[BTS FF Freelance] Love Attack – (Oneshoot)

PicsArt_02-04-11.35.18

LOVE ATTACK (Oneshoot)

 

[Klik Foto]

 

Author : Syarifah Ahn

Cast : Kim Taehyung, OC’s Choi Hyun Mi, Kim Seokjin as Choi Seokjin, Min Yoongi, etc

Genre : Bloody, Psycho, Hard Romance

Disclaimer : Keseluruhan cerita ini milik Author. Hargai dengan Like & Comment. Don’t be silent readers. So, Happy reading Guys!

 

***

 

“Bodoh!”

Layar TV itu kini menjadi gelap. Sejak kemarin berita yang sama menghiasi semua saluran TV. Acara yang menayangkan berita kejahatan seorang buronan itu membuat Taehyung membanting keras remote yang tadinya sempat ia gunakan menandakan jika dirinya tengah kesal dan marah.

 

“Ini sudah tidak aman! Aku harus bersembunyi!” Serunya sembari mengambil jaket dan kunci mobil miliknya.

 

Taehyung keluar Apartemen dengan menundukkan wajah. Ia sedikit membenarkan letak tudung jaket yang ia kenakan. Melakukan kejahatan yang selama ini dilakukannya memanglah tidak sulit, namun saat menjadi buronan lah masa sulit itu terasa. Bersembunyi dari kawanan polisi untuk berusaha menghindari jeruji besi tidak mudah, harus menggunakan taktik otak. Jadi ia harus lebih berhati-hati dari jebakan polisi yang juga cenderung licik. Cendrung licik dalam artian tidak selicik Taehyung yang membunuh mangsanya dengan kejam.

 

Polisi memang belum tahu bentuk rupa wajah buronan tersebut, namun Taehyung harus tetap waspada. Ia tidak mau tertangkap!

 

Arah tujuannya adalah gedung tua yang jauh dari kota. Di gedung tua itu selalu terdengar jeritan dari seorang perempuan yang telah ia kurung selama 4 hari. Perempuan itu bernama Choi Hyun Mi. Bukan tanpa alasan ia mengurung gadis itu disana. Namun yang pastinya, sesuatu telah terjadi pada dirinya dan Hyun Mi sehingga membuat Taehyung menjadi seorang pembunuh. Setiap malam ia akan selalu mengunjungi tempat ini untuk sekedar membawa makanan atau mengecek keadaan gadis itu.

 

Taehyung berjalan memasuki gedung tua tersebut. Keadaannya masih saja sama. Gelap, dan hanya ada cahaya lilin yang menjadi sumber penerang. Ia dapati Hyun Mi yang terduduk bersandar pada dinding dengan ikatan tali di kaki dan tangannya. Keadaan perempuan tersebut begitu mengenaskan. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka lebam. Dengan rambut kusut dan wajah yang terlihat lelah. Seragam sekolah kebanggaannya kotor dipenuhi darah. Rok sekolahnya robek hingga menampakkan dalamannya yang berwarna hitam. Mengenaskan, namun terlihat menggoda dimata Taehyung!

 

Taehyung berjongkok menyamai tubuhnya dengan perempuan yang tengah menutup mata itu. Memandangnya lebih dalam dan kemudian tersenyum licik.

 

“Ternyata dia tertidur!” Seru Taehyung

 

Taehyung menyentuh wajah Hyun Mi pelan. Namun sentuhannya ternyata membuat perempuan dihadapannya terusik.

 

“Tae-Taehyung-ah…!”

 

Gadis itu berucap dengan ketakutan. Mungkin trauma atas apa yang telah dilakukan Taehyung padanya.

 

“A-apa yang ingin kau lakukan? Berhentilah menyiksaku!” Dengan tubuh bergetar Hyun Mi berusaha memberanikan dirinya untuk bicara. Ia takut jika Taehyung akan kembali memberi cambukan dan tamparan pada dirinya.

 

Taehyung menatap Hyun Mi sinis.

 

“Apa kau mau dengar ceritaku?” Tanya Taehyung

 

Hyun Mi mengkerutkan dahi. Ia tampak bingung tak mengerti maksud tujuan Taehyung.

 

“Hei, aku sedang berbicara denganmu, bodoh! Kenapa kau tidak menjawab?” Gertak Taehyung

 

Hyun Mi semakin ketakutan.

 

“K-kau mau bicara apa?”

 

“Hmm, begini..” Taehyung sedikit berdehem sebelum memulai ceritanya. Tangannya ia bawa untuk mengelus kepala Hyun Mi. Perlakuan Taehyung membuat Hyun Mi semakin bingung. Aneh sekali, ia tidak mengerti dengan sikap Taehyung yang berubah-ubah.

 

“Kau tahu tidak, sebenarnya aku sudah membunuh orang tuamu!”

 

Ucapan Taehyung membuat Hyun Mi terkejut. Hyun Mi menggeleng tak percaya.

