[BTS FF Freelance] Trapped in a Marriage – Chapter 7a

Trapped In A Marriage 7a

Title

Trapped in a Marriage

Author

Yoohwanhee

Main Cast

Jung Hyerin [OC]

Jeon Jungkook [BTS]

Kim Hanbin [iKon]

Kim Taehyung [BTS]

Ryu Sujeong [Lovelyz]

Genre

Romance, Marriage-Life, Comedy, School-Life,AU

Length

Chaptered

Rating

PG-17

Summary

Resiko dalam sebuah pernikahan adalah: Masalahmu, masalahku juga. Itu karena kita harus melengkapi satu sama lain, jangan biarkan sesuatu tersembunyi diantara kita. Kalaupun ada yang kau sembunyikan, izinkan aku untuk mengetahuinya.

Disclaimer

BTS dan cast lainnya milik orangtua, agensi, dan Army, kecuali OC adalah milik author. Cerita murni hasil pemikiran author, so DO NOT PLAGIATOR. Jika ada kesamaan plot, tokoh, judul, dll adalah ketidak sengajaan.

SORRY FOR TYPO and HAPPY READING

Note: Cast dan rating bisa berubah disetiap chapternya.

 

Chapter sebelumnya:

“Tuan Muda Jeon, tolong duduk! Pesawat akan segera lepas landas”

Namun, lelaki itu tidak menghiraukan mereka dan tetap berjalan keluar. Dan sebelum benar-benar keluar dari pesawat, ia mundur beberapa langkah dan menampakkan wajah sampai bahunya kepada seluruh pramugari dan penumpang yang menoleh kearahnya. “Aku akan menyusul. Kalian pergilah. Sampai jumpa di Jeju!” Ucapnya sembari menunjuk Yoongi, Jin dan Taehyung. Terdengar seperti sebuah pamitan, tetapi sepertinya juga tidak. Lelaki itu lalu segera melangkahkan tungkainya pergi.

Sementara Taehyung, ia mengerutkan alisnya melihat Jungkook yang tiba-tiba ingin turun dari pesawat. Lagipula, untuk apa? Kenapa lelaki itu turun lagi? Apa dia tidak suka pelayanan pesawat ini dan memilih naik pesawat lain atau–Tapi itu tidak mungkin. Jeon Jungkook bukanlah orang seperti itu.

Jadi, sebenarnya kenapa dia keluar tiba-tiba begitu tanpa alasan?, begitu yang dipikiran taehyung sekarang.

Namun, setelah mencoba untuk mencari tahu kenapa Jungkook keluar dari pesawat, Taehyung juga ikut berdiri dan keluar menuju pintu pesawat. Membuat para pramugari kembali kewalahan menahan penumpang satu itu “Mohon duduk di tempat! Pesawat akan segera berangkat!”

Sama seperti Jungkook tadi, Taehyung hanya melewati para pramugari dan bahkan menjadikan mereka layaknya nyamuk. Sementara itu, Sujeong yang duduk ditempatnya hanya bisa menatap bingung punggung Taehyung yang semakin menjauh. Ia jadi ikut berpikir, kenapa mereka berdua?

Tapi, dia turun dari pesawat bukan karena ingin mengejar Jungkook.

Melainkan… Jung Hyerin.

***

“Eoh? Kau darimana-“

SREET!

“Kukira kau tidak akan ikut, bodoh!”

Hyerin hanya bisa diam terpaku saat mendengar itu. Tapi, seharusnya Hyerin terkejut, karena ini pertama kalinya lelaki itu memanggilnya dengan sebutan ‘bodoh’. Tapi, bukannya terkejut karena lelaki itu memanggilnya ‘bodoh’, melainkan Hyerin terkejut karena perlakuan lelaki itu padanya sekarang.

Tubuhnya merapat sangat dekat dengan tubuh lelaki didepannya itu, membuat kehangatan tubuh sang lelaki menjalar sempurna keseluruh tubuh Hyerin. Perasaan lega dan tenang pun juga menjalar didalam hati Hyerin. Namun, yang masih tidak bisa dipercayai oleh Hyerin saat ini adalah—

—lelaki itu memeluknya tanpa izin darinya sama sekali.

 

//Trapped in a Marriage//

 

-Acara ulang tahun Sekolah Elioxe (1/2)-

 

//Trapped in a Marriage//

 

Pesawat yang ditumpangi oleh seluruh kelas yang diikutkan dalam acara ulang tahun sekolah Elioxe pergi lepas landas begitu saja sementara saat ini dua lelaki yang seharusnya berada juga didalam pesawat itu hanya bisa melihat kepergian pesawat itu dari balik kaca bandara.

“Sudah. Ayo, cari lagi Hyerin!” perintah salah seorang lelaki kepada temannya yang berdiri tepat disampingnya. Namun, bukannya mengikuti perintah, temannya itu malah duduk di bangku yang berada tepat dibelakangnya “Tidak tahukah kau aku sudah sangat kelelahan begini?”

“Lalu, maksudmu kau akan membiarkan Hyerin untuk tidak ikut? Ya, Jeon Jungkook, Hyerin itu istrimu!”

Tidak ingin mendengar temannya itu menceramahinya, Jungkook segera menutup telinga kirinya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya sibuk dikibas-kibaskan didepan wajahnya.

Namun, aktivitasnya itu terhenti saat melihat dua orang yang tidak asing baginya.

Itu Hyerin!

Tapi, gadis itu kini sedang berdiri berhadapan dengan seseorang, yang sudah jelas bahwa seseorang itu adalah lelaki. Jungkook mencoba menyipitkan matanya, berharap ia bisa melihat salah seorang yang sedang berdiri didepan Hyerin itu.

“Kim Hanbin?”

Mendengar itu, Taehyung menoleh kearah Jungkook “Mwo?” Melihat Jungkook yang sedang memperhatikan sesuatu dengan serius, Taehyung pun mencoba mengikuti arah mata Jungkook.

Itu… Jung Hyerin dan Kim Hanbin!

***

“M-maaf, aku minta maaf. Aku terlalu senang saat melihatmu tadi jadi sampai memelukmu” Ucap Hanbin setelah dirinya melepaskan pelukan yang sebenarnya tidak di sengaja itu. Dirinya terlalu senang melihat Hyerin tadi sehingga langsung menghambur memeluk gadis itu. Dan alasan kenapa Hanbin belum juga naik pesawat bersama yang lainnya adalah karena dirinya ingin menunggu Hyerin sebelum pergi. Jika saja Hanbin tidak memutuskan untuk keluar dari pesawat tadi, mungkin dirinya tidak bisa berhadapan dengan Hyerin sekarang. Sebelum Jungkook dan Taehyung keluar tadi, Hanbin sudah lebih dulu keluar dari pesawat dan berlari masuk kembali ke bandara.

“A-aku minta maaf” ucap Hanbin, lagi. Hyerin yang sedang menunduk tak mengatakan sepatah kata pun padahal ia tahu betul bahwa Hanbin sedang berbicara padanya. Ia mencoba untuk menyembunyikan semburat merah di pipinya. Hey, walaupun dia diam seperti itu, sebenarnya ada yang sedang ia lakukan.

Mengontrol detak jantungnya.

“Jung Hyerin!”

Sampai suara seorang lelaki mengejutkan Hyerin dari alam bawah sadarnya kemudian menoleh ke sumber suara. Tepat setengah meter darinya, Jungkook dan Taehyung sedang berdiri dan menatapnya khawatir. Hyerin sempat bingung melihat tatapan keduanya yang berubah drastis. Sebenarnya ada apa?

E-eoh, kalian datang juga. Aku dan Hyerin baru saja akan pergi membeli tiket lagi untuk ke Jeju”

“Lupakan, aku sudah menyiapkan satu pesawat lagi untuk menyusul yang lainnya” potong Jungkook “Tapi, aku ingin bicara dengan gadis ini terlebih dahulu” sambung lelaki itu, kemudian berjalan menghampiri Hyerin dan menatapnya lekat.

Ya, aku dan Taehyung berlarian turun dari pesawat hanya untuk mencarimu karena temanmu yang satu itu sudah sangat khawatir terhadapmu, sampai-sampai ponselku ditahan olehnya dan ternyata, kau sedang bersama lelaki ini. Disini, dengan keadaan yang sangat damai dan romantis! Kau tahu, Sujeong mengkhawatirkanmu, bodoh!” omel Jungkook, membuat Taehyung harus menarik pelan pundaknya untuk mundur dari jaraknya yang terlalu dekat dengan Hyerin.

“Sujeong?” Tanya Hyerin

“Iya, Ryu Sujeong, gadis itu begitu mengkhawatirkanmu” sahut Taehyung yang berdiri dibelakang Jungkook. Hyerin hanya meng-oh kan perkataan Taehyung kemudian kembali diam dan menunduk. Sepertinya semburat merah itu muncul lagi, karena barusan kedua obsidian Hyerin menangkap jelas senyuman Hanbin dan itu membuatnya malu sendiri. Ouh, jujur saja, sekarang ini Hyerin benar-benar menggelikan. Err..

Hanbin tersenyum kemudian mengarahkan pandangannya pada Hyerin “Kalau begitu, tunggu apa lagi? Bukankah pesawatnya sudah disiapkan?”

“Memang benar, tapi sayang sekali. Kita harus menunggu selama tiga puluh menit sebelum berangkat” tukas Jungkook yang sukses membuat ketiga manusia yang berhadapan dengannya lemas seketika.

Sedangkan Taehyung, bukannya serius mendengarkan apa yang Jungkook katakan, lelaki itu malah memperhatikan Hyerin. Ia merasa bersyukur karena bisa melihat Hyerin saat ini. Jujur saja, Taehyung sempat khawatir jika Hyerin tidak akan ikut tadi. Karena, Taehyung ingin mengikuti acara ini hanya karena Hyerin. Jika saja Hyerin tidak ada, mungkin sekarang Taehyung juga tidak akan ada di bandara ini.

Matanya terus memperhatikan gerak gerik gadis itu. Karena saking seriusnya memperhatikan Hyerin, Taehyung sampai memperhatikan cara bicara Hyerin pada Hanbin. Namun, sedetik kemudian, ia mengerutkan alisnya.

