[BTS FF Freelance] Skool Luv Affair – (oneshoot)

skool luv affair

Title : Skool Luv Affair

Author : Haya

Main cast : Jeon Jungkook

                     Park Sorra

                     Jin

                    All of personel BTS, etc

Leght  : oneshoot

Rating : General

Genre : school life

Disclaimer :  fanfiksi ini terisnpirasi dari judul lagu yang sama judulnya dengan judul fanfic saya. Fanfiksi ini menceritakan tentang emosi para pelajar sma karena ia ingin menjadi pecinta sejati. Happy reading !!!

“Kenapa kau mengguncang hatiku? Ke-kenapa kau menguncang hatiku? Menguncang hatiku? Menguncangnya !”

 

Pria tampan bernama Jeon Jungkook tengah berkumpul berkumpul bersama kawan kawannya di kelasnya. Ia memilih duduk diatas meja terbahak di gerombolan teman teman lelakinya. Entah membicarakan apa? Yang pasti Jungkook sangat suka moment ini. Seorang temannya memamerkan lesung pipi badainya mengisyaratkan sesuatu pada Jungkook yang sontak membuat seorang Jeon Jungkook reflek.

“Jungkook-ya kau di cari oleh dia!” tegur temannya yang berlesung pipi badai  itu mengisyaratkan, di ikuti tawa bahak oleh teman teman Jungkook. Jungkook menengok ke arah pintu kelas dan terbelalak. Sebuah hoobae berondolan gendut dengan pipi merah bukan karena tersipu malu namun karena wajah jerawatnya bak kepiting rebus yag  terpampang nyata di depan pintu kelas membuat semuanya mata mengerjap tak percaya. Hoobae itu sepertinya tengah mencari Jungkook, pria impiannya.

“Sialaan kau Monster!”  teriak Jungkook sambil menjitak kepala temannya yang ternyata bernama Rap Monster itu, sesekali sambil melirik hoobae gendut itu karena takut. Rap Monster mengerang kesakitan memegang kepalanya

“Mari sini hoobae– ya” teriak  Jimin- salah satu teman Jungkook melambaikan tangannya. Hoobae tersebut pun lalu menghampiri Jongkook yang tengah berada juga di gerombolan teman temannya. Jongkook semakin takut. Oh tidak hoobae jelek itu semakin mendekatinya

“Kookie oppa, kookie oppa” bahkan ia memberikan nama panggilan sayang pada Jungkook. Jungkook menelan salivanya mentah mentah. Ia bingung harus bagaimana?

“tolong aku monster, tolong aku!”Jungkook memeluk tangan Rap Monster saat jaraknya dengan hoobae gendut hanya satu meter.  Jungkook tak berhenti membelalakkan matanya hingga manik manisnya itu tak bisa berkedip.

“aku tak kan menolong kau karena kau memanggilku monster” umpat Rap Monster sambil melepaskan tangan Jungkook. Oh tidak hoobae itu menggantikan posisi tangan Rap Monster. Ia tak segan segan menggandeng Jungkook.

“aighoo! Ku mohon lepaskan ” ujar Jungkook berusaha melepaskan tangannya dari hoobae itu. Namun naas Jungkook sangat berat menarik tangannya, habisnya hoobae itu benar benar berdanging besar. Teman temannya pun sangat senang melihat tontonan langka itu.

“Kumohon lepaskan!” Jungkook mengerang  lebih keras. Hoobae itu masih tak melepaskannya. Ia malah semakin erat memeluk tangan pria impiannya. Jimin yang melihatnya tak bisa membayangkan bahwa kejadian itu jika tertimpa padanya, ia benar benar tak bisa menahan tawanya.

“Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau memanggilku Nonna Cantik!” pinta hoobae sialan itu dengan raut mukanya yang manja. Hal itu membuat Jungkook semakin geli melihatnya hingga ia tak tahan lagi dan menutup rapat kedua orbsnya bersamaan.

“Baiklah, lepaskan tanganku wahai Nonna cantik” kata itu terpaksa terlontar dari mulut Jungkook. Habisnya ia benarr benar tak tahan lagi.

