[What is Your Color?] Let me to hold you – Oneshoot

images (10)

Judul: Let me to hold you

Author: Byungie_Macchiato

Genre: Romance, sad

Length: oneshoot

Rating: PG 17

Main Cast: -Kim Taehyung

-Song Raemi

Disclaimer: THIS FANFIC IS PURE MINE! DON’T COPY! Cast belong to GOD and their parents.

*

*

Summary: “selama kau bahagia. Aku tak peduli dengan hidup ini meskipun terasa sakit.”

*

*

Jika kau bertanya tentang warna apa yang paling indah dipelangi, maka Taehyung akan menjawab warna biru.

Ya, biru.

Menurut Taehyung biru itu melambangkan perdamaian, ketenangan dan kebahagiaan.

‘Biru itu indah’ gumam pria itu sambil memandang langit.

Entah mengapa Taehyung sangat suka memandang langit dan awan setiap saat, atau disiang bolong seperti ini disaat jam istirahat. Dia seperti menemukaan kebahagiaannya tersendiri. Bahkan pria itu tak henti-hentinya tersenyum.

Membuat Jimin―temannya menatapnya dengan tatapan aneh.

Dan ini rahasia mengapa Taehyung menyukai biru. Karena biru adalah warna langit. Dan dari langit itulah ia dapat membayangkan wajah gadis yang dicintainya.

Terdengar konyol memang. Tapi itulah Taehyung, pria dengan sebutan setengah waras.

“kau tidak lapar?”, tanya Jimin

Taehyung mendesis. Kesal karena kebahagiaannya baru saja dihancurkan. Lalu menoleh kearah Jimin. “Apa kau tidak lihat aku sedang apa?”

“dan memangnya aku peduli, hah?! Alangkah baiknya jika aku pergi kekantin sejak tadi. Aku pergi!” Jimin baru saja bangkit dari duduknya saat Taehyung menarik tangannya.

“teganya kau meninggalkanku yang sedang kelaparan.” Ucap Taehyung dan jangan lupakan ekspresinya yang berlebihan. Dan jimin hanya bisa melayangkan tatapan datarnya.

Jungkook pernah bilang kalau Taehyung itu punya sifat romantis, tapi Jimin tidak menyetujuinya. Kata Jimin, Taehyung itu hanyalah bocah ingusan yang tidak bisa diam.

Meskipun sungguh mau seperti apapun tingkah Taehyung, pria itu memang tetap terlihat tampan. Dan benar apa kata Jungkook, Taehyung memang pria romantis. Dan yang paling penting, Taehyung merupakan pria yang paling tegar. Lebih dari Jungkook maupun Jimin. Pria itu sangat sabar dan tetap tegar menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya.

*

*

Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, Taehyung rela memanjati pagar. Melewati anjing penjaga dan berjalan mengendap-endap hanya untuk bertemu gadis yang dicintainya.

Ya, ia sangat mencintai gadisnya.

Namanya Song Raemi.

Gadis pertama yang berhasil merengkuh hati Taehyung. Gadis yang sudah mengisi hari-harinya dengan cerah. Gadis yang memiliki senyum terindah, menurut Taehyung.

Dan, apakah gadis itu mencintainya?

Mencintai Taehyung seperti Taehyung mencintainya.

Apakah gadis itu membalas perasaannya?

Jawabannya adalah tidak.

Raemi. Dia bahagia memiliki Taehyung disampingnya. Bahkan dia sangat bersyukur bisa bertemu orang seperti Taehyung yang selalu membuatnya tertawa. Tapi ia tidak bisa jika harus menganggap Taehyung lebih.

Dan, kenyataan pahit yang harus Taehyung terima adalah Raemi menyukai Seokjin―kakak Taehyung. Sayangnya, Taehyung memiliki hubungan yang kurang baik dengan Seokjin. Bahkan ia mengklaim jika Seokjin adalah musuhnya.

Beralih ke Taehyung saat ini.