Dan, ia merasa ada yang aneh dari senyum Hyerin saat gadis itu berhadapan dengan Hanbin. Senyum itu… tidak seperti senyuman Jung Hyerin yang biasanya.

Apa Hyerin menyukai Hanbin?

***

Pesawat yang terbang dari Seoul ke Jeju itu kini terbang kembali setelah beberapa menit yang lalu memastikan bahwa semua penumpang sebelumnya telah turun. Butuh satu jam tiga puluh menit untuk bisa sampai di pulau indah ini. Dan, tambahan dua puluh tujuh menit untuk mengambil koper-koper para penumpang.

Dan disinilah siswa-siswa dan guru-guru dari Elioxe, tepatnya didepan bandara, sedang menunggu bus khusus yang akan mengantar mereka ke hotel milik perusahaan Taehyung, lebih tepatnya Hotel De’Dias. Hotel tersebut adalah salah satu ternama di Jeju dan tentu saja memiliki fasilitas yang luar biasa.

Tapi, lupakan soal hotel, saat ini rombongan tidak lengkap. Bukan karena kepergian Jungkook dan Taehyung ataupun keterlambatan Hyerin, melainkan suatu hal lain yang mengharuskan mereka mengkhawatirkan kondisi saat itu juga.

Ketua kelas 2-3, Jung Gyojin terlihat kebingungan sendiri saat melihat absennya tidak lengkap. Tidak termasuk Taehyung, Jungkook, Hanbin, dan Hyerin, karena mereka telah dimasukkan dalam daftar orang yang terlambat. Tapi, ada salah seorang siswa kelas 2-3 yang menghilang saat turun dari pesawat tadi.

“Ada yang melihat Ryu Sujeong?”

Pertanyaan Gyojin hanya ditanggapi dengan gelengan kepala dari setiap anggota rombongan, bahkan ada yang menanggapinya dengan candaan. Guru Park yang berdiri disampingnya lalu meraih buku absen yang dipegang sang ketua kelas. Tanpa berkata apa-apa lagi, beliau mengadahkan kepalanya untuk memperhatikan seluruh orang yang ada didalam rombongan tersebut.

Ya, hanya Sujeong yang tidak ada.

“Guru tanya sekali lagi, ada yang melihat Ryu Sujeong?” Seru Guru Park dengan nada bicara yang tegas, membuat para siswa diam dan lagi-lagi menggeleng untuk menanggapi pertanyaan guru Park. Tapi, kali ini, salah seorang gadis bersurai coklat kehitaman maju kedepan seraya mengangkat tangannya sampai bahu.

“Guru! Tadi aku melihatnya masuk ke toilet. Tapi, itu sudah dua puluh menit yang lalu” ujar gadis itu, Shin Hyejin.

“Aku sudah menghubungi nomor teleponnya tapi tidak diangkat sama sekali” sahut gadis lainnya.

Guru Park mengangguk kemudian berucap “Kalau begitu, mohon bantuannya Guru Choi dan Guru Jung. Baik, sekarang ayo berpencar! Hyejin, Eunha, Yoongi dan Jin, cari Sujeong di toilet yang kau katakan” suruh guru Park pada Hyejin. Gadis itu lalu mengangguk, sementara Yoongi dan Jin yang berdiri di samping Hyejin hanya bisa memutar bola matanya.

“Rupanya berdiri disini juga tidak menguntungkan” ucap Yoongi malas, Jin yang mendengarnya hanya terkekeh “Ayo cepat, sebelum guru Park memarahi kita”

***

“Kau yakin?” Tanya Jin yang kini sedang mengekor dibelakang Yoongi, Hyejin dan Eunha.

“Aku benar-benar melihatnya tadi masuk kesini” ucap Hyejin, yang diikuti oleh anggukan Jin. Hyejin lalu membuka pintu toilet wanita. Sebelum masuk kedalam, ia berbalik kebelakang dan menatap Yoongi dan Jin bergantian “Kalian tidak boleh masuk, hanya aku dan Eunha eonni yang akan masuk kedalam. Jadi, tunggu saja diluar”

Mendengar itu, Yoongi tertawa remeh “Cih- Tidak perlu diperingati juga aku sudah tahu”. Dan rupanya perkataannya itu mengundang kemarahan Hyejin “Ya-“

“Sudahlah. Hyejin-ah, masuk saja. Jangan pedulikan Yoongi” Jin mencoba menengahi, mencegah agar tidak terjadi perang kedua antar Yoongi dan Hyejin.

Lagipula, kedua orang itu —Hyejin dan Yoongi— sudah dikenal dengan kebencian mereka satu sama lain. Keduanya adalah sepasang kekasih yang sangat terkenal di Elioxe karena keromantisan mereka, dimana ada Yoongi pasti disitu ada Hyejin. Mereka benar-benar tidak bisa terpisahkan, dulu. Namun, setelah Hyejin melihat Yoongi yang sepertinya sudah mulai tidak perhatian kepadanya, Hyejin memilih untuk memutuskan hubungan yang telah dibangun selama enam bulan lebih lamanya.

Ah sudahlah, itu semua hanyalah masa lalu kelam seorang Min Yoongi.

Hyejin pun segera melangkahkan kakinya masuk kedalam toilet wanita, begitupun Eunha. Namun baru saja toilet dibuka, orang yang dicari mereka langsung muncul tepat saat itu juga.

“Sujeong, kau kenapa?” Tanya Eunha cepat dengan tatapan yang masih terus diarahkan pada Sujeong, tatapan khawatir. Pasalnya, sekarang wajah Sujeong berubah pucat, bahkan sangat pucat. Eunha dan Hyejin pun tak hanya diam, keduanya segera membantu Sujeong untuk berjalan karena kelihatannya gadis itu sudah tidak sanggup lagi berjalan dengan keadaan tubuh yang lemas seperti itu.

“Wajahmu benar-benar pucat” sahut Jin dengan nada khawatir, sedetik kemudian ia mengarahkan pandangannya pada Yoongi “Min Yoongi, apa yang kau lakukan? Hanya berdiri seperti patung begitu dan tidak melakukan apa-apa? Lalu apa gunanya kau ikut dengan kami?”

“Kenapa kau marah padaku?” balas Yoongi tidak terima.

Aish, sudahlah. Cepat katakan pada guru Park bahwa kita sudah menemukan Sujeong dan suruh mereka untuk menyiapkan tempat untuk Sujeong beristirahat” suruh Jin pada Yoongi. Lelaki itu kemudian membantu Hyejin dan Eunha, sementara Yoongi hanya mendelik kesal pada Jin lalu pergi memanggil yang lainnya.

***

Tepat pukul sembilan tadi, pesawat susulan dari Seoul ke Jeju pun akhirnya mendarat dengan selamat. Pesawat khusus yang disediakan oleh Jungkook hanya memiliki penumpang sedikit, atau lebih tepatnya hanya empat penumpang didalamnya, yaitu Jungkook, Taehyung, Hyerin dan Hanbin. Yah, menyiapkan satu pesawat hanya untuk empat orang layaknya ujung kuku bagi Jungkook yang memiliki gelar “penerus perusahaan BlueSaphire”.

Dan kini, keempat orang itu kini sudah berada di mobil Jungkook. Ya, lagi-lagi milik Jungkook. Mobil itu telah disediakan orang suruhannya agar ia bisa menggunakan mobil tersebut untuk mengelilingi pulau Jeju. Betapa hebatnya lelaki itu sampai mempersiapkan semuanya dengan matang seperti ini.

Sebenarnya tadinya Hyerin tidak mau menggunakan mobil Jungkook namun Jungkook memaksanya dengan alasan ‘ini keadaan darurat’. Keadaan darurat apanya? Padahal mereka hanya ketinggalan pesawat, itu saja.

TRING!

Keheningan didalam mobil itu pun terpecahkan dengan suara ponsel Jungkook yang barusan berbunyi, menandakan ada pesan masuk. Sebelum mengecek pesan masuk di ponselnya itu, ia menekan tombol ‘automatic drive’ pada mobilnya itu agar ia bisa membaca pesan masuk tersebut tanpa harus kerepotan dengan mengendarai mobilnya.

Jungkook meraih ponselnya kemudian membuka pesan yang baru saja masuk itu, dan rupanya dari Yoongi.

‘From: Jin Hyung

Jungkook-ah, kau sudah sampai di Jeju? Cepatlah ke hotel, karena Sujeong sedang dalam keadaan tidak sehat sekarang dan di istirahatkan di kamar hotel khusus’

Tanpa aba-aba, Jungkook segera menginjak pedal gas nya sehingga mobil tersebut melaju cepat, sampai-sampai Hyerin, Hanbin, dan Taehyung yang berada di jok tengah hampir jantungan karenanya “Ya, pelan-pelan sedikit! Kau bisa saja membunuh kita semua tadi” omel Hyerin.

Namun, tidak ada respon apa-apa dari Jungkook. Lelaki itu hanya fokus dengan jalan didepannya. Fokus dengan apa yang tertulis dalam pesan Jin tadi. Dan semakin dirinya mengingat isi pesan itu, semakin khawatir pula dirinya tentang keadaan Sujeong. Ia tidak mau gadis itu sakit. Bahkan jika Sujeong sakit pun, ia harus berada di samping gadis itu.

Ya, harus.

***

Kamar yang digunakan Sujeong untuk beristirahat terlihat sepi setelah semuanya keluar. Kamar tersebut diberi tanda ‘ruang kesehatan’ —yang diusulkan oleh Yoongi—, karena kebetulan sekali kamar tersebut memiliki fasilitas khusus seperti kotak P3K, infus, dll. Bahkan ada jendela lebar—lebih seperti ventilasi tapi ini lebih besar dan lebar— yang berfungsi untuk melihat keadaan didalam ruangan agar orang-orang bisa mengawasi keadaan didalam kamar tersebut. Kamar khusus tersebut benar-benar seperti sebuah kamar pasien, ah tidak, cenderung lebih mirip UKS.

Keadaan didalam kamar sepi kembali setelah kepergian Guru Park, Hyejin, Eunha, dan Yoongi. Kini, yang ada hanyalah hembusan nafas dari Sujeong yang sedang tertidur. Dan orang yang terakhir keluar adalah Jin.

