[BTS FF Freelance] SORRY – Oneshot

COVER S1

Title : SORRY

Author : Valleria Russel/Heni Kurniyasari

Cast : Mijoo ‘Lovelyz’ as Park Min Rin

 

  • Kim Seok Jin as himself

 

Genre : Hurt, Drama, Alternate Universe

Length : Oneshoot

Rated : Teens-13

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jangan mengkopi apapun tanpa izin ya. Semua yang ada di cerita ini adalah milik saya kecuali tokohnya 🙂 kalo ada waktu luang boleh kunjungi blog saya www.valleriarussel.blogspot.com ada ff juga di sana. Terima kasih dan selamat membaca ya semua!!

 

─Pada kenyataannya, hidup di dunia yang kutinggali saat ini semuanya penuh dengan realita.

.

.

Apa ada diantara kalian yang pernah berada diposisiku? Ini sangatlah membingungkan. Bagaimana tidak jika saat ini aku bahkan tidak bisa menentukan apa yang sebenarnya hatiku rasakan. Terkadang aku merasa jika aku menyukainya, sangat menyukainya. Aku selalu suka diam-diam memperhatikan wajahnya. Dia tampak begitu manis dan lucu di mataku. Tidak akan ada hal yang membosankan darinya untuk kuperhatikan. Meski sebenarnya kami tidak terlalu dekat. Hatiku sulit untuk menentukan jawaban dari pertanyaanku yang sangat sederhana. Apa nama dari perasaan yang kumiliki pada Kim Seok Jin?

Aku menyukainyakah? Aku tertarik padanya? Aku mencintainya? Atau mungkin ini hanyalah sebuah perasaan kagum belaka karena dia adalah ketua kelas sekaligus pria tertampan yang pernah tertangkap mataku?

Aku satu kelas dengannya sejak lama dan perasaan aneh ini baru kurasakan di awal semester ini. Ya ampun, terkadang ketika guru menentukan nama-nama kelompok belajar aku harus berusaha sekeras mungkin untuk menahan debaran jantungku karena berharap bisa satu kelompok dengannya. Setelah do’aku terkabul, aku jadi bingung bagaimana aku harus bertingkah di hadapannya padahal sebelum ini semuanya normal dan baik-baik saja.

Hari ini Ms Han membuatku berada satu kelompok dengan Seok Jin untuk materi bernyanyi duet. Ya, aneh sekali! Dari sekian banyak siswa di kelas ini, Ms Han memilih aku dan Seok Jin untuk berada dalam satu kelompok dan kali ini ujianku bahkan lebih berat lagi. Aku dan dia harus bernyanyi bersama. Kami juga dituntut untuk membangun kemistri satu sama lain.

Haduh! Bisa-bisa jantungku rusak kalau harus berada dekat dengannya selama satu minggu penuh!

“Min Rin, apa idemu untuk tugas kita ini?”

Aku tersentak dari lamunanku dan menatap pria tampan yang duduk di hadapanku saat ini. Ya Tuhan, bagaimana bisa ada makhluk seperti dia? Bolehkan jika aku berandai-andai akan terjadi sesuatu yang romantis diantara kami?

“Eh mendadak aku jadi melupakan semua lagu-lagu bagus yang kutahu! Kau bisa memilih lagunya dan kita akan menyanyikannya setelah mengaransemennya.”

“Bagaimana kalau kita menyanyikan lagu Perhaps Love? Itu lagu yang sangat bagus dan juga tidak asing ditelinga orang-orang?”

Tanpa memikirkan apa-apa lagi, aku langsung mengangguk mengiyakan usulnya. Dia tersenyum padaku. Aku tahu lagu itu dan itu adalah lagu yang bagus. Aku yakin kami akan mendapatkan nilai tertinggi untuk materi yang satu ini.

“Kalau begitu kita akan berlatih di rumahmu hari ini sepulang sekolah? Bagaimana?”

Lagi-lagi aku mengangguk saja dan setelah itu dia melimbai pergi dari hadapanku. Akhirnya aku bisa menghela napas dengan lega. Tanganku menyentuh tempat dimana jantungku berada dan merasakan debarannya yang kencang seakan aku baru saja selesai lari marathon.

Baiklah, sepulang sekolah aku akan mulai mengerjakan tugas ini dengannya dan aku berharap dia tidak merasa aneh dengan gerak-gerikku. Aku tidak mau dia tahu apapun tentang perasaanku yang aneh ini. Aku tidak ingin dia menjauhiku. Aku tidak bisa menciptakan jarak yang akan menyiksa diriku sendiri nantinya jika dia tahu. Aku tidak berani mengambil resiko. Bagiku berteman seperti ini saja dengannya sudah lebih dari cukup.

Benarkah?

