[FICLET-MIX] Side(s)

auroras bday

Side(s)

Ficlet-mix for Aurora’s Birthday

Written by :

l18hee, imjustagirl and FiolaCindy

BTS Kim Taehyung and OC Flo

another addictional cast mentioned

[Bagian pertama]

Sebenarnya Flo sama sekali tidak termasuk dalam daftar anak penakut dalam kelasnya?apalagi kelompok bermainnya. Jadi bocah belasan tahun itu sama sekali tak keberatan kala beberapa temannya mengadakan permainan menantang nyali malam Minggu ini. Mumpung besok libur dan dia diizinkan menginap di rumah Rachel bersama yang lain.

Hanya ada tujuh anak termasuk Flo, ada Rachel?tentu saja, Taehyung, Jimin, Olivia, Jungkook, dan Yoongi. Dan yang mengusulkan permainan konyol tadi adalah Taehyung. Awalnya sih Yoongi menolak, sebagai yang paing tua dia  tidak mau repot (dan sejujurnya juga malas). Rachel sampai harus menyeret celananya hingga hampir melorot. Dan akhirnya Yoongi mau ikut dengan sangat terpaksa.

Flo sendiri tak habis pikir, kenapa Taehyung mengusulkan permainan tidak berguna yang menyebabkan mereka berdiri di depan ruang bawah tanah milik keluarga Choi. Sekadar informasi saja, ruangan itu berada di bawah gudang penyimpanan berbagai alat bercocok tanam milik kakak Rachel. Ketujuhnya sudah berdiri di depan gudang belakang dibekali satu senter di tangan Yoongi.

”Cepat, siapa yang pertama?”

“Suit saja!” Taehyung mengusulkan. Flo sendiri sebenarnya sangsi bocah itu berani atau tidak. Paling-paling juga nanti Taehyung berteriak. Di sisi lain Flo tak masalah hanya dengan ruang bawah tanah gedung kecil. Toh isinya hanya sekop, slang, beberapa pot bekas, dan mentoknya tikus ukuran sedang. Asal tenang dan tidak panik semuanya akan-

“Batu, kertas, gunting!”

“Flo! Masuk pertama!”

-baik-baik saja.

Oh, baiklah. Jadi yang pertama tidak buruk.

“Takut tidak? Mau aku temani?” Taehyung menunjukkan cengiran. Yang dia dapat hanya pukulan pelan di perut. Sepertinya aksi mencoba romantisnya kandas, malahan sebelum dimulai.

“Aku tidak penakut, pe-na-kut!” Si gadis menekankan kata terakhir, bermaksud menyindir Taehyung yang nyatanya kelihatan menyesal telah mengusulkan permainan. Oh, lihat, cengkraman Taehyung di lengan Jimin bahkan tak lepas-lepas. Flo baru sadar barusan.

“Ya sudah. Lima menit paling lama, aku sudah ngantuk. Kalau ada apa-apa teriak.” Yoongi melirik jam tangannya di bawah sinar senter sebelum menguap lebar. Bukannya takut, dia memang serius mengantuk.

”Teriak saja, nanti aku bakalan lari menemuimu.” Sayangnya ucapan Taehyung tidak Flo acuhkan. Hanya Jimin yang menanggapi dengan nada mengejek, “Iya nanti larinya sambil merem saking takutnya.”

“Sudah diam. Jangan berisik nanti hantunya keluar lebih cepat.”

Para penakut berkedok topeng tak peduli langsung terdiam.

Setelah menarik napas dan meraih senter dari Yoongi, Flo mencipta langkah. Dia membuka pelan pintu gudang dan seperti dugaannya di dalam gelap. Tidak gelap sepenuhnya berkat cahaya yang masuk dari jendela samping?dan senter yang ia bawa tentunya. Kalau saja Flo tidak sedang mengantuk (sepertinya tertular Yoongi), dia mungkin merasa takut. Ia harus bersyukur kantuknya seakan mendesak untuk melakukan permainan lebih cepat.

Dia mengedar pandang hingga menemukan tangga menuju ruang bawah tanah. Sial, ternyata mengerikan. Dan kenapa kantuknya tiba-tiba menghilang? Apa dia kembali saja? Ah, memalukan jika belum sampai dua menit penuh dia sudah menyerah. Membulatkan tekad, ia mengembus napas panjang. Kembali mengambil langkah, kali ini menapak tangga.

“Kalau aku memejamkan mata, jatuh tidak ya?” Flo bergumam tak perlu. Buat apa bawa senter jika tidak digunakan membantu pandangan? Di tangga terakhir, ia kembali mengambil oksigen. Serius, ini tidak sesantai yang ia pikirkan. Rasanya saja sudah seperti tiga puluh menit berlalu. Nyatanya lima menit pun masih lama.

