[BTS FF Freelance] Backpack – (Oneshot)

Untitled

Title : Backpack

Author : Chruse

Genre : Romance, Comedy (?)

Rating : G

Length : Oneshot

Cast :     Sarah (OC)

                Kim Taehyung (Bangtan Boys)

                And others…

Disclaimer : Cast jelas milik Tuhan, Big Hit Entertainment, dan orang tua masing-masing. Story came from my useless brain. Also this is my first story. So, apologize at every mistakes. *deep bow.

-o-

                Gadis itu mengecek perlengkapan yang akan dibawanya. Ia tak tidur semalaman demi mendata bawaannya. Paspor, tiket, visa, pakaian, GPS, peta, kompas, kamera, dan tentu saja uang. Begitu sudah lengkap, ia keluar dan mengunci apartemennya.

“Clark, jaga apartemenku, ya!” gadis itu menitip kunci apartemennya pada tetangganya.

“Kemana lagi sekarang, Sarah?” tanya wanita yang muncul dari dalam restoran.

“Asia, Ma’am. Aku pergi dulu!” pamit Sarah.

Gadis itu melirik arloji yang melingkar di lengannya. Gawat! Satu jam lagi waktu keberangkatan. Ia benar-benar harus memasang reminder  di otaknya agar ia tak terlambat lagi. Beruntung taksi yang ditumpangi Sarah melaju kencang. Ia tiba di Luton Airport tiga puluh menit sebelum waktu keberangkatan. Sekarang hanya perlu menunggu Keisya dan Evelyn.

“Kalian berdua dimana?” tanya Sarah cemas.

“Maafkan kami, Sarah. Kali ini kami tak bisa ikut lagi. Evelyn jatuh sakit dan aku harus merawatnya. Maafkan kami.” Sahut Keisya di seberang. Sarah memutus sambungan telepon. Ia benar-benar marah pada dua temannya. Tiga kali sudah temannya itu membatalkan janji untuk travelling bersama.

Dengan berat hati Sarah melangkah masuk ke ruang tunggu. Selama menunggu, ia membuka catatan kecil yang selalu dibawanya. Hal yang selalu ia lakukan. Mempelajari bahasa negara yang akan ia kunjungi. Kunjungan kali ini bermula dari China, kemudian Thailand, terus ke Malaysia, dan berakhir di Indonesia. Mungkin ia akan menambah tujuan negara jika ia tertarik. Rencananya ia akan mengunjungi Korea Selatan karena Keisya dan Evelyn cinta dengan boyband Negeri Ginseng itu. Entahlah, padahal artis-artis Inggris seperti Asa Butterfield dan One Direction lebih tampan daripada mereka. Namun ia tak jadi ke Korea Selatan karena dua temannya tak ikut. Bisa-bisa ia tersesat sendiri.

Masalah keluarga dan keuangan, orang tua Sarah tak mempermasalahkan hal ini. Asalkan Sarah tetap kuliah dan uang bulanan akan tetap mengalir. Gadis itu kerap berwisata demi memenuhi keinginannya keliling dunia. Ia termasuk mahasiswi teladan di kampusnya. Oleh karena itulah ia mendapat beasiswa dan uang saku lebih. Uang itu ia tabung dan dipakai untuk berwisata jika sudah cukup. Benua Eropa sudah habis dilahapnya dalam setahun. Awalnya ia ingin menjajaki Benua Amerika, namun Asia lebih menarik untuk dikunjungi. Sarah sendiri tak mengerti kenapa ia mengubah destination-nya.

-o-

Taehyung a.k.a V berlari-larian di dorm. Semua member Bangtan Boys sudah kelelahan karena kegiatan mereka tadi. Entah kenapa maknae kedua mereka begitu riang ketika mendengar nama Indonesia.

Ya, mereka akan mengadakan konser di Indonesia bulan depan. Tentu saja itu membuat ARMY Indonesia heboh. Apalagi setelah meluncurkan album baru The Most Beautiful Moment in Life ‘Young Forever’. Mereka semakin sibuk dengan berbagai aktivitas di setiap harinya.