Aku meringis kesal saat mendengar pertanyaan dari diriku itu. Dengan kesal aku menyeruput es jeruk yang sudah kupesan sejak tiga puluh menit yang lalu ini. Ya Tuhan, bantulah aku dan pilihkanlah jalan terbaik untuk semua ini!

Seperti yang telah dijanjikan, aku dan Seok Jin memulai latihan pertama kami hari ini. Jadi aku pulang bersamanya dengan motor besarnya. Ya jantungku kembali berdebar dengan kerasnya, lebih parah lagi keringat dingin keluar dari tubuhku. Ya Tuhan, ini reaksi yang normalkah jika seorang gadis dekat dengan pria yang disukainya? Atau mungkin ini sangat berlebihan?

“Apa kau memiliki persediaan makanan yang banyak di rumahmu?”

Aku mendekatkan tubuhku padanya untuk menjawab pertanyaan yang dia teriakkan tadi. “Iya, ibuku mengisi kulkas setiap hari dan aku hanya makan cemilan ketika malam,” balasku.

“Aneh! Kenapa kau tidak gendut kalau begitu,” ujarnya sambil tertawa.

“Itu adalah keberuntunganku. Mengapa kau menanyakan persediaan makanan di rumahku?”

“Kuberitahukan ini padamu, tapi kau tidak boleh membocorkannya pada siapapun. Aku ini sangat suka makan dan aku bisa makan sampai tujuh kali dalam satu hari. Jadi kau harus memiliki cukup banyak makanan ketika aku bertamu ke rumahmu,” jelasnya.

Tawaku meledak seketika saat mendengar jawabannya itu. Siapa yang percaya jika dia bisa makan hingga tujuh kali dalam sehari. Itu sangat menggelikan. Tubuhnya bahkan tidak berisi sama sekali. Dimana dia meletakkan semua makanan yang ia makan kalau begitu?

“Ingat! Jangan sampai rahasia itu bocor. Aku akan marah besar padamu,” ujarnya.

Setelah ledakan tawaku reda aku membalas ucapannya. “Tentu saja, kau bisa mempercayakan rahasiamu padaku. Aku bisa menjamin semuanya akan aman.”

Kami tiba di rumahku beberapa menit setelah itu dan hari ini aku baru tahu kalau Seok Jin memiliki cukup banyak hal menarik untuk diperbincangkan denganku karena memang selama kami berada di kelas yang sama aku jarang sekali mengobrol dengannya. Jikapun ada kesempatan kami hanya mengobrol soal tugas yang harus kami selesaikan.

Aku masuk ke kamarku meninggalkannya diruang tamu lantas mengganti pakaianku dengan cepat lalu berlari ke dapur dan membawa minuman serta cukup banyak makanan untuk kami. Ayah dan Ibu akan pulang sore nanti jadi rumah kosong dijam seperti ini. Seok Jin nyengir padaku saat melihat apa yang kubawa.

“Kau adalah teman yang sangat pengertian. Aku akan betah berada di sini,” celetuknya dengan senang.

“Aku senang melakukan hal ini, lagipula aku tidak akan bisa menghabiskan makanan-makanan yang selalu dibeli oleh ibuku sendiriankan,” balasku.

“Bisa aku tahu dimana toiletnya?”

“Kau jalan saja kebelakang, di dekat dapur ada pintu. Itu toiletnya,” jawabku.

Dia mengangguk dan meninggalkanku ke kamar mandi. Dengan sigap aku membuka laptopku lalu mencari lagu yang akan kami nyanyikan juga liriknya. Jika suaraku dan Seok Jin bisa menyamai nada penyanyi aslinya maka kami tidak perlu repot-repot mengaransemen ulang dan semuanya akan jadi lebih mudah.

Mataku menangkap ponsel Seok Jin yang bergetar dan memutuskan untuk meraihnya. Nama ‘Hwayoung’ tertera di sana. Siapa Hwayoung? Karena penasaran aku membuka pesan singkat dari seseorang bernama Hwayoung itu.

Jin, aku sudah menyiapkan gaun dan jas untuk kita malam ini. Ibu akan senang melihatmu di pesta. Jemput aku jam tujuh ya. Love you xo.. see yaa..

Hatiku berderak patah saat membaca pesan singkat itu. Jantungku berdenyut dengan menyakitkan. Aku tahu perasaan seperti apa ini. Aku pernah berada dikeadaan dimana aku merasa sesuatu yang penting dalam diriku ditarik pergi dengan paksa. Mendadak semangat yang kumiliki untuk mengerjakan tugas ini hilang. Tubuhku lemas dan aku berada dalam keadaan antara aku ingin menangis ataukah tidak.

“Min Rin, kau baik-baik saja? Apa sesuatu telah terjadi?”

