[BTS FF Freelance] Breathe – (Chapter 2)

PicsArt_03-16-09.02.09

Tittle         : Breathe (한숨 )

Author      : Yskalya

Main Cast :
– Kim Taehyung as Kim Taehyung ( BTS )
– Minatozaki Sana as Min Sana ( Twice )

Support Cast :
– Jang Donggun as Kim Minseok ( Taehyung Dad’s )
– Kim Seokhu as Min Seowoo ( Sana Dad’s )
– Kim Moonbin as Moon Bin ( Astro / He is a senior who loves Sana)
– Park Jimin as Park Jimin ( BTS / Taehyung Friend’s )
– Hirai Momo as Im Momo ( Twice / Sana Friend’s )

Genre        : Drama, Family, Romance, Sad, School Life, Friendship, AU

Rating        : T

Length       : Chaptered

Disclaimer : ff ini murni dari pikiran author, maaaf kalau ada kata kata yg kurang bagus, Sorry for typo, Don’t copas please, Hope u like it^^

한숨

Taehyung Prov

         Aku menghembuskan nafasku ketika Lee Saem meninggalkan kelas. Aku mengarahkan pandanganku ke Sana sambil terdiam menatap punggungnya datar.

  “ Kau kenapa? “. Jimin bertanya kepadaku

“ Tak apa… hanya sedang melihat saja “.

Jimin menatapku aneh.

  “ Ayo kita kekantin “. Ajak Jimin.

  “ Ah? Iya ayo “.

Aku berdiri dari dudukku dan mulai melangkahkan kakiku menuju kantin bersama Jimin.

  Sana Prov

@School Garden

         Aku duduk dibangku yg sudah disediakan di Taman Sekolah. Aku mengarahkan pandanganku ke sekitar Taman. Pandanganku berhenti kearah Taehyung. Tanpa sadar aku terus menatapnya. Aku mengarahkan tanganku ke dadaku.
  “ Kenapa jantungku berdetak cepat ketika melihat lelaki itu “. Tanya batinku.

  Author Prov

         Setelah mengisi perut mereka, Taehyung dan Jimin berjalan menuju kelas mereka. Diperjalanan menuju kelas,

  “  Jimin – ah kau tau perempuan yg tadi membantuku didepan kelas? “.

  “ Oh? Sana? Iya aku tahu “.

  “ Kenapa dia selalu menunduk? Itu menyeramkan “.

  “ Hei Bodoh, Dia itu anak yg paling pendiam disini saking pendiamnya dia tidak punya teman “.

  “ Hei, apa apaan itu… “.

Taehyung menatap punggung Jimin yg sudah memasuki Kelas.
  “ Kenapa aku menanyakan tentangnya “. Batin Taehyung

  “ Ah.. Sudahlah “.

Taehyung memasuki kelas dan langsung menduduki bangkunya. Taehyung mengarahkan pandangannya ke bangku Sana.
  
  “ Tak ada… “. Gumam lelaki itu.

Bel berbunyi, Tanda jam istirahat sudah habis dan memasuki jam pelajaran baru. Taehyung melirik kearah pintu lalu mengalihkan pandangannya ketika melihat Sana yg baru saja memasuki kelas. Taehyung membuka buku yg ia letakkan dimejanya. Ia hanya melihat buku yg Ia buka.
  “ Apa yg aku lakukan?”. Batinnya. Taehyung menggaruk tenguknya.


                                        한숨


  Sana Prov

          Aku membereskan mejaku ketika mendengar bel pertanda jam pulang. Saat Aku sedang membereskan mejaku tiba – tiba sekelompok geng Lee Hyo Na menghampiriku. Lee Hyo Na adalah ketua dari geng wanita nakal yg sangat menyebalkan menurutku. Mereka selalu saja menggangguku. Aku menatap mereka datar. Aku melirik ke arah buku – buku yg diletakkan Hyo Na dimejaku.

  “ Kerjakan semuanya “. Pinta Hyo Na.

  “ Banyak sekali “. Gumamku .

  “ Kenapa? Kau tidak mau mengerjakannya huh? “.

Hyo Na merapatkan tubuhnya dengan tubuhku sambil melemparkan tatap tajamnya. Aku hanya terdiam dan menundukkan kepalaku.

  “ Aku tidak menerima penolakan “.

  “ A…akan aku kerjakan “.

  “ Baiklah. Ayo kita pergi “.

