita tidak membiarkan keutuhan tetap nyata?! Kita tidak boleh berakhir seperti ini, Iris! Tujuan kita jelas, tujuan kita searah. Biar kuingatkan, kita bukanlah dua orang yang baru belajar mencintai dan dicintai. Interaksi kita lebih dari itu… lebih dari itu, Iris!”

Suaraku meninggi, murka yang tenggelam entah di mana kini menyembul lagi, dan aku tak bisa pungkiri bila kebencian ini tak kenal durasi. Aku benci karena aku tak kunjung  dimengerti. Bagaimana mungkin kita memecah dua? Sedang kita adalah sepaket darah, air mata, dan jiwa yang merekat satu. Kita tidak menginginkan berpisah hanya gara-gara penat. Namun, jalanan ini mendadak buntu, dan sakitku tak terbantu. Aku mengetahui suatu pertanda muncul saat tatapan kita tak lagi terjalin seperti biasa. Kamu akan pergi dan aku harus sendiri. Seluruh sel di tubuhku jadi tahu alasanku bertahan hanya untuk memperingatkan kamu.

“Percaya padaku, semua bakal baik-baik saja. Kenangan tentang kita senantiasa terjaga. Menyangkal takdir cuma membuat kamu tersiksa. Semesta berbicara bahwa hati kita lelah dipaksa. Yang seharusnya luluh tidak bisa kamu tawar jadi utuh. Tidak ada gunanya kita mengatasnamakan kasih sayang kalau ujung-ujungnya kaki-tangan kita kekal terpasung dalam cinta yang tak lagi sama. Kita harus sama-sama mencair, kita tidak boleh membiarkan raga kita nyaris beku.”

Kata-katamu melibas pengapnya ruang kesendirianku. Telingaku memang tidak tuli, ia masih berfungsi dengan baik─menampung semua informasi tanpa saringan. Tapi mulutku mendadak gagu dan mataku seolah buta mengenali deretan abjad. Semoga kamu tidak kecewa jika aku hanya memberi balasan berupa senyum getir, inilah reaksi paling cepat yang dapat diolah indraku.

Cukup lama mataku terpaut sebatas lantai, hingga aku berani menatap sosokmu dan mengucap sekelumit tanya, “tidakkah kamu menyesal?”

Kamu menyambar, “tidak ada yang perlu disesalkan, Tae. Adakalanya kita berdua mengekalkan perasaan yang kita punya, ada juga saat di mana kita boleh membiarkannya berkeliaran. Bukankah kita harus menciptakan ruang agar kita selalu saling sayang? Bukankah jarak membuat kita selalu punya kesempatan untuk saling merindu? Aku ingin sebuah kejujuran tanpa disudutkan oleh garis-garis abstrak,” jawabmu apa adanya.

Tanganku mendaki punggungmu. Bisa kurasakan amarahku perlahan menyurut, ia sudah larut bersama nyanyian hujan di luar sana. Benar, kamu butuh kejujuran. Realitas berubah dan kita dituntut untuk merunut kanal kita sendiri-sendiri.

“Selamat tinggal…” ucapku hati-hati, dan kamu sudah siap mengikhlaskan untuk sepotong kalimat yang tak sanggup kulanjutkan.

.

.

[end]


Cuap-cuap penulis:

Aku nggak tau aku nulis apa, huhuhuuu… ;__;

Selamat mengapresiasi! ^^

Nau

Advertisements

18 thoughts on “[Ficlet] Au Revoir

  1. KAK NAUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    INI KAYAKNYA AKU BAKAL JADI PENS YANG SELALU MENUNGGU-NUNGGU HADIRNYA FIC-MU DALAM BLOG INI(?).
    Suka banget sama diksinya…… sama taehyungnya juga! /apa.
    .
    .
    .
    .
    .
    Terus bingung mau komen apa lagi/? 😂
    Pokoknya suka laaahhh!!! Kutunggu fic lainnya kaaaaakkk!!! ><

    -연나현 a.k.a baperfly-

    Like

  2. Nau mah seperti biasa, kata2 selalu indah.
    Cuman pas awal aku agak lama bacanya, hehe…
    Efek belum terbiasa mungkin yaah. Diksimu ini lumayan berat, hihi

    tapi pas nyampe paragraf keberapa, aku lupa. Udah mulai ngalir bacanya, nyantai.
    Tulisanmu keren, Nau…
    Oya, masih inget aku kan? /apadeeh/

    pokoknya aku sukaaa sama fic2 kamu, sekalian nambah kosakata
    lope lope buatmu ❤

    Liked by 1 person

  3. KAKNAUU!
    haloo kayaknya kita belum kenalan ya /emang siapa kamu/? :” kenalkeun, Vi dari garis 99 😊

    Aku udah baca tulisan kakak pas ikut event itu dan wow dibikin speechless sama rangkaian katanya heu ;; indah sekali. Mendayu dayu gitu ala anak sastra, atau janjan kakak emang anak sastra(?) 😮

    Keep writing ya kak, maapkeun komenanku yg tidak bermutu ini orz

    Liked by 1 person

    1. Halooo… dek vi, aku dari garis 97, salam kenal ^^
      tengkyuuuu udah baca tulisanku 🙂
      Eungg… boleh jujur gak, vi?
      sebenarnya, aku bukan anak sastra, aku anak kedokteran yang baru belajar nulis /udah itu aja, hehehee…

      Oke ^^

      Like

      1. heheuu… engga kok dek vi, aku nulisnya udah lama tapi baru serius… /sekalian perbaiki cara menulis gitu
        iya salah satu tulisanku pernah dimuat di saladbowl, heheee… 😀

        Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s