[BTS FF Freelance] Let Me Love You (Oneshoot)

13178520_814330982035236_6636427331600663024_n

 

Title: Let Me Love You

Cast: Jungkook || Sungrin OC

Author: SungRimin

Genre: Sad, Romance

Length: Oneshoot

Rating: General

Follow Me -> Twitter: @putrifairuz1 & Wattpad: @putrifairuz1

***

“Bye..”

“Bye..”

Ia membalikan tubuhnya setelah berpisah dengan ‘kekasih’ barunya. Ia terkejut melihatku yang ada di belakangnya. ia menatapku, tapi pergi begitu saja melewatiku. Apa kau tak rindu denganku?

Hari demi hari kulalui sendiri, tanpa adanya pasangan hidup. Sedih, memang. Tapi apa boleh buat? Kekasih ku telah pergi entah sudah berapa lama. Aku bahkan hampir lupa dengan wajahnya. Wajah cantik yang selalu tersenyum indah. Kedua bola mata yang selalu memancarkan sinar mentari. Tak ada wanita secantik dirinya.

Aku pun bingung, kenapa dia tiba-tiba memutuskan hubungan kami dan memilih lelaki lain yang mungkin baru dikenalnya. Aku hampir mati karena tak melihat wajahnya sehari. Tapi jika Aku lemah seperti ini, Aku tak akan bisa membuka hatiku untuk wanita yang jauh lebih baik darinya.

Hari ini hujan turun mengguyur kota Busan cukup deras. Aku berlari tergesa-gesa agar cepat sampai di halte bus. Aku menghandalkan jas almamaterku untuk melindungiku dari air hujan yang akan membuat seragamku basah.

Sesampainya disana, Aku melihat sosok wanita yang tak asing bagiku. Sesosok wanita yang mengubah hidupku menjadi lebih berwarna.

“Sungrin..” Aku mencoba memanggil namanya.

Ia menoleh padaku, menatap kedua bola mataku. Tapi setelah itu, ia memalingkan wajahnya. tak lagi menatapku.

“Kau mau berangkat sekolah juga, ya?” Aku masih terus menatapnya. walaupun dia enggan menatapku.

“Eum.” hanya itu yang bisa ia jawab.

“Kau tidak diantar dengan kekasihmu?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Jangan mencampuri urusanku!” ia membentakku. Sejujurnya, hatiku merasa sakit saat ia membentakku, karena tak pernah sekalipun ia membentak diriku. Tapi, karena ia membentakku, Aku bisa melihat wajahnya yang sedari tadi ia sembunyikan. Ya, ia menoleh padaku saat ia membentakku.

“Jadi, kau naik bus hari ini?” Aku mulai memperlihatkan senyumku padanya.

“…” ia tak menjawab, ia kembali memalingkan wajahnya. Tapi, Aku tak peduli ia tak menjawab pertanyaanku, karena Aku sudah tau jawabannya.

“Akhirnya Aku bisa berdekatan lagi denganmu! Kau tau, betapa senangnya hati ku saat ini..” Aku mengadahkan kepala ku menatap langit yang gelap. Aku berterimakasih pada hujan yang turun pagi ini. Karena berkat hujan, Aku bisa mendapatkan matahariku kembali.

Tak lama kemudian, bus telah sampai dihalte yang kutunggu. Dengan langkah cepat, Sungrin jalan terlebih dahulu memasuki bus. Aku menarik tangannya agar langkahnya terhenti. Mendekatkan tubuhku dengannya. Membentangkan jas almamaterku agar tubuhnya tak mengenai air hujan.

“Seragam mu akan basah, Sungrin-ah!” Aku berbisik ditelinganya. Tapi Sungrin malah semakin menyembunyikan wajahnya.

Aku dan Sungrin memasuki bus secara beriringan. Lalu, ia duduk di bangku dekat kaca, dan Aku pun duduk disampingnya. Ia menoleh pada ku dengan ekspresi datar. Lalu berpaling dengan pemandangan hujan di luar kaca bus.

