[Monochromic Youth] Mom, Dad and Brothet – Ficlet

images-1

Tittle : Mom, Dad and Brother.

Cast : Kim Taehyung and Kim Seok Jin.

Rate : PG – 17

Genre : Psychology.

Length : Ficlet.

Disclaimer : Story original by me but the cast belonged to their parent and God almighty one.

Please Don’t Copas and Plagiatisme(?)

Typo everywere.

***

“Hiks.. Ibu.. Ayah… Hiks.” Seorang remaja berumur 16 tahun itu terus menanggis, menumpahkan rasa sedihnya. Tangannya berkali – kali mengusap pipinya kasar berniat menghapus air matanya, tapi sayang itu hal yang sia – sia, karena air matanya terus mengalir membasahi pipinya.

Pipinya memerah.

“Taehyung..” Lirih pria dihadapannya, sambil menatap sedih remaja itu. Taehyung menoleh pada pria itu, buru – buru pria itu memalingkan wajahnya, badanya terasa bergetar hebat.

Pria di depannya juga merasakan kesedihan yang sama besarnya, namun ia hanya mengeluarkan dua tetes air mata lalu menghapusnya cepat. Matanya membulat sempurna.

‘Cukup!’

Tak tahan dengan rasa ‘duka’ yang mendalam, pria itu pergi tergesa – gesa meninggalkan Taehyung yang masih menanggisi kedua orang tuanya.

“Ibu.. Ayah..” Taehyung berhenti menanggis, lalu menatap punggung pria tadi. “Kakak Seok Jin.”

Senyum. Kau takut?

Taehyung melangkahkan kakinya gontai menuju kamarnya. Rasanya separuh jiwanya telah menghilang, dan ada sebuah pukulan yang sangat berat pada tubuhnya.

Dia kehilangan dua orang yang sangat di cintainya. Taehyung terus menggelengkan kepalanya sampai sakit.

‘Tidak. Mereka tidak mati.’

Taehyung merasakan matanya memanas dan- sial, air matanya turun lagi. Taehyung menggepalkan tangannya kuat mencoba untuk menghentikan air matanya, tapi air matanya malah semakin deras menggalir.

Bruuk.

Taehyung terduduk di lantai, rasanya kakinya tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya.

‘Mereka tidak mati.’ Berkali – kali Taehyung meneriakan itu dalam pikirannya, berusaha untuk menyangkal kebenaran tentang kedua orang tuanya,

Tentang orang yang di cintainya itu,

Tentang mereka.

Mereka mati.

‘Mereka tidak mati!’

Mereka mati.

‘Mereka tidak mati!’

Mereka mati.

‘Mereka tidak mati!’

Mereka mati.

MEREKA TIDAK MATI!’

Taehyung kembali menggeleng – gelengkan kepalanya.

Ini bohong kan?” Lirihnya terdengar bergetar, dan juga tangannya ikut bergetar.

‘Mereka, ibu. Ibuku! Ibuku yang menyayangiku! Ibuku yang merawatku! Ibuku yang memelukku! Ibuku yang membuatkan ku sarapan! I..ibuku y-yang mencintaiku..’

Tes.

Taehyung menyentuh dada kirinya lalu meremasnya kuat, di sana terasa sangat sakit sekali,

Sangat sakit. Hingga ingin mati.

Tersenyum.

Ibu yang selalu Taehyung lihat pertama kali di pagi hari, tersenyum hangat padanya lalu membuatkan omelet kesukaan Taehyung saat sarapan. Taehyung selalu berpikir ibunya adalah malaikat. Setiap pagi ibunya mengecup kening Taehyung lalu berkata.

‘Aku mencintaimu.’ Dan Taehyung hanya tersenyum.

Hangat. Ibunya adalah kehangatan.

‘Ayah! Ayahku! Ayahku yang selalu memujiku! Ayahku yang selalu mendukungku! Ayahku yang mendidikku! Ayahku yang membacakan dongeng pengantar tidur! Ayahku yang menjaga ku! Ayahku yang menyayangiku! Ayahku y-yang mencintaiku..’

Tes.

Taehyung semakin meremas dadanya kuat. Sakitnya bertambah kuat.

Tersenyum.

Ayah yang selalu duduk dikursi santainya sambil membaca koran, ayahnya yang selalu tersenyum melihat Taehyung di pagi hari, ayahnya yang memujinya karena dia selalu bersikap baik, ayahnya yang selalu mengatakan.

‘Aku bangga padamu.’  Dan Taehyung hanya tersenyum.

Ayah, ayahnya adalah kekuatan.

“Ayah,  ibu apa yang harus kulakukan?” Lirih Taehyung sambil menanggis.

Senyum.

Sementara itu. Kakak Taehyung, Seok Jin dari tadi terus menatap Taehyung. Tangannya mengepal kuat.

“Aku membencimu Kim Taehyung.” Ucapnya lalu pergi berlari.

Tes.

Biarkan mereka mati, mereka hanya orang tua bangka sialan.

Mereka pantas mendapatkannya, mereka yang membuatmu menderita.

Mereka orang tidak berguna,

Pisau dapur bahkan lebih berguna dari mereka.

Pisau dapur dapat membunuh mereka.

Senyum.

Untung saja aku membunuh mereka, kalau tidak pasti aku akan di paksa bekerja di toko kue kumuh itu.

Ahaha aku lupa, aku belum menghabisi yang satu lagi,

Taehyung mulai berdiri, ia menatap tangannya yang penuh noda merah.

Ia berjalan gontai.

“Kakak Seok Jin di mana kau? Aku ingin memelukmu.” Teriak Taehyung sambil menanggis.

Lalu.

Tesenyum.

Fin.

ini pertama kali author bikin ff kek begini, jadi harap maklum aje :’

Dan untuk ide ceritanya pasti udah pasaran banget kayaknya deh :’

Sekali lagi mohon dimaklum. Pengennya sih dapet yang white eh malah dapet yang dark. Ah sudahlah.. :’

Advertisements

4 thoughts on “[Monochromic Youth] Mom, Dad and Brothet – Ficlet

  1. Aihara

    Pas Taehyung nangis karena orangtuanya, jadi inget dia pas di prolog, sedih sekaleee 😥
    Tapi…
    Wah….
    Dia berkepribadian ganda ya??
    Pikirannya ada dua gitu
    Bahkan dia yang udah ngebunuh orangtuanya, dan mau ngebunuh Seokjin juga-_-
    Jadi makin inget Taehyung nangis sambil berlumur darah juga :’D

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s