[BTS FF FREELANCE] My Pre-Wedding (Twoshoot/2 END)

PicsArt_04-02-07.54.40

 

TITLE: My Pre-Wedding [Part 2-END]

CAST: Kim Taehyung, Ahn Yoonha, BTS member, Etc.

GENRE: Romance, Drama

LENGTH: Twoshoot

AUTHOR: MyB

 

***

Beep… Beeeeep..

 

Bunyi telepon terus berdering. Yoonha masih bergelung dalam selimut. Ia terbangun ketika mentari pagi bersinar menembus etalase kamarnya. Cukup menyilaukan.

 

Ia melirik benda disamping bantalnya. Yoonha meraih benda itu. Benda itu terus berbunyi semalaman sampai pagi. Tidak bosan-bosannya..

 

Yoonha mengabaikan. Ia menyentuh rambutnya yang setengah basah. Ini gara-gara semalam.

 

Semalam. Malam yang begitu suram. Seakan bayang-bayang kejadian yang mengerikan itu menghantuinya. Yoonha menggeleng keras ketika bayang-bayang itu meracuni pikirannya. Ia memang tak boleh membayangkan itu lagi.

 

Ada lebih dari limapuluh panggilan tak terjawab dan tigapuluh pesan singkat di ponselnya. Semua itu dari Taehyung.

 

“Ugh! Hidungku gatal. Haaatchii..” Yoonha bersin.

 

Flu sialan. Gara-gara kehujanan dan kedinginan. Batinnya kesal.

 

***

 

“Hah… hah… hah..” Nafas Taehyung tersengal. Ia menghirup banyak-banyak pasokan oksigen yang terasa makin menipis.

 

Dan ditambah lagi.. Pasokan oksigen seakan menghilang ketika Taehyung menatap layar ponselnya..

 

“Terabaikan?” Dengusnya.

 

“Shit!” Umpatnya hampir membuang ponselnya.

 

“Kau kenapa hyung?” Tanya Jungkook menghampiri Taehyung dan ikut duduk disampingnya.

 

Taehyung menoleh, “Kook. Apa kau juga sudah mendengar berita itu?” Tanyanya.

 

“Internet?” Tebak Jungkook.

 

Taehyung mengangguk.

 

“Ah, aku sedikit tidak percaya. Netizen itu berbohong.” Jawab Jungkook percaya diri.

 

“Kalau benar bagaimana?” Sahut Taehyung tiba-tiba.

 

Jungkook membelalakkan matanya kaget..

 

“Mwo?!”

 

“Aku mencintai gadis itu dan aku akan menikah dengannya.” Aku Taehyung tersenyum tanpa sadar.

 

“A-a-apa?!” Kaget Jungkook lagi gelagapan.

 

“A-yo, whats up, guys!” Namjoon, atau yg lebih dikenal dengan Rapmonster datang menghampiri mereka dan ikut duduk disamping Jungkook.

 

“Wah, rajin sekali kalian berdua? Ini masih pukul lima lewat tigapuluh menit pagi hari. Apa karena konser kita di Jepang?” Katanya beramah tamah.

 

Sialnya keramah tamahan Namjoon hanya di “krik-krik” oleh dua manusia itu..

 

“Sial, terabaikan. Kalian tampak serius sekali, ada apa ini?” Tanya Namjoon penasaran.

 

“Semuanya, ayo latihan lagi!” Jimin berseru keras sembari menghampiri Taehyung, Jungkook, dan Namjoon.

 

“Jimin hyung! Haaah, kalau sudah mendengar musik tidak mau berhenti. Aku sedang kelelahan.” Gerutu Jungkook.

 

“Lalu apa yang kalian lakukan? Seperti sedang bergosip saja.” Tanya Jimin ikut bergabung bersama mereka.

 

“Maaf,” Ucap Taehyung tiba-tiba mengejutkan yang lainnya.

 

“Kenapa kau meminta maaf hyung?” Tanya Jungkook bingung.

 

“Apa Jimin memukul mu? Biar aku pukul dia!” Tebak Namjoon asal seraya sudah menyiapkan pukulannya untuk Jimin.

