[BTS FF Freelance] Its Amazing Right – (Oneshoot)

its amazing tight2

Its Amazing Right

|safitrirahmayanti’s story|

Main cast:

Im Nayeon (TWICE)

Jeon Jungkook (BTS)

Romance | Songfic | Oneshoot | PG-17

Fanfiction ini sedikit terinspirasi dari lagunya Apink – Its Amazing right. Dan cast Jungkook milik orangtuanya dan Bighit ent, sedangkan cast Nayeon milik orangtuanya dan JYP ent. Dimohon untuk tidak mengcopast/plagiat ff ini ya. Maafkan typonya.

Lagu rekomendasi: Apink – Its Amazing Right/A wonderful of love

Poster by Babyglam@IFA

Happy reading^^

 

oOo

“ Im Nayeon! Jadilah kekasihku” Ucap namja yang berpakaian layaknya seorang pangeran itu merayu yeoja yang juga berpakaian bak seorang putri kerajaan. “Ne aku mau Jungkook-ssi” Ucap yeoja yang tak lain adalah Nayeon. Setelah menyatakan perasaannya, wajah Jungkook semakin mendekat ke wajah Nayeon dan…

 

“YAKK IM NAYEON! BANGUNLAHH! INI SUDAH SIANG!!!” Seorang wanita paruhbaya berteriak kepada Nayeon yang sedari tadi berpetualang di alam mimpi nya –Tidur.“Eoommaaaa mengapa kau membangunkan ku disaat aku sedang sangat bahagia dengan pangeranku didalam mimpi?” Tanya Nayeon dengan rambut yang masih berantakan kepada eommanya yang berdiri di depan pintu kamar nya. “Yak! Urusslah kehidupan mu didunia nyata Nayeon! Jangan selalu bergantung dengan dunia khayalan mu itu!Percayalah bahwa namja khayalan mu itu tidak ada! Sekarang cepatlah kesekolah! Ppaaliiwaa.” Omelan sang eomma membuat kuping Nayeon panas dan segera berlari ke kamar mandi.

.

.

.

Im Nayeon. Semua murid disekolah mengenal gadis itu sebagai gadis yang sangat dingin. Padahal sesungguhnya tidak. Nayeon sesungguhnya adalah gadis yang ramah, namun semenjak ia dikucilkan oleh teman-temannya saat Smp, ia merubah sikapnya menjadi gadis yang dingin. Sejak 15 tahun Nayeon selalu menghabiskan hari-harinya dengan menggambar seseorang. Entahlah itu orang yang ia kenal ataupun tidak. Salah satu nya ia pernah menggambar seseorang yang sering Nayeon panggil ‘Jungkook’. Nayeon bilang Jungkook adalah seorang pangeran yang ia buat sendiri. Dan tentunya Nayeon selalu berdoa setiap hari agar ia bisa bertemu dengan Jungkook. Walaupun ia tahu bahwa Jungkook hanyalah teman khayalan nya.

.

.

.

Hari ini dengan malasnya Nayeon memasuki kelas dengan sangat malas. Ahh tidak. Setiap hari ia selalu dengan malas memasuki kelas alias bukan hari ini saja. Semua temannya bercanda dan bergurau bersama namun dari salah satu dari mereka tidak ada yang mengajak Nayeon untuk bergabung bersama mereka. Nayeon mengalihkan kebosanannya untuk menulis curahan hatinya dibuku diary miliknya.

 

Lihatlah! Tidak ada salah satu pun dari mereka yang mengajak ku untuk bergabung bersama mereka. Memang nya apa salah ku sih? Aku hanya suka menggambar seorang yang ada dikhayalan ku. Aku kan tidak gila. Aku kan tidak pernah berbicara sendiri dikelas layaknya seseorang yang kehilangan akal sehatnya. Namun mengapa….

 

Nayeon harus berhenti menulis diary nya karena sonsaenim memasuki kelas dengan membawa buku tebalnya. Dengan malas Nayeon terpaksa memasukan buku diary nya ketas nya. Nayeon pun membuka buku pelajarannya dengan malas namun sepertinya malas nya kini hilang setelah mengetahui ada seorang namja yang mengikuti sonsaenim dari belakang. Mata Nayeon membulat seakan tak percaya bahwa ini nyata.

 

“Mw..mwoo? Diaa? Jung…”

“Annyeonghaseyo Jeon Jungkook imnida. Senang bertemu dengan kalian dan aku harap kita bisa berteman baik” Ucap sang murid baru yang tak lain adalah, Jungkook. Betapa kaget nya Nayeon setelah mengetahui bahwa itu adalah Jungkook. Ya, ia tidak percaya bahwa Jungkook benar benar ada. Karena selama ini Nayeon hanya mengkhayal-khayal tentang Jungkook. “Jungkook-ah kau bisa duduk ditempat duduk yang kosong” Ucap sonsaenim disusul anggukan Jungkook yang langsung berjalan menuju bangku yang ditunjuk oleh sonsaenim.

