[Chapter 5] The Chronicle of Milkyway: Sparks of Feud

the chronicle of milkyway

IvyJung and Rizuki

proudly presented (not) a masterpiece

The Chronicle of Milkyway: 

Sparks of Feud

.

starring by all of BTS members and some OCs

genres fantasy, family, friendship, angst, dark (including action, adventure and thriller) | length chaptered | rating PG-17

cr. poster by echaminswag~

Prolog; Introduction; #1 Shining Stars; #2 Spectra; #3 Gloria Victis; #4 Vanitas Vanitatum

.

Once upon a night, there is a story about Milkyway.

.

.

.

Pagi Claire tidak baik-baik saja. Setelah semalaman tenaganya dimaksimalkan untuk pendar Orion, pikirannya juga turut lelah akibat beberapa hal yang mengusik ketentramannya. Claire Jung sebenarnya bukan tipe perenung. Dia bahkan lebih suka berkonfrontasi kata dengan Betelgeuse sebagai bentuk pengabdiannya pada Orion ketimbang menyelami pikiran seperti yang biasa Rigel lakukan. Tentu bergeming seorang diri dalam hitungan jam sudah pasti disebabkan oleh sesuatu yang luar biasa menghantam pikirannya.

Gadis Bellatrix itu diam-diam mengerjap, tak menyangka jika setitik bulir asin turut lolos dari kelopaknya, menodai pipi tirusnya. Claire lekas menyapunya kilat sebelum seseorang menangkap basah aksinya.

“Apa-apaan ini?”

Claire menggumam tak jelas. Sedikit canggung bahkan bagi dirinya sendiri. Ia lantas meraup oksigen dalam-dalam guna menenangkan perasaannya. Berdamai dengan gejolak hatinya.

Jangan lupa, Arcturus hampir membunuh Eta Carine, Bellatrix. Kau juga tahu kalau lelaki itu juga hampir mengantar adik perempuannya ke dalam lembah kematian, ‘kan?

Kalimat itu terngiang lagi. Sukses menyulut percikan rasa cemas di hatinya. Claire sungguh merasa tidak nyaman terkungkung gundah semalaman. Oh, ingatkan Namjoon untuk membayar semua ini nanti. Karena—

Pikirkan baik-baiksaudara kembarmu hampir mati akibat pertempuran dengan Arcturus.”

ucapan Raja Orion itu sungguh mengusiknya.

“Kurang ajar!”

Ia kembali mengacak surai cokelatnya. Menjambaki dengan keras berharap ucapan Rigel tempo lalu tak lagi mengganggu pikirannya. Oh, ia cukup lelah akhir-akhir ini, tahu. Bisakah siapa pun tak menyebut nama Eta Carine di hadapannya?

Luka sang Bellatrix menganga lagi.

Rindunya menyayat ulu hati hingga rasanya ia mau mati. Claire tahu hal terbaik yang harus ia lakukan hanyalah mengabaikannya. Kisah mereka, kebersamaan mereka, bahkan hubungan darah yang mereka miliki. Ikatan keduanya yang diharapkan putus tergerus waktu nyatanya tak jua kikis walau sudah bertahun lamanya. Separuh hati Claire masih menyimpan memori tentang Eta Carine. Dan separuh lainnya diam-diam berharap si penghuni rasi Carina itu merasakan hal yang sama.

“Benarkah Arcturus melakukan itu padamu? Euhh… Apa kau baik-baik saja, Cass?” Embusan napas Claire terdengar lagi. Dengan pertimbangan matang, ia akhirnya memutuskan melesap dalam gumpalan asap tebal.

*

*

“Berikan perkamen itu, Jeon.”

Sigap sang Canopus mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Menghindari jemari Cassie merebut surat yang baru saja diserahkan oleh dua punggawa utusan penguasa Centaurus kepadanya. Cassie memang tak tumbuh sebaik pemuda itu, tingginya hanya sebatas garis telinga Jungkook. Maka, pemilik konstelasi Carina itu hanya perlu berdiri tegak dengan perkamen yang dijulangkan ke atas di genggaman tangan kanannya. Aman.

“Jangan memaksakan diri, Nona Kim.”

Berjinjit-jinjit, ia masih penasaran setengah mati pada goresan tinta dari Centaurus untuk konstelasinya. Jeon Jungkook hampir terbahak melirik air muka Cassie yang sudah merah padam menahan gemas. Biru lebam di berbagai sisi tak mampu menyembunyikan kesan berangasan yang sudah terpatri kental pada diri aide-nya. Bisa dipastikan dalam hitungan tiga, kemarahannya akan membuncah, meledakkan seisi Carina, bisa jadi.