Lee Hyo Na berjalan meninggalkan kelas diikuti teman – temannya. Aku menghela nafasku sambil menatap buku – buku yg diletakkan Hyo Na dimejaku tadi.

  Taehyung Prov

         Aku langsung meletakkan buku kedalam tas ketika mendengar bel berbunyi. Kegiatanku terhenti ketika melihat sekelompok geng yg terdiri dari siswi – siswi nakal, dilihat dari penampilannya saja sudah sangat menonjol kalau mereka adalah siswi – siswi nakal. Mereka menghampiri Sana. Aku hanya menatap mereka sambil terdiam.

  “ Taehyung – ah, ayo kita pulang “. Ajak Jimin.

  “ Tidak bisa, Aku mau beli sesuatu dulu sebelum pulang. Kau duluan saja “. Elakku.

  “ Aish anak ini, kita kan bisa pergi bersama “.

  “ Tapi aku sedang ingin sendirian. Ayolah “.

  “ Baiklah – baiklah, Aku duluan “.

Aku menatap punggung Jimin dan langsung mengalihkan pandanganku ke Sana. Aku tidak melihat sekelompok wanita – wanita nakal itu lagi.
  “ Apa mereka sudah pergi? “. Batinku.
Aku melirik ke arah setumpukkan buku yg diletakkan wanita itu dimeja Sana. Aku tersenyum. Aku memakai tasku lalu berjalan menghampiri Sana. Aku menepuk pundaknya.

  “ hei… “.

Aku mengabil sebagian buku dari tumpukan buku tersebut.

  “ Aigoo… Kau harus mengerjakan semua ini? Ckck apa apaan ini… “.

Dia hanya menatapku dengan tatapan datarnya. Aku menatapnya sambil terdiam. Sana merampas buku yg berada ditanganku dan meletakkannya kembali ditumpukkan buku tersebut. Iya menggendong buku tersebut lalu membungkuk kepadaku dan berjalan keluar kelas meninggalkanku. Aku memiringkan kepalaku lalu terkekeh pelan.

  “ Hei… “.

Aku berjalan menghampirinya dan merampas kembali sebagian buku yg ada ditangannya.

  “ Aku hanya ingin membantu dan juga bukannya kau sudah berjanji pada Saem akan mengajariku “. Aku tesenyum lebar.

Langkah kakiku berhenti ketika Sana memberhentikan langkah kakinya. Aku menatapnya yg sedang menundukkan kepalanya.

  “ Kenapa berhenti? “.

Aku menatapnya heran. Sana merampas kembali buku yg ada ditanganku.

  “ Aku bisa membawa buku – buku itu sendiri dan juga aku akan mengajarimu lain waktu “.

  “ Kau ini keras kepala ya “. Aku menatapnya kesal

  “ Yasudah kalau kau tidak mau aku membantumu “.

Aku berjalan meninggalinya.

  “ Aku hanya ingin membantunya. Kenapa perempuan itu sangat keras kepala ck! “. Gumamku.


                                         ∞ 한숨


08:00PM

Author Prov

  “ A – appa hentikan hiks… “.

Pinta Sana sembari terisak. Kejadian ini selalu saja terjadi jika Ayahnya Sana mulai meminum minuman keras. Ayahnya akan melakukan kekerasan kepada anak gadisnya itu jika Ayahnya sudah mabuk akibat meminum minuman keras tersebut dengan jumlah yg banyak.

         Ayah Sana menjambak rambutnya sambil menyeret Sana keluar rumah lalu melepaskan pegangannya terhadap Sana hingga Sana tersungkur diJalanan didepan rumah mereka.

  “ Kau tidak boleh masuk jika tidak membawa pulang uang sepeser pun! “.

Ayah Sana menendangnya hingga membuat Sana meringis kesakitan dan Ayahnya berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan Sana sendirian diluar.
Sana hanya terdiam sambil menangis menatap punggung Ayahnya yg mulai menghilang dibalik pintu pagar.

Disisi lain…

Taehyung melihat dengan kedua matanya saat Ayah Sana melakukan kekerasan dengannya. Ia berdiri dibalik tembok pagar rumahnya. Taehyung terdiam sejenak lalu berjalan menghampiri Sana.

  “ Hei kau tak apa? “.

Tanya Taehyung cemas dengan keadaan Sana. Taehyung melirik kearah tangan dan kaki Sana yg terdapat luka memar.

  “ Ayo kita kerumahku… A – aku akan mengobatimu “.

