[MONOCHROMIC YOUTH] My Mother (Oneshoot)

PhotoGrid_1451302045162

Tittle : My Mother (Oneshoot)
Author : Akiko

Main cast :

Park Jimin (BTS)

Support Cast : Mrs. Park (oc)

Genre : Dark, Family, Psycologi, Thriller, AU
Length : Oneshoot
Rating : 15-lanjut usia

Disclaimer :

BTS punya orang tua mereka, agency dan Army tapi oc dan cerita punya author,
typo di mana – mana

A/N :

Annyeong Hasseo..
kenalkan Akiko, author baru rilis di BTS ff.
Adiknya author Nagi yang sudah lama jadi author di BTS ff,
mungkin Akiko gak seaktif dia, tapi kalau ada ide Akiko pasti kirim ff disini

Happy Reading..

…..

****

Jimin Pov

Sejak kecil hidupku tidaklah mudah.
Dimana – mana hidup dengan kedua orang tua yang lengkap namun entah berentah memanglah sulit untukku.

Lima tahun lalu Ibuku yang meninggal dan empat tahun lalu aku hidup bersama dengan Ibu baru yang kutau tidak sebaik Ibu kandungku.
Ini buruk karena dia selalu membuatku menderita setiap saat.

Rupanya rumor bahwa Ibu tiri jarang baik dengan anak tirinya rupanya itu benar dan bukan bohong belaka.

Terutama ketika Ayahku sakit keras dan mengakhiri hidupya, membuatku merasa bahwa hidup ini sangat sempit akan yang namanya penderitaan.

Pagi ini aku menatap nasi atau beras yang masih setengah matang dan masing digenangi air petanda bahwa nasi itu belum makan.
Digenangan airnya yang putih aku melihat sedikit gelembung ala ludah yang terlihat disana.

Aku yakin ini ulah Ibuku yang ingin aku makan nasi mentah yang diberi ludah miliknya.
Ia fikir pemuda 17 didepannya ini adalah anak bodoh yang dulu selalu mengikuti apapun perintah dan menerima siksa darinya.

“Karena kamu hari ini tidak beres – beres rumah dengan benar jadi inilah sarapanmu!”

Aku mendenguskan napasku, nenek sihir itu benar – benar membuatku kelaparan hari ini, padahal sejak kemarin malam aku belum makan.
Ini gila, lama kelamaan aku akan mati karenanya.

Aku menyingkirkan piring tersebut dari hadapanku, lebih baik aku mati kelaparan dari pada mati karena memakan makanan tadi.

Dari arah pintu, nenek sihir tersebut muncul dan meletakkan kertas serta sejumlah uang diatas meja makan dengan hentakan pada meja yang kuat.

“Cepat kau pergi dan belanjakan apa yang ada didaftar, cepat!”

Lihatlah, betapa pintarnya nenek sihir itu memerintahku, aku tidak mengerti kenapa ayah memilihnya sebagai Ibu tiri.
Mungkin nenek sihir ini menggunakan ilmu hitamnya untuk memikat ayahku, kan.. kita tidak tau apa yang ia lakukan sehingga ayah mau dengannya.

Aku mengambil kertas dan uang tersebut sembari berjalan gontai melewati Ibu dan pergi untuk membeli semua yang ia tulis didaftar ini.

Kulihat dihalaman rumahku dan kulirik rumah tetanggaku.
Tetanggaku yang memiliki toko roti membuat aroma rotinya tercium hingga kehalaman rumahku.

Dari arah pintu toko roti muncullah seorang gadis yang kuyakini anak dari pemilik toko roti.
Dia sekelas denganku, namanya Miran.

Dia cantik, pintar, lembut, baik hati, dan sangat hebat!

Seharusnya Ayah memilih seorang wanita yang memiliki prilaku serta watak malaikat seperti Miran.
Bahkan akupun terpesona setiap melihat gadis manis tersebut.

Oh, dia menatapku!
ia tersenyum dan membungkuk padaku.
Aku orang bodoh, karena aku hanya bisa menggaruk tengkukku dengan salah tingkah melihat senyumnya.

“Ya! Kenapa kau tidak pergi!”

Buak!

Aagghh..! kenapa dia tidak berada jauh dari sini!
nenek sihir itu memukul kepalaku dengan sapu dan memukul tubuhnya beberapa kali dihadapan Miran yang sepertinya ketakutan dan berjalan cepat masuk kedalam toko.

