[BTS FF Freelance] The Criminal Case – (Chapter 7)

PhotoGrid_1451043719221
The Criminal Case Sequel The Exorcist 2 (Chapter 7)

Tittle : The Criminal Case (Chapter 7)

Author : Nagi

Main cast :

Jeon Jungkook (BTS)

Jeon Wonwoo (Seventeen)

Park Jimin (BTS)

Kwon Soon Young / Hoshi (Seventeen)

Park Jirin (oc)

Hansol Vernon Chwe / Vernon (Seventeen)

Boo Seungkwan (Seventeen)

Hakim Agung aka Yoon Jeonghan (Seventeen)

Support cast : All Member BTS, All Member Seventeen

Genre : Mystery, Horror, Romance, Family, Crime, Psycology, Supranatural, AU
Length : Chapter
Rating : 16-lanjut usia

Repeat :
Jimin menatap Hansol lamat – lamat sebelum menekan tombol power pada rekamannya dan menunggu rekaman itu mengeluarkan suara.

****

          “Nyalakan perekamnya.” Ujar Jungwon memerintahkan salah satu anak buahnya.

Anak buahnya tersebut langsung mengambil alat perekam dan menyalakannya.

“Kalian tidak akan pernah bisa menyingkirkan diriku dari dirinya.” Ucap Jirin

“Tapi kami datang kesini untuk membebaskannya darimu!” jawab Jungwon dengan sedikit tekanan pada suaranya

Jirin menggeram
“Fikiran kalian dapat menusuk fikiranku. Aku tantang kalian. Cobalah jika kalian berani.”

“Tuhan kami memberikan kami kekuatan untuk melawan iblis sepertimu.”

Brak!

Tiba – tiba jendela kamar Jirin terbanting terbuka lebar, angin dingin yang masuk membuat mereka goyah karena kedinginan.
Lampu kamar Jirin hidup dan mati berkali – kali.

Bola mata Jirin berputar hingga seluruhnya berwarna putih.

“Mau titip salam Jeon Jungwon? Isterimu ada bersama kami.”

Mata Jungkook terbelalak, ia menatap ayahnya yang sibuk memegangi tangan kiri Jirin, terlihat kedua mata hitam ayahnya menurun kebawah.
Sepertinya kematian ibu mereka 7 tahun lalu masih melekat dimemori lelaki tersebut.

“Sampai kapan kau mau berada didalam tubuh Jirin?” tanya Jungwon

“Hingga ia membusuk dan dunia menjadi hancur karenanya!”

Jungwon diam sesaat dengan wajah menenangkan

“Ikat dia.” Perintahnya.

Jirin pun diikat diatas kasurnya, kasurnya yang sedari tadi tampak tenang kini menjadi bergerak – gerak dan bergetar dengan sendirinya.

“Anda tunggulah diluar.” Pinta Jungwon

Jimin mengangguk, kakinya perlahan melangkah keluar pintu, namun ia mendengar Jirin mulai berkata – kata lagi.

“Aku takkan melepaskan adikmu Park Jimin! tidak akan pernah! Adikmu ini akan mati ditanganku Park Jimin! dia akan mati dan kau akan sebatang kara hidup dalam ketidak berdayaan!”

“Diam!”

Tangan Jimin mengepal keras, matanya yang memerah menatap Jirin dengan penuh kebencian.

“Adikku tidak akan kalah darimu! Adikku tidak akan mau kalah dari iblis jahat sepertimu!”

“HAHAHAHAHA.”

Gelak tawa iblis terdengar menggema diseluruh kamar Jirin yang diduga berasa dari mulut Jirin

“Adikmu ada bersama kami.”

Jimin mulai memanas, ia berjalan cepat dan mencengkram kerah baju Jirin.

“Ayo pukul aku. Pukul wajah adikmu yang cantik ini.”

Plak!

Jimin benar – benar menamparnya dengan keras
“Saat ini kau bukanlah adikku!” ucapnya dengan nada dingin
“Kembalikan adikku! Kembalikan dia! Pergi dari kami!”

Wonwoo menarik – narik lengan Jimin, memisahkan Jimin agar tidak terlalu dekat dengan Jirin
“Yang sabar.” Ucapnya dengan nada gumaman

Jimin hanya bisa mengusap wajahnya dan mengangguk, iapun segera keluar dari kamar tanpa memperdulikan perkataan yang keluar dari bibir Jirin.