 

“Wae? Aku tidak bersalah disini.” Protes Jimin membela diri.

 

“Tidak, ini bukan salah Jimin.” Sahut Taehyung.

 

“Lalu?” Tanya mereka bertiga kompak.

 

Taehyung menarik nafas panjang sebelum menjawab. “Berjuanglah untuk konser di Jepang nanti.”

 

Taehyung langsung pergi meninggalkan tempat latihan. Tanpa Taehyung ketahui, seseorang mengikutinya dengan berlari kecil..

 

“V tunggu!” Panggil Namjoon yang ternyata mengikuti Taehyung.

 

Taehyung menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia hanya menatap Namjoon tanpa bersuara..

 

“Apa maksudmu?” Tanya Namjoon kesal.

 

“Hyung, maafkan aku. Berjuanglah tanpa aku.” Ujar Taehyung dingin.

 

“Apa yang kau katakan?” Kesal Namjoon lagi. Ia merasa kemarahannya sudah berada di ubun-ubun.

 

“Aku tidak akan ikut konser.” Jawab Taehyung bergetar.

 

“Kau ini bilang apa?” Dengus Namjoon tertawa tanpa humor.

 

“Aku ada urusan lain. Ini penting.” Ucap Taehyung serius.

 

“Jadi bagimu kami tidak penting?!” Seru Namjoon marah.

 

Taehyung menggigit bibir bawahnya cemas. “B-bukan begitu. Hanya saja…”

 

“Hanya saja kau ingin menemui gadis mu itu dan menikahinya? Itu kan maksudmu?” Potong Namjoon sakartis.

 

Taehyung menelan salivanya sulit. Tadi Jungkook, dan sekarang Namjoon, berapa orang lagi yang akan tahu hal ini? Tentu saja semua orang akan tahu..

 

“Kalau begitu pergilah. Kami tidak akan menahan mu. Itu kan yang kau inginkan?” Desak Namjoon tanpa memberi kesempatan Taehyung untuk bersuara.

 

“Bagaimanapun juga, kami masih tidak percaya berita itu. Kami berfikir netizen itu mengatakan omong kosong. Bullshit. Tapi ternyata fakta di depanku ini melebihi bullshit.” Ucapnya mengakhiri sebelum ia pergi dengan langkah terburu-buru.

 

Kaki-kaki Taehyung terasa lemas. Pertahanannya hampir saja roboh jika ia bukan lelaki yang kuat. Tentu, lelaki harus kuat, kan? Dan di saat seperti ini, semua yang sudah terlanjur terjadi dalam hidupnya, harus dipertanggung jawabkannya. Bagaimanapun sakartisnya Namjoon padanya tadi, ia tetap melangkahkan kaki dan menghidupkan mesin mobilnya untuk menemui tunangannya, Yoonha.

 

Taehyung sudah berada di depan pintu rumah Yoonha. Ia segan untuk mengetuk. Ia menelfon, tapi tak diangkat. Ia meng sms tapi tak dibalas. Hatinya merindu dan gundah.

 

Punggungnya merosot dan bersandar disitu. Ia tidak berani mengetuk. Ia bimbang. Ia meragu. Tapi sangat mencinta.

 

***

 

YOONHA POV

 

Hari ini jadwal kuliahku. Aku melewati koridor untuk ke ruanganku. Rasanya benar-benar aneh saat beberapa orang di koridor itu melihatku sinis. Ku percepat langkahku ke ruangan. Aku berjalan pelan ke kursiku sebelum dahiku mengernyit melihat sebuah tulisan di mejaku.

 

Beberapa orang bertepuk tangan..

 

“Oh, jadi ini kekasih V BTS? Hahaha..” Gelak tawa memenuhi ruangan ini. Aku semakin bingung..

 

“Hei nona, jangan bermimpi menikah dengan seorang superstar. Kalian itu ibarat langit dan bumi.” Seru seseorang lagi dan disambut tawa yang lain.

 

“Apa ini?” Kejutku ketika membaca tulisan di mejaku.