Sebelum menyusul Yoongi di lobby, Jin berjalan menuju mesin penjual minuman kemudian membeli dua kaleng soda. Setelah itu, ia berjalan kearah lobby yang tidak jauh dari tempatnya sekarang. Baru beberapa langkah, sudah dapat dilihatnya Yoongi yang duduk disana. Langsung saja, Jin menghampiri Yoongi lalu melemparkan satu kaleng soda kepada temannya itu “Oh, gomawo” ucap Yoongi begitu ia menangkap kaleng soda yang diberikan Jin padanya.

Ya, ada yang ingin aku beritahukan kepadamu. Aku sudah menyelidiki semuanya. Dan aku sepertinya sudah bisa menebak asal usul peristiwa itu”

Jin yang mendengarnya hanya memutar bola matanya seraya mengambil tempat duduk disamping Yoongi. Ia lalu membuka kaleng sodanya “Apa yang kau bicarakan?” tanya Jin yang masih bingung dengan perkataan Yoongi yang cenderung tiba-tiba itu. Lelaki itu lalu meminum soda yang barusan dibukanya itu.

“Tentang Jungkook. Kurasa aku sudah mengetahuinya. Emm, tidak bisa dibilang ‘menyelidiki’, sih. Tapi, aku sudah bisa menebaknya dan tentu saja tebakanku itu tidak asal tebak, tapi tebakan yang lebih masuk akal” ujar Yoongi yang hanya diikuti oleh tatapan datar dari Jin “Berhentilah mencari tahu hal-hal yang tidak perlu kau ketahui”

Aish, aku sudah bilang, kan? Aku sangat penasaran dengan rahasia keluarga Jungkook itu. Jadi, aku akan menyelidikinya sampai akhirnya aku tahu bagaimana bisa Jungkook menjadi anak ha-“

Jin langsung saja membekap mulut temannya itu. Astaga, bagaimana bisa Yoongi mengatakan rahasia itu di tempat umum begini? Apa dia buta sampai tidak bisa melihat berapa banyak orang yang sedang berlalu lalang disekitarnya?

“Kau gila?! Kau bisa mati karena hanya mengucapkan dua kata itu disini, bodoh! Jangan pernah berbicara mengenai Jungkook si anak haram itu lagi!” bisik Jin sepelan mungkin, dengan tangan yang masih membekap mulut temannya itu. Yoongi hanya bisa memukul-mukul pelan tangan Jin yang digunakan untuk membekap mulutnya “Lephh.. lepaskanhh”

SEET!

Jin pun melepaskan bekapannya itu dari mulut Yoongi dan menatapnya sinis “Jangan berani-berani kau mengucapkan itu disini, apalagi di depan Jungkook”

“Apa aku gila sampai mengatakan hal itu didepan Jeon Jungkook? Itu, kan, rahasianya”

DRAP DRAP DRAP!

Eoh, itu Jungkook!” Seru Jin saat ia melihat siapa yang sedang berlari-lari kearah mereka.

Namun tanpa disadari kedua manusia tersebut, seorang gadis baru saja merekam apa yang mereka bicarakan tadi. Sebelum berbalik dan pergi, gadis tersebut menghembuskan nafasnya kasar “Sebenarnya untuk apa aku merekamnya padahal aku sudah tahu jelas rahasia itu” gumamnya pelan, kemudian pergi.

***

“Jadi, apa kita akan segera menikahkan mereka?”

Nyonya Kim sempat terbatuk sebentar saat mendengar perkataan Tuan Ryu mengenai pernikahan anaknya dengan Sujeong. Setelah meminum air, nyonya Kim kembali tersenyum kemudian berucap “S-segera? Sepertinya, Taehyung belum siap untuk itu”

Tuan Ryu dan Nyonya Ryu terlihat tertawa pelan. Kali ini, Nyonya Ryu yang akan angkat suara “Sebenarnya, untuk apa ditunda-tunda? Lagipula, mereka pasti akan menikah nantinya” ujar Nyonya Ryu dengan senyuman diwajahnya.

Nyonya dan Tuan Kim saling berpandangan. Menanyakan sesuatu melalui tatapan mereka itu. Menanyakan tentang bagaimana nasib anaknya kedepannya. Apa Taehyung harus dinikahkan segera mungkin, atau harus menunggu beberapa waktu lagi untuk menikahkan mereka?

Nasib Kim Taehyung dan Ryu Sujeong, berada di tangan Tuan dan Nyonya Kim sekarang.

***

CKLEK!

Pintu ‘ruang kesehatan’ itu terbuka begitu Jungkook mendorong gagang pintu kebawah. Dilihatnya seorang gadis sedang terbaring diatas ranjang sederhana, sepertinya —dan memang— ranjang itu bukan ranjang yang biasanya ada pada kamar hotel.  Menurut apa yang dikatakan salah satu staff hotel, ranjang tersebut adalah ranjang khusus buatan hotel ini juga, ranjang khusus bagi orang yang menginap disini tapi dengan keadaan sakit.

Jungkook berjalan mendekati ranjang yang ditempati Sujeong. Dilihatnya wajah gadis itu sangat teduh dan damai dalam keadaan tidur seperti ini. Kata Guru Park, Sujeong hanya perlu istirahat karena terlalu lelah melakukan aktivitas sejak tadi pagi.

Lelaki itu lalu segera mengambil tempat duduk di kursi dekat ranjang, agar ia bisa melihat wajah Sujeong dengan leluasa. Beruntung tidak ada orang lain selain dirinya disini jadi ia bisa melihat wajah gadis itu dengan tatapan kasih sayangnya, tanpa perlu berpura-pura bahwa dirinya tidak memiliki ketertarikan terhadap Sujeong.

Cantik, seperti biasanya.

Jungkook tersenyum tipis lalu mengarahkan tangannya untuk menyingkirkan poni Sujeong yang menutupi mata indah gadis itu. Oh, bahkan ia sudah berani untuk menyentuh rambut gadis itu disaat sendiri seperti ini. Ia seperti sudah tidak peduli dengan jendela lebar yang ada pada kamar itu, tak peduli lagi jika ada orang yang akan masuk atau hanya sekedar melihat dari balik jendela lebar itu.

Tapi tentu saja Jungkook tidak seberani itu. Ia sudah menyuruh Jin dan Yoongi untuk berjaga didepan pintu dan jendela lebar itu agar tidak ada orang lain yang bisa melihatnya dengan Sujeong seperti ini.

Mata Jungkook sibuk menyusuri setiap inci wajah gadis itu. Kata ‘cantik’ selalu saja digumamkan dalam hatinya kala ia melihat wajah gadis itu walaupun wajah Sujeong cenderung pucat. Sampai akhirnya ia berhenti memerhatikan wajah Sujeong disaat ia merasa Sujeong mulai terbangun dari tidurnya.

Dan benar saja, Sujeong mengerjapkan matanya perlahan. Langsung saja, Jungkook berdiri dan mengarahkan pandangannya kearah lain.

“J-jungkook?” Tanya Sujeong dengan suara seraknya.

Jungkook masih tidak mau menoleh pada detik-detik awal, tapi akhirnya ia menoleh juga “Apa? A-aku kesini…. disuruh Taehyung untuk memeriksa ranjang khusus ini. Aku takut ada yang lecet k-karena ini adalah ranjang khusus buatan hotel milik p-perusahaan Taehyung ini” tutur Jungkook —dengan nada bicara yang sedikit gugup— seraya menunjuk-nunjuk ranjang yang digunakan Sujeong itu

Hey, dia tidak gugup, melainkan terkejut karena Sujeong bangun begitu cepat dari perkiraannya.

“A-akan kupanggilkan yang lainnya” ucap Jungkook, mencoba menghilangkan suasana canggung yang semakin menyerang.

Ani.. Aku minta tolong, panggilkan saja Hyerin. Dia datang bersamamu, kan?”

Bukannya menjawab, Jungkook hanya berjalan menjauh. Lebih tepatnya berjalan keluar dari ‘ruang kesehatan’ itu. Membuat Sujeong hanya bisa melihat kepergian punggung Jungkook dalam diam.

Jungkook takut, takut Sujeong akan berpikir yang aneh-aneh tentang dirinya. Karena sudah jelas sekali, Sujeong melihat dirinya duduk sembari menyentuh rambut gadis itu disitu pada detik-detik Sujeong membuka matanya.

CKLEK!

Yoongi yang tadinya sedang berbicara dengan Jin disamping pintu kini menoleh saat ia mendengar pintu ‘ruang kesehatan’ itu terbuka “Eoh, sudah selesai menjenguknya?” Tanya Yoongi dengan tatapan tanda tanya yang ia arahkan pada Jungkook. Jungkook hanya diam sebentar tapi setelahnya ia kembali bersuara “Panggil Hyerin. Sujeong ingin menemuinya” suruh Jungkook dengan wajah datarnya. Kemudian lelaki itu berjalan pergi meninggalkan Yoongi dan Jin dalam keadaan bingung.

“Kenapa ekspresinya seperti itu?” Tanya Yoongi dengan arah mata yang terus ia arahkan pada punggung Jungkook yang semakin menjauh.

Jin hanya menggeleng mendengarnya “Molla. Cepat panggilkan Hyerin”

Ya, kenapa kau sering sekali menyuruhku akhir-akhir ini?!!” protes Yoongi —untuk yang kesekian kalinya—.

Teringat akan sesuatu, Jin lalu menepuk pundak Yoongi “Ah iya, ngomong-ngomong dimana Taehyung?” Tanya Jin. Bukannya memberi jawaban yang pantas untuk didengar, Yoongi hanya menatap sebal kearah Yoongi “Aku tidak tahu, ish!!”. Dan setelahnya, Yoongi berjalan meninggalkan Jin yang terdiam dengan ekspresi wajah anehnya.

***

Hyerin POV.

“Kau tidak lapar? Apa kau sudah makan pagi ini?”

DEG!

Pertanyaan Hanbin membuatku ingin meleleh seketika. Dengan wajah cool-nya itu, ia bertanya padaku…

INI MIMPI!

Ah, sudahlah. Aku tidak mau batinku jadi gila hanya karena pertanyaan simpel dari Hanbin itu. Aku pun segera mengangguk pelan lalu menjawab “Sebenarnya, tadi tidak terlalu lapar. Tapi, sepertinya sekarang aku sudah merasa lapar”

Kulihat Hanbin tersenyum lalu berdiri dari posisi duduknya di sofa “Kalau begitu, ayo makan! Setelah itu kita menjenguk Sujeong di kamarnya. Kudengar makanan di hotel ini adalah makanan buatan chef-chef hebat. Mau mencobanya?” Tawar Hanbin.

