[BTS FF Freelance ] Dokumentasi Gila: Schrodinger Cat – Quantum Paradox (threeshot)

dokum schrodinger

Title: Dokumentasi Gila : Schrodinger Cat – Quantum Paradox 1
Scriptwriter: Fuseliar
Main Cast: Jung Hoseok a.k.a J-Hope BTS
Support Cast: member BTS dan OC
Genre: comedy, romance , drama, psycology, life
Duration: Threeshot

 

Disclaimer : ini hanya cerita fanfic doank…. mohon dimaklumi bahwa, J-Hope dan member BTS yang lain punya yang Maha Kuasa. Dan ini fanfic punya saya…

Summary :

Aku Jung Hoseok, kehidupanku sebenernya biasa-biasa aja, gak ada keren-kerennya. Kebetulan, ada sesuatu terjadi padaku. Entah itu menggembirakan, menyedihkan, atau bahkan menyakitkan. Tapi bukan Jung Hoseok kalo gak bisa bertahan hidup! Oh iya, CINCIN KAWIN ON PROGRESS!!!

 

Author’s Note:

Ini mungkin Dokumentasi Gila yang paling mengangkat inti ceritanya dari Dokumentasi Gila dan paling serius bener-bener serius dari yang lain. Aku punya rencana untuk waktunya mengakhiri Dokumentasi Gila. Jadi, mungkin ada 2 ato 3 FF lagi sbg penutup yah… plus nulis Yoongi juga, kira-kira gitulah (saya mau move on ke project nulis yang lain) maafkan kekhilafan Author yang secara sengaja dan tidak sengaja telah membuat FF yang aneh ini… oh iya, khusus untuk “Schrodinger Cat: Quantum Paradox” ini ada 2 part yang enggak bisa dibaca terpisah kayak dokumentasi gila yang lain (soalnya aslinya konsep dokumentasi gila ini meskipun dia duration-nya twoshoot ato threeshoot tapi tetep tiap FF bisa dibaca secara terpisah. Tapi untuk yg ini bener-bener gak bisa dipisah.)

Warning, kekacauan tata bahasa dan tipo yang bertebaran….

 

/////////////////////////////////////////////////////

Schrodinger Cat : Quantum Paradox 1

//////////////////////////////////////////////////////

 

Penduduk kota Atas dan Bawah miliki ciri khas tersendiri yang membedakan satu sama lain. Penduduk kota Bawah yang selalu berapi-api dan penduduk kota Atas yang menghanyutkan seperti air. Namun tak ada satu dari mereka yang membenci satu sama lain. mereka saling melengkapi dan saling menghargai satu sama lain. mereka mengesampingkan egoisme dan menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. tidak heran dalam sejarah tak pernah ada perang didalamnya dan selalu terdengar seakan menjadi negeri dongeng yang indah.

.

.

.

Namaku Jung Hoseok, biasa dipanggil J-Hope waktu SMA sama pas waktu Kuliah. Dulu, aku punya pacar seorang cewek dengan rambutnya yang panjang. Senyumnya manis dan menenangkan hati. Ia hampir seperti obat anastesi yang akan membuatmu relax ketika didekatnya. Ia terlihat selalu baik – baik saja dan tanpa masalah, kalem tapi asik diajak ngobrol, dan aku sudah berpacaran dengannya selama 6 tahun. Saat aku mau sidang skripsi S1, dia mengatakan padaku untuk menjauh darinya sejenak. Tapi kata-katanya menjadi berubah arti saat aku wisuda. Aku melihatnya berciuman mesra dengan seseorang yang aku kenal sebut saja Mr. X, kami saling mengenal dan dekat. Tapi aku enggak pernah menyangka kalo temen deketku yang menikung pacarku. Sejak setelah wisuda, aku copot semua nomer di smartphoneku dan beli yang baru. Cuman kontak beberapa orang yang aku tau. Menghapus akun SNS dan membuat akun baru lagi. Kemudian aku mulai melanjutkan studi praktekku hingga lulus. Aku tetap tidak kontak dengan pacarku. Aku sudah menganggap bahwa semuanya sudah selesai. Aku jadi mantan pacarmu dan kau menjadi mantan pacarku.

