[Monochromic Youth] Forever-Oneshoot

IMG_20151230_200856

Tittle:Forever

Author:Sumyeon Kim (Twitter: @syafira_indy)

                       Cast:Kim Taehyung (BTS) ,Kim Seokjin (BTS), Jeon Jungkook (BTS), Byun Baekhyun (EXO),Park Chanyeol (EXO),Bae Irene (RV),Jung Yein (LOVELYZ)

Genre:Thriller,Psycho

Rating:PG-15

Length:Oneshoot

Disclaimer:All story is mine. Plagiat? Go away!

**

Summary:”Dengan cara ini, kita akan selalu bersama Selamanya`kan?”

**

Seorang Pria bersurai kelam berjalan dengan santai menuju sekolahnya. Pria itu terus tersenyum mengingat betapa cerah nya hari ini yang membuat nya merasa sangat-sangat bersemangat untuk sekolah. Apalagi dengan adanya  sahabat-sahabat nya disekolah yang membuatnya merasa nyaman di sekolah.

Memasuki area sekolah, pria bersurai kelam itu berlari menuju kelas tidak sabar untuk bertemu dengan sahabat nya setelah diliburkan sekolah selama 3 hari. Baru saja 3 hari mereka tidak bertemu,tapi Pria ber name tag Kim Taehyung itu sudah sangat-sangat merindukan sahabat-sahabat nya itu,terutama sahabat wanita yang sudah lama ia suka,Irene.

“Taehyung!” seorang Pria jangkung bersurai coklat menyapa Taehyung dari tempat duduknya. Taehyung melambaikan tanganya sebelum berlari memeluk Pria yang menyapanya tadi.

“Ya Park Chanyeol, kemana yang lain?” tanya taehyung kepada chanyeol yang masih menatap nya. Pria bernama chanyeol itu hanya menggeleng. Tanda ia tidak tahu kemana sahabat nya yang lain. Taehyung menaruh tas ransel hitamnya di meja depan tempat duduk chanyeol. Taehyung merenggangkan tubuhnya dulu sebentar sebelum kembali menatap chanyeol.

“chanyeol,ayo kita cari yang lain!” taehyung mengajak chanyeol untuk ikut dengannya untuk mencari sahabat mereka yang dibalas anggukan oleh chanyeol. Chanyeol berdiri lalu dengan cepat merangkul Taehyung. “Ayo!” mereka berdua keluar dari kelas nya dan berjalan menuju Kantin,Tempat mereka biasa mengumpul dikala waktu senggang.

Begitu menemukan sahabat mereka yang sedang duduk di kantin,  mereka langsung berlari dan menyapa sahabat-sahabat nya itu dengan riang.”Teman-teman!” berkumpul bersama untuk sekedar menghabiskan waktu mereka yang sudah menjadi kebiasaaan 6 orang sahabat ini untuk 10 tahun lamanya.

Masing-masing dari mereka sudah menganggap satu sama lain seperti keluarga. Begitu juga dengan orang tua mereka yang menganggap teman-teman anak nya itu sebagai anak nya sendiri saking lamanya mereka berteman.

“Hey,kalian tau tidak?” kali ini Pria berjari panjang nan lentik dengan nama Baekhyun yang tertera di name tag nya menyuarakan pertanyaan yang membuat 5 orang temannya menatap nya bingung. “bagaimana bisa kami tau baek. Kau kan tidak mengatakan apa-apa. Dasar bodoh” cibir salah satu gadis dengan surai panjang coklat hazel nya dengan nama Irene yang tertera di name tag nya itu.

Pria yang bernama baekhyun atau yang biasa dipanggil baek menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu sambil tersenyum kaku. Sementara teman-temannya yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka. “hehehe. Sebenarnya hari ini,aku mendengar jika ada siswa baru disekolah kita dan dia masuk ke kelas kita loh..” teman-temannya tak begitu mengerti mendengar informasi yang diberikan baekhyun. Menurut mereka, apa penting untuk dibicarakan? Toh,hanya siswa baru. Ada urusan apa dengan mereka?

“Lalu kenapa? Memang ada urusan apa kita dengan dia?” Pria bername tag Jungkook kini mengeluarkan suaranya. “tidak ada sih. Hanya memberi info saja. Hehehe” baekhyun hanya tertawa garing sementara teman-temannya itu memutarkan bola mata nya malas.

