[BTS FF Freelance] Fallen Leaves – (Chapter 1)

IMG_20160507_140126

Title : Fallen Leaves

Author : LAndVi

Genre : Sad Romance

Rating : 15+

Lenght : Chapter

Disclaimer : Please don’t copy or edit without permission

Cast : Kim Taehyung, Han Kyumi (OC), and Bangtan members

 

Chapter 1

 

Terlihat seorang gadis telah selesai berdoa di pemakaman kedua orang tuanya. Sudah selama dua tahun orang tuanya meninggalkan Han Kyumi karena kasus pembunuhan. Han Kyumi kini sebatang kara, ia sekarang hidup untuk memenuhi janji kedua orangtuanya bahwa ia harus menjadi seorang dokter sesuai yang dicita-citakan Kyumi sejak waktu kecil.

“Tae?”

 

Aku melihat seseorang yang mengendarai motor diseberang jalan sana seperti Kim Taehyung.

 

“Eoh! Iya tidak salah lagi itu Oppa. Tae Oppa~ aku disini.,.” aku melambaikan tanganku agar pacarku melihatku.

 

Taehyung dan Kyumi sudah lama berpacaran, mereka mulai berpacaran dari satu tahun yang lalu. Taehyung memiliki nasib yang sama dengan Kyumi. Taehyung menjadi sebatang kara karena ibunya sudah meninggal dua tahun yang lalu, sedangkan Ayahnya sudah meninggalkan ia sejak waktu masih bayi.

 

“Annyeong Oppa….”

 

“Aigoo… Annyeong Chagi. Apa kau menangis lagi eum?”

 

“Ani…”

 

“Jinjjaaaa????”

 

“Waeyo eoh? Apa Oppa tidak percaya?? Lihat saja mataku. Mataku tidak seperti sudah menangis kan?”

 

“Oppa percaya.. ya walaupun sedikit”

 

“Aigoo… Ya walaupun aku tidak menangis. Tapi tetap saja aku sangat membenci orang yang membunuh Appa sama Eomma!! Ahhhh!!!”

 

“Geumanhae~ nanti Oppa bantuin kamu cari pembunuhnya. Oppa akan membalasdendamkan untukmu. Kajja~ kita pulang”

 

“Aigoo Oppa.. Kau memang suami idamanku. Geunde.. Bagaimana dengan pekerjaan Oppa hari ini? Ahh pasti melelahkan ya?”

 

“Aaniaa~ chagii kan kau pernah bilang kalau kita harus melaksanakan semuanya dengan bahagia. Apa kau sudah lupa?”

 

“Ya! Oppa masih mengingat janji itu? Haha Daebak! Janji dua tahun yang lalu.”

 

Setelah kami berdua saling melontarkan cengiran yang khas, akupun mengenakan helm yang diberikan oleh Taehyung dan duduk di atas motor untuk segera pulang kerumah.

 

“Oppa, bagaimana dengan anak-anak yang kau temui hari ini dirumah sakit? Apa ada yang lucu eoh?”

 

“Hmm ada, namanya Kim Taola. Dia memiliki rambut yang sama seperti Oppa, mata indahnya seperti milikmu dan juga bibirnya seperti Oppa. Tapi secara keseluruhan wajahnya sepertimu Kyumi, hmmmm ani.. Oppa salah! Kau lebih jelek darinya.”

 

“Yaaa!!! OPPPAA!!! AISHHH menyebalkan sekali eoh. Setelah memujiku kaupun menjatuhkanku..jinjjaaa~ “

 

“Hahaha aniaaaa.. Bukan begitu. Oppa hanya rindu akan kemarahanmu chagii. Oiya bagaimana dengan hasil tesnya? Apa kau diterima?”

