[What is Your Color?] Let me Switch your Mind – One Shoot

57cc8efe69a68f285415d4cdff4fc95f

 

[ What is Your Colour ? ] Let Me Switch Your Mind – One Shoot

Author:Maendeurami/Genre:Sad/Length:One Shoot/Rating:PG-15.

Cast : Jeon Jung Kook,Kang Areum [ OC ]

Disclaimer : Yang Author punya di fic ini Cuma plot sama OC-nya,maaf jika banyak salah dan typo^^

Summary   : “Ia berkata padaku,disaat kita sedih,kita menutup mata kita dari segala cahaya.Memejamkan mata erat-erat dan menolak segala unsur dunia yang terang ini,terus menyelami kegelapan itu sehingga yang kita lihat hanyalah warna merah,warna sesungguhnya dari kepedihan itu sendiri”

####

Langit bersepuh sepia menyingkirkan terangnya langit,menutup hangatnya mentari,menghantarkan sejuk yang menembus tulang hingga ke sel terkecil gadis yang meringkuk itu.Dieratkannya mantel yang menutup seluruh tubuhnya,meredupkan hatinya yang terasa mati.Air matanya tak terbendung,hujan bahkan sudah menurunkan tetes-tetesnya kebumi.Membisikkan dengan jelas ketelinga gadis itu,memberitahukan bahwa bumipun mengizinkannya untuk menangis sekarang.

Sungguh tak ada yang perlu diingatnya,tak ada juga yang perlu dikenangnya.Peristiwa 30 menit lalu yang merenggut nyawa kedua orangtuanya masih tepat berada dihadapannya,mobil maut yang membawanya juga masih bisa dilihatnya,meninggalkan serpih dan luka dalam menyakitkan,mobil itu hancur bersama perasaannya. Inderanya bahkan masih bisa mendengar,bahwa ambulan yang membawa kedua orang tuanya itu belum pergi jauh.

####

Lagi – lagi langkahnya menuntunnya ke sini.Sebuah rumah sakit yang rutin ia kunjungi sejak tiga bulan yang lalu.Dimana setiap sore Jungkook meluangkan waktu sibuknya untuk membawa sebuket besar Bunga Krisan putih dengan pita cantik bewarna pastel.Mengunjungi orang spesial?entahlah,Jungkook juga tidak tahu.

Langkahnya terhenti didepan sebuah kamar yang ia sudah hapal benar,kamar yang begitu sunyi di sudut koridor.Kamar yang bahkan penghuninya tidak pernah bersuara,kamar yang seperti tak ditinggali.

“Nona Kang…”

Pintu putih itu berderit ketika ia buka.Perlahan ia masuk,mendongakkan kepalanya untuk melihat seisi kamar yang luas itu.Biasanya,gadis itu akan berbaring membaca buku atau hanya duduk didekat jendela saat ia datang.Tak pernah ada respon yang didapat Jungkook dari gadis itu memang,tapi setidaknya ia bersyukur,gadis itu masih mengakui keberadaannya dengan tidak tidur.

Jungkook berhenti,menjatuhkan dirinya disebuah sofa single yang selalu ia duduki.Mungkin gadis itu ditoilet,pikirnya.Jungkook mengambil vas bunga samping tempat tidur lalu mengganti bunganya dengan bunga baru yang ia bawa lalu meletakkanya kembali.Jungkook menatap dalam pada meja nakas disamping tempat tidur,surat itu masih disana.Pikirannya melayang pada peristiwa tiga bulan lalu.Peristiwa tragis yang menewaskan sepasang suami-istri,peristiwa yang membuat gadis itu begitu menderita,peristiwa yang kasusnya sudah ia tangani selama tiga bulan ini tanpa titik terang.3 menit…5 menit….hanya angin yang menemani kedatangan Jungkook disini.Diedarkannya pandangan kesekeliling.Mengapa gadis itu belum muncul juga?

“Areum kau disini?”

 

 

 

 

Jungkook menghampiri pintu toilet berwarna turqois itu,tak ada bunyi air,tak ada pakaian kotor di keranjang juga.Dibukanya pintu itu,seketika peristiwa tiga hari lalu terngiang dikepalanya.Ia masih ingat untuk menyimpan tali,cutter atau barang tajam apapun dari kamar ini,ia menyimpannya.Tubuhnya bergerak gelisah,entah kenapa firasatnya membawanya pada sesuatu yang buruk.

