[BTS FF Freelance] CHAINED UP THE PARADISE – Oneshot

Chaine

CHAINED UP THE PARADISE

Cast: Seokjin, Jihyun(OC)

Author: Queniva

Genre: Angst, Psychology.

Lenght: oneshoot

Song inspiration: Vixx Hyde, Infinite Paradise

Fiksi ini juga ada berada dalam wattpad dan fp saya.

Wattpad: Queniva

FP: Queniva Fiction

Happy Reading

 

Bintang itu seakan menertawakan sosok lelaki yang sedang sedih itu. Membiarkan semua orang tahu bahwa dia sedang menangis.

“Aku mencintaimu tulus.” ucapan itu terucap dari bibirnya. Pria itu berbicara sendiri diantara ramainya Seoul. Dia tak peduli dia akan dibilang apa nantinya yang jelas hatinya sangat rapuh. Belahan jiwanya pergi, pergi untuk bersama pria lain.

*Flashback*

Sungai Han menjadi saksi atas kedua pasangan ini. Mereka Seokjin dan Jihyun, Seokjin tersenyum memandang wajah kekasihnya sedangkan Jihyun sedang memantapkan hatinya untuk menyakiti Seokjin. Tidak! Sebenarnya Jihyun masih sangat mencintai Seokjin namun keadaan tak membiarkan cinta itu mengusik Seokjin.

“Seokjin-ah,” panggil Jihyun pada Seokjin yang berada di sampingnya. Seokjin membelai rambut hitam Jihyun dengan lembut.

 

Tes

 

“Ayo kita putus.” Jihyun memantapkan hatinya, biarkan dia yang menderita karena ini jangan Seokjin, batinnya.

Ne?” Seokjin menatap Jihyun mencari tahu ada apa yang terpancar dari manik indah kekasihnya itu. Seokjin hanya menemukan air mata.

Jihyun segera beranjak dari tempatnya bersama Seokjin tadi, Jihyun menulikan indra pendengarannya. Dia berharap Seokjin bisa menemukan sosok sempurna bagi dirinya. Bodoh!

“JIHYUN-AH!” Seokjin berteriak sambil berlari mendekati Jihyun, setelah sedikit dekat dia langsung memeluk Jihyun.

“Ada apa? Katakan padaku Jihyun! Aku tak mau berpisah denganmu!” mendengar hal itu tangisan Jihyun menjadi pecah seketika.

“Tidak Seokjin! Hiks… Hentikan ini semua! A-aku tidak mencintaimu. Aku mencintai orang lain.” Jihyun melepas dirinya dari dekapan Seokjin setelah berhasil dia langsung berlari sekencang-kencangnya. Seokjin terdiam di tempat.

Jihyun tak sadar dia telah membangkitkan sisi lain dari Seokjin, namun sosok itu datang perlahan tidak langsung.

*Flashback END

***

Celah-celah dari tirai itu memberi ruang itu kepada sinar mentari untuk memasuki kamarnya. Kedua mata itu terbuka, lalu dia tutup lagi maniknya itu.

“Kau sudah bangun heum?” Jihyun mengenal suara itu, dan membuat lubang lagi di hatinya.

“Su-suga? Ke-napa kau berada disini?” tanya Jihyun. Suga menyeringai lalu mendekati Jihyun yang berada di ranjang. Jihyun bangkit dari posisi tidurnya lalu menatap Suga yang berada di sampingnya.

“Kau lupa? Kau sudah menjadi budakku Jihyun!” sekelebat memori terputar di kepalanya, dan akhirnya Jihyun hanya memeluk kedua tungkainya.

“Kau tahu? Aku sudah menunggunya. Aku tahu kau kekasihnya Seokjin, namun aku sudah mencintaimu lebih lama,” Celotehnya.

Jihyun tak tahu harus bagaimana lagi, ia tahu pada malam tadi dia sudah dijual oleh keluarganya sendiri untuk melunasi hutang-hutang keluarganya. Tapi dia tak menyangka bahwa yang membelinya adalah sahabat dari Seokjin, pria yang masih dia cintai. Kini, ia hanya benda hidup yang bisa di permainkan layaknya boneka oleh Suga, Min Suga.