Hyung, aku mau buka blog, pinjamkan ponselmu!” Taehyung meraih ponsel Seokjin a.k.a  yang tergeletak di atas meja. Seokjin mengangguk lemas sambil memijit lehernya.

“Ah.. tak ada yang terbaru? Bagaimana dengan twitter?” reaksi yang sama ditunjukkan Taehyung ketika membuka akun twitter mereka. Tak ada update terbaru. Kecuali tweet dari seseorang.

Annyeong~’

                “Dia menulisnya latin, hyung. Menurutmu ini fans dari mana?” tanya Taehyung menyodorkan ponsel Seokjin pada Yoongi a.k.a Suga.

Fans internasional. Kau lihat akun twitter-nya. Ia berbicara bahasa aneh.” Sahut Yoongi tak peduli. Taehyung mengedikkan bahunya.

“Apa menurutmu dia akan ada di konser kita nanti, hyung? Aku mau melihat tinggi badannya. Kenapa rasanya ia terlalu tinggi, ya?” komentar Taehyung ketika melihat salah satu foto full shot pengguna twitter itu dari belakang. Sepatu boots, cardigan panjang berwarna cokelat susu, topi berwarna hitam, dan backpack berwarna biru.

“Entahlah, Taehyung. Kemarikan ponselku. Kita butuh istirahat.” Ucap Seokjin dan merampas ponselnya. Taehyung mengerucutkan bibirnya kesal. Ia menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa. Member lainnya tak asik diajak bercanda jika sedang dalam kondisi seperti ini. Lebih baik ia ikut beristirahat.

-o-

Sarah tiba di Beijing dengan selamat. Ia ingin berjalan-jalan. Tak peduli tubuhnya yang meminta istirahat. Ia akan berkeliling China selama dua minggu ini. Sebenarnya gadis itu sangat malas melakukan ini. Namun Keisya dan Evelyn sudah memohon-mohon padanya agar datang ke konser salah satu boyband Korea Selatan di Indonesia. Bahkan mereka sudah memberinya tiket masuk VIP konser itu sebelum ia berangkat. Hanya demi mendapat tanda tangan artis itu. Benar-benar fanatik.

Gadis itu mengeluarkan tiket konser yang diberikan Keisya. Sarah kesulitan membaca nama band itu karena ditulis dalam Bahasa Korea.

“Aku bahkan tidak tahu nama band itu apa!” dengus Sarah kesal. Ia mencoba menerjemahkan dibantu Google Translate.

Bangtan Sonyeondan.

Jemari gadis itu begitu lincah mencari. Membuka salah satu blog yang menunjukkan biografi boyband itu. Ada tujuh member, dengan keahlian yang berbeda-beda. Ada dance, sing, dan rap. Kabarnya juga salah satu dari mereka ada yang akan menjadi aktor. Boleh juga.

Ia mengurungkan niatnya untuk melahap Beijing hari ini. Ia lebih tertarik untuk membuka video baru dari boyband bernama Bangtan Boys atau lebih singkat BTS.

“Wow! What a great!” seru Sarah ketika melihat salah satu video BTS. Bahkan ia berloncat-loncat girang. Jemari gadis itu lincah berselancar di dunia maya. Demi mencari informasi tentang Bangtan Boys. Terlalu gengsi untuk bertanya pada Keisya dan Evelyn setelah mengatakan kalau mereka tidak ada apa-apanya.

Nama fansclub BTS disebut ARMY yang merupakan singkatan dari Adorable Representative MC for Youth. Di lingkungan musik hip hop, istilah MC dipakai untuk rapper. Itu yang Sarah dapat.

“Pemilihan namanya keren juga.” Puji Sarah.

Gadis itu sudah sampai di sebuah penginapan. Ia meletakkan koper mininya dan backpack miliknya di tepi kasur. Ia cepat-cepat bergerak ke kamar mandi. Ingin menyegarkan diri setelah perjalanan berjam-jam.

Dalam sepuluh menit, ia sudah selesai mandi. Sarah melihat jam di ponselnya. Sudah pukul sembilan pagi.

