[BTS FF Freelance] Hwa Yang Yeon Hwa – (Oneshot)

Tidak ada judul(34)

Hwa Yang Yeon Hwa

Author : Orchidious01

Cast : Jung Hoseok x A girl

Oneshot || Sad|| T

I don’t have anything except the plot

Note :

Fanfic ini terinspirasi dari seluruh judul lagu yang ada di album HYYH Pt. 1&2

~~~~

Aku masih berdiri. Diam terpaku, menatapmu yang juga tengah memandangku–walaupun dengan tatapan yang sungguh berbeda dengan tatapanku. Kau masih sama. Sepatu Converse High merah dan sweater yang dipadu dengan celana jeans panjang dan coat, sebuah style biasa yang pernah–dan bahkan masih–menjadi style favoritku. Rambut panjang kecoklatanmu yang bergerak perlahan seiring dengan tiupan angin, semakin membuatku beku di tempat. Kau tidak tersenyum, tidak juga menunjukkan ekspresi datar. Hanya diam memandangku bingung.

“Hai!”

Aku berusaha menyapa dengan suara senormal mungkin. Suara ceria yang memang tak pernah lepas dari diriku. Kau masih diam, tak bergeming. Lima detik kemudian, kau berbalik, mulai melangkahkan kakimu perlahan. Semakin jauh, hingga akhirnya menghilang ketika salah satu pintu mobil sedan yang sedang terparkir jauh terbuka dan kau mulai masuki. Hampir bersamaan, mobil sedan hitam metalik itu mulai berjalan, meninggalkanku sendiri yang masih tetap diam di depan mini market yang awalnya ingin kumasuki untuk membeli dua kaleng minuman untukku dan Seokjin. Hingga beberapa saat kemudian, satu tepukan di bahu menyadarkan lamunanku. Seokjin. Pria berbahu lebar itu tersenyum padaku.

“Aku tahu apa yang kau rasakan, bro. Ayolah, kita harus latihan lagi.”

Aku mengangguk. Senyum hangat Seokjin mengembalikan senyum lebar khasku. Aku merangkul bahunya dan kami pun mulai memasuki mini market.

***

Latihan hari ini berjalan lancar. Taehyung dan Jimin yang tak ada berebut makanan ringan, Yoongi yang lebih semangat dari kemarin dan Seokjin yang mulai meningkatkan kemampuan dance-nya. Setelah berbincang-bincang sebentar, kami pun bubar. Sebelumnya aku sudah meminta izin pada Namjoon kalau aku akan pulang terlambat karena aku ingin pergi ke suatu tempat. Seokjin yang tak sengaja mendengarnya menatapku. Aku yang mengerti arti tatapannya itu tersenyum, meyakinkannya kalau aku akan baik-baik saja.

***

Sebenarnya suatu tempat yang akan kutuju itu bukanlah taman yang sepi atau tepi sungai Han yang menenangkan. Hanya rooftop asrama. Tempat yang bisa membuatku merasa tenang dan nyaman untuk beberapa saat. Pandanganku mengarah pada padatnya kota Seoul di senja hari ini. Tentu saja, sekarang adalah jam pulang kerja. Wajar jika jalanan sangat macet. Aku berusaha menikmati angin sore yang menerpa wajahku. Tapi tetap saja. Usahaku untuk membuat perasaanku lebih tenang malah gagal dan berujung pada rasa sakit hati yang kembali muncul. Aku menghela napas panjang. Kilasan masa lalu yang begitu indah namun menyakitkan terlintas cepat di benakku. Semakin mengembalikan rasa rinduku padamu. Ya, kau. Gadis biasa yang pernah mengisi hatiku. Semakin lama, rasa rinduku padamu semakin besar. Kau tak ingat?

I’m your Fun Boys, remember?

***

“Hoseok, hentikan! Bajuku basah semua nih.”

Seorang gadis tampak menggerutu sambil terus menunjuk seragamnya yang basah terkena cipratan air laut. Seorang pemuda lain yang ada di dekatnya tertawa lepas. Tak sedikitpun merasa bersalah karena telah membasahi seragam si gadis dengan mencipratkan air. Tak mau kalah, gadis itu tiba-tiba saja ikut mencipratkan air ke arah si pemuda dan langsung membuatnya terkejut. Pemuda itu lantas berlari menghindari si gadis sambil masih tetap menciprat-cipratkan air yang kemudian diikuti si gadis dan membuat mereka kini saling kejar di tepi pantai tersebut. Biasan senja dan sunyinya pantai menjadi saksi bisu atas tawa dan kegembiraan mereka berdua. Suatu momen yang mereka yakini tak akan pernah habis dan akan selalu dapat dinikmati mereka berdua.

