[What is Your Color?] LOSE MY SELF – Oneshot

1458395914106 (11)

LOSE MY SELF

Nama Author: PiePyaw

Genre: Hurt,Sad

Lenght: Oneshot

Rating: PG-17

Cast: Park Jimin

Other Cast: Park Hyo Bin

Disclaimer: ini milik author, berasal dari otak yang apa adanya ini jadi tolong untuk tidak ditiru.

Summary:  kisah tentang Jimin selama ia kehilangan kekasihnya, Park Hyo Bin. Pesawat yang di tumpangi Hyo Bin jatuh dan Hyo Bin belum di temukan. Menampilkan perasaan dan keadaan Jimin karena menantikan kekasihnya namun saat kekasihnya sudah dapat ditemukan, Hyo Bin di ambil oleh Tuhan sehingga membuat Jimin yang sudah sakit karena kehilangan semakin sakit karena harus kehilangan betul-betul kali ini.

.

“Kau akan segera kembali, kau ingat itu Park Hyo Bin?”

“Iya, aku pasti akan segera kembali”

Aku menariknya masuk dalam pelukkanku

“Aku belum pergi, Jimin. Tapi kau sudah begini hahaha”

“Hey, aku pasti akan kembali dan aku juga tidak pergi terlalu lama” ucapnya lagi

Aku hanya diam, dan dia masih berada di dalam pelukkanku

“Aku akan sangat merindukanmu” kini kami sudah berhadapan lagi

“Aku juga merindukanmu,Jimin” aku dapat melihat senyumnya,senyum kegemaranku

Aku mencium keningnya

“Hati-hati Jagiyaa” dia mengangguk lalu menarik kopernya dan mulai menjauh dariku

Seharusnya aku menarik kembali badannya, tidak melepaskannya pergi.

 

“Yak Jimin!” aku tersentak dari lamunanku, J-hope Hyung membuat lamunanku buyar

“Kau melamun lagi?” tanyanya tapi aku tidak menjawab

“Hey ayolah, kemana Jimin kita yang dulu?” aku menatap J-hope Hyung

“Jimin yang dulu telah mati,Hyung” aku berlalu dari tempatku duduk tadi

 

Author POV

Semua member menatap sedih ke arah Jimin, Dia betul-betul jauh berbeda sekarang.

“Dia sungguh memprihatinkan” Jungkook berkata sambil masih menatap Jimin

Semua member setuju dengan ucapan Jungkook, kejadian yang baru saja terjadi telah banyak merubah Park Jimin.

“Tapi memang akan seperti itu jika berada di posisi Jimin” kali ini Taehyung yang bersuara

“Jimin tidak pernah terluka seperti ini, apakah dia akan baik-baik saja?” Jin mengeluarkan kekhawatirannya

“Dia kuat,Jin. Aku tau dia kuat” Suga berkata dengan tatapan menatap Jimin

“Sekarang ayo kita bersiap-siap, kita harus ke Award sebuah acara musik” Namjoon menyadarkan para member lain untuk bersiap-siap

Suga menghampiri Jimin,”Jimin, ayo bersiap-siap. Kita ada jadwal”

 

Tentu sangat wajar di acara Award seperti ini banyak wartawan,BTS yang baru saja turun mendapatkan keriuhan. Banyak para fans BTS yang beteriak memanggil sang idola yang berada di Red Carpet.

BTS sudah ada di panggung yang tersedia di Red Carpet, setelah mengenalkan diri dan mengucapkan selamat untuk acara musik yang sedang berulang tahun dan mengadakan Award ini. Kini BTS akan menjawab pertanyaan wartawan.

Sesi pertanyaan lancar sampai perkataan MC yang sangat-sangat mengganggu terlebih bagi Jimin.

“Terima kasih bagi BTS, dan saya turut berduka tentang Nona Park”

Jimin hanya diam, Namjoon hanya megangguk dengan senyum lalu mereka berlalu dari Red Carpet.

Publik memang sudah tahu soal kekasih Jimin,Park Hyo Bin. Kekasih yang sudah bersamanya dari dulu sampai dia sekarang ini.