Hobae itu lalu tersipu malu dan gembira. Teman temannya lantas bertepuk tangan meriah.  Bahkan Jimin merekam perkataan langka yang diucapkan Jungkook tadi. Jungkook yang tak kuat lagi lalu berlari terbirit birit keluar dari kelasnya.

Jungkook berlari sekuat tenaga, ia hampir mengitari sekolahnya karena ulah hoobae itu. Hoobae itu masih mengejarnya. Jungkook lalu terus berlari, untung saja ia sudah jauh dari hoobae itu, pasti hoobae sialan itu tak bisa berlari. Jungkook namun masih tetap berlari

‘BRUUK’

Ia menabrak seseorang didepannya hingga terjatuh. Jungkook pun terkaget dengan nafas yang tersenggal senggal karena ia sangat lelah.

Mianhae” ucap Jungkook sambil mengulurkan tangannya pada seseorang yang tak sengaja di tabraknya. Seseorang yang ternyata seorang gadis itu lalu menerima bantuan Jungkook dengan memegang tangannya.

“Kau!” teriak Jungkook terkaget sambil menunjuk gadis itu ketika ia berhasil melihat rupa seseorang yang ditabraknya. Gadis itu pun sontak melepaskan tangannya dari tangan Jungkook dan memilih untuk berlari. Ada pertanda apa ini!

Jungkook lalu mengejarnya , gadis itu pun juga semakin menambah laju kecepatannya. Jungkook sempat kehilangan arah gadis itu saat gadis itu sepertinya berlari ke tikungan koridor.

“Tunggu tunggu” teriak Jungkook. Namun ia berhasil melihatnya kembali terlihat gadis itu masih terus berlari.

-000-

‘BBRUAK’

Sebuah tangan berhasil mendarat memecahkan kayu loker.  Tangan itu juga berhasil menghalangi seorang gadis. Gadis itu terbelalak.

“ Kau harus jauhi Jungkook sialan itu, kau itu hanya milikku” Jin masih mehalangi gadis itu dengan tangannya sambil mebisikkan kata kata licik di telinga gadis itu. Gadis itu pun mengelaknya. Namun Jin masih tetap menghalaunya. Bahkan Jin mendorong gadis itu tebanting di loker. Gadis itu berusaha mendorong Jin, namun Jin juga membalas mendorong lagi.

“Memangnya apa yang kau mau!” teriak gadis itu sambil mengelus pundaknya yang kesakitan.

“Kubilang jangan mendekati Jungkook wahai Park Sorra!” teriak Jin kejam menatap gadis yang ternyata bernama Park Sorra itu.

“Aku tak mendekatinya, tapi dia yang mengejarku” tumpal Sorra  sambil melototkan matanya tak terima

Ne, karena ia sedang bermain kucing kucingan dengan kau” tumpas Jin menuduh tidak tidak. Jin mengacak acak rambut Park Sorra.

“Mari kita akhiri saja!” teriak Park Sorra lalu berusaha meninggalkan Jin. Jin pun menghalaunya dengan menarik tangan Sorra. Ia melihat pipi Sorra yang basah.

“Apa lagi yang kau mau dariku?” tanya Sorra terbata bata karena menangis. Jin pun mengkerutkan bibirnya dan matanya menyeringai

“Aku tak mahu kita putus, seorang bad bad girl yang ada diluar, seorang gadis yang buruk bahkan lebih buruk di sisimu, jika kau kehilangan orang sepertiku, kau akan menyesal !” jelas Jin yang seakan tak berguna. Jin pun berusaha menghapus air mata Sorra dengan tangannya. Namun Sorra menepis tangan Jin.

“sudah tak ada gunanya lagi kau menghapus air mataku, kau malah semakin membuatku menagis dengan perkataanmu tadi, kau bahkan berani mengacak acak rambutku ” pungkas Sorra pertanda bahwa hubungan mereka telah sirna pada detik itu. Sorra pun lalu pergi meninggalkan Jin. Jin yang sangat menyesal berteriak sekeras kerasnya mengguncang sekolahnya. Ia pun jalan tergontai menuju kelasnya. Hingga temannya ada yang mengira bahwa Jin sedang mabuk.