 

“Hmm tess? Ah mianhae Oppa aku tidak-“

 

“Ahh gwaenchana, kau harus tetap bersemangat. Kau harus mencoba semua tes di semua rumah sakit agar kau diterima jadi dokter di sana. Jangan bersedih Kyumi ya~ Oppa akan selalu tetap disisimu gwenchana~”

 

“Oppa! jangan sok tahu. Jangan suka memotong pembicaraanku. Aku cuma mau bilang kalau aku tidak menyangka jika diterima di rumah sakit yang sama denganmu Oppa~”

 

“N-ne? Jinjja? Jeongmalyo? Wahh.. DAEBAK! Bagaimana jika nanti malam kita rayakan di apartemen Oppa?”

 

“Eoh? Setuju Oppa~ ide bagus.”

 

***

 

Taehyung tengah bersusah payah untuk memikirkan sebuah strategi. Iya telah mendekorasi di lantai paling atas apartemen nya (rooftop). Selembar surat pun sudah ia tulis dan dihias dengan sangat manis.

 

“Kyumi ya~ Mianhae”

 

Secara tidak langsung air mataku menetes kembali. Tapi inilah satu-satunya jalan terakhirku. Aku tidak ingin ia mengetahui semuanya, tapi jika aku tidak memberitahukannya. Maka wajah-wajah itu selalu menghantuiku. Aku tidak sanggup memendamnya sendirian.

 

Sekarang aku sudah membersihkan wajahku dan berpakaian seperti biasanya. Kini aku hanya menunggu kedatangan Kyumi.

 

***

 

“Apa yang dipersiapkan sama Tae Oppa ya? Apa ia akan memberikanku hadiah? Aku rasa iya. Baiklah Kyumi ya~ kau harus tampil cantik di depan calon suamimu.”

 

Hmm Bajunya udah cantik.. Simple tapi elegan. I like it. Sekarang tinggal menyemprotkan parfum

 

Srrttstrettt

 

“Hmm wanginya~ aku rasa Oppa pasti menyukainya. Kajja~”

 

***

 

Setelah menghabiskan makan malam. Taehyung dan Kyumi sekarang sedang asyik tertawa melihat foto-foto mereka sewaktu muda dahulu. Sungguh menggelikan dan menjijikkan jika harus berfoto dengan gaya seperti itu.

 

“Oppa.. Kenapa waktu itu kau berfoto selalu begini eoh? Mengapa kau selalu menaruh jari telunjukmu di bibir?”

 

“Karena waktu itu adalah cara foto paling sempurna untuk mendapatkan jepretan yang paling bagus”

 

“Aigoo!aigoo! Sekarang kau malah memberikan kedipan mata ckckckc. Jja~ baiklah kalo begitu tunjukkan lagi gaya seperti itu. Aku akan memotretmu, Oppa bersiaplah..”

 

“Aaaaaniaaa.. Jangan. Untuk sekarang gaya itu sudah tidak trendi lagi”

 

“Eoh? Jeongmalyo.,?”

 

“Hmm hmm”

 

“Lalu tunjukkan gaya yang trendi untuk saat ini”

 

“Eoh? N-ne?”

 

“Bersiaplah Oppaa.. Hana.. dul… Set..”

 

Cekrekkk

 

Setelah mengambil beberapa foto Taehyung, Kyumi sekarang sedang tertawa riang akibat ulahnya.

 

“Oppa.. Huahhh jinjja jinjjaaa~ Daebakk! Perfect. Kau memang seorang model Hahahahah”

 

Sekarang giliran Taehyung yang curiga dengan tingkah laku Kyumi. Mengapa Kyumi begitu senang sekali? Padahal ia berfoto layaknya model yang ada di majalah. Dengan segera Taehyung mengambil cepat handphone itu dan melihat hasil jepretannya.

 

“KYA!! KYUMIA-AH!!! BERANI BERANINYA KAU HANYA MEMOTRET LOBANG HIDUNG OPPA EOH?!”

 

“Hahahah Oppa.. Mianhae.. Aku ke toilet dulu eoh. 😂 SELAMAT MENIKMATI. Annyeong.”

 

“YA!!!!”

 

***

 

Ketika Kyumi pergi ke toilet. Raut muka Taehyung langsung berubah drastis. Taehyung sekarang bingung tampak jelas ketika ia mendekati pembatas gedung dan melihat sekeliling kota kecil. Hatinya sangat sakit tapi ia harus melakukannya agar semua tidak semakin runyam. Dan mengapa ia harus tahu masalah ini hari ini.