Bahkan publikpun tahu apa yang sedang terjadi pada kekasihnya.

Jimin tidak sehyper active dulu, mukanya datar dengan mata tajamnya itu. BTS sudah tampil, kini mereka tengah duduk manis di kursi yang di peruntukkan untuk mereka.

Author POV end

Suasana di sini ramai,namun apa? Semua semu.

Hatiku sakit, sungguh sangat-sangat sakit. Park Hyo Bin,bisakah kau merasakan sakit ini?

Pulanglah sayang, pulang. Kembalilah padaku, aku mohon.

Apa aku harus nekat lagi untuk mencarimu langsung,Hyo-yaa?

Aku rindu senyummu, aku rindu dirimu berada di pelukkanku

Pulanglah Hyo.

“Jimin” aku menoleh

“Lagi Jimin?” kata J-hope Hyung

“Aku tidak bisa tidak memikirkannya,Hyung”

J-hope Hyung meremas pundak kiriku,”Kuatlah,Jimin”

“Hey ayo kita maju” J-hope dan aku menoleh ke Namjoon Hyung, ternyata kami mendapat Award.

Namjoon Hyung berbicara, berterima kasih atas  Award yang kami dapat. Lalu J-hope Hyung dan

Gamshamida” ucapku, terdengar teriakan para ARMY,  mereka semua mendukungku, menguatkanku.

Author POV

Semua member sudah terlelap kecuali Jimin, dia sedang bertelponan dengan seseorang.

“Selamat malam,Eommonim” sambungan telepon berakhir.

Jimin habis bertelponan dengan Ibu Hyo Bin. Bukan hanya Jimin yang terluka, pasti orang tua Hyo Bin dan orang tua Jimin juga.

Jimin menangis.

Dia bangkit dari posisinya, mengambil kunci mobil lalu pergi.

Menjalankan mobil menuju di jalanan yang lenggang

Dan dia sudah sampai di tempat tujuannya, apartement Hyo Bin.

Iya itu memang apartement Hyo Bin, namun Hyo Bin tidak ada di sana.

Hati Jimin sakit, dia menangis. Harus di luapkan seperti apa perasaanya sekarang?

Bukankah ke apartement Hyo Bin malah hanya akan semakin menyakiti Jimin?

Dia terlutut di apartement Hyo Bin, wanita berpipi chubby, menyukai warna biru, suka makan, dan yang pasti sangat mencintai Jimin.

Hyo Bin sudah ada bersama Jimin sebelum Jimin menjadi artis, lantas bagaimana hidup Jimin kini tanpa ada Hyo Bin?

Jimin merindukan tawa wanita itu, mood wanita itu yang berubah-ubah, sifat wanita itu yang kadang kekanakan dan kadang bisa dewasa.

Jimin bisa gila,atau dia memang harus gila?

Seharusnya Jimin tidak membiarkan Hyo Bin pergi, kalau ternyata dia pergi selama ini.

 

Malam tadi Jimin tidur di apartement Hyo Bin, dia tidak mau memusingkan bagaimana manajer BTS nanti.

Pagi ini dia mengingat kenangannya sarapan bersama Hyo Bin, dan handphonenya berdering, ada telepon masuk.

Author POV end

Nde Eomma” telepon dari Eomma

“Kau sedang apa,Nak?”

“Tidak sedang apa-apa,Eomma

“Pulanglah,nak. Eomma tahu”

“Aku tidak mungkin meninggalkan jadwal BTS,Eomma”

“Apa sudah ada kemajuan?”

“Tidak ada,Eomma.Mereka belum ada menghubungi”

“Kuatkan hatimu,Nak. Jangan lupa berdoa”

Gomawo,Eomma”

Eomma mengkhawatirkanku, tentu Eomma tahu bagaimana aku.

Aku rapuh, harus bagaimana aku sekarang?

Author POV

Jimin kembali ke dorm BTS, tentu saja member-member yang lain sudah bangun.

“Kau darimana,Jimin?” tanya Namjoon

“Apartement Hyo Bin,Hyung”

“Jangan terus-terusan bersedih,Jimin”

“Tidak bisa,Hyung”

“Hey, Come On”

“Aku pasti bisa membaik jika ia kembali,Hyung”

Tapi apa ia kembali,Hyung?” ucap Jimin lagi, semua orang terdiam.

