[What is Your Color?] IRIS – Ficlet (snqlxoals818)

Iris - snqlxoals818

IRIS

.

BTS’s Kim Seokjin & OC’s Lucy | sad, hurt/comfort, slight!surrealism | ficlet 512 words | G

.

Kim Seokjin punya satu masa di mana menyesap manisnya teh madu terasa begitu pahit. Tak ada hangat yang menjalar, melainkan dingin yang menggigit. Pun dilingkupi ketakutan yang tertahan menjerit.

.

.

Jam tua itu berdentang enam kali. Suaranya terpantul di seluruh dinding juga jendela kaca. Ketika sirine mobil patroli melintas, denting lonceng perak yang menggantung di pintu kafe terdengar. Merdu dan menenangkan. Seolah telinga ini baru menyerap alunan itu setelah sekian lama menghilang. Kendati Kim Seokjin selalu bertandang ke kafe ini setiap harinya.

Seseorang melangkah masuk. Alih-alih menyambangi konter untuk setidaknya memesan segelas cokelat hangat, gadis itu mendaratkan bokongnya di kursi yang bersisian mejanya dengan Seokjin. Jarak yang cukup dekat hingga memudahkan Seokjin melihat sulaman nama di seragam gadis itu.

Lucy.

Rambutnya hitam legam bergelombang. Seokjin selalu suka memandang sisi wajahnya yang terkena bias mentari sore. Tampak ayu lagi damai. Layaknya suara piano yang sedang mengalun lembut memenuhi seisi kafe.

Kendati yang dilakukan Lucy hanya duduk di sana memandang ke sekeliling ruang, wanita cerewet yang bekerja sebagai kasir itu tak pernah menyuruh si tukang bersih-bersih untuk mengusirnya. Mereka, juga beberapa pengunjung lain, seolah abai akan presensi sang gadis.

Seokjin pernah bertanya pada si tukang bersih-bersih selepas Lucy meninggalkan kafe. “Kaulihat gadis yang baru saja keluar?

Kerut di dahinya, satu gelengan pelan, juga kalimat balas atas pertanyaan Seokjin, membuat teh madu yang tadi disesapnya terasa pahit, tak ada hangat yang menjalar, melainkan dingin yang menggigit, pun dilingkupi ketakutan yang tertahan menjerit

Tidak ada yang keluar dari pintu itu. Mungkin kau berhalusinasi.”

Ternyata, mereka bukannya tak acuh, melainkan tak tahu.

Seokjin melihat Lucy. Dan dia sangat yakin kalau Lucy selalu berkunjung ke kafe ini tepat pukul enam. Duduk sendiri di dekat jendela, menikmati denting piano dari pengeras suara, dan sesekali bersenandung lirih. Mereka memang tak pernah bersitatap, pun berbagi sapaan singkat. Namun, Seokjin percaya gadis itu ada.

Maka, detik ini juga, Seokjin harus membuktikan bahwa dia tidak berhalusinasi atau Lucy hanya khayalannya saja atau bahkan gadis itu tidak ada. Memutar tubuh ke arah sang gadis, Seokjin berdeham cukup keras hingga menarik atensinya.

Surai bergelombangnya mengayun pelan ketika Lucy menoleh. Sekian sekon berlalu dalam geming, saling mengamati raut wajah lawan tatapnya. Seokjin melihat kesedihan mendominasi. Manik bulatnya beriris nila. Warna yang menunjukkan tengah malam dengan kerlip bintang sebagai candu yang mengikat sang penikmat untuk terus menatapnya. Menghipnosis Seokjin untuk ikut merasakan apa yang selalu menyelimuti sosok Lucy. Tetes demi tetes air mata bergulir membasahi pipinya ketika seulas senyum lemah itu terkembang di wajah sang gadis.

Kim Seokjin terbuai oleh senyum itu, pun mengingatkannya pada apa yang selama ini dia lupakan. Lupa bahwa Lucy pernah bersemayam di hati juga pikirannya. Gadis yang membuatnya terjatuh dalam cinta yang sama itu kembali hadir di hadapannya. Dan, Kim Seokjin terlalu bodoh untuk lekas menyadarinya beberapa hari lalu.

“Aku merindukanmu, Ayah.”

Panggilan itu… satu yang selalu didengarnya setiap hari. Mencerahkan awal paginya, menutup hari lelahnya dengan ucapan selamat malam, dan kini, mengingatkan Kim Seokjin akan sebuah kenyataan. Bahwa mereka tak lagi berpijak pada ruang yang sama. Disebabkan oleh satu kecelakaan yang merenggut sosok seorang ayah dari kehidupan si kecil Lucy, sepuluh tahun lalu. Kebakaran besar yang terjadi di kafe ini, menewaskan beberapa pengunjung, wanita penjaga kasir, tukang bersih-bersih, dan Kim Seokjin—seorang manajer kafe.

.

I always miss you, My Little Lucy.”

.

fin.

.

Indigo is the color of the midnight sky, relates to addiction, mystical as it bridges the gap between finite and infinite.

.

snqlxoals818

Advertisements

22 thoughts on “[What is Your Color?] IRIS – Ficlet (snqlxoals818)

  1. keren bgt ff nya..
    diksinya bagus bgt, dan ceritanya yg penuh kejutan..
    pertama baca kaget, setelah diulang wahh nggak nyangka begitu maksudnya..
    yah intinya keren lah thor..
    fighting buat ff selanjutnya \(*○*)/

    Like

  2. Jadi, Jin, Wanita kasir sama Tukang bersih2nya itu hantu? *Tiba2Merinding*

    Endingnya gak ketebak… soalnya aku kira Lucy yg dh mati.

    Like

  3. Awalnya kupikir Seokjin halusinasi
    Ternyata, selain fakta mengejutkan kalo Lucy anaknya, eh… malah Lucy yang… gitu deh
    Ngga disangka-sangka loh
    Suka banget><

    Like

  4. First, congrats buat author dapet juara 3 ↖(^ω^)↗
    Really nice (y) Aku syuka emosi pas tahu Seokjin yang meninggal, dapet banget^^
    Sorry, ngasih review gak mutu hehe 😀 Last, keep writing ❤

    Like

  5. Sumpah demi apa ini, kakk, keren parahh!! Awalnya aku ngira Seokjin yang halusinasi, ternyata…duhh, pantes aja menang. Fanfict-nya keren begini.. Congrats ya, kak..

    Like

  6. Jin bapaknya Lucy, terus, Lucy itu Indigo, begitu bukan?._.
    Aaaaa walaupun otak kecil ku ini agak lama loading ketika mengartikan, tapi fiksinya keren bgt sukaaaa gak heran kalau jd juara chukkhae author-nim! Keep writing!😆✌🏻️

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s