[What is Your Color?] PUCAT – Ficlet

JPEG_20160318_225441-1883546151

PUCAT

a ficlet by Cachalpannia

Jeon Jungkook — Jung Yein || Fluff || G

.

.

.

 

“Kamu pucat,” Air muka Jungkook kelewat datar ketika maniknya menangkap paras Yein yang pucat pasi bagai visualisasi hantu wanita yang suka beredar di film-film horror. Kedua tangannya pun menangkup tengkuk sang gadis yang—ternyata—dibanjiri dengan peluh dingin.

Sebenarnya ia tahu kalau kekasihnya itu sedang tidak berada dalam kondisi yang benar-benar fit. Namun ia juga tak bisa menolak tatkala Yein merengek minta menonton film Popeye di bioskop sebagai perayaan hari jadi mereka yang ke-enam puluh bulan. Awalnya mereka memang sudah setuju dengan rencana tersebut. Bahkan Jungkook sudah memesan tiket dari jauh-jauh hari supaya tidak kehabisan. Sayangnya, menjelang tanggal yang mereka tunggu-tunggu, Yein malah terjangkit tifus. Ia baru keluar dari rumah sakit dua hari lalu karena kondisinya sudah membaik dan ingin rawat jalan di rumah saja. Kendati sekarang, kelihatannya ia belum sembuh total.

Jungkook sudah bersikeras akan membatalkan acara nonton mereka. Masa bodoh dengan tiket yang sudah ia beli, kesehatan Yein jauh lebih penting baginya. Akan tetapi, lagi-lagi hatinya selalu luluh dengan sikap kekanakkan Yein yang menjadi kelemahan bantinnya. Ia sangat menyayangi anak itu, bahkan mendengar suara tangis Yein di telepon saja membuatnya gundah merana. Padahal—asal kalian tahu—Yein cuma pura-pura.

“Keringat dinginmu juga masih keluar, yakin mau tetap pergi?”

Dihadapannya, gadis itu mengangguk pasti. Tangannya bergerak untuk menjauhkan tangan Jungkook, “Ah—aku tambah make up dulu biar tidak kelihatan pucat, ya?”

Dengusan Jungkook menginvasi pendengaran mereka. Disusul dengan Yein yang berputar dari posisinya, hendak masuk lagi ke kamar untuk menambah make up. Bukan, bukan itu yang Jungkook inginkan. Ia hanya ingin Yein menyerah, lalu memutuskan untuk tidak jadi pergi. Kenyataannya, perempuan yang lebih pendek darinya itu masih memiliki tingkat keras kepala yang lebih tinggi darinya.

“Tidak usah,” Cepat-cepat pemuda itu menarik balik tubuh Yein. Sengaja-tidak-sengaja pula bibirnya ia dekatkan pada milik pasangannya. Menciumnya sekilas hingga—

“….” —nampaklah semburat kemerahan menjalar dari kedua belah pipi Yein sampai ke seluruh permukaan wajahnya. Dalam sekejap pucatnya tertutupi.

Setelahnya Jungkook menyengir seraya menampilkan deretan gigi kelincinya dan berucap, “Sudah tidak kelihatan pucat lagi, kok. Ayo berangkat.”

 

.

 

a/n:

YUHUUUUU~ ayo vote fic ini biar jadi fic staff terbaiiikkk(??) /maksa XD

Advertisements

10 thoughts on “[What is Your Color?] PUCAT – Ficlet

  1. AH AUTHOR MAH GITU MAH BIKINNYA TERLALU FLUFF IH AKU JADI BAPER.

    Akusukaaaaaaa tp aku gaterima jungkook ku masih kecil kak dia gaboleh ciuman kak gak boleh :” /nangis sampe ke korea/

    Like

  2. Bisa aja deh:’D
    Tadinya khawatir banget Yein-nya pucat, masih sakit
    Eh pas berhasil bikin muka Yein merah langsung berangkat wkwk
    Mana manis banget jadi ga kuat nih><

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s