“Jangan berpikir seperti itu Jimin”

“Tapi itu yang sebenarnya,Hyung”

“Meski ada harapan tapi sebenarnya itukan kebenarannya, Hyo Bin tak akan kembali!” Jimin bersuara lagi

Semua diam,menatap Jimin. Sungguh sedih melihat Jimin.

“DIA TAK AKAN KEMBALI!” Jimin menangis,lagi

Pilu, sungguh pilu melihat Jimin seperti ini

Hyung, sudahlah Hyung” Jungkook menghampiri Jimin yang terlutut

“Tidak bisa,Jungkook-ah

“Bangkitlah,Hyung. Apa Hyo Bin mau melihatmu seperti ini?”

Jimin menatap Jungkook

“Aku merindukannya,Kookie-yaa

“Aku sangat merindukannya, jika tahu begini aku tidak akan melepasnya kemaren!”

Semua masih melihat Jimin, Jimin sangat sakit. Dia sungguh sakit.

“Jimin-ah, ayo bangkit” kini J-hope yang berbicara

“Kau jangan lemah, ayo Jimin-ah”

Jimin masih menangis

“Aku tidak bisa,Hyung. Aku tidak bisa”

“Kau bisa Jimin-ah,dia pasti kembali”

Jimin tertunduk, semua mendekat.

“Ayo Jimin”

“Sudahlah Jimin,ayolah”

Semua member menyemangati Jimin, akhirnya ia pun bangkit.

“Kau harus bangkit,Jimin. Hyo Bin tidak suka melihatmu seperti ini”

“Iya Jimin-ah,selalu berdoa”

“Kita juga merindukan Hyo Bin,Jimin-ah”

“Yak! Tersenyumlah Park Jimin” kata Taehyung

Bangtan sudah seperti saudara Jimin, Jimin sangat beruntung.

 

Bagaimanapun kondisi Jimin, dia harus profesional. Jadi dia tetap harus mengikuti jadwal karena dia seta ya walaupun hatinya sakit.

BTS sedang mengadakan fansign di Gwanghwamun, semua ARMY saat berhadapan dengan Jimin mengucapkan kata turut menyesal atau berduka soal Hyo Bin dan juga menyemangatinya.

Meskipun tidak semua ARMY yang menyukai Hyo Bin, haters itu pasti ada bukan?

“Hai, siapa namamu?” tanya Jimin pada seorang yeoja yang ada di hadapannya

“Aku Choi Ji Ae,Oppa” Jimin lalu mengimbuhkan tanda tangannya di album milik yeoja bernama Ji Ae itu, dan menulis “buat: Choi Ji Ae”

“Ah iya,aku turut menyesal soal Hyo Bin noona” Jimin tersenyum, sudah perkataan kesekian kalinya ia dengar

Gomawo,Ji Ae” ucap Jimin

“Teruslah bersabar,Oppa. Kami para ARMY selalu mendukungmu!” tangan Jie Ae megepal terangkat, memberi fighting.

“Terima kasih ARMY, karena selalu mendukungku” senyuman tidak luntur dari bibir Jimin, para ARMY memang selalu ada untuk BTS.

Bye,Fighting Oppa” Jimin juga ikut mengikuti gaya tangan Ji Ae.

Jimin masih dengan senyumnya, bersyukur memiliki keluarganya dan keluarga Hyo Bin,BTS ,ARMY,dan orang-orang di sekitarnya.

Dia harus lebih kuat, lebih kuat lagi dari ini. Jimin akan menunggu Hyo Bin dan berusaha untuk Hyo Bin.

Hyo Bin pasti tidak suka melihat Jimin yang seperti ini, dia harus lebih kuat.

 

Jimin selalu menanti, menanti dan menanti kabar tentang kekasihnya itu. Dia bertekad untuk lebih kuat tapi hati sakit itu wajar. Tidak ada yang mau kehilangan karena kehilangan itu menyakitkan.

Jimin masih menonton tv, menanti informasi terkini.