Setiap mereka berkumpul seperti saat ini,selalu ada saja hal yang dibicarakan. Mulai dari kisah Chanyeol yang dikejar-kejar anjing diperumahannya,kisah Taehyung yang jatuh dari tangga karena ada kecoa terbang yang mengincarnya, sampai kisah baekhyun yang pernah disangka wanita oleh tetangga nya. Semua kisah itu sudah mereka dengar berulang kali,tapi kami tidak pernah berhenti tertawa mendengarnya. Hal yang tidak penting juga mereka bahas.

Tak ayal kantin itu setiap harinya penuh dengan gelak tawa 6 sahabat itu. Walau sering dimarahi oleh guru,mereka tetap saja seperti itu hingga kadang membuat guru-guru tak kuasa menahan kekesalan mereka dengan memberikan cubitan kencang di lengan mereka yang bisa membuat tanda biru keunguan dikulit mereka. Mengerikan`kan?

**

Bel sudah berdentang beberapa kali membuat 6 sahabat itu kembali ke kelas mereka. Duduk manis di tempat nya masing-masing walau kadang saling berbisik-bisik saat pelajaran hingga sering terkena lemparan ajaib para guru dengan penghapus  papan tulis,pulpen dan alat tulis lainnya.

Jam pelajaran pertama dimulai dengan kehadiran seorang seorang siswa baru di kelas mereka tepat seperti apa yang baekhyun informasikan. Siswa itu bernama Kim Seokjin. Siswa itu memiliki tampak yang ramah,dan bersahabat. Membuat beberapa siswi yang ada dikelas menatap siswa baru itu dengan terkagum-kagum.

Taehyung menatap malas punggung siswa baru yang duduk di depannya itu. Sesekali memperhatikan penjelasan gurunya tentang sejarah. Begitu bel istirahat terdengar nyaring di telinga semua murid, mereka berseru girang tidak menatap guru mereka yang hanya menatap murid-murid mereka tajam. Senang sekali dengan istirahat sampai tidak menghargai guru,dasar tidak sopan. Begitulah pemikiran para guru.

Taehyung dan teman-temannya berjalan bersama menuju kantin. Setelah mengambil makan di kantin, mereka segera duduk di salah satu meja. Tidak menyadari ada yang sedang menatap mereka. Lebih tepatnya,Irene yang duduk didepan taehyung.

Kim seokjin menatap 6 sekawan itu khususnya Irene. Betapa menyenangkan nya kalau bisa dekat dengan mereka terutama gadis yang disukai nya semenjak pandangan pertama itu. Hanya melihat gadis itu dari jauh saja bisa membuat jantung seokjin berdebar dengan cepat.

Setelah mengambil makanannya,Seokjin sengaja duduk di meja sebelah 6 sekawan itu. Menikmati makanan nya sambil sesekali melirik Irene membuat makanan yang disantapnya terasa nikmat. “Seokjin!” ia menoleh ke arah suara yang berasal dari sebelahnya siapa lagi kalau bukan 6 sekawan itu. “ne?” seokjin terkejut sungguh. Siapa yang tidak terkejut jika sekumpulan orang yang diperhatikannya itu memanggil nya tiba-tiba?

“Ayo kemari bergabung dengan kami!” salah satu pria yang dikenali seokjin dari name tag nya,Baekhyun mengajaknya bergabung dengan mereka. Walau begitu ingin,tapi seokjin sempat menolak ajakan baekhyun. Tapi,apa daya akhirnya pun dia tetap bergabung dengan 6 sekawan itu bahkan dengan senang hati ia melakukannya.

Ia duduk disebelah Irene membuat seorang pria bersurai kelam yang dikenali seokjin bernama Taehyung dari name tag nya meliriknya sinis dan tajam seperti tak suka dengan kehadirannya disana. Seokjin hanya mengangkat bahunya. Biarlah. Yang terpenting,sekarang seokjin bisa melihat gadis pujaannya dari dekat.

**

Semakin hari kedekatan Seokjin dengan 6 sekawan itu semakin terlihat. Membuat Pria bersurai kelam itu semakin menatap seokjin tajam terutama ketika si seokjin itu semakin mendekati Irene. Oh ayolah siapa yang tidak akan marah jika gadis yang telah disukai nya sejak lama di dekati pria lain? Sepertinya kalau memisahkan seokjin dengan sahabat-sahabat taehyung akan susah. Jadi dia akan mencoba bicara dengan seokjin untuk menjaga jarak dengan Irene.