Sinar dari senter ia manfaatkan untuk menerangi ruangan dari sudut ke sudut. Hingga mendadak saja sebuah tepukan di pundak mengagetkannya.

“WAKH!” Flo rasa jantungnya jatuh ke bawah. Apalagi sebuah cengiran kini menyapa pandangnya. “Kim Taehyung! Kau mau aku mati, hah?” Yang paling sialan sekaligus melegakan saat ini adalah eksistensi tiba-tiba Taehyung dengan cengiran mengesalkannya.

“Takut ya?”

“Tidak. Hanya kaget saja kok. Lagian kenapa ikut masuk? Ini bukan giliranmu, tahu!” Sejujurnya Flo justru bersyukur ia tak perlu melewatkan malam dengan ejekan karena berlari ketakutan. “Bohongnya ketahuan. Sini kugandeng biar tidak takut.” Begitu saja Taehyung meraih tangan sang gadis. Flo baru akan mengucap protes ketika sebuah derap langkah terdengar.

“Flo! Kenapa berteriak?” itu suara Yoongi. Ah, pasti dia khawatir karena suara yang Flo buat tadi. Tadinya Flo ingin melaporkan Taehyung yang mendadak muncul. Namun kala ia melihat Yoongi, wajahnya berubah jadi pucat pasi.

Bukan, bukan si lelaki yang aneh.

Tapi, sosok Taehyung yang berucap sedikit gemetar di belakang punggung Yoongi.

“Mainnya sudah saja yuk. Aku merinding.”

Detik itu Flo sadar, harusnya ia tidak melupakan bahwa Taehyung adalah seorang penakut.

Dan omong-omong, yang masih menggandeng tangannya siapa?

 

 

[Bagian Kedua]

 

Flo pikir ada yang aneh dalam dirinya, bukan apa-apa hanya saja dia merasa aneh. Manakala terus ditatap Taehyung tanpa henti?well, tanpa berkedip juga. Si lelaki tak merasa lelah pun tangannya telah digunakan sekurangnya sepuluh menit kebelakang sebagai pangkuan kepala. Mengabaikan orang yang sedang dia tatap tanpa tau kalau sang gadis salah tingkah berkepanjangan.

Flo mencoba untuk tenang. Menarik nafas tiga kali dan mengeluarkannya tiga kali juga. TAPI KENAPA MANUSIA LAKNAT MACAM KIM TAEHYUNG SIALAN INI MASIH ENGGAN BERANJAK?!

“Kim, tolong berhenti menatapku seperti itu.”

Tapi Taehyung  tak menurut malah semakin mendekatkan tubuhnya kepada Flo, semakin membuat Flo masuk ke perangkap akan bayang-bayang kefanaan seorang Taehyung.

“Malas, soalnya kamu makin..” Taehyung menggantungkan kalimat.

“MAKIN APA?!” Dan Flo semakin penasaran setengah hidup.

“Makin gendutan.”

JEDAG!

Ya jangan salahkan Flo kalau besok Taehyung masuk opname mendadak, akibat dorongan mautnya, ups!

 

[Bagian Ketiga]

 

Taehyung tengah merenung akan bulatan merah besar yang terpapar di ujung kanan atas lembar jawab yang diperolehnya ketika ia mendengar sebuah teriakan. Tak jauh dari tempatnya duduk, berdiri tiga anak laki-laki, satu berbadan besar, dua lebih kurus, dan seorang lagi gadis berambut cokelat. Seorang bertubuh gempal –sekiranya adalah pemimpinnya– tersebut menggenggam lengan sebuah boneka teddy bear –sekiranya adalah milik sang gadis. Pun sang gadis yang berusaha mengambilnya kembali.

“Kembalikan padaku!” seru sang gadis seraya berusaha menggapai bonekanya yang kini malah diangkatnya tinggi-tinggi melebihi tinggi badan sang gadis.

“Tidak mau! Kemarikan dulu uang jajanmu, baru kukembalikan ini.”

Dengan modal sok cool dan nekad Taehyung buru-buru mengambil langkah untuk menyelamatkan gadis tersebut. Ia dipalak, pikirnya. Sekon berikutnya eksistensinya sudah berada di antara keempat anak tersebut.

“Kau tidak bisa seperti itu kepada seorang gadis. Kembalikan bonekanya atau kau–“

“Atau apa?” potongnya. “Kau akan menghajarku, huh? Paling-paling kau akan pingsan sekali pukul.”

Kedua tangannya ia kepalkan erat-erat siap bertarung. Namun semakin lama tangannya semakin bergetar. Tumpuannya mulai hilang. Keringat dingin mengucur di pelipisnya. Ia tetap memaksakan diri untuk berdiri di sana. Seorang gadis tengah memperhatikannya. Paling tidak ia harus berlagak menjadi seorang gentle boy. Meski ia tahu, melawan kakaknya boxing dalam game saja tak mampu, apalagi berantem beneran.

