[BTS FF Freelance] Breaking Hopes – (Vignette)

16850757288_fcb93474b5_o

BREAKING HOPES

vignette by hyeonMP (@hyeon_mp)

starring BTS’ Kim Taehyung, BTS’ Jeon Jungkook | mentioned!OC’s CiQuenn Seo, SVT’s Jeon Wonwoo

rated T | comedy, brothership, and a bit fluff

disclaimer | I clearly own the plot, please do not be plagiator

.

.

.

“You take me to the top and straight down, like a gyro-drop”

–SVT’s ROCK

.

.

.

Mengajakku bertemu unicorn di langit kemudian menghempas raga dan batinku ke jurang terdalam bumi, kamu senang?

“Uwaah…..,”

Sebuah uapan lebar tak bertata krama lepas dari celah bibir milik Taehyung, sementara sekujur raga ditenggelamkan ke ranjang empuk pelepas penat sepulang kuliah. Mahasiswa yang hampir menginjak umur ke dua puluh itu terlena penuh akan alas punggung bak surga,–setelah meregang nyawa di kelas milik iblis kampus, Mr. Glen, kata-kata hiperbola tentang kenyamanan kasur apartemen memang sepantasnya muncul di angan Taehyung–sudah akan mengalih ke alam mimpi saat sebuah bantal menampar wajah kusutnya.

“Sialan!” umpatan kilas pun tak dapat dihindari–sesegera mungkin Taehyung mencari siluet si pemancing masalah. “Jeon Jungkook, kamu ingin mati di sini sekarang atau besok di taman belakang kampus?”

Alih-alih bergidik ngeri atas ancaman tidak bermutu yang dikumandangkan nyaring Taehyung kepadanya, Jungkook memilih untuk mengabai–toh, makhluk alien tidak bisa bertukar jiwa dengan psikopat, bukan?

“Jangan tidur, Tae! Ayo lakukan sesuatu.”

Laki-laki bersurai pekat itu mengacai posisi Taehyung–berbaring di ranjang–dan di atas hamparan kain empuk yang sama pula, membuat si empu tempat tidur semakin jengah.

“Pergi! Aku ingin istirahat untuk selama-lamanya!”

Racauan si makhluk alien sudah terlampau gila, namun Jungkook tak ambil pusing akan hal itu. Tinggal di apartemen yang sama selama hampir dua tahun dengannya mau tak mau membuat Jungkook hafal akan segala pola tingkah kehidupan Taehyung.

Dengan tatapan menukik dari binar cokelat Taehyung menembus jasad Jungkook yang masih bersikeras untuk mendiami celah kosong di ranjang kepunyaannya, yang lebih muda dari kedua laki-laki itu malah memberanikan diri terus mengelak–kini memangku laptop Taehyung dan melekatkan pandang pada layarnya.

“Sudahlah, terserah kamu saja. Aku ingin tidur.”

Jungkook hanya merespon dengan kikikan pelan sebelum meminggirkan iris untuk melirik si makhluk aneh berambut terang yang kini meringkuk bak fetus dengan guling di antara kaki-kakinya. Ia pun kembali menaruh fokus pada benda persegi panjang di depan penglihatannya.

“Aku membuka SNS.” ucapnya basa-basi, lantas meng-scroll layar laptop itu beberapa kali sebelum sadar bahwa akun itu bukan miliknya. “Akunmu belum di logout, Tae. Kubajak, ya.”

Terkekeh kegirangan, Jungkook kembali membolak-balikkan kursornya ke atas dan bawah, matanya jeli melihat satu persatu post yang muncul di beranda akun SNS Taehyung. Yang dipamiti untuk diinvasi privasi akunnya tak menyahut kendati belum lagi terlelap–Taehyung tahu betul Jungkook hanya anak kecil yang tak punya banyak stok kecerdikan untuk melakukan hal mengerikan pada akunnya.

Merasa ancaman kecilnya tak digubris barang sepatah pun oleh Taehyung, Jungkook berakhir mengeklik ikon notifikasi di ujung kanan atas website. Satu detik, dua detik, hingga anak itu mendapati hal tak biasa yang dapat menarik atensi Taehyung bahkan dalam situasi semacam ini.

“Tae, Tae! Tae! Taehyung! Lihatlah ini!”

Seketika Jungkook heboh sendiri, pergerakan melunjak-lunjaknya acak, tak peduli akan kemungkinan laptop di genggamannya dapat terjerembab ke lantai–dan jika hal itu terjadi, dipastikan Taehyung akan bertukar jiwa dengan psikopat.