-000-

“Hei Jeon Jungkook” sapa Jimin sambil melakukan sesuatu.

Anyeong” balas Jungkook sambil melakukan kegiatan yang sama.

“Kau sepertinya terlihat capek?” tanya Jimin mendengar nafas Jungkook yang tidak beraturan. Jimin tersenyum ambigu.

“Aku tengah mencari sesuatu, tetapi aku kehilangan dia, karena aku tak bisa tahan lagi tapi aku sekarang sudah lega” jawab Jungkook penuh teka teki. Lalu ia dan Jimin menghentikan aktivitasnya itu. Dan mereka pun membenarkan celananya.

“maksudmu?” tanya Jimin penuh selidik sambil memicingkan matanya

“ah kau tak perlu tahu, aku hanya sangat lelah mencarinya” celoteh Jungkook

“Kau tahu, aku lebih lelah mengepel ruangan ini” ujar Jimin menunjuk seluruh sudut ruangan yang ia kunjungi bersama Jungkook yang ternyata adalah toilet.

“kau pasti di hukum seongsanim atas ulahmu itu, mari ke kelas!”  ajak Jungkook merangkul Jimin

-000-

Eomma!” teriak Jungkook sambil membenarkan penyangga sepedanya. Ia sepertinya sudah pulang dari sekolahnya. Lalu Jungkook mendekati ibunya.

“Kenapa ibu ada di sini, tak biasanya kau keluar begini di senja hari”  ujar Jungkook menatap ibunya terheran. Sedangkan ibunya tak menggubris Jungkook, ia malah menampakkan wajah cemberut.

“Apa ayah meminta ibu keluar?” tanya Jungkook sejurus kemudian. Pertanyaan itu membuat hati eommanya tercelos. Eommanya terlihat sangat bingung.

“eum.. tidak ..tidak, aku menunggu kau pulang sayang” jawab eomma Jungkook terlihat kebingungan.

eomma bohong!” teriak Jungkook membantah

“Jungkook aku mengkhawatirkan kau” tumpas ibu Jungkook

“Tak biasanya eomma menungguku pulang seperti ini, eomma pasti sedang bertengkar dengan appa” bantah Jungkook lagi seakan mengetahui detail situasi yang terjadi.

‘Haruskah aku menulis surat pada mereka ? untuk berbicara pada appa dan eomma dan memberi tahunya agar tak bertengkar lagi. Apa ini? Aku menjadi seperti debu di depan mereka’

Batin Jungkook membuat ia diam sedikit lama. Bahkan melamun

“Lalu kenapa ibu tak masuk saja, lagi pula aku kan sudah pulang” Jungkook mengujar pada ibunya. Ibunya pun terlihat diam kebingungan.

“Kau dahulu saja yang masuk sayang” kata ibu Jungook sambil mengelus rambut Jungkook seakan menutupi kejadian yang terjadi.

Jungkook pun mengangguk menurut. Ia berjalan masuk ke rumah. Namun langkahnya terhenti di belakang pintu ketika mendapati ayahnya bersama dengan wanita lain. Benar benar, ayahnya berani beraninya berpegangan tangan dengan wanita selain ibu. Jungkok pun mengkerutkan mulutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat  tontonan yang membuatnya benci. Ia memutuskan untuk tidak jadi masuk ke rumahnya.

Jungkook menarik tangan eommanya. Namun eommanya mengelak

“ayo kita pergoki appa, eomma tidak bisa tinggal diam seperti ini” Emosi Jungkook berkutat pertanda  tak terima.

“Tapi-” baru saja eommanya mengelak, Jungkook sudah menarik eommanya hingga masuk rumah. Suasana pun tegang. Ayah Jungkook dan selingkuhannya pun terkaget dan melepaskan tangan mereka.