“Siapa namamu.”

“Dasar Exorcist bodoh! brengsek kau!”

“Aku tanya siapa namamu?”

Jirin berteriak tepat dihadapan wajah Jungwon.
Ia menggelengkan kepalanya dengan mata yang melotot tajam menusuk.
Jungwon mengeluarkan sesuatu, sesuatu yang amat ditakuti oleh para iblis.

“Kau lihat ini..”

Mata Jirin terbelalak dengan ganas
“Apa itu?”

Senyum terukir dibibir Jungwon
“Air suci.”

Lagi – lagi Jirin menggeram, tangannya yang diikat mencakar – cakar kasur, matanya menatap keseluruh Exorcist termasuk Jungkook yang terbengong – bengong

“Katakanlah : aku hanya berlindung kepada tuhan, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan bisikan makhluk halus yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan iblis dan manusia.”

Jirin berteriak kencang, memecahkan kaca dan lampu yang tidak bersinar serta lilin yang menjadi satu – satunya penerangan mereka.
Jungwon menyiram Jirin dengan air suci.

“Keparat! Isterimu membusuk di neraka!” seru Jirin

Jungkook menatap Jirin dengan matanya yang menyipit, ia merasakan getaran pada lantai, ia sadar bahwa ranjang Jirin bergetar begitu hebat hingga kaki ranjangnya bergoyang hebat.

“Segala puji bagi tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang – orang yang kafir mempersekutukan sesuatu dengan tuhan mereka.”

Lampu kamar tersebut pecah, semua barang berterbangan menabrak dinding, Yoongi yang memimpin doa terus melafalnya sambil menutup mata karena iapun ikut takut

“Amin.” Ujar Jungwon

Perlahan teriakan Jirin berhenti, mulut gadis itu ternganga dengan bola matanya yang berputar hingga berwarna putih.

“Hahahahaha hahahahaha.” Suara tawa Jirin terdengar ditelinga mereka,       “Isterimu benar – benar membusuk di neraka Jeon Jungwon!”

Jungwon mengerutkan alisnya, ia mengambil air suci yang ia simpan dan membuka penutupnya.

“Meminta ampunlah pada tuhanmu.” Katanya

“Berhenti mengoceh bangsat!”

“Karena itulah bangsa kalian diusir ke dari surga, karena tuhanmu tidak menginginkanmu mengotori surga-nya.”

“Manusia kotor!”

Terjadi pertengkaran antara Jungwon dan Jirin, ikatan tangan Jirin terlepas, semua barang – barang berterbangan, tirai – tirai ikut berterbangan bersama dengan dentuman jendela yang berkali – kali terbuka dan tertutup.

Gadis itu bangkit dari kasurnya, Jungkook sontak menghampiri, namun tangan Jirin memukulnya dengan keras hingga ia membentur dinding.

Jirin berlari keluar dari dalam kamarnya dengan melompat dari jendela.

Para Exorcist itu keluar dari kamar
“Ada apa?” tanya Jimin dengan panik

“Jirin kabur.”

Mereka semua keluar mengejar Jirin yang berlari kearah hutan, rumah yang memang agak terpencil tersebut masih terdapat hutan yang memang dilestarikan oleh para penduduk.

Jimin yang larinya paling kencang berhasil menarik lengan Jirin

“Jauhkan Jirin dari pohon – pohon itu.”

Jungwon melirik kearah Wonwoo dan Jungkook
“Jungkookie, Wonwoo-ya, tolong bantu, carilah Jirin yang sebenarnya dialam lain, kami yang lain akan mengeluarkan iblis dari dalam tubuh Jirin.”

Mereka berdua mengangguk dan segera mencari jarak tembak yang agak jauh, mereka duduk dengan menutup kedua mata mereka dan tidak dalam waktu lama mereka sudah diam tak bergerak.

Mereka semua memegangi lengan dan kaki Jirin yang terus memberontak dan menggeram serta berteriak pada mereka.

“Jirin-ah.”

“HUUUUUUAAAAAAA!!!”

Teriakan Jirin terdengar amat keras, mereka melepaskan pegangannya pada tangan dan kaki Jirin, berlari menjauh sambil memegangi kedua telinga mereka.