Pria itu sudah berhasil naik keatas balkon rumah Raemi. Dengan modal panjat pohon yang ia pelajari saat sd. Dengan penuh hati-hati ia mengetuk jendela kamar Raemi dan hanya menunggu beberapa detik, gadis itu muncul dari balik tirai jendela. Tersenyum untuk kesekian kalinya.

Raemi menggeser jendela besar kamarnya. “sepertinya ada tamu yang tak diundang.” Lalu mempersilahkan Taehyung masuk.

“seorang pangeran yang ingin menculik putrinya. Haha.” Sahut Taehyung, membuat Raemi terkekeh.

“kau bawa apa?”

“Cha! Aku bawa jjangmyun kesukaanmu!!” celoteh Taehyung sambil mengangkat kotak makanan itu dengan tinggi.

“ah.. kebetulan. Tadi aku makan malam hanya sedikit. Apalagi ibu tadi masak sayur. Aku benci.” Raemi langsung menyambar kotak makan milik Taehyung dan melahap isinya.

“hei hei.. makanlah pelan-pelan. Kau seperti belum makan seharian.”

“aku memang lapar.” Ucap Raemi dengan mulut penuh dengan jjangmyun.

“Aigoo.. kau lucu sekali..” Taehyung mencubit-cubiti pipi raemi, gemas. Sementara Raemi yang sedang sibuk makan berusaha menepis tangan Taehyung karena merasa terganggu.

Setelah menghabiskan jjangmyun, gadis itu menegak sekaleng susu yang juga dari Taehyung. “terima kasih banyak.” Lalu mengelus puncak kepala Taehyung.

“Ya! Aku bukan anjingmu.” Sela Taehyung dengan wajah yang bersemu merah.

“memang bukan. Tapi mirip.” Cibir gadis itu.

“awas kau ya. Akan kubalas.”

Selama beberapa menit mereka mengobrol. Dan sepertinya Taehyung membuat lelucon karena Raemi tak henti-hentinya tertawa. Tanpa Raemi sadari, selama itu Taehyung terus memperhatikannya. Menatap wajahnya. Sungguh hanya menatapnya membuat Taehyung bahagia.

“oh ya. Bagaimana kabar Seokjin?” tanya Raemi tiba-tiba setelah ia berhenti tertawa.

Rahang Taehyung mengeras. Mendengar itu mood Taehyung berubah. Hanya mendengar namanya saja membuat Taehyung muak.

Seokjin dan Taehyung.

Dua kakak beradik ini sangat berbeda. Seokjin itu lebih pintar dari Taehyung dan berpenampilan rapi. Orangnya juga lebih tertutup. Sedangkan yang kita tahu, Taehyung itu orangnya grasak-grusuk alias ga bisa diem. Sifatnya terbuka dan tak lupa penampilannya yang berantakan. Taehyung pasti akan mengenakan kemeja yang dipadu dengan jaket kulitnya, juga celana jeans nya yang robek-robek. Ah ya.. rambutnya pun berantakan.

“bisakah kita tidak membicarakan orang lain saat berdua?!” desis Taehyung kesal.

“aku kan hanya bertanya, kenapa kau marah Taehyung.”

Taehyung menghembuskan napas berat lalu menoleh kesamping. “apa aku tidak bisa menjadi orang yang selalu disisimu?”

“kau sudah disisi―”

“aku ingin lebih dari itu, Raemi.” Sela Taehyung, “aku ingin menjadi orang yang bisa melindungimu. Memelukmu ketika kau sedih. Membuatmu bahagia. Bisakah kau lakukan itu padaku?”

“Taehyung..” Raemi menatap pria tampan itu.

“selama ini kau anggap aku apa, Raemi?”

Gadis itu menundukan kepalanya. Meremas jemarinya, tak berani menatap Taehyung lebih lama lagi. “maaf. Maafkan aku.” Ucap Raemi lirih.

Taehyung merasakan napasnya tercekat ditenggorokan. Namun ia mencoba untuk tetap kuat. Taehyung melangkah mendekati jendela dan kembali menatap Raemi disertai senyuman.

“Baiklah, ini sudah larut malam. Aku akan pulang. Sampai jumpa besok.”

