[Monochromic Youth] Boys Be (Oneshot)

CASTORPOSTER

Boys Be

A fiction by CASTORPOLLUX

Family | Friendship | Brothership | Fluff | No Romance!!

Oneshoot [1.159 Words]

PG-17 [Hanya sikap yang tidak boleh dicontoh]

Kim Taehyung [V BTS] | Park Jimin [Jimin BTS] | Choi Seungcheol [S.Coups 17’s] | Hong Jisoo [17’s] | Taehyung Mother | Lee Hwanhee [UP101TION] | Yoon Jung Ji [OC] | slightly!! Jimin Father & Mother

Disclaimer : Just a fiction by CASTORPOLLUX. Don’t Plagiarism

Poster By : CASTORPOLLUX

Summary :Ini Bukan kenakalan remaja, tapi kesenangan remaja.

Namaku Kim Taehyung umurku baru saja menginjak 16 tahun.Aku seorang remaja laki-laki yang biasa saja,seperti saat waktunya sekolah ya sekolah,pokoknya sewajarnya.Tapi aku berubah menjadi anak yang sedikit ‘liar’ ah bukan liar juga sih, tetapi lebih tepatnya sedikit nakal ,kenakalan ini dimulai sejak akan tibanya natal. Aku mempunyai seorang adik bernama Hwanhee,dia sangat percaya akan keajaiban natal,dia selalu bertanya pada ibuku “Apa santa dan rusa-rusanya akan datang kerumah kita bu?” pertanyaan itu setiap hari (lebih tepatnya pada bulan desember) dilontarkannya, dan parahnya ibuku selalu menjawab “Tentu saja,karena Hwanhee anak yang baik,dan Santa suka anak yang baik seperti Hwanhee”.Bukannya kesal dengan presepsi itu,tetapi Hwanhee selalu mengejekku dengan kalimat-kalimatnya “Ya!! Pasti Kak Taehyung tidak akan mendapat hadiah dari Santa soalnya Kak Taehyung nakal sih!,ya kan bu?” Dasar anak bayi. Ibuku juga selalu membelanya contoh saja seperti ini “Ya!! Kenapa kamarmu berantakan sekali,Tae?” Padahal pembuat masalah disini ialah Hwanhee,dia sering sekali masuk kekamarku tanpa izin lalu mengambil action figureku lalu mengusik meja belajarku dan untung majalah pria dewasa pemberian Jimin yang ku simpan tidak ketahuan,kalau saja ketahuan habislah aku.”Ini semua gara-gara Hwanhee bu,dia selalu masuk kekamarku diam-diam lalu menghancurkan semuanya” kuucapkan kata-kata itu sambil mengarahkan telunjukku tepat kearah wajahnya yang sedang menghirup ingusnya,Ihh!! Menjijikan. “Bagaiman bisa salah Hwanhee,Tae dari kemarin sampai sekarang saja dia membantu Ibu membuat Pai Apel” Ya Tuhan apasalahku Ok fine aku pergi “Yasudah nanti saja aku membersihkannya bu,aku mau pergi bersama teman-temanku” .”Yasudah kalau begitu,tapi malam nanti ibu melihat kamarmu,sudah harus rapi,Ingat itu” kata-kata ibu penuh penekanan.Dan si kecil Hwanhee sekarang sedang menertawakanku,Ck menang kau bocah.

.