 

“Leluconmu sama sekali tidak lucu Taehyung-ah!” Ucap Hyun Mi tak terima

 

Taehyung tertawa.

 

“Kau menganggap omonganku hanya lelucon? Hei, berita kematian orang tuamu bahkan masuk televisi!” Cerita Taehyung

 

Hyun Mi semakin tak percaya. Namun matanya memerah dan mulai berkaca – kaca. Air mata ini, sudah berulang kali ia tumpahkan. Ya tuhan! Apa ia akan kembali menangis karena perbuatan orang yang sama? Taehyung membunuh orang tuanya? Yang benar saja!

 

“Taehyung-ah, katakan dimana orang tuaku sekarang? Aku ingin bertemu mereka! Lepaskan aku berengsek!” Teriak Hyun Mi

 

“Mereka sudah enyah dari dunia! Sebentar lagi kakakmu Seokjin akan menyusul mereka!” Kata Taehyung

 

Hyun Mi menatap Taehyung penuh benci. Sungguh, ia berharap jika ini hanya sebuah  candaan dari Taehyung. Orang tuanya tak mungkin dibunuh! Taehyung pasti bohong! Pikir Hyun Mi.

 

“Kalau kau masih belum percaya perkataanku, aku akan menceritakan bagaimana alibi yang kumiliki untuk membunuh orang tuamu! Pertama-“

 

“Hyaa! Aku tidak mau dengar!” Potong Hyun Mi

 

Kali ini Taehyung tertawa sedikit lebih keras.

 

“Sayangnya aku tetap ingin bercerita!”

 

Jika saja tangan gadis itu tak diikat, mungkin Hyun Mi sudah menggunakan tangannya untuk menampar Taehyung. Namun ia tak bisa melakukan apapun saat ini selain mengeluarkan kristal bening dari pelupuk matanya.

 

“Pertama, aku mengunjungi ibumu saat dia dirawat di rumah sakit karena stress memikirkan pasca penculikan dirimu, lalu aku memberikan air mineral yang sudah aku campuri racun tikus. Kemudian Ibumu pingsan saat meminumnya. Keren kan?!” Cerita Taehyung

 

“Itu tidak mungkin!”

 

Hyun Mi tak bisa menghentikan tangis. Benarkah ibunya dibunuh dengan racun tikus? Hyun Mi menangis terisak. Dadanya sakit, Apa salah keluarganya hingga Taehyung melakukan semua ini?!

 

“Kedua, aku menemui Ayahmu yang saat itu tengah berduka atas kehilangan Ibumu. Disana aku bebas melakukan apapun karena Ayahmu sedang seorang diri di rumah. Aku menusuk perutnya dengan pisau dapur rumahmu. Saat pisau itu menancap di perutnya, Ayahmu masih sempat-sempatnya mengataiku ‘berengsek’! Aku tak terima!” Lanjut Taehyung

 

Hyun Mi menjerit keras. Emosinya meluap-luap. Hatinya semakin memanas mendengar penjelasan Taehyung. Mengapa orang tuanya harus pergi dengan cara seperti ini? Sangat tidak wajar! Hyun Mi tak terima. Jika saja ia punya pistol, mungkin gadis itu sudah menembak mati Taehyung saat ini juga.

 

“Kau memang berengsek Kim Taehyung!” Jerit Hyun Mi sembari menggerakkan tubuhnya mencoba melepas ikatan tali yang melilit kali dan tangannya. Namun usaha Hyun Mi hanya terbuang sia-sia. Justru badannya terasa begitu sakit saat digerakkan. Hyun Mi kembali menangis. Sialan! Mengapa air mata bodoh ini kembali keluar? Batin gadis itu.

 

“Lepaskan aku, pembunuh! Kembalikan kematian Ayah dan Ibuku!”

 

PLAK

 

Sebuah tamparan mengenai pipi mulus Hyun Mi. Sudut bibir gadis itu berdarah setelah sebelumnya sudah terdapat darah kering. Pipinya memerah dan memanas menandakan jika tamparan itu begitu keras. Ini sudah sekian kalinya ia mendapati tamparan dari Taehyung. Rasanya begitu perih, namun rasa perih itu masih terkalahkan dengan rasa perih di hatinya.

 

“Jika kau tak ingin kehilangan kakakmu, maka turuti apapun kemauanku!” Ucap Taehyung sembari menarik rambut Hyun Mi.

 

Hyun Mi menggigit bibirnya agar tidak menjerit. Jambakan itu terasa begitu sakit karena kulit rambut Hyun Mi ikut tertarik oleh tangan kekar Taehyung. Kepalanya seakan ingin berpisah dengan lehernya. Uh, sakit sekali rasanya! Taehyung seolah-olah seperti orang kesetanan yang tak henti menyiksa diri perempuan itu.

 

“Kau menyayangi kakakmu Seokjin kan?”

 

Hyun Mi mengangguk.

 

“Kalau begitu turuti perkataanku! Kau mengerti?”