Satu.

Pemuda itu benar-benar kehilangan sisi wibawa saat ini. Keangkuhan dan arogansi lenyap begitu Carina dalam keadaan lengang—berbanding terbalik saat ‘tamu’ mereka datang menghampiri.

Du—

“Berengsek! Berikan padaku, Canopus!!!”

Oh, belum sampai tiga, omong-omong.

Bintang muda itu mengalah sebelum kena hajar, pun raut Eta Carine yang segera melunak ketika surat itu berhasil dirampas dari tangan Canopus. Sunyi sejenak menguasai udara tatkala Eta Carine berusaha membaca hingga tamat isi pesan raja Centaurus. Dan saat menjumpai titik akhir kalimat, ia mendengus sarkatis. Eta Carine meletakkan satu tangannya pada pinggang selagi netranya menancap pada manik Jungkook.

“Kaupercaya pada mereka, huh?” sindirnya dengan nada paling menyebalkan yang ia miliki.

Sebelum sang Canopus berkesempatan menjawab, mendadak atmosfer janggal menyergap keduanya. Embusan angin lekas menghentikan seluruh pergerakan Canopus serta Eta Carine. Mereka spontan membeku. Saat Raja Canopus sedang menerka (juga mengumpat) kedatangan siapa lagi yang hendak mengusik konstelasi tercintanya, Eta Carine sibuk menenangkan hatinya yang sekonyong-konyong berdentum berkali lipat. Gadis itu tahu dengan pasti; siapa yang baru saja memasuki gerbang Carina.

Ia membuang pandangan ke luar disertai raut kepanikan.

“Claire…”

*

*

“Berhasil?”

Proxima Centauri mengangguk mantap. Dirangkulnya Min Yoonra yang telah menyelesaikan utusan bersamanya ke rasi Carina. Mereka berdua menyunggingkan senyum suka cita di hadapan sang Alpha yang juga turut merasakan euforia yang sama.

“Mudah membujuk Canopus untuk bergabung dengan kita, Jung Hoseok.” Beta Centauri buka suara. “Terlebih ketika mereka sedang menaruh dendam besar-besaran pada Arcturus. Oh, kau lihat sendiri bagaimana rupa jelita Eta Carine berubah lebam mengenaskan seperti tadi, Jim? Aku hampir terbahak, sebenarnya. Haha.”

Ew, jelita katamu? Dia satu-satunya terbengis yang pernah kutemui, Ra. Bahkan romannya sungguh tak bersahabat,” balas Jimin.

“Peduli apa? Kita memang tak datang untuk bersahabat, Park Jimin.” Yoonra terkekeh, lantas menatap Jung Hoseok. Pemuda itu mengangguk mantap disertai ulasan bibir yang begitu kentara.

“Tak ada yang namanya ‘sahabat’ dalam Milkyway. Aku setuju.”

Jimin melepaskan tautannya pada bahu Yoonra. Bergantian menatap dua orang di hadapannya tajam. “Lantas kau menganggapku apa, hah?” bentaknya naik pitam hingga membuat Yoonra nyaris terjungkal.

“Astaga, Park Jimin!”

“Aku menganggapmu saudaraku, Jim. Bagian terpenting dalam hidupku. Sahabat? Mungkin berlebihan jika aku bilang bahwa kau lebih dari sekadar sahabat. Tapi, begitulah kenyataannya. Kau alasan Centaurus mampu bersinar seterang ini, kautahu?” Sembari berkata panjang lebar, Jung Hoseok menatap mata Jimin dalam. Sedetik kemudian atensi mereka beralih pada gesekan pedang Yoonra yang telah dikeluarkan dari sarungnya.

“Jung Hoseok, Park Jimin. Sungguh aku akan menebas kepala kalian satu persatu jika kalimat murahan seperti itu masih berlanjut. Astaga, aku ingin muntah mendengarnya! Belajar merangkai kalimat menjijikan dari mana kau, huh?”

Baik sang Alpha maupun sang Proxima terbahak kemudian.

“Sial, Hoseok mulai merayuku, Ra.”

Dan ocehan-ocehan ringan mereka berlanjut tanpa peduli waktu yang bergulir. Hangat. Konstelasi Centaurus selalu diselimuti atmosfer paling hangat dalam lingkup Milkyway. Kesederhanaan penghuninya mencipta suasana damai setiap saat. Tak peduli berapa banyak dendam dan sakit hati yang berjubal di dalam hati masing-masing bintang, mereka selalu bisa megonversi sejenak keresahan menjadi harmoni yang lebih tenang.