Sekolah baru saja berakhir. Hari ini juga,taehyung akan membicarakan hal itu dengan seokjin. Ia menghampiri seokjin yang berjalan masuk ke Toilet Pria disekolahnya. Taehyung menghampiri seokjin yang baru saja selesai merapihkan rambut nya.

“Seokjin” taehyung memanggil seokjin pelan yang dibalas seokjin tatapan bertanya. “bisakah kita berbicara sebentar? Sebentar saja.” Seokjin mengangguk. Tak ada alasan untuk nya pergi. Karena ia pikir ini juga bisa menjadi kesempatannya untuk menyingkirkan taehyung.

“ada apa,Taehyung?” taehyung berusaha meredam kekesalan nya melihat wajah sok polos seokjin. “Tolong jauhi Irene.” Masih dengan tampang sok polos nya itu menurut taehyung, seokjin bertanya. “Kenapa memang?” taehyung menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan seokjin. “karena aku tidak suka kau dekat dekat dengan teman-teman ku terutama Irene. Aku menyukai Irene. Jadi tolong jangan coba-coba mendekatinya sedikit pun.”

Muka sok polos seokjin menghilang digantikan dengan smirk nya. “maaf aku tidak bisa. Aku juga menyukai Irene. Lagian`kan, Irene belum menjadi pacar mu jadi masih ada kesempatan untuk ku`kan?” kekesalan taehyung sudah sampai pada puncaknya. “Baiklah kalau ini yang kau ingin kan seokjin” taehyung memukul seokjin sekali,tapi pintu tiba-tiba saja terbuka dengan Chanyeol dan Baekhyun menatap taehyung tidak percaya. Ini kesempatan untuk seokjin menyingkirkan taehyung. Ia pura-pura tersungkur di dinginnya lantai kamar mandi.

“ TAEHYUNG APA YANG KAU LAKUKAN?!” chanyeol dan baekhyun terkejut setengah mati karena barusan melihat taehyung memukul seokjin yang menurut mereka berdua juga teman taehyung, hingga tersungkur dilantai. Taehyung hanya menatap chanyeol dan baekhyun bergantian. Taehyung juga terkejut dengan kehadiran chanyeol dan baekhyun disini sebenarnya. Taehyung masih terdiam. Tidak bisa berkata apapun. Bibirnya kaku.

“c-chanyeol..baek..”

“ADA APA DENGAN MU TAEHYUNG? KAU BENAR-BENAR..” belum selesai chanyeol mengucapkan itu, baekhyun memotong ucapan chanyeol. “Kami benar-benar kecewa dengan mu,taehyung. Sudahlah yeol ayo kita bawa Seokjin ke UKS” dan dengan berakhirnya ucapan baekhyun, chanyeol dan baekhyun menggotong Seokjin ke UKS meninggalkan taehyung yang masih terdiam dan mematung di tempat. Dan bayangan akan hal terburuk yang tidak pernah terpikir oleh taehyung kini muncul. Bagaimana jika semua sahabat nya menjauhinya?

 

 

**

Sudah 1 minggu setelah kejadian itu. Tak seperti biasanya, pria bersurai kelam itu berjalan dengan malas menuju kelas nya. Kini ia sendiri. Semua sahabat nya menjauhi nya begitu saja dalam waktu semalam. Taehyung sudah berusaha meminta maaf. Tapi,apa? Mereka tidak mendengar ucapan taehyung dan semakin menjauhi taehyung. Bukan hanya sahabat nya,tapi semua teman sekelasnya juga menjauhi nya setelah mendengar berita tentang taehyung yang memukuli seokjin.

Ini semua tidak adil. Hanya karena siswa baru itu,semua nya bisa berubah. Irene yang dulu dekat dengannya kini menjauhi taehyung. Ini semua karena siswa baru sialan bernama Seokjin. Dimana pun ia berada di sekolah ini hanya ada tatapan tajam dan sinis serta bisikan-bisikan yang membicarakan taehyung yang ada. Sudah tidak ada sapaan dan senyum manis dari sahabat nya.

Posisi taehyung di sana diganti dengan seokjin. Irene semakin dekat dengan seokjin yang membuat taehyung harus mengepalkan tangannya kuat-kuat. Seperti kemarin ketika taehyung mengikuti seokjin dan Irene ke belakang sekolah. Apa yang terjadi? Ternyata seokjin menyatakan perasaan nya kepada Irene dan memintaya untuk menjadi pacar nya. Saat itu taehyung hanya bisa terdiam,terus menatap mereka dan mengepal tangannya kuat-kuat. Dan saat Irene menyatakan iya, jantung taehyung seperti berhenti berdetak. Membuat taehyung mati rasa akan semuanya. Terutama hatinya.