“SUDAH KUBILANG AKU INGIN TIDUR, JEON JUNGKOOK! BISAKAH KAU DIAM SEB-“

“Taehyung, lihatlah dulu! CiQuenn! Seo CiQuenn!”

Awalnya ingin benar-benar mengubur hidup atau menenggelamkan Jungkook di laut, Taehyung mendadak bungkam saat rungunya menangkap nama tak asing yang akhir-akhir ini sering dipuja angan khayalnya.

“CiQuenn?”

Manik melebar, bocah yang kini terduduk itu mendaratkan pandang penuh kuriositas kepada laki-laki lain di sampingnya–yang terlekati ulas senyum lebar lantaran kekomplitan misinya untuk merebut atensi Taehyung.

“Lihat, Tae. Kamu tidak akan menyesal sudah menunda hibernasimu.”

Sulut kata dramatis diujarkan Jungkook sebagai sepintas jawab akan keheranan tingkat dewa milik Taehyung sebelum laptop biru laut itu dipindah tangankan kepada si pemilik. Yang disodori benda elektronik kesayangannya itu pun ganti mengunci tatap ke layar–akhirnya berfokus pada kotak notifikasi di pojok kanan setelah mengitarkan bola mata ke setiap sudutnya di beberapa sekon pertama.

 

CiQuenn Seo likes your profile picture

CiQuenn Seo likes your status

CiQuenn Seo likes your picture

CiQuenn Seo likes your comment

CiQuenn Seo likes your status

 

Jika masih mungkin, lagi Taehyung membuat tampak binar cokelatnya semakin jelas–kelopaknya makin terbuka akibat rentetan nama yang sama memenuhi notifikasi SNS-nya.

“Ci-CiQuenn? CiQuenn pacar kakakmu? CiQuenn yang blasteran Jerman? CiQuenn yang-“

“Iya, Tae, iya. CiQuenn yang kamu taksir itu, yang kamu pujakan namanya setiap hari–kendati sudah tahu kalau dia pacaran dengan Kak Wonwoo.”

Jungkook menanggapi malas–mulai menyesali apa yang dikorbankannya hanya untuk meraih perhatian Taehyung dari acara tidur siang suci itu. Kini wajah tan Taehyung dipenuhi semu merah–yang, oh, sangat menjijikkan bagi Jungkook. Tangannya pun terulur untuk menjorok kepala Taehyung dari layar laptop yang tak kunjung dialihi pandang.

“Sudah, berhenti. Tingkahmu sudah seperti remaja perempuan lima belas tahun yang tergila-gila pada seniornya.” Jungkook berujar lagi dengan netra menembus nanar Taehyung yang kini bergiliran melompat-lompat di atas ranjang.

“Iya, Jungkook. Aku memang remaja perempuan lima belas tahun yang tergila-gila pada seniornya.”

Damn it, Jungkook, you’re so damn wrong telling Taehyung this. Jungkook tak akan berhenti menuntut kalut dirinya sendiri ketika cercah tak berujung yang mulai terdengar tak waras muncul dari regang pita suara Taehyung. Suaranya husky, dengan kikik beroktaf super rendah di sela-sela, Taehyung sudah berubah status menjadi penghuni rumah sakit jiwa.

Jungkook pun hanya bisa menghelakan napas pasrah, matanya bergulir ke tiap penjuru ruang–mencari ide bertopik hal yang bisa dilakukan untuk membunuh waktu berada di samping Taehyung si alien gila yang pola pikirnya sudah berkonversi dengan milik perempuan-perempuan pemekik nama idola mereka. Meraih ponsel hitamnya dari atas nakas, Jungkook mulai beralih fokus kepada benda itu–ikut-ikut mengecek akun SNS lantaran memang itu destinasinya dari laptop Taehyung tadi.

Kini Jungkook pun mengabai penuh terhadap presensi Taehyung yang sebenarnya masih melontar kata-kata tak pantas ada seperti; “Jadi dia pasti stalking akunku. Oh, kenapa dia membuatnya begitu jelas?”. Diperiksa tanpa satu terlewat kegiatan-kegiatan orang yang memenuhi beranda akunnya sebelum berakhir pindah ke kolom notifikasi–persis bak yang dilakukannya berbelas menit lalu pada akun Taehyung.

O-ow.

Man, this is too much.