Nama mantan pacarku adalah Choi Eun Yi. Ia berambut hitam legam dan menutupi punggungnya. Gayanya selalu gaya artis-artis korea yang elegant dan kalem juga sexy. Singkat kata, Eun Yi punya vibrant yang beda dari pacarku sekarang. Thyra Rasmussen alias Rana-chan. Eun Yi adalah seorang pengacara sekarang, beda dari Thyra yang emang kerjaannya rada gak jelas, pertama Thyra adalah kosplayer dan dia mengatakan bahwa kosplayer adlah pekerjaan, kedua adlah entrepreneur, dia merintis sebuah salon kucing bersama Yoongi si penggendong kucing Siam yang setengah albino, ketiga Thyra adalah designer freelance. Masalah penghasilan ini sedikit ya…. umm…… tetep aja aku dibawah mereka…. (TT.TT) (aku tau ini aib… tapi mau gimana lagi…. doakan saya cepet naik jabatan jadi duitnya bisa nambah)

Hari ini aku nganter Thyra ke bunkasai. Rencananya setelah mengantar Thyra aku akan mengajaknya ke rumah orang tuaku. Aku harus mengenalkan pacarku ke orangtuaku. Karena Thyra sibuk di belakang panggung bunkasai jadi aku harus jalan sendirian keliling bunkasai. Kemudian seseorang menyapaku. Orang yang menyapaku adalah mantan pacarku. Keki banget kan?

“lama enggak pernah ketemu sama kamu Hoseok, apa kabarmu?” tanyanya. Aku menelan ludahku sejenak. Okay, aku berharap ini semua hanyalah mimpi.

“baik, aku baik-baik aja” jawabku. Ia tersenyum manis.

“syukurlah, kudengar kau sudah punya pacar ya. apa kau sudah melupakanku dari hatimu?” tanyanya lagi. Ini mulai menyebalkan. Kenapa orang dari masa lalu selalu ikut campur dengan urusan di masa depan? By the way, apa hak dia buat tanya kayak gitu? Emang lo siapa gue?

“tidak, aku tidak lupa dengamu Eun Yi. Kau sudah jadi pacarku selama hampir 6 tahun lebih, bagaimana aku bisa lupa?” ah ya, ini jawaban diplomatis sepertinya.

“baguslah kalau begitu”

“oh, terima kasih sudah menyapaku, aku kira kau sudah melupakanku by the way” sindirku. Eun Yi mengerjapkan matanya dan sedikit memalingkan wajahnya. Kemudian ia mendekatiku.

“kamu ini kemana aja? Aku mencarimu kemana-mana Hoseok! Apa maksudmu memutuskan kontak denganku begitu saja?! Kita ini masih pacaran tauk!” oh, sekarang Eun Yi menatapku dengan kemarahannya dan matanya berair. Sejujurnya aku ingin bilang seperti ini. ‘hoh? Iyakah? Berciuman mesra bersama seseorang di waktu aku wisuda? Thanks!’ tapi aku tidak mengatakannya.

“terus? Masalah? Bukannya kamu udah punya pacar baru? Aku udah punya soalnya” oh, kata-kataku jahat banget ya?

“memangnya apa yang kurang dariku heh?! Kau berjanji padaku untuk menikahiku bertahun-tahun lalu!” suara Eun Yi mulai meninggi, sementara aku hanya bisa menaikkan alisku. Iya juga ya, apa kurangnya Eun Yi ya? ah sudahlah, aku lagi enggak tertarik lagi sama Eun Yi. Berasa dafuk banget ditanyain begini ama mantan yang minta balikan, setelah beberapa tahun dan setelah dia ciuman pake bibir ke bibir sama orang lain pas aku wisuda? Merepotkan sekali hidupnya? Okay, aku ngomong apasih ini.

“wakaranai, aku mah nge-flow aja. Kebetulan aku lagi enggak tertarik sma kamu lagi” jawabku enteng. Okay, aku enggak berperasaan banget jadi orang.

“OI! Hobie-Chan~” aku reflek noleh begitu denger suara cepreng semi ngebass yang memanggilku. Cuman 1 orang yang manggil aku ‘hobie-chan’ dan dia datang pada saat yang sangat tidak tepat. Ia berambut kuning jagung dengan wajah khas eropanya. Thyra Rasmussen.

“hai, kamu lagi reunian sama temen lamamu kah?” tanyanya dengan lantang dan tanpa salah ketika ia berada di sampingku.

“kamu enggak taukah?” tanyaku balik. Matanya sedikit menyipit lalu ia menoleh kearah Eun Yi. Kemudian ia menepuk tangannya dan tersenyum lebar.

“oh! Gomen aku enggak sadar kalo dia mantanmu Hoseok” katanya. Well, akhirnya dia tau.