Appa keterlaluan!!!” teriak Jungkook membuat selingkuhan ayahnya lalu pergi begitu saja.

“Mengapa ayah punya simpanan!” lanjut Jungkook. Pita suaranya berhasil memekakkan telinga ayahnya. Ayahnya hanya terus diam saja dan kebingungan. Sedangkan eomma Jungkook membenamkan kepalanya.

“keterlaluan!!” .Jungkook hampir memukul ayahnya

“berhenti nak” tahan eomma Jungkook memegang tangan Jungkook.

Appa benar benar tak menghargai eomma, dan aku menjadi seperti debu di depan kalian” ucap Jungkook terbata bata seperti mengangis membuat kedua orang tuanya tercelos. Bahkan eommanya tak bisa meanahan air matanya

“Maafkan appa dan eomma nak, appa berjanji tak akan mendekatinya lagi” kata ayah Jungkook menyesali perbuatannya. Suasana tegang pun menjadi sedikit mereda ketika satu pelukan hangat untuk pertamakalinya dirasakan oleh Jungkook dan eommanya. Suasana sontak menjadi haru.

“aku berjanji akan menjaga kalian”

-000-

Pagi hari telah tiba. Dimana matahari siap untuk melihat semua. Kicauan burung yang seakan membangun pesona. Pesona Jungkook telah terlihat sedari tadi. Ia berdiri di depan cermin almarinya dan bertatap dengan sosok wajah mirip dia. Benar saja, Jungkook berkaca di depan cermin. Jungkook mengenakan jas almamater hitamnya sehingga menutupi baju putih. Jungkook menyambar dasinya, dan memasangkannya di kerah seragam sekolahnya. Itu artinya Jungkook bersiap untuk pergi ke sekolah. Tak lupa, ia menyisir rambutnya agar terlihat tampan. Di tambah dengan minyak rambut yang seakan menambah pesona Jungkook karena ia detail menjaga penampilannya.

“Huft, ini efek dari jatuh cinta” Jungkook berbicara sendiri menghadap cermin. Jungkook lalu menuju ke meja makannya. Ia menemukan, sehelai roti dan selai. Jungkook lalu mengoleskan selai coklat kesukaannya ke roti. Jungkook bersiap menjajalkan rotinya ke mulutnya.

“Aku sangat lapar dengan cinta!”  Jungkook kembali berbicara sendiri sambil mengunyah rotinya. Namun kini ia sembari memakan roti, maka dari itu perkataannya tak terlalu jelas. Mungkin dia gila! Perkataan apa itu, sungguh menyeramkan. Ia sangat berbeda pagi ini

Jungkook lalu menyambar sepedanya dan lantas mengkayuhnya menuju sekolah. Tak lupa ia menyumpalkan headset ke kedua telinganya.

Berbeda dengan Jungkook, Jimin telah sampai ke sekolah. Ia melepaskan helm dan meletakkannya di motornya. Jimin merapikan rambutnya. Pesonanya adalah di sukai banya wanita karena sapaannya. Oh ya, Jimin adalah salah satu pria yang banyak di gemari perempuan  di sekolah.

Jimin  berjalan dengan penuh gaya. Matanya berhasil menarik siswa perempuan yang bertemu dengannya.

“Hei gadis, jika kau sakit jangan panggil 911, tapi panggil lah aku ” goda Jimin yang membuat kedua gadis yang lewat berteriak histeris.

“katakan tersenyum, maka aku akan tersenyum” goda Jimin sekali lagi kepada gadis gadis yang melewatinya saat itu.

“katakan berguling guling, maka aku akan bergul…..” perkataannya terpotong ketika seorang gadis lewat dengannya. Jimin menatap gadis yang lewat itu dengan terbelalak. Gadis itu pun tersenyum.

“Oh tidak, mengapa aku menggoda gadis yang di sukai oleh temanku?” tanya Jimin pada dirinya sendiri. Tiba tiba, Suga menyambar menepuk punggungnya.

“Hei, kenapa tatapanmu seperti itu?” tanya Suga melihat temannya.