***

Salah satu dari kilasan masa laluku. Begitu indah, namun menyakitkan jika mengingat bagaimana status dan keadaan kita saat ini. Aku yakin, kau pasti masih ingat semua itu dengan jelas, karena aku sendiri juga masih mengingatnya. Walaupun aku pernah mencoba melakukan berbagai metode untuk melupakan berbagai kejadian-kejadian di masa lalu itu, tetap saja. Memoriku masih bisa memutarnya dengan baik. Bak tayangan DVD film yang tak akan pernah rusak. Terpatri jelas di otakku. Aku berdecak pelan. Kini memoriku sedang berusaha memutar film lainnya, yang sangat tidak kuharapkan untuk kuingat kembali.

***

Dance?”

Hoseok mengangguk mantap. Ia lalu berjalan menuju pemutar musik yang ada di sisi ruangan. Menyalakan sebuah lagu yang sangat aneh dan asing bagi si gadis. Gadis itu bingung, ia tak pernah mencoba melakukan dance sebelumnya. Tidak seperti Hoseok yang bisa dibilang ‘pro’ dalam hal itu. Ia hanya berdiri kaku.

“Kemarilah! Ikuti aku saja.”

Seiring dengan berjalannya lagu tersebut, Hoseok mulai meliuk-liukkan tubuhnya, mengikuti irama musik. Si gadis masih diam, namun sedetik kemudian ia tertawa keras.

“Hahaha… Ya, Jung Hoseok, kau terlihat seperti burung. Hahaha… Pabo~”

Hoseok yang mendengarnya hanya nyengir lebar.

“Ayo, lakukan bersama!”

Ia menarik tangan si gadis dan mengajaknya menari bersama. Tak menolak, gadis itu juga ikut menari mengikuti Hoseok. Gadis itu tak henti-hentinya tertawa melihat tarian aneh Hoseok dan lalu mengikutinya sambil masih tetap tertawa. Di ruang latihan bercat motif kartu remi milik Hoseok itulah, suara-suara tawa dan musik bercampur menjadi satu. Hoseok diam-diam tersenyum. Hatinya terasa hangat melihat tawa lepas gadisnya itu. Apalagi saat ini mereka sedang ada di kampung halamannya, Gwangju.

***

Ah padahal lagunya waktu itu sangat Dope, tapi kenapa akhirnya malah konyol begitu?

Aku tertawa sendiri mengingat bagaimana tarian konyol yang tak sengaja kubuat itu. Tapi sebenarnya, hal itu juga tak kusesali karena ketika  mengikuti kompetisi dance, aku menggunakannya sebagai dasar pola dance-ku dan berhasil menyabet juara dua. Kau sangat senang saat itu. Dan bahkan memberinya nama yang aneh, Baepsae–karena kau bilang tarianku itu seperti burung gagak–. Senyumku perlahan memudar. Jika diingat lagi, tepat satu bulan setelah itu kita berpisah. Dengan suatu alasan yang tak pernah aku bayangkan.

***

“Aku ingin bilang sesuatu padamu.”

“Katakan saja.”

“Eum.. Sebenarnya aku–“

“Hoseok! Mau kemana?”

“Aku ada urusan sebentar. Nanti kuhubungi lagi!”

***

Hal yang selalu kurahasiakan darimu–

.

.

–aku adalah seorang trainee.

Saat itu agensiku menelepon secara mendadak dan meyuruhku menghadap sang CEO. Beliau lalu mengatakan kalau semua barang-barangku sudah dipindahkan ke asrama dan menyuruhku untuk segera meninggalkan sekolah lamaku dan pindah sekolah di dekat agensi. Aku juga diharuskan tinggal di asrama dan karena itulah aku terpaksa memutuskan kontak denganmu. Aku tak ingin kau tahu kalau sebenarnya aku tidak diperbolehkan bertemu ataupun berhubungan denganmu lagi, karena kontrakku dengan agensi tidak memperbolehkanku berpacaran ataupun berkencan sampai 5 tahun ke depan–saat kontrakku habis dan akan kuperpanjang–. Sangat menyakitkan mendengarnya.

Namun suatu hari, aku berhasil mendapatkan kesempatan untuk bertemu denganmu. Berusaha menjelaskan semuanya, tapi kau menolak. Kecewa. Itu yang kau bilang. Aku tahu, dua tahun menghilang tanpa berita itu pasti menyakitkan bagimu. Belum lagi soal trainee yang selalu kurahasiakan itu. Seharusnya aku sudah mengatakannya dari awal agar kau tidak terkejut nantinya. Usaha minta maafku pun kau tolak. Kau lalu pergi, pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu kata pun. Layaknya kupu-kupu. Pergi dengan cara yang indah, namun juga menyisakan luka bagi si kepompong–yaitu aku. Saat itu juga aku merasa hancur. Seperti daun-daun musim gugur yang rapuh dan berjatuhan di sekitarku. Begitu rapuh hingga rusak bila kau menginjaknya ataupun membiarkannya terbang tertiup angin. Ingin kuulang semua waktu-waktu yang kulalui bersamamu itu. Karena mereka semua adalah The Most Beautiful Moment in My Life.