Setelah puas berteriak Jirin menatap mereka dengan tatapan tidak suka dan geramannya semakin kuat

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu dari pada yang sekarang permulaan, dan kelak tuhanmu pasti memberikan karunianya kepadamu lalu hati kamu menjadi puas.”

“Iblis serahkan dirimu, minta ampunan dari Allah, sebutkan siapa namamu!”

Angin bertiup sangat kencang, dedaunan berterbangan tidak terkendali membuat mata Jimin kelilipan.
Jirin tidak berhenti menggeram dan berusaha menyerang jika saja kedua tangannya tidak dipegangi.

Jungwon mendekat dan menyiramnya dengan air suci.
Jirin berteriak, menggulingkan tubuhnya ditanah berdaun kering.

“Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan!” serunya

Ia memberontak saat Seok Jin dan Yoongi memegangi tangannya, ia memukul Yoongi itu dan menendang kepalanya.
Jimin yang ketakutan mendekat, ikut memegangi tangan Jirin.

Jirin menoleh kearahnya, napas Jimin terengah – engah dengan frustasi sambil terus memegangi lengan Jirin.
Dihadapannya kepala Jirin berputar seperti burung hantu, karena takut akhirnya Jimin melepaskannya.

Jungwon mendekat sekali lagi

“Iblis ucapkan! Katakan siapa dirimu!”

“Bangsat! Setubuhi dia!”

“Tuhanmu yang memerintahkanmu untuk meminta ampunan padanya, iblis yang jahat katakan siapa dirimu!”

Jirin menggeram tetap tidak mau menjawab

“Jawab aku sekarang juga iblis biadab! Pergilah dari anak ini! Katakan siapa namamu!”

“AAAAGGHH!!”

“AAAAGGHH!”

Jungwon bengong, ia berusaha untuk fokus setelah mendengar Jirin berteriak kencang menolak untuk memberi tau namanya

“Iblis jahat enyahlah dari hamba Allah ini!”

Jirin menoleh dan menatapnya dengan tajam

“Kami yang merasuki umat manusia!”

“Aku yang merasuki Firaun! Aku yang merasuki Yudas! Aku yang merasuki Qabil! Aku yang merasuki Nero! Aku yang merasuki Jack! Aku adalah iblis didalam hati manusia!”

Lagi – lagi Jirin berteriak kencang, Jungwon yang mematung ditempat ia tendang dengan keras.
Yoongi mencoba bangkit membantu Seok Jin mencoba memeganginya namun mereka menerima cakaran Jirin.

Jimin ikut mendekat, ia menarik – narik lengan Jirin

“KAKAK!!” teriak Jirin

Ia menarik rambut Jimin, memukulkan kepalanya pada pohon berkali – kali hingga ia tidak sadarkan diri.

Rekaman yang terdengar kini sudah tidak terdengar apapun lagi selain suara gemeresak seakan rekaman itu sudah rusak.
Jimin memandang para khalayak ramai dengan tatapan sendu.

“Apa yang terjadi setelah itu?” tanya Hansol

“Saat itu aku tidak sadarkan diri..” jawab Jimin dengan kepala tertunduk
“Malam itu aku tidak sadarkan diri.” Gumamnya dengan nada frustasi

Hansol menjadi merasa tidak enak ingin bertanya jika melihat kondisi Jimin yang seperti ini

“Kita kembali pada kesaksian anda, tadi.. anda bilang jika anda sudah tidak punya uang lagi dan anda sudah menjaul beberapa warisan yang diberikan orang tua anda kepada anda.. apakah keluarga besar anda tidak membantu?”

Jimin terperagah, ia memandangi keluarganya yang lain dari kursi kesaksian dengan wajah tidak enak

“Keluargaku…”

“Keberatan yang mulia.” Kata Seungkwan

“Keberatan diterima. Meskipun itu hanyalah pendapatmu sendiri Tuan Boo Seungkwan.” jawab Hakim Jeonghan

“Apakah selama ini anda tidak pernah meminta Jirin untuk berobat atau makan?”

Jimin mendengus pelan
“Kulakukan yang terbaik untuknya, aku selalu membujuknya makan, tapi ia selalu menolak, sebenarnya walaupun hartaku habis aku akan mengobati Jirin..”