“Iya Eomma, maafkan aku.. maafkan aku..” gumamku

Buru – buru aku berlari pergi.

****

Belanjaan yang dibawa cukup banyak, jalan yang cukup sepi dan jauh membuatku sedikit kelelahan, akan lebih baik jika aku memilih jalan yang lebih cepat.

Akhirnya aku berbelok kearah gang sepi agar mempercepat perjalanan, namun diujung sana aku melihat segerombolan lelaki yang tak kenal menatapku dengan tatapan yang sulit untuk kumengerti oleh pemuda 17 tahun sepertiku.

“Hei, anak muda.. berikan uangmu.”

Aku menyembunyikan plastik belanjaan dibalik tubuhku, kendati aku tau mereka sudah melihatnya.
Akhirnya aku menggelengkan kepalaku sebagai penolakan.

“Kau berani melawan kami!”

Buak!

Mereka menendangku dan menginjak – injak belanjaanku.
Aku tidak terima dan aku berusaha bangkit, namun yang ada mereka memukuliku dan menginjak tubuhku berkali – kali.

“Dasar anak lemah! Kalau kau lemah seperti burung sakit maka kau akan terus diinjak!” ucap salah satu mereka padaku

Sekali lagi mereka menendangku sebelum meludahiku dan pergi begitu saja.

Aku mencoba bangkit, seluruh tubuhku terasa sangat sakit, aku mengambil belanjaan yang sudah hancur berserakan ditanah dan kembali dengan luka – luka dan kakiku yang pincang.

Sesampainya aku melihat Ibu yang tengah menonton tv sembari memakan cemilan berupa keripik kentang.

“Ada apa ini!”

Wanita itu menatapku begitu aku masuk dengan keadaan yang kurang baik.

“Eomma.. tadi aku dipukuli, jadi aku-“

“Kau apakan belanjaan ini! Dasar anak bodoh!”

Benar dugaanku, ia bahkan sangat egois dan tidak mementingkan diriku yang setengah mati kembali ke rumah ini.

“Dasar pemalas! Kau memang dididik oleh ayahmu untuk jadi anak yang pemalas dan bodoh!”

Duk!

Dengan kakinya Ibu menendang kakiku yang terluka, rasanya sangat sakit hingga membuatku meringis kesakitan.

“Dimana sisa uangnya?” tanyanya dengan nada tajam

Aku menggelengkan kepalaku, mereka yang telah memukuliku merampas semua sisa uangnya.

“Apa? tidak ada? Jangan bilang kalau kau menghilangkan atau membelanjakan uang itu?!”

Aku tidak menjawab, aku benar – benar takut akan saat – saat ini.
Matanya yang memerah dan wajahnya yang merah menahan amarah, ia mengucapkan kata – kata yang menyakitkanku dan diakhiri dengan kata – kata yang benar – benar membuatku ingin mati.

“Kau sama tidak bergunanya seperti Ibumu! Lebih baik kau mati kelaparan! Kau.. tidak akan mendapatkan jatah makanmu hingga besok!”

Sontak aku menatapnya dengan tidak percaya, aku bahkan tidak bisa menahan rasa laparku ini.
Aku benar – benar kelaparan..

****

Aku berjalan dijalanan Seoul, hari sudah mulai sore dan aku belum makan sama sekali.
Kulihat toko roti didepanku, sungguh.. aku benar – benar kelaparan.

Dengan nekat aku masuk kedalam sana dan mengatakan aku ingin makan roti, mereka memberiku roti yang telah kupilih.
Aku duduk dikursi dan memakan semua roti itu dengan lahap.

Dan ketika aku sudah selesai makan, aku baru sadar jika aku tidak memiliki sepeser uang.

Pemilik toko sangat marah padaku dan langsung menyeretku keluar dan ke rumahku.
Wanita yang menyeretku mengetuk pintu rumahku dan terlihat Ibuku yang membuka pintu.

“Ada apa ya?” tanya Ibuku

“Tolong ajari anakmu yang berandalan ini! Dia makan ditoko ku dan tidak membayar!”

Ibu menatapku dengan tajam, aku menundukkan kepalaku.

“Tolong maafkan dia, dia memang anak tujuh belas tahun yang masih bodoh.. akan kubayar semuanya.”

Ibuku memberikan sejumlah uang, setelah wanita itu pergi Ibu menarikku kedalam rumah.