Dendam memang tetaplah dendam. Bahkan sakit hati tak layak dilupakan sebab telah mengakar dalam afeksi. Bagi Min Yoonra, terutama.

“Ra, mau melanjutkan misi ke yang lain? Mencoba peruntungan pada Canis Major, misalnya?”

Pemilik julukan Beta Centauri itu paham. Sejenak ibu jarinya terangkat. Lantas bibirnya merupa kata ‘oke’ serentak dengan kedipan sebelah mata.

*

*

“Apa yang kaulakukan di sini, Claire?”

Menggebah jubah, Eta Carine tak habis pikir dengan apa yang terpampang di depannya; Claire Jung, lengkap dengan raut sayu yang menyempurnakan keterkejutannya.

“Cass.” Claire malah tersenyum, mengurai tangannya yang sebelumnya bersedekap dengan erat. “Kupikir Arcturus tidak benar-benar mengalahkanmu, lebamnya tak seberapa. Bahkan wajahmu masih serupa iblis, Cass. Cantik… bengis.”

Yang dikomentari tertawa mendengus. “Khawatir, huh? Berhematlah sedikit, Claire. Jangan menghamburkan waktu dan tenagamu yang berharga itu hanya untuk hal tidak penting seperti ini.”

“Aku tahu.” Claire menyahut cepat. Jemarinya meremas sisi jubah beludrunya sendiri demi menetralisir kegugupan. “Aku hanya ingin memastikan, itu saja.”

Bibir Cassie lantas berkumut, “Pulanglah. Orion pasti sepi tanpa serapahmu sekarang. Aku sibuk, Claire.”

Claire jelas tak terkejut. Dari dulu, saudarinya memang tak gemar beramah-tamah, dan sayangnya, Claire juga memiliki sisi keras kepala berlebihan. Tak ada yang bersedia mengalah dari dua gadis pemilik wajah serupa itu. Dan kali ini, ketika Claire sedang berbesar hati meruntuhkan sedikit egonya, Cassie justru sibuk mempertebal sisi angkuhnya.

Sebelum sang Eta Carine berpaling meninggalkan jelmaan refleksinya, bayangan kehitaman melesat kilat ke arahnya, lantas merupa sosok pemuda yang dengan kurang ajar menghadang langkahnya.

“Kim Taehyung!” Claire hampir memekik, tak menyadari jika perjalanannya ke Carina dikuntit si bodoh milik Orion itu.

Pemuda itu, dengan seringaian khas menyebalkannya menyapa Cassie lebih dahulu sebelum menarik tubuh prajurit Carina itu untuk kembali berhadapan dengan Claire.

“Apa yang kaulakukan?” Cassie mengibas tangannya, membebaskan pergelangannya dari cengkeraman Taehyung. Otaknya langsung bisa mengenali dengan siapa ia sedang berhadapan; Betelgeuse, makhluk dengan kekuatan otot maupun otak meragukan yang dimiliki Orion.

“Claire, masih ingat cara mengangkat dagu, ‘kan? Kau tidak cocok memasang raut sendu seperti itu, omong-omong. Dan—“ bintang muda itu melirik Cassie, “haruskah aku meminta izinmu terlebih dahulu untuk mengajarinya cara tersenyum? Wajahnya sedikit menyebalkan, sungguh.”

Taehyung diam-diam terkekeh samar. Sedikit aneh melihat bagaimana raut Claire tak seperti biasanya; Bellatrix terlihat lebih lunak dan bersahabat—oh, tatapannya pun memancarkan kehangatan, lihatlah!

Tanpa persetujuan dari kedua gadis yang sama-sama smembangun ego setinggi langit itu, Kim Taehyung lekas menarik pergelangan tangan keduanya. Sejenak, ia tersenyum. Lantas menautkan jemari Claire serta Cassie—hingga kedua gadis itu saling tatap di tengah kecanggungan.

“Nah, setidaknya kalian perlu saling menjabat tangan seperti itu saat bertemu.”