 

“Tidak! Aku tidak mau!” Tolak Hyun Mi

 

“Mwo? Apa kau bilang?”

 

Taehyung kembali emosi, ia jambaki lagi rambut Hyun Mi dengan menariknya kuat. Bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

 

“HYAAAA!!!”

 

Hyun Mi berteriak kesakitan. Matanya kembali memerah karena tak sanggup menahan rasa sakit. Rambutnya seakan mau rontok dari tempatnya. Taehyung begitu kejam. Hyun Mi sangat berharap jika sang kakak akan datang menolong saat mendengar teriakan memilukan gadis itu.

 

“Kumohon lepaskan aku!”

 

“Diam kau!” Tegas Taehyung

 

Hyun Mi membuang mukanya ke arah lain saat Taehyung menatapnya tajam. Ia tak berani melihat tatapan menusuk Taehyung. Begitu mengerikan. Seolah-olah pria itu ingin menelannya hidup-hidup.

 

“Hei, tatap aku!” Taehyung mengangkat dagu Hyun Mi agar gadis itu mendongak menatapnya. Dan mau tak mau Hyun Mi terpaksa membawa matanya memandang Taehyung masih dengan tangan bergetar dan takut. Yah, Hyun Mi begitu terperosok dalam ketakutan.

 

Taehyung menatap Hyun Mi begitu dalam hingga Hyun Mi terbuai dalam tatapan mautnya. Taehyung meraih tengkuk gadis itu hingga akhirnya ia langsung menyentuh bibir Hyun Mi dengan kasar. Hyun Mi membelalakkan matanya kaget. Rasanya ia ingin mendorong lelaki itu untuk menjauh. Namun tangannya tak bisa melakukan apapun. Dasar tali sialan!

 

Taehyung semakin menggila. Ia menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan guna mencari posisi yang nyaman. Ia semakin memperdalam ciumannya hingga terdengar erangan kecil dari mulut Hyun Mi.

 

Ia lepas tautan bibirnya dari bibir Hyun Mi yang memerah dan membengkak akibat perbuatannya. Ia memandang Hyun Mi yang saat ini menatapnya penuh takut. Bibir yang memerah dan rambut acak-acakan gadis itu membuat Hyun Mi terlihat menggoda di mata Taehyung. Sementara Hyun Mi merasa risih akibat tatapan Taehyung yang tak biasa. Jujur saja, ciuman tadi justru membuat batin Hyun Mi tersiksa. Hati gadis itu seolah-olah tengah berperang melawan rasa itu. Rasa yang sulit ia kubur sejak dulu.

 

“Hyun Mi-ya, kau tahu kenapa aku mengurungmu disini?”

 

Hyun Mi menggelengkan kepalanya.

 

Taehyung tersenyum penuh arti.

 

“Aku mengurungmu karena aku hanya ingin kau menjadi milikku!”

 

Hyun Mi terkejut bukan main. Sungguh, ini alasan yang konyol, pikir gadis itu.

 

“Padahal kita sudah menjalin hubungan hampir satu tahun lamanya. Namun hubungan itu harus kandas saat orang tuamu tak setuju jika kau bersanding denganku!”

 

Hyun Mi menggigit bibirnya. Masalah itu, kenapa kembali dibahas? Jerit Hyun Mi membatin.

 

“Aku begitu yakin, kau dijodohkan dengan Min Yoongi agar aku tersingkirkan dari kehidupanmu! Aku marah dan cemburu! Padahal aku ingin berjuang untuk mendapatkanmu kembali, namun kau justru menyutujui perjodohan itu dan menjalin hubungan dengan Yoongi! Aku tidak suka!” Rahang Taehyung mengeras, emosinya mulai naik kembali.

 

Hyun Mi menundukkan kepalanya. Benarkah Taehyung begitu marah dan cemburu saat ia menjalin hubungan dengan Yoongi? Apa karena itu pula Taehyung memusuhi Yoongi? Deretan pertanyaan itu terngiang di benak Hyun Mi. Namun ia masih saja tak mau mengeluarkan suara.

 

“Aku masih mencintaimu, Hyun Mi-ya..” ungkap Taehyung. Kali ini Taehyung memasang wajah seriusnya.

 

DEG

 

Hyun Mi merasakan hal itu lagi. Jantungnya berdegup kencang seperti saat Taehyung mengungkapkan perasaannya di pulau Nami 2 tahun yang lalu. Perasaan sedih dan bahagia benar-benar menyatu. Hatinya bimbang. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

 

“Apa kau masih mencintaiku?” Tanya Taehyung memandang manik mata Hyun Mi dalam.

 

Hyun Mi masih diam. Ia ragu harus menjawab apa. Namun jika boleh jujur, ia tak bisa membohongi perasaannya. Hyun Mi masih sangat mencintai seorang Kim Taehyung, lelaki yang kini menjadi bumerang dalam kehidupannya. Pria itu telah membuat Hyun Mi menodai rasa cintanya dengan rasa benci yang begitu besar.