 

“AHN YOONHA, GADIS MURAHAN YANG MENJUAL DIRI KEPADA ARTIS TERKENAL. DIA PIKIR, DIA ITU SIAPA?!” Bacaku dalam hati. Mataku terbelalak sempurna.

 

“A-apa yang… Si-siapa yang menuliskan kata-kata bodoh ini?!” Pekikku lost control.

 

“Ckckck, aku pikir kisah cinta seperti ini hanya ada dalam dongeng, tapi ternyata ada di dunia nyata. Yah, di dunia nyata… Kau tinggal menunggu dicampakkan pangeran mu.” Bisik seseorang ke telingaku.

 

Hati ku panas. Ingin rasanya aku menangis. Tapi, tidak! Aku akan terlihat lemah dihadapan orang-orang kejam ini. Aku tidak mau itu terjadi.

 

“SIAPA YANG MENULIS INI DI MEJAKU? AYO MENGAKU SAJA!!” Pekikku lagi sampai hampir kehilangan suara.

 

“Huuuu, Hahahaha.” Mereka menyoraki ku dan menertawakanku..

 

“Jadi benar ya kau menjual dirimu? Yaa ampuun. Berapa tarif yang dibayar lelaki itu untuk membeli mu?” Ucap seseorang menohok ke hatiku.

 

Hatiku rasanya tercabik-cabik. Benar-benar sakit..

 

“ITU TIDAK BENAR!!” Sangkalku marah.

 

“Hei Yoonha, mengaku sajalah. Kami sudah tahu semuanya!” Kata mereka lagi.

 

“Nde. Lagipula berita ini juga sudah menyebar. Citra mu semakin buruk. Hahaha.” Tambahnya.

 

“TIDAAAAK!! ITU TIDAK BENAR!! KALIAN SEMUA SALAH! TAEHYUNG TIDAK MELAKUKAN ITU! TAEHYUNG ITU TUNANGANKU!!” Maafkan aku Taehyung, aku sudah mengingkari janji, tapi aku sudah tidak tahan lagi.. mereka benar-benar mencekik sampai ke ulu hatiku..

 

“Tunangan? Tunangan katanya? Hahahaha, mimpi ya?!” Ejek mereka.

 

“Mungkin dia lupa sarapan. Biasanya dia sarapan roti selai kotoran babi, dan minum kencing kuda. Hahaha.” Ejek yang lainnya..

 

Ugh, sesak sekali rasanya. Aku tidak tahan. Aku segera keluar dari ruangan itu dan pergi ke toilet..

 

Aku menangis sejadinya. Aku tak tahan, aku tak sanggup, perkataan mereka sangat menyakitkan. Tak pernah aku dibully seperti ini seumur hidupku.

 

SKIP

 

Ketika waktu pulang tiba aku keluar dari ruangan. Aku tidak peduli lagi saat melewati koridor dan mendapatkan tatapan menusuk itu. Yang jelas aku hanya ingin pulang sekarang.. hanya ingin pulang untuk menenangkan jiwaku yang sempat terguncang..

 

Namun baru beberapa langkah, tiba-tiba ponselku bergetar dari balik saku almameterku. Aku memeriksa ternyata ada telfon dari Taehyung. Aku menengadahkan wajahku ke atas membendung tangis yang hendak keluar itu agar tidak mengucur. Melihat namanya, menyebut namanya, membuatku sakit.. Dengan terpaksa aku menggeser ikon hijau..

 

“Yeobeosseo?” Sapaku dengan suara serak.

 

“Kau dimana? Kita harus bicara.” Sahut suara diseberang yang terkesan buru-buru.

 

“Tak ada yang perlu dibicarakan. Jangan ganggu aku, Oppa.” Ucapku penuh penekanan.

 

Tanpa babibu aku langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak. Maafkan aku, Oppa, aku bukan membencimu, hanya saja kau lihat sendiri keadaanku yang kacau ini? Aku sudah jauh terluka dan terluka.. Batinku tersiksa.

 

Aku kembali melangkah, akan lebih baik kalau aku segera pergi dari kampus, namun sebelum aku sepenuhnya pergi, aku dikejutkan kehadiran seseorang..