Kedua belah bibir Jungkook berhenti berkatup tak lama setelah matanya mendapati sesuatu–kali ini lebih heboh dari yang tadi (atau mungkin sama). Sederet nama yang sama yang tadi memenuhi notifikasi Taehyung, kini bercermin di milik Jungkook. Kata-kata yang tertoreh di sana pun persis, membuat Jungkook menggelar gelak tawa meledak-ledak bak petir yang bersambaran saat hujan badai. Yang mencicitkan kikik tak jelas daritadi di sisinya pun bungkam, tercuri perhatiannya oleh suara berintensitas tinggi dari Jungkook.

“Kamu kenapa?” Tatap polos dari Taehyung menjadi saksi bisu atas gulingan tak terkontrol tubuh Jungkook di atas kasurnya–dengan beratus nada tawa tanpa ampun.

Tak bisa menghentikan komedi yang menyeruak sarafnya solo tanpa teman, Jungkook akhirnya menunjuk ke arah ponselnya–setengah melempar benda itu ke arah Taehyung. “Tae, hahahahahhahah, itu, CiQuenn, CIQUENN JUGA STALKING AKUNKU, hahahahahhahahahha.”

Yang diteriaki pun terpanggil untuk memeriksa kebenaran dari ucap terseling tawa nista Jungkook. Ditekan tombol power ponsel Jungkook yang sempat mati beberapa sekon dibiarkan, sebelum secara langsung disaksikan indera penglihatannya bahwa terbubuh sebuah nama ‘CiQuenn Seo’ beruntut di kolom yang sama seperti di akun SNS-nya barusan, membuatnya menganga tanpa kata–membisu lagi dengan sejumlah perasaan tak senang menembus palung hati terdalamnya.

“Tae, uh, ahaha,” Jungkook pun mengolah napasnya agar teratur kembali setelah serentet tawa tak henti. “Rupanya dia memang sedang mengadakan aktifitas boom-like pada banyak akun temannya. Dan….., bukan hanya milikmu, tentu. Afterall, she’s still Jeon Wonwoo’s, bro. Better to leave them out.”

“LALU KENAPA TADI KAMU MENUNJUKKANNYA PADAKU, DASAR BOCAH! MENGAJAKKU BERTEMU UNICORN DI LANGIT KEMUDIAN MENGHEMPAS RAGA DAN BATINKU KE JURANG TERDALAM BUMI, KAMU SENANG? SEBAIKNYA KAMU BERSYUKUR HARI INI KARENA BESOK ADALAH UMUR TERAKHIRMU, CEPATLAH KAMU PERGI MATI DI NERAKA BERSAMA–“

Dan tidak ada yang mau mendengar celoteh super berisik dari Taehyung di hari itu, tanpa terkecuali Jungkook yang memilih untuk melarikan diri ke kediaman kakaknya.

 

-fin

.

.

A/N : Yay!! Another comedy-fic made by me, haha. Terimakasih beruntut yang sebesar-besarnya ditujukan buat kalian semua yang mau baca hingga fic ini menemui tanda fin. Kkkk, itupun kalau ada yang baca, yap heheu. Omong-omong, this fic is really absurd XD Demi apapun ini gajelas banget, dan sebenarnya terinspirasi dari pengalaman pribadi. Oww, such a shame for me >< Okay, yang itu nggak usah dibahas soalnya malu-maluin banget. Oya, sebenernya–lagi–cerita nyata ini kualami bersama karib dari SMP berinisial Choi Sooji /eh?/ Yah itulah nama penanya dia, nama asli sebut saja Mawar(?). Kuharap kamu baca ini dan inget kejadian waktu di asrama(?) dulu, entah kelas sepuluh atau sebelas, lupa akunya. Tapi kalau kamu engga inget ya sudahlah aku pasrah >///< Yapp sekian cuap-cuap tak berujung jelas dari hyeon, LUV YA DEAR LOVELY READERS!!! Hoping some words in review column from you, that’s totally heartwarming, guys! Thankssssss!!! ❤ ^^

.

.

Lastly, kindly visit my personal blog ^^

https://hyeonmp.wordpress.com/

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF Freelance] Breaking Hopes – (Vignette)

  1. Pingback: [VIGNETTE] Breaking Hopes – hyeonMP

  2. Ada kok yang baca ada akuuuu /plak
    Wakakakak ini pengalaman pribadi thor? WAHAHAHA SAMA EIKH JUGA PERNAH TUHHHHH :””””D berasa di ajak ngeliat unicorn di atas awan lalu di hepaskan ke jurang feelnya kayak gitu tp ceritanya beda /eh ini apa/ XD
    Asli aku bacanya sampe terqeqeh terjungqal terguling bacanya pagi-pagi baru wake up gini/eh/ keep writing with your ownstyle author 😆 jihyeon/98line disiniiii 😀

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s