“Aku berhenti sekolah dan bekerja, tapi aku berbohong padanya jika aku masih bersekolah. Ia mengetahui itu karena itu ia berhenti meminum obatnya dan tidak mau berobat lagi.”

“Dan anda menyetujui dan menuruti kemauan Jirin, jika Jungkook juga Wonwoo sangat yakin jika obat itu tidak dapat membantu Jirin, dan itu terbukti?” Tukas Hansol

Jimin mengangguk
“Permintaannya tidak mungkin tidak kuturuti.”

“Ia bilang padaku jika obat – obat dari dokter pernah membantunya, tetapi ketika ia semakin parah obat – obat itu seakan tidak berguna lagi.” Lanjut Jimin.

Hansol menatap sekitarnya, berjalan sedikit lebih menjauh dari Jirin

“Lalu suara direkaman itu terdengar seperti dua suara atau lebih, apakah itu benar yang diucapkan Jirin secara bersamaan?”

“Tentu.”

“Tidak ada editan?”

“Tidak sama sekali.”

“Selesai.”

Lelaki itu kembali kebangkunya, ia sempat berpandangan sengit dengan Seungkwan yang mulai beranjak dari kursinya.

“Jadi Tuan Park Jimin, apakah menurut anda ini adalah bukti keras bahwa Jirin benar – benar kerasukan?”

“Iya. Kusaksikan sendiri, semua tanda – tanda ini mempertegas segalanya.” Jawab Jimin

Seungkwan menatap kertas ditangannya lalu beralih pada Jimin
“Lalu soal suara dua dalam rekaman tadi, apakah itu nyata?”

“Iya. Itu nyata.”

“Bagus. Jadi kami hanya perlu mempercayai anda, begitu?”

Hansol menegang ia mengangkat tangannya
“Keberatan yang mulia.”

Jeonghan mendengus kasar, menatap Seungkwan dengan tatapan lumayan kesal
“Tuan Seungkwan.”

“Maaf yang mulia.”

Seungkwan berjalan lebih mendekat ke meja Jimin lalu menatap para juri sebelum kembali menatap Jimin

“Anda tau.. orang bisa saja mengaktifkan pita suara keduanya hingga membuat efek memiliki dua suara?”

“Tidak.”

“Kudengar Jirin pandai bernyanyi, kuyakin ia pernah mempelajari itu di les bernyanyinya.”

“Aku kurang tau tentang semua itu.”

“Setelah anda kurang tau semua itu dan sekarang anda tau, apakah anda merasa yakin mungkin saat Jirin menjadi gila ia dapat mengaktifkan kedua pita suaranya?”

Jimin mengernyit tajam
“Adikku tidak gila!” ujarnya dengan nada penekanan

“Lalu anda bilang sebelum anda meminta bantuan para Exorcist anda melihat sendiri sosok hantu itu..”

“Iya.”

Seungkwan lagi – lagi mendekat dan semakin mendekat
“Dan rekaman itu tidak bisa menunjukkan pada kami seperti apa iblisnya.”

“Tentu saja.”

“Berarti itu sama saja salah satu aspek yang tidak dapat ditunjukkan oleh rekaman tersebut bahwa Jirin benar – benar kerasukan.”

Seungkwan semakin mendekat dan menempatkan kedua tangannya di meja kesaksian

“Lalu dimana iblisnya?”

Hansol berdiri kini ia juga mulai marah
“Yang mulia.”

“Pengacara Boo Seungkwan!” lagi – lagi Jeonghan menegur Seungkwan atas penghinaannya.

Seungkwan menjauh, ia menatap Jimin dengan tatapan datar namun terkesan dingin.

“Aku selesai.”

Hakim Jeonghan beralih lagi pada Hansol
“Apakah ada saksi lagi?”

“Ada yang mulia, tapi kesaksian yang ini kami simpan untuk sejenak hingga ia benar – benar siap.”

Jeonghan menghena napas, ia membenarkan posisi duduknya menjadi sedikit lebih menegang

“Aku sudah membuat sidang ini menunggu dan apakah aku harus-“
“Kumohon yang mulia. Tuan Soon Young belum sepenuhnya siap, tadi pagi ia memberi tau kami jika hari ini tidak bisa datang karena ada beberapa urusan.”