“Baik juga Evelyn mau memberiku tiket konser. Thank goodness, Evelyn!” gumam Sarah senang.

-o-

Yoongi menepuk jidatnya gemas. Ingin rasanya mencubit pinggang Taehyung yang tak henti-henti mengganggu istirahatnya. Jika kesabarannya habis, dapat dipastikan maknae kedua itu tak akan berada di Indonesia minggu depan.

“Kim Taehyung! Kau akan menyesal jika menggangguku!” ancam Yoongi. Taehyung menoleh tanpa perasaan bersalah.

“Ada apa denganku, hyung? Kan Jungkook yang ribut, bukan aku.” Taehyung membela diri. Jungkook tertawa namun tertahan karena melihat wajah Yoongi yang menahan amarah.

“Sudahlah, Yoongi hyung. Kau tahu kalau dia senang sekali.” Bela Jimin. Taehyung dan Jungkook mengacungkan jempol. Setuju dengan ucapan Jimin barusan.

Taehyung membuka akun twitter BTS. Tak ada apa-apa. Hanya tweet dari akun yang terus membuat Taehyung penasaran. Tak ada satupun foto pengguna twitter itu yang menunjukkan wajahnya. Yang ada hanya tempat-tempat, objek, dari belakang, dan dari samping. Itupun wajahnya tertutup masker, kacamata dan juga syal.

Ia bisa gila karena penasaran. Sosok gadis ini benar-benar membuatnya penasaran. Tak ada yang bisa membuatnya penasaran sebegitu besar sepeti ini. Hoseok a.k.a J-Hope yang penasaran akan ekspresi Taehyung yang seperti detektif mengintip layar ponsel Taehyung.

“Woah, sepertinya gadis ini cantik.” Komentar Hoseok. Taehyung manggut-manggut menanggapi.

“Kenapa kau tak membuka akun temannya? Kan ada foto bertiga, coba buka salah satu. Yang @Keizia01 itu!” usul Hoseok menunjuk sebuah akun di bawah foto black and white.

Taehyung menurut pada Hoseok. Ia mencari-cari foto yang bertandakan akun gadis misterius itu. Namun sama saja. Di foto manapun yang terdapat gadis itu, ia menutup wajahnya. Dengan topi, tangan, dan syal. Ada satu foto yang menampakkan setengah wajah gadis itu yang tertutupi syal. Hanya mata bulat berwarna biru cerah yang menjadi petunjuknya. Kesimpulan, gadis ini bukan warga Indonesia.

Berarti gadis ini tak akan ada di konsernya nanti.

“Ahh.. Padahal aku mau melihat sosoknya nanti.” Desah Taehyung kecewa.

“Siapa tahu dia ke Indonesia. Kan bisa saja.” Hibur Jungkook. Taehyung menoleh pada Jungkook.

“Kau yakin?” tanya Taehyung memastikan.

“Kan siapa tahu.” Sahut Jungkook santai. Taehyung memukul kepala Jungkook yang langsung disambut ringisan. Jungkook mengelus kepalanya berkali-kali dan menyumpahi Taehyung.

Pria itu menatap layar ponselnya kecewa. Tak ada petunjuk untuk menemukan gadis misterius itu. Ia ingin memencet follow akun tersebut. Namun pastinya gadis itu akan jadi bahan cacian netizen sekaligus fans. Ia akan gila sebelum konser di Indonesia diadakan!

-o-

Gadis itu menenteng kameranya dan memotret sekeliling. Belum selesai di China, ia langsung terbang ke Indonesia. Ia tak mau terlambat ke konser BTS. Sepertinya jiwa ARMY sudah merasuki dirinya.

Kali ini ia sedang di Sabang, Aceh. Setelah hampir seluruh Pulau Sumatra ia jelajahi, ia pergi ke ujung Indonesia. Benar kata artikel yang barusan dibacanya. Lautan Sabang begitu indah. Baru saja menyeberang ke Pulau Rubiah menggunakan sampan yang tersedia. Dengan sampan itu ia dapat melihat ke dalam laut dibantu sebuah kaca yang terdapat di sampan tersebut. Karang-karang di bawah laut banyak yang hancur akibat Tsunami yang melanda Aceh di tahun 2004.