Ajak Taehyung gugup karena takut Sana akan marah padanya.
Namun, Sana hanya menunduk sambil menahan isakannya. Ia tidak berani memperlihatkan wajahnya kepada lelaki itu. Dengan keberanian Sana, Ia mencoba berdiri sendiri namun nihil, Ia terjatuh karena luka memar dilututnya

  “ Akh! “. Ringis Sana.

 “ Aigoo… “. Gumam Taehyung saat melihat perlakuan Sana

Tak cukup sekali, Sana menboca berdiri lagi namun tetap sama dia terjatuh lagi. Taehyung menghela nafasnya. Taehyung merangkul Sana dan membantu Sana berdiri.

  “ Kali ini kau tidak boleh menolak “.

Sana hanya terdiam. Dengan bantuan Taehyung, mereka berjalan kerumah Taehyung.

         Taehyung membantu Sana duduk dikursi yg disediakan di halaman depan rumah Taehyung.

  “ Tunggu sebentar aku akan mengambil obat “.

Taehyung berjalan masuk kedalam rumahnya. Sana menatap punggung Taehyung yg mulai menjauh dari pandangannya. Gadis itu menghela nafasnya. Tangisannya sudah berhenti sejak Taehyung menolongnya tadi. Sana menekukkan sebelah  kakinya yg terdapat luka memar dilututnya lalu berdiri secara perlahan. Ia menahan sakit yg terasa dilututnya lalu berjalan dengan hati – hati dan perlahan – lahan.
Taehyung keluar dari rumahnya dengan membawa kotak p3k. Taehyung mendengus saat melihat Sana yg sedang berjalan dengan tidak benar seperti anak kecil yg sedang belajar berjalan. Taehyung meletakkan kotak p3k dimeja lalu berlari menghampiri Sana. Taehyung menggendong Sana lalu menduduki Sana dikursi. Sana memblak – blakkan matanya melihat perlakuan Taehyung terhadapnya.

  “ Apa – apaan kau ini… Aku bilang tunggu bukan ck dasar keras kepala “. Ucap Taehyung kesal dengan kelakuan Sana.

Taehyung membuka kotak p3k yg terletak dimeja disamping kursi yg diduduki Sana. Taehyung mengambil kapas dan menuangkan obat merah dikapas tersebut lalu diusapkannya kapas tersebut dilukanya Sana.

  “ Akh.. “. Sana meringis saat Taehyung mengobati lukanya.

  “ Tahan sebentar sakitnya tidak akan lama “.

Sana hanya terdiam sambil menunduk.

  “ Kau butuh uang untuk Appa – mu? Kau bisa menggunakan uangku dulu.. “.

Diam. Sana tidak membalas tawaran Taehyung. Taehyung memberi plester pada lukanya Sana.

  “ Sudah selesai “. Taehyung tersenyum lalu manatap Sana.

  “ Kau butuh uang? Kau bisa menggunakan uangku dulu. Jangan menolak.. “

Tawar Taehyung kedua kalinya. Tetap sama, Sana hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.

  “ Kau bisa ganti uangku lain kali “.

Sana berdiri dari duduknya lalu membungkukkan badannya dan berjalan perlahan keluar rumah Taehyung sambil menahan sakit yg masik terasa dilukanya.
Taehyung hanya menatap punggung gadis itu.

  “ Aish dasar… Benar – benar wanita itu… “.

Taehyung membereskan kotak p3k lalu berjalan memasuki rumahnya.

         Sana berdiri didepan pintu rumahnya. Sana membuka pintu secara perlahan tidak ingin ia ketahuan oleh Ayahnya.
Sana memasuki rumahnya.
Sunyi, keadaan rumahnya.
Sana memberanikan dirinya berjalan kekamar Ayahnya. Ia membuka pelan pintu kamar Ayahnya. Ia melihat Ayahnya tertidur pulas. Sana memasuki kamar Ayahnya. Ia mengambil selimut dilemari lalu menyelimuti Ayahnya. Sana menghela nafasnya lalu berjalan keluar kamar Ayahnya takut jika Ayahnya tahu keberadaannya.

         Sana merebahkan tubunya diranjangnya. Ia melirik ketangannya yg terdapat plester lalu terdiam sejenak. Entah kenapa tiba – tiba tangannya mengelus plester tersebut.