Oh Tuhan, bagaimana bisa seorang lelaki hanya menawariku makan begitu saja jantungku sudah seperti mau meledak. Ini sudah diluar batas. Aku bisa gila kalau begini jadinya! Seseorang harus membantuku untuk menghilangkan semburat merah di pipiku!

Tanpa penolakan apapun, aku langsung setuju dan berdiri “Ayo” ajakku. Aku pun berjalan mengikuti Hanbin yang sudah duluan pergi.

TAP!

Namun, langkahku terhenti disaat melihat Taehyung yang berjalan lemas kearah sofa. Wajahnya lesu begitu, ada apa dengannya?

Tapi, detik selanjutnya Taehyung tiba-tiba terjatuh begitu saja diatas sofa yang tadi diduduki Hanbin. Mataku membulat seketika melihatnya. Aku pun segera berjalan menghampirinya “Kau kenapa, Taehyung-ah?”

Tidak ada jawaban darinya. Yang ada hanyalah hembusan nafas yang tidak beraturan dari Taehyung. Aku pun mencoba untuk mengambil tempat disamping Taehyung dan melihatnya dari dekat. Astaga, dahinya berkeringat banyak sekali, sampai-sampai mengucur kebawah dagunya. Bibirnya juga terlihat pucat. Ada apa dengannya?

“Taehyung-ah, kau baik-baik saja? Kau sakit?” tanyaku dengan nada khawatir. Tentu saja aku khawatir, melihat seseorang dengan wajah yang sebegitu pucatnya terduduk lemas disampingku.

Kuarahkan tanganku untuk menyentuh dahinya. Dan rupanya ini bukanlah main-main, Taehyung benar-benar sakit. Suhu badannya panas sekali.

A-apa yang harus aku lakukan? Hanbin sudah pergi menuju restoran hotel, sedangkan Sujeong sedang berada di ‘ruang kesehatan’. Guru Park dan yang lainnya? Beliau sedang berada di kamar hotelnya sendiri, begitu pula dengan siswa-siswa dan guru-guru lainnya. Apa aku harus ke lantai sembilan untuk memanggil Guru Park? Itu tidak mungkin, karena sekarang ini aku sedang berada di lantai dua.

Lalu apa yang harus kulakukan?! Tidak mungkin, kan, aku membiarkan Taehyung mati disini. Dia tidak akan mati, kan? Bagaimana ini?!

Eo, tunggu.

Akhirnya, semua kepanikanku hilang disaat kedua obsidianku menangkap seseorang yang berjalan kearahku.

Itu Yoongi!

Aku pun berdiri dari posisi dudukku dan memberi isyarat padanya untuk berjalan lebih cepat “Ppalli!! Yoongi-ya!” panggilku dengan suara yang tidak terlalu keras, berhubung disini adalah lobby hotel jadi aku tidak bisa berteriak begitu saja. Terlalu banyak orang berlalu lalang disini.

SREET!

“Taehyung-ah!! Kim Taehyung!”

“Yoongi-ya! Taehyung tidak sadarkan diri!!”

Hyerin POV. END

***

Seorang staff hotel mengantarkan sebuah ranjang khusus lagi untuk ditempatkan didalam kamar yang dinamakan ‘ruang kesehatan’ itu. Sujeong yang sudah bangun dari tadi hanya bisa menatap bingung, ‘kenapa ada dua ranjang disini?’ begitu pikirnya.

Sesaat setelah staff hotel itu memasukkan ranjang yang lainnya, Hanbin dan Yoongi masuk kedalam dengan membantu Taehyung berjalan. Keadaan lelaki itu sudah lebih baik dari sebelumnya karena para staff hotel langsung membawa anak dari pemimpin mereka itu untuk diperiksa oleh salah satu dokter. Oh ayolah, dia adalah anak dari pemilik hotel ini jadi wajar saja bagi para staff nya memperlakukan secara berlebihan begitu.

Setelah membantu Taehyung untuk berbaring diatas ranjang, Hanbin pun keluar dari ‘ruang kesehatan’ itu. Namun Yoongi masih berada didalam, untuk mengurus barang-barang Taehyung dan lainnya.

Hyung, aku baik-baik saja jadi tidak perlu menyiapkan obat-obatan itu untukku” ucap Taehyung saat ia melihat Yoongi kini tengah mengatur obat-obatan di atas meja. Mendengar itu, Yoongi pun berbalik “Ya, kau diam saja disitu. Kondisimu tadi benar-benar membuatku panik, bodoh! Kukira kau akan koma selama beberapa hari”

Aigoo, kau masih beruntung, Kimtae. Padahal sebenarnya aku sudah mendoakanmu agar tidak bisa mengikuti acara ini, karena aku ingin mengambil diam-diam kaset game GTA lima milikmu” sambung Yoongi yang kini sudah beralih ke sofa di kamar tersebut. Ia lalu duduk disana dan menghembuskan nafasnya berat “Wah, bagaimana bisa dua orang sakit secara tiba-tiba saat acara ulang tahun sekolah kesayangan kita ini, eoh?”

Taehyung hanya tersenyum lemah mendengarnya.

Sujeong yang duduk di ranjang sebelah lalu bersuara “Yoongi-ya, kau melihat Hyerin?”

Ya, kau seharusnya memanggilku oppa karena aku lebih tua setahun darimu. Dan Hyerin… tadi sepertinya dia ada. Ah, mungkin dia sedang bergabung dengan yang lainnya di lobby”

Sujeong pun mengangguk lalu tersenyum tipis. Menurutnya, sebenarnya anggota geng BTS sebenarnya tidak terlalu liar seperti apa yang orang-orang katakan. Jika mencoba mendekati mereka dan mengenal mereka lebih dalam… sepertinya mereka adalah orang yang baik-baik.

Kecuali Jeon Jungkook.

CKLEK!

Pintu ruangan terbuka tiba-tiba dan menampakkan seorang gadis bersurai cokelat berdiri disana dengan wajah khawatir “Oh, itu Hyerin” sahut Yoongi saat melihat siapa yang masuk kedalam ‘ruang kesehatan’ itu.

“Sujeong-ah!” Seru Hyerin seraya berjalan cepat kearah ranjang temannya itu. Sujeong hanya tersenyum tipis “Kukira kau tidak akan menjengukku disini” ucapnya.

“Aku sedang berkumpul dengan yang lainnya di lobby tadi dan membicarakan tentang acara ulang tahun sekolah. Katanya hari ini kita akan istirahat dulu di hotel, besoknya kita akan melaksanakan acaranya di sebuah pantai” jelas Hyerin, yang kemudian diikuti oleh anggukan pelan dari Sujeong.

Ya, kau sakit apa sampai harus berada disini, eoh? Aku mengkhawatirkanmu, kau tahu?”

Sujeong tersenyum simpul mendengarnya “Tadi, saat turun dari pesawat, perutku tiba-tiba saja sakit dan mual. Penglihatanku juga tiba-tiba buram dan kepalaku pusing. Tapi sekarang aku sudah sedikit lebih baik” jelas Sujeong dengan suara seraknya. Detik selanjutnya, ia memajukan wajahnya untuk mendekat kearah Hyerin, sepertinya Sujeong ingin membisikkan sesuatu jadi Hyerin pun ikut memajukan wajahnya beberapa senti.

“Tapi, ada yang ingin kutanyakan. Kenapa dia bisa masuk disini juga?” Bisik Sujeong sembari menunjuk Taehyung dengan dagunya.

“Aku sakit. Itu sebabnya aku ada disini, puas?”

Jawaban dari Taehyung sontak membuat kedua gadis itu terkejut. Hyerin dan Sujeong pun mengalihkan pandangan mereka kepada Taehyung yang masih berbaring dan menutup matanya. Astaga, Hyerin kira Taehyung sudah tidur tadi.

Keduanya —Sujeong dan Hyerin— pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda dan mengabaikan Taehyung —yang sebenarnya tidak tidur tapi hanya menutup mata—.

“Bukankah dia anak dari pemilik hotel ini? Kenapa tidak disendirikan di ruang VIP saja, ya?”

Bisikan pelan Hyerin itu membuat Sujeong terkekeh pelan. Sementara Taehyung hanya berpura-pura tidak mendengar padahal ia mendengar semuanya. Lelaki itu hanya bisa menghembuskan nafasnya malas setelah itu memejamkan matanya.

***

“Jeon Jungkook!”

Suara seseorang terdengar jelas dipendengaran Jungkook. Merasa dipanggil, lelaki itu pun menoleh kebelakang. Dilihatnya seorang lelaki dengan kemeja putih berjalan kearahnya ditengah-tengah rerumputan yang tingginya selutut itu. Entah ada apa, tapi Jungkook tiba-tiba ingin pergi ke ladang seperti ini, yaah sekedar menghirup udara segar di Jeju.

Udara sore hari membuat Jungkook masih bisa merasakan hembusan angin sepoi-sepoi menerpanya. Jadi, lelaki itu lebih betah berada disini dalam waktu lama.

Namun, datangnya lelaki yang memanggilnya tadi itu malah membuat dirinya ingin pergi dari situ sekarang juga. Melihat air wajah sang lelaki, Jungkook langsung membuang muka dan tidak ingin menatap mata lelaki itu sama sekali. Padahal, ia sama sekali tidak ada rasa benci atau apa kepadanya, tapi entah kenapa sesuatu —seperti sebuah perasaan atau firasat— mendatanginya bahwa lelaki ini memiliki dampak buruk baginya sejak ia tahu nama lelaki itu adalah Kim Hanbin.

“Sedang apa?”

Apa? Hanbin bertanya itu kepada Jungkook? Bahkan mereka tidak pernah bicara serius sebelumnya. Tidak terkecuali saat di bandara tadi, itu pun mereka hanya asal bicara dan tidak empat mata seperti ini. Oh ayolah, Jeon Jungkook itu lelaki yang dingin yang bahkan tidak bisa diajak bicara oleh siapapun, kecuali ayah dan teman satu gengnya.

