[Monochromic Youth] Who Are You – Vignette

3685105723589

WHO ARE YOU

By – Somplak1–“

Main casts : Kim Taehyung BTS | Support casts : Several member of BTS | Genre : Dark, horror, comedy  | Vignette | Rate : General

Thanks for beautiful poster by

  Disclaimer :

Who want to steal my idea? I bet, no one!

But it’s not fun if I didn’t say

WARNINGG!! This story it’s all mine!

Don’t be plagiator!

Don’t be silent reader!!!

-Also-

All member BTS is belong to God and their parents but Kim Taehyung is eternally MINE ^^v

~Keep Enjoy While Reading~

.

Summary :

Aku mengenal suara itu! Kim Na Ri! Gadis yang sudah kusuka sejak kelas 6 SD.

Apa yang dia lakukan di sini ?

Aku bahkan  tak sanggup berbalik.

 

    Malam liburan pertama di musim dingin.

Hari pembagian raport selalu membuatku tegang, maksudku, kakakku tegang. Siapa lagi kalau bukan si nenek lampir bersurai cokelat gelap yang selalu menyebut dirinya malaikatku yang akan selalu memberiku makan seeetiap hari. Jangan berpikir dia wanita, jiwanya memang wanita tapi wujudnya, aku berani jamin dia 100% laki-laki. Kim Seok Jin. Yang seharusnya kakakku.

Dia memang kakakku tapi perilakunya benar-benar keibuan, sudah sangat cocok baginya untuk menggantikan posisi ibu yang memang sudah tiada sejak aku masih berusia 5 tahun. Maka dari itu, sejak dua tahun belakangan aku memanggilnya ‘Jin Eomma’. Dan tanpa keberatan dia justru membolehkanku memanggilnya seperti itu. Untungnya dia tidak berpikir untuk merubah gender-nya menjadi seorang perempuan sesungguhnya, hahaha.

Baiklah, kembali ke malam ini. Ya, setelah aku mendapatkan raport pertamaku, malam ini aku diperbolehkan untuk main games sepuasnya. Tak hanya itu, Jin juga membelikanku setumpuk komik baru yang tentunya harus kuhabiskan sebelum hari masuk sekolah. Jin bilang komik-komik ini harus segera ditamatkan sebelum tahun ajaran baru, karena aku harus kembali fokus pada tumpukan ‘komik yang lain’. Bukan komik, tapi buku-buku pelajaranku yang baru –“

Jin tentu tak memberikanku semua benda-benda menyenangkan ini begitu saja, ia memberikannya karena aku berhasil meraih peringkat ketiga di kelasku. Dia bahkan begitu takjub melihat semua nilaiku yang tampak bagus di raport itu. Entah ia terkesan melihat nilai-nilaiku atau fotoku yang sangat tampan.

“Tae, kau mau makan apa ?”

“Apa saja yang Eomma masakkan pasti kusuka,” jawabku memuji.

“Baiklah.”

Sebenarnya, malam ini aku berencana memamerkan nilai raportku pada Jimin dan Jungkook di rumah mereka. Tapi, karena sedang hujan lebat di luar sana, mungkin aku akan mengurungkan niatku. Bukan hanya hujannya yang lebat, tapi juga disertai angin kencang dan petir yang menggelegar. Aku berharap malam ini tak akan-

JLEP!

Mati listrik.

Ah! Sial! Aku lupa mencharge handphoneku dan sekarang ia bernasib sama seperti lampu kamarku!” Gumamku.

Aku tak dapat melihat apa-apa. Semuanya, gelap! Baru kali ini rumahku segelap ini. Jujur saja, selama 15 tahun aku tinggal di sini, tak pernah rasanya listrik di rumahku mati. Kalau mati pun ada lampu emergency yang akan langsung menyala secara otomatis. Tapi, semua benar-benar gelap sekarang.

Oh God! It’s so dark!”