Srekk…..!!

Gadis itu tidak disana,tidak dibalik tirai ini pun.Hanya ada tumpahan cairan infus dan selang….yang terbuka.

“Aish!!”

Jungkook mengepalkan tangannya.Pikirannya mulai kacau,jantungnya berdetak cepat sementara ia tidak tau kemana perginya gadis itu.Secepat kilat ia berlari keluar,memacu kaki dan otaknya untuk mencari keberadaan gadis itu.Ia mencari keseluruh sudut rumah sakit,namun hasilnya nihil,objek yang dicarinya tidak disana.Jungkook memijit pelipisnya kesal,langkahnya mulai tertatih dan nafasnya terengah-engah,rumah sakit ini terlalu besar.

“Aish!!!Gedung ini terlalu tinggi lalu kemana gadis itu pergi,apa yang bisa ia lakukan dengan tubuh yang sakit itu…apa yang…apa yang bisa dilakukan olehnya….digedung yang tinggi ini”

Jungkook terkesiap,pikirannya mulai membayangkan sesuatu yang fatal.Atap!!Jungkook membuang segala lelah yang dirasakannya,sedikit saja ia terlambat,seseorang akan pergi lagi dan Jungkook tidak mau itu terjadi.

Tap…Tap…Tap..Brukkk!!

Pintu itu dibuka dengan keras.Jungkook membulatkan matanya,Areum memang disana.

“Kang Areum!!”

Gadis itu berdiri diatas pagar pembatas,rambutnya berantakan dan bajunya nampak lusuh ditiup angin.Ia tak menoleh sedikitpun.

“Kang Areum apa yang kau lakukan!!Gedung ini setinggi 30 meter dan aku pastikan kau tidak akan selamat.Jadi kumohon turunlah!!”

“…….”

“Kang Areum kumohon turunlah!!”

Jungkook menelan salivanya,gadis itu benar-benar dalam bahaya. Jungkook memutuskan untuk memanjat pagar itu,sedikit kesulitan karena angin yang sangat kencang.

Dap…

Jungkook langsung mendekap tangan Areum yang begitu dingin.Netranya dapat melihat,bahwa gadis ini bergegar dan wajahnya sangat pucat.Mobil-mobil yang berlalu lalang dibawah sangat padat,Jungkook bisa pastikan ia dan gadis ini akan mati jika lebih lama.

“Turun atau kau mati bersamaku”

“Mati saja”

“Kang Areum dengarkan aku!!”

 

 

 

 

Gadis itu mendongak,menatap tepat pada mata Jungkook.Menatap dengan tajam dan dingin.

“Lepaskan aku…Kubilang lepaskan aku!!”

“Kang Areum tenanglah!!”

“Kau pikir siapa kau?Kau..bukankah kau hanya seorang detektif yang hanya ingin mendapatkan kesaksianku atas kasus kedua orang tuaku…kau hanya seseorang yang menginginkan keutungan terlebih lagi kau memintaku untuk mengungkit kejadian itu…Memangnya apa perdulimu padaku!!Apa yang kau tau tentang hidupku!!”

“Kang Areum tenanglah!!Yang kau lakukan ini tidak beralasan!!”

“Apa?Apa yang kau katakan itu hah!!Kau bilang yang kulakukan ini tidak beralasan?HEI DETEKTIF JEON!!kedua orang tuaku mati..KEDUANYA!!!Aku menjadi yatim piatu,hidupku berantakan dan aku tidak punya harapan lagi lalu kau bilang aku tak punya alasan untuk melalukan ini?Detektif Jeon ketahuilah!!AKU PUNYA LEBIH DARI BANYAK ALASAN UNTUK MELAKUKAN INI SEMUA!!!”

“Tapi kau tak punya cukup alasan untuk berlarut didalamnya….”

Hening…..

Keringat dingin membasahi sekujur tubuh Areum,pupil matanya mengecil dengan pandangan kosong dan nafasnya tercekat.Tubuhnya lemas dalam dekapan Jungkook.

Jungkook membawa gadis itu turun,ia terduduk di lantai seketika sampai dibawah.

“Bagaimana…bagaimana kau bisa mengatakan itu semua…”lirih gadis itu pelan.

Jungkook melepas jas yang dikenakannya,menyelimuti bahu gadis yang bergetar itu.Ia menatap wajah gadis yang menunduk itu.Senyum terpatri diwajah lelahnya.