“Hei bukannya itu Sorra, gadis yang di sukai Jungkook” lanjut Suga terheran sambil menunjuk gadis berwajah love itu. Ia sejenak menengok ke arah Jimin yang masih terbelalak.

“jangan jangan kau menyukainya, dasar tak setia kawan” celoteh Suga sebelum Jimin menjawab

“Aku lupa, aku tak sengaja menggoda dia” sahut Jimin

“Oh ya sudah, mari kita basket saja”

-000-

“Hei dasar pria mengantuk!” teriak V pada Ji-Hope sesekali membaca komiknya.

“Huahhh” Ji Hope munguap. Pagi pagi sudah mengantuk, pria itu memang kurang tidur sepertinya. Ditengah perbincangan mereka di depan kelas , lewatlah seorang gadis cantik.

“Hei bukannya itu adalah gadis yang di sukai Jungkook” umpat Ji Hope berbisik.

“Apa kau bilang!” teriak Jin tiba tiba datang di perbincangan mereka.

“Hei kau belum tahu ya, gadis itu gadis yang di sukai Jungkook baru baru ini” celoteh V memberitahu Jin. Jin menatap gadis itu ambigu. Lalu sesekali menatap wajah kedua teman di depannya. Jin masih menyesal dengan kejadian kemarin, sungguh ia sangat benci pada Jungkook sebagai wujud cemburunya saat ia masih menjadi kekasih gadis itu. Tapi ia berpikir, ia sudah putus dengan gadis itu. Pilihannya adalah bangkit! Dan bangkit. Karena teman lebih berharga di banding kekasih. Jin melamun sejenak.

“Menurutmu, apa yang harus kulakukan ketika aku mengkhianati seseorang?” . Jin mengambil posisi jongkok dengan satu kaki pada bagian lutut menyentuh lantai, sedangkan lutut kaki lainnya menunjuk ke atas.  Ji- Hope pun kebingungan dan berpikir

“memberinya permen mungkin, agar kau dan dengannya berhubungan lebih manis semanis permen itu” canda Ji- Hope membuat Jin tersenyum kecut.

“Menurutku kau harus meminta maaf dengan tulus padanya” saran V yang masih dengan dunia komiknya. Jin lalu mencetakkan jari  tengahnya dengan ibu jarinya

“Ya kau benar, Jeongmal Gomawo” Jin pun lalu berlari meninggalkan mereka

-000-

Jungkook memasuki kelasnya, ia meletakkan tas ransel ke laci mejanya. Sungguh membosankan pagi ini, Jungkook kebingungan apa yang harus ia lakukan. Jungkook memutuskan mengambil buku tulisnya. Ia pun memberikan goresan goresan hitam membentuk gambar berbentuk hati. Tak lupa ia menghias gambar itu dengan mewarnainya menggunakan teknik arsir. Di tengah aktivitasnya. Ia tak sengaja melihat seorang gadis yang lewat di depan kelasnya dari seberang jendela. Jungkook lalu bangkit dari kursinya, lalu membuka pintu kelas dengan keras.

Jungkook berhasil menemukan gadis yang selama ini ia cari. Ia tersenyum pada gadis itu, sedangkan gadis itu membalas senyumnya. Jungkook masih manatap ke objek yang ia maksud- gadis itu. Gadis itu lalu berjalan menjauhi Jungkook.

Mereka tak tahu bahwa kejadian itu dilihat oleh Rap Monster dan Suga.

Huft untung saja Jungkook menemukan gadis itu, ia berjalan lebih cepat sebelum menyambangi posisi gadis itu.

Kenapa kau mengguncang hatiku, kenapa kau mengguncang hatiku, menguncang hatiku mengguncangnya” umpat Jungkook merasakan detak jantungnya yang tak karuan. Memang ia tadi sangat lelah mengejar gadis itu sehingga detak jantungnya berdetak lebih cepat. Tapi ia bingung akan kejadian ini. Bagaimana Jungkook harus mengubahnya, berpikir dengan dua waktu? Ia kebingungan. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta atau efek dari dia berlari. Ah…Jungkook sepertinya mengubahnya menjadi perasaan gugup. Jungkook mulai gugup. Jaraknya dengan gadis itu hanya tinggal satu meter. Jungkook dapat merasakan bahwa ini adalah efek dari jatuh cinta. Oh tidak Jungkook menjadi pecinta.

