[What is Your Color?] Sorry & Thanks – Ficlet

summershinetex1-by-mixiuery

Title: Sorry & Thanks

Author: Cupid

Cast: Jeon Jungkook of BTS

Im Dayoung of WJSN

Genre: Friendship; Angst; Little Bit Mystery

Length: Ficlet

Rating: PG–13

Disclaimer: Fanfiction ini murni dari pemikiran saya,

 jangan pernah menjiplak fanfiction ini seenak jidatnya.

–Feliz Lectura–

 

Jungkook mengusap air matanya, pemuda itu turut kehilangan atas meninggalnya saudara sepupu sekaligus sahabatnya, Im Dayoung. Pemuda itu berusaha untuk tersenyum, menyembunyikan kepedihannya. Ia tak ingin dicap cengeng oleh keluarganya, laki – laki tak boleh menangis.

 

Itu yang dikatakan oleh almarhum kakeknya.

 

“Kau menangis?” Ibu–nya menatap ke arah Jungkook yang berdiri mematung menatap peti mati yang perlahan – lahan terkubur oleh tanah. Jungkook menggeleng, pemuda itu kemudian tersenyum.

 

“Kau berusaha menyembunyikan kesedihanmu dengan senyuman, menangislah. Keluarkan sampai kau lega…” Ayahnya menasihati sembari menepuk pundak Jungkook, mata pemuda itu perlahan – lahan berkaca – kaca, kristal bening mengalir dari ke dua kelopak matanya. Untuk pertama kalinya ia menangis, untuk orang yang ia cintai.

 

 

Tanggal 10 maret, itu berarti sudah tiga puluh lima hari kepergian Dayoung. Jungkook sekarang telah sepenuhnya mengikhlaskan kepergian Dayoung, setiap hari sabtu, Jungkook selalu menyempatkan dirinya untuk menengok makam Dayoung.

 

Setelah pulang dari pemakaman, Jungkook tak sengaja menemukan sebuah amplop hijau yang tergeletak di atas meja belajarnya. Karena penasaran, Jungkook merobek amplop tersebut.

Terdapat secarik kertas putih di dalam amplop tersebut, ketika Jungkook meraihnya, ada tulisan – tulisan berwarna hijau. “Eh, inikan pulpen glitter milik Dayoung!” kilah Jungkook.

 

Pemuda itu lekas membaca tulisan yang terdapat pada kertas putih tersebut.

 

February 5th 2016,

 

Seoul – South Korea

 

Dear my beloved cousin,

 

My clever best friend,

 

Jeon Jungkook,

 

Hai, Jungkook!

 

Aku ingin mengucapkan banyak terimakasih atas perhatianmu selama ini, sebagai sepupu dan sahabat.

 

Aku mungkin tidak bisa merangkai kata – kata dengan baik, aku juga tidak tahu bagaimana cara penulisan yang baik dan benar.

 

Tetapi, aku tahu bagaimana caranya membuatmu bahagia dan tetap semangat, meskipun aku tidak ada lagi di dunia ini.

 

Jungkook, kau telah mengajarkanku berbagai banyak hal.

 

Matematika, fisika, geografi, memasak, memancing, dan segala hal dari yang kusuka maupun yang kubenci.

 

Aku juga mengucapkan terimakasih karena kau telah merawatku ketika aku sakit, mengobatiku ketika aku terluka, dan membelaku ketika aku di bully oleh teman – temanku.

 

Kau selalu mengusap air mataku ketika ada orang lain menyakitiku, kau selalu mempersilahkanku untuk bersandar di bahumu dan mencurahkan isi hatiku kepadamu.

 

Kau selalu mendengar dan memberi saran ketika aku curhat, kau selalu ada untukku.

 

Sesibuk apapun dirimu, kau selalu menyempatkan dirimu untuk mengajakku hanya sekadar mengobrol ataupun menonton film kesukaan kita.

 

Kau juga yang mengajarku bagaimana caranya bernyanyi dengan baik, sehingga aku mendapat juara satu dalam lomba menyanyi di sekolah.

 

Kau mengajariku, membantuku, dan menolongku dalam banyak hal.

 

Tetapi aku belum pernah mengajarimu, membantumu, ataupun menolongmu.

 

Aku selalu merepotkanmu, sehingga kau tidak terlalu punya banyak waktu untuk teman – temanmu yang lain. Aku tahu kau sangat keberatan ketika mengajariku, membantuku, dan menolongku.

 

Sekali lagi, kuucapkan maaf dan terimakasih.

 

Terimakasih karena telah mengajariku, membantuku, dan menolongku dalam berbagai hal.

 

Maaf karena telah merepotkanmu selama ini.

 

Kau boleh tidak memaafkanku, kau boleh membenciku.

 

Aku memang seseorang yang tak berguna yang terus merepotkanmu.

 

Maaf dan terimakasih.

 

Tertanda,

 

Im Dayoung

 

 

Tanpa di sadari, Jungkook meneteskan air matanya ketika membaca surat dari Dayoung. Air matanya menitik mengenai kertas sehingga membuat beberapa tulisan menjadi luntur.

 

Namun tiba – tiba saja pandangan Jungkook tertuju kepada sebuah tulisan kecil yang terdapat di ujung bawah kertas.

 

PS: Aku berharap bahwa kau membenciku dan melupakanku.

Aku juga meminta agar kau jangan pernah mengunjungi makamku lagi untuk selama – lamanya.

 

 

Kertas putih tersebut terjatuh ke lantai, tubuh Jungkook bergetar. Isak tangis pemuda itu memecah keheningan, dirinya tak menyangka bahwa Dayoung meminta pemuda itu untuk melupakannya.

 

Tetapi mengapa?

 

Satu pertanyaan yang belum terjawab, mengapa setiap Dayoung menulis surat kepadanya selalu mengenakan tinta pulpen berwarna hijau?

 

Fin

 

 

“…Hijau juga dapat diartikan sebagai simbol pengharapan dan permintaan yang tulus”

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[What is Your Color?] Sorry & Thanks – Ficlet

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s