“hai Eun Yi, kenalin aku Thyra pacarnya Hoseok” katanya sambil menyodorkan tangnnya mengajak bersalaman. Jujur, berani banget si Thyra kenalan macem gitu?!

“get out from my way you B****” jawab Eun Yi dengan singkat. Jujur ini pertama kalinya aku mendengar Eun Yi berkata kasar.

“auw, aku enggak nyangka orang sekalem dirimu bisa ngomong kayak gitu” okay, Thyra mengatakannya dengan tanpa beban, sekali lagi tanpa beban.

“menjauhlah dari Hoseok, kau itu sama sekali enggak pantes buat dia okay” Eun Yi balik menyerang Thyra. Heh, sekarang aku berasa di sebuah drama korea dimana si tokoh utama cewek lagi berantem memperebutkan cowoknya dari si antagonis.

“whooaaa…. hobie-chan, ini kenyataan kan? Aku bertengkar sama Eun Yi memperebutkanmu~ uwwaaaah~ kenapa kamu enggak bilang kalo Eun Yi dateng kemari kalo kamu bilang kan aku bisa cosplay jadi Bismarck ato Lightning jadi aku biar keliatan lebih keren dan gak keliatan kekanak-kanakan gini. Uh~ aku jadi kelebihan endorfin nih Hobie-chan~ ini bukan mimpi kan? Bukan kan? Bukan mimpi iya kan?” Thyra berjingkat-jingkat senang seperti ia baru aja ketemu husbandonya.

AKU BENERAN ENGGAK TAU HARUS JAWAB APA

Demi apa ini anak malah seneng?! Dasar cewek aneh! Bayangin coba demi apa dia jingkat-jingkat seneng?! Dia mestinya waspada tauk

Tapi itu bedanya Thyra dengan cewek manapun.

“ehehe, gomen aku menghancurkan suasana serius ini menjadi aneh. Tapi sejujurnya aku enggak peduli dan enggak terlalu peduli denganmu Eun Yi.” Thyra dengan serius menatap Eun Yi.

Ia bukan cewek yang bisa di samain dengan yang ada di drama ataupun komik bahkan aku sendiri tidak begitu yakin dia waras ato enggak.

“kau boleh mengatakan aku apa saja, tapi Hoseok akan menikah denganku dan aku bisa memastikan hal itu.” Katanya lagi dengan nada yang mantap dan percaya diri.

Thyra punya jalan dan caranya sendiri yang berbeda jauh dari cewek manapun, seakan –akan ia adalah kotak kejutan berjalan

“karena sejak pertama…” Thyra memotong ucapannya sendiri dan tersenyum lebar.

Dia Thyra Rasmussen adalah pacarku yang akan aku lamar di waktu dekat ini.

“Hoseok mau ditendang sama bosnya dari tempat kerjanya gara-gara pacaran sama aku~ jadi sekarang dia cowok kere yang lagi nunggu bayaran tanggal  1 besok~”

THYRA WADAFUK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

“tolong ya garis bawahi, Hoseok sekarang adalah cowok kere yang nunggu bayaran tanggal satu soalnya di kulkasnya udah kosong melompong gak ada isinya~…” Thyra mengatakannya lagi.

Entah kenapa aku jadi merasa agak salah memilih Thyra.

“hei! Aku gak se-kere itu ya!” bantahku. Okay, meskipun aku memang baru resign dari peternakan tempatku bekerja selama 3 tahun dan aku baru mulai kerja di peternakan baru sekitar awal bulan lalu tapi aku juga gak kere-kere banget. Aku punya tabungan, aku kemaren ngganti bumper sama velg mobilku dan masih memberi mami dan jungkook duit.

“habisnya kapan hari isi kulkasmu bisa sampek habis-bis-bis kosong melompong. Itu sudah tanda kalo dirimu ini kere.” Jelasnya. Eh dafuk! Cuman gara-gara dia pernah liat kulkasku kosong doank?! YANG BENER AJA NIH ANAK!!!!

Eh, tapi tau dari mana ini anak kalo aku ditendang sama Namjoon?

