[BTS FF FREELANCE] Our Present – [Ficlet]

PicsArt_1462311686416

Tittle : Our Present || Author : Yunietananda (Wattpad, Twitter, IG) || Main Cast : Kim Taehyung / V (BTS), Seo Nara, Kim Taehee (OC) || Other Cast : Kim Family (OC) || Rating : T || Genre : Slight Of Life, Family || Lenght : Ficlet

Disclaimer : BTS’s V mutlak milik diri mereka sendiri, keluarga, dan Bighit Ent. OC dan Alur Cerita hasil pemikiran Author. Jikapun terdapat kesamaan merupakan unsur ketidak sengajaan. Tidak ada unsur ingin menjatuhkan, merugikan atau menguntungkan pihak manapun. FF ini murni untuk hiburan semata. Please don’t be silent readers! Komentar, Kritik, Saran, Review dan Vote, Juseyo!

||

OUR PRESENT

 

(Taehyung POV)

 

Eomma! Di mana baju-bajunya?”

 

Eomma apa ini boleh?”

 

Eonni, mana yang sudah tidak terpakai lagi?”

 

Eomma … Eeomma … Eomma …

 

Sore ini Taehee sangat berisik, membuat jam istirahatku terganggu. Gadis kecil itu terus saja merengek kepada ibunya meminta ini dan itu. Eouh, itu sedikit mengganggu namun juga menggemaskan.

 

“Taehee-ah, kau sedang apa?” Tanyaku heran saat melihat seisi rumah berantakan yang kuyakini karena ulahnya.

 

“Aku sedang mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai, Oppa! Apa Oppa bisa membantuku?” Siswi kelas 1 Sekolah Dasar ini adalah adik bungsuku yang cantik juga menjengkelkan.

 

“Kumpulkan saja sendiri!” Elakku ketus. Tapi kedua netraku terbelalak kala melihat Play Station-ku masuk ke dalam kardus bertuliskan ‘Donasi – Kim Tae Hee’. “Hya! Ige mwoeyo?” Seruku.

 

“Jangan suntuh itu, Oppa!” Teriak Taehee merebut kembali PS tadi.

 

“Itu kan punya Oppa! Kenapa akan kau sumbangkan, huh?”

 

“Kata Eomma boleh aku sumbangkan, terlebih sekarang Oppa sudah dewasa, jadi tidak butuh lagi mainan ini!”

 

Aish jinca!” Dengusku, “Eomma! Kenapa Eomma membiarkan Taehee memporak-porandakan rumah seperti ini? Dan juga, kenapa Eomma membiarkan Play Station-ku didonasikan oleh putri kesayangan Eomma? Kenapa tidak menyumbangkan barang baru saja?” Aku murka dan berupaya menuntut kejelasan dari Eomma. Namun yang ada, wanita itu justru menertawaiku.

 

“Apa kamu tahu tujuan berdonasi atau beramal, Taehyung-i?” Oh sial! Ibuku memberikan pertanyaan yang menjebak.

 

“Untuk membantu orang lain, meringankan beban orang tidak mampu, mencari berkah,” jawabku dengan percaya diri.

 

“Selain itu, kita juga bisa belajar sabar dan ikhlas dari beramal,” tukas Eommani kemudian berlalu dari hadapanku. Ya, aku pun kalah beradu argumen jika menyangkut masalah sosial.

 

.

.

.

 

(Author POV)

 

Eomma! Appa! Oppa! Eonni Cepatlah! Seo Seonsaengnim sudah menungguku!” Teriak Taehee memerintahkan anggota keluarganya, orang yang lebih tua darinya agar berjalan lebih cepat dengan barang bawaan sebanyak itu. Dan saat ini, mereka sedang berada di sebuah Yayasan Sosial yang sedang mengadakan kegiatan amal.

 

Annyeonghaseyo, Saem! Maaf saya terlambat.” Taehee menyapa seorang wanita yang mengenakan kaos panitia.

 

Huh? Taehee-ah, kamu sudah datang rupanya? Segeralah bergabung dengan teman-temanmu di belakang panggung! Tapi, di mana barang-barang donasimu? Bukankah kamu bilang akan turut menyumbang barang?” Tanya wanita itu bingung.