 

“Oppa?!” Pekikku kaget. Aku tidak menyangka Taehyung sekarang sudah berdiri di hadapanku.

 

“Sudah kuduga kau disini. Kajja.” Ucapnya seraya menarik tanganku dan membawaku pergi.

 

Ini bukan candaan, tapi beberapa mahasiswa yang tidak sengaja melihatku dengan Taehyung menatapku seolah-olah aku wanita jalang. Mereka bahkan meludahi bekas pijakan kakiku sebelumnya..

 

“Kita mau kemana?” Tanyaku berpaling melihat punggung Taehyung yang di lapisi jaket jeans berwarna aqua itu.

 

“Kau harus menjelaskan padaku insiden malam itu.” Ucapnya tanpa menatapku.

 

Aku menarik keras tangannya agar langkahnya terhenti. “Aku sudah bilang tidak ada yang perlu dibicarakan. Pergilah!” Bentakku marah. Sudah tidak bisa aku tahan lagi..

 

Taehyung perlahan melonggarkan genggamannya, ia menatapku sendu.. “Waeyo? Kenapa kau seperti ini?” Tanyanya.

 

Aku terdiam sejenak, tanpa izin airmataku mengalir lagi. Dibelakang, walau terdengar samar, mahasiswi yang menyadari ada Taehyung di kampus langsung bersorak gila, tapi setelah itu mereka berbisik, aku mendengar jelas mereka memanggilku “Bitch”.

 

Ku tatap Taehyung yang tengah menanti jawabanku..

 

“Baiklah. Aku akan mengatakan semuanya.” Ucapku. Aku terpaksa melakukannya.. Aku terpaksa karena tidak ada pilihan lain selain mengikuti Taehyung atau aku nanti dicaci maki mahasiswi-mahasiswi itu..

 

Taehyung menghela nafas sejenak dan kembali membawaku. Ia mendorong pelan tubuhku masuk ke mobilnya dan tidak lama setelah itu Taehyung menyusul duduk di jok setir. Ia menghidupkan mesin dan mulai mengendarai mobil dengan kecepatan stabil.

 

Ditengah perjalanan kami, tiba-tiba Taehyung bersuara..

 

“Chagi, aku tidak mengerti kenapa saat di restoran semalam kau meninggalkanku, bisa kau jelaskan kenapa?” Taehyung memulai. Suaranya terdengar amat dalam, rendah, dan menenangkan..

 

Aku menggigit bibir bawahku. Sulit rasanya mengungkapkan apa yang menimpaku malam itu. Aku merasa takut. Sangat takut.

 

“Aku hanya takut,” Jawabku sekenanya.

 

Taehyung mengernyit ketika menoleh padaku..

 

“Takut? W-waeyo?” Tanyanya bingung.

 

Kembali terbayang kejadian semalam saat aku melihat cermin penuh bercak darah yang tampak sangat mengerikan itu.. Airmata tidak bisa kubendung lagi dan ia mengalir cukup deras..

 

“Oppa tidak tahu apa yang aku alami semalam. Sangat mengerikan. Aku takut, Oppa!” Ucapku setengah berteriak. Aku terisak pelan ditengah ucapanku..

 

“Hal mengerikan seperti apa, Yoonha?” Kali ini Taehyung tampak serius..

 

Aku mengusap kasar airmataku..

 

“Malam itu, saat aku pergi ke toilet dan mencuci muka, aku mendongak untuk melihat cermin dekat wastafel. Cermin itu penuh dengan bercak darah yang bertuliskan ‘V is mine and you i’ll die’. Aku.. aku sangat takut, Oppa. Aku tidak sanggup berada di tempat itu lagi dan akhirnya memilih pergi darisana.” Jawabku terisak kecil.

 

Walau tidak menatapnya, tapi aku bisa merasakan keterkejutannya itu. Nafasnya terdengar begitu memburu seperti dikejar setan..

 

“Mianhaeyo, Yoonha. Itu semua kesalahanku. Seharusnya, aku tidak membawa mu ke restoran malam itu,” Ujar Taehyung tampak menyesal.

 

Aku tidak membalas. Aku hanya menatapnya tanpa berkata-kata..