Well, Bos Namjoon mantan pacarnya Thyra. Kami jadian setelah 3 hari Thyra memutuskan untuk membatalkan pertunangan mereka (okay, aku tau ini cewek nge-troll tingkat dewa tapi sumpah, hari pertama kita kenalan itu juga hari pertama kita jadian). Hari pertama kami jadian lalu kami berkencan dan bertemu dengan bos Namjoon waktu kami berkencan (ah ya… bener-bener gak beruntung). Setelah pertemuan itu, bos Namjoon mengancamku. Dia nge-cut off gajiku dan akan membayarku jika aku memutuskan Thyra. Tapi aku punya solusi lain. Resign. Aku resign dari tempat kerjaku selama 3 tahun dan melamar ke peternakan lain di deket kontrakan.

“terus kamu tau kalo aku ditendang sama bosku dari mana?!” tanyaku panik.

“kan bosmu Namjoon, dia bilang ke aku kalo aku enggak mutusin kamu gajimu bakal di cut off. Tapi kamu malah resign trus ngelamar kerja di tempat lain. yaudah terus aku mau apa?” dia mengatakannya dengan entengnya.

Sejujurnya aku sudah bener-bener kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan Thyra.

“well, intinya kamu milih aku sejak pertama iya kan? Jung Hoseok” Thyra menutup ceramah panjangnya dengan tatapan yang pasti dan senyum yang pasti. Tapi memang bener, sejak pertama aku yang milih dia. Aku mengangguk dan tersenyum mantap.

Its My Life

Its My Love

My Story

“well, Eun Yi maafkan aku sudah punya pilihan. Meskipun aku tau kalo Thyra bisa dikatakan hampir enggak waras dan aku yakin kami akan jadi pasangan paling bodoh sejagad raya. Tetep aku akan memilih Thyra.” Jelasku sambil menggandeng Thyra.

“kenapa? Kenapa kamu tetep pilih dia?” Eun Yi bertanya lagi. Aku membalasnya dengan senyum lebar.

“karena dia Thyra Rasmussen gak kurang dan gak lebih dari itu” Bola mata Eun Yi melirik Thyra sejenak kemudian ia menoleh kearahku.

“kau benar-benar sudah memilihnya ya. sepertinya aku tidak punya celah untuk masuk lagi. Salahku juga meninggalkanmu, aku rasa ini bayarannya. Semoga kalian bahagia.” Mata Eun Yi mulai berair sebelum ia berbalik dan berjalan pergi membaur diantara keramaian hingga aku tidak bisa melihatnya. Aku pegang tangan Thyra erat-erat.

“terima kasih sudah datang menyelamatkanku” ucapku lirih. Sepertinya aku keceplosan.

“you’re welcome.”

.

.

Okay, aku tidak akan menceritakan kelanjutan setelah kejadian aku ketemu sama Eun Yi. Karena menurut sepengetahuanku, pasti aku sudah bikin wanita itu menangis. Tapi entahlah, semoga semuanya berjalan baik-baik aja. Okay, jadi setelah kejadian itu, kehidupan kami kembali normal. Kami menikmati kembali suasana bunkasai. Begitu selesai dari bunkasai sekitar jam 4 sore. Kami pergi balik ke rumah Yoongi. aku sudah menghubungi mami tadi pagi dan mami meminta Thyra untuk menginap dirumah mami, jadi aku mengantar Thyra balik ke rumah Yoongi buat ngambil beberapa potong baju.

“Hobie-chan” Thyra menginterupsi saat aku lagi hening mencurahkan konsentrasi ke jalanan kota Bawah yang mulai padat.

“iya?” jawabku.

“maaf aku enggak pernah bilang kalo aku sempat diancem sama Namjoon dulu.” katanya

“oh, enggak usah dipikirin kok, lagian intuisiku lumayan tajem kok, makanya aku resign” jawabku enteng. Aku sudah nyiapin kata-kata itu sejak tadi.

Aku bohong. Okay aku bohong demi kebaikan bersama.

“oh iya Thyra, kamu bisa ngeliatin gak? di belakang jog-mu ada aki apa enggak?” tanyaku. Thyra agak susah payah melihat belakang jog-nya.

“enggak ada hobi”

Eh?!

“yang bener?” tanyaku lagi.

“iya beneran! Emang kenapa sih?” tanyanya sambil membenahi duduknya lagi.

Mati aku!

“Thyra, mobilku waktunya ganti aki, dan aku lupa enggak bawa aki.” Kataku sambil berharap dia masih menerima alasanku.

“baka” sahutnya.

“hehe, nanti aku enggak bisa keluar dari mobil kalo enggak gitu dia enggak bisa nyala mesinnya. Maksudku, kalo aku matiin ini mobil nanti aku enggak bisa starter lagi mobilnya. Kecuali kalo kamu mau dorong mobilku. Hehe”

“dasar kere, beli aki aja gak kuat.” Katanya.