“Maaf kan Aku jika Aku selalu membuntutimu,” ujarku sambil terkekeh. Ya, sejujurnya, memang ini yang mau Aku lakukan. Merebut kembali hati Sungrin.

Ia tak mengindahkan ucapanku. ia memasang eraphone nya dan memejamkan matanya. Aku yang melihatnya ikut memejamkan mataku. Mencoba meresapi alunan musik yang diputar oleh Sungrin. Walaupun Aku tak bisa mendengar, tapi Aku tau apa lagu yang diputar oleh nya.

gireul ilheun jageun ai
sigani meomchun geu goseseo
mameul ilheun jageun ai
neowa geotdeon geu georieseo

du son moeun jageun ai
dasi doraogil gidohae
ibyeoriran keun byeok apui ai
nae son jabajul neon eodie

geu siganeul doedollil su isseulkka
geuttaero dora gal su isseulkka
chueogi neol jabeul su isseulkka
gireul ilheottna bwa
saranghaettdeon gieokdeuri
ijhyeo jil naldeuri neomu apa
mianhae ajikdo neol gidaryeo

(Han Seo Yoon – Lost Child)

Ia kembali membuka matanya, mengerjap-ngerjapkannya. Akupun membuka mataku, langsung menoleh menatapnya. Aku melihat setetes air mata turun dari sudut matanya. Aku tak mengerti, ada apa dengannya saat ini. Ia buru-buru menghapus jejak air matanya, lalu kembali menatap kaca bus.

Ia kembali memejamkan matanya, meresap arti dari lagu tersebut dan kembali menangis. Jutaan air mata jatuh dari pelupuk matanya. Aku semakin sedih melihatnya menangis seperti itu. Apa yang harus Aku lakukan? Aku seperti patung yang hanya bisa memandangnya menangis tanpa bisa melakukan sesuatu agar air mata tak turun lagi membasahi matanya.

Dibalik kaca bus yang berembun, diam-diam Sungrin memandangku sendu. Cukup lama ia memandangku, sampai akhirnya, tangannya bergerak menuliskan sesuatu di kaca yang berembun itu.

‘Jeon..’

Setelah itu, air mata jatuh kembali dari pelupuk matanya, bahkan semakin deras. Aku tak mengerti, dan Aku tak bisa melakukan apapun selain memandanginya.

***

“Hai broo!!” seseorang menepukku dari belakang saat Aku tiba di sekolah. “Kukira kau takan masuk sekolah karena hujan yang sangat deras!” ah sial! ternyata Kim Taehyung dan Park Jimin yang mengagetkanku!

“Oh ya, ngomong-ngomong, siapa perempuan itu? Sepertinya Aku tak asing lagi dengannya!” Jimin menatap wanita yang berjalan lebih dulu dari ku.

“Itukan Sungrin! Iya, Park Sungrin!” jawab Taehyung sedikit heboh.

“Hei, jadi kau balikan lagi dengannya, huh?”

“Kau tak bisa move on darinya?”

“Oh, ayolah, Jeon Jungkook! Kau ini tampan! Banyak wanita yang ingin menjadi pacarmu! Lagipula, banyak wanita cantik yang jauh lebih baik dari Park Sungrin itu!”

“Menurutku, Sungrin adalah wanita paling baik di dunia.” Sahutku pada Jimin. Aku memandang punggung seorang wanita yang semakin menjauh dari jarak pandangku.

“Apa? Paling baik? Jangan tertipu dengan wajah lugunya! Kau tak lihat berita pagi ini?” Perkataan Taehyung membuat ku bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?

***

“Dasar wanita murahan!”

“Lepas seragammu sekarang! Kau tak bisa dibilang anak SMA!”

“Kelakuanmu benar-benar busuk!”

“Kau telah membohongi kami dengan wajah polosmu!”

“Menjijikan!”