Mengingat itu semua, rasa kebencian taehyung kepada seokjin sudah semakin bertambah. Dan satu hal yang sudah pasti ia akan lakukan. Ia akan Membunuh Seokjin. Pasti. Smirk yang ada di wajah nya ketika menatap kaca yang sudah tidak berbentuk di toilet pria sekolah nya semakin lebar. Taehyung pun Tak memperdulikan tangan nya kiri nya yang penuh dengan darah setelah memukul kaca toilet itu hingga pecah.

**

Taehyung sudah merencanakan pembunuhan Seokjin matang-matang. Seperti saat ini ia membuntuti seokjin ketika baru saja selesai mengikuti bimbel dengan sebuah mobil yang dibelikan kakak nya. Kondisi sekitar sudah aman. Taehyung membajak sistem CCTV yang ada didaerah itu,mematikannya lalu turun dan memukul tengkuk seokjin hingga jatuh pingsan.

Taehyung tersenyum puas. Kini taehyung hanya harus memindahkannya ke mobil lalu taehyung mengemudikan mobilnya ke sebuah rumah yang cukup luas berwarna abu-abu. Itu merupakan Rumah taehyung. Keluarga nya pindah ke busan kemarin jadi kini hanya ada Taehyung dan seokjin yang masih pingsan didalam sana.

Taehyung mengikatkan seokjin disebuah kursi lalu menyuntikan obat bius berdosis tinggi yang didapatnya kemarin Ia bahkan sudah mengasah pisau yang akan digunakannya nanti. Masih dengan smirk yang ada di wajah nya, ia menunggu seokjin agar bangun dari pingsan nya itu.

Mata seokjin berkedip beberapa kali sebelum benar-benar membuka matanya. “Sudah bangun?” tanya taehyung lalu menghampiri seokjin.

“Kenapa aku ada disini? Apa yang kau inginkan dariku?!” seokjin berusaha menantang taehyung yang sudah menyiapkan pisau di tangan kanan nya. Tapi seokjin tidak bisa membohongi taehyung kali ini. Mata seokjin begetar karena takut. “apa yang ku inginkan ya? aku hanya ingin Irene ku dan semua teman-teman ku kembali.”

“dengan cara membunuh ku,begitu? Dasar pecundang!” emosi taehyung sudah memuncak ia langsung memukul seokjin berkali-kali hingga pipi dan sudut bibir pria itu memar. “kau mengataiku pecundang? Menurut mu siapa yang lebih pecundang. Aku yang akan membunuh mu atau kau yang menyebarkan berita itu dan merebut semua teman yang ku punya? JAWAB!” seokjin hanya terdiam.

“Sudah tidak mau bicara lagi? kalau begitu pertunjukan akan dimulai..” Taehyung menutup mata seokjin dengan kain dan membiarkan mulut seokjin terbuka untuk beteriak nanti. Taehyung lalu  Mengacungkan pisau itu tepat didepan wajah mulus Seokjin. Smirk taehyung semakin terlihat jelas diwajahnya.

Taehyung mengacungkan pisaunya ke tangan. Ia memutuskan untuk memotong bagian tangan terlebih dahulu. “ARGHH! TAEHYUNG! ARRGHH!”

SETT..SETT..SETT..

Dengan teliti taehyung memotong seluruh tangan seokjin. Mendengar seokjin meringis dan berteriak merupakan kesenangan tersendiri bagi taehyung. Baju nya dan baju seokjin sudah berlumuran darah. Begitu juga dengan pisau yang dipakainya. Setelah tangan,apalagi sekarang?

Taehyung memutuskan untuk memotong Kaki,dan yang terakhir adalah tubuh serta kepalanya. Apa taehyung menikmati pembunuhan ini? Ya,taehyung menikmatinya. Ia tidak mau langsung menusuk jantung seokjin,tapi ia ingin melihat penderitaan maupun ketakutan korbannya itu sedikit demi sedikit sebelum ajal menjemput mereka.

Darah seokjin sudah menyebar keseluruh ruangan. Lantai nya pun sudah penuh dengan darah seokjin yang mulai mengering. Semua bagian tubuh seokjin sudah taehyung masukan kedalam kantung plastic hitam berserta baju dan semua barang serta identitasnya. Begitu pula baju taehyung yang sudah penuh darah,ia buang bersama potongan tubuh seokjin.