           Teettttt

Suara bel makan siang pun telah berbunnyi, seluruh murid berlari menuju kantin untuk menyantap makan siang mereka. Kecuali dengan dua orang ini, Nayeon dan Jungkook. Mereka tidak memilih untuk keluar kelas melainkan diam didalam kelas. Nayeon menyatap bekal roti nya dan Jungkook lebih memilih diam sembari meminum sebotol air putih. Jarak mereka pun cukup jauh, Jungkook berada dipojok kanan sedangkan Nayeon berada di pojok kiri. Tidak ada percakapan diantara mereka walaupun Nayeon masih bertanya tanya apakah ini mimpi atau bukan.

“Apakah sekolah ini memiliki lapangan basket indoor?” Jungkook memulai topik pembicaraan kepada Nayeon namun jarak mereka tetaplah berjauhan.

         ‘omo dia berbicara padaku?aku tidak salah kan?Im Nayeon. Jangan gugup jangan gugup’ Batin Nayeon. “Huh? Kau bicara padaku?” Tanya Nayeon dengan tatapan yang masih tidak percaya. “Tentu saja aku berbicara padamu. Disini kan hanya kita berdua Im Nayeon” Jawab Jungkook. ‘Aishh Nayeon-ah mengapa kau begitu bodoh? Ahh tapi tadi ia menyebut namaku? Aku tidak salah dengar kan? Geundae dari mana ia tahu namaku?’ Ujar Nayeon didalam hatinya. “Ahh benar juga. Tentu saja ada lapangan basket indoor disekolah ini. Memang nya kenapa?” Tanya Nayeon(lagi). “Bisakah kau mengantarkan ku kesana? Aku belum terlalu tau daerah sekolah ini.” Jawab Jungkook membuat mata Nayeon terbelalak tak percaya. “Huh? Arraseo.” Nayeon pun pasrah lalu keluar kelas diikuti oleh Jungkook.

 

“Terima kasih kau sudah mengantarkan ku kesini. Bila kau ingin kembali kekelas kembalilah. Aku tidak memaksamu untuk menemani ku disini.” Ucap Jungkook saat ia dan Nayeon sudah sampai di lapangan basket tersebut. Jungkook pun mulai men-dribble bola basket dan memasukannya ke ring. “Aniya. Aku lebih suka diam disini” Ujar Nayeon yang kemudian duduk disalah satu bangku. Jungkook pun menganggukan kepala nya men-iyakan ucapan Nayeon. “Jungkook-ah, dari mana kau tahu namaku?” Ucapan Nayeon membuat Jungkook menghentikan permainannya. “Seluruh sekolah ini membicarakan mu. Katanya kau murid paling dingin disekolah ini” Ucap Jungkook seraya tertawa kecil. “Cihh beraninya kau percaya dengan gosip murahan tentang aku! Jika aku dingin, aku tidak mungkin mengantarkan mu ke lapangan ini pabo!” Ujar Nayeon sambil mem-poutkan bibirnya. Jungkook yang melihat itu lalu tertawa dan melanjutkan permainannya. “Jungkook-ah kau tahu tidak? Aku sangat kaget dan tidak percaya bahwa kau nyata. Tapi kau benar-benar nyata kan?” Pertanyaan tidak masuk akal Nayeon kepada Jungkook itu membuat Jungkook berjalan menuju Nayeon lalu berdiri dihadapan gadis bermarga ‘Im’ tersebut. Bukannya berbicara Jungkook malah mencubit lengan Nayeon dengan cukup keras. “Yakkk! Jungkook-ah! Appo!! Apa yang kau lakukan eoh? Kau gila?” Tanya Nayeon seraya mengelus-elus lengan yang tadi dicubit oleh Jungkook. “Sekarang kau percaya bahwa aku nyata kan?” Jungkook malah balik bertanya kepada Nayeon. “Kau menyebalkan” Nayeon pun berjalan keluar lapangan dengan tangan kiri yang masih mengelus-elus bekas cubitan Jungkook. Jungkook hanya tertawa manis melihat tingkah Nayeon.

.

.

.

“Jungkook-ah ayolah nanti sore kau mau mengantarku pulang kan?” Tanya salah seorang murid perempuan dikelas XII yang bernama Yein kepada Jungkook.

