[Monocromic Youth] For U – Vignette

PhotoGrid_1451366659926

Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : For U

Main Cast : All member of BTS

Other Cast : –

Genre : Hurt/Comfort, Friendship, Bromance.

Rating : Teen / G

Lenght : Vignette

Disclaimer : Member BTS resmi milik Keluarga, BigHitEnt, dan A.R.M.Y. Alur cerita hasil pemikiran Author. Jika ada kesamaan karakter, watak, tempat dan waktu semuanya adalah unsur ketidak sengajaan.

Author Notes : Ini FF pertama yang aku buat untuk sebuah event / lomba. Dan kali ini aku mengusung tema persahabatan. Jujur saja aku sangat kesusahan untuk menulis Lenght Vignette karena aku terbiasa menulis Chapter. Semoga tidak mengecewakan, Happy reading ! Sangat diharapkan komentar, kritik serta sarannya.

 

Story :

 

FOR U

 

(Author POV)

Ruangan itu terasa dingin dan senyap kala seseorang memasukinya. Lalu orang tersebut menatap sekelilingnya, hanya terdapat cermin juga pantulan dirinya yang ia tangkap. ‘Kemana mereka? Ini sudah sangat terlambat untuk berlatih!’ Gumam pria itu sedikit kesal lalu meninggalkan Dance Studio, bermaksud mencari sosok ‘mereka’.

“Apa yang kalian lakukan disini?!?!?” Gertak guru koreografi di Universitas S amat sangat murka terhadap 6 mahasiswanya yang duduk melingkar di rooftop gedung kesenian. Akhirnya pria itu menemukan para murid yang kabur dari kelasnya.

 

Hanya diam, tak satupun dari mahasiswa – mahasiswa itu berniat untuk menjawab ocehan sang dosen. Tatapan mereka kini hanya terfokus pada selembar koran yang mereka letakkan ditengah lingkaran.

 

Seonsaengnim!” Sebuah suara berat bervibra keluar dari mahasiswa tahun kedua bernama Kim Taehyung, ia kini menoleh kearah gurunya. Tatapan anak itu begitu sendu seperti hendak menangis. “Apa belum ada kabar dari Jin hyung?” Lanjutnya kali ini benar – benar menanti sebuah kepastian dari pria yang dipanggilnya ‘Seonsaengnim’.

 

Tak ada satu patah katapun yang keluar dari pria berusia 40 Tahun tersebut. Hal itu membuat murid lainnya, Park Jimin mengambil kesimpulan sendiri “Jadi, yang dibicarakan anak – anak itu benar. Dan apa yang tertulis dikoran ini juga benar.”

 

“Kalian sudah membacanya ya? Mungkin keadaan Kim Seokjin tak sebaik yang kita tahu sebelumnya. Seperti yang diberitakan, keadaan keluarganya sedang menghadapi kesulitan.” Jelas guru Seo.

 

“Apa Jin hyung akan berhenti kuliah?” Celetuk Leader dari Boygroup andalan Universitas S tersebut mulai gusar. Kim Namjoon adalah nama namja bertinggi badan 181 cm itu.

 

“Belum ada kabar yang kami (*pihak Universitas) terima. Mungkin dia tetap kuliah disini mengingat Seokjin sudah menginjak semester akhir, bisa juga dia berhenti karena terdengar kabar bahwa hampir 3 semester ini biaya kuliahnya belum terbayar. Alangkah baiknya kalian pergi ketempat Seokjin, barangkali dia membutuhkan kalian.”

 

Kalimat – kalimat yang di ucapkan oleh Seo Seonsaengnim kini sedang dicerna baik – baik oleh enam mahasiswa beda jurusan itu. Mereka sedang sibuk dengan pikiran masing – masing hingga menghasilkan suasana yang kembali hening.

 

.

.

.

 

Langkah kaki itu terlihat sibuk mondar – mandir di ruangan yang sedang dipadati pengunjung. Tubuh jangkungnya terlihat lusuh, wajah tampan namja berambut cokelat tersebut tampak tak seceria biasanya. Dekil, bermandikan keringat, di tambah dengan celemek putih yang menghiasi pinggangnya, sangat jauh berbeda dari sosok Kim Seokjin yang super kaya raya seperti sebelumnya.

 

Miris – itulah perasaan Kim Taehyung yang diam – diam dan bersembunyi mengamati gerak -gerik hyung-nya dari kejauhan. Bukan hanya Taehyung, tapi 5 hagsaeng lain yang memiliki pemikiran yang sama kini turut merasakan apa yang dirasa oleh namja kelahiran 30 Desember tersebut.

 

“Apa yang harus kita lakukan untuk membantu Jin hyung?” pertanyaan itu keluar dari mulut Jung Hoseok.  Wajahnya terlihat serius menunggu jawaban dari rekannya yang sedang memutar otak.

 

“Bagaimana jika kita membantu Jin hyung dengan melunasi tunggakan biaya kuliahnya? Aku yakin jika kita memberikan uang secara langsung, dia akan tersinggung.” Celetuk Jeon Jungkook, mahasiswa paling junior diantara member lainnya.

 

“Aku setuju dengan Kookie!” Sambar Min Yoongi tegas, lalu diikuti angkat tangan tanda sependapat oleh Kim Namjoon, Park Jimin dan Jung Hoseok.