*

*

Siang hari ini disaat koridor kampus sedang lengang. Jungkook berlari dengan terburu-buru. Bukan karena ia takut telat masuk kelas pelajaran dosen Lee, tapi menurutnya ini lebih gawat. Benar-benar gawat.

Pria itu kemudian berhenti didepan kelas dan menyeruak kedalam. Kemudian mengedarkan pandangannya mencari tersangka yang selama ini ia cari.

Ah, ketemu!

Tersangka itu sedang duduk, menopang wajahnya menikmati pemandangan dari luar jendela. Jungkook menghampirinya dan menarik tangannya.

“Eoh? Jungkook?” setengah terkejut karena pria itu disampingnya.

“kau. Harus. Ikut. Aku. Sekarang.” Ucap Jungkook dengan napas yang masih terengah. Lalu membawa gadis itu keluar.

“Ya! Ya! Waeyo?? Jungkook, sebentar lagi dosen Lee akan tiba.” Raemi berusaha melepaskan tangan Jungkook. “Jungkook-ah..”

Pria itu tiba-tiba berhenti, membuat Raemi mendadak berhenti dan hampir saja menabrak punggung Jungkook. “sekarang juga kau harus pergi ke atap. Karena Taehyung dan Seokjin baru saja berkelahi.  Seokjin.. dia.. sepertinya menghajar Taehyung sangat parah.”

Jantung Raemi mencelos. Tubuhnya sedikit bergetar. Dengan cepat, gadis itu berlari menaiki anak tangga. Gadis itu terus berlari hingga ia hampir saja kehabisan napas. Peluh membasahi keningnya. Saat ia sudah di atap, ia mencoba untuk menormalkan pernapasannya.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh arah. Dan.. dia melihat Taehyung. Pria itu sedang duduk bersandar dengan luka memar diwajahnya, membuat Raemi meringis melihatnya.

Perlahan gadis itu mendekatinya. Mencoba untuk menyentuh wajah pria itu. Dan saat Raemi mengelus wajah tampan milik Taehyung, pria itu mengangkat wajahnya.

Mata mereka bertemu.

Taehyung tersenyum akan syarat luka. Namun Raemi tak bisa menahan air matanya saat melihat keadaan Taehyung tidak baik-baik saja.

“kau tahu, disiang hari seperti ini.. aku suka sekali memandang langit. Seperti sekarang ini. Memandang langit dan membayangkan wajahmu. Dan setelah itu aku merasa bahagia. Tapi bedanya dengan sekarang, aku tak perlu menatap langit, karena sekarang kau sudah dihadapanku. Aku bisa memandangmu dengan jarak sedekat ini.”

“Taehyung.. maafkan aku.” Mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Sungguh, mendengar gadis itu mengatakan kata maaf membuat Taehyung kesal. Mengapa gadis itu terus mengucapkan kata maaf?

“tidak. Aku yang minta maaf. Aku merasa tidak berguna karena telah membuatmu menangis. Maafkan aku. Dan.. kini aku melepasmu.”

Dada Raemi sesak saat mendengar sederet kata yang terlontar dari mulut taehyung. Pria itu mengelus puncak kepala Raemi sebelum akhirnya bangkit dan mulai berjalan dengan tertatih-tatih. Membuat Raemi iba melihatnya. Gadis itu berniat mendekatinya saat tiba-tiba Taehyung berkata.

“Jangan ikuti aku dan jangan menungguku. Karena aku tak akan pernah ada lagi disana.”

Raemi berdiri mematung. Pandangannya sudah mulai mengabur karena genangan air dipelupuk matanya. Raemi sedih, sungguh. Hatinya hancur melihat Taehyung seperti ini.

*

*

Langit terlihat mendung. Awan hitam sebentar lagi akan turun hujan.

Raemi berjalan dengan langkah lemah, menyusuri jalan dipinggir sungai Han. Ia duduk dibangku panjang yang ada disana. Menundukan pandangan dan kembali larut dalam bayangan-bayangannya bersama Taehyung di masa lalu.