Jeong Yein memang menyukai Jungkook sejak Jungkook masuk ke sekolah ini namun Jungkook tidak pernah merespon perasaan Yein. “Mianhae aku tidak bisa” Jungkook lalu berdiri dari bangkunya dan langsung berjalan menuju bangku Nayeon. “Nayeon-ah! Lengan mu masih sakit?” Tanya Jungkook pada Nayeon yang sedang menulis sesuatu. “Lumayan” Jawab Nayeon yang ternyata sedang menulis contekan untuk ulangan fisika hari ini. “Kau menulis contekan? Yakk Im—“ Omongan Jungkook terpotong setelah Nayeon menbungkam mulut Jungkook dengan tangannya. “Ssstttt! Jangan bilang siapapun oke? Lagipula tadi malam aku tidak bisa belajar karena lengan ku sangatlah sakitt” Ucap Nayeon lalu melepaskan tangannya dari mulut Jungkook. “Kau kan belajar menggunakan otak mu! Tidak ada hubungannya dengan lenganmu.” Ujar Jungkook memandang Nayeon dengan tatapan serius. “Aiishh tapi rasa sakit ini menganggu otak ku.” Nayeon kembali menjawab omongan Jungkook dengan jawaban yang bisa dibilang tidak masuk akal. “Terserah kau saja. Dan ahh nanti sepulang sekolah kau mau melihat latihan basket? ” Tanya Jungkook membuat Nayeon menghentikan kegiatan menulis nya. “Tidak. Lagi pula sepulang sekolah aku akan menyelesaikan tugas matematika ku disini.” Jawab Nayeon santai. Jungkook pun menganggukan kepalanya mengiyakan jawaban Nayeon.

.

.

.

Saat pulang sekolah Jungkook berjalan menuju lapangan basket untuk latihan basket sedangkan Nayeon diam dikelas sendirian untuk mengerjakan tugas nya. Saat sudah sampai lapangan basket, Jungkook pun bergegas latihan bersama teman-temannya tanpa mengganti baju seragamnya. Saat Jungkook hendak memasukan bola itu ke dalam ring, ternyata bola nya memantul dan mengenai kepala salah satu anak perempuan yang sedang duduk menonton Jungkook.

TUING(?)

“Aahh” Erang sang yeoja itu yang tak lain adalah Yein. “Omo yein-ah gwenchana? Maafkan aku. Ayo kita ke ruang kesehatan.“ Ucap Jungkook seraya menuntun Yein yang seperti nya masih pusing. Saat sampai diruang kesehatan… “Kau mau diam disini? Atau—“ Omongan Jungkook segera dipotong dengan omongan Yein. “Bisakah kau mengantarku pulang? Kepalaku masih pusing dan aku takut terjadi apa-apa saat dijalan.” Ujar Yein sembari memegang kepalanya. “Arraseo. Motor ku ada diparkiran. Kajja.” Ajak Jungkook lalu keluar dari ruang kesehatan disusul dengan Yein yang mengikuti nya dari belakang.

 

Nayeon POV

Sebenarnya aku sangat malas mengerjakan tugas ini disekolah apalagi sendirian. Guru matematika itu memang jahat. Padahal aku hanya telat 10 menit namun aku malah diberi tugas aaishhh ini menyebalkan. Sekarang tugas ku sudah selesai dan besok aku akan mengumpul kannya ke guru matematika. Aku mulai melangkahkan kaki ku keluar dari kelas ku, menyusuri lorong-lorong yang sangatlah sepi. ‘Mungkin sekarang hanya lapangan basket lah yang tidak sepi’ Gumam ku didalam hati. Saat sedang menyusuri lorong aku melihat sekilas ke dalam lapangan basket. Sangat banyak murid namja dan yeoja disana namun kemana Jungkook? Dia tidak ada disana ataukah ia sudah pulang duluan? Entahlah. Saat sudah sampai diluar sekolah aku pun berjalan menuju gerbang sekolah sambil bersenandung kecil namun tiba-tiba sebuah pemandangan menyebalkan kembali muncul didepan mataku. Aku melihat Jungkook membonceng(?) Yein dimotornya. “Ada apa dengan Jungkook? Bukankah tadi ia bilang akan latihan basket? Mengapa ia malah mengantar Yein pulang? Aishh ini sungguh menyebalkan.” Gumamku kepada diriku sendiri. Saat didalam bus aku masih memikirkan kejadian tadi. Ini sungguh menyulitkan.