 

“Mengapa kau diam? Aku butuh jawabanmu!” Kata Taehyung kembali

 

“A-aku tak mencintaimu lagi Taehyung-ah!” Dusta Hyun Mi

 

Taehyung tersenyum kecut.

 

“Kalau begitu langkahku ini tidak salah. Orang tuamu memang pantas dibunuh. Karena mereka yang sudah membuat hubungan kita seperti ini!” Ucapnya dengan mengepalkan tangan

 

“Jangan pernah salahkan orang tuaku!” Teriak Hyun Mi tak terima

 

Taehyung menatap Hyun Mi dengan sinis.

 

“Mengapa orang tuamu begitu membenciku? Apa mungkin karena dendam lama mereka pada Ayahku?!” Ucap Taehyung dengan penekanan disetiap kata.

 

Taehyung mengeratkan kepalan tangannya. Masa lalu itu kembali berputar seperti roll-film. Taehyung menjelajah ke hari itu, hari dimana ia menemui Ayah Hyun Mi beberapa hari yang lalu..

 

FLASHBACK

 

Tamparan itu sama sekali tak membuat Taehyung menampakkan ekspressi sakit. Ia seolah-olah mati rasa. Taehyung tertawa saat tiba-tiba tubuhnya dihempaskan ke dinding.

 

“Dimana keberadaan anakku?!”

 

Tn. Choi yang merupakan Ayah Hyun Mi menarik kerah baju Taehyung begitu kasar. Emosi yang membara meluap-luap dalam dirinya. Tn. Choi sungguh tak menyangka jika selama ini Hyun Mi berada dalam kurungan Taehyung.

 

“Aku tak akan memberitahukan keberadaannya!” Seru Taehyung

 

“Mwo? Apa kau bilang?”

 

Bugh

 

Tn. Choi mendaratkan satu pukulan diwajah Taehyung hingga menimbulkan luka lebam. Ternyata Taehyung berhasil membangkitkan iblis tidur dalam diri Tn. Choi.

 

“Katakan dimana Hyun Mi!” Teriak Tn. Choi

 

Taehyung menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. Kemudian ia tepis tangan lelaki paruh baya yang sedang menarik kerah bajunya itu. Taehyung mencoba berdiri.

 

“Mengapa kau membenciku, Paman?” Tanya Taehyung lirih

 

Tn. Choi menatap Taehyung sinis.

 

“Tanyakan pada Ayahmu yang sudah di neraka itu!”

 

“Kau masih dendam pada Ayahku?”

 

Tn. Choi membuang muka.

 

“Salahkan Ayahmu yang telah merebut saham perusahaanku! Kejahatan Ayahmu membuat keluargaku jatuh miskin!” Pekik Tn. Choi

 

Taehyung menatap Tn. Choi dengan tatapan kosong. Perkataan Tn. Choi begitu menyayat hatinya.

 

“Tapi saham itu mengalami kegagalan, Paman. Ayahku ingin meminta maaf padamu. Dia begitu menyesal atas perbuatannya. Namun kecelakaan yang dialami Ayahku membuat ia pergi selamanya.” Cerita Taehyung

 

“Aku tidak akan pernah mau memaafkan Ayahmu yang licik itu!”

 

“Wae? Bukankah Ayahku tak mendapatkan apapun dari saham berbau busuk itu?! Seharusnya dendam Ayahku tidak ada lagi!” Tegas Taehyung

 

Tn. Choi tertawa meremehkan.

 

“Apa kau ingin aku melupakan rasa dendam itu agar kau bisa bersanding dengan Hyun Mi?! Sampai kapanpun aku tidak akan rela jika anakku bersanding denganmu!” Kekeh Tn. Choi

 

“Begitukah? Jangan salahkan aku jika selamanya kau tak akan kuberitahu tentang keberadaan Hyun Mi!”

 

Taehyung mengeluarkan pisau yang ia sembunyikan sebelumnya. Pisau tajam itu Taehyung hadapkan pada Tn. Choi.

 

“Apa yang ingin kau lakukan? Jangan gila! Jauhkan benda itu dariku!”

 

Tubuh Tn. Choi gemetar takut. Entah mengapa nyalinya menciut saat melihat tatapan mengerikan Taehyung. Ia merasakan adanya aura yang berbeda dalam diri lelaki itu.

 

“Katakan selamat tinggal pada dunia, Paman..”

 

Dalam hitungan detik Taehyung menancapkan pisau itu ke perut Tn. Choi. Pria paruh baya itu membelalakkan matanya terkejut. Rasa sakit dan ngilu begitu terasa.

 

Tes

 

Tes

 

“B-brengsek kau Taehyung-ah!”

 

Tubuh Tn. Choi terjatuh di lantai dengan darah yang terus mengalir dari perutnya. Taehyung tersenyum puas. ia meraih pisau yang masih menancap itu dan menariknya.

 

“Satu tusukan lagi lebih keren!”