Dan asal kau tahu saja, cintaku masih belum berakhir. Aku masih mencintaimu. Sama seperti dulu, rasa ini tak akan pernah berubah. Aku tak peduli dengan apa yang orang-orang katakan soal tidak bolehnya aku berpacaran saat sekarang aku telah menyandang status “Member of Rookie Group : Bangtan Sonyeondan“. Diusia debut yang masih sangat muda, mana mungkin aku bisa berkencan dengan bebas. Tapi aku tak peduli, karena aku masih mencintaimu. Jika aku harus berlari untuk mengejarmu, akan kulakukan.

But.

You have find a new boy who treat you better than me.

Itu yang kudengar dan akhirnya kulihat sendiri tadi siang. Benar. Jika dulu kau mempunyai sesuatu yang baik dan memiliki kenangan yang indah dengannya, suatu saat nanti pun kau akan pergi meninggalkannya juga. Ketika sesuatu yang lain dan lebih baik bisa menggantikannya. Walaupun hal-hal yang kau lalui sebelumnya lebih indah, tapi bukankah takdir telah mempertemukanmu dengan yang lebih baik? Itulah yang kupikirkan. Kalau kau bisa menemukannya dengan mudah, lalu bagaimana denganku?

Tidak.

Sampai saat ini tidak ada yang bisa menggantikanmu. Tidak seorangpun. Karena itulah, aku masih sendiri. Like a Whalien. Kesendirian ini sangat menyiksaku. Karena otakku hanya memutar namamu, namamu, dan namamu saja. Mataku hanya melihat dirimu. Dan hatiku–

.

.

–hanya terisi olehmu saja.

.

.

.

Please..

.

.

.

Hold me tight again, please.

.

.

.

I Need U back, ma girl.

.

.

.

-FIN-

 

A/N :

Mian kalau ffnya kurang sad lah, garing juga /.\ (Karena lagi kepikiran aja buat nulis, jadi acak adul gini deh ‘-‘)

Advertisements

11 thoughts on “[BTS FF Freelance] Hwa Yang Yeon Hwa – (Oneshot)

  1. Hai, jadi sebelumnya maapkeun kalo review-annya standar dan sekadar menurut pengetahuanku aja yaa~ nanti sekiranya ada staff yg mau ngereview lagi juga bakal dipersilakan 🙂

    1. Jangan tanya alur sama cerita kudunya gimana bikos aku juga belom bisa komentar macem beginian /krik/ tapiiiii alurnya udah lumayan oke bisa dinikmati dan well aku pribadi suka sama pemakaian pov orang pertama jd feel Hoseok emang lebih gampang sampe sih XD
    2. Trus juga yang perlu diperbaiki ada beberapa kata English yang belom kamu italic; ex sweater, jeans, style dll. Kalo sweater udah ada kata serapan Indonesianya kok jadi “sweter”. Semangaat, edit-edit kata asing jangan lupa buat di-italic ehehehe
    3. Kata ‘bergeming’ itu artinya ‘tidak bergerak; diam saja’ jadi kalo kamu pake kata tak bergeming, itu artinya jadi bergerak dong. Nah, kalimat kamu yang ini “Kau masih diam, tak bergeming” kudunya teh “kau masih diam, bergeming.” Atau langsung saja kamu pake “kau masih bergeming.” karena kata diam dan geming memiliki tingkatan arti sama. Semoga membantu!
    4. Tidak seorangpun = ini teh kudunya pun dipisah yaa sama kata seorang. Ada beberapa kata pun yang kudunya disambung sama dipisah. Mungkin bisa belajar dari sini http://www.bukubaik.com/2013/08/penulisan-partikel-pun-disambung-atau.html?m=1
    5. Well, keseluruhan fic kamu udah bagus kok. Btw kamu anak 01L ya kan? (abis stalking komen pft) kamu masih bisa belajar banyaaaak hal tentang penulisan, hehet! ^^

    Last but not least, semangat nulis-nulis terus yaaa!! Banyak baca, banyak nyoba, pasti bisaa! Maaf kalo review-annya ngga terlalu bermutu XD

    xx Riris ❤

    Liked by 1 person

    1. Yaelah kak, gini aja dah membantu banget buat pemula spt aku ><
      Oh jadi kata bergeming itu artinya diam ya? Aku baru tahu skrg, sebelumnya masih abu2 soal kata ini /plak
      Utk yg bahasa inggris sama yg partikel pun itu, makasih banyak koreksinya ya kak, bikin aku lebih teliti lagi kalo ngedit fic 🙂
      Omong2, iya aku line 01, masih benar2 fetus dlm hal begini /bhaks/ Dan sebenarnya ini ff yg kedua aku bikin, kalo yg pertama masih absurd /krik/ #malahcurhat
      Anyway, makasih-makasih-makasih banyak reviewnya kak Riris, benar2 membantu ^^
      Thank you…

      Liked by 1 person

  2. Awalnya aku kira tae yang main tapi pas baca flashback ke dua….

    Oh jung hoseok XD
    Dope nya saya /plak
    Bagus fic nyaa aku suka aku suka lagu-lagunya bts ada di sana XD keep writing thor! Jihyeon/98line❤️😆😆

    Liked by 1 person

    1. Hihi.. Makasih udh baca dan meninggalkan komen Soonae aka Tasya… /hug kamu/
      Tunggu aja ff2 yg lain ya..
      Thank you… ^-^

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s