“Apa aku harus melakukan straight?” ujar si anak gendut.

Untuk terakhir kalinya Taehyung memantapkan kuda-kudanya. Seterusnya ia hanya memejamkan mata.

1

2

3

Dan hasilnya –

Ia kalah! Lebih tepatnya dalam satu pukulan dan jatuh tersungkur menghantam tanah. Rasanya ingin segera pulang ke rumah lalu mengadu pada mamanya. Namun ia hanya dapat merintih kesakitan sedangkan ketiga anak tersebut pergi membawa bonekanya.

Gadis itu masih di sana. Ia tak boleh menangis. Ia harus tetap menjaga image-nya sebagai laki-laki –meski nyatanya baru saja ia hancurkan dengan jatuh tersungkur sebelumnya.

“Kau baik-baik saja?”

Dipukul tepat di perut? Tentu saja tidak baik. Apalagi jika tengkorakmu menghantam tanah.

“Aku baik-baik saja, kok,” ujarnya sembari memamerkan deret lengkap giginya.

“Oh, tidak! Lututmu berdarah!”

Aw, itu sakit!” serunya ketika lututnya tak sengaja tersentuh.

“Maaf. Tapi kumohon, jangan katakan ini kepada siapapun.” Gadis itu mengeluarkan sebuah tongkat dari balik mantelnya. Mengayunkannya perlahan, kemudian berkata, “Episkey!” dan voila! Lukanya tertutup kembali.

“Tunggu, tunggu, jangan takut, kumohon!”

“Kau–“ Taehyung sengaja menggantungkan kalimatnya. Tanpa dilanjutkanpun gadis tersebut paham betul apa yang ada di pikiran Seungcheol. Gadis itupun mengangguk seraya mengulum senyum.

“Jadi siapa namamu?”

“Aku? Flo. Kau?”

“Kim Taehyung.”

Hening. Suasana mendadak sepi. Taehyung menautkan kedua telunjuknya sementara Flo hanya diam memperhatikannya.

Eum, Flo, maaf tadi.”

“Apa?”

“Tentang bonekamu. Maaf aku tak dapat merebutnya,” sesalnya.

“Tak masalah. Kalau begitu, kita berteman, ‘kan?”

“Bolehkah?”

“Tentu!”

Mendapat nilai nol dalam ulangan di pagi hari, bertemu dengan gadis cantik, nekad melawan orang yang jauh lebih kuat darinya dan jatuh tersungkur ke tanah hingga berteman dengan seorang penyihir benar-benar sebuah pengalaman nan pembelajaran bagi Kim Taehyung.

Baginya, hal yang ia petik adalah “Jika kau ingin mendapat teman penyihir cantik, berlagaklah seperti superhero di depannya, meski ujung-ujungnya kau tersungkur juga. Paling tidak kau telah berusaha.”

-fin

 

HAPPY BIRTHDAY URI SARANGEUN AIS :*

Advertisements

4 thoughts on “[FICLET-MIX] Side(s)

  1. kyaaaa yang megang tangannya flo siapa nih~~ hhhhhhhh

    Tae sok jadi pahlawan !!

    suka sama ffnya kak~~ tetap semangat menulis yak hhhee

    Like

  2. HAH YA ALLAH ITU SIAPA YANG BIKIN BAGIAN KETIGANYA MAU KUKECUP DULU DONG. TAU AJA AKU POTTERHEAD STADIUM 4 TERUS SI FLO DIBIKIN JADI PENYIHIR. NTAR DIPANGGIL KEMENTRIAN NENG KALO MAKAI SIHIR DI DUNIA MUGGLE. ((oke oke ini capsnya isinya ais rambling soal flo x harpot))

    aduh di bagian pertama kumerinding masa baca terakhirnyaa. tapi gemesh sih baca tae-flo versi anak-anak, mana flo karakter tsunderenya dapet banget pulak hhhhhh mamanya bangga nih.

    dan di bagian kedua! pls kayaknya flo emang perlu ngurangin porsi makan fast food deh. sampe dikatain tehyong gendutan yalord 😹😹😹😹😹

    lastly, makasih buat abah ulang, dekfio, dan kakak yang aku lupa namanya ((MYANHE KAK AIS JARANG MUNCUL DI GRUP. AVADA KEDAVRA AJA ABIS INI)). sarang u too ok ❤ ❤ ❤

    Like

    1. Huwa~~~ kakais maap maap maap >< blom sempet kukoreksi. Yang bikin ketiga aku, tapi maaf kak.

      Aku baca fic kakak sebelumnya tae x flo yg spell. Terus aku inget ini, ini ada di draft ide ficku, dan dulu ini dipake buat sekop ma shannon, makannya nama seungchol nyempil satu :v maapkan daku

      Tapi aku jamin ini bukan remake :*

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s