 

“Uljima, aku akan mengurus semuanya. Kita akan bahagia bersama disuatu hari nanti.” Ucapnya tersenyum seraya menyapu airmataku dengan ibujarinya.

 

***

 

AUTHOR POV

 

“Sajangnim.” Taehyung memanggil Direktur saat pria setengah baya itu tengah berada di ruangannya..

 

“Kau sudah menemukan titik terang? Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Memutuskan kontrakmu, begitu?” Ujar Direktur menebak.

 

Taehyung dapat merasakan Direktur menghela nafas walau tubuh Direktur itu membelakanginya..

 

“Aku belum mengatakan seperti itu. Aku…”

 

“Gadismu bahkan telah dicaci maki di internet. Sekarang, fans itu juga marah besar. Kau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?” Ucap Direktur seraya berbalik badan. Ia tersenyum miring.

 

“Biarkan aku mengkonfirmasi hubunganku dengan Yoonha.” Lanjut Taehyung tidak peduli ia telah memotong ucapan Direktur.

 

***

 

“Sudah cukup! Aku tidak mau melihat kau menangis gara-gara berita murahan ini. Aku akan menemui Taehyung.” Pekik Eunha marah besar. Wanita itu sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi melihat adik satu-satunya itu menangis tersedu karena berita di internet..

 

“Andwe, eonni.. Saat ini Taehyung dan kawan-kawannya sibuk latihan mempersiapkan konser mereka di Jepang. Jangan ganggu mereka!” Lerai Yoonha.

 

Eunha mendecih. “Jangan ganggu mereka? Sementara kau merasa terganggu dan tersiksa oleh makian fansnya itu? Aku tidak menganggapnya semudah itu.” Sinisnya..

 

“Arrayo, urusan ini biar aku dan Taehyung saja yang urus. Eonni jangan ikut campur.” Ujar Yoonha penuh penekanan.

 

“Kau satu-satunya keluargaku Yoonha! Appa, Eomma, sekarang sudah di surga.. dan mereka menitipkanmu padaku untuk menjagamu!” Ucap Eunha hampir frustasi.

 

“Meskipun begitu, aku bisa menyelesaikan ini.” Bela Yoonha keras kepala..

 

“Terserah kau saja. Aku capek.” Eunha kembali duduk di sofa ketika tidak mampu berkata apa-apa lagi..

 

***

 

Konser BTS di Jepang tertunda karena suatu hal. Taehyung, masih harus mengurus semuanya. Ia harus menyelesaikan kerumitan hubungannya dengan Yoonha karena berita kedekatan mereka semakin merajalela di khalayak ramai. Tak terkecuali, sasaeng fans yang begitu menggilainya sempat memberi Yoonha kado-kado menyeramkan yang isinya juga tak kalah menyeramkan. Saat ini Yoonha dan Taehyung berada di rumah Yoonha.

 

“Hiks..” Isak Yoonha.

 

“Oppa, apa yang harus ku lakukan?” Tanyanya kemudian..

 

Taehyung yang tengah berdiri membelakanginya itu menjawab dengan dingin, “Besok, aku akan menjemputmu sepulang kuliah.”

 

Mendengar itu Yoonha sontak berdiri, “Mworago? Kau ingin melakukan itu lagi? Melakukan hal bodoh yang malah akan membuat mereka semakin menggila? Dan kau ingin aku dihina mereka lagi?! KAU JAHAT, OPPA!” Jeritnya disusul isak tangis lagi.

 

Taehyung berbalik. Ditatapnya tajam gadis itu dan mengguncang bahu Yoonha..

 

“Dengarkan aku! Tidak akan terjadi apa-apa setelah ini! Percayalah! Aku akan menyelesaikan semuanya dan aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi!!” Bentak Taehyung marah besar.

 

Yoonha terdiam. Ia menatap takut-takut ke arah Taehyung yang sudah membentaknya tadi.. Mendadak Taehyung merasa bersalah, ia memaki dirinya sendiri dalam hati karena telah membuat Yoonha merasa takut.