“Aku mulai gugup! Siapa kau! Apa kau baik baik saja! Kenapa kau terus menggodaku! Hanya berhenti sekarang, Tunggu” batin Jungkook meraih gadis itu.

“Tunggu” sahut Jungkook kali ini ia tidak membatin perkataannya. Gadis itu pun buru buru menoleh, dan tersenyum. Jungkook menggigit bibir bawahnya. Ia benar benar tak bisa menetralisir rasa gugupnya.

Anyeong Haseo”Jungkook sedikit membungkukkan badannya ketika ia berhasil menyambangi gadis yang ia maksud

Anyeong Haseo” balas gadis itu sembari menampakkan sunggingan mulutnya

“Eumm.. boo..lehkah aku.. memin..ta ponselmu” Jungkook gila akan gugupnya. Jungkook lupa dengan satu katanya sehingga membuat gadis itu terkesiap. Ia tak yakin dengan perkataan Jungkook. Ia menatap Jungkook bermaksud bertanya.

“Oh maksudku nomor ponsel” Jugkook menggosok gosokkan kedua tangannya agar menghasilkan hawa yang hangat untuk mengatasi perasaan gugupnya yang membuat suasana dingin. Jungkook tersenyum kikuk pada gadis itu sembari berjalan di koridor sekolah. Gadis itu terlihat mengambil kartu pelajarnya.

Gadis itu menyerahkan kartu namanya dan Jungkook menerimanya.

Jungkook meniup rambutnya tanpa sepengelihatan  gadis itu. Ia hampir menyentuh tangan gadis itu saat menerima kartu pelajar gadis itu

“Kau bisa melihatnya di kartu pelajarku, bawa saja dulu” kata gadis itu mengisyaratkan. Jungkook mengangguk sambil tersenyum kikuk.

“Oh ya siapa namamu?” tanya Jungkook pada gadis itu. Kini rasa gugupnya semakin mereda.

“Lihat saja di kartu pelajarku” jawab gadis itu singkat. Jungkook pun mengecek kartu, sedangkan gadis itu buru buru meninggalkan Jungkook.

“Park So-rra…” Jungkook mengeja nama itu. Namun Jungkook terbelalak, tanpa Jungkook sadari gadis yang ternyata bernama Park Sorra itu sudah tak berada di sampingnya. Ia menatap menjuru seluruh objek. Ia telah menyapu sekitarnya tapi gadis itu entah kemana.

“gadis itu dingin” kata Jungkook tersenyum senyum melihat foto profil gadis itu. Jungkook sudah menyimpan nomor Park Sorra. Ia terus memandang screen ponselnya.

“tapi dinginmu itu membuat aku semakin suka”

-000-

“hei Jungkook!!” sapa seluruh insan yang menjuru pada Jungkook. Jungkook membalasnya dengan senyuman manis sambil melambaikan tangannya.

“Apa yang kau lakukan disini teman teman? Kenapa kalian memanggilku?” tanya Jungkook penuh selidik.

“Hei kita akan membantumu untuk menembak gadis kesukaanmu itu” bisik Rap Monster membuat kuping Jungkook bereaksi. Jungkook sedikit melamun.

“Tapi aku baru saja mengenalnya tadi” sahut Jungkook beralasan

“Tapi kau sudah lama menyukainya kan” tumpas V yang seakan mengetahui isi hati Jungkook. Semua yang ada di kelas pun mengiyakan. Jungkook tak bisa menjawab.

“sudahlah jangan di tunda tunda, nanti dia bisa jadi milikku, pesonaku kan tak ada yang menandingi” sahut Jimin berlanjut disoraki seluruh insan yang ada di kelas termasuk Jungkook.