***

Seokjin melangkahkan tungkainya menuju rumah Jihyun. Seokjin bukanlah orang yang mudah menyerah, dia akan mencari tahu mengapa Jihyun ingin mengakhiri hubungan yang telah terjalin 3 tahun ini dengan alasan yang tidak masuk akal bagi dirinya?

Jihyun yang Seokjin kenal, dia bukanlah seseorang yang mudah jatuh cinta, bahkan Jihyun sudah menyukai Seokjin sedari dulu sebelum Seokjin mengenal Jihyun. Seokjin adalah cinta pertama Jihyun.

Tujuannya telah sampai namun apa yang dia lihat? Sahabatnya membawa Jihyun pergi dari rumahnya, membuat sisi yang lain itu memberontak.

“Tidak! Tidak! Jihyun milikku!” serunya sambil berlari mengejar mobil Suga yang telh berada di jalanan. Tak lama dia teringat akan seluruh jaringannya.

 

“Hakyeon hyung, lacak mobil Suga!”

 

“Tidak Seokjin, ku tahu ini bukan dirimu.” ucap Hakyeon melalui ponselnya.

 

“Lacak atau ku musnahkan semuanya!” ancam Seokjin. Sisi itu telah mengambil kendali atas Seokjin.

 

Seokjin langsung mengeluarkan batrai ponselnya, ketika Hakyeon ingin membalasnya lagi.

 

***

Waktu demi waktu telah berlalu, jalanan yang panjang pun telah mereka tempuh dan kini saatnya mereka beristirahat di istananya.

 

“Masuklah.” nada yang begitu dingin membuat Jihyun sedikit takut dengan Suga. Dengan sedikit ragu akhirnya Jihyun masuk ke dalam rumah Suga.

 

Foto Jihyun tertempel dimana-mana di kediaman Suga. Jihyun menjadi takut dengan Suga.

 

“Kemarikan ponselmu!’ perintah Suga. Jihyun tak mau memberikannya tapi Suga mengambil paksa ponsel itu dari saku celana kiri Jihyun.

 

BRAK

 

Suga membanting ponsel itu hingga hancur. Padahal hanya itu satu-satunya harta yang dia punya untuk mengingat memorinya bersama orang yang di cintainya.

 

“Apa yang kau lakukan?” ucapnya dengan lirih. Jihyun lalu memungut ponselnya itu, namun belum sempat Jihyun mengambilbya Suga menendang ponselnya. Suga menarik tengkuk Jihyun hingga Jihyun yang tadinya terduduk kini berdiri di hadapan Suga.

 

Dengan rakus Suga melahap bibir ceri itu, dia mencumbunya, melumatnya dan memaksa Jihyun untuk membuka mulutnya agar Suga bisa menelusuri setiap inci yabg berada di dalam bibir yang kini menjadi candunya itu.

 

Karena Jihyun kunjung tak mau berbagi akses dengan Suga, terpaksa Suga menggigit bibir bawah Jihyun. Jihyun merasa di kecewa pada dirinya sendiri. Namun apalah arti secercah rasa kecewa, dia hanyalah barang yang harus siap melayani orang yang membelinya.

 

“Akh…”

 

Air mata terus menetes, karena sakit yang teramat sangat akibat digigit akhirnya dengan berat hati Jihyun membuka bibirnya, membiarkan kedua indra pengecap itu bertemu.

 

***

Tak butuh lama bagi Seokjin untuk menemukan dimana Suga dan Jihyun berada. Berkali-kali Seokjin menekan bel rumah yang bercatkan biru itu. Karena kesal tak dibuka, akhirnya Seokjin membuka paksa dan amarahnya naik sudah ke ubun-ubun. Mata yang tajam, langkah yang kuat, dan tangan yang mengepal siap untuk membuat sebuah bogem mentah.