Jahat banget dia bilangnya tanpa beban pula! Lagian aku sudah beli aki tapi ketinggalan.

“ya kan katamu aku cowok kere” balasku.

“hehe, kau bisa pinjam mobilnya Alexis. Kebetulan mobil SUV-nya enggak dibawa ke Seoul.”

Oh, aku masih terselamatkan.

“okey kalo gitu. Pinjem dulu ya”

“boleh, oh ya sering-sering di cuci sama dibersihin ya, Alexis enggak suka mobilnya kotor kena becek-becek gitu”

Okay, apa gunanya beli Sport Utility Vehicle singkatan dari SUV. Mobil yang dikhususkan untuk bisa menangani jalanan yang beraspal dan jalan makadam. Biasanya ada yang punya penggerak 4 roda kayak mobilku, ada juga yang cuman 2 roda penggerak. Ada yang ukuran besar kayak Fortuner atau Pajero, ada juga yang kecil kayak Katana atau mobilku Taft. Jaman sekarang, SUV mulai banyak dicari soalnya mesinnya bandel bisa menangani segala medan jalan bahkan yg agak extrem dan SUV sekarang agak mengadopsi MPV alias Multi Purpose Vehicle jadi kabinnya muat banyak. Bahkan perusahaan mobil sekarang banyak yang mengubah MPV menjadi lebih SUV.

“okay.”

 

Sore itu aku pergi ke rumah mami pake mobil SUV-nya Alexis. Begitu sampai dirumah. Aku melihat mami sudah menunggu di depan pintu. Setelah parkir, aku dan Thyra turun, dan aku mendapati mami dengan mata berbinar-binar. Seperti pulkam yang sebelum-sebelumnya, aku memeluk mami sebelum mengatakan apapun.

“kamu kapan ganti mobil? kok jadi keren gitu?” tanya mami.

“oh, itu aku pinjem mobil orang soalnya mobilku mogok” jawabku. Seketika mami melepas pelukannya.

“astaga, mami terlalu positif thinking” katanya dengan expresi terkejut.

“tapi Hoseok enggak semiskin itu kok, kebetulan aja lagi mogok mobilnya” sahutku. Mami melirikku dengan mata menyelidik.

“jangan-jangan kamu pinjem mobil orang buat bawa cewekmu kemari?”

“enggak sih, tapi ada yang lebih penting lagi mi!” aku berusaha mengalihkan pembicaraan. Menggandeng Thyra ke depan mami.

“mi kenalin, pacar Hoseok namanya Thyra Rasmussen.” Thyra membungkuk sejenak kemudian ia mulai mengenalkan diri.

“selamat malem Tante, perkenalkan nama saya Thyra Rasmussen, tante bisa panggil saya Thyra. Mohon bimbingannya.”

Aku melirik mami yang diem ditempat ngeliatin penampilan Thyra dari atas sampek bawah. Penampilan ala danish yang kalo di Pinterest pake sweater kegedean yang dipadu dengan rok yang diatas lutut dengan sepatu ankle boot yang haknya gak lebih dari 7 centi dan itu membuat dia seperti lebih tinggi dariku. (dia orang eropa okay? Aku cuman 177 ato 178 centi, dia aja pake flat shoes tingginya udah 175? Gimana pake high heels cobak? Oh, jangan lupakan rambut kuning jagungnya!)

“kenapa mi? Kok diem aja?” tanyaku memecah keheningan.

“mami enggak percaya dia pacarmu, untuk anak bermuka pas-pasan kayak kamu kok bisa-bisanya dapet cewek kayak model yang dimajalah Vogue?” jelas mami.

“yah, inilah kehebatan dari Jung Hoseok~” jawabku.

“Thyra, kamu enggak salah pilih orang kan?” tanyak mami. Entah kenapa jadinya kayak meragukan banget aku bawak cewek cantik kerumah?! Thyra menggandeng tanganku dan tersenyum lebar kearah mami.

“enggak tante, aku enggak salah pilih. Soalnya orang yang aku gandeng ini Jung Hoseok.”

Oh okay…

Mami tersenyum memandangi kami.

“Hoseok, kamu harus jelasin ke mami, gimana ceritanya kamu bisa dapetin cewekmu”

Okay, aku nyengir bebek. Kenapa mami gak percaya banget kalo aku ndapetin Thyra? Mungkin karena perbedaan wajah yang terlalu menyimpang jauh?