Tersentak, aku melihat Seok Jin sudah duduk disampingku dan memperhatikanku dengan wajah bingungnya.

“Ah tidak, tidak ada apa-apa. Ayo, kita bisa mulai mengerjakan tugasnya sekarang,” ujarku.

Aku tahu saat dia menggidikkan bahunya merasa bingung, tapi dia tetap menuruti kata-kataku. Aku membantunya mencari kunci yang pas dan memulai mengaransemen refren. Kami tidak banyak bicara. Dia akan bertanya padaku dan aku hanya menjawab seadanya. Aku tidak bisa berpura-pura kalau aku sedang baik-baik saja padahal kenyataannya tidak ada yang baik-baik saja di sini.

Hwayoung pastilah kekasihnya. Bagaimana aku bisa tidak mengetahui berita sepenting ini tentang dia? Seok Jin sudah punya pacar dan aku dengan bodohnya mengharapkan akan terjadi sesuatu yang romantis diantara aku dan dia. Ya Tuhan, betapa memalukannya!

“Min Rin, aku pikir sampai disini saja dulu. Kita lanjutkan lagi besok. Nanti, aku juga akan mencoba mengerjakannya di rumah.”

“Kenapa kau seperti terburu-buru?”

“Ah itu, aku memiliki janji dengan seseorang malam ini,” ujarnya seraya tersenyum lebar.

Aku membalasnya dengan anggukan kepalaku. Dia pergi setelah itu dan kenyataan yang kuketahui sekarang adalah pria itu sudah memiliki kekasih. Patah hati lagi! Apa-apaan ini! Artinya selama ini aku menaruh simpati pada Seok Jin.

Tidak bisa seperti ini terus. Kami masih memiliki tahun-tahun yang panjang bersama-sama di sekolah. Aku tidak mungkin menyimpan perasaan seperti ini untuknya sementara dia sudah memiliki seseorang bersamanya. Aku bahkan tidak pernah berpikir akan jadi seperti ini. Pada kenyataannya, hidup di dunia yang kutinggali saat ini semuanya penuh dengan realita. Apapun itu nama perasaan aneh yang kumiliki untuknya haruslah disingkirkan atau hubungan pertemanan kami akan berakhir dan aku tidak mau itu terjadi.

Aku tidak akan bisa memandangnya lagi kalau sampai dia mengetahui perasaan bodoh ini. Aku tidak akan bisa merasa nyaman saat ada didekatnya. Aku tidak akan bisa memberikan senyuman padanya. Aku tidak akan bisa mengobrol dengannya seolah-olah tidak terjadi apapun dan aku tidak akan bisa berteman dengannya kalau dia sampai tahu.

Rasa malu yang kumiliki ini lebih besar dan akan selalu menang dalam segala hal. Aku benar-benar akan menenggelamkan diriku di samudera atlantik kalau sampai dia tahu. Oh Tuhan, bagaimana ini! Aku harus apa.

*****

Ada sesuatu yang aneh telah terjadi pada kami berdua! Bagaimana aku bisa bicara seperti itu? Tentu saja bisa. Bukan hanya sifatku yang mendingin padanya dan terkesan masa bodoh, tapi dia juga seperti itu padaku setelah hari ke empat kami latihan bernyanyi di rumahku.

Apa yang terjadi? Jangan tanyakan padaku! Aku saja bingung. Jangan-jangan gadis bernama Hwayoung itu tahu kalau Seok Jin dan aku telah menghabiskan waktu bersama-sama nyaris seminggu penuh dan mungkin dia adalah tipekal gadis yang overprotektif jadi dia melarang Seok Jin untuk terlalu dekat denganku.

Oh ya ampun, tidak perlu sampai seperti itu. Aku tidak akan merebut apa yang bukan hakku. Dia bisa memiliki kekasihnya dan aku tidak akan pernah berusaha untuk merebut Seok Jin. Dia bisa tenang. Lagipula aku sudah bertekad akan melupakan apapun perasaan aneh yang kumiliki padanya. Percayalah ini tidak semudah kedengarannya, kalian tidak akan mengerti.

Hari ini adalah hari dimana aku dan Seok Jin serta pasangan-pasangan lain akan menunjukkan hasil kerja keras selama satu minggu penuh. Seok Jin hampir menyelesaikan semuanya, aku hanya membantu sedikit. Lagu yang kami pilih ternyata sangat cocok untuk karakter suara yang kami miliki. Jadi kupikir nanti aku dan Seok Jin bisa melakukan ini dengan baik.

Ms Han memanggil nama kami. Aku membawa gitarku dan Seok Jin bersama dengan keyboardnya. Setelah memberi hormat, aku dan Seok Jin mulai bernyanyi. Semua orang terdiam dan aku tahu kalau tidak ada satupun orang di ruangan ini yang tidak mendengarkan kami bernyanyi.