 

Darah memuncrat mengenai wajah Taehyung saat ia kembali menusukkan pisau ke perut Tn. Choi. Ternyata Taehyung benar-benar telah menjadi seorang pembunuh.

 

Lelaki itu berdiri sembari memandang tubuh Tn. Choi. Taehyung kembali tersenyum, dalam hati ia berkata ‘Hyun Mi hanya milikku!’

 

Taehyung melangkahkan kakinya pergi dari kediaman milik keluarga Choi itu. Meninggalkan mayat Tn. Choi yang bersimbah darah.

 

‘Biarkan ia membusuk disana sampai polisi yang akan menemukan!’

 

FLASHBACK END

 

Taehyung memejamkan mata saat peristiwa itu berputar-putar memenuhi otaknya. Ia berusaha menepis bayangan tersebut. Ada perasaan sedih dalam diri Taehyung saat mengingat sang ayah yang sudah lama pergi dari kehidupannya. Ia sangat merindukan sosok itu meskipun ayahnya begitu dibenci oleh banyak orang. Dengan membunuh Tn. Choi cukup membuat Taehyung sedikit lega.

 

“Apa Aku begitu menjijikkan sehingga Orang tua mu tak mengizinkan kita bersama? Mengapa mereka lebih memilih Yoongi untuk menjadi pendampingmu?!” Pekik Taehyung

 

Hyun Mi manahan air mata yang mendesak keluar, ia memandang lilin kecil yang berdiri tegak di atas meja itu. Sebetulnya sedari tadi ia tak begitu menyimak cerita Taehyung. Ia sibuk memikirkan berbagai cara agar bisa kabur dari kurungan Taehyung. Kalau ia bisa menggapai lilin tersebut, ia akan menggunakan apinya untuk membakar gedung ini!

 

“Aku akan membunuh semua orang agar tak ada lagi yang bisa menghalangiku!” Taehyung berkata dengan sedikit meninggikan suaranya. Cukup membuat Hyun Mi tersentak. Hati gadis itu bagai di sirami bensin yang kemudian di bakar. Bisakah Taehyung menghentikan pembicaraan ini?

 

“Cukup Kim Taehyung! Aku tidak mau dengar!” Seru Hyun Mi

 

Taehyung tertawa.

 

“Hyun Mi-ya, aku tidak akan bisa diam sebelum aku mencapai semuanya!”

 

“Apa maksudmu?”

 

Taehyung mengeluarkan sebuah pisau yang telah berlumuran darah. Pisau tajam itu ia arahkan ke wajah Hyun Mi. Gadis itu begitu terkejut. Apa Taehyung akan membunuhku? Pikir Hyun Mi.

 

“Pisau dapur ini kuambil dari rumahmu. Pisau ini pula yang menjadi senjataku untuk membunuh ayahmu waktu itu. Dan sekarang sudah kuasah hingga lebih tajam dari sebelumnya!”

 

Tubuh Hyun Mi bergetar takut. Ia sangat tidak suka benda tajam. Namun Taehyung dengan lancang menyodorkan benda tajam tepat di depan matanya. Ujung pisau itu seolah-olah tak sabar ingin segera menusuk mata Hyun Mi. Gadis itu merasakan sekujur tubuhnya terasa ngilu. Disamping itu, hatinya sedikit sakit saat melihat terdapat darah kering yang terlukis di pisau tersebut. Darah itu, apakah milih sang ayah?

 

“Dan sebentar lagi pisau ini akan menancap di perut Yoongi!”

 

Perasaan Hyun Mi bagaikan diterjunkan ke jurang yang dipenuhi duri. Hyun Mi kembali menatap Taehyung tak percaya. Hyun Mi berharap pendengarannya salah. Taehyung ingin membunuh Yoongi? Tolong jangan lagi! Kali ini tidak boleh Yoongi yang menjadi korban! Jerit Hyun Mi dalam hati.

 

“Wae? Kau tak terima jika aku membunuhnya?”

 

Hyun Mi menatap Taehyung tajam. Ingin rasanya ia berteriak menumpahkan semua emosi yang tersimpan dalam hatinya.

 

“Jangan bunuh Yoongi Oppa! Bunuh saja aku! Tancapkan pisau itu ke tubuhku sekarang juga! Dengan begitu segala penderitaanku akan berakhir sampai disini!” Teriak Hyun Mi disertai tangis

 

Taehyung mendesah kasar. Ia jauhkan pisau itu dari wajah Hyun Mi dan menyimpannya kembali.

 

“Aku tidak akan membunuhmu Chagi-ya. Kau harus tetap bersamaku!” Bisik Taehyung

 

Wajah Hyun Mi memerah menahan emosi. Ya, seharusnya ia berteriak sekuat-kuatnya meluapkan semua amarah yang tersimpan di hatinya.

 

“Hyaa! Aku membencimu!”

 

Taehyung menanggapi perkataan Hyun Mi dengan muka datar.

 

“Diamlah bodoh! Jika kau mau Yoongi dan Seokjin selamat, maka jangan berani melawanku!”