Sudah pasti pertanyaan Hanbin sama sekali tidak digubris oleh Jungkook. Meski saat ini Hanbin sudah berdiri tepat disamping Jungkook, lelaki itu sama sekali tidak mau menoleh. Terus menatap lurus kedepan tanpa peduli apa yang akan dikatakan Hanbin kedepannya.

“Kau merasa terganggu? Maafkan aku” ucap Hanbin. Kali ini, Jungkook memberi respon dengan menoleh sekilas kearah Hanbin. Tapi toh ia tetap tidak bersuara. Sama saja.

“Ehm” Dehaman pelan keluar dari mulut Hanbin. Sedetik kemudian, lelaki itu mengarahkan pandangannya pada Jungkook “Kau tahu, didekat sini ada sebuah jalan besar dan sebuah tikungan. Disana terdapat pemandangan yang indah. Aku sempat kesana beberapa hari lalu”

“Lalu apa urusannya denganku?”

Respon Jungkook yang seperti tidak tertarik membuat Hanbin mulai kesal. Tak tahan lagi, lelaki itu segera mengambil tempat berdiri didepan Jungkook. Kali ini, senyumannya bukan main, ini adalah senyuman asli milik Kim Hanbin. Dia menyunggingkan sebuah senyuman kepada Jungkook dan berkata “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi sebelum itu, apa kau mau menemaniku pergi ke suatu tempat?”

Terpaksa, Jungkook harus menatap mata lelaki itu. Sorot aneh dari mata Hanbin sudah bisa dirasakannya. Ini aneh. Kenapa tiba-tiba mengajaknya pergi ke tempat yang sama sekali Jungkook tidak bisa bayangkan bagaimana rupanya. Kim Hanbin benar benar aneh sekali hari ini.

Sampai semenit kemudian, Jungkook tetap diam. Tidak mengucapkan sepatah katapun, bahkan kata ‘iya’ dan ‘tidak’ pun tidak diucapkannya. Membuat Hanbin juga masih tetap berada diposisinya sekarang, berdiri setengah meter dari Jungkook. Namun, sedetik kemudian, Hanbin segera berjalan melewati Jungkook dan itu membuat Jungkook bingung sendiri.

“Aku menganggap itu adalah jawaban ‘iya’ dari mu. Ayo, disana mobilku” Ajak Hanbin yang sudah berjalan duluan, meninggalkan Jungkook yang masih saja bingung dengan sikap Hanbin padanya.

Tapi toh Jungkook mengikutinya dengan alasan merasa tidak enak pada Hanbin karena sudah mengabaikan lelaki itu sejak tadi. Buktinya sekarang Jungkook berbalik dan mengikuti Hanbin yang sudah berjalan lima meter jauhnya dari tempatnya sekarang. Seperti biasa, salah satu tangannya dimasukkan kedalam saku celana dan yang satunya lagi dibiarkan bebas mengayun beriringan dengan setiap langkah kakinya.

“Dia lebih buruk dari Hyerin” gumam Jungkook pelan.

***

Seorang gadis dengan kaos putih dan celana jeans biru dongker terlihat sedang duduk di sebuah ayunan dengan meminum es krim yang barusan dibelinya di minimarket terdekat. Gadis itu —Hyerin— mengayunkan pelan ayunannya sembari bersenandung pelan. Ia lagi dalam keadaan senang saat ini. Setelah apa yang dilewatinya tadi pagi, mulai dari ketinggalan pesawat, sampai mendengar kabar bahwa Sujeong sedang sakit, itu semua dilupakannya seolah tidak pernah terjadi sebelumnya dan terus tersenyum kecil seperti saat ini.

Ia hanya bersyukur karena semuanya baik-baik saja setelah dilewati. Buktinya, sekarang ia sudah berada di Jeju dan Sujeong juga tidak apa-apa.

Beruntung sekali, hotel ini memiliki taman kecil dibelakangnya dan sisanya adalah halaman yang luas dan pagar yang membatasi antara hotel dengan jurang disebelahnya. Jurangnya memang tidak terlalu dalam tapi terdapat beberapa pohon disana dan bisa dilihat dengan jelas dari balik pohon tersebut terdapat sebuah pantai yang luar biasa indahnya. Dan saat ini Hyerin sedang memandangi pemandangan indah itu dari ayunan yang didudukinya sekarang.

“Sedang apa disini?”

Suara seseorang sukses membuat Hyerin menoleh ke kiri, kearah sumber suara itu sendiri. Dilihatnya seorang lelaki dengan baju piyama putih polos sedang berjalan kearahnya dan juga berhenti tepat satu meter dari ayunan yang ditempati Hyerin.

Sebuah kerucut manis kini terpampang diwajah Hyerin, gadis itu tersenyum tipis “Oh, Taehyung. Aah, sedang menikmati es krim ini” ucapnya sembari mengangkat pelan tangan yang digunakannya untuk memegang es krim.

Setelah mendengarnya, Taehyung lalu berjalan mendekat kearah ayunan dan mengambil tempat di ayunan yang bersampingan dengan ayunan Hyerin. Bersamaan dengan duduknya Taehyung, Hyerin menawarkan es krimnya itu sembari berkata “Kau mau? Akan kubelikan satu untukmu”.

Taehyung hanya menggeleng “Aku sedang sakit” jawabnya singkat, namun dapat dimengerti jelas oleh Hyerin sehingga gadis itu mengangguk kemudian menggaruk pelan tengkuknya yang sama sekali tidak gatal “Benar juga”

Setelah beberapa detik hening, Hyerin kembali bersuara “Kau sakit apa? Melihat gejala mu tadi, sepertinya tidak hanya sebatas influenza biasa”

Taehyung mengadahkan wajahnya kebawah, menunduk. Melihat rerumputan yang berada dibawah sendal yang digunakannya. Ia lalu tersenyum kecil “Benar. Ini influenza biasa, hanya saja aku yang tidak bisa menahan penyakit itu. Sejak kecil, aku memang tidak bisa dihadapkan dengan influenza. Jika itu terjadi, maka gejala yang aku alami akan beda dengan gejala influenza seperti biasanya”

“Bahkan aku tidak bisa berada ditempat yang dingin dan tempat yang panas, harus netral” tambah Taehyung. Hyerin pun hanya bisa mengangguk mengerti sembari menjilati es krimnya yang sudah mulai habis.

Lagi-lagi, hening panjang mendominasi keduanya. Sepertinya ini suasana yang cukup canggung untuk saling bercakap-cakap. Ditambah lagi keduanya tidak tahu harus mencari topik apa lagi untuk dijadikan bahan pembicaraan saat ini. Entahlah, mungkin beberapa menit kedepan lagi Hyerin dan Taehyung hanya akan larut dalam keheningan yang mereka ciptakan masing-masing.

“Itu…”

Namun, sebuah kata yang keluar dari bibir Taehyung langsung saja memecahkan segala keheningan yang sudah melanda sedaritadi. Tidak hanya itu, satu kata tersebut juga sukses membuat Hyerin mengarahkan pandangannya kearah lelaki itu. Dimatanya terdapat sorot penasaran dengan apa yang akan dikatakan Taehyung. Ah, lebih tepatnya menanti apa kata-kata yang akan dikatakan Taehyung.

Lelaki itu diam sejenak, mencoba memikirkan ulang setiap perkataan yang akan dikatakannya pada gadis disebelahnya itu. Karena jujur saja, apa yang akan dikatakannya beberapa detik kedepan adalah sesuatu yang gila. Sama gilanya dengan bayangan yang kini terputar didalam benaknya.

Sebelum berbicara, lelaki itu berdeham dan mengambil udara sebanyak-banyaknya.  Kedua obsidiannya ia arahkan menuju gadis bersurai cokelat yang duduk di ayunan sebelahnya. Sungguh, ia sudah berpikir bahwa ini akan jadi akhir baginya jika gadis itu tidak mengerti setiap kata per kata yang akan dikatakannya nanti. Karena memang perkataannya mungkin agak tidak waras dan terkesan ngawur.

“Hyerin-ah..” sebuah panggilan lembut yang disertai nada gugup itu memenuhi pendengaran Hyerin, membuat gadis itu terus saja memberikan tatapan tanda tanya pada lelaki yang barusan memanggilnya itu. Matanya terus menatap iris berwarna kecokelatan milik Taehyung. Seberapa lama ia menunggu, tetap saja tidak ada satu kata yang diucapkan Taehyung selama tiga puluh detik kemudian.

Namun, kali ini Taehyung sudah membulatkan tekadnya. Ia akan mengutarakan perasaannya, sekarang juga!

“Aku menyukaimu”

DEG!

M-Mwo?!” Kalimat sederhana itu cukup membuat Hyerin terkejut. Saking terkejutnya, ia bahkan tidak peduli lagi dengan es krimnya yang sudah terjatuh diatas tanah. Kedua obsidiannya menatap lekat lelaki yang juga sedang menatapnya sekarang. Meskipun awalnya ia tidak percaya, namun raut wajah serius Taehyung sudah menjelaskan semuanya bahwa lelaki itu sedang tidak bercanda sekarang. Rupanya apa yang dikatakan Taehyung saat lelaki itu menelponnya lalu adalah benar. Kim Taehyung menyukainya.

Melihat ada celah untuk menjelaskan perasaannya, Hyerin pun langsung angkat suara “S-sebenarnya… aku bingung untuk mengatakan apa lagi. Tapi…. tidakkah kau berpikir ini t-terlalu tiba-tiba?“ Ujar Hyerin dengan nada sedikit gugup. Bukan gugup karena ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Taehyung. Setiap wanita pasti akan gugup jika disuguhkan pernyataan seperti itu. Dan tentu saja Hyerin tidak ada maksud apa-apa dengan sikap gugupnya sekarang, karena sudah jelas ia hanya menyukai Hanbin, bukan Taehyung.

“Aku tidak memerlukan jawabanmu sekarang. Kau bisa memikirkannya nanti jika-“

“Tidak” satu kata itu memutuskan perkataan Taehyung. Hyerin menegaskan kata ‘tidak’ nya itu sehingga Taehyung mengerutkan alisnya tidak mengerti. Tidak mengerti dengan arti dari kata ‘tidak’ yang dikatakan Hyerin barusan.

Gadis itu memandang serius kearah Taehyung lalu bersuara “Aku harus meluruskan semuanya. Maaf, Taehyung. Aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padamu”

DEG!

