[BTS FF Freelance] Of Schizoprenia and Invisible Honey – Ficlet

1461490930243-1

Of Schizoprenia and Invisible Honey

 

Written by Zee

[Red Velvet] Irene, [BTS] Jung Hoseok, [OCs] Charon Lee

Romance – Hurt/Comfort – Friendship – Slice of life

Ficlet || Teen

 

 

****

 

Butiran obat warna-warni dalam tube yang masih terisi setengahnya menghias di nakas. Pun, jadwal untuk menemui psikiater tua secara rutin tlah tercatat dalam buku agenda.

Charon mendengus kasar ketika pecahan memori-memori dalam pikirannya terputar ulang otomatis. Perihal eksistensi pemuda pemilik senyuman secerah mentari pagi dalam bias kehangatan— Jung Hoseok, yang seakan lenyap tanpa jejak.

Ditambah lagi dengan potongan-potongan problema masa lalu yang kerap menggangu Charon. Jika boleh, tentu Charon ingin menolak takdir buruknya.

 

 

Charon masih merenung di depan cermin sembari menatap pantulan dirinya kala Hoseok muncul dari balik punggungnya. Senyum cerahnya belum lesap dari wajahnya yang cemerlang. Sontak, Charon berbalik dan memeluk Hoseok erat. Tidak ada konversasi dalam hitungan menit antara keduanya, hingga ketukan pintu mengambil alih kontrol kesadaran Charon. Sekilas, inginnya ia abai pada ketukan itu namun, kala maniknya bersiborok dengan Hoseok dan mengisyaratkannya untuk lekas beranjak, Charon menyerah.

“Charon-a, buka pintunya!” Itu suara Irene, sahabatnya. Charon perlahan melepas pelukannya pada Hoseok dan setengah berbisik, “Kamu nggak akan pergi lagi, ‘kan, Hoseok?”

“Kamu tahu persis cara nemuin aku, sayang.” Charon berbalik dan membukakan pintu kamarnya untuk Irene yang sudah memasang wajah masam padanya.

“Kenapa lama sekali, huh!?” Irene menghempaskan bokongnya di atas kasur empuk milik Charon, berusaha menutupi emosinya dengan keras. “Aku habis ngobrol sama Hoseok.”

Irene mengernyit dan detik berikutnya ia menatap Charon kesal, “Hoseok lagi, aku ‘kan udah bilang dia nggak ada.” Charon menahan nafasnya sejenak demi menahan emosinya agar tak meledak, “Kamu nggak percaya dia ada?” Irene menggeleng kuat.

“Irene— ”

“Kalau dia ada, tunjukkin dimana dia sekarang? Dia pasti masih disini, kan?”

“Dia… di sini, aku yakin dia ada disini tadi,” suara Charon melembut sarat akan ketakutan. Takut jika apa yang Irene katakan memang benar.

Charon linglung, namun enggan untuk bergerak bahkan ia terlalu takut untuk mencari Hoseok. Ia takut.

 

 

Irene mengerti dan ia sangat tahu sahabatnya dikelilingi rasa takut tapi ia ingin Charon segera sembuh. Meski Irene tidak tahu sampai kapan Charon bisa lepas dari bayangan Hoseok.

“Dia nggak ada, Char,” ucap Irene dengan suara lembut, lengannya terulur menarik bahu Charon yang lemas, “Jung Hoseok nggak pernah ada, kamu sendirian disini. Lihat! Kamu ngerusak cermin lagi.”

Netra Charon beralih pada serpihan cermin retak yang berhamburan pada lantai marmer dan menyadari punggung tangannya yang menyembulkan bercak-bercak darah.

“Tadi aku denger keributan, makanya aku buru-buru kesini.” Irene melepaskan pelukannya dan menatap Charon penuh arti ketulusan, “Pokoknya kamu harus cepat sembuh, Charon-a!”

Charon mengangguk dan membentuk lengkungan tipis pada bibirnya.

 

 

Charon tidak tahu manakah yang benar dan salah, sembuh atau tetap begini. Toh, obat dan terapi yang sudah ia jalani tak ada efeknya. Skizofrenia pada dirinya tak juga lenyap. Masa kecilnya yang dipenuhi teriakan Ibu, pukulan Ayah, dan sikap acuh seluruh anggota keluarga terus berputar dalam pikirannya kala ia sendiri. Ketika itu, datanglah Hoseok bersama senyumannya yang mampu membuat rasa takutnya akan kisah masa kecil terobati. Meski imbasnya, ada rasa takut lain yang timbul. Takut jika Hoseok hilang, sadar jika Jung Hoseok adalah bagian dari delusinya semata.

Jiwanya selalu dilingkupi ketakutan yang berujung pada perusakan barang, dan paling sering adalah cermin. Karena, Charon benci wajahnya yang terlihat sama persis seperti anak yang ada pada potongan pikirannya yang kelam.

 

 

 

 

End.

 

Advertisements

7 thoughts on “[BTS FF Freelance] Of Schizoprenia and Invisible Honey – Ficlet

  1. idiihhh… kereeen bangetttzzz…
    suukaaaa.. itu alurnya nyambung bgt.
    bukan ! maksudnya over all mudah diikutu dan dibayangin sambil gigit gigit bibir genit..
    *ish apa ini
    pokonya daebak !

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s