It’s terrible.” Komentar Sarah. Sang nelayan mengernyit. Jadi, dari tadi siapa yang memberitahu kepadanya tentang ini?

“Mengerikan, kan?” seseorang berbicara di samping Sarah. Dan sang nelayan mengangguk mengerti.

“Kiara, salam kenal.” Gadis itu mengulurkan tangannya pada Sarah dan berbicara bahasa Inggris. Sarah menepuk keningnya lupa. Ia belum sepenuhnya bisa bahasa Indonesia. Ia menyambut uluran tangan gadis berpenutup kepala di sampingnya.

Sorry, kenapa kau mengenakan penutup kepala ketika berenang?” tanya Sarah heran. Pakaian gadis itu basah. Sudah pasti ia berenang.

It’s a duty for every moslem.” Sahut Kiara.

Sarah ingat sesuatu, ia lupa memperkenalkan diri, “Ah, I’m Sarah. Nice to meet you.

Begitu sampai, Sarah turun dari sampan dan membantu Kiara turun. Ia akan berfoto-foto di Pulau Rubiah sebelum ia kembali ke Pantai Iboih. Lusa ia akan ke Jakarta. Karena tanggal lima belas, konser BTS akan diadakan. Ia tak punya satupun BTS’s stuff. Namun ia tak risau. Berhubung Jakarta adalah ibukota, pasti ada banyak yang menjual barang-barang yang berbau BTS.

“Sarah!”

Gadis itu menoleh mendengar namanya dipanggil. Gadis berpenutup kepala tadi yang bernama Kiara –mungkin- berlari ke arahnya sambil mengacungkan sesuatu. Ia memicingkan matanya.

“Ah! Tiket konserku!!” seru Sarah dan berlari ke arah Kiara.

Forget yours.” Ujar Kiara. Sarah tersenyum kikuk. Ia berterimakasih dan mengambil tiket konser itu. Kiara tersenyum.

I’m an ARMY too. See you in the concert.” Ucap Kiara dan berlalu. Sarah masih bisa berjumpa dengan Kiara lagi. Namun ia ragu kalau dirinya bisa mengingat wajah Kiara.

-o-

                BTS sudah berada di Indonesia sejak tanggal tiga belas. Mereka akan latihan sebelum konser. Takut-takut hal yang tidak diinginkan terjadi.

Taehyung bukannya ikut latihan, ia malah asik stalking akun twitter orang lain. Sudah beberapa kali Namjoon a.k.a Rap Monster lelah memerahai Taehyung. Jungkook merampas ponsel Taehyung. Bisa-bisa penampilan rusak gara-gara Taehyung lupa bagiannya sendiri.

“Kau sudah gila, Kim Taehyung. Ayo latihan!” hardik Seokjin. Taehyung merengut kesal. Ia sudah kebal dimarahi jika sedang begini. Jadi tak ada gunanya memarahinya.

“Kami akan membantumu mencari tahu tentang gadis itu jika kau latihan!” seru Jimin. Mata Taehyung berbinar seketika.

“Benarkah? Oh, gomawo!” Taehyung memeluk Jimin erat.  Semua member menatap Jimin dengan tatapan ‘oh-benarkah?’. Jimin hanya bisa memberi cengiran.

-o-

                Sarah sudah berada di Jakarta sekarang. Ia merasa sangat senang. Begitu juga dengan barang yang baru dibelinya. Sebuah lightstick BTS, photocard, album, dan lain-lain. Barang-barang itu cukup menguras kantungnya. Namun sebuah keberuntungan karena ia tak perlu membayar ongkos kirim.

“Baiklah, ayo ingat nama mereka satu-persatu!” ujar Sarah pada dirinya sendiri.

Kamarnya sudah berserakan dengan photocard BTS. Ia butuh waktu yang lama hanya untuk mengingat nama V BTS. Sebegitu pelitnya otak gadis itu untuk mengingat nama-nama itu. Padahal nama V begitu mudah diingat. Karena hanya satu huruf. Suga juga mudah untuk diingat. Ingat saja gula, dan kau akan mengingat pria bermata sipit itu.