Biasanya di dekat rumahku selalu ramai jika bulan Desember, karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama keluarga terdekat atau saudara yang jauh dari luar kota.Di setiap senja lampu kerlap-kerlip menyala di sepanjang jalan,sungguh suasana yang hangat,dan menyenangkan jika bersama keluarga.Oh kenapa aku mendramatisir suasana ini,memangnya aku dramaking.Sebetulnya kehidupan kami lebih terpusat pada gereja , yang di dalam kota jumlahnya saja ada tujuh belas di antaranya Fellowship Hall Christian Chruch,Chruch Of The Forgiven People,Chruch Of Sunday,dan masih banyak lagi. Pada tahun lalu Gereja Baptis di dekat kota mensponsori acara tahunan di SMU setempat,dan sekolahku juga ikut disponsori.Di acara yang seharusnya meriah dan diisi canda tawa di malam natal ,ingat ‘SEHARUSNYA’ malah tergantikan dengan khotbah dari seorang pendeta Gereja Baptis yang mensponsori sekolahku.Huh membosankan,apalagi yang memberi khotbah itu tetanggaku satu komplek tetapi berbeda blok.Namanya Yoon Jung Ji, kalian tahu kulitnya begitu putih seperti bulu kelinci di toko hewan yang terjaga kualitasnya.Sampai anak-anak disekolahku bersumpah bahwa bisa melihat darahnya mengalir di pembuluh darahnya.Dia memiliki anak laki-laki bernama Yoon Jeong Han tapi penampilannya seperti malaikat, dan sebelum aku dan teman-temanku tahu kalau dia laki-laki, Jimin pernah mengajaknya berkencan,hahaha… itu sangat konyol.Di hari minggu aku dan keluargaku selalu pergi ke Gereja (sebetulnya aku ini anak baik yang selalu ke Gereja) Ibuku sangat suka mendengar khotbah dari Tuan Jung Ji kata ibuku khotbahnya memberi pencerahan hidup.Tapi sebetulnya aku mengaku jika aku menyukai beberapa khotbahnya yang menarik, terutama saat iya berbicara “kemurkaan Tuhan yang akan menimpa para penghianat” dan berbagai topic bagus lainnya. Aku berani mengatakan bahwa darahnya mendidih saat ia berbicara tentang para penghianat. Topik itulah yang kami jadikan bahan hiburan tentang dia. Ketika Tuan Jung Ji pulang sehabis khotbah aku dan teman-temanku bersembunyi di balik semak belukar dan dibelakang pohon-pohon dan berteriak , “Pak Tua Jung Ji tukang penghianat!” apalagi Seungcheol yang paling keras mengucapkan itu (Padahal rumah Seungcheol berada disebelah rumah Tuan Jung Ji).Kami akan cekikikan seperti orang tolol dan merasa bahwa kami orang paling lucu di muka bumi ini. Matanya menyipit melihat kekanan dan kekiri,kuharap dia tidak menemukan kami, tetapi kami salah besar dia menemukan kami, “Aku tahu kau disana anak nakal” , dan “Tuhan juga tahu”

.

Hari ini pada tanggal 24 Desember,ada acara di Gereja tempat Pak Tua Jung Ji (menjadi pendeta).Pada khotbahnya hari ini, ia menatap kami dan mengatakan sesuatu seperti “Tuhan menyayangi anak-anak,tapi anak-anak seharusnya juga layak menyayangi.” Dan kami duduk melorot di tempat duduk kami,bukannya malu ,tapi menyembunyikan cekikikan kami.Karena mengingat kejadian kemarin hari. Apa kalian bertanya-tanya siapa saja teman-temanku? Ini dia teman-temanku.

1.Park Jimin

Dia temanku sejak kecil.Dia sudah ratusan kali bekencan dengan perempuan tetapi ia selalu memberikan harapan palsu kepada gadis yang dikencaninya (Perempuan dengan Gadis berbeda.Perempuan adalah Noona, kalau Gadis adalah Dongsaeng).Pernah suatu hari dia mengajak gadis yang dikencaninya ke tempat biasa kita berkumpul,ternyata gadis itu adik dari Jisoo, Jisoo yang melihat itu pun langsung memukul kepala Jimin dan mengajak adiknya pulang (karena adik Jisoo masih SMP).Dia yang paling mesum diantara kami, semua gadis dikelasku rok nya sudah pernah disibak oleh nya.Kami satu kelas.