Kemudian mami menarik tangan kami dan mengantar kami menuju meja makan. Semuanya berkumpul pada hari ini, ada Kak Jin lengkap dengan istrinya dan anaknya yang lucu, ada Jungkook yang mulai tidak sabar menunggu memakan lasagna yang tersaji di depannya, dan ada papi yang tersenyum lebar saat aku datang.

Inilah keluargaku…

Kami tidak langsung menarik kursi makan dan duduk. Pertama aku mengenalkan Thyra pada keluargaku dan dilanjutkan dengan Thyra yang memperkenalkan diri. Baru kemudian kami duduk. Setelah itu kami mulai makan bersama.

“hei Hoseok” panggil papi saat aku tengah menyantap Lasagna. (Thyra lagi asyik ngobrol sama Jungkook, kak Jin dan Istrinya yang lagi nyuapin anaknya yang imut)

“iya pi?”

“kasih tau papi rahasia menggaet cewek seksi donk…” bisik papi. Aku cuman bisa menaikkan alisku. Ini urusan lelaki.

“mami denger kok pi…” sahut mami tiba-tiba. Reflek aku dan papi noleh kearah mami. Aku rasa tamat riwayat papi sekarang.

“denger apa mi?” tanya papi sok innoncent tapi keliatan banget bo’ongnya.

“masih ngelak? Oke fine! NANTI MALEM PAPI POKOKNYA TIDUR DI SOFA!!!!”

“lhoh-lhoh, kok gitu sih mi…”

Okay, sudah terjadi drama yang indah di depanku… eh, Lasagnanya enak, nambah lagi ah…. (mengalihkan perhatian karena cuman aku sendiri yang sekarang nganggur enggak diajak omong siapa-siapa…. saya seterong kok…. seterong….)

.

.

.

“Hoseok, mami minta tolong ya, beliin barang di supermarket deket perempatan besar belakang kantor walikota. Daftarnya sudah ada di kertas yang mami kasih.” Aku membaca kertas kecil yang mami kasih tadi. Singkat cerita, mami menyuruhku belanja beberapa keperluan seperti sabun cuci, sabun mandi dan lalala. Aku mengangguk mengerti. Mami mengantarku keluar dari rumah.

“hati-hati ya Hoseok!” kata mami. Aku melangkah santai ke mobil.

“iya mi.” Jawabku santai. Inikan cuman ke supermarket yang jaraknya cuman 7 sampek 10 kilo dari rumah.

Jalanan di kota lumayan rame soalnya weekend. Thyra cepet banget akrab sama kak Jin dan Papi, mereka diskusi banyak hal di gazebo belakang rumah. Jungkook setelah makan langsung ke kamarnya. Aku sempat ngintip dia tadi. Aku enggak pernah ngira kalo Thyra bakal cepet banget akrab. Lebih akrab dari aku malah.

Aku mulai melirik lampu merah yang berubah kuning lalu menjadi hijau. Aku mulai memajukan mobilku, dijalanan padat begi….

 

BRAK!

Eh WHAT!!!

Okay, ini LIVE REPORT!!!!!

Mobilnya bergeser kesamping!!!!

BRUK!!!

Oh, sepertinya ini mobil….

Aku menoleh kekiri. Bagian belakang mobil sudah naik ke pembatas jalan.

Aku menoleh ke kanan, sebuah mobil SUV besar mendorong mobil yang aku naiki dan mobil ini bukan punya gua okay!!!!

Aku kembali menoleh ke kiri.

Ada sebuah mobil lain yang melaju cepat kearahku.

 

Aku bisa mati sia-sia kalo gini.

Terus aku bakal pasrah?

Mimpi apa aku semalem?

 

Aku cepat-cepat melepas sabuk pengamanku dan meraih sabuk pengaman kursi sebelah, melilitnya di tangan kananku kemudian aku menunduk hingga ujung hidungku mencium jog mobil dan mencengkram bahu kananku dengan tangan kiriku. Ini membuat kepalaku tenggelam dalam lenganku.

BRRRUUUAAAKKK!!!!

Guncangan besar dimulai.

Diikuti guncangan kecil.

Kadang terasa ringan

Kadang terasa berguncang keras.