“AH! BIARKAN!”

Gadis itu menyerah. Ia mengambil ponselnya dan mengontak Keisya.

Tumben video call. Ada apa?”  tanya Keisya di seberang.

“Aku butuh bantuanmu. Bantu aku ingat nama-nama mereka. Please, waktuku tak banyak!” ujar Sarah seakan bahaya sedang menimpanya.

“Oke, oke.. Jejerkan semua fotonya.” Perintah Keisya. Sarah menjejerkan tujuh dari empat belas photocard miliknya.

“Hei,hei, ada dua foto V, pindahkan yang rambut cokelat itu!”  seru Keisya.

Sarah mendengus kesal. “Bagaimana bisa itu adalah orang yang sama? Wajahnya saja jelas berbeda!” Keisya menyambut dengan kekehan.

Nah, dari kiri ke kanan. Jungkook, J-Hope, Suga, Jimin, RapMonster-“

                “Mereka bahkan punya Monster!” ledek Sarah.

Dengarkan dulu!!! Lalu Jin dan V. Mudah, bukan?” tanya Keisya ketika sudah selesai menyebutkan satu-persatu personil BTS.

“Thanks to you!” dengus Sarah kesal dan memutus sambungan. Ia mematikan ponselnya. Sarah kesal hanya karena tak bisa mengingat nama mereka.

“Wajah mereka sama semua! Tak ada yang berbeda. Kecuali si, Mon, eh, Monster itu. Aku agak ingat wajahnya. Sugar… hm.. Suga, ya? Yang sipit? Mana yang namanya Jungkook? Entahlah! Hm.. sepertinya aku suka pada pria yang bernama Jimin. Dari Lyricvideo yang kubuka, suaranya yang paling merdu. Ah, bagaimana dengan The One Word Man? AHH!! AKU KESAAL!!!” Sarah mengacak rambutnya frustasi. Malam ini adalah konsernya, dan besok fan meeting. Bagaimana ia menyapa satu-persatu personil boyband itu?

Namun Sarah tak peduli. Ia tetap teguh pendirian kalau ia bisa menghafal nama mereka dalam waktu empat jam!

Seharusnya ia bisa, namun ia tetap tidak bisa!

Di sinilah ia berada. Di hiruk pikuk konser BTS. Dengan perasaan kesal ia menyoraki nama-nama yang diingatnya. Ia sama sekali tak mengingat siapa nama The One Word Man. Ia hanya ingat Sugar, Sugar, dan Sugar! Berhubung ia suka gula.

It’s not Sugar but Suga.” Koreksi seseorang di belakangnya. Sarah berbalik. Rupanya Kiara.

Jackpot! Ia bisa mengingat nama gadis itu! Sarah berterimakasih. Ia benar-benar bertemu gadis itu lagi.

Pembukaan konser itu diawali dengan lagu I Need U. Lalu dilanjutkan dengan Just One Day. Kemudian penampilan solo dari J-Hope yang dance dan Jungkook yang menyanyi. Lalu lagu Let Me Know mengiringi.

Sarah merinding ketika mendengar suara berat penyanyi pertama. Dan yang rap, ia yakin kalau itu Si Gula. Ketika ia bertanya pada Kiara, ia bilang itu V.

Dia adalah The One Word Man!

-o-

Saat fanmeet, Sarah tak henti-henti menggigit bibirnya. Jantungnya berdegup kencang. Beberapa kali ia menjatuhkan barang yang dipegangnya. Ia juga memeluk erat tas biru yang selalu menemaninya kemanapun. Instingnya mengatakan sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi.

Tiba di bagian Suga, Sarah tak berani mengangkat kepalanya. Karena yang selanjutnya adalah The One Word Man. Lagi-lagi ia lupa huruf apa yang dipakai pria itu. Andai saja ada Kiara yang membantu.

Lain seperti dugaan Sarah, The One Word Man hanya menandatangani kertasnya dan tersenyum. Lalu kembali fokus pada ponselnya. Seperti mencari sesuatu. Dan saat itu juga Sarah merasa lega sekali.