Lemparan telur dan juga air menghantam tubuh Sungrin, membuat seragamnya basah dan juga bau. Aku langsung menghampiri kelas Sungrin setelah Taehyung dan Jimin menceritakan semuanya padaku. Menceritakan semua yang terjadi pada Sungrin, yang membuat hatiku sakit dan ingin menangis.

Aku berlari melindungi Sungrin, sudah cukup Aku melihatnya menagis tadi pagi. Sekarang, Aku harus betindak, Aku tak boleh berdiam diri menyaksikan betapa hancur nya Sungrin saat ini.

“Jungkook..” Ia menatapku. Sebulir air mata jatuh kembali.

“Jangan menangis, kumohon..” Aku memejamkan mataku, merasakan sakit akibat hantaman telur yang menghujam punggungku.

Sungrin malah semakin menangis dan menundukkan kepalanya. Bahkan, Aku bisa mendengar suara isak tangisnya yang begitu menyayat hati ku.

Aku tak bisa terus diam seperti ini, Aku harus bertindak, “Apa kalian belum puas melempari telur ke arahku? Apa kalian tak tau siapa yang saat ini kalian lempari?” Aku berbalik menatap sekelompok wanita yang sangat membenci Sungrin.

“Aku tau! Jadi kau minggirlah!” ucap seorang wanita dengan rambut pendeknya.

“Aku tak akan minggir, karena Aku akan melindungi Sungrin!” wanita itu berdecak setelah mendengar kalimatku.

“Kau telah dibuang olehnya! Untuk apa kau melindunginya?”

“Aku tak pernah dibuang olehnya! Sampai saat ini, ia masih kekasihku!” Aku menggenggam tanganya, lalu pergi dari tempat menjijikan ini!”

***

“Wanita itu benar, kau tak seharusnya melindungiku. Karena Aku telah menyia-nyiakan mu!” ucap Sungrin sambil mengelap wajahnya dengan handuk. Kami sedang di taman sekolah saat ini.

“Aku tak merasa begitu! Bagiku, kau lah tetap matahariku. Sampai kapan pun, kau tetap matahariku!”

Ia terdiam saat mendengar kalimatku.

“Maaf,” Aku menoleh menatapnya. “Karena Aku telah menyia-nyiakanmu!”

“Seharusnya, Aku tak boleh membohongi perasaanku!”

“Kalau Aku masih mencintaimu, hingga saat ini..”

Aku mengadahkan kepalaku menatap awan yang tak mendung lagi. Mendengar pengakuannya, hatiku merasa senang sekligus sedih. Senang, karena Sungrin masih mencintaiku. Sedih, karena mendengar suara paraunya yang menahan tangis.

“Tapi, Aku bukan lah wanita baik untukmu! Aku wanita paling buruk yang masuk dikehidupanmu!”

Setetes air mata turun membasahi pipiku.

“Video adegan ranjang ku dengan kekasih baruku, yang telah kau ketahui tadi, kulakukan sehari sebelum Aku memutuskanmu.” ujarnya. “Dia adalah bos Ayahku, dan ia menyukaiku. Ia mengancam Ayahku jika Aku tak mau ‘melakukannya’ denganku, ia akan memecat Ayahku dari pekerjaanya dan membuat hidupku dan Ayahku tak tentram. Aku tak bisa membantah perintah Ayahku, karena Aku tak ingin Ayahku tersika.”

“Lalu, kenapa video itu bisa tersebar?”

“Aku bertengkar dengannya,”

Aku tak bisa berucap apa-apa lagi. Sudah cukup ia menangis hari ini, Aku tak ingin melukai hatinya lagi.

“Kau mau bolos sekolah hari ini?”

***

Wajahnya,

Senyumnya,

Matanya,

Untuk saat ini, Aku kembali mengingat siapa itu Park Sungrin!

Sosok wanita yang Aku cintai didunia ini.

Namanya telah terukir di hatiku,

Dan tak akan ada orang yang bisa menghapusnya.