 

Hyun Mi mengatup mulutnya rapat karena terancam dengan ucapan Taehyung barusan.

 

Taehyung tersenyum penuh kemenangan.

 

“Aku pergi dulu, nanti malam aku akan kembali! Aku harus menyiapkan urusan kepindahan kita ke Osaka, besok pagi!”

 

Apa lelaki itu itu sudah gila? Taehyung mau membawanya ke Osaka? Benar-benar konyol! pikir Hyun Mi

 

Taehyung kembali memakai jaketnya dan berdiri untuk berlalu pergi. Hyun Mi mengehela nafas. Akhirnya pria itu pergi juga. Disaat inilah ia bisa merasa tenang tanpa terancam akan siksaan. Namun kesedihan tersebut datang menghantui pikirannya. Bayangkan saja, kehilangan orang tua dengan cara yang mengerikan seperti itu begitu menyayat di hati Hyun Mi yang mengalaminya. Belum lagi akan ancaman pembunuhan yang akan dilakukan Taehyung pada Yoongi dan Seokjin.  Lengkap sudah penderitaan Hyun Mi!

 

Andai jam analog bisa memundurkan jarumnya hingga kembali ke masa lalu, gadis itu bersumpah tak akan pernah mau mengenal seorang Kim Taehyung. Mengapa sosok yang ia kagumi berubah menjadi monster?

 

Hyun Mi merindukan sosok Taehyung yang dulu. Taehyung yang ia kenal adalah lelaki yang penuh kehangatan dan tingkah konyolnya. Hyun Mi tak bisa melupakan kenangannya bersama Taehyung sewaktu mereka masih bersama. Jika memori itu terlintas dalam pikirannya, Hyun Mi akan selalu meneteskan air mata. Tak ada seseorang pun yang tahu hal itu.

 

Hyun Mi merindukan momen dimana ia dan Taehyung bersepeda bersama saat berangkat ke sekolah. Sepulangnya, mereka akan mampir di kedai ice cream. Hyun Mi rindu musim dingin, karena di musim itu, Taehyung selalu mengajaknya bermain skating bersama. Hyun Mi juga merindukan saat dimana ia dan Taehyung mengerjakan tugas sekolah berdua di bawah pohon mapple yang berguguran. Hyun Mi juga begitu merindukan lelucon konyol yang selalu diberikan Taehyung untuk menghiburnya. Dan Hyun Mi tak akan pernah lupa saat dimana ia dan Taehyung mengucapkan janji di sebuah taman rahasia yang tak diketahui oleh siapapun, janji itu akan terasa menyakitkan jika diingat.

 

‘Taehyung dan Hyun Mi akan selalu bersama selamanya..’

 

Janji yang diucapkan Taehyung itu ternyata menjadi peluru yang siap melesat saat Taehyung menekan pelatuknya. Janji itu ternyata justru membuat Taehyung menjadi seorang pembunuh agar dirinya dan Hyun Mi akan tetap bersama.

 

Hyun Mi tak mengenali Taehyung yang sekarang. Karena Taehyung yang sebenarnya adalah Taehyung yang penuh perhatian. Hal yang begitu sulit dilupakan gadis itu adalah saat Taehyung menggendongnya ketika kaki Hyun Mi terluka. Taehyung rela pinggungnya pegal demi mengantar Hyun Mi sampai di rumahnya. Namun sesampai di rumah gadis itu, Taehyung justru dipukuli oleh Tn. Choi hingga babak belur. Saat itu Hyun Mi tak dapat melakukan apapun. Gadis itu lebih memilih berlari ke kamarnya dan menangis.

 

Ciuman pertama Hyun Mi dan Taehyung adalah saat kencan mereka yang kedua kalinya. Ciuman yang begitu lembut dan terkesan manis itu dapat membuat pipi Hyun Mi merona. Bahkan memori itu terus terlintas meskipun ia sudah menjalin hubungan dengan Yoongi.

 

Sebenarnya waktu itu Hyun Mi begitu berat hati menerima Yoongi menjadi kekasihnya. Ia terlalu mematuhi perintah orang tuanya sehingga apapun yang di perintahkan, Hyun Mi hanya bisa pasrah menerimanya. Sejak dulu gadis itu memang lah merupakan anak yang penurut.

 

Hyun Mi selalu mencoba mengubur perasaannya pada Taehyung, namun semakin ia berusaha maka semakin dalam pula ia terjatuh dalam pesona lelaki itu. Hyun Mi berusaha belajar mencintai Yoongi yang merupakan seorang lelaki yang identik dengan senyuman manis itu. Namun usaha Hyun Mi juga tak diindahkan. Ia gagal!

 

Hyun Mi sering menangis dalam kesendiriannya. Ia begitu merindukan perhatian hangat Taehyung. Disaat akan tertidur ia selalu berharap dapat menemukan Taehyung dalam mimpinya. Namun Taehyung selama ini beranggapan jika Hyun Mi sudah benar-benar melupakannya. Padahal, Hyun Mi selalu memperhatikan Taehyung dari kejauhan, Taehyung tak pernah tahu akan hal itu. Hati Hyun Mi bagaikan mapple kering yang rapuh ketika musim gugur.