Seungkwan berdiri dari duduknya
“Yang mulia, aku merasa keberatan, kesaksian terlalu mendramatis jalannya sidang, apa kita harus-“

Jeonghan melambaikan tangannya sebagai bukti keberatan atas pendapat Seungkwan

“Hari ini kita mendapatkan kesaksian yang amat luar biasa, mungkin kita harus istirahat sejenak untuk memikirkannya terlebih dahulu..”

“Sidang ditunda hingga besok jam sepuluh pagi.”

Ketukan palu terdengar, mereka semua mengemasi barang – barang dan akan segera pergi.

****

Malam hari yang suram, Hansol berdiri di hadapan meja kerja ayahnya.
Ayahnya tersebut meletakkan dengan kasar sebuah koran dimeja kerjanya, menatap Hansol dengan tatapan mata menelisik

Dikoran itu tertulis ‘Kasus pembunuhan berubah menjadi kerasukan’ dan ada pula artikel ‘Pengacara muda Chwe Hansol percaya akan kasus kerasukan’.

“Kau baca semuanya? Kau tau apa yang ingin ayah katakan padamu?!”

Hansol mengangguk

“Jadi inilah hasil ayah menyekolahkanmu? Selama ini kau sekolah di Amerika dan ingin menjadi seorang pengacara.. dan sekarang kau menjadi pengacara iblis? Iya?”

Hansol menatap sekitar dengan mata berkaca – kaca

“Ayah yang mengizinkanku untuk melakukannya.”

“Tapi ayah tidak memintamu untuk menjadikan Wonwoo dan Jimin saksi dan membuat isu kerasukan seperti ini.”

“Terima kasih, karenamu saham perusahaan ayah menurun, ayah tau hubungan buruk antara kau dan Seungkwan, tapi tolong jangan bawa hubungan buruk kalian di ruang persidangan.”

Hansol menarik napas

“Tapi ayah aku hanya berusaha untuk menolong..”

“Berhenti bermain – main! Berhenti melawan ayah! Jika kau tetap menjadikan Jungkook atau Wonwoo sebagai saksi lagi dan menjatuhkan bisnis ayah lagi..”

“Ayah tidak akan pernah mengizinkanmu untuk menjadi seorang pengacara lagi!”

Hansol tercekat, ia menggelengkan kepalanya, kakinya perlahan mundur dan ia berjalan cepat keluar dari ruangan ayahnya.

Didepan pintu ruangan ayahnya ia sempat bertemu Sarsya yang sepertinya mendengar percakapan antara ia dan ayah.

“Oppa.”

Hansol menggeser Sarsya dari jalannya,
ia berjalan cepat menunju kamar dan menutup pintunya dengan keras.
Sarsya membuka pintu kamarnya, masuk tanpa diminta oleh Hansol dan duduk disisi ranjang menemani Hansol.

“Oppa sedih? Oppa baik – baik saja kan?”

Hansol menggeleng, ia tidak sedang baik – baik saja

“Kenapa kau disini Sarsya, tinggalkan aku sendirian, aku tidak sedang ingin ditemani.” Kata Hansol

Sarsya ikut memasang wajah sedih, ia pun melangkah pergi keluar dari kamar Hansol, menutup pintunya perlahan sambil terus memandangi kakaknya.

Hansol mendengus, ia menghapus air matanya, bola matanya yang menatap keatas seakan memberi tau bahwa ia berusaha menahan tangis.

“Kurasa aku harus menyerah..”

Tiba – tiba tirai jendela kamar Hansol tergerak, Hansol sontak menoleh ia melihat kearah jendela yang tidak terbuka namun tadi ia merasa tirainya bergerak.

“Jirin selalu mengikuti anda. Selalu berada di sisi anda sejak pertama kali anda datang kesini.”

Perkataan Soon Young terngiang diteringanya, mata merah Hansol mentap sekitar dengan tatapan agak takut.

“Park Jirin, kau kan itu?” ucap Hansol sambil bangkit dari duduknya

Ia mencium sebauh bau, bau bunga yang tak asing dihidungnya, ia tau ini aroma bunga.
Hansol mengikuti aroma itu, terus menerus hingga aroma itu membawanya kepintu keluar dari rumah, baunya hilang ketika ia tepat berada di depan pintu rumah.

