[What Is Your Color?] Jingga Sore – (Ficlet)

girl-silhouette1

Jingga Sore

By. Yunxxi

Romance

Ficlet

PG-15

Jeon Jungkook & Lee Jihye

OC and this story is pure mine ^^

Summary

“Bahkan hingga jingga sore menghilang di telan gelapnya malam, aku takkan pergi meninggalkanmu”

.

.

.

Matahari mulai turun mengikuti arah,sang kuning terang telah menghilang tergantikan pekatnya jingga, deru ombak dengan suasana pantai sore kini mulai memancarkan keindahannya.

Rambut hitam panjangnya yang tergerai dan bergoyang goyang tertiup angin menyatu dengan oren nya jingga di sore hari.

Jihye masih di sini, menunggu semuanya kembali dan berharap ini hanyalah mimpi, tetapi ia tahu bukankah itu mustahil untuk terjadi?.

“Bukankah pada akhirnya kau pergi meninggalkan ku juga?” ia berteriak melepaskan semua ke kecewaan hatinya yang selama ini di pendamnya sendiri. sahabatnya, tempat ia berbagi cerita bukankah sudah menghilang? bagaimana ia dapat mengungkapkan dan menceritakan semua yang di rasakannya saat ini? kecewa, marah, kesal, sedih, semua tercampur menjadi satu.

“Bahkan kau juga tidak menepati janji mu! bagaimana kau dapat pergi dengan tenangnya? ku mohon kembalilah!” ia sudah tidak sanggup lagi untuk berteriak, berbicara seperti bisikan dan hanya angin yang dapat mendengarnya.

Ia yang benar benar terpuruk di sini! bahkan ia selalu bertanya apakah Jungkook juga seperti dirinya sekarang ini?.

Senja masih setia menemaninya, deburan ombak masih setia menjadi pelipur lara untuk dirinya, sudah hampir satu tahun harinya tanpa Jungkook, terkadang ia berfikir, semua ini bukan murni hanya kesalahan dirinya, Jungkook hanya salah paham. Di tambah diri nya yang benar benar bodoh dengan tidak menyadarinya, menyadari bahwa dirinya juga merasakan sama seperti yang Jungkook rasakan.

Jingga sore sudah hampir hilang di telan pekatnya malam, tetapi matahari masih terlihat walau air sudah hampir melahap seluruh bagiannya.

Ia kini berniat untuk pulang ke rumahnya yang berada di dekat pantai, mungkin ibunya sudah menghawatirkannya saat ini.

Ia berjalan dengan pikiran yang masih melayang entah kemana. di tengah jalan nya ia terhenti, Jungkook ada di depannya, apakah separah iti ia merindukan Jungkook? membuat halusinasinya menggambarkan bayangan Jungkook benar-benar nyata di depannya, ia tidak menghiraukan dan terus saja berjalan melewatinya.

“Bahkan hingga jingga sore menghilang di telan gelapnya malam, aku takkan pergi meninggalkanmu” teriakan itu, memberhentikan langkahnya sejenak, dan setelah itu iya berjalan kembali, sulit untuk di percaya, tetapi memang tak sepenuhnya ia percaya.

 

“Kau masih ingat bukan? Bahkan kau datang di mana jingga sore masih terlihat di ujung sana. Apakah kau tidak mempercayai semua ini?” setelah itu ia benar-benar berbalik, kali ini memastikan dan, Benar! Seseorang itu tetap di sana dan bukan bayangan yang di buat halusinasinya.

“Kemana saja kau selama ini?” Jihye mulai berbicara, ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang ini, sampai-sampai ia tak tahu apa yang di rasakannya saat ini, bahagia? Sedih? Kecewa? Marah? Kesal? Ia bingung untuk memikirkan semua itu.

“Bahkan diriku saja tidak tahu kemana aku pergi selama ini, kau tahu? Untuk makan saja rasanya sangat susah untuk menelannya walau sudah ku kunyah seratus kali” ia bergurau, di saat seperti ini ia selalu saja memecahkan semua keseriusan yang ada.

“Kapan kau belajar menghitung kunyahan mu?” Jihye membalas gurauannya, ia sudah sangat merindukan sahabatnya itu, candaan, bahkau lelucon yang sering di buatnya.

“Hmm.. selama aku tidak bersamamu” mereka berdua tertawa, bukan hanya Jihye yang merindukan saat-saat seperti ini, Jungkook juga merindukannya.