                                      ∞ 한숨


  Author Prov

         Taehyung berdiri dihalte bus sambil menunggu bus datang. Sesekali lelaki itu menguap lalu menghembuskan nafasnya. Teahyung melirik sekitar. Pandangan terhenti ketika melihat Sana baru saja datang. Mereka saling menatap lalu mengalihkan pandangnya. Taehyung memasukan tangannya kedalam saku celananya berusaha bersikap tidak peduli terhadap Sana. Sedangkan Sana hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.
Bus yang ditunggu – tunggu pun datang. Taehyung yg sedari tadi sudah lelah menunggu bus akhirnya datang juga. Taehyung langsung melangkahkan kakinya memasuki bus. Sana menatap punggung Taehyung lalu berjalan memasuki bus.

         Keadaan didalam bus dipadati oleh penumpang. Untung saja Taehyung kebagian bangku jika tidak dia akan berdiri lagi. Tapi disisi lain…
Sana berdesak – desakan dengan penumpang lainnya. Dan lagi, Sana merasa risih karena terus ditatapi oleh paman yang berpenampilan kacau yang berdiri disampingnya.
Tiba – tiba saja paman tersebut menyenggol bahunya. Sana melirik sekilas paman tersebut lalu menundukkan kepalanya.
Sana merasakan ada tangan yang menyentuh bokongnya. Reflek, Sana melirik kearah orang yang berani menyentuh bokongnya. Sana memblak – blakkan matanya saat tahu paman yang berpenampilan kacau itu lagi yang menyentuh bokongnya. Dengan keberaniannya yang tidak meyakinkan, Sana mencoba untuk menegur paman tersebut.

  “ A – apa yang barusan kau lakukan padaku hah?! “.

Sejenak tubuh Sana bergematar saat paman tersebut memberikannya tatapan tajam. Keadaan dibus pun mulai hening. Semua penumpang melihat Sana dan Paman tersebut, termasuk Taehyung.
  “ Apa yang sedang terjadi? “. Batin Taehyung.
Dan tiba – tiba lagi paman tersebut membungkam mulut Sana dengan tangannya. Sana terkejut dengan perlakuan paman tersebut padanya. Sana mencoba melepaskan tangan paman tersebut dari mulutnya. Tapi nihil, dia tidak dapat melepaskannya karena bungkaman paman tersebut sangat kuat dimulutnya.

  “ Berhentikan bus ini! Aku bilang berhenti! “.

Pinta paman tersebut sembari mengeluarkan pistol dari sakunya. Penumpang yang lainnya mulai panik saat melihat paman tersebut memegang pistol.
Sana yang masih dibungkam mulai terisak saat paman tersebut mengeluarkan pistol. Tidak ada yg bisa dilakukan Sana lagi sekarang. Entah akan jadi seperti apa hidupnya jika tidak ada satu orangpun yang menolongnya.

  “ Lepaskan dia! Dia temanku! “.Teriak Taehyung kepaman tersebut.

  “ Diam kau! Kau mau kutembak hah?! “.

Taehyung meneguk salivanya saat mendengar ucapan paman tersebut. Taehyung memberanikan dirinya berjalan mendekati Sana dan Paman tersebut. Dengan sigap Taehyung merebut pistol dari tangan paman tersebut.

  “ Lepas! Lepaskan dia! “.

Tidak berhasil dengan merebut pistol, Taehyung memukul pipi Paman tersebut. Penumpang hanya bisa menonton aksi diantara Sana Taehyung dan Paman itu. Selagi Paman tersebut asik meladeni Taehyung, Supir bus tersebut  mengirimi pesan kepada Polisi.

  “ Oh? Kau tidak takut padaku rupanya anak muda “.

Gemetaran, tiba – tiba saja tubuh Taehyung bergemetar.
Paman tersebut melepaskan bungkamannya pada Sana. Perhatiannya menuju ke Taehyung sekarang. Sana menghembuskan nafasnya lalu mengalihkan pandangannya ke Taehyung. Ia menatap Taehyung khawatir.

  “ Aku tak takut padamu… Sana – ah cepatlah kau turun! “.

Pinta Taehyung kepada Sana. Namun Sana malah terdiam ditempatnya sambil menggelengkan kepalanya pelan pertanda menyuruh Taehyung agar segera mengehentikan kegiatannya.

  “ Kemarilah kau anak kecil “.

Paman tersebut jalan menghampiri Taehyung sembari mengarahkan pistol ke Taehyung

  “ Siapa bilang aku…”

  ‘ Dor! ‘


                                    < To Be Continued >

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Breathe – (Chapter 2)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s