 

“Maaf, Saem. Bisakah Anda mengambilnya di keluargaku? Itu mereka!” Seru Taehee sembari menunjuk 4 anggota keluarga Kim.

 

“Baiklah, Saem akan mengambilnya,” jawab wanita itu sabar.

 

Gamsahabnida, Seo Seonsaengnim.”

 

.

 

(Taehyung POV)

 

Dag dig dug ~ Detak jantungku berpacu kencang kala sosok itu berjalan ke arahku. Tunggu! Sedang apa bidadari itu di sini?

 

Annyeonghaseyo! Apa Anda Wali dari Kim Taehee? Saya Seo Nara, Guru Vokal Taehee sekaligus Ketua Panitia acara ini,” sapa gadis cantik itu kepada Eommani.

 

Ye. Saya ibu Taehee. Tapi maafkan saya, Seo Seonsaengnim, kami kehilangan Taehee,” jawab Eomma terlihat cemas.

 

“Anda jangan khawatir, Taehee sudah berada di belakang panggung. Dia akan segera tampil bersama rekan-rekannya.”

 

“Tampil?” Seru kami, -Aku, Eomma, Appa, dan Taerin- serempak.

 

Ne. Taehee akan menyanyikan 3 lagu, dan berorasi nantinya,” jelas Seo Nara sedikit bingung. “Huh? Kim Taehyung-ssi?” Akhirnya gadis itu menyadari keberadaanku di dekatnya.

 

Annyeonghaseyo, Sunbaenim,” sapaku santun sembari tersenyum penuh makna kepada senior ku di fakultas seni itu.

 

“Apa Taehee itu adikmu?”

 

Ne. Dia adik bungsuku.”

 

“Astaga! Pantas saja kelakuan kalian mirip!” Celetuk Nara noona lalu bergegas menutup mulutnya dan meminta maaf. Rona merah di pipinya itu menambah kecantikan di wajahnya. Dan hal itu semakin membuatku menyukainya.

 

Setelah puas berbasa-basi dengan Eommani, Nara noona memintaku dan Taerin untuk membantunya membawa barang-barang donasi kami yang berjumlah 4 kardus ini ke tempat penerimaan, untuk di data. Selepas itu, aku dan Taerin kembali ke bangku undangan untuk menikmati rangkaian acara hari ini.

 

“Hentikan tindak kriminal pada anak! Kembalikan masa indah, sahabat-sahabat kami yang menjadi korban kekerasan terhadap anak! Lindungi masa depan kami! Biarkan kami melihat indahnya dunia dan meraih semua impian kami!” Orasi barusan di serukan oleh Taehee dengan penuh penjiwaan, sebelum akhirnya dia menyanyikan 3 lagu yang dipersembahkan untuk menghibur anak yatim piatu sekaligus korban kriminalisasi pada anak yang hadir.

 

Aku terpukau dengan penampilan adikku yang apik dan sukses menyentuh hati banyak orang. Setelah penampilan Taehee, banyak tamu undangan yang mengantri di tempat penerimaan donasi. Kiranya gadis kecil kami berhasil mengetuk hati orang-orang itu.

 

.

 

“Jadi … inikah kegiatan yang selama ini Noona sembunyikan dariku?” Aku sengaja menegur sekaligus membantu gadis yang tengah sibuk membereskan kursi plastik ini.

 

“Tae? Ku kira kamu sudah pulang!” Sunbae-ku itu nampak salah tingkah saat melihatku, dan itu tandanya aku berhasil mengejutkannya.

 

Ani. Keluargaku masih berada di Restoran dekat sini untuk makan malam,” ujarku singkat.

 

“Lalu? Kenapa kamu justru kemari?” Tanya Nara noona heran.

 

“Untuk menjemputmu tentunya.”

 

Mworagu?”

 

“Karena kalian sudah saling bertegur sapa, aku berencana mengenalkanmu kepada keluargaku segera.”

 

“Tapi Tae … aku … ”

 

“Tapi apa Noona? Kita sudah berkencan hampir setahun. Ku kira sudah saatnya orang tuaku mengenal calon menantu mereka.”

