[What is Your Color?] Rules number 14 – Ficlet

rules number 14_bebyclarens

 

Rules number 14 fic by ohclaren

[BTS] Min Yoongi Park Jimin Kim Taehyung Kim Namjoon

genre school life fluff slight!comedy rated teens lenght ficlet

Disclaimer

The plot is belong to meh

.

“Selama itu bewarna hijau kurasa tidak akan ada masalah.”

Satu lagi kebodohan dari seorang Kim Taehyung

.

Park Jimin tidak aneh, yang aneh adalah Kim Taehyung teman satu kamarnya.

Jadi saat Jimin mulai bertingkah tidak normal, artinya Taehyung sudah mempengaruhinya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bersikap baik pada seniormu. Yang salah adalah jika hal itu dilakukan secara tiba-tiba dan membuat yang bersangkutan berselimut tebal pertanyaan tiap malam.

“Selamat pagi sunbae, mau aku kupaskan apel?”

Yoongi bergidik sebelum menempatkan pantatnya tepat di sebelah Namjoon, sementara Jimin masih tersenyum lebar kearahnya dari seberang.

“Bocah kau salah makan lagi?”

Jimin menggeleng, “Sepertinya tidak.” jawabnya kalem menyendok kari dalam mangkuk.

“Kurasa dia keracunan ramuan cinta dan nyasar padamu.”

Yoongi kembali bergidik dan rasanya ingin muntah saat itu juga mendengar kemungkinan yang  keluar dari mulut Namjoon.

 

.

 

Yoongi baru saja membalik halaman ketiga buku Sejarah Sekolah ketika menyadari presensi seorang Park Jimin tepat di belakangnya.

“Apa yang kau—” menepis tangan Jimin yang menggerayangi bahunya, Yoongi sampai kehabisan kata-kata bahkan untuk memaki dan mengeluarkan umpatan sekalipun.

Jimin nyengir memamerkan deretan rapi giginya, “Kau pasti lelah setelah pelajaran terbang tadi, aku bisa memijat bahumu dan—”

Tanpa perlu mengembalikan buku yang dipinjam pada rak buku, Yoongi segera keluar dari perpustakaan dengan meninggalkan guru Kang yang mengomel tentang tidak disiplinnya para murid dan Jimin yang memanggil-manggil namanya.

“Ini gila!” desis Yoongi, dia bukannya tak menyukai seorang Park Jimin hanya saja dia tak terbiasa punya seseorang yang selalu berada di sekelilingmu setiap saat. It’s strange and akward you know?

 

.

 

Ucapkan terimakasih pada Jimin atas jadwal hibernasi Yoongi yang berantakan pun dengan semua tugas sekolahnya yang jadi terbengkalai karena disibukkan untuk menghindar darinya. Hipotesa bahwa dia habis menenggak ramuan cinta dan nyasar pada Yoongi makin menguat. Terlebih bocah itu kini selalu menempel padanya, ke penjuru sekolah paling terpencil dan gelap sekalipun Yoongi akan selalu bertemu dengan bocah rambut oranye nyentrik itu.

Dan seluruh mahluk di sekolah mulai terbiasa dengan pemandangan pria berambut hijau yang berjalan beriringan dengan pria berambut oranye. Seperti ladybug yang menempel pada daun pohon berry di musim panas, Namjoon mengandaikan.

 

.

 

Namjoon yakin tulang rusuknya akan retak karena menahan tawa melihat scene absurd yang tersaji di ruang santai asrama. Dua kepala beda warna yang tengah bergulat di bawah sofa, oranye dan hijau. Guess who?

“Apa yang lucu hyung?”

 

Taehyung muncul dari dalam kamar masih memakai piyama dan ikut melongok ke bawah namun tak menemukan sesuatu yang lucu—selain  pose tidak elit Hoseok yang tidur di sofa.

“Lihat apa yang dilakukan Jimin pada Yoongi,” akhirnya Namjoon baru menyahut  setelah membiarkan Taehyung menunggu kira-kira lima belas menit sampai tawanya benar-benar habis, menjelaskan bahwa ini sudah kali keseratus dimana Jimin memaksa untuk menyisir rambut berantakan Yoongi.

Aah itu…” Taehyung terkekeh, “Jimin ingin meminta rambut Yoongi hyung.”

“Rambut?”

“Peraturan nomer empat belas saat membuat ramuan cinta,”  kata Taehyung mengacungkan jari telunjuknya untuk maksud yang tidak jelas, “Harus ada bunga teratai hijau sebagai bahan dasarnya.”

Namjoon baru saja akan menyela karena dia sama sekali tak bertanya mengenai pelajaran ramuan sebelumnya tapi Taehyung buru-buru menambahkan.

“Karena persediaan bunga teratai hijau habis, aku suruh  dia pakai rambut Yoongi hyung.”

“……”

“Selama itu berwarna hijau kurasa tidak akan ada masalah.” ujar Taehyung terkekeh, bangga pada dirinya sendiri yang menemukan solusi tepat dari krisis bunga teratai hijau saat Jimin meminta ramuan cinta padanya. Dia bahkan terpikir untuk mendaftarkan diri sebagai peraih nobel selanjutnya.

Namjoon masih membuka dan menutup mulutnya, tak tahu harus bereaksi apa atas kebodohan lain sepupunya yang juga jadi jawaban atas kelakukan aneh Jimin menempel pada Yoongi. Percuma juga memberitahunya, toh yang akan keracunan ramuan gagal bukan dia.

Memijat pelipisnya pelan, Namjoon jadi penasaran. “Memangnya Jimin naksir siapa?”

Telunjuk Taehyung kini menunjuk gadis berambut pirang yang duduk melingkar bersama teman-temannya di bawah anak tangga menuju kamar perempuan, dia Kang Seulgi.

Taehyung memang cukup pintar dalam pelajaran ramuan, dan sering diminta murid lain untuk membuat ramuan ringan tapi dilarang beredar oleh guru Kang—ramuan cinta contohnya. Tapi tetap saja, Namjoon tak bisa membayangkan ramuan cinta dengan rambut Yoongi di dalamnya. Alih-alih dicintai oleh Kang Seulgi, Jimin bisa saja berubah menjadi kodok setengah cicak.

“Kau membuatnya banyak saat liburan kemarin, sudah habis?”

Umm!” Taehyung menganggukkan kepalanya kemudian memasang wajah pura-pura berpikir, “Botol terakhirnya sudah kuberikan pada, Seulgi,” gumamnya tak jelas. “Seulgi bilang akan memberikannya untuk…”  Taehyung meneguk ludahnya yang entah kenapa terasa pahit.

Namjoon menepuk keningnya sendiri untuk sebuah kebohohan lain dari sepupunya.

 

“Dia memberikannya pada Jimin, benar?”

 

—Fin.

 

Advertisements

6 thoughts on “[What is Your Color?] Rules number 14 – Ficlet

  1. kirito

    Aku suka wkk emang pacar aku paling beda otaknya.. gpp tetep sayang kok sama kamu tae^^ /ditavokarmy/ tae kayaknya kamu ngasih ke aku ramuan cinta juga yah? Wkwk kok aku klepek” sama kamu kekeke~ btw chim chim dikasih ramuan cinta sama seulgi yah?

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s