 

“Bagaimana denganmu Taehyung-a?” Tanya Jimin membuyarkan lamunan Taehyung yang masih memandangi Rumah Makan milik Keluarga Seokjin.

 

“Aku ikut!”

 

.

.

.

 

Seminggu waktu telah berlalu, kini keenam namja itu telah berkumpul di ruang latihan tari. Ada sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan saat mereka menatap lembaran uang yang tercecer berada tepat dihadapannya.

 

“Belakangan ini aku mengambil 3 pekerjaan paruh waktu sepulang kuliah dan hanya menghasilkan segini.” Gerutu Jimin diwarnai perasaan sedih, kesal namun tak berdaya.

 

“Hadiah lomba dance yang aku dapatkan juga tak seberapa jumlahnya.” Kini Hoseok ikut merutuki nasibnya yang hanya bisa menghasilkan beberapa Won saja.

 

“Hasil kerja freelance kita tak akan cukup untuk melunasi biaya kuliah Jin hyung. Mungkin kita bisa menggunakan uang ini untuk membantu Jin hyung dengan cara lain.” Gumam Taehyung membuat member lain tercengang lalu bertanya “Mwoga?”

 

“Yang dia butuhkan bukan hanya sekedar bantuan dana, tapi juga kita!” Sekali lagi anak yang dijuluki sebagai Alien itu menggumamkan sesuatu. “Ya! Jin hyung membutuhkan kita!” Seru Taehyung sembari menunjuk tropi pertama yang mereka peroleh dari kompetisi dance tingkat Nasional.

 

Sejenak terlintas bagaimana perjalanan dan cara mereka memperoleh penghargaan tersebut. Langkah – langkah kaki yang berjalan dengan tertatih, lantaran banyak memiliki goresan luka bekas berlatih. Minimnya waktu untuk istirahat yang mereka punya. Serta derai tangis, keringat, dan rasa lelah mewarnai setiap gerakan yang mereka ciptakan. Yah, mereka melalui masa – masa sulit itu bersama – sama. Kini merekapun tak bisa membiarkan salah satu dari anggota grup pergi begitu saja. Karena, sesulit apapun jalan yang akan di tempuh, mereka akan melaluinya bersama.

 

.

.

.

 

I mwoeyo?” Tanya Jin tak mengerti akan maksud keenam sahabatnya yang datang ke Kedainya sembari menyodorkan sebuah amplop berisikan uang dan juga surat pernyataan, tidak! lebih tepatnya kontrak kerja sama.

 

“Itu adalah surat perjanjian hyung! Kami akan membantu mengembangkan usaha keluargamu yang masih tersisa ini.” Ujar Namjoon sebagai Leader of group dengan sangat percaya diri.

 

“Tapi saat ini kami tidak sanggup membayar upah karyawan dan mengembalikan uang kalian ini.” Bantah Tuan Kim, ayah dari Kim Seokjin.

 

“Paman jangan khwatir, kami hanya perlu Jin hyung tetap kuliah dan berada di grup bersama kami sebagai bayarannya. Tapi jika suatu saat Restoran – restoran milik Paman kembali berjaya, tidak memungkiri kami menginginkan perhitungan laba.” Celetuk Taehyung masih menyempatkan diri untuk bergurau dan mencairkan suasana yang mulai kaku.

 

“Taehyung-a…” Gumam Seokjin menatap juniornya penuh rasa haru.

 

“Jangan menangis hyung! Kami lakukan ini demi impian kita bersama. Kami tidak ingin melihatmu menyerah untuk bermimpi hanya karena krisis yang menimpa keluargamu.” Namja itu lalu memeluk Seokjin dengan hangat, kemudian diikuti oleh member lainnya. Mereka biasa melakukan ini untuk memberikan dukungan serta saling menguatkan satu sama lain.

 

“Bolehkah jika Restoran ini berganti nama dengan FOR U Restaurant?” Celoteh Jungkook masih dengan wajah polosnya.

 

“Kenapa harus For U?” Kali ini Jimin berusaha mencari tahu maksud dan tujuan dari adik kelasnya itu.

 

I don’t know, but… This is Cool! Bukankah sesuatu yang dilakukan untuk seseorang itu selalu terdengar manis serta membahagiakan?”

 

Terdiam sejenak! Begitulah sikap yang diambil oleh para member BTS serta 3 anggota Keluarga Kim. Mereka mencoba mencerna secara seksama ucapan namja bergigi kelinci tersebut.

 

Call! Good job, Kookie!” Seru Min Yoongi yang kali ini diikuti riuh tepuk tangan dan anggukan kepala oleh anggota lainnya tanpa terkecuali.

.

.

.

 

Sejak hari itu, satu – satunya restoran milik Keluarga Kim yang tersisa resmi berganti nama menjadi For U Restaurant. Tak hanya menu sajiannya yang terkenal menggoda selera, namun disana terdapat tujuh namja yang memiliki impian, tujuan, serta visi misi sama yang akan melayani pelanggan dengan penuh rasa cinta kasih dan keramahan.

 

-FIN-

 

By Yunietananda

29.12.2015

 

Advertisements

One thought on “[Monocromic Youth] For U – Vignette

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s