“Hey aku masih belum memaafkan mu tentang kejadian terakhir kali, kau ingat?” Jungkook berteriak lagi, jaraknya masih tak berubah sejak tadi.

“Aku ingat, dan aku akan menjelaskannya sekarang!”

“Tentu, jelaskanlah padaku!” dan sekarang posisinya berubah, dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya dan telinga yang terpasang untuk mendengarkan semua penjelasan Jihye, karena jarak masih tidak berubah, kurang lebih sekitar lima meter jarak antara dirinya dan Jihye.

“Kau memang benar-benar tak mengenali siapa orang itu?” kini Jihye yang bertanya.

“Tidak, memangnya siapa dia?” Jungkook memasang wajah acuh.

“Coba ingat lagi, bukankah kau pernah bertemu dengannya sebelumnya?” Jihye mengingatkan lagi.

Jungkook memutar ingatannya, ia benar-benar tidak ingat, tapi tunggu sebentar, pikirnya. Sepertinya ada sebuah ingatan yang terselip, dan akhirnya..

“Sepupumu?” matanya membulat sempurna, ia sedikit terkejut setelah ingatannya tentang seseorang itu.

“Ehemm.. sepupuku, Park Jimin. Ingat namanya? Ia datang dari Busan untuk berlibur di rumahku waktu itu bersama keluarganya, jadi kau masih marah kepadaku?” Jihye menerangkan.

“lalu, kejadian itu?” Jungkook masih tidak percaya.

“Omo!! Mana mungkin aku mencium sepupuku sendiri, waktu itu ada sesuatu di mataku, dan dia meniupkan mataku, setelah itu kau datang dan salah paham, mengerti sekarang Jeon Jungkook?” di beri penekanan saat ia memanggil nama Jeon Jungkook

“Ahhh jadi seperti itu? Baiklah aku memaafkanmu!” Wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat menjadi ceria dan senyuman lebar terpasang di bibirnya sekarang.

“Baiklah kalau begitu aku ingin pulang!” Jihye meninggalkan Jungkook yang masih dalam posisinya.

“Ya-ya! kau mau kemana?” Jungkook kini berlari mengejar Jihye.

“Pulang! Kau tidak dengar tadi?”

“Bagaimana bisa kau meningalkanku yang sudah jauh jauh untuk menemuimu?”

“Siapa yang menyuruhmu?”

“Baiklah kalau begitu aku akan pergi lagi, jangan merindukanku! Okeh?”

“Siapa yang merindukanmu? Baiklah pergi lagi saja sana!”

“Siapa yang merindukanku? Hey kau datang ke sini di sore hari, aku tahu kau pasti sedang merindukanku, benar kan?”

“Terlalu percaya diri!”

“Tapi aku tidak salah bukan?”

“Terserah kau saja!”

“Lalu bisa kau jelaskan dengan perkataanu yang tadi?”

“Perkataanku yang mana?”

“Perkataan kau merindukan ku?”

“Kau mendengar semuanya? Dari bagian mana kau mendengarkannya?”

“Hampir semua”

“Ya kau! Kemarilah dasar penguntit dan mendengarkan perkataan orang lain tanpa izin, kemarilah! Aku akan memberimu balasan” Jihye kini berlari mengejar jungkook, dan jungkook berlari menghindarinya.

“Ya-ya! aku tidak salah, lagi pula siapa suruh berteriak-teriak seperti itu”

“Ya hajima! Aku malu kau tahu?”

“Ahahahaha, kau malu ya hahahaha”

“Ya kemarilah dasar kelinci”

“Tunggu kau bilang apa?”

“Aaa.. aniya, aku tidak bilang apapun”

“Jangan pikir aku tidak mendengarnya!”

“Yaaaa Andweeeee!!”

“Ya!!! kemarilah, jangan menghindar, awas kau ya”

“Ahahahahaha” dan kini yang berlari mengejar adalah Jungkook, Jihye pun berlari menghindarinya.

Bukankah jingga kelabu kini telah berganti dengan jingga cerah, walau hari berbanding terbalik, matahari hampir habis tenggelam oleh laut, dan jingga sore telah habis sebagian dengan gelap malam, tetapi cahaya nya masih tersisa menemani mereka berdua yang masih melepas kerinduan.

‘Jihye adalah jingga sore dan jungkook adalah matahari yang akan selalu menemaninya walau pekat malam telah menggantikannya’

.

Fin

Advertisements

One thought on “[What Is Your Color?] Jingga Sore – (Ficlet)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s