*

*

Kim Seokjin lekas melesat ke dalam istananya tatkala melihat kepulan asap hitam membubung, berasal dari balik birai jendela ruang eksperimen sang adik. Pemuda itu melemparkan pedangnya serampangan selagi mengumpat sebal saat tempurung kakinya hampir saja tersandung kaki meja. Pikirnya seketika dipenuhi berbagai macam spekulasi buruk mengenai kondisi Shira, sang adik. Keberadaan Shira sebagai kelemahan Canis Major tentu acap kali membuat beberapa musuh sang Sirius tak segan menerobos ke dalam istana. Kalau ia tak salah ingat, mungkin sudah hampir sepuluh kali Seokjin menerima kunjungan tak diinginkan dari lawan-lawannya yang berniat meruntuhkan kebesaran Canis Major dengan jalan menaklukkan Shira terlebih dahulu.

“Kim Nayeon!”

Kaki pemimpin Canis Major tersebut lekas menendang keras-keras pintu ruang pribadi adiknya. Lantas, ia disambut oleh kepulan asap hingga membuatnya terbatuk alih-alih pandangannya mulai sedikit memburam.

“O-oh, Kak Seokjin.” Sang bintang Shira seketika berlari menghampiri kakaknya. Gadis tersebut hanya terkekeh kecil selagi memeluk tubuh sang kakak. “Maafkan aku. Sepertinya aku membuatmu khawatir lagi, huh? A-aku… aku salah memasukkan beberapa bahan untuk ramuan terbaruku, sepertinya.”

Manik Seokjin membola tatkala mendapati ruangan tersebut sudah penuh dengan cipratan cairan kehitaman. Tampaknya, selain gagal membuat ramuan terbarunya, Kim Nayeon hampir membakar ruangan ini dengan menumpahkan cairan hitam yang sepertinya cukup eksplosif tersebut. Sejemang, retina Seokjin menyambangi sosok Nayeon yang tengah memasang raut paling bersalah.

“Oh Tuhan! Kau hampir memusnahkan ruangan favoritmu sendiri, Kim Nayeon. Kau baik-baik saja, ‘kan? Tidak ada yang terluka—atau adakah yang sakit, eum?”

Shira tergelak sembari memeluk Sirius detik selanjutnya.

“Aku baik-baik saja, Kak. Selama ada kakak, aku yakin tidak ada satu pun yang bisa menyakitiku.” Kim Nayeon mengeratkan dekapannya. Menghirup lamat-lamat aroma tubuh sang kakak yang begitu digemarinya. Betapa gadis itu bersyukur telah ditakdirkan menjadi bagian dari hati Seokjin. Betapa ia patut berbahagia telah dibesarkan dengan limpahan kasih sayang dari sang Sirius—raja Canis Major—satu-satunya lelaki yang begitu dibanggakannya.

“Omong-omong, aku begitu mencintaimu, Kak. Terima kasih telah menjadi kakakku. Terima kasih telah menyayangi serta menjaga diriku yang tidak berguna ini, Sirius.”

*

*

Cih!”

Betelgeuse lekas membelokkan pandangan selepas telinganya mendengar sebuah decakan keluar dari balik katup sang Bellatrix yang berdiri di sebelahnya. Belum sempat ia menegur, tepukan Rigel sudah lebih dulu mendarat di pundak gadis bernama asli Claire Jung tersebut.

“Sirius lagi, huh?” tanya Rigel seraya mengibas jubahnya yang sedikit bergerak terendus angin. “Apa yang sedang dilakukan dia, Claire?”

Kim Namjoon tahu jika Claire baru saja selesai memata-matai Canis Major, lagi. Kemampuan gadis tersebut dalam melihat dimensi ruang yang berbeda, sering kali hanya terpaku pada konstelasi paling terang di Milkyway tersebut. Maka, saat Claire tiba-tiba mengumpat setelah berkemam selama beberapa menit lamanya, sudah bisa dipastikan jika baru saja pikirannya sedang menerawang kegiatan Sirius di Canis Major.

“Tentu saja mengkhawatirkan Shira. Memangnya apa lagi yang bisa dilakukan Sirius selain menaruh berjuta kekhawatiran serta pikiran buruk mengenai adik tercintanya it—AWW! BETELGEUSE!” Selembar kulit pisang melayang ke arahnya. Manik kelam Claire lantas tertancap pada sosok Betelgeuse yang kini tengah terkekeh sembari mengupas buah pisang kesukaannya. Pemuda bernama Kim Taehyung itu tampak tak gentar dengan tatapan bak pisau yang dilayangkan gadis terkuat di Orion tersebut.

