[What is Your Color?] Forget or Remember – Ficlet

sailboat-in-the-blue-sea copy

Forget or Remember?

Jeon Jungkook ll Nam EunHye/ Reader

Ficlet

Sad ll Angst

AU PG-15

Harap tidak mengcopy paste cerita ini ll Alur cerita murni milik saya ll Recomend song : Lee Hi – Breathe Happy Reading

“Aku melihatmu di langit yang mulai redup hingga aku menyadari bahwa aku dan kau terjalin oleh sebuah takdir yang kasat mata” Langit biru itu, aku mengingatnya.

MeyMinho

Present

.

.

.

Saat itu aku bertemu dengan sosok mengagumkan dengan surai kecokelatan serta safir berwarna gelap dengan tatapan lembut yang menuntut.

“Aku mendengar semua yang mereka katakan tentangmu. Tentang kita”

“Kau mungkin akan melupakannya dan itu akan membuat ribuan momen kita menghilang tanpa bekas”

“Kau juga bisa mengingatnya dan aku akan menjamin bahwa dirimu akan merasa terluka seperti ribuan belati menusuk ulu hatimu” Eunhye menggenggam erat lengan Jungkook, air matanya tak berhenti sedari tadi.

Entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Seperti buah simalakama. Pernahkah kau mengalaminya ? Ketika kau di hadapkan oleh dua pilihan yang mengharuskanmu berada dalam kematian yang tak mungkin bisa kau hindari.

“Kau mau aku berbuat apa Jungkook ?” ujar Eunhye lemah. Ia tak sanggup lagi jika harus di paksa untuk memilih pilihan konyol tersebut.

“Kau bisa memilih melupakanku Nam Eunhye ” Suara itu bergetar dan hal tersebut tak mungkin bisa ia tutupi. Seluruh darah Eunhye berdesir, membuatnya menghempaskan tangan Jungkook lalu melayangkan tangan miliknya hingga menyentuh permukaan wajah seorang pria yang tepat di hadapannya.

“Kau! selama ini aku mempertaruhkan kehidupanku demi percintaan konyol kita dan sekarang kau bilang berpisah. Siapa dirimu Jeon ?”

Mata Eunhye memerah, entah mungkin karena pupil matanya lelah menangis atau sekarang ia sedang menahan sesak yang hampir ia muntahkan seperti lahar panas yang menggelegar.

“Maafkan aku”

***

 

Sekarang aku disini dan aku jauh dari penglihatanmu. Bahkan sisa-sisa kenangan kita tak akan pernah mampu aku lupakan dan tak akan pernah dapat kuhilangkan.

Ya, kau benar aku kesakitan. Aku menyadarinya bahwa aku membutuhkanmu seperti layaknya oksigen yang mengalir di dalam paru-paru dan kini kau telah pergi. Kenapa sulit sekali, haruskah aku menenguk segelas sianida untuk membuatku melupakan semua hal tentang kita ? Haruskah ?

“Kau masih mengingatnya ?” Pantulan cermin tersebut tampak mengejek.

“Dia. Pria tersebut mengenalkan banyak hal padaku” Suara parau ini berbicara.

“Seperti warna pelangi yang begitu indah dan berwarna, ia mengatakan bahwa warna biru sangat sepadan dengan diriku”

“Teduh seperti awan di langit yang biru dan tenang bagai laut biru di samudra Atlantik”

Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan bahwa aku gadis yang teduh dan tenang Jung ? Seluruh arteri-nya mengeras menahan rasa sakit di ulu hati seperti ribuan belati menghunus tepat di tempat ia merasakan sakit.

“Kau harus melupakannya sebelum kau benar-benar menyesalinya Hye-ah”Apakah ada pilihan untuk itu ?. “ Untuk pria brengsek seperti Jungkook yang telah membuatmu kehilangan harta paling berharga di dalam hidupmu lalu meninggalkanmu. Ia pantas di lupakan”

Eunhye melemparkan vas bunga tepat ke cermin tersebut. Ia menutup kedua telinga. Saat ini hanya ada rasa sakit yang selalu melengkapi dirinya. Hanya rasa sakit. Mungkin saja setiap orang mengatakan aku bodoh karena membenci pantai dan awan biru semenjak kau pergi meninggalkanku.

Kenapa kau harus mengandaikan diriku seperti mereka ? sangat tidak adil Jung. Mereka awan dan lautan yang bahagia tapi, bagaimana hidupku setelah kita berakhir ?. Aku yang kau lupakan dan kau gantikan.

Setiap hari aku mencoba bangkit dan hidup tanpamu meski pada akhirnya aku harus mengingatnya kembali -momen tersebut-. Bahkan tak ada satu sudut pun di bagian rumahku yang tidak beraroma dirimu. Haruskah aku membenci semua hal itu ?

Aku melangkahkan kakiku melewati rintik-rintik hujan yang mengguyur Seoul di langit redup jauh dari awan biru yang biasaku hindari. Aku tersenyum, sejak kapan aku menyukai hujan.

Mungkin sejak hidupku menjadi abu-abu dan hujan sangat pas untukku sebagai lambang kesedihan. Sosok tersebut, pria dengan mata indah dan senyuman yang menawan tersebut berada di hadapanku dan sebuah senyuman terpatri di wajahnya yang tampak tidak baik-baik saja. Apakah ini mimpi ?

“Aku tak bisa melupakanmu wahai langit biru-ku” Ujar pria tersebut

“Kalau begitu jangan pernah lupakan. Kau akan semakin tersiksa jika kau melupakannya. Biarkan ingatan tersebut mengalir seperti air dan terbang seperti oksigen agar kau bisa dengan mudah menghilangkanya” Lengkungan di bibir Eunhye mewakili segalanya. Rasa sakit, duka, kesedihan dan juga tentu saja kebahagiaan yang akan ia raih.

“Aku melihatmu di langit yang mulai redup hingga aku menyadari bahwa aku dan kau terjalin oleh sebuah takdir yang kasat mata”

“Apakah masih ada kesempatan untuk pria penuh dosa sepertiku ?”Jungkook menunduk menahan gemuruh di dadanya.

“Kesempatan ? sepertinya hanya pergerakan jarum jam yang akan menunjukkan. Apakah kau memiliki kesempatan atau tidak”.

FIN

Advertisements

7 thoughts on “[What is Your Color?] Forget or Remember – Ficlet

  1. sweetpeach98

    apalahhhh jungkook itu dasar nappeun namja ><

    jadi galau bacanya :c kalau itu aku, aku rela kok di khianati cem gitu sama jungkook aku rela XD

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s