[BTS FF FREELANCE] Save Me! (Chapter 1)

CYMERA_20160511_204047

 

Title : Save Me!

Author : CGjin

Cast : Jeon Jung Kook[BTS], you/reader

Rating : PG-15

Genre : Romance, AU

Length : chaptered

Disclaimer : ff ini murni dari pikiran author, no copy please. Jungkook milik BIGHIT, orangtuanya, BTS dan Tuhan.

Happy Reading~

.

.

.

Aku menyusuri lorong gelap ini. Well, aku baru saja pulang dari kantorku dan karena kerja lembur maka aku pulang lebih malam. Kalian tahu ini jam berapa? Tentu saja tidak tahu, aku saja belum mengatakannya. Baiklah, ini jam 11 malam! Dan aku biasanya pulang melewati sebuah lorong yang menurutku adalah sebuah jalan pintas. Lorong ini sangat gelap, dan untung ada sedikit pencahayaan disini.

Aku kembali fokus pada jalanan ini dan tak sengaja aku menendang sebuah batu dan menimbulkan suara. Aku berhenti sejenak, dan mataku mengarah kedepan dan melihat ada tiga pria yang memakai baju hitam sedang berjalan kearahku. Aku mengambil ponselku, dan menelepon seseorang.

Sial, tidak dijawab!

Bagaimana ini? Aku ingin lari tapi mereka sudah mengepungku disemua sisi. Wajah mereka memperlihatkan senyuman yang tentu aku sangat tak suka jika bukan kekasihku yang memperlihatkannya.

Yah, yang kutelepon tadi adalah kekasihku, dan ia tak menjawab panggilanku. Oh come on, apakah dia meninggalkan ponselnya dirumah? Atau ia tidak mau menjawab?

Persetan dengan itu. Sekarang aku harus menemukan cara agar aku bisa lari dari mereka. Mereka tersenyum mesum dan sinis padaku. Baiklah, ayo hadapi ini.

“Hey nona, jalan sendiri?” ujar salah satu dari mereka, yang berkepala botak.

“Aigoo, kau ingin kemana?” ujar satu lagi yang berambut mohawk(?).

“Ayo sama kami saja, huh? Dijamin kami akan membuatmu senang.” ujar yang satu lagi, berkacamata hitam.

“Apa yang ingin kalian lakukan?” tanyaku. Aduh, aku bodoh sekali! Kenapa perkataan itu bisa keluar dari mulutku?

Ah, aku membuat mereka semakin cengiran tak jelas. Ok, aku harus menghadapi ini sendirian.

“Jangan takut, kami takkan berbuat yang aneh-aneh. Kami hanya perlu kau ikut dengan kami, ok?” ujar yang berkepala botak. Rasanya dia bosnya.

“Sirheo. Untuk apa? Pergilah. Kalian menghalangiku.”

“Oh? Hey, wanita ini menarik juga!” ujar yang berkacamata hitam. Hah, baru menyadari aku menarik? Tunggu, apa yang kupikirkan?

“Seret?” tanya yang berambut mohawk.

“Kalian ingin menyeretku? Lucu! Cepatlah pergi sebelum kuhancurkan masa depan kalian.” ancamku pada mereka bertiga.

“Wow, wow! Tunggu, kau ingin melawan kami, begitu? Kami bukan anak berusia tiga tahun, nona.” ujar lagi yang botak.

Aku sudah tak sabaran. Aku mengirim sms ke kekasihku, berharap dia membacanya. Aku mengirimkan nama jalannya.

“Nona, kau memanggil siapa? Ayahmu? Hahahah… penakut!!” ledek yang botak lagi. Ugh , aku tak perduli lagi mau memanggil siapa. Aku harus melawan mereka sendiri.

Tiba-tiba mereka menyeretku dengan paksa sambil tertawa setan. Aku meronta-ronta meminta mereka melepaskanku, tapi sepertinya mereka tak mau mendengarkanku. Hyaa! Aku dalam masalah sekarang.

“Yaakkk!! Lepaskan aku, bajingan!!” dan, mulailah kata-kata kasar keluar dari mulutku. Aku kembali menghentakkan tanganku untuk terlepas dari mereka. Ya Tuhan, tolong aku!

Buukk!!

Tiba-tiba yang berkacamata hitam itu ambruk. Aku terkejut. Dan untungnya si botak melepaskan cengkramannya pada tanganku. Aku melihat siapa pelaku yang membuat si kacamata ambruk tiba-tiba.

“Jangan pernah meletakkan tangan kotor kalian pada kekasihku!” pekik seorang pria yang membuat si kacamata ambruk tadi. Oh baiklah, ternyata ada gunanya aku mengirimkan sms padanya.

“Jungkook!!” pekikku panik. Baiklah, dia adalah kekasihku, Jeon Jung Kook. Dia adalah seorang pria yang berbakat. Kami sudah menjadi kekasih sejak masa sekolah menengah atas. Well, dia adalah trainee di sebuah perusahaan khusus untuk yang seperti idol atau apalah. Kenapa aku malah membahas tentang Jungkook disini?

“Keparat ini!” maki si botak dan melayangkan tinju pada Jungkook, tapi Jungkook menahan tangannya dan memutar tangannya ke punggung si botak, dan menginjak punggungnya sampai ia jatuh, lalu menendangnya berkali-kali. Satu lagi si mohawk yang menendang Jungkook tapi berhasil ditahannya, dan ia melempar si mohawk sehingga tubuhnya terhempas di dinding lorong ini.

Jungkook berjalan kearahku dan merangkuhku dalam pelukannya. Aku serasa ingin menangis.

“Jungkook…”

“TIdak apa-apa. Aku disini. Gwaenchana.” ujar Jungkook berusaha menenangkanku yang bergetar hebat.

“Kajja. Ayo pulang. Aku akan mengantarmu.”

Aku hanya menggangguk, dan mengikuti Jungkook pulang. DI perjalanan, aku bertanya padanya bagaimana ia bisa datang dan menyelamatkanku dari tiga pria mesum itu.

“Aku? Pas-pas-an aku melewati lorong itu, dan aku mendengar teriakanmu. Lalu, ya begitu.”

“Ponselmu?”

“Kutinggal dirumah tadi. Lagi dicharge.”

Harapanku runtuh seketika. Tapi untunglah Tuhan menolongku. Aku berterima kasih pada Tuhan dan Jungkook. Terima kasih karena memberikanku hidup yang diberkahi oleh seorang Jeon Jung Kook yang menemaniku selama ini.

.

.

.

A/N : Hello! Ini ff yang author postkan disini. Gaje dan kepanjangan ya rasanya? Maklum author baru. Don’t be a silent reader, guys! Leave comment dan kalau ada saran bisa kasih author tahu. Panggil author Hye aja ya, hehehe… Biar lebih dekat rasanya. Aneh namanya? Itu salah satu nama dari bagian nama Author. Thank You~

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s