Hari ini, kebahagiaanku telah kembali, dimana Aku bisa melihat senyumnya dan juga tawanya. kembali menggenggam tangan halusnya, dan membawanya menyusuri kota. Melihat matanya, yang terbentuk seperti bulan sabit saat ia memandangku. Kepedihannya telah tertutup dengan kebahagiaan yang telah kubuat bersamanya.

“Jungkook, aku lelah sekali!” ucapnya dengan suara berat. Mungkin ia kehilangan nafasnya. Aku menuntunnya untuk duduk di bangku yang tak jauh dari tempatku berada.

“Ahhh…. Akhirnya Aku bisa merasakan kebahagiaan kembali!!!!” Ia membentangkan kedua tangannya. Melepaskan semua beban dihidupnya.

“Jadi, selama ini kau tidak merasa bahagia?”

“Tidak, Aku hanya bahagia saat bersamamu.” Ia menatapku sambil mengukir senyumya. Aku ikut tersenyum sambil membasuh keringatku.

“Ah iya, kurasa sudah cukup bermain denganmu saat ini. Apa aku boleh pulang?” ia terkekeh.

“Silahkan, kau boleh pulang! Lagipula Aku sudah puas berada disamping mu seharian ini.”

“Baiklah,” ia bangkit, lalu bersiap pergi meninggalkanku,

“Let me love you!” ujarku menghentikan langkahnya.

“Bisakah kita memulainya lagi dari awal?”

Aku terdiam menunggu jawabannya.

“Aku bahkan tidak yakin kau bisa melihatku besok pagi.”

Ia kembali melangkah menjauhiku.

Kecewa? Pasti! Aku cukup kecewa karena Sungrin belum bisa menjawabnya. Tapi, semua ini butuh proses, Aku yakin, setelah ini, Sungrin akan kembali lagi padaku.

JDERR….

BRUKK….

Mataku terbelalak kaget melihat Sungrin jatuh tersungkur dengan luka tembak di perutnya. Siapa yang melakukan ini?! Siapa yang berani melukai wanita kesayanganku?!

Aku menghampirinya, mengangkat kepalanya, membawanya kedalam pangkuanku. Wajahnya telah basah dengan keringat, bibirnya telah berubah warna menjadi putih pucat. Dan mata indahnya tertutup menahan sakit.

Bibir pucatnya bergetar, ingin mengucapkan sesuatu. Aku terus memegangi perutnya, menahan darah yang keluar berkat peluru yang tertancap ditubuhnya.

“Jungkook…” Ia mulai berbicara.

“Maaf.. kan… Aku..”

“Lupakan.. diriku…”

“Berbahagialah…”

Setelah itu, Ia benar-benar hilang dari dunia ini. Begitu singkat waktuku bersamanya. Tapi, Aku menghargai waktu singkatku itu. Karena, Aku adalah orang pertama yang membuatnya tersenyum sebelum hari terakhirnya di dunia ini. Setelah sekian lama ia terdiam, menutupi keterpurukannya, Aku adalah orang pertama yang membuatnya tertawa kembali dan merasakan indahnya dunia.

Berbahagialah kau disana, Matahariku!

ssodajin bissogui ai
nunmurirado meomchwosseumyeon
ibyeol ape ulmeogineun ai
dasi saranghal su isseulkka

geu siganeul doedollil su isseulkka
geuttaero dora gal su isseulkka
chueogi neol jabeul su isseulkka
gireul ilheottna bwa
saranghaettdeon gieokdeuri
ijhyeo jil naldeuri neomu apa
mianhae ajikdo neol gidaryeo

cheoeum naege wassdeon
gijeok gateun naldeullo doraga
saranghae geudaereul bulleobol su ittdamyeon

geu siganeul doedollil su isseulkka
geuttaero dora gal su isseulkka
chueogi neol jabeul su isseulkka
gireul ilheottna bwa
saranghaettdeon gieokdeuri
ijhyeo jil naldeuri neomu apa
mianhae ajikdo neol gidaryeo

-END-

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s