Diam memang adalah pilihan terbaik saat ini. Tidak ada gunanya lagi Taehyung berkata-kata, karena hasilnya adalah ini dan itu sudah tetap, tidak bisa diubah-ubah lagi. Sia-sia saja semua keberanian yang dikumpulkannya tadi, seluruh rasa percaya dirinya telah ia kumpulkan demi menyatakan perasaannya itu tapi—

—akhirnya ia ditolak juga.

Hyerin yang merasa bersalah karena telah melukai perasaan Taehyung pun segera mengambil tindak dengan meminta maaf “Aku minta maaf”

Mendengar itu, Taehyung hanya menghembuskan nafasnya berat lalu tersenyum miring. Namun tidak ada satu katapun keluar dari bibirnya. Sudah dikatakannya tadi, diam memang adalah pilihan terbaik untuk saat ini.

Sampai akhirnya, Hyerin berdiri dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Taehyung. Padahal sebenarnya saat ini, untuk melangkahkan kakinya saja sudah sangat berat, mengingat dibelakangnya ada lelaki yang baru saja menyatakan perasaannya pada Hyerin sendiri. Mau bagaimana lagi? Tidak ada yang ingin dikatakan gadis itu sekarang, jadi ia pun melangkah pergi.

Namun, sebelum langkah tungkai gadis itu semakin menjauh, sebuah tangan mencegahnya untuk pergi lebih jauh lagi. Membuat gadis itu terpaksa berhenti dan dengan refleks membalikkan badannya menghadap Taehyung.

Air wajah Taehyung yang terpampang di penglihatan Hyerin benar-benar sudah tidak bisa ditebak lagi, tapi sudah pasti perasaan lelaki itu sudah hancur disaat Hyerin menolaknya tadi. Dan Hyerin merasa bersalah akan itu “M-maaf..”

“Jangan ucapkan kata ‘maaf’ lagi karena mendengar kau meminta maaf padaku, aku merasa seperti kau sedang mengasihaniku sekarang”

Setelah itu, Taehyung melepaskan genggamannya pada lengan Hyerin dengan sedikit kasar kemudian pergi melewati gadis itu. Meninggalkan Hyerin sendiri di taman itu. Membiarkan gadis itu berdiri disana bersama pantulan sinar matahari sore yang sudah hampir tenggelam.

***

“Dimana ini?”

Pertanyaan itu langsung keluar dari mulut Jungkook saat menyadari bahwa Hanbin menghentikan mobilnya disamping jalan seperti ini. Jalan yang berada disamping mereka adalah sebuah jalan yang cukup besar dan ada tikungan ke kanan disana. Tentu saja dengan membawanya kesini, sudah jelas rasa penasaran dan rasa curiga muncul di kepala Jungkook sekarang. Rasa penasaran kenapa Hanbin membawanya kesini, dan rasa curiga bahwa Hanbin akan melakukan yang tidak-tidak kepadanya….

…seperti mendorongnya kebawah jurang yang berada tepat disamping jalan itu, mungkin?

“Jungkook! Disini!”

Suara Hanbin membuat Jungkook berhenti mengedarkan pandangannya untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Lelaki itu pun berjalan kearah Hanbin yang terlihat sedang memperhatikan sesuatu disana, tepatnya disamping juramnya jurang yang dalam itu.

“Sebenarnya kenapa kau membawaku-“

“Kau ingat tempat ini?”

Pertanyaan singkat yang ditanyakan Hanbin membuat Jungkook mengerutkan alisnya tidak mengerti. Sudah jelas ini kali pertamanya ia kesini, kenapa Hanbin harus bertanya tentang itu?

Atau, apa sebelumnya Jungkook pernah kesini dengannya?

Belum Jungkook menjawab, Hanbin malah membalikkan dirinya dan menatap Jungkook yang berdiri dibelakangnya. Untung keadaan jalan sepi, jadi Jungkook bisa berdiri mendekati tengah jalan seperti sekarang. Hanbin menatapnya dengan tatapan sinis, dan Jungkook sudah bisa menangkap maksud dari tatapan itu.

Senyum yang sedaritadi ditunjukkan Hanbin sejak di ladang sampai tadi di mobil itu semuanya hilang seketika. Senyum itu hilang, bersamaan dengan datangnya sorot mata yang penuh kebencian. Dibalik tatapan sinis itu ada sebuah perasaan benci yang membuat Hanbin bisa saja mendorong Jungkook kebawah jurang sekarang juga.

Ingin sekali ia membunuh lelaki itu! Ingin sekali!

Namun apa daya, ia tidak diperbolehkan untuk membunuh seseorang seperti itu. Karena ia juga manusia yang tentu saja paham betul dengan apa itu hak asasi manusia. Ia tidak mungkin akan melakukan sesuatu yang keji seperti itu. Hanbin tidaklah seburuk itu.

Tugasnya disini hanyalah untuk membalaskan dendam. Dendam yang sudah sangat lama dipendamnya. Ia ingin Jungkook merasakan juga apa yang dirasakan orang itu dulu. Sudah cukup orang itu tersiksa. Hanbin tidak bisa diam saja melihat orang itu disiksa oleh sikap cuek dan dinginnya Jungkook. Namun semuanya juga hanya masa lalu. Hanbin hanya bertugas membalaskan dendam sekarang. Dendam yang sebenarnya tidak harus ada.

“Apa kau mengingat tempat ini…. Jeon Jungkook?” ulang Hanbin, kini dengan sorot mata kebenciannya ia berjalan mendekat kearah Jungkook

Langsung saja, Jungkook yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan Hanbin itu pun langsung merespon “Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak-“

“Apa kau mengingat Joo Hwayeon?”

DEG!

Jungkook terdiam. Alisnya mengerut, bersamaan dengan kedua obsidiannya yang sibuk memerhatikan wajah Hanbin yang terlihat puas setelah menanyakan pertanyaan itu. Senyum miring terpampang jelas diwajah Hanbin sekarang, sangat jelas sampai rasanya Jungkook ingin memukul lelaki itu sekarang juga.

Ia sudah meremehkan Jungkook.

Tapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan lagi.

“Apa kau mengingat Joo Hwayeon?”

Pertanyaan itu…. Joo Hwayeon… Sebenarnya siapa dia? Bahkan Jungkook tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Ada maksud apa Hanbin menanyakan hal itu pada Jungkook yang bahkan tidak tahu maksud dari pertanyaan Hanbin yang tiba-tiba itu.

Apa ini?

***

Di tempat lain, rumah keluarga Jeon…

CKLEK!

“Silahkan”

Presdir Jung dan Nyonya Jung berjalan masuk disaat nyonya Jeon mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah besar itu. Beberapa pelayan menyambut ramah kedatangan Presdir dan Nyonya Jung. Keduanya lalu di bawa ke ruang tamu dan duduk di sofa besar berwarna merah marun itu.

Presdir Jeon terlihat sudah menunggu disana dengan senyuman lebar —tidak seperti biasanya—. Tentu saja kedatangan orang tua dari menantunya itu mengharuskan beliau tersenyum palsu seperti sekarang, padahal aslinya Presdir Jeon tidak biasanya tersenyum seperti sekarang ini.

“Selamat datang, teman lamaku” sapa presdir Jeon yang kemudian diikuti oleh senyum ramah dari Tuan dan Nyonya Jung. Yang dimaksud teman lamanya disini adalah Tuan Jung —Jung Hyungjoon—, mereka telah berteman sejak bangku kedua sekolah menengah.

“Jadi, ada apa kau mengundang kami ke rumah secara tiba-tiba begini?” tanya Nyonya Jung pada presdir Jeon. Orang yang ditanya hanya tersenyum tipis kemudian berucap “Ada yang ingin kami bicarakan—”

“—mengenai Jungkook”

***

Keesokan harinya, di Pantai Hyeop-Jae…

“Waa! Yeey!”

Suara sorakan-sorakan dari para siswa terdengar sangat bersemangat. Acara ulang tahun Elioxe baru saja dimulai dua puluh menit lalu. Seperti biasa, acara ulang tahun sekolah itu selalu dimulai dengan pidato dari sang kepala sekolah yang baru saja sampai di Jeju kemarin malam.

Setelah pidato, para panitia mengarahkan seluruh siswa untuk mengambil sebuah kertas dari wadah yang telah disediakan. Seluruh isi kertas dalam wadah itu berisi nama-nama hewan, seperti domba, dan sebagainya. Orang yang memiliki kertas yang isinya sama harus menjadi satu tim. Dan entah itu takdir atau kebetulan, Jungkook mengambil kertas yang isinya ‘harimau’, yang berarti ia harus berpasangan dengan Hyerin karena gadis itu juga mendapat kertas yang tertulis ‘harimau’ didalamnya.

Memang, hari yang sial bagi Jungkook. Ah tidak, bagi keduanya.

Dan kali ini mereka sudah pada lomba yang kedua, sebelumnya yaitu lomba pertama adalah ‘kucing dan tikus’ yang dimenangkan oleh tim dari kelas 1-4. Kali ini, lomba kedua adalah lomba ‘renang cepat’. Berhubung lombanya diadakan dipinggir pantai seperti ini, jadi tentu saja lomba berenang pasti ada. Kali ini, tim harimau —Jungkook dan Hyerin— akan melawan tim kucing —Yoongi dan Hyejin—.

“Wah, suatu kebetulan sekali kalian menjadi pasangan seperti ini. Melihat kalian berdua aku jadi langsung ingin menyimpulkan bahwa ini bukan peperangan antar tim, tapi peperangan antar anggota tim” sahut Jin yang diikuti oleh tawanya saat melihat Yoongi dengan Hyejin yang sedang berdiskusi tentang strategi mereka nantinya.

Benar juga, Yoongi dan Hyejin adalah mantan sepasang kekasih yang sampai sekarang belum bisa berhenti untuk membenci satu sama lain.