“Kau juga pasti akan bertingkah serupa dengan Sirius jika saudara kembarmu itu terancam seperti Shira, Bellatrix. Oh, rupanya wajahmu hanya berubah lebih anggun saat bertegur sapa dengan Eta Carine, eh? Ya Tuhan, baru kali ini aku menyesali kenapa dulu kalian harus tercipta lantas terpisah sebegitu jauhnya, sih? Omong-omong Claire,” Taehyung meraup udara sejenak sebelum melanjutkan ucapannya, tak peduli jika yang diajak bicara sudah menunjukkan ekspresi malas bukan kepalang, “kalian sama-sama mengagumkan dengan cara yang berbeda, kau tahu. Kau—Bellatrix si tukang mengumpat yang keras kepala, dan dia—Eta Carine yang angkuh bukan main. Astaga, benarkah dia bukan iblis?”

“Diam kau, Betelgeuse!”

“Eta Carine?” Namjoon mendengungkan tanya, sebagai bentuk ketidakpahaman.

Taehyung mengunyah pisangnya pelan-pelan sembari melirik Claire yang terlihat sedang meramu umpatan. “Claire pergi mengunjungi saudara kembarnya di Carina, tadi siang.”

Terlihat muak dengan obrolan kali ini, Claire kemudian bergegas. Dengan sekali entakan ia menyarungkan pedangnya lantas bersegera untuk meninggalkan kedua lelaki terdekatnya itu. “Namjoon-a, tidakkah kau ingin menemaniku berlatih?”

Oho! Kau mengabaikan latihan memanahku lantaran ingin berkencan dengan Namjoon rupanya. Claire, apa pesona Rigel masih terlihat lebih bersinar dibanding Arcturus, huh?”

“Kubilang diam kau, Betelgeuse! Aku tak ingin membiarkan pedang perakku ternoda untuk menebas lehermu itu, omong-omong.”

*

*

*

“MILKYWAR”

Coming Soon! Prepare your brightest light, dear all Milkystars.

.

.

“Kak Seokjin! Perkamen dari Raja Milkyway baru saja diterima. Sepertinya kompetisi akan berlangsung tak lama lagi.”

“Untuk apa khawatir, Shira? Canis Major akan kembali memenangkan kompetisi ini. Kau tak perlu khawatir, adikkku. Kita akan memenangkannya lagi.”

“Lantas… izinkan aku turun arena tahun ini, Kak.”

“Kim Nayeon!”

.

.

“Kau sudah membaca perkamen dari Raja, Claire?”

Hmm.”

“Kita akan merebut sinar Canis Major, ‘kan? Orion akan memenangkan kompetisi ini. Kim Namjoon, berjanjilah padaku, kau akan membuat Orion mengalahkan Canis Major. Kau bisa berjanji, huh?”

“Diamlah, Betelgeuse! Aku percaya masa latihan kita tidak akan berakhir sia-sia. Kemampuan memanahmu, serta pergerakan Bellatrix dalam mengayunkan pedangaku tidak perlu meragukan kalian lagi. Orion akan bersinar. Aku berjanji!”

.

.

“Aku akan menerima tawaran Centaurus, Cass.”

“Aku sudah dapat menebak keputusanmu, Canopus. Jika memang seperti itu kiranya yang kau pilih, maka sebagai pengawalmu, tentu saja aku akan menerimanya.”

“Oh, mengenai perkamen yang dikirim penguasa Milkyway; kau yakin dengan kemampuan Carina, bukan? Maksudkukita akan kembali melawan beberapa konstelasi besar, Cassapa kau sudah siap?”

Cih! Konstelasi kita mungkin tak sebesar Orion ataupun seterang Canis Major, tapi aku bersumpah akan mempertaruhkan hidup dan matiku demi Carina, Tuan Canopus. Kali ini, kau bisa memegang sumpahku.”

.

.

Ya! Gong permulaan perang akan segera dibunyikan, sepertinya. Perkamen raja sudah tiba dan aku semakin tidak sabar untuk menyambut kompetisi nanti.”

“Omong-omong, Carina menyetujui tawaran untuk bekerja sama.”

“Hoseok-a, kau tidak ingin berlatih lagi?”

“Hei, santailah, Min Yoonra. Kita tidak perlu terlalu menghamburkan tenaga untuk menyambut kompetisi. Kau pasti akan mengalahkan Arcturus di sana, percayalah. Dendammu kepadanya akan segera terpenuhi.”

.

.

Arcturus lantas melempar tatap keluar. Manik redupnya mengerling kecil; memerhatikan beberapa prajurit Bootes masih berlatih di halaman istana. Detik berikutnya, ia mengibas jubahnya selagi melempar keras-keras perkamen yang mulanya digenggam oleh jemarinya. Kabar yang sejak dulu ia nantikan; kompetisi antar konstelasiacara tahunan yang sengaja ingin dijadikannya sebuah batu loncatan demi meraih kekuasaan yang lebih tinggi.