Ia menaiki sepeda nya sambil membawa 2 kantung plastic hitam besar menuju ke tempat pembuangan sampah di dekat rumahnya. Sekarang masih dini hari,jadi tidak ada siapapun disini. Ia menaruh plastic itu agak jauh dari sampah-sampah lainnya. Dengan muka datarnya,ia mengeluarkan korek api dari kantung jaket nya,lalu menyalakannya dan membakar kantung plastic itu setelah menyiramkan nya sedikit bensin.

“Seokjin. Tenanglah disana. jangan mengganggu aku lagi,ya?” taehyung bergumam sambil menatap datar kantung plastic itu. Setelah sudah menjadi abu, taehyung menggali tanah dan mengubur abu sisa pembakaran tadi di dalam sana.

“Good bye,Seokjin~” kini senyum taehyung semakin melebar. Selesai sudah malam ini. Pembunuhan pertamanya telah berhasil dilakukan.

**

2 hari sudah setelah kejadian taehyung membunuh seokjin. Sampai sekarang,semua orang mencari keberadaan seokjin begitu juga dengan teman-teman lama ku. kalau saja mereka tahu seokjin sudah tidak ada. Mereka pasti akan terkejut.

Dengan hilangnya seokjin,taehyung kira semua teman nya akan kembali,tapi harapan hanyalah harapan. Bukannya mendekati taehyung, mereka malah semakin mejaga jarak dengan taehyung. Sebenarnya mereka ini kenapa?

Sekarang taehyung baru sadar. Semua teman taehyung itu palsu. Mereka tidak lebih dari sampah. Tapi,taehyung menyayangi mereka dan ingin menjadikan mereka milik taehyung selamanya. Dan itu pasti akan terjadi. Pasti. Taehyung janji.

**

Pagi itu,taehyung baru saja selesai berolahraga ketika dari TV nya ia melihat CCTV diluar rumah. Disana ada beberapa “sahabat” lama taehyung. Kejutan pagi yang indah,pikir taehyung.

Mereka memencet bell dirumah taehyung. Dengan santai,taehyung berjalan untuk membuka pintu pagar dan pintu rumahnya. Taehyung mencoba tersenyum selebar yang dia bisa untuk menyambut teman-temannya lama.

“Halo.” Taehyung menyapa mereka semua. Sementara teman-temannya menatap taehyung tajam. “Silahkan masuk teman-teman ku..” taehyung membuka pintu rumahnya lebar ketika mengucapkan itu dengan menekankan kata teman-teman. Teman-temannya hanya menatap taehyung malas ketika sudah duduk di ruang tengah rumah taehyung.

Taehyung membuat minuman untuk teman-temannya itu lalu menyerahkan nya kepada mereka. Mereka meminumnya. “Dimana Seokjin?” kini Irene mengeluarkan suaranya untuk taehyung. Pertama kali nya sejak kejadian waktu itu. Taehyung hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya. “ Kenapa juga harus ada Seokjin disini? Apa jangan-jangan kalian menuduh ku ya?” semua orang yang ada disana terdiam,tidak seperti taehyung yang terus tertawa. Menurut taehyung,ini merupakan hal yang paling lucu. Kenapa? Karena mereka menuduhnya tanpa bukti yang jelas. Dasar bodoh. taehyung sudah tau hal ini sejak awal. Bahwa mereka akan menuduhnya.

 

Obat bius yang sudah taehyung masukan dalam minuman mereka belum bereaksi sepertinya. Sebab,mereka terus mengoceh tentang seokjin,dan mengolok-olok taehyung. Sudah cukup. obat ini harus bereaksi. Atau taehyung sendiri yang akan membuat mereka pingsan.

4 menit kemudian,tiba-tiba saja ruang tengah rumah milik taehyung hening. tidak ada suara apapun. Karena teman-teman taehyung sudah berada di alam bawah sadar mereka. Good job taehyung!

Satu-persatu,taehyung membawa mereka kedalam ruangan yang dipakai untuk membunuh seokjin. Ruangan itu belum pernah dibersihkan. Tetesan Darah kering seokjin masih ada disana bagaikan sebuah hiasan. Taehyung mendudukan teman-temannya di tengah ruangan dengan posisi melingkar dan mengikat mereka dengan tali yang ia punya. Sebelum mereka bangun,taehyung lebih dulu menyiramkan bensin di seluruh ruangan. Lalu tersenyum puas. Taehyung duduk dengan manis disebuah kursi ketika melihat teman-temannya itu kebingungan setelah bangun.