 

“Maaf aku telah membentakmu. Aku hanya ingin bersamamu. Aku… aku tidak ingin melihatmu seperti ini, jebal.” Ucap Taehyung melembut seraya menarik Yoonha ke pelukannya.

 

Di usapnya punggung Yoonha yang bergetar karena isak tangisnya. Taehyung sendiri merasakan matanya panas.. bahkan mengeluarkan setetes airmata.

 

“Aku sudah terlanjur mencintaimu. Persetan dengan semuanya. Aku ingin membuatmu bahagia.” Lanjut Taehyung.

 

Taehyung melepas pelukannya ketika tangis Yoonha mereda. Ia mengusap pipi gadis itu yang telah sembab oleh tangis.. Mungkin kedengarannya Taehyung sangat egois, tapi entah mengapa, ia merasa inilah yang harus ia lakukan.. ia begitu optimis.

 

“Uljima chagi… Uljima.” Pinta Taehyung seraya menatap Yoonha lembut.

 

“Berjanjilah padaku, Oppa,” Ucap Yoonha tiba-tiba…

 

Dengan dahi yang mengernyit, Taehyung bertanya, “Apa itu?”

 

Yoonha mengambil nafas dalam, “Kau harus bertanggung jawab dan jangan menyesalinya tentang apapun keputusan selanjutnya yang akan kau ambil karena.. Bukan hanya kau, tapi aku juga ikut terlibat dalam semua ini.” Ucapnya serius.

 

Taehyung terdiam, berusaha mencerna dan mengingat semua kata-kata Yoonha, tapi selanjutnya dia mengangguk serius.

 

“Serahkan padaku.”

 

***

 

Seminggu menjelang konser BTS, fans di Jepang yang kecewa karena konsernya ditunda menginginkan secepatnya idol mereka itu mengguncang panggung. Berita kontroversi antar Taehyung dan Yoonha sebenarnya sudah tercium sampai ke Jepang, bahkan di negara lain..

 

Taehyung mengendarai mobilnya bersama salah seorang stafnya menuju kampus Yoonha. Ia sudah berjanji untuk menjemput Yoonha pulang..

 

Ketika ia turun dari mobil, Taehyung langsung masuk ke gerbang. Ia memakai kacamata hitam dengan jaket bermerk berwarna hitam juga. Taehyung tidak peduli tatapan para mahasiswa yang berjalan melewatinya. Mereka amat terkagum-kagum dan tak percaya. Beruntung, staf yang setia mengikutinya itu melindungi dirinya, jadi tidak akan ada yang bisa mendekatinya kecuali… Yoonha.

 

Yoonha berjalan pelan ke arah Taehyung. Gadis itu memeluk buku seraya menyelipkan rambutnya ke daun telinganya..

 

Taehyung tersenyum tulus dan ikut melangkah ke arah Yoonha. Ketika ia tepat berdiri di depan Yoonha, ia segera memeluk Yoonha dengan sebelah tangannya menaikkan jaketnya hingga ke kepala.

 

Yoonha terbelalak kaget. Pertama, karena Taehyung memeluknya tiba-tiba, dan kedua karena sesuatu yang basah mengalir dari kepala lelaki itu. Percikkan air.

 

Raut wajah Taehyung berubah panik..

 

“Gwaenchana?” Tanya Taehyung.

 

Yoonha mengerjap beberapa kali, kebingungan.. Hampir menanyakan apa maksud Taehyung, tapi Taehyung malah memeriksa kepala Yoonha, juga tangan Yoonha. Ia lalu melepas jaketnya yang sudah setengah basah itu.

 

“Apa yang..” Belum sempat Yoonha melanjutkan kata-katanya, ia melihat ke atas, yaitu lantai dua gedung, ada seseorang yang baru saja berlari disana..

 

Dia juga melihat kebawah, ada ember ukuran besar yang tergeletak begitu saja. Lantaipun juga ikut basah..

 

Tatapannya beralih ke Taehyung yang tengah mengibas jaketnya..

 

“Oppa.. melindungiku?” Gumam Yoonha yang masih bisa didengar Taehyung.

 

Taehyung menatap Yoonha iba seraya tersenyum simpatik. Ia tidak menyangka orang-orang di kampus ