[BTS FF Freelance] Reach – (Ficlet)

PicsArt_04-09-01.54.14

Reach

by

Frostkinna

Genre

Friendship, Sad, Angst

Rating G

Length Ficlet

Cast

Kim Taehyung, Park Jimin, Jeon Jungkook

Disclaimer

Story based on my lastnight dream. RnR, please.

***

 

-17.00-

From : Taehyung

Aku pulang hari ini. Kau mau jemput ke bandara, tidak?

– 17.45 –

From : Taehyung

Sebentar lagi mendarat. Kau akan datang, kan? Aku janji akan menunggumu sampai kau datang.

– 18.15 –

From : Taehyung

Aku masih ingat janjimu, Jim. Ah, tapi rupanya kau tak akan membalas chat ku. Baiklah, ku tunggu kau di depan bandara, oke?

– 19.38 –

From : Taehyung

Jim.

– 20.05 –

From : Taehyung

Omo. Aku lupa bawa jaket. Korea dingin sekali. Ah, aku sangat rindu padamu. Hehe. Aku masih menunggumu, kok. Jangan lama-lama, ya. Dingin, nih.

***

Bibir Taehyung bergetar. Tubuhnya hampir tak dapat menahan hawa dingin yang menusuk hingga masuk ke dalam dirinya. Beberapa orang asing berlalu lalang melewatinya, beberapa menabraknya tanpa perasaan bersalah.

Dari jauh tampak seorang pria tua mengenakan kaus hijau muda berjalan menghampirinya. Pria itu menangis tanpa henti. Tangannya bergetar. Suaranya sesenggukan saat mengucapkan,

“Berhentilah menunggunya, Taehyung-ssi. Jimin tak akan datang.”

Taehyung tetap bergeming. Ia berusaha tak mendengar apa yang dikatakan pria berkaus hijau dan bersurai hitam di hadapannya. Pria itu mengulurkan lengannya.

“Pulanglah, Hyung.”

“Sebentar lagi. Kumohon,” Taehyung akhirnya bersuara, “aku akan menunggu Jimin. Dia akan datang tidak lama lagi.”

Pria tua yang menangis itu pun membalikkan tubuhnya membelakangi Taehyung. Dia pergi dengan tubuh bergetar karena kedinginan. Selang beberapa lama, pria itu pun menghilang, meninggalkan Taehyung sendiri menunggu Jimin.

Malam semakin larut. Seorang yang Taehyung tunggu, Park Jimin, belum juga datang. Ia akan terus menunggunya. Sampai Jimin datang, walau malam mulai membekukan dirinya, ia tak peduli. Yang Taehyung inginkan hanya Jimin, karena tanpa Jimin seorang Taehyung hanya sebuah angin kosong. Tanpa harapan, semangat, ataupun senyuman. Tapi dengan Jimin di sisinya, Taehyung bisa merasakan segalanya. Harapan, semangat, serta senyuman ‘kan menghiasi kehidupannya. Bahkan merasa sedih pun jika bersama Jimin tak akan menyakitkan.

Taehyung akan menunggu Jimin.

Sampai kakinya lemas pun tak apa.

Ah, tapi ini membosankan. Dan Taehyung adalah makhluk yang sangat benci ketidakpastian, juga menunggu. Ia membencinya. Sangat benci.

Tapi untuk Park Jimin.. Taehyung rela menunggu walau diliputi kebosanan.

Mata Taehyung seketika membulat saat pandangannya terpaku pada sosok berpakaian putih panjang yang sudah robek-robek. Sosok itu mengenakan tanda pengenal yang melingkar di pergelangan tangannya. Kakinya telanjang berhiaskan goresan-goresan kecil berwarna merah. Wajah sosok itu pucat. Matanya bengkak. Kantung mata sangat kentara di kedua matanya.

Taehyung tersenyum.

“Akhirnya…”

Sosok itu mengatur nafasnya sesampainya ia di hadapan Taehyung. Ia memandang lurus ke depan. Tak menatap Taehyung. Hanya menatap kosong pada sesuatu di hadapannya.

Jimin’s here,” ujar sosok bernama Jimin itu.

Jimin tertawa, walau ia meneteskan air mata. Menangis. Menangis dengan tertawa.

“Aku menepati janjiku, Tae. Kau juga begitu, ya?”

“Iya, Jim. Iya.”

Jimin kembali tertawa. Nyaring.

Tangan Jimin bergetar menggenggam benda yang terasa dingin menembus kulitnya. Ia terus menerus menggenggamnya sepanjang perjalanan. Perlu perjuangan bagi Jimin hanya untuk mencapai bandara ini.

Taehyung bergeming menatap sahabatnya itu.

Sudah lama ia menunggu ini.

“Lakukan, Jim.”

Jimin menggenggamnya makin erat. Hingga buku-buku jarinya memutih. Jimin kembali meneteskan bulir air dari kedua matanya, merasa lega akan keberhasilannya malam ini.

Ia tersenyum.

Pekikan keras terdengar di seluruh bandara yang sepi saat Jimin menancapkan belati kecil tepat di jantungnya. Perasaan kebahagiaan menguap dari tubuhnya, membawanya ke alam yang berbeda.

Kepada kehidupan selanjutnya.

Menjumpai Kim Taehyung.

.

.

.

Pria tua itu masih menangis. Ia memandang Jimin dengan sendu.

“Kenapa kau melakukan ini, Hyung? Hidupmu harus terus berlanjut.”

“Hidupku takkan pernah sama tanpa Kim Taehyung, Jeon Jungkook.”

 

FIN.

 

Note : sorry for the absurdness.

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] Reach – (Ficlet)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s