 

BUGH

 

“SIALAN KAU SUGA!” Seokjin memukul Suga tanpa ampun, Suga hanya tersenyum tipis. Seokjin lalu membawa Jihyun yang masih terdiam keluar dari rumah laknat itu.

 

“Ya! Jihyun adalah milikku! Hahaha… Aku bahkan sudah membelinya dari orang tuanya hahaha.” Mendengar hal itu Seokjin terdiam sebentar, lalu dia mengambil sepasang borgol dan akhirnya memborgol tangan Jihyun.

 

Seokjin mendekat pada Suga lagi, Suga sepertinya lupa dengan kedua sisi Seokjin.

 

Kaos rajutan warna merah, dibalut oleh setelan jas putih dan celana katun putih membuat Seokjin bak pangeran. Wajah Seokjin memang lembut seperti malaikat, tapi dia bukan malaikat.

 

Seokjin merogoh kantung di bajunya, Dia menyeringai, sisi gelap itu lebih mendominasi sekarang.

 

DOR

 

Kemeja krem kotak-kotak itu kini telah bercampur dengan berwarna merah. Kau sudah mematikan sisi putihnya Suga.

 

Jihyun tersentak setelah mendengar suara tembakan itu. Suga tinggal sendiri disini, dia tidak memiliki tetangga. Jihyun mendekat pada pada tempat kejadian, namun Seokjin langsung mencegatnya. Jihyun baru tersadar bahwa tangannya terborgol.

 

***

“Cepatlah Hongbin! Firasatku tak enak.” Oceh Hakyeon pada rekan kerjanya.

 

“Apa yang terjadi? Apa sisi Hyde Seokjin timbul lagi?” tanya Hongbin sambil tetap fokus ke jalanan guna mengurangi angka kecelakaan.

 

“Seokjin telah membiarkan sisi Hyde-nya itu memenuhi dirinya. Aku dengar dari Jimin, kemarin malam Jihyun dan Seokjin putus dan karena hal itu sisi itu datang kembali.”  jelas Hakyeon pada Hongbin. Keduanya sama-sama dokter, Hakyeon adalah psikolog sedangkan Hongbin adalah dokter umum.

 

Perjalanan telah usai, tak sulit bagi mereka untuk menemukan rumah Suga. Bau anyir menyeruak cepat-cepat mereka berdua masuk. Mereka menggelengkan kepalanya.

 

Hongbin mendekati Suga yang terkapar itu, lalu memeriksa detak jantungnya namun sepertinya itu tak ada gunanya. Tembakan tadi tepat berada di jantung Suga.

 

Hakyeon menelpon sahabatnya yang berprofesikan polisi. Sebenarnya Hakyeon juga bingung, dia harus atau tidak untuk melaporkan Seokjin? Seokjin bukanlah orang yang waras.

 

***

Hari demi hari berlalu, dengan segala sifat posesif yang Seokjin miliki kini malah Jihyun yang menderita karenanya.

 

Jihyun tak diizinkan keluar, menonton tv, semuanya. Memang dia tidak terborgol lagi, namun kini dia merasa dirinya sudah hancur. Benar dia tak kekurangan apapun lagi, Seokjin yang mencintainya, bebas dari hutang, rumah yang megah, dulu itu menjadi impian Jihyun namun dia merasa semua itu neraka.

 

Seokjin melihat kegundahan hati Jihyun. Sedih juga rasanya, namun Jihyun harus tetap disini agar tempat yang kelam ini menjadi surga.

 

Seokjin tahu setiap kali Jihyun membuka matanya dia selalu berada di tempat ini dan dia terkunci di dalam ruangan ini. Sebenarnya ia ingin membebaskan Jihyun namun agony yang satunya lagi tak memberi zin akan hal itu.

 

“Jihyun-ah, gwaenchana?” tanya Seokjin yang berada di samping Jihyun yang tanpa satu helai benang pun yang menutupinya.