“Kau mencuri?!” tuduhnya dan itu memang benar karena aku terpaksa

Dan akibat dari perbuatanku ini Ibu menyeretku kedalam bak mandi dan menenggelamkanku berkali – kali disana seolah – olah ingin membunuhku.

“Lebih baik kau mati saja! Kau anak tidak berguna!”

“Eomma.. maaf.. maafkan aku.. ku-kumohon he-hentikan..”

Aku menjadi sesak ketika Ibu tidak berhenti memasukkan kepalaku kedalam bak mandi beserta tubuhku dan bajuku yang sudah basah ini.
Ia membenturkan kepalaku pada dinding sebelum meninggalkanku pergi dari dalam kamar mandi dengan kedinginan.

“Tetap disini! Kau tidur di kamar mandi!” ucapnya sembari membanting pintu kamar mandi dengan keras

Aku menyandarkan tubuhku pada bak mandi yang besar, aku kedinginan..
mengapa aku harus menjalani hidupku seperti ini.

Percayalah aku anak baik yang tidak pernah melawan perintah orang tuaku, percayalah sebelum wanita itu hadir aku adalah anak yang baik.

Tapi sekarang aku amat tersiksa dan bahkan aku sampai tidak diperbolehkan sekolah lagi sebagai mana mestinya.

Wanita itu merampas semuanya hingga membuat masa mudaku yang seharusnya baik – baik saja harus menjadi seperti ini.

Aku…

Tidak ingin…

Menderita lagi.

Jimin Pov End

****

Jimin yang sudah tidak mampu lagi menjalani kehidupan bersama Ibu tirinya akhirnya kabur malam itu juga.

Ia kabur dan pergi kemanapun asalkan ia bisa hidup dengan tenang.

Dan itu sudah berlalu sejak seminggu lalu.

Jimin yang kini tengah berjalan dijalanan harus berhenti ketika melihat tv – tv yang terpajang di sebuah toko memutar sebuah channel berita terkini.

“Berita terkini, seorang polisi menemukan mayat seorang wanita berumur 40 tahun pada sebuah rumah. Wanita tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan terkubuh di tanah halaman belakang rumah.”

“Mayat tampaknya sudah dikubur selama 3 hari dengan mulutnya yang sobek akibat dijejali oleh jam weker dan kepalanya yang dipukul benda tumpul, polisi masih mencari siapa pelakunya..”

Jimin menatap acara berita tersebut dan air matanya mengalir begitu saja, rumah yang muncul di tv adalah rumahnya dan wanita yang digotong oleh para polisi adalah Ibunya.

Ia yakin ketika acara berita itu memunculkan foto identitas mayat yang itu benar – benar Ibu tiri yang selama ini hidup bersama Jimin.

Jimin menangis, ia tidak percaya melihat apa yang ia lihat, ia menutup mulutnya untuk menahan isak tangis.
Kakinya sedikit demi sedikit melangkah menjauh dengan penuh linangan air mata.

“Eomma.. bagaimana bisa… mengapa? Mengapa..” isaknya dengan pelan

Kini isak tangis itu mereda dan berubah menjadi cengiran yang mengerikan

“Mengapa mayatmu yang busuk itu cepat sekali ditemukan?”

END

Akhirnya selesai juga ff debut Akiko..
jeng, jeng..
maap untuk fans Jimin (Akiko juga fans Jimin)
maap sudah buat Jimin begitu mengerikan dan mengenaskan seperti ini huhuhu
tapi makasih yang sudah mau mampir dan baca ff debut Akiko..
Akiko adek Nagi yang unyu, sampai ketemu lagi.

Advertisements

3 thoughts on “[MONOCHROMIC YOUTH] My Mother (Oneshoot)

  1. april00L

    akiko adik nagi? murnia itu kah? kalok iya berarti adek kakak kompakan dong. sama2 bisa bikin ff. buat debut pertama itu udah keren kok. apalagi itu psyco, suka banget dah
    sekian dari april yang cerewet ini :v *pergibarengjungkook

    Like

  2. Lumos22

    Sumpah awalnya sempet ngira Jimin pelakunya, trus berubah pikiran waktu jimi nangis. Ga taunya nangis karna mayitnya cepet ditemuin :v
    yah, gepepe min. Kamu juga malang 😀
    btw, ff debutnya keren kakak (y)
    keep writing ea /apasih

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s