“Mungkin,boleh dibilang aku punya kisah yang hampir sama denganmu”

Jungkook memulai ceritanya.

“Dulu,saat aku di sekolah tinggi…ehm,mungkin lebih muda dari umurmu sekarang.Aku dan kedua orang tuaku merencanakan sebuah liburan,kami naik pesawat saat itu.Waktu itu aku tak pernah menyangka,suasana yang menyenangkan itu seketika berubah suram saat ditengah-tengah perjalanan pesawat kami memasuki badai.Singkatnya,pesawat jatuh dan kedua orangtuaku dinyatakan korban dengan jasad yang tidak ditemukan sama sekali sedangkan aku selamat.Aku begitu tak terarah,aku memaki-maki bahkan melaknat kenapa aku bisa selamat dalam peristiwa itu.Sepertimu,minum racun,gantung diri atau mencoba memutuskan urat nadi sudah sering kulakukan….”

Jungkook menjeda kalimatnya.

“namun semuanya gagal.Ternyata Tuhan punya kehendak lain terhadapku”

Jungkook memberikan senyum terbaiknya pada Areum,gadis itu sudah lebih tenang dan mulai mendengarkan ceritanya.

“Aku dimasukkan kesebuah panti asuhan.Semua orang baik padaku dan aku mempunyai seorang wali,anggap saja seperti orang tua jauhku.Pertama kali,aku tak mau menerimanya sama sekali,aku selalu menolak dan membantahnya namun ia tak pernah berhenti meleburku.Sampai suatu saat,dia datang ke panti dan mengatakan sesuatu yang membuatku sadar dan kuingat sampai sekarang…”

“Coba pejamkan matamu”

 

 

“Huh?”

“Warna apa yang kau lihat saat memejamkan mata ditempat yang terang?”

“Merah?

Jungkook menganggukkan kepalanya.

“Benar,warna yang kita lihat saat memejamkan mata ditempat yang terang adalah merah.Itu semua kuandaikan seperti kesedihan.Ia berkata padaku,disaat kita sedih,kita menutup mata kita dari segala cahaya.Memejamkan mata erat-erat dan menolak segala unsur dunia yang terang ini,terus menyelami kegelapan itu sehingga yang kita lihat hanyalah warna merah,warna sesungguhnya dari kepedihan itu sendiri.Tak perduli dengap apa yang ada diluar sana,menganggap dunia kejam seakan kita hanya sendiri,terjebak pada suram dan sakitnya penderitaan itu.Bahkan itu semua akan semakin berlarut jika kita tak mau berusaha untuk kembali membuka mata…”

“Menyakitkan,namun setelah itu ia memberitahuku.Jika kita mau berusaha,sedikit demi sedikit saja membuka mata kita.Merah itu perlahan akan tergantikan dengan cahaya terang.Memasuki diri kita dengan keindahan dan kehangatan,menggantikan kesedihan yang kita rasakan.Bahkan,jika kita melewati masa-masa sedih itu dengan kuat,maka merah pedih itu akan merubah menjadi mawar indah penghias memori perjalanan hidup kita.Akan menjadi kenangan yang baik”Jungkook menyelesaikan kalimat panjangnya.

Semua bungkam itu bagai menguap.Setetes bening cairan membasahi pipi pucat Areum,bukan karena sedih…mungkin kalimat Jungkook penyebabnya.

“Aku…hanya tidak tau harus berbuat apa untuk menghadapi ini…”

“Tidak,yang perlu kau lakukan hanya membuka mata.Menyadari betapa beharganya hidupmu,mungkin kau tidak bisa berbuat yang besar bagi mendiang orang tuamu,tapi kau masih bisa melakukan yang terbaik bagi orang disekitarmu.Kau harus menyadari dan menjalani hidup dengan berdiri tegak tanpa goyah sedikitpun.

Gadis itu mengeratkan pelukan pada kakinya,menikmati elusan lembuh angin yang membelai rambut panjangnya.

“Detektif,kau punya tisu”

Jungkook tersenyum lembut dan menggelengkan kepala.Bolehkan Jungkook katakan,bahwa titik dingin itu sudah berhasil ia lebur hari ini?

Tidak Kang Areum!!kau tidak butuh tisu itu.Bahkan ibu jari Jungkook berjuta-juta kali lebih baik untuk menghapus kesedihan itu…..

  • Fin –

 

 

 

 

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s