 

‘AHHHHHH!!!!’

 

***

 

‘Apa yang Oppa lakukan diujung sana? Apa ia melihat sesuatu yang menarik di bawah? Baiklah aku harus berjalan pelan-pelan untuk mengejutkannya.’

 

“……….”

 

“Oppa lihat sini!”

 

Cekkkrekk

 

Aku sudah mengambil foto Taehyung sebagai foto yang akan aku tempel di diaryku. Karena malam ini sangat berarti.

 

“Aigoo, Oppa wajahmu di foto ini memang benar-benar tampan walaupun hanya memasang sebuah senyuman kecil saja”

 

Srrrrreph

 

Tanpa perlu aba-aba Taehyung langsung memeluk Kyumi, ia memeluk Kyumi dengan sangat erat.

 

“Kyumi ya~ chukae.. selamat sekarang kau sudah menjadi seorang dokter. Seperti apa yang di cita-citakan olehmu dan kedua orangtuamu. Dan sekarang kau harus berjanji jika kau harus melaksanakan semuanya dengan perasan yang bahagia, seperti yang Oppa janjikan dahulu kepadamu. Araseo?”

 

“Ah ne, araseo. Baiklah, aku berjanji akan melaksanakan semuanya dengan bahagia!”

 

Taehyung masih mengeratkan pelukannya. Ia harus benar-benar siap untuk sekarang. Bahkan air matanya sudah mulai menetes.

 

“Oppa? A-apa kau menangis? Gwenchana eoh?” bajuku terasa sedikit basah.

 

Akhirnya Taehyung melepaskan pelukan terakhir itu, sambil menghapus air matanya sendiri.

 

“Ania.. Aku sangat bahagia bisa melihatmu menjadi seorang dokter sekarang. Ini adalah tangisan kebahagiaan Oppa. Gwenchana.”

 

Taehyungpun memberikan sebuah senyuman terbaik yang pernah ia miliki.

 

“Mengapa wajahmu seperti itu Kyumi ya~? Kau harus selalu tetap tersenyum. Ayo tersenyumlah untuk Oppa”

 

” 🙂 “

 

“Nah sekarang, apa kau melihat sebuah lambang hati diujung pintu sana?”

 

“Hmm iya, aku melihatnya Oppa.. Apa aku harus kesana?”

 

“Hhmm”

 

Taehyung menganggukan kepalanya pelan, walau berat sekali rasanya.

 

Kini Kyumi tengah berjalan menuju sebuah hati yang sangat besar tertempel didekat ujung pintu.

 

‘Huah.. Mengapa aku deg-degan sekali’

 

‘O! surat?’

 

Tttiiiiinn tttiiiiinn

 

Aku mengambil dan membaca surat ini.

 

Kyumi, Terimakasih untuk semuanya. Kau telah membuat hari-hariku menjadi lebih berarti. Dulu waktu pertama kali kita bertemu, aku tidak pernah mempunyai mimpi. Tapi sekarang setelah mengenalmu aku telah menjadi seorang dokter spesialis anak. Kita sama-sama hanya sebatang kara. Ibuku meninggal lebih dulu dari pada orang tuamu. Aku sangat tahu itu. Ibuku meninggal karena telah dibunuh oleh seseorang. Mereka membunuh ibuku hanya karena ingin menguasai harta warisan ibuku. Maaf Kyumia~ aku baru bisa menceritakannya sekarang, aku sudah tidak sanggup lagi dihantui oleh wajah-wajah itu. Tapi kau jangan khawatir. Orang yang telah membunuh ibuku telah meninggal sekarang, dan sekarang anaknya telah menjadi sorang dokter wanita yang cantik. Aku mencintaimu. Maaf.

 

“Oppa?!”

 

Aku membalikkan badanku.

 

Terlambat Taehyung sudah menghilang.

 

–tbc–

 

Jangan lupa tinggalkan jejak ~

 

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s