Lamat, pemuda itu mengukir seringaian.

“Oh, saatnya menunjukkan kepada semesta, siapa Arcturus yang sesungguhnya.”

*

*

MILKYWAR; the story begin

*

*

-tbc-

 

BETELGEUSE a.k.a Kim Taehyung

Menjadi yang termuda dalam konstelasi Orion tak lantas membuat Betelgeuse krisis kemampuan. Bakatnya beradaptasi dalam segala keadaan menjadi ciri khas tersendiri bagi pemilik nama lengkap Kim Taehyung ini. Pembawaannya ceria. Dia pemuda yang tak segan mengumbar kebahagiaan hingga membuat dirinya cukup bersinar di konstelasinya. Namun tak jarang pula Kim Taehyung bertindak semena-mena dan ceroboh. Dia licik—seluruh jagad Milkyway sudah tahu persis. Baru-baru ini, kegemarannya menunggang kuda terkikis sebab ia harus menamatkan kemampuan panahannya yang begitu kritis.


WARNING!!!

Untuk chapter 6 sampai akhir, The Chronicle of Milkyway akan di-protect! Jadi, bagi siapa pun yang ingin memperoleh password-nya, diharapkan untuk mengisi bok komen pada tiga chapter yang terakhir di-publish (3, 4, dan 5).

Well, setelah memastikan diri telah meninggalkan komentar, kalian bisa menanyakan pw-nya melalui direct message ke twitter rijuki (uname: rizuki29), atau private chat ke LINE ipyjung (id: steffy_yunita).

Sekian informasinya. Sampai jumpa di chapter berikutnyaa, guys!

Regards,

IvyJung and Rizuki

Advertisements

96 thoughts on “[Chapter 5] The Chronicle of Milkyway: Sparks of Feud

  1. Ngiri banget sama seokjin yg sayang bgt sm adiknya, pengen gitu juga 😂
    Aku suka banget sama ceritanya,soalnya jarang banget ada yang ngambil tema fantasi yang se-kreatif ini. Semangat terus ya nulisnya kak 🙂
    .
    Sebenernya ff ini udah pernah aku baca, tapi cuma sampe chapter 2,dan skrg baru keinget lagi. keep writing ya kak!!

    Like

  2. Sumpah ya, Jin sayang banget sama shira , aku cemburu banggT^T

    Si taehyung memang biangnya buat emosi ya, tapi claire sama Rigel pasti sayang banget sama dia~ aku yakin..

    Semangat semua Bintang di peraduan milku way!!!

    Like

  3. Satu kata, penasaraaaaaaaaaan. Perang yang sesungguhnya akan segera terjadi. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Omaygat, kepo ini thorrrrr. Aku mau minta password nyaaaaa

    Like

  4. bentar.. aku takjub banget sama ff ini.. storyline nya unik.. Jadi, mereka itu bintang tapi berwujud manusia, terus mereka itu tinggal di langit(?).. wkwkwk imajinasiku kemana mana waktu baca ini.. anw, semoga chapter chapter selanjutnya lebih seru dan menarik.. semangat! ^^

    Like

  5. seokjin bener” kakak idaman..
    tampan, baik, penyayang, perhatian pula. apa coba yg kurang dari oppa yg satu ini.
    beruntung banget kim nayeon..

    APAA!! TERNYATA JUNG HOSEOK CUMA MANFAATIN KOOKIE..
    trus gimana kelanjutannya, kasih tahu pwnya ya kak..

    Like

  6. Huaaaa…Speechless aku mah baca ff ini.. Salah satu ff paling bagus yg pernah aku baca.. Tiap karakter yg diperanin Bangtan pas bgt mnurutku..Bikin penasaran terus.. Lanjutkan Thor.. I Love U. #alay mood on❤❤❤❤

    Like

  7. apa hosiki cuma manfaatin juki????? 😢
    buat dedek juki ati2 sama hosiki yakk 😢😢😢
    buat author keep writing 😃😃😉

    Like

  8. Kyaaaaakyaaaaaaa.jin kakak idaman banget iri deh ama shira.pingin banget tuh nabok wajah taehyung*pake bibir**ditengang army*abisnya ngeselin banget hehehe. tuh suga kalimatnya itu bikin ngeri merinding dangdut.next next!!!

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s