“Apa sudah ada kemajuan?” tanya Suga yang kini telah duduk di samping Jimin.

“Belum ada,Hyung. Pencarian susah karena cuaca yang buruk” jawab Jimin

“Apa aku harus turun langsung mencarinya,Hyung? Hyung taukan aku sangat ingin” suara Jimin lagi.

Suga melayangkan tatapannya” Yak itu lagi perkataanmu,Park Jimin”

“Aku tidak bisa hanya seperti ini,Hyung”

“Tapi kau juga tidak bisa semudah itu,Jimin”

Jimin terdiam, memang tidak bisa seenak itu diapun tau.

“Jimin-ah, Kami juga merindukan Hyo Bin dan sangat berharap dia kembali” suara Taehyung masuk di pendengaran Jimin

“Terlalu bersedih juga tidak baik, apalagi kau sampai nekat juga tidak baik” Jimin dan Suga merasaka cukup kaget dengan kata-kata bijak dari seorang Kim Taehyung.

Gomawo kepada kalian semua, aku tau Taehyung-ah. Tapi aku tidak bisa berbohong kalau aku memang sedih”

“Kehilangan bukan sesuatu yang kita inginkan, Aku harus lebih kuat namun menunggu selama ini dan itu membuatku semakin khawatir. Apakah Hyo Binku akan kembali?” sambung Jimin.

“Mungkin aku bisa gila, tapi mau bagaimana? Semua ini menyakitkan” Taehyung dan Suga mendengarkan perkataan pilu Jimin.

“Aku mencintainya. Aku tidak tau dia sedang apa sekarang, Apakah baik-baik saja” Jimin masih berbicara, menyuarakan isi hati dan kepalanya

Suga menepuk pundak Jimin,”Jangan terlalu masuk dalam kesedihan”

“Ha-hatiku sakit,Hyung dan tubuhku seperti akh! Aku tidak bisa menjelaskannya”

“Aku sakit,Hyung” Suga dan Taehyung diam dibuat oleh Jimin.

Pria ini memang sudah sakit sepertinya, tubuhnya sudah kebas rasanya.

“Aku mau ke kamar” Jimin bangkit dan berjalan menuju kamarnya.

Taehyung dan Suga hanya memperhatikan Jimin, kalau sudah seperti ini susah. Jimin memang benar-benar tenggelam.

Author POV end

Eomma” ucapku lirih, aku sedang berbicara dengan eomma melalui telepon.

“Aku sakit,Eomma”

Kuatlah,Nak. Kau bisa untuk kuat,Jiminie”

“Aku tersiksa,Eomma. Kehilangan Hyo Bin menyiksaku Eomma

Kenapa aku menjadi lebih cengeng sekarang?

Eomma juga ikut terisak pelan disana.

“Jimin, Anakku. Eomma tahu perasaan mu, kuatlah Nak”

“Hatiku seperti tertohok,Eomma”

“Dengarkan Eomma,Jimin. Jangan berhenti berdoa dan mencarinya Nak. Dan dirimu harus kuat demi Hyo Bin, beristirahatlah Nak”

Nde,Eomma” panggilan pun berakhir.

Aku menatap langit kamar, memutarkan pikiranku ke arah dulu. Kembali mengingat kenangan bersama Hyo Bin.

Flashback On

Sama seperti cuaca saat ini, saat itu juga masih musim dingin.

BTS sedang libur, mereka ditambah Hyo Bin dan manajer jalan-jalan menikmati malam di jalanan Seoul.