Author POV

Sesudah mengantarkan Yein pulang, Jungkook berniat untuk menjemput kembali Nayeon disekolah –jungkook belum tau kalo nayeon udah pulang duluan. Jungkook pun berlari menuju kelas nya namun dikelas nya hanya ada wanita paruhbaya yang sedang membersihkan kelas nya. “Permisi. Apakah ada murid perempuan yang baru saja pulang?” Tanya Jungkook kepada wanita itu. “Entahlah. Saat aku membersihkan kelas ini aku menemukan buku gambar ini. Nama pemiliknya ‘Im Nayeon’ Tolong berikan buku ini padanya ya, aku rasa ia meninggalkan bukunya disini.” Ujar sang wanita seraya memberikan buku gambar milik Nayeon tersebut. Tadinya ia ingin segera memberikan buku ini pada Nayeon namun ia penasaran dengan isi buku gambarnya. Jungkook pun memilih untuk duduk disalah satu bangku lalu mulai membuka isi buku tersebut. Dihalaman pertama tertera nama ‘Im Nayeon’. Betapa kaget nya Jungkook setelah ia melihat isi halaman selanjutnya. Jungkook melihat ada lukisan dirinya di buku gambar milik Nayeon. Jungkook pun melihat tanggal dilukis nya lukisan itu. “21 Maret 2013? Bukankah pada tahun 2013 aku belum pernah bertemu Nayeon? Dari mana ia tahu wajahku?” Tanya Jungkook kepada dirinya sendiri yang lalu membuka halaman berikutnya. Di halaman ke tiga lukisan Jungkook kembali muncul dalam buku gambar Nayeon namun bedanya kini ada sebuah kalimat-kalimat..

‘Jeon Jungkook. Seperti nya aku akan memberinya nama itu. Nama yang bagus kan? Jungkook-ah walaupun aku tahu kau itu hanyalah pangeran dikhayalanku namun aku rasa kau benar-benar ada didunia ini dan aku harap aku bisa bertemu denganmu.

23-Maret-2013—Im Nayeon’

Kalimat itu membuat Jungkook semakin bingung dengan apa yang ada didiri Nayeon. Tanpa basa-basi Jungkook pun langsung keluar dari kelas dan menuju tempat parkir motornya. Ia pun mencoba mencari Nayeon dengan motornya. Jungkook mencari nya ke halte bus, ke supermarket, ke jalanan dekat sekolah, namun ternyata Nayeon berada di taman yang tak jauh dari sekolahnya. Jungkook pun berjalan mendekati Nayeon yang sedang duduk sendirian disalah satu bangku taman, namun niat Jungkook terhenti ketika mendengar Nayeon berbicara kepada dirinya sendiri. Jungkook pun memustukan untuk diam dibelakang Nayeon tanpa sepengetahuan Nayeon.

“Jungkook-ah kau tahu tidak? Aku sudah menunggu kedatangan mu selama dua tahun ini! Selama dua tahun ini aku selalu berdoa agar aku bisa bertemu denganmu! Namun apa? Saat aku sudah bertemu denganmu namun kau malah bersama yeoja lain! Aisshh aku membencimu Jungkook! Aku tidak menyukaimu lagi! Bahkan kau tidak tampan lagi!” Ucap Nayeon kepada dirinya sendiri. “Kau yakin aku tidak tampan?” Ujar Jungkook mengagetkan Nayeon dan otomatis Nayeon berdiri lalu menghadap ke Jungkook. “Sejak kapan kau berada disitu?” Tanya Nayeon kepada Jungkook yang mulai menghampirinya. “Sejak kau mulai berbicara sendiri.” Jawab Jungkook. “Aishh Jungkook-ah aku bisa jelaskan semuanya.” Ucap Nayeon. “Aku sudah tau semuanya Im Nayeon. Dan tadi kau bilang aku tidak tampan? Cihh aku sangatlah tampan! Kau mau bukti bahwa aku sangat tampan?” Tanya Jungkook mengeluarkan smirk nya. “Bukti? Tunjukan buktinya.” Jawab Nayeon. “Buktinya kau menyukaiku. Kau menyukai ku kan? Itu bukti bahwa aku tampan.” Ujar Jungkook. Nayeon pun mencerna ucapan Jungkook sekitar 10 detik. “Ne? Apa kau bilang? Aku kan tidak menyukaimu.” Ucap Nayeon dengan sedikit gugup. “Kau menyukai ku Im Nayeon! Dan menurutku kau wanita yang cantik. Kau mau bukti bahwa kau cantik?” Tanya Jungkook kepada Nayeon yang sekarang wajahnya memerah. “Aku memang cantik. Tapi memangnya apa buktinya?” Nayeon dengan wajah yang semakin merah malah balik bertanya kepada Jungkook. Jungkook yang bukannya menjawab malah mendekati wajah Nayeon. Hanya sekitar 5 cm jarak yang disisakan oleh Jungkook.

“Buktinya adalah aku menyukaimu.”

Mwoo?”

 

Fin.

Yoohooo~ Akhirnya selesai ff ini. Ini ff ke-7 yang author publish disini setelah ‘You different’, ‘Ice cream, ‘Hurt’, ‘To Be Real, ‘You’, dan ‘First Love’ >< . Special thanks untuk readers yang selalu komen+baca ya. Dan makasih juga staff bts fanfic indonesia yang selalu ngepublish ff aku. Gomawo semuanya:*

 

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF Freelance] Its Amazing Right – (Oneshoot)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s