Saat guncangan berhenti aku buka mataku. aku mulai mengangkat kepalaku. Sepertinya gravitasi masih ada di kakiku. Aku lepas lilitan sabuk pengaman di tanganku. Aku regangkan sedikit kepalaku. Kemudian aku mulai melihat pintu di samping kananku. Kacanya sudah almarhum. Aku berusaha keluar dari mobil lewat jendela mobil. setelah keluar aku segera melangkah menjauhi mobilku sambil meregangkan bahu dan lenganku. Guncangan tadi lumayan nyebelin dan bikin pegel.

“hei, kau baik-baik saja” seorang wanita muda menghampiriku. Sambil meregangkan leherku aku pandangi dia. Ia tampak cemas sekali.

“iya, aku baik-baik aja” jawabku. Wanita itu bernafas lega.

Memangnya separah apa sih itu tadi?

Aku menoleh kebelakang.

Aku drop jaws.

Seketika semuanya terlihat biru dan entah aku gak tau.

Yang aku tau, tau-tau aja aku udah dirumah sakit.

 

“kenalkan, aku Cho Hanyoon dari kepolisian. Kau Jung Hoseok bukan?”

“iya, aku Jung Hoseok.”

“Hoseok, bisa kau jelaskan tentang kejadian kecelakaan yang kau alami?” tanya seseorang pria paruh baya yang bermantel abu-abu ala detektif. Aku duduk menyandar tembok putih dibelakangku.

“aku nyetir pelan, sekitar 40 km/jam. Waktu itu aku baru keluar dari lampu merah, kebetulan aku yang terakhir keluar dari barisan. Kemudian ada mobil yang menabrakku dari samping kanan, yah kira-kira cukup keras sampai mobilku kedorong kesamping. Mobil itu mendorong sampai bagian belakang mobilku naik ke pembatas jalan dan dia masih terus mendorongku. Kemudian ada mobil dari samping kiri. Dan lanjutannya aku enggak begitu paham.” Jelasku. Pria itu mengangguk mengerti.

“aku akan meminta rekaman dari CCTV di TKP. Ngomong-ngomong, apa kau tau tentang mobil yang menabrakmu?”

Mobil yang menabrakku? Ah ya, waktu itu aku cukup bisa melihat dibalik kaca yang retak. Cuman aku merasa enggak pasti. Waktu aku bangun tau-tau aku sudah di rumah sakit. Sekarang aku nunggu dijemput sama keluargaku sambil dimintai keterangan. Tapi, ada yang mengganjal dihatiku. Aku butuh memastikannya. Butuh banget. Kalo bisa malem ini juga.

“mobil yang menabrakku SUV yang besar, kelasnya sepertinya diatas mobil yang aku naiki. Warnanya silver dan aku melihat ada gantungan kayu yang ada tulisan kanji jepangnya.”

“mobil yang kau naiki bukan mobilmu? Dari STNK-nya bukan atas namamu dan dari daftar kepemilikan di polisi juga bukan atas namamu.”

“iya, itu bukan mobilku. Kalau tidak salah mobil itu atas nama Min Yoongi kan? Dia temanku aku meminjam mobilnya tadi sore.”

“oh ya, kau tau korban yang lain?”

“tidak, begitu aku melihat banyak mobil yang hancur disana-sini aku langsung pingsan”

“ah, kalau begitu terima kasih sudah memberikan keterangan.” Pria itu berdiri sepertinya ia akan pamit pergi.

“aku ingin bertanya sesuatu, apa kau punya nama semua korban kecelakaan?” tanyaku.

“iya, kenapa?” pria itu mengernyitkan dahi saat melihatku.

“boleh aku melihat daftarnya?”

“apa kau tau sesuatu?” tanyanya dengan wajah serius.

“cuman prasangka, enggak lebih” jawabku.  Kemudian ia memberiku daftar para korban. Aku menerimanya dan mulai membacanya. Aku membaca satu per satu nama-nama korban hingga selesai. Semua korban dirawat di rumah sakit yang sama denganku. Kemudian aku mengembalikan daftar itu.

“maaf merepotkan, ternyata dugaanku salah hehe” kataku enteng. Pria itu menghela nafas lega.

“sepertinya orang mabuk yang menabrakmu.” Katanya. Yah, aku sih setuju aja, mungkin orang mabuk yang menabrakku.

“yah, aku sih tidak masalah, lagipula aku baik-baik saja.” Ceplosku. Oh, demi apa juga aku ngomong gini?

“apa kau akan menuntutnya?”

“aku rasa tidak, tidak ada gunanya juga. Mungkin orang lain yang akan menuntutnya.” Pria itu menghela nafasnya.