Diskusi yang dibuat oleh Yoongi dan Hyejin yang tadinya baik-baik saja kini hancur karena gelakan tawa dari seorang lelaki berbahu lebar diseberang sana. Yoongi pun hanya memberikan sebuah tatapan mematikan kepada teman satu gengnya itu “Aku akan membunuhmu nanti, tunggu saja”

Berhubung ini adalah lomba renang cepat, jadi kedua tim —tim harimau dan tim kucing— diberi peraturan yaitu hanya menggunakan anggota lelaki, sedangkan anggota perempuan hanya menonton atau memberi semangat. Jadi, yang maju untuk lomba kali ini adalah Yoongi dari tim Kucing dan Jungkook dari tim Harimau.

“Baik, dengar! Lomba kali ini adalah renang cepat. Siapa dari antara kalian berdua yang bisa mengambil kembali bendera yang sudah ditancapkan diatas pelampung disana, dialah pemenangnya. Jarak dari sini ke pelampung itu adalah lima meter. Jika ada yang keberatan dari kalian berdua, silahkan angkat tangan” Jelas guru Hyun. Jungkook dan Yoongi hanya mengangguk mengerti tanpa mengangkat tangan mereka, karena keduanya sanggup untuk membawa kemenangan tim mereka dalam lomba ini.

Sebelum memulai berjalan masuk ke air, kedua tim melakukan gerakan penyemangat dengan menyoraki ‘fighting’. Setelah itu, guru Hyun pun segera mengarahkan peluitnya.

“Siap…. MULAI!”

PRIITT!

Dengan bunyi peluit itu, sorakan-sorakan dari para siswa mulai membara, begitu pula Hyerin dan Hyejin. Kedua gadis itu menyoraki anggota tim mereka masing-masing. Suasana saat itu benar-benar menegangkan karena Jungkook dan Yoongi berada di garis yang sama. Kalau begini, bisa-bisa hasil yang akan didapatkan adalah seri.

“JUNGKOOK! JEON JUNGKOOK!” teriakan dari Hyerin terdengar yang paling keras diantara seluruh siswa. Buktinya Jungkook dapat mendengar jelas suara Hyerin menyoraki namanya. Dengan sorakan Hyerin itu, seluruh siswa juga jadi ikut bersorak nama Jungkook.

“JEON JUNGKOOK! JEON JUNGKOOK!”

Sorakan-sorakan itu semakin heboh disaat Jungkook sudah melewati Yoongi dan menggapai bendera yang ada pada pelampung itu. Kecepatan renang Jungkook kini meningkat. Lelaki itu bahkan sudah berenang balik untuk kembali ke daerah pantai.

SREET!

Namun, gerakan cepat dari tangan Yoongi langsung saja membuka bendera itu terlepas dari genggaman Jungkook. Sontak, Jungkook menghentikan renangnya dan mengusap wajahnya pelan “Apa yang..?!” Seru Jungkook tidak terima dengan nada marah saat Yoongi merampas bendera itu darinya. Dilihatnya Yoongi sudah berenang jauh darinya sekarang. Sorakan-sorakan namanya tadi kini hilang dan digantikan dengan sorakan nama Yoongi. Dan itu membuat kecepatan berenangnya Jungkook menurun. Lelaki itu hanya berenang bebas menuju daerah pantai.

“MIN YOONGI! KAU BISA! YOONGI-YA~”

Dan kali ini, sorakan Hyejin lah yang paling keras.

“WHOA!! YOONGI HEBAT! DIA BENAR-BENAR DAEBAK!” Seru setiap siswa saat melihat Yoongi keluar dari air dengan senyum diwajahnya, sementara tangan kanannya memegang erat sebuah bendera yang tertulis ‘Pemenang’.

“Pemenangnya adalah…. Min Yoongi dari kelas 2-3!! Beri tepuk tangan untuknya!!” Setelah mengatakan itu, guru Hyun pun memberikan sebungkus hadiah pada Yoongi dan Hyejin.

“Yeeay!!” Hyejin terlihat sangat senang. Gadis itu meloncat-loncat tidak karuan diatas pasir putih pantai ini. Saking senangnya, sampai-sampai ia memeluk lelaki yang baru saja keluar dari air itu. Dan Jin pun mulai beraksi untuk mengolok-ngolok kedua sejoli itu.

Sedangkan Jungkook, keluar dengan wajah tidak terima. Sudah begitu, ditambah dengan Hyerin yang marah-marah lagi.

“Apa saja yang kau lakukan tadi? Dia sudah jelas-jelas mau mengambil  bendera mu tapi kau hanya diam saja?! Huh?!!”

“Berisik!” respon Jungkook cepat. Namun gadis itu tak henti-henti nya bersuara. Membuat Jungkook kesal sendiri karenanya.

“Tadi itu kau hampir saja menang! Kenapa kau tidak berenang dengan baik? Apa kau tidak tahu berenang? Kalau begitu kenapa tidak aku saja yang menggantikanmu tadi. Cih-“

Hyerin yang terus mengoceh dibawah teriknya matahari itu hanya didiamkan oleh Jungkook. Lelaki itu malah tidak peduli dengan adanya Hyerin disaat ia mengganti bajunya dengan baju yang kering. Dan Hyerin pun tidak terlalu peduli dengan itu, malah sibuk mengoceh ini itu karena kekalahan mereka.

“Kau ini payah! Benar-benar payah! Padahal aku sudah menginginkan hadiah itu tadi-“

“Kalau begitu, kenapa tidak kau tunjukkan saja kehebatanmu dalam berenang sekarang?”

Perkataan Jungkook membuat Hyerin diam seketika. Melihat wajah Jungkook yang terlihat seperti menantang membuatnya juga ikut memasang wajah sombongnya. Setelah beberapa detik diam sebentar untuk meneguk ludahnya, Hyerin pun dengan mantapnya mengangguk “Baiklah! Akan kutunjukkan padamu bagaimana itu berenang yang sebenarnya!!”

Dengan penuh kepercayaan diri yang sangat, Hyerin berjalan masuk kedalam air. Sedangkan Jungkook tidak peduli dengan itu, karena tidak mungkin seorang gadis sepertinya akan melakukan hal itu dan menganggap serius perkataannya. Ia malah berbalik dan mengambil ranselnya kemudian meraih sesuatu didalamnya. Sebuah botol minuman. Lelaki itu kemudian membuka botol itu dan meminumnya.

Pandangannya kini ia arahkan ke hotel yang berada tidak jauh dari pantai ini. Hotel itu terlihat jelas dari sini, walaupun sebenarnya beberapa kamar tertutup dengan adanya pohon-pohon besar disana. Salah satunya kamar yang ditempati Sujeong, atau ‘ruang kesehatan’.

Kini ia beralih pada suara ribut-ribut disebelah kanannya. Disanalah seluruh siswa berkumpul—Oh! Rupanya ada permainan bola voli sekarang. Jungkook terlihat tertarik.

Namun sebelum itu, ia mengedarkan pandangannya kearah laut.

“JUNG HYERIN!” Serunya saat melihat air di laut itu sudah datar, tidak ada lagi tanda-tanda bahwa ada orang disana. Wajah Jungkook berubah pucat. Ia tidak bisa berpikir jernih lagi. Yang ada pada pikirannya sekarang adalah—

—Hyerin telah tenggelam dan dia harus segera menolong gadis itu, sekarang!

DRAP DRAP DRAP!!

BYUR!

Jungkook langsung melompat begitu ia sampai di kedalaman yang sepertinya sudah cukup untuk menyelam disana. Ia pun menerawang didalam laut, dan yang benar saja, Jung Hyerin melayang bebas di air sekarang. Dengan kedua mata yang tertutup, dan hidungnya yang sudah tidak lagi mengeluarkan gelembung udara, sudah membuktikan bahwa gadis itu telah berada dalam posisi seperti ini semenit yang lalu.

Langsung saja, Jungkook berenang mendekati tubuh gadis itu dan mengangkatnya keatas. Dengan seluruh tenaganya yang tersisa sekarang, ia harus menyelamatkan gadis itu. Sebab dirinyalah yang menjadikan Hyerin sampai tenggelam seperti sekarang.

Kumohon..Aku tidak ingin kejadian seperti dulu terjadi lagi…

 

-To Be Continue-

 

YASS!!! AKHIRNYA!!! *Nyanyi* /nyanyi apa yeth? :3/

Astaga Jungkook! Kenapa kamu tenggelamkan Hyerin ke laut nak??! Kenapa kamu gak tenggelamkan aja aku kedalam cintamu. Caelahhh, cocwitt :v

Okeyy, pertama-tama, aku mau ngasih tau aja, aku minjem Hyejin OhMyGirl yaa~ entah kenapa suka sama visualnya dari awal. Kek imut” getooh buat dijadiin mantan nya Yoongi :v Ohya, bedain Hyerin sama Hyejin yaa, aku takut kalian malah bingung nanti sama dua nama yang hampir mirip itu 😀

Trus, aku mau ngucapin makasih banget kepada para pembaca yang sudah setia mengikuti ff ini sampai ke chapter 7a ini. Dan juga, terima kasih banyak kepada para admin yang udah publish-in ff gaje ini. Aku terhura :3

Q: Loh? Udah ngucapin makasih” aja. Udah mau end yak? Hahaa.. Iyaa :’)

Ya gak lah!! Ini belum selese konfliknya masa udah main end aja. Ga seru tau! /bhak/

Okey gitu aja. Khusus chapt ini aku cuma mau bilang makasih” aja buat kalian semua :*

Emm, apa lagi yak? Ah udah ah, gitu aja. Babayyy~

Special thanks to my beloved friend, Aisyah/Songhee-ssi :** mksi udah ikut dalam pembuatan ff ini~~

Next Chapter:

“Jadi, sekarang kau menangis?”

“Dia bahkan sudah tidak ada lagi di dunia ini”

“Alasan kami membicarakan hal ini dengan kalian yaitu—”

“—untuk memohon pada kalian agar menjaga rahasia ini dari Jungkook.”

Daebak! Ini benar-benar luar biasa!”

Heol! Jeon Jungkook melakukan hal itu? Yang benar saja!”

“Apa benar gadis itu telah meninggal?”

“Aku… tidak tahu”

Mwo?!! Jadi kau membohongi Jungkook… dan aku?

“J-jungkook…”

“Sebentar, hanya sebentar saja”

“Aku hanya perlu waktu sebentar. Ini terlalu menyiksaku”

 

Trapped in a Marriage: Chapter 7b

 

Advertisements

46 thoughts on “[BTS FF Freelance] Trapped in a Marriage – Chapter 7a

  1. Kayanya jungkook punya hubungan masa lalu sama hanbin. Mungkin hwayong itu cewa masa lalunya jungkook pas waktu kecil, waktu jungkook sama ibu kandung nya. Kayanya sih iyaa. Berharapnya jungkook sama hyerin gak disuruh bercerai sama orang tua nya.