 

 

2.Choi Seungcheol

Dia temanku dan Jimin kami sekelas saat SMP. Dia pintar dalam bidang olahraga, kami sering bermain basket jika ada waktu.Dia teman curhat yang paling mengerti diriku dan selalu memberi solusi terbaik.Dia yang paling jahil diantara kami ber-empat,Ingat kejadian saat kami meneriaki Pak Tua JungJi, kejadian itu atas otak jahil Seungcheol.Seungcheol pernah mempunyai kekasih bernama Baek Yoo Hee,tetapi sekarang sudah kandas karena Jimin menikungnya.Dia pencinta anime.Tidak tahu kenapa di kelasnya dia disebut “Dangerous” misteri itu belum terpecahakan hingga sekarang.Dia satu kelas dengan Jisoo.

 

3.Hong Jisoo

Dia Hong Jisoo,kami berteman sejak SMP kelas 2 karena dia murid pindahan dari Amerika.Menurutku dia yang paling tampan dari kami ber-empat.Impian Jisoo adalah makan cupcake bersama kekasihnya,tapi itu semua masih impian.Jisoo suka merayu.Jisoo bisa bermain gitar,aku akui permainan gitarnya sangat hebat,kurasa wanita pasti akan luluh jika dia bermain gitar.Ulang tahunnya sama denganku, 30 Desember.Jisoo punya penggemar rahasia yang sampai sekarang belum terungkap identitasnya.Jisoo gemar ke Gereja, tapi dia tidak suka Pak Tua JungJi.Di rumah ia dipanggil Joshua.Dia satu kelas dengan Seungcheol.

.

“Selamat Natal” Kataku kepada Ayah dan Ibu Jimin.

“Wah,Taehyung kenapa sekarang jarang main ke rumah Jimin?”

“Aku sekarang yang menjemput Hwanhee dari sekolahnya, jadi tidak bisa main ke rumah Jimin, tapi jika ada waktu luang aku mampir kok, Bi”

Aku sekarang berada di rumah Si Otak Mesum.Lama sekali dia berdandan.Jisoo dan Seungcheol pasti sudah menunggu.

“Aku sudah siap”

“Yasudah, Bi kalau begitu kamu pergi dulu”

“Baiklah , hati-hati ya,Jim tarik resletingmu”

“Bye”

Ibu Jimin baik sekali.

.

“Seungcheol, telepon saja mereka, ini sudah hampir larut adikku sendiri di rumah orang tuaku sedang di Amerika sekarang”

“Ya!! Jisoo sabar,Itu mereka”

“Ya!! Kenapa lama sekali?”

“Ini semua gara-gara Jimin yang lama berdanadan”

Dan mereka pun meneruskan perjalanan.

“Kau yakin ingin masuk?”

“Wah,rumahnya ramai sekali”

“Ayo!! Masuk”

Kalian tahu ini rumah siapa, Rumah Pak Tua JungJi. Pak Jungji sedang menjabat tangan tamu yang datang dan mengucapkan ‘ Selamat Natal. ‘ Kami masuk kerumah Pak Tua JungJi,lihat disana ada Jeonghan yang sedang memakai bandana tanduk rusa.

“Selamat Natal” Kami mengucapkan itu secara serempak.Seperti paduan suara yang ada di Gereja tapi ini lebih keras dan nyaring. Pak Jungji yang melihat kami langsung mengucapkan “Selamat Natal” dibarengi dengan lengkungan di bibirnya.

“Tuhan pasti memberikan kalian mukjizat, berbahagialah kalian”

[In The Same Time]

“Ibu berbohong kepadaku, Santa tidak akan datang.Rusa Santa juga tidak datang,Ibu berbohong”

Hwanhee menangis sejadi-jadinya.Dan Ibu hanya menutup telinga dengan satu tangan,dan tangan satu lagi berusah membekap mulut Hwanhee.

.

.

Fin

Yes,udah jadi fic gajelas ini,effect galau karena tidak bisa lihat konser seventeen boys wish.selamat ulang tahun buat v sama josh,lop u J

V [cr pict: Need U Baby]

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “[Monochromic Youth] Boys Be (Oneshot)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s