“kau terlalu baik” aku naikkan alisku sejenak. Dia orang kedua yang mengatakan kalo aku terlalu baik. Kapan hari adek angkatanku bilang gitu juga ke aku.

“kok gitu?” tanyaku.

“kau membiarkannya lolos begitu saja kau bisa menuntutnya untuk mengganti kerugianmu” jelasnya.

“aku males kalo harus berurusan dengan birokrasi dan hukum. Aku pernah mengalaminya dulu dan itu cukup membuatku menjadi semacam apatis. Jadi aku angkat tangan dengan masalah ini. lagipula besok lusa dan seterusnya aku akan sibuk dengan pekerjaanku dan gak akan sempat untuk mengurus yang seperti ini” cerocosku.

“memangnya kau tidak merasa dirugikan? Kau hampir kehilangan nyawa dan mobil”

“yakan tujuan akhir seseorang didunia ini buat mati”

Eh? Kok aku ngelantur jauh gini? Entar aku dikira psikopat?

“pemahaman yang aneh” kata pria itu. Ia kemudian tersenyum kearahku sejenak. Kemudian ia mulai berbalik dan berjalan menjauhiku.

“lain kali aku akan menghubungimu dan mengajakmu minum kopi. Kau seperti orang kekurangan kafein” katanya sambil melambaikan. Aku hanya memandanginya sambil duduk santai. Bayangan lelaki itu mulai samar-samar menghilang.

Aku merogoh saku celanaku dan mulai membuka smartphoneku. Sudah jam 10 malam. Orang-orang dirumah pasti lagi panik begitu terima telpon dari kepolisian ato rumah sakit. Tapi sekarang bukan waktunya khawatir dengan orang-orang dirumah. Ada sesuatu yang harus aku pastikan. Tadi aku melihat namanya ada didaftar punya polisi tadi. Jadi aku perlu memastikannya, semoga saja dia masih di rumah sakit ini. Pertama aku harus menuju resepsionist. Menanyakan keberadaanya di rumah sakit ini. kemudian dateng ke kamarnya dan meng-clear-kan segala sesuatu yang ngganjel di dalem hati. Seenggaknya aku butuh jawaban kenapa Choi Eun Yi ada di daftar korban kecelakaan. Tapi sebelum itu, aku harus mencari kopi, polisi itu bener-bener tau, aku kekurangan kafein dan butuh kopi.

.

.

.

To be continue alis bersambung~~~

Makasih udah baca~~~…

Monggo di bubuhkan jejaknya jika berkenan…

Advertisements

8 thoughts on “[BTS FF Freelance ] Dokumentasi Gila: Schrodinger Cat – Quantum Paradox (threeshot)

  1. Lisa Kim

    Sungguh, mereka adalah couple terkoplak dlm sejarah aku baca ff 😂
    Dr awal pe akhir nyengir…. tp pas ending rada miris jg sie liat Hope kecelakaan. Dan Eun Yi, apa jgn2 dia yg nabrak?
    Hemmm… saya kepo…. Next palli juseyooooo 😘

    Liked by 1 person

  2. AKU NYENGIR MULU DARITADI SAMPE DIKIRA LAGI MABOK… IYA, MABOK HOBIE (plak)(matiin capslock)

    Halo fuse, as always aku suka banget sama dokumentasi gila wkwkw isinya beneran gila ternyata. Pokoknya lanjut terus ya, kutunggu!

    Liked by 1 person

  3. Ehm, pertama-tama aku mau bilang kalo sebenernya aku ga pernah baca series ini sebelumnya ((walaupun sering liat judulnya, tapi ga pernah baca. gomennn)) kedua, aku baca fic ini dan fix!!!! Aku suka gaya bahasa nyantai ala authornim disini. Duh jadi makin cintaaa sama hobiechan /plok

    Suka jalan ceritanya. Ada drama tapi dibumbui komedi ala Thyra dan itu bikin ngakak parah dan lupa kalo bakal ada adegan sinetron macem jambak jambakan antara eunyi sama thyra. Dimana lagi nemu cewek kaya thyra hahahah… pantesan aja mamaknya ga mau percaya gitu thyra milih hoseok wkwk…

    Entahlah aku harus komen apalagi. Kalo mau ditambah pasti jadi nonsense parah. Kutunggu aja lanjutannya semoga choi eunyi diberi kemudahan untuk menjalani hidup ya… keep writing!!

    Liked by 1 person

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s