Selama sebulan terakhir, Raemi selalu menghabiskan waktunya sendirian. Tidak ada lagi taehyung. Karena semenjak kejadian itu, Taehyung menghilang. Nomornya pun tak aktif. Dan tidak hanya Taehyung saja. Seokjin pun begitu. Kakak beradik itu hilang seperti tertelan bumi.

Setetes air jatuh mengenai telapak tangan Raemi, lama-lama tetesan air itu semakin banyak. Raemi memutuskan untuk kembali berjalan ketika mengetahui hujan telah turun. Gadis itu sedikit mempercepat langkahnya.

Dan..

Pergerakan kaki Raemi terhenti perlahan saat ia dihadapkan oleh sepasang sepatu kets. Kening gadis itu berkerut. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat sosok yang ada dihadapannya. Mata Raemi membulat seketika. Mulutnya setengah terbuka. Ia sangat terkejut melihat pria itu ada dihadapannya. Matanya kini kembali memanas, mengingat apa yang ia telah lakukan pada pria itu.

“Taehyung.” Raemi melingkarkan tangannya pada pinggang pria itu. “kumohon.. hanya sebentar saja, biarkan aku seperti ini. Aku.. sangat merindukanmu Taehyung.” Gadis itu mendekapnya, memeluknya dengan erat. Sementara, pria itu masih terdiam, menjuntaikan kedua tangannya dikedua sisi.

Raemi tak dapat lagi membendung air matanya. “Dulu kau pernah berjanji untuk tidak pernah menyerah padaku. Aku tak bisa bayangkan dunia ini tanpamu. Aku.. sungguh mencintaimu Taehyung. Ya, aku mencintaimu.”

“Raemi-ah.. sadarlah.. aku ini Seokjin.” Ucap pria itu pelan.

Raemi melepaskan pelukannya. Menatap pria itu dengan terkejut

“Kau? Dimana Taehyung?!” tanyanya dengan nada frustasi

Seokjin menarik napas. “aku datang kesini karena ingin memberitahu sesuatu padamu, Raemi-ah. Ini mengenai Taehyung. Sebenarnya dia.. adikku.. sudah tiada.”

Seperti ada sebuah sayatan, luka itu kembali menganga. Raemi berdiri dengan tatapan kosong.

“apakah kau tahu? Selama ini Taehyung sakit. Dan dia sudah putus asa melawan sakitnya setelah ia menyerah padamu. Makanya saat itu aku menghajarnya agar dia sadar. Kau harus tahu itu Raemi. Taehyung mencintaimu.” Seokjin menghembuskan napas berat saat mengucapkan kalimat terakhir itu. Karena sungguh, sebenarnya ia memiliki perasaan yang sama seperti adiknya.

Jadi karena itulah Taehyung menyuruh Raemi untuk tidak menunggunya. Karena nyatanya, pria itu sudah tidak ada.

Gadis itu sudah tidak kuat menahan rasa sesak didadanya. Raemi menundukan pandangan. Meremas kemejanya. Bibirnya bergetar, bersamaan dengan bulir bening yang berhasil membobol dinding pertahanannya. Mengalir, membasahi kedua pipinya dengan deras.

Gadis itu terisak.

‘Maafkan aku Taehyung.. Maafkan aku..’

 

End.

 

Advertisements

7 thoughts on “[What is Your Color?] Let me to hold you – Oneshoot

  1. Yohana Lucia

    Critanya sedih banget, sayang alurnya kurang panjang. Aku orang awam yang kurang tahu tentang BTS, keep writing yah…

    Like

  2. kimhahyo

    byungie nih ya bener2 dah seneng banget bikin ff angst -_- sekali2 bahagia byung kayak ff kamu yg ramuan cinta itu :3
    tapi aku terharu bacanya haha

    Like

  3. Ah mbak raemi sih gengsian gak mau nerima tae sekarang giliran udah di tinggal nyariin, dasar wanita /eh :”””)
    Terharuuuuuuu, aku kira tae ada masalah apa sama kak seokjin ku ternyata ituuu huhuhu T_T keep writing with your own style! Jihyeon/98line😆

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s