    Like

  2. Kyaaa !! Mau ikutan nyebur ke laut bareng sama jungkook dan yoongi oppa !!!
    Please thor , ini otak udah ga bisa lagi nebak-nebak misteri pada diri jungkook.

    Like

  3. Nah loh , baru ada paket jd ketinggaln 😂 tp knpa blm di up date lg ini ff say ?? buruan dong lanjut nya , eh eh buat momen roman dong hanbin dan hyerin, nth npa lebih nge feel sma duo H ini 😁 trus nnt jungkook suka sma hyerin nya dan jungkook gx suka lg sma sujeong sujeong itu , n saat jungkook uda suka sma hyerin , hyerin nya uda sma hanbin, biar jungkook tau rasa sakit hati 😂😂 *apasih ini kok jd ngatur author joohwanhee nya , say keep writing ya , lanjut dong gx sabar liat duo H , *eh apa ini ?

    Liked by 1 person

  4. perkenalkan min, pembaca baru ff ini hehe🙌. ff ini bagus bgt, keren bgt, bikin aku senyum2 sendiri:3 jangan cepet2 end min, terlalu cepet klo udh mau end:( baru 7 chap, ditunda sampe 20 (?) hehe. yaa.. tbh, aku jg termasuk ikonic, buat aku pribadi sih ya ‘hanbin terlalu baik buat jadi jahat’ (?) 😂😂 tpi krna alurnya bagus pke bgt (maaf alay😂) jdi tetep keren👍👍
    di next ya min, fighting!

    Liked by 1 person

  5. ih keren aku penasaran sama jungkook dan hanbin, sebenernya cewek itu udah mati apa belum sih atau cewek yang bicara sama hanbin saaat di telpon itu yang dimaksud ayahnya jungkok trus gimana nasip percintaan jungkook dan instrinya ? apakah mereka suatu saat jatuh cinta, tp kok sampai ep 7a jungkook kok belum jatuh cinta ya sama istrinya. thor kapan nih di upload lanjutanya ?? udah gak sabar nih

    Liked by 1 person

  6. woaahhh….👏🏻👏🏻👏🏻 ,gak nyesel deh nungguin nih ff berminggu” untuk di update,gak mengecewakan ceritanya, fighting author 💪 , intinya luv banget dah ama ni ff 💞

    Liked by 1 person

  7. Woahhh !! Kalo ada versi cetak nya nih udah d beli trus di lahap abis .
    ,bikin readers penasaran
    .. Intinya mah favorit lah ini ^^
    .jjang jjang jjang ..next juseyo .hoho
    .oiya btw ,karya author~nim yg lain ada ga ?yg udh rilis ato publish .hehe

    Liked by 1 person

  8. MAAFYA BRU KOMEN DI CHAOTER INI 😳

    Aaaahh kupikir yg meluk Jungkook loll rupanyaaaa Hanbinnn omooo 😍 Aaaaaa thoorrrrr jan lama” ya next chapternyaaa ku ga sabarrr ><

    Liked by 1 person

  9. Apasih yg sebenarnya diketahui hanbin tentang masa lalu jungkook ???
    apa mungkin dulu hanbin suka ama cwex masa lalu jungkook dan sekarang mau ngerebut hyeri buat balas dendam ???

    Liked by 1 person

  10. JANGAN BURU2 UDAHAN DULU PLZZZZZZ TAEHYUNG SUJEONG MOMENT NYA BLM BIKIN PUASSS BELUM BIKIN HATI INI DAGDIGDUG SER AUTHOR-NIM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11 /NGAMUK CANTIK/
    GAK MAU TAU INTINYA DI CHAPTER2 BERIKUTNYA KUDU HARUS INI MAH TAEHYUNG HARUS SAMA SUJEONG DAN MOMENTNYA HRS ADAAA DAN BIKIN DAGDIGDUG SER. SUKA BGT NIH SAMA MEREKAAAAAAA~

    ok maafkan komen ku yg gak nyelow. btw annyeong aku silent reader dari chapter 1 dan baru berani muncul sekarang karna aku grgtzzz sama taehyung sujeong yg minta di emes emess. pokoknya lopyuu lah buat author-nim. ff nya keren sangatzzzz. FIGHTING BUAT MELANJUTKAN FF NYA. AKU PADAMUUUU

    ok sekian. maapkan aku yg gajelas ini. *PYONGGGGG*

    Liked by 1 person

  11. Thor req dong moment jungkook sama hyerinnya banyakin lagi , tambahin moment romantis gituu… aku suka jungkook mulai care sama hyerinnya !! >.< dugaan ku bener hanbin yg meluk ! Pengennya sih …jungkook xD fighting thor !!

    Liked by 1 person

  12. Akhirnyaaaa😍😍😍 aku udh nunggu ini dari lama thor ! Ceritanya makin seru !!! Team jungkookhyerin AWWW, thor jangan lama2 ya next chapt nyaaa T…T , fighting !!

    Liked by 1 person

  13. Hahahaa gelagat gelagatnya sih nih ff bakalan END pas di part 8 atau 9..
    Soalnya bahasanya udh masuk pra-endding.
    Dipart ini saya sudah ada sedikit pencerahan mengenai posisi hanbin seperti apa dan bagaimana

    Liked by 1 person

  14. Annyeong kenalin gua rider baru disini tapi dlu gua udh baca chap1-3nya cuma blum sempet komen hehe .dan gua udh nunggu chap selanjutnya tpi kok kaga ada sampe lupa judulnya ehh kemarin nemuin ff ini lagi haha ceritany mkin seru tor i like like like .duh penasaran deh sma chapter brikutnya… semangat tor.. 😍👍✊

    Liked by 1 person

  15. Min cepet update lagi bolak balik blog ini cuma pengen lihat ada trapped in a marriage ini dan ternyata update juga, untuk selanjutnya jangan lama ya min buat moment romance jungkook sama hyerinnya min oke chayo 🙆

    Liked by 1 person

  16. yaakk,ku kira yang meluk tadi jungkook ternyata bukan.si hanbin itu siapa sih ?? q penasaran.q mau ada moment jungkook sama hyerin yang romantis gitu.kapan ya????
    ok q tunggu chapter berikutnya..SEMANGAT

    Liked by 1 person

  17. Nah loh @_@
    Aku kira yg meluk Hyerin itu si Kookie eh taunya Hanbin 😀
    Banyakin lagi moment Jungkook sama Hyerin nya thor,bikin greget tauk 🙂
    Next chap jgn lama-lama oke 😉

    Liked by 1 person

  18. Aku pengen banyak komen 😀
    Pertama, aku kok berharap jungkook yang meluk hyerin di bandara ya?
    Trus, aku juga berharap end-nya hyerin kopelan ama jungkook /habis kiyut sih mereka-_-
    Hua hua hua kimtae ditolak:( /bang, dia dh punya suami bang
    Rasanya udah setahon nggak baca ini ff /alai
    aku penasaran sama rahasia yang dibicarain ayahnya jungkook sama orangtuanya hyerin:3
    wkwkwk lanjutkan thor:D

    Liked by 1 person

  19. Wahh penasaran sm masa lalunya hanbin dan jungkook. Ciee jungkook mulai perhatian nih yee sm hyerin! Keren author ffnya! Ditunggu next chapternya.

    Liked by 1 person

  20. LOL spekulasiku sering salah deh, ternyata yang meluk Hyerin itu Hanbin-_-
    Sebetulnya masa lalu Jungkook apa sih?
    Dan yang ngerekam pembicaraan Yoongi dan Jin itu cewe yang kerja sama bareng Hanbin buat ngehancurin Jungkook ya?
    Terus di preview, apa yang ga boleh dikasih tau ke Jungkook?
    Btw, bagus juga loh Taehyung udah nyatain perasaan dan ditolak sama Hyerin, jadi mungkin aja Taehyung udah bisa perlahan ngehilangin perasaannya dan move on ke yang lain /uhuk
    Hmm, di ending, Jungkook ga mau kejadian yang dulu terulang lagi itu apa?

    Ah, makin bikin kepo banget nih><
    Ditunggu ya kelanjutannya XD

    P.s Yakin deh, dikelanjutannya nanti ada kejutan lagi yang ga bakal kuduga._. Wkwk

    Liked by 1 person

  21. Jungkook, Taehyung & Hanbin widih enak bgt hidup Hyerin tapi sayang dia salah orang… Jungkook knp sih kadang2 bikin sayang bgt sama dia tp abis tu minta dibejek-bejek dia. Taehyung sabar yaaaaa.

    Liked by 1 person

  22. Preview nya gregettss…
    Mnurut aku, klo brdasarkan previewnya sih si hyerin bkal koma atau mngkin mati?! Trus jungkook dituduh sbg pembunuh nya hyerin, nahh tpi sbnrnya hyerin ga mati dan trnyata lg dsmbunyiin sma hanbin (lah? In kok jade ngawr critanya?)
    Tapi klo udh kyak opiniku di atas, in bkal jd ff mystery-action dong?
    Ahh gatau ah,,,trsrah authornya aj lahh

    Duh duhhh, butuh 7b skrg jg!!! 😂😂

    Liked by 1 person

  23. Daebak, akhirnya Jungkook ga cuek cuek amat ama Hyerin. :v Semoga chapt selanjutnya jangan ada yg meninggal :v Gatega ntar jungkook ma sp? Jan sm sujeong pls. #SekianCurhatanPacarJungkook #ApaDah Daebak chapt ini greget thor

    Liked by 1 person

  24. Wahh … Ceritanya makin bagus, emang apa yang telah dilakuin jungkook sampe ngebuat hanbin dendam sama dia?
    terus keadaanya hyerin gimana ya?Makin penasaran SEMANGAT BUAT LANJUT..

    Liked by 1 person

  25. Wahh … Ceritanya makin bagus, emang apa yang telah dilakuin jungkook sampe hanbin dendam?
    terus keadaanya hyerin gimana ya?Makin penasaran SEMANGAT BUAT LANJUT..

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s