 

“Apa kamu serius, Tae? Bagaimana jika mereka menentang hubungan kita? Mengingat aku lebih tua 4 tahun darimu.”

 

Oh ayolah Noona! Orang tuaku tak sekaku itu. Aku yakin mereka justru senang sekaligus bangga terhadapmu.”

 

Jeongmalyo?”

 

Ne. Jeongmal,” jawabku berusaha meyakinkan yeojachingu-ku ini. “Jadi, kita pergi sekarang?” Ajakku.

 

“Tapi aku harus melakukan evaluasi dengan panita lainnya.”

 

“Evaluasi tunda saja besok! Lagipula, panitia yang lain sudah terlihat sangat lelah Noona!”

 

Hmm … kamu benar,” gumam Nara setelah melihat beberapa temannya terlihat merebahkan tubuh mereka di atas panggung.

 

Gaja, Noona!”

 

“Tae …, ”

 

Wae geurae?

 

“Bisakah kamu berhenti memanggilku Noona?”

 

“Baiklah! Mulai sekarang aku akan memanggilmu Chagi.”

 

Aish kamu ini!” Gerutu gadisku sambil tersipu malu.

 

Tak hanya Taehee yang berhasil mempersembahkan sesuatu yang membanggakan hari ini, karena di balik itu semua ada peran seorang Seo Nara selaku Ketua Panitia Penyelenggara beserta tim yang telah bekerja keras demi kelancaran acara bakti sosial tadi.

 

Jika Taehee membuat kami bangga dengan orasi dan penampilan menyanyinya, aku akan membuat kedua orang tuaku bangga dengan memperkenalkan Seo Nara, gadis dengan segudang talenta, pesona, dan jiwa sosial yang tinggi, sebagai calon anggota baru keluarga Kim. Ya, malam ini juga aku berencana melamar gadis itu dengan keluargaku sebagai saksi resminya hubungan kami.

 

-FIN-

 

A/N : Ok, Ini sedikit aneh dan memaksakan sebenarnya. Tapi aku sedang stuck dan mengalami cidera kecil pada jari-jariku, jadi gak terlalu konsen dalam menuangkan ide. Tolong maafkan author yang justru curcol ini. Sangat menerima Komentar, Kritik, Review, dan Saran. Pembaca diam? maaf anda di larang masuk! Terima kasih atas waktu yang kalian luangkan untuk FF apalah-apalah ini.

 

  1. Selain untuk memenuhi Event Reguler Menu bertemakan Hari Anak yang di usung oleh Flow de Mémoire, FF ini aku tujukan untuk memenuhi permintaan dari Mamih Ai Hikari. Maafkan jika tidak sesuai harapan ya Mih. *SungkemBarengTaeTae*

 

By. Yunietananda

04.05.2016

 

 

 

 

Advertisements

8 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] Our Present – [Ficlet]

  1. Kak Nand, demi apa aku br baca ff kka yg ini.huhuhu.
    Waktu itu di post di grup gak sih? Atau di wattpad? Klw iya.. berarti aku gak sempet baca, jd br baca disini… maaf kak Nand *Sungkem* hhee…

    Dan demi apa aku gak nyangka itu Nara ternyata pacarnya Tae. Gak nyangka endingnya gini..sweet2 gmna gt kya senyumnya Yoongi #Eaaa kkkk~

    Oke, Kak Nand… aku sudah menjejak.hohoh..

    Cafe Diarynya cpt dilanjut, Kak. Aku menanti.hoho

    Liked by 1 person

    1. Maaf karena jaringan yg buruk jadi komentnya ke krim tiba2. FF ini aku share di grup juga wattpad kok.

      Hehehe sdkit surprise kan ya dg endingnya..

      Cafe diarynya segera di update kok. Sabar ya.

      Makasi udh setia nunggu n baca tulisanku *kedipUnyu*

      Like

  2. Aku kira cuma sunbae aja ehhh tau-taunya pacaran jugaaaaa? Dan apa itu chagiii? Kamu apakan aku tae? Kamu lupakan aku? (Eh…iyain aja)

    Nice story author-nim😁

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s