[Monochromic Youth] Trypanophobia – Ficlet

Trypanophobia-poster

TRYPANOPHOBIA

by Venus

 

Starring : [BTS’s]Jeon Jung Kook , [BTS’s ]Park Jimin & [ Actress] Kim So Eun

Ficlet || Slice of life || General

Disclamer : I own the plot

 

Hari ini Jeon Jung Kook, remaja 19 tahun, untuk pertama kalinya berhasil melawan phobianya.

~

Jung Kook terkulai lemas, jatuh terduduk di lantai. Wajahnya penuh dengan keringat. Hoodie putih yang ia kenakan pun penuh dengan noda darah. Mulutnya komat-kamit, memohon sesuatu pada Tuhan.

Ini adalah kali pertamanya menyaksikan hal mengerikan dalam hidupnya. Baru saja Jung Kook menyaksikan seorang anak perempuan tertabrak sebuah truk pengangkut barang. Dengan sangat jelas pemuda itu menyaksikan tubuh mungil itu terpental cukup jauh. Parahnya, si pengemudi truk kabur begitu saja, tak peduli dengan nasib korbannya.

Jung Kook yang sedang duduk di kursi halte bus segera berlari menghampiri tubuh mungil yang bersimbah darah. Menggendong tubuh mungil itu dan segera membawanya ke rumah sakit. Untung saja saat itu ada taksi yang lewat hingga ia bisa dengan cepat samapai ketempat tujuan.

Jung Kook bangkit begitu seorang lelaki paruh baya yang mengenakan jas putih keluar dari ruang UGD. Berjalan mendekatinya dan berharap mendapat sebuah kabar baik. Sayangnya wajah pria beruban itu tak menyiratkan adanya sebuah kabar baik.

“Keadaanya kritis. Anak itu kehilangan banyak darah. Kabar buruknya, persediaan darah golongan A akhir-akhir ini sulit didapatkan sementara anak ini harus segera mendapatkan pertolongan,” tuturnya dengan penuh sesal, ”nyawanya benar-benar di ujung tanduk.”

“Kalau begitu, ambil saja darahku!” Jung Kook menjawab spontan, “golongan darahku A. Aku bersedia mendonorkan darahku aslakan anak itu selamat.” Pemuda itu terlihat memohon.

~

Jung Kook berbaring di atas sebuah ranjang kecil. Sementara seorang perawat sedang menyiapkan peralatan donor darah. Jung Kook mulai terlihat panik, pasalnya dia pengidap Trypanophobia.

Jung Kook masih ingat betul saat ia duduk di bangku sekolah dasar, saat pemeriksaan darah disekolahnya. Saking takutnya dengan jarum suntik sampai-sampai ia menggigit tangan perawat wanita yang akan mengambil darahnya. Dia juga melempar wali kelasnya dengan sepatu. Mendarat tepat di kepalanya.

“Kau siap?” tanya perawat cantik itu dengan senyuman manisnya.

Biasanya Jung Kook selalu terkagum-kagum melihat sosok wanita cantik. Tapi kali ini, tidak. Ia menggigit bibirnya sekilas sebelum menjawab, “Sebenarnya, tidak.”

Perawat itu tersenyum .”Ah, kau pasti takut jarum suntik!” Tebakan perawat itu tepat sasaran. “Jangan khawatir, rasanya seperti digigit semut,” tambahnya. Lantas perawat ber-name tage Kim So Eun itu mengambil  kapas beralkohol kemudian mengoleskannya di lengan kanan Jung Kook.

Jung Kook menelan salivanya begitu matanya melihat jarum berukuran besar di tangan perawat di sampingnya. Sunguh, Jung Kook sangat ketakutan saat ini. Kepalanya mulai terasa pusing dan perutnya terasa mual.

Ayolah, Jeon Jung Kook, kau bisa melawan rasa takutmu! Dalam hati Jung Kook menyemangati dirinya sendiri.

“Jika kau mendonorkan darahmu, maka nyawa anak itu akan tertolong, dan itu berarti kau sudah mengurangi angka kematian yang semakin meningkat setiap tahunnya,” tutur So Eun panjang lebar, “Mau melawan rasa takutmu atau membiarkan anak kecil itu meninggal?”

“Ambil darahku sekarang juga!” Jung Kook mengangkat tangan kirinya tinggi dengan mata terpejam.

“Jika kau takut, tutup saja matamu.”

“Tidak! Aku tidak akan menutup mataku.” Lantas Jung Kook membuka matanya kembali. Ia rasa, semakin ia memejamkan matanya, semakin ia bisa berimajinasi mengenai jarum suntik dan rasa sakit yang timbul darinya.

“Terserah kau sajalah!” So Eun tertawa, ia pun segera memasang sphygmomanometer pada lengan Jung Kook, lantas meraba pembuluh venanya dan menusukan jarum disana.

Jung Kook meringis saat jarum tajam itu menusuk pembuluh venanya. Darahnya mengalir masuk ke dalam kantung darah yang sudah disediakan. Jung Kook benar-benar tidak percaya dia benar-benar mendonorkan darahnya.

~

“Aku pulang!” seru Jung Kook begitu sampai di rumah. Nampak Jimin sedang menonton telenovela kesukaannya di ruang tengah.

“Kau su- astaga! Apa yang terjadi padamu, Kook?” Jimin terkejut melihat pakaian Jung Kook yang berlumuran darah. Dengan cepat dia menghampiri Jung Kook. “Kau terluka!” Jimin panik sampai-sampai ia tak peduli lagi pada layar televisi.

“Aku baik-baik saja, Hyung. Jangan khawatir. Ini darah orang lain.” Jung Kook mencoba menenangkan Jimin.  Jimin pun memeluk Jung Kook erat, ia merasa lega karena Jung Kook baik-baik saja.

“Tadi aku menolong seorang anak kecil korban tabrak lari. Dan kau tahu, Hyung? Aku mendonorkan darahku. Rasanya… bahagia sekali bisa menyelamatkan nyawa seseorang. “ Jung Kook menangis sekaligus tersenyum pada waktu yang bersamaan.

Hari ini  Jeon Jung Kook, remaja 19 tahun, untuk pertama kalinya berhasil melawan phobianya.

END

Advertisements

2 thoughts on “[Monochromic Youth] Trypanophobia – Ficlet

  1. Ah- aku nebak nebak itu trino trino(?) phobia apaan(?).
    Ternyata jarum suntik.
    Terus……. ngakak pas wali kelasnya dulu dilempat sepatu sama jungkook 😂😂😂 untung si kim soeun nggak ditendang sama dia 😂

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s