Saat ini aku benar-benar merasa beruntung. Entah kenapa, ini terasa seperti kesempatan terakhir untukku bisa menghabiskan waktu bersama Seok Jin. Nyanyian ini terasa seperti lagu sedih padahal ini adalah lagu untuk pasangan yang sedang jatuh cinta. Sayangnya tidak ada satupun diantara kami yang sedang jatuh cinta.

Kau?

Aku? Aku tidak jatuh cinta padanya. Mungkin itu hanyalah rasa suka atau kagum yang kumiliki untuknya. Karena rasa sejenis ini juga memiliki akibat yang sama yaitu patah hati. Apa kalian berpikir kalau aku berbohong? Tidak, anggaplah aku sedang membela diri.

Aku merasa begitu sedih dan sensitive tepat saat lagunya berakhir. Air mata mengalir begitu saja dari mataku. Semua orang bertepuk tangan untuk kami dan Ms Han mengacungkan kedua jempolnya.  Setelah mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang kumiliki, aku mengarahkan tatapanku pada seseorang yang duduk disampingku. Dia menatapku dengan tatapan dinginnya. Tatapan yang sudah tiga hari ini dia berikan padaku. Apa yang terjadi? Apa aku sudah melakukan kesalahan hingga membuatnya marah padaku?

“Selamat untukmu, Seok Jin.”

“Selamat untukmu juga,” katanya.

Adakah yang bisa menjelaskan ini padaku! Aku tidak ingin pertemanan kami rusak. Aku sudah melupakan semua yang pernah menjadi angan-anganku dan bagaimana dia bisa memberikan tatapan seperti itu padaku selama tiga hari penuh. Apa yang sudah kulakukan? Aku benar-benar tidak ingin pertemanan diantara kami rusak. Kenapa jadi seperti ini?

 

Gadis itu sangat unik. Setelah empat hari mengerjakan tugas bersamanya, aku merasa nyaman dan kurasa kami akan berteman dengan baik nanti. Tentu saja, aku tahu kalau dia dan aku sudah berada di satu kelas yang sama sejak lama, tapi aku tidak tertarik sama sekali untuk menyapa atau menjalin hubungan pertemanan dengannya. Kami sering mengerjakan tugas kelompok bersama-sama. Dia pintar dan humoris. Sama sepertiku, dia juga suka makan.

Di hari pertama latihan kami, aku tahu kalau dia telah membaca pesan singkat di ponselku. Dan tingkah lakunya sedikit berubah, dia berusaha dengan keras untuk berbicara sesedikit mungkin padaku. Aku tahu semua gerak-geriknya sejak kami mulai menjadi teman ngobrol. Yang ada dipikiranku saat itu adalah dia hanya sedang tidak enak jika berada terlalu dekat denganku karena aku memiliki seorang kekasih. Tapi ternyata aku salah.

Hari itu adalah hari keempat aku datang ke rumahnya. Dengan tidak sengaja, aku masuk ke kamarnya saat dia sedang pergi membeli sesuatu di mini market dekat rumahnya. Sesuatu yang kutemukan di dalam kamarnya mengubah semua persepsiku tentang dia selama beberapa hari ini. Gadis itu berubah bukan karena merasa tidak enak, tapi dia sedang berusaha untuk melupakan perasaan yang dia miliki padaku.

Ya, aku menemukan buku hariannya tergeletak di atas rak bukunya. Aku tahu perbuatanku itu sangatlah tidak sopan, tapi sulit untukku percaya dia bisa melakukan itu padaku. Menyimpan perasaan diam-diam. Aku tahu mungkin dia malu, tapi satu hal yang tidak dia ketahui tentang diriku. Aku benci jika ada seorang gadis yang menaruh hati padaku dan memendamnya.

Setelah hari itu, aku juga berusaha berbicara sesingkat mungkin padanya. Hubungan pertemanan kami tidak akan berhasil dengan baik. Aku tidak akan bisa berteman dengannya. Sulit bagiku untuk menjelaskannya, tapi aku benar-benar tidak bisa menjelaskannya.

Maafkan aku, Min Rin. Aku tahu kau sudah berusaha semampumu untuk menjaga semua hal yang menjadi privasimu termasuk perasaanmu padaku, tapi aku tidak bisa berteman dan mengobrol dengan seorang gadis yang memendam perasaan padaku. Daripada aku menyakitimu lebih dari apa yang sudah kulakukan selama ini meski aku tidak mengetahui apapun awalnya, aku mohon maafkan aku. Kau mungkin akan mengerti suatu saat nanti.~

 

TAMAT~

 

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF Freelance] SORRY – Oneshot

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s