Sepertinya itu suara Jin Hyung. Tentu saja gelap, listriknya mati. Seingatku, ada senter yang kuletakkan di atas mejaku. Aku pun berusaha bangkit dari tempat dudukku menuju meja belajar yang berada di sebelah kananku. Aku berjalan dengan hati-hati, karena banyak komik bergeletakan di lantai, selain itu ada juga makanan ringan dan beberapa botol minuman kaleng.

Prang!

Tak salah lagi, aku menyandung botol kaleng minumanku yang sudah kosong.

 

Hap!

Aku mendapatkan mejaku. Namun, tak ada senter di sini. Aku sudah meraba seluruh sisinya.

“Kemana sebenarnya semua sumber cahaya? Hyuuuung!” aku memanggil Jin Hyung  yang mungkin sedang berusaha menyalakan listrik di rumah kami. Tapi tak ada jawaban. Mungkin dia sedang keluar membetulkan saklar listrik.

Hujan semakin lebat saja, suara petir pun bersahut-sahutan. Apa mungkin listrik di rumahku tersambar petir ? Atau petugas PLN memang sengaja mematikan gardu listrik ? Daripada diam saja, sebaiknya aku menyusul Jin Hyung. Mungkin dia ada di luar sekarang. Sebenarnya, aku sungguh tidak suka harus berjalan mengendap-endap perlahan seperti orang buta karena aku tak tau apa yang ada di hadapanku. Tapi, setidaknya aku mencoba membantu Jin Hyung.

Langkah pertama, cari Jin Hyung di dapur. Mungkin ia masih mencari keberadaan senter atau alat bantu penerangan lain.

Hyung ?” panggilku. Berusaha mencari keberadaannya.

Tapi, tak ada tanda-tanda apapun. Sepertinya Jin sudah keluar memeriksa saklar listrik.

Ruang keluarga begitu gelap. Biasanya lampu emergency akan langsung menyala. Tapi, kenapa ini tidak menyala ? Apa mungkin sudah rusak ? Baiklah, lupakan soal lampu emergency. Aku mendengar suara seseorang di kamar Jin Hyung. Mungkin ia ada di sana.

Hyung ? Kenapa lampunya mat-“

Aku terdiam. Saat aku masuk tak ada siapapun di kamar itu.

Saat aku ingin keluar dari kamar Jin Hyung, aku kembali melihat seseorang. Itu Jin Hyung! Tengah duduk di ruang keluarga. Aku tak dapat melihat wajahnya betul-betul, ia nampak sedang menundukkan kepalanya.

Hyung ? Ada apa ? Kenapa lampunya mati, Hyung ?” tanyaku sambil berusaha mendekat.

Hanya terdengar helaan nafas.

Hyung ? Ada apa ?” tanyaku lagi.

Masih tak ada jawaban.

Hyung ? Lampu emergency kita rusak. Sepertinya harus beli yang baru,” aku berusaha membuat Hyung bicara.

“Tak perlu,” ia mulai menjawab.

“Tapi, jika listrik padam lagi bagaimana ? ‘Kan rumah kita jadi gelap,” jawabku.

“Biar saja. Aku suka gelap,” jawabnya.

Aneh. Tak biasanya nada suara Jin Hyung serendah itu. Dan lagi, Jin Hyung tau kalau aku tak suka gelap.

Hyung ?” aku mencoba mendekati Jin Hyung.

“Aku bukan Hyungmu!!!!!!!” Ia tiba-tiba menengadahkan kepalanya padaku, menelisik mataku tajam.

“Pergi kau!! Yya!!!” aku mengambil segala sesuatu yang ada di sekitarku. Pria itu bukan Jin Hyung! Dia ‘Jin’ sungguhan! Aku melemparkan sebuah figura foto. Memang tidak keren memukul hantu dengan figura foto, seharusnya ada sapu atau tongkat bisbol yang bisa kugunakan sekarang. Tapi, kami tak punya tongkat bisbol!! Dan parahnya, figura itu bahkan tak mengenainya sedikit pun! AAHH! Tidak ada benda apapun di sekitarku.

“EOMMAAA!! APPAAA!!! SELAMATKAN AKUUU!!” aku berteriak sekeras mungkin, berharap eomma dan appa bisa membantuku.