 

Jihyun memaksakan senyumannya lalu mengangguk lemah. Bagaimanapun juga dia masih mencintai Seokjin.

 

Ne, gwaenchana.” ucap Jihyun. Jihyun hendak berdiri guna membersihkan diri, Seokjin membantunya, dia sadar dia ‘agak kasar’ kemarin.

 

Setelah membantunya kini Seokjin ke dapur untuk memasakan sarapan. Dia melarang Jihyun untuk membantunya  di dapur.

 

Seokjin mempunyai pekerjaan yaitu sebagai Direktur dari perusahaan keluarga Kim, dia memiliki keluarga dan satu adik tapi dia memilih untuk tidak satu rumah dengan mereka.

 

Tak lama terdengar bel berbunyi.

 

“Menganggu saja.” umpatnya. Seokjin membuka pintu lalu dia terkejut atas kedatangan Goo Junhoe, Kim Hanbin, dan adiknya Kim Taehyung.

 

“Dimana Jihyun noona?” tanya Junhoe. Seokjin langsung menutup pintu rumahnya namun sayangnya Taehyung menahan pintu itu.

 

“Biarkan noona hidup hyung, dia bukan boneka,” ucap Taehyung. Seokjin menggeleng, tidak! Dia tak mau kehilangan Jihyun lagi.

 

Seokjin berlari ke kamarnya di lantai dua lalu membawa Jihyun yang sudah berpakaian lengkap ala bridal style.

 

“Seokjin hyung! Sadarlah! Kau hanya menyakiti Jihyun noona!” ucap Hanbin.

 

Seokjin berlari membawa dan menghindari 3 pria itu, namun dia tak menyadari ada 3 pria lagi yang berada di depan rumahnya.

 

Dengan cepat salah satu dari pria itu mengambil senjatanya. Di picingkan untuk mengenai kaki Seokjin.

 

Dor

 

“AAAAA!” Seokjin terjatuh, Hakyeon langsung mengamankan Jihyun yang masih shock akan kejadian ini.

 

“Tidak! Jihyun hiks… Jihyun!” panggil Seokjin. Leo langsung memborgol Seokjin dan Hongbin memberikan pertolongan pertama pada kaki yang terkena peluru itu.

 

Hanbin, Junhoe, dan Taehyung terbelenggu melihat kejadian mengharukan ini. Tak seharusnya Seokjin mencintai seseorang, karena dia belum bisa melenyapkan sisi gelap agony-nya itu. Dan seharusnya Jihyun tahu hal itu agar dia tak salah memilih cintanya.

 

Namun cinta itu buta, dia bisa membuat siapa jatuh dalam pesona yang dikatakan ‘Cinta’. Harusnya kita tak buta akan cinta, lihatlah realita dan cinta dengan kedua mata jangan terpaku pada satu mata.

 

Epilog

Beberapa bulan berlalu dan akhirnya Jihyun bisa hidup normal kembali. Terkadang dia menjenguk Seokjin tapi secara tak langsung, Hakyeon memperingatinya.

 

Seokjin kini berada di rumah sakit jiwa dan duduk di kusi roda dan di tangannya terdapat sebuah boneka yang dia namai Jihyun.

 

Hakyeon prihatin akan Seokjin namun mau apa lagi? Orang-orang memiliki masalah yang berbeda kan.

 

End

Hyde: mirip kayak dua sisi gelap ama putih, Hyde-Jekyll. Hyde itu sisi gelapnya.  Insp: Vixx Hyde-Jekyll

 

Agony: itu kayak salah satu sisi yang egonya tinggi banget, beda sama alter ego. Contoh mv: Vixx LR: Beautiful Lie, agony: Ravi

 

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] CHAINED UP THE PARADISE – Oneshot

  1. Wahh gk nyangka kirain suga yg punya kelainan jiwanya eeh ternyata bang jin haha.. tpi good lah ff nya aku suka ff ttg psikologi gitu lah. Fighting thor ^^ maaf telat komen baru sempet baca sekarang hehe

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s