“Sudah sudah mari kita bersihkan ruangan ini!” Rap Monster berusaha meredakan keributan. Mereka pun bersama sama membersihkan ruangan kelas. Ini semua mereka lakukan untuk Jungkook. Mereka melempar seluruh kursi dan meja ke depan kelas sehingga membuat kelas terlihat lebih luas. Semuanya sudah selesai, tinggal pembagian tugas. Rap Monster sebagai penyala lampu bersama Jimin

“Aku tidak ingin jadi bagian lampu, aku tak bisa melihat bagaimana Jungkook” Jimin beralasan

“Bilang saja kau ingin menggoda gadis Jungkook dengan pesonamu” celoteh Rap Monster. Jimin terkekeh menggaruk garuk rambutnya

Sedangkan V, J –Hope, dan Suga bertugas  mempersilahkan Park Sorra masuk. Lalu dimana Jin.

“Lalu dimana Jin, lagi lagi ia tak berkumpul dengan kami!” teriak Rap Monster mencari Jin. Alih alih mencari Jin mereka malah mengumpatnya.

“Pria itu memang benar benar”

“Sudah sudah, dia pasti sedang sibuk mempersiapkan pertandingan basket” Jungkook berkata bijak dan berusaha membangun dan menyebarkan virus prasangka baik pada teman temannya untuk Jin

“Lalu bagaimana aku menyuruhnya masuk ke kelas?” lanjut Jungkook yang tak sabar, ia seakan lapar dengan cinta.

“Aku tahu” lampu di atas kepala V pun menyala, ia memeberikan usul agar Jungkook mengirimkan pesan kepada Park Sorra. Jungkook melakukan intruksi dari V.

“Apa aku harus membeli navigasi GPS?” desah Jungkook. Sudah setengah jam sepuluh detik mereka menunggu. Namun Sorra masih tak membalas pesan Jungkook.

“Mungkin ia membuka pesanmu, ia membalasnya, namun ia tak memencet tombol send” tiba tiba Jin datang di antara sekumpulan pelajar pendukung pecinta itu. Semuanya terkaget. Semua pandangan menuju ke arah pusat perhatian masing masing yaitu Jin. Ternyata Jin mendengar percakapan mereka dari luar kelas.

“aku saja yang menyusul Sorra, ini sebagai permintaan maafku pada Jungkook, Mianhe” lanjut Jin.

“Minta maaf untuk?” tanya Jungkook memperlihatkan tatapan bingung.

“Sudah jangan pikirkan itu, mari kita lakukan tugas masing masing” Jin  tak mau menjawab dan ia bertepuk menginterupsikan kepada seluruh teman temannya untuk mengerjakan tugas masing masing.

-000-

Jin lalu masuk ke dalam almari dekat loker milik anak perempuan. Ia siap mengintai mangsanya-tepatnya mangsa Jungkook. Hal ini ia lakukan untuk temannya Jungkook karena Jungkook lapar akan cintanya. Jin sangat mengetahui keseharian Sorra, benar saja! Ia adalah mantan kekasih Sorra. Pasti siang siang begini Sorra sedang mengambil tasnya di loker. Akhirnya seseorang yang ia maksud pun datang juga. Yak, Jin lantas membuka almari dengan keras. Ia lalu menghembuskan nafasnya keras keras karena sangat pengap sekali suasana di alamari itu. Benar, Sorra tengah membuka pintu lokernya. Sekarang Jin!

Jin lalu mendorong Sorra sehingga membuat Sorra terkaget. Jin memperlihatkan tatapan lekat dengan seringaiannya yang menyebalkan pada gadis mantan kekasihnya itu, sehingga berhasil membuat Sorra marah.

“Apa yang kau lakukan disini!” teriak Sorra melawan

“Diam ! kau harus ikut aku” teriak Jin sembari memegang tangan Sorra lalu menariknya. Jin pun menyeret Sorra. Sorra sempat mengelak, namun ia tak berhasil lepas dari tangan Jin.