“PERGI KAU! ARWAH EOMMA DAN APPAKU AKAN DATANG MENGALAHKANMU HANTUU!” lanjutku.

BRAK!

Pintu rumahku terbuka, angin masuk begitu kencangnya, tetesan air hujan pun ikut masuk. Tak ada seseorang di sana kecuali bayangan hitam besaar. Oh Tuhan! Apa lagi ini?

“LIHATLAH HANTU! EOMMA DAN APPAKU SUDAH DATANGG!!!!”

JLEP!

Lampu menyala. Semua menjadi terang.

Dan.

Jin Hyung berdiri di depan pintu dengan menggunakan jas hujan warna pink kesayangannya.

“Bhahahahahahahahahahahahaah!!! Taehyung-ah!”

Aku hanya terdiam mendengar gelak tawanya. Dan ia tak sendirian. Di belakangnya, sudah ada beberapa orang yang lain.

SAENGILCHUKKAE ! KIM TAEHYUNG !”

“…”

“Untuk apa kau menungging seperti itu, Tae ?”

Aku mengenal suara itu! Kim Na Ri! Gadis yang sudah kusuka sejak kelas 6 SD. Apa yang dia lakukan di sini ? Aku bahkan tak sanggup berbalik.

Tunggu! Jadi, ini semua ? Adalah-

Surprise!!” Tak salah lagi, suara Jin Hyung.

–“

    Aku maluuuuuu sekali! Mereka sengaja merencanakan ini demi merayakan ulang tahunku. Bahkan mereka membawa Kim Na Ri dan ia melihatku bersimpuh ketakutan seperti anak kecil!!! Hyung macam apa ini. Menghancurkan masa depan cinta adiknya sendiri. Ini benar-benar masa mudaa yang menyedihkan, masa muda yang gelapp!! Segelap rumahku saat listrik “padam” tadi. Aku maluuu sekaliiiiiii!!!

“Jadi, Namjoon Hyung lah yang berpura-pura menjadi Jin Hyung dan duduk di kursi tadi ? Juga menjadi hantu yang menakutiku ?” tanyaku.

“Tepat sekali!” jawab Jin Hyung.

“Lalu kejadian mati lampu juga kalian yang merencanakannya?” tanyaku lagi.

Yup!” giliran Jimin menjawab.

“Dan seseorang yang ada di kamar Jin Hyung! Dan yang menanyai aku ingin makan malam dengan apa ? Itu juga bagian rencana kalian ?!”

“Tent- EH? Apa katamu ? Tidak ada yang stand by di kamarku. Aku juga sudah tak ada di rumah sejak sore. Setelah aku membeli beberapa komik untuk menahanmu berada di kamar, aku tak kembali lagi setelah itu,”

“O! Pasti itu Namjoon Hyung ?” aku berusaha menerka tersangka lain sambil tertawa ringan.

“Aku baru masuk setelah lampu dipadamkan.”

-The end-

A/N :

Demikianlah fanfic debut sayaa yang super duper parah dan jauh banget dari tema yang dikasih :’v

FF sama author-nya sama. Sama-sama somplak *Memandang sodara (Somplak2o_o)

So sorry, kalo terlalu somplak buat para reader sekalian T^T

Kalau begitu saya pamit undur diri dari hadapan readerssss.

Dan jangn lupa :

We are somplak and we are championss!!

We are one and onlehhh!

FAYEERRRR!!! Ulalaaa~~

Advertisements

7 thoughts on “[Monochromic Youth] Who Are You – Vignette

  1. Aihara

    Karana keingat genre, aku udah nebak kalo Taehyung tuh dikasih surprise
    But… itu yang terakhir yang diluar skenario bikin speechless dan merinding, who are you? .-.

    Like

  2. Baca ini sambil dengerin suara hasil vn-an ku nyanyi I like It itu super duper Amburadul kayak mukanya V saat ketakutan Gak bisa nahan Tawa, eh..pas terakhirnya…langsung nge-Blank gara-gara musibah Kamar Jin dan Makanan :”v

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s