Mereka sibuk membeli dan memakan jajanan kaki lima yang menggoda, tidak terkecuali Jimin dan Hyo Bin

Hotteoknya 1,Paman!” seru Hyo Bin semangat

Lalu dia menoleh ke arah Jimin yang ada di sebelahnya

“Kau tidak mau?” tanyanya pada Jimin

Tteokbokki milikku saja belum,Hyo-yaa”

“Baiklah, ah Gomawo Ahjussi” Hyo Bin sudah memegang Hotteok miliknya

“Kau memang tidak berubah soal makanan,Hyo-yaa” ucap Jimin dengan matanya menatap Hyo Bin

“Kau selalu cepat kalau soal makanan” Jimin menyengir lebar karena telah meledek kekasihnya itu

“Biarkan” jawab Hyo Bin

“Kau harus makan banyak, agara pipi chubbymu kembali lagi seperti dulu” ucap Hyo Bin sambil mendorong makanan Jimin ke mulutnya

“Nanti kalau aku chubby seperti dulu, fans ku akan kabur karna melihatku yang makin seperti babi,Hyo-yaa”

Hyo Bin menatap Jimin,”Oh jadi kau mementingkan teriakan para perempuan,Jimin-ah” Jimin menahan tawanya, mendengar Hyo Bin sudah memanggilnya dengan embel-embel ah disaat begini berarti wanita itu sedang marah, atau lebih tepatny cemburu.

Hyo bin lalu membalikkan dirinya dan melangkah menjauhi Jimin.

“Yak Hyo!” yang di panggil tetap saja melangkahkan kakinya

Hwanaeji mayo,Jagi-yaa” Jimin sudah memeluk Hyo Bin dari belakang.

“Aku hanya bercanda” ucapnya lagi

Tapi Hyo Bin tetap diam, apakah dia marah betul  batin Jimin

“Kau menyebalkan,Park Jimin”  Dia menginjak kaki kanan Jimin

Jimin mengaduh sambil memegangi kakinya yang sakit karena Hyo Bin.

“Rasakan” ledek Hyo Bin pada Jimin.

“Yak! Jangan kabur kau,Hyo Bin!”

Ho Bin hanya tertawa.

Flashback Off

Author POV

Jimin tersenyum sendiri mengingat kenangannya bersama Hyo Bin.

 

Member BTS dan Manajer sedang makan siang di ruangan mereka di Big Hit Entertainment.

“Habis ini jadwal kita apa,Hyung?” tanya Namjoon pada Manajer

“Sepertinya hari ini kalian habiskan untu berlatih saja”

Semua hanya mengangguk-anggukan kepala, kegiatan makan hanya di selingi pembicaraan ringan dan tawa, sampai Handphone Jimin berdering.

Jimin mengambil Handphonenya yang ada di atas meja,

Yeoboseyo” ucap Jimin

Semua mengamati Jimin, sampai perubahan raut mukanya

“Iya, saya akan segera kesana. Terima kasih”

Lalu dia berbicara pada Manajer,”Hyung,antarkan aku ke rumah sakit Hyung”

“Mau apa kau kerumah sakit,Jimin?”

“Hyo ausah ditemukan,Hyung!,cepatlah Hyung”

Semua kaget mendengar ucapan Jimin, Manajer terlonjak dan mereka semua segera menuju ke rumah sakit.

 

Jimin berlari, ingin segera melihat kekasihnya. Hyo Bin ketika di bawa ke rumah sakit langsung di periksa oleh tim medis.

Jimin sudah di dekat ruangan yang biasanya di gunakan untuk operasi, Hyo Bin ada di sana. Jimin melihat ada beberapa orang dari tim penyelamat.

Jimin mulai memasuki ruangan yang terbuka itu, menampilkan Hyo Bin dan juga tim medis.

“Maafkan kami,Jimin-ssi.” Kata seorang dokter

“Kami tidak dapat menolongnya, keadaannya sudah buruk sebelum di bawa kesini”

Jimin menatap Hyo Bin yang tengah terbaring, menatap kekasihnya yang sudah sebulan hilang.

Jimin melangkahkan kakinya ke arah Hyo Bin.

Semua orang termasuk member BTS dan Manajer yang sudah berdiri di depan ruangan itu diam melihat Jimin dan Hyo Bin.

Jimin membelai dahi Hyo Bin sebelah kanan menurun dengan beberapa jarinya.

Jagi-yaa,bangunlah” ucapnya pelan

“Jangan buat aku kehilanganmu lagi,Jagi-yaa” senyuman seadanya tergambar di bibirnya

“Kenapa kau pergi lagi,Jagi-yaa?  Bahkan aku belum ada mendengar tawa dan melihat senyummu”

“Kenapa aku harus kehilanganmu lagi,Jagi-yaa?” air mata sudah hendak turun.