 

DOR!

 

Suara tembakan membuyarkan pikiran Hyun Mi.

 

‘Siapa disana?’ Pikir Hyun Mi

 

Hyun Mi kembali terperosok dalam ketakutan. Apa Taehyung masih disana? Lalu mengapa ada suara tembakan pistol?

 

Lagi, beruntun pertanyaan kembali hadir dipikiran Hyun Mi. Suara keributan dari luar semakin terdengar.

 

Hyun Mi begitu penasaran dengan apa yang terjadi diluar sana. Ia menggigit bibirnya khawatir. Keributan itu terdengar seperti adanya peperangan. Rasanya Hyun Mi ingin keluar dari gedung ini dan melihat apa yang sedang terjadi. Namun lagi-lagi rencananya terhalang oleh tali yang mengkunci tubuhnya.

 

BRAKK

 

Segerombolan orang mendobrak pintu gedung tua itu. Hyun Mi terkejut bukan main saat matanya menangkap banyak polisi dihadapannya.

 

Disana ia berusaha mencari keberadaan seseorang.

 

“Tae-Taehyung-ah..”

 

Hyun Mi berteriak saat melihat Taehyung berdiri diantara beberapa polisi tersebut. Tangan lelaki itu telah di borgol.

 

Belum lagi habis keterkejutan itu, Hyun Mi melihat Yoongi dan kakaknya -Seokjin- yang tiba-tiba datang.

 

Yoongi langsung berhambur menghampiri Hyun Mi dengan wajah pucat, lelaki itu nampak begitu khawatir.

 

“Kau tak apa?” Tanya Yoongi sembari memegang wajah Hyun Mi. Namun Hyun Mi tak kunjung menjawab. Justru ia tengah berada dalam ketegangan yang mencekam saat melihat Seokjin berjalan mendekat pada Taehyung dan menamparnya.

 

“Sialan kau! Ternyata selama ini kau yang telah menyembunyikan adikku!” Pekik Seokjin

 

Taehyung tertawa.

 

“Wae? Kau tak terima?”

 

PLAK

 

Ternyata satu tamparan masih belum cukup bagi Seokjin. Ia kembali menggunakan tangannya untuk menampar Taehyung. Taehyung meringis menahan perih.

 

“Kau.. pembunuh! Kau telah membunuh orang tuaku! Kau juga telah mengurung dan menyiksa adikku!” Pekik Seokjin, ia sedikit melirik Hyun Mi yang tengah menangis. Yang menjadi objek perhatiannya adalah luka lebam serta darah yang terlukis di seragam gadis itu. Seokjin mengepalkan tangannya, jika saja tak ada polisi dihadapannya, mungkin Seokjin akan membunuh Taehyung dengan kedua tangannya.

 

“Kenapa kau lakukan ini pada keluargaku?” Teriak Seokjin

 

“….”

 

“Kenapa kau diam, bodoh?”

 

Beberapa polisi menahan Seokjin saat lelaki itu hendak memukuli Taehyung. Tatapan Taehyung yang seolah-olah menantangnya membuat Seokjin naik pitam. Apa yang sebenarnya yang ada dipikiran lelaki itu? pikir Seokjin

 

“Bawa dia sekarang!” Perintah salah seorang polisi mengutus bawahannya untuk segera membawa Taehyung ke dalam mobil patroli mereka

 

“Dengar Seokjin-ssi, Hyun Mi hanya milikku! Tidak ada yang boleh memilikinya selain aku!” Pekik Taehyung

 

Taehyung berteriak kencang saat para polisi itu menyeretnya keluar gedung. Seokjin menatap kepergian Taehyung dengan pandangan nanar. ‘Kenapa semuanya jadi seperti ini?’ Tanya Seokjin membatin

 

Seokjin membalikkan tubuh dan berjalan mendekati Yoongi dan Hyun Mi. Terlihat Yoongi yang sedang berusaha menenangkan Hyun Mi. Tali yang melilit kaki dan tangan gadis itu sudah terlepas. Yah, Yoongi yang melepas tali sialan itu.

 

Seokjin langsung memeluk Hyun Mi. Gadis itu menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang kakak. Hyun Mi menangis, entah mengapa ia masih saja merasa takut. Mungkin di kedepan hari akan ada rasa trauma dalam dirinya.

 

“Hyun Mi hanya milikku! Hahaha..”

 

Samar-samar terdengar suara Taehyung menyeruak masuk dalam indra pendengaran Hyun Mi dan kedua lelaki disampingnya. Suara itu masih terdengar jelas namun tiba-tiba lenyap dalam sekejab saat suara mesin mobil polisi melintas semakin menjauh.