“Lepaskan tanganku”. Sorra mencoba melepas tangannya kasar

“Tidak”

Jin berhasil membawa Sorra masuk ke kelasnya. Jin dan Sorra masuk ke pintu sebelah kanan. Disana sudah terdapat V, J-Hope, dan Suga.

“Apa apaan ini?” tanya Sorra seperti mencibir. Ia menampakkan ekspresi marah sekaligus bingung

“Silahkan Nonna” V, J-Hope, Suga, sekaligus Jin melaksanakan tugasnya mempersilahkan calon kekasih Jungkook. Sorra pun masih kebingungan namun ia menurut untuk jalan ke tengah kelas. Tiga detik kemudian, kenop pintu kiri terlihat bergerak dan akhirnya pintu pun berhasil terbuka. Jungkook datang dan semakin dekat dengan Sorra. Rasa gugupnya semakin meningkat, hingga ia dan Sorra berjarak hanya satu meter. Jungkook berhadapan dengan Sorra, ia sedikit berdehem untuk sedikit juga mengatasi rasa gugupnya. Jungkook menembak tatapan Sorra dengan pandangan tulus. Sorra pun tersipu malu. Tiba tiba  lampu yang menerangi ruangan tersebut pun mati. Suasana sontak menjadi gelap. Dan satu celorot lampu besar menceloroti kedua insan pecinta baru itu- Jungkook dan Sorra.

Pria tampan yang bernama Jeon Jungkook itu lantas mengambil bunga mawar di dalam jas almamaternya. Jungkook menyerahkan mawar merah semerah hati Jungkook yang sempurna dan tulus untuk Park Sorra dan Sorra pun tercengang dan menerimanya. Konsep yang dikemas cukup apik dan sempurna namun sederhana itu membuat kedua sejoli itu berhasil  mengangkat sepasang pucuk bibirnya masing masing dengan gugup.

“A-ku” Jungkook terbata, ia sedikit terbatuk

“A-ku ingin menjadi oppamu”. Sorra belum juga bergeming, ia masih larut dengan senyumnya dan lidahnya seakan tak bisa bergerak bahkan ia belum juga bergeming. Ia  masih menunjukkan sikap dingin. Kini tubuhnya sangat panas dingin. Jungkook masih sabar untuk menunggu.

“A-ku ingin menjadi oppamu” sekali lagi Jungkook  berkata

“Mengapa kau tak tahu hatiku ini untukmu, Bahkan jika kau bertindak dingin , aku tidak bisa mendorong kau keluar dari pikiranku” Jungkook mengujar ketika mendapati Sorra tak mengatakan apapun. Jungkook belum saja menyerah, Sorra hanya terus tersenyum. Jungkook lalu menatap Sorra lekat. Ia semakin mendekatkan wajahnya ke Sorra. Sorra menutup matanya. Sorra lalu buru buru mengangguk.

“Baiklah oppa” suara sedikit serak itu membuat suasana menjadi terang kembali. Pertamakalinya Sorra memanggil Jungkook “Oppa” Itu pertanda bahwa Jungkook telah menjadi kekasih Sorra. Jungkook lalu tersenyum bahagia, ia sejenak menatap Sorra lalu memeluknya. Semua bersorak bahagia, termasuk Jin yang telah mengikhlaskan mantan kekasihnya itu. Emosi pelajar tidak sia sia, semua itu menghasilkan cinta.

~The End~

Para readers! Jeongmal gomawo karena sudah baca ff gaje ini dari awal sampai akhir! Biar gk sia sia bacanya coment yuk! Ungkapin perasaan kalian dari lubuk hati yang paling dalam! Dan saya mau tanya nih, sebenernya tokoh Jin itu cocok gk sih klo sifatnya kyk gitu, bandingin ama V ? cocokan mana?

Disini siapa  yang suka Jungkook!!! :v lupakan

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] Skool Luv Affair – (oneshoot)

  1. Ghinafachriza.93_

    Keren!!!! Btw ini kok kayak mv Boy in Luv ya?? Tapi ini bikin senyum” sendiri || jin kalo begitu cocok 👍🏻👍🏻👍🏻

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s