“KENAPA?KENAPA AKU HARUS KEHILANGANMU LAGI!? KENAPA KAU PERGI LAGI,PARK HYO BIN?” Lunturlah semua kesedihan Jimin.

“TIDAKKAH KAU TAHU TERSIKSANYA AKU? KENAPA KAU TINGGALKAN AKU, KENAPA?” Jimin sayng sedih dan sakit kehilangan Jimin kini semakin jadi.

Wanita yang ia tunggu, akhirnya di temukan tetapi keadaannya tidak seperti di harapkan.

“KENAPA KAU TINGGALKAN AKU,HYO-YAA? KENAPA KAU TEGA SIKSA AKU SEPERTI INI?”

Kekasihnya telah pergi, dan kali ini dia tidak akan kembali. Wanita yang melihatnya saja sudah mengisi penuh energi Jimin, kini telah tiada.

Manajer dan BTS berombong menghampiri Jimin

“Jimin” Lirih Manajer

“Sabarlah,Jimin” ucap Manajer lagi

“SABAR DAN SELALU SABAR! AKU SUDAH SABAR DAN APA YANG TERJADI SEKARANG? AKU KEHILANGAN DIA, BENAR-BENAR KEHILANGAN DIRINYA” Jimin betul-betul histeris, dia bertekad untuk lebih kuat namun apa? Dia kehilangan Hyo Bin, betul-betul kehilangan wanitanya.

Dia kembali ke arah Hyo Bin, memegang kedua pundak Hyo Bin

“KEMBALILAH PARK HYO BIN, KEMBALILAH. KEMBALILAH!”

Namjoon dan Jin memegang tubuh Jimin, menahan tubuh itu yang masih memegang kedua pundah kekasihnya.

“JANGAN PERGI,PARK HYO BIN. JANGAN PERGI!” Jimin masih histeris.

Tidak ada yang pernah melihat Jimin seperti ini sebelumnya. Dia menjadi seperti itu karena kehilangan Hyo Bin, kehilangan wanita yang dicintainya.

Dia terlutut,”Aku mencintaimu Park Hyo Bin, kumohon jana=gan pergi” ucapnya sendu.

Jimin sudah kehilangan hatinya, tidak ada yang bersisa lagi dari hatinya.

 

Hyo Bin di semayamkan di Busan, tempat kelahirannya. Jimin sungguh terluka, ketika melihat wajahnya kita hanya bisa melihat dirinya dengan tatapan kosong. Dia tidak seceria dulu lagi, dia masih suka menangis dan berteriak histeris.

Selama 1 bulan menunggu Hyo Bin di temukan. Pesawat yang mengantarnya balik ke Korea terjatuh ke hutan yang sangat luas. Dan 1 bulan bertahan di hutan itu tidaklah mudah. Jimin pernah nekat untuk ikut mencari Hyo Bin.

Ia menyesal membiarkan Hyo Bin pergi. Kini dia harus merasakan sakit yang amat sangat. Tim penyelamat menceritakan Hyo Bin masih bernyawa saat di bawa namun Tuhan berkehendak lain, ia harus benar-benar pergi.

Seluruh orang tahu berita tentang kepergian Hyo Bin. Para ARMY  juga ikut turut berduka. Dengan hancurnya Jimin karena Hyo Bin membuat ia berubah dan itu membuat jadwal BTS terhenti. Jimin harus di pulihkan namun ia tidak bisa pulih.

Beberapa bulan berlalu, kini BTS sudah aktif lagi. Jimin menampilkan senyumnya namun ia masih sakit, itu semua semata-mata karena profesinya. Bahkan Jimin sedang di obati oleh  psikiater.

Memang dia terlihat seperti Jimin pada biasanya saat harus melakukan profesinya, namun saat dia tidak sedang beraktivitas sebagai artis seperti saat BTS diam di dorm, Jimin diam. Tidak ada senyuman tergambar di bibirnya.

Ia tidak akan bisa pulih, Jimin kehilangan Hyo Bin.

Sehingga Jimin kehilangan dirinya.

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s