 

Hyun Mi tak bisa menahan tangis. Perasaannya campur aduk. Senang, Sedih, dan haru berbaur menjadi satu. Ia bahagia karena akhirnya dapat bebas dari kurungan Taehyung dan mendapatkan kenyataan jika Seokjin dan Yoongi belum menjadi korban selanjutnya. Namun ia sedih melihat Taehyung yang nampak begitu kacau. Ya, sepertinya ada gangguan di otak Taehyung. Lelaki itu benar-benar membuat perasaan Hyun Mi semakin tertekan.

 

“Kau aman sekarang, aku akan selalu melindungimu..” Bisik Seokjin

 

Kemeja Seokjin basah akibat tangis sang adik. Yoongi melihat kedua saudara kandung itu dengan tatapan sedih. Ia merasa bersalah karena tak mampu melindungi Hyun Mi dengan baik. Jika saja ia tidak membuntuti Taehyung seharian ini, entah bagaimana jadinya nasib Hyun Mi setelahnya.

 

“Yoongi-ya, bawa Hyun Mi ke rumah sakit! Aku akan mengurusi kasus Taehyung dulu.” Kata Seokjin

 

Yoongi mengangguk. Kini tangis Hyun Mi sedikit mereda. Yoongi mencoba membantu Hyun Mi untuk berdiri. Namun tubuh Hyun Mi lunglai. Gadis itu seperti orang lumpuh. Begitu menyedihkan.

 

“Aku akan menggendongnya sampai mobil..” Seru Yoongi

 

“Tidak perlu, aku akan panggilkan ambulan.” Sergah Seokjin sembari berjalan keluar untuk menghubungi pihak rumah sakit

 

Hyun Mi memandang Yoongi dalam diam. Dengan posisi duduknya ia lingkarkan tangannya dipinggang Yoongi yang berada disampingnya. Menyandarkan kepalanya di bahu Yoongi, menghirup aroma lelaki itu.

 

Air mata kembali mengalir dari pelupuk mata Hyun Mi. Terjadi badai dalam hati gadis itu. Aroma parfum Yoongi ternyata sama dengan aroma parfum milik Taehyung.

 

“Jangan menangis, aku ada disini.” Yoongi menyeka air mata gadis itu. Mungkin Hyun Mi masih trauma atas apa yang dialaminya, pikir Yoongi. Lelaki itu langsung membawa Hyun Mi dalam pelukannya. Kembali berusaha untuk menenangkan suasana hati Hyun Mi.

 

Dalam dekapan Yoongi, gadis itu bertanya. ‘Sampai kapan Taehyung akan ditahan di jeruji besi itu?’. Hyun Mi tak dapat mengelak, meskipun ia sudah terlanjur benci pada Taehyung, namun Hyun Mi masih sangat mencintai Taehyung. Dan gadis itu yakin jika Taehyung juga masih begitu mencintainya.

 

Taehyung memiliki rasa cinta yang sudah diluar batas logika. Rasa terobsesi dan perasaan cinta telah membaur menjadi satu hingga keinginan rasa ingin memiliki membuatnya menjadi seorang pembunuh. Ia akan memusnahkan siapapun yang menjadi penghalang hubungannya dengan Hyun Mi. Jadi, ada kalanya jika cinta akan menjadi sangat berbahaya. Jika cinta sudah melekat maka akal tak lagi kuasa menolaknya.

 

-END-

 

***

 

Berikan komentar kamu mengenai fanfic ini. Kritik dan saran dari kalian aku terima, supaya kedepannya aku bisa menulis lebih baik lagi. Maaf kalau kalian gak dapat feel dari ff ini. Jangan jadi pembaca misterius ya >.<

Advertisements

8 thoughts on “[BTS FF Freelance] Love Attack – (Oneshoot)

  1. Lisa Kim

    Wahh, Taehyung diam2 menghanyutkan.
    Tp untung dia blm sempet ngebunuh Jin sama Yoongi, klw mereka terbunuh populasi org ganteng jd berkurang *ehh kekekeke..

    Like

  2. liaNata

    pertama-tama kenalken daku pembaca misterius/apaansih?/
    sukaaaa pake kali sm crta ny/awashanyut/ 🙂 neomu johaa. baca crta kaya’gini jd pengen dcintai sebegituny loh aku.. Mana kejam ny taehyung dsini pas bgt/nahloh?/
    95line namkor daku ahn yeonhwa, jd manggil ap nie ke sesama ahn??

    Like

  3. WAAAAA TAEHYUNGGGGGGG kenapa kalau genrenya saiko gila gini tae yang paling cocok kenapa kenapaaa? /plak/ aku juga suka jadiin tae jd saiko gila /ketawa jahat/ jalan ceritanya bagus thor! Kalau itu versiku aku bikin sad ending mgkin dengan yg cewe bunuh tae dan mereka mati bersama /plak/ wahahaha keep writing author-nim! Ficnya bagus banget genrenya bener-bener style aku bangeeetttt wkwkwk. Jihyeon here, 98line😆😆😆❤️❤️❤️❤️

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s