Hansol mengintip dari jendela rumah mereka yang ditutupi tirai, dibalik tirai tersebut Hansol melihat seorang gadis duduk di teras rumah dengan kedua tangan menyangga dagunya.

“Park Jirin!”

Lelaki itu membuka pintu rumah mereka, dan nihil..
tidak ada siapapun disana.

TBC

 

Advertisements

16 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Criminal Case – (Chapter 7)

  1. Maap lama bales kak laras..
    makasih dah mampir, kukira kau hanya suka baca Detective, trap and trick aja sehingga gak baca yang laennya T-T

    Makasih dah mampir kak..

    Like

  2. arghghghgh si seungkwan kok kampret bener yak -_-
    terus perasaanku kenapa makin lama makin pendek ini chapter -_-
    nagi-yaaaaa fighthing ya ^o^ aku tungguin loh up nya 🙂 maaf bru ngomen sekrng dri kemrin mo di komen tpi nda bisa mulu 😦

    Like

    1. Maap lama bales kak laras..
      makasih dah mampir, kukira kau hanya suka baca Detective, trap and trick aja sehingga gak baca yang laennya T-T

      Makasih dah mampir kak..

      Like

  3. Ending di chap ini kok rada bikin merinding…
    Please,Hansol jgn nyerah dong, jgn nyerah sampe Kookie sama kkanya bebas.huhuhu…

    Mian dek.. br sempet ninggalin jejaknya.
    Next chap ditunggu ^_^

    Like

    1. Ya ampun kak.. setelah sekian lama akhirnya kau muncul wkwkwk
      menurutku ff nya malah kurang greget *liatatas

      Makasih dah mampir kak ^^

      Like

  4. Udah kangen banget sama nih FF :”” lama syekali :” makin Seruuu… apalagi ini malem Jum’at
    untuk Chwe Hansol.. Kau Harus berjuang! jangan sampai kalah! kau harus memperjuangkan kebenaran!! (pa banget) Greget sama Seungkwan, kalo aku jadi Vernon, udah aku cincang habis si seungkwan di depan hakim ._.v
    Nextnya jangan kelamaan ya thor! Fighting!

    Like

    1. Aku juga kangen sama komenan kalian wkwkwk
      aku lama gak kirim ni ff karena sibuk ff laen

      Jangan peduliin Seungkwan, dia emang pinter manas manasin orang (kalo di ff ini) *apaansih

      Next nya gak akan lama kok ^^

      Makasih dah mampir

      Like

  5. Kakak sekian lama aku menanti akhirnya muncul juga kupikir kakak berhenti nulisnya.. Aku udah lama nunggu sampai serasa nunggu 1000tahun.. #emangnyaluituvampirapa? -.-(muka datar):berisik lu..
    Kakak semangat buat lanjutin jangan lama ceritanya udah hampir gue mrinding baca seorang diri dan bikin dag dig dug.. Jantungku
    # kau pikir sipenulis ini secepat kilat apa itu butuh proses tau
    -.-: pergi sana lama lama gue tendang lu
    Bonus komik kak jangan tersinggung abaikan aja cuma angin lewat bye.. Bye..

    Like

    1. Hahaha emang kapan kkak berenti nulis?
      kalo kkak mah.. enggak ada hari esok tanpa nulis cerita dek -_-

      Emang aku kelamaan ya? sampe 1000 tahun gitu wkwkwk
      tapi nanti ini gak lama kok

      Makasih dah mamvir vroohh

      Like

    1. Iya ya, kabar gembira untuk kita semua, ff ini akhirnya dilanjut juga *plak
      maap dah nunggu2 terjadi kendala beberapa minggu kemaren hihihi

      Makasih dah mampir

      Like

  6. Ommooo!! Gw mengikuti dr mash *season 1.. Hehehe… Agak merinding y baca part ini bagian terakhir…itu Jirin ngikutin? Hiiiii…atuuut

    Liked by 1 person

    1. Kamu ngikutin dari season satu? wah.. kaya jirin yang ngikutin Vernon ya..
      Tapi apanya yang serem deh, kurang sih menurutku, kurang garem sama merica.
      Udah deh, authornya basa basi gak jelas, Nagi ngilang dulu..

      Makasih dah mampir..

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s