“TAEHYUNG! LEPASKAN KAMI!” chanyeol meronta-ronta meminta dilepaskan. “percuma saja. Kau tidak akan lepas dari ku,mengerti?” senyuman taehyung yang disuguhkan pada mereka diawal,kini sudah berubah menjadi sebuah smirk yang menyeramkan. Membuat mereka takut. “TOLONG! TOLONG!” kini mereka berteriak meminta tolong. Oh ayolah. Tidak akan ada orang yang menolong mereka disini. Semua orang yang tinggal di perumahan ku tidak pernah ada dirumah saat pagi dan siang. Jadi siapa yang akan menolong mereka? Hantu? Tidak mungkin.

“Kalian ribut sekali sih.. diamlah percuma kalian berteriak seperti itu juga tidak akan ada yang mendengar apalagi menolong. Jadi diam saja. Arraseo?” tatapan tajam taehyung kini menusuk semua orang yang ada disana.

“KENAPA KAU KEJAM SEKALI SIH?”  Irene dan yein sudah mulai menangis. Taehyung hanya mendengus kesal mendengar pertanyaan bodoh dari Irene. Taehyung menghampiri Irene yang terisak kencang. Mengusap lembut pipi Irene. “Kejam? Kau bilang aku kejam? Apa kalian tau kejam itu apa? Kalian Tidak tahu kan?!” taehyung menghempaskan wajah Irene. Lalu berdiri mengelilingi teman-temannya itu.

“KALIAN MENGATAIKU KEJAM. TAPI,PADA KENYATAANYA KALIAN YANG LEBIH KEJAM DARIPADA AKU!” taehyung berteriak mengeluarkan seluruh perasaannya selama ini ketika di jauhi oleh semua sahabat dan teman-temannya.

“apa kalian tau rasanya dijauhi oleh semua orang,khususnya sahabat yang telah bersama selama 10 tahun? Kalian tahu rasanya? Itu sungguh sangat menyakitkan. Dan aku dijauhi hanya karena siswa baru bernama seokjin. Apa kalian tahu rasanya terkhianati? Kalian pastinya tidak tahu karena kalian yang melakukan ini padaku! Dan kini aku telah menyingkirkannya agar kalian semua bisa kembali bersahabat dengan ku,tapi apa? Percuma saja aku membunuhnya. Harusnya aku membunuh kalian saja. Iya`kan?” 5 orang yang ada disana diam dan terkejut atas fakta yang baru diketahui mereka. Taehyung membunuh seokjin.

“Jadi kau,Taehyung yang membunuh seokjin? Benar-benar. Kau pasti bukan taehyung. Kau bukan taehyung yang kukenal!”

“bagaimana dengan kalian? Kalian juga bukan sahabat yang pernah kukenal selama 10 tahun.” Mereka terdiam lalu tertegun. Baru sadar ketika melihat banyak nya darah kering yang ada disekitar mereka.“lalu,semua ini darah seokjin?” baekhyun tiba-tiba bertanya. Sekali lagi membuat taehyung tertawa karena sifat bodoh keterlaluan yang dipunya kawan lama nya itu. “menurut mu itu darah siapa? Darah ku?”

“Taehyung. Tolong lepaskan kami. kami minta maaf karena telah menjauhi mu. Kami minta maaf sungguh ka-“

“sudah terlambat. aku hanya punya satu cara agar keinginan ku,yaitu kita bisa bersama selamanya.dan Cara itu adalah..kita mati bersama.” Masih dengan smirk yang terukir diwajahnya,Taehyung ikut mendudukan diri di kursinya. Mengeluarkan sebuah korek api,lalu menyalakan nya. “Taehyung jangan..” semua sudah terlambat. taehyung sudah melemparkan nya kegenangan bensin didekatnya.  Tak ada yang bisa mereka lakukan. Mereka hanya terdiam,menangis. Sungguh. Ini bukan taehyung`kan? Ini mimpi`kan? Tapi sayangnya,ini kenyataan yang harus mereka hadapi. Kenyataan bahwa mereka akan mati sekarang.

“Dengan cara ini,kita akan selalu bersama selamanya`kan?”

~END~

Advertisements

One thought on “[Monochromic Youth] Forever-Oneshoot

  1. Padahal berharap v melarikan diri bareng irene yang masih pingsan setelah dibius sementara tementemen nya yg lain tetep dibunuh. Terus irene gak tau apa yg terjadi dan dia tetep bareng v selama lamanya. #bikikn ending sendiri

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s