“Kau yang tas biru!” seru Taehyung tiba-tiba dan menunjuk Sarah. Gadis itu sontak berbalik. Namun ia tetap melanjutkan hingga semua personil Bangtan Boys sudah menandatangani kertasnya. Taehyung berjalan menghampiri Sarah dan menariknya ke tempat ia duduk. Menyuruh gadis itu menunggu sampai antrian selesai.

“Sampai kapan aku harus menunggu kalau antriannya panjang seperti Sungai Amazon!” gerutu Sarah dalam bahasa Inggris. Taehyung menoleh dan bertanya pada Namjoon yang lebih mahir. Kemudian ia tertawa setelah mendengar penuturan sang Leader.

                Hyung, bilang ini padanya. Setelah ini aku akan menanyakan sesuatu padanya.” Pinta Taehyung. Namjoon-pun menyampaikan hal itu.

Sarah memutar bola matanya kesal. “But please hurry ‘cause my time is precious.”

                Taehyung berbalik dan menunjukkan ponselnya. Sarah kaget melihat akun twitternya dipakai untuk mengirim sebuah tweet untuk Bangtan Boys.

This.. you?” tanya Taehyung. Sarah mengangguk dan merampas ponsel Taehyung. Ia menekan nomor Keisya dan mengeluarkan sumpah serapahnya pada gadis itu.

“Kau memakai punyaku sedangkan kau punya milikmu sendiri?! Kau tak tahu betapa malunya aku, huh?! Sudahlah! Akan kuselesaikan ketika aku sampai di sana! Awas saja kau, Keisya Smith! Mana Evelyn?! Aah, kalian berdua membuatku gila!!”

Seluruh personil Bangtan Boys dan peserta fanmeet tertawa. Namun di dalam hati para fangirl, mereka pasti iri. Karena gadis itu baru saja memiliki nomor seorang Kim Taehyung. Begitu Sarah mengembalikan ponsel Taehyung, ia baru sadar kalau itu bukan ponselnya. Gadis itu terkejut dan meminta maaf berkali-kali.

Taehyung berdiri dan menegakkan tubuhnya. Mengukur tingginya dan tinggi Sarah. Gadis itu mengernyit heran. Tinggi keduanya sama.

“Wah, dia lebih tinggi dariku!” seru Hoseok. Serempak semua melirik Jimin. Karena ia adalah member terpendek.

“Aku sudah kebal..” ujar Jimin.

“Jangan beri nomorku pada siapapun. Aku mempercayakanmu.” Bisik Taehyung yang membuat seluruh gadis peserta fanmeet menjerit histeris. Sarah mengangguk kecil. Nyaris Taehyung kehilangan kendali untuk tidak mencium gadis itu. Padahal ini kali pertamanya bertemu gadis itu. Entahlah, bibir gadis itu terlalu menggoda.

It’s done?I have to leave as soon as possible.” Tanya Sarah. Taehyung mengangguk. Walaupun tidak tahu artinya, ia berasumsi kalau gadis itu tak punya banyak waktu. Jadi ia mengangguk. Sarah berbalik dan berlari melewati pintu keluar.

Tiba-tiba Taehyung berteriak histeris. “AKU LUPA MENANYAKAN NAMANYA!!”

Twitter?” tanya Hoseok.

“Tidak ada informasi pribadi! AAH! BODOHNYA AKU!!” jerit Taehyung. Personil Bangtan Boys menggelengkan kepala mereka.

Rambut cokelat panjangnya, mata bulatnya, alis tipisnya, hidung mancungnya,bibir cherry-nya, tubuh tingginya, dan backpack biru miliknya.

                Namanya? Aku tak tahu.

                Namun sepertinya aku telah terjatuh padanya. Terjerat dalam pesona gadis yang mengenakan backpack biru.

                Hal yang harus kulakukan ketika bertemu dengannya, adalah menanyakan namanya.

                Tapi kapan aku bisa bertemu dengannya lagi?

                -end.

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Backpack – (Oneshot)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s