[What is Your Color?] I’m Just Different – Ficlet

sunset,tree,wallpaper-e7503b5126a8768a5d4a9610c8e3df32_h

I’m Just Different

by.nisrinadc

Cast

[BTS] Park Jimin | [OC] Park Hani | [BTS] Kim Taehyung

Genre

Friendship

Length

Ficlet

Rating

PG-15

 

Disclaimer

FF ini murni dari otak saya, dan castnya murni milik Tuhan Yang Maha Esa. Saya membuat FF ini hanya untuk kepentingan saya pribadi dan bukan untuk merusak atau menjelekkan karakter asli para cast…

Summary

Jika aku berbeda bukan berarti aku tak memiliki kelebihan apapun…

 

Story Begin

 

Warna biru muda terpapar jelas di langit. Bersama dengan awan dan matahari yang menemaninya. Kali ini cuaca sangatlah bersahabat, dan terciptalah kesejukkan yang menenangkan jiwa. Pemandangan hijaunya pohon – pohon sukses membuat seorang lelaki tetap bertahan dengan berbaring di atas rerumputan. Ditambah dengan keadaan kota Seoul yang terlihat dari ketinggian.

Dari parasnya yang terlihat kalut, tentu dapat ditebak jika ia sedang dalam masalah. Tidaklah salah memang, jika lelaki itu memlih tempat seperti ini. Namun permasalahannya, apa yang sebenarnya terjadi dengannya ?

Secarik kertas yang sedang dilihat lelaki tersebut, mungkin adalah seuntai jawabannya. Matanya terpejam dengan bibir yang ia gigit untuk menahan sesuatu. Sesuatu yang jika keluar akan mengganggu penghuni bukit.

 

“hey, Jimin.. sedang apa kau disini ?”

 

Seorang gadis yang diikuti seorang pria berjalan menuju seseorang yang di panggil Jimin. Sedang yang dipanggil hanya melirikkan matanya sekilas. Kedua teman yang menghampirinya menepuk pundak Jimin sebagai tanda keakraban.

 

“taehyung, hani, apa yang membawamu kemari ?”

 

Hei, memangnya kenapa jika seorang sahabat menghampirinya ? mereka berdua adalah sahabtmu Jimin.

 

“tadi aku melihatmu menghilang lebih cepat dari biasanya, apa ada masalah Jim ?” Jimin tak bergeming dengan pertanyaan dari Taehyung. Tetapi pada saat Hani membuka mulutnya, Jimin menoleh.

 

“apa karena nilai tadi ?”

 

Jimin sedikit heran dengan Hani yang mengerti jalan pikirannya. Memang apa salahnya ?

 

“astaga, hanya karena nilai ulangan tadi sifatmu berubah dengan cepat..” Taehyung kini mengerti perubahan sikap Jimin.

 

“kalian tidak tau apa yang terjadi jika nilai ulangku sangatlah jelek” tidak terima dipojokkan oleh sahabatnya, Jimin memilih membuka mulut dan bangkit.

 

“ibumu akan marah bukan ?” Hani mengangguk setuju dengan pertanyaan Taehyung.

 

Jimin hanya memalingkan wajahnya tak ingin bersuara lagi. Karena sejatinya perkataan Taehyung memanglah benar. Ibunya Jimin akan murka jika anaknya mendapatkan nilai yang sangat jelek. Lihatlah, adiknya saja selalu mendapat peringkat satu sedangkan Jimin –yang notabennya kakak– jarang sekali mendapat peringkat satu, begitulah pikir Ibunya Jimin.

 

“aku yakin ibumu salah mengerti dirimu Jim”

 

“kau tak selamanya bodoh” Hani melanjutkan perkataan Taehyung.

 

Saat ini yang Jimin butuhkan adalah dukungan, dari siapapun. Entah itu orang tuanya, atau para sahabatnya atau perlu keduanya. Dilihatnya kertas ulangan yang masih halus tanpa kerutan. Tertera sekali nilai ada di kertas yaitu C dengan tinta merah yang mencolok.

 

…. tak adakah kelebihan yang aku miliki? Mengapa Ibu selalu marah padaku?….

 

      Hani dan Taehyung bangkit menghampirinya Jimin yang sedang menunduk memikirkan sesuatu. Mereka merangkul Jimin dengan hangat layaknya seorang sahabat yang saling menyayangi.

 

“aku sangat yakin jika suatu saat nanti kau akan memiliki kelebihan yang bahkan mungkin orang – orang terkenal disana kalah denganmu” suara lembut Hani makin membuat Jimin tenang dan merasakan dukungan yang sepantasnya ia miliki.

 

“terimakasih semua, meskipun hatiku sendiri bahkan tak yakin tapi kalian yakin dengan diriku dan menyemangatiku”

 

Seulas senyum terpancar dari wajah putihnya yang terkenal cahaya jingga matahari yang akan pergi menerangi bagian bumi yang lain. Taehyung menatap sahabatnya ini salut, ia bersyukur memliki sahabat seperti Jimin.

 

“semua orang memiliki kelebihan dan kekuarangan Jim” ujar Taehyung di sela – sela hening karena ketiga sahabat itu sedang memandang matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.

 

      ….sungguh aku tak yakin dengan mereka berdua, aku hanya merasa diriku berbeda dari semua orang, akankah perkataan Hani dan Taehyung dapat ku percayai ? selepas itu, aku sangat berterimakasih kepada mereka.. aku tak akan pernah melupakan kalian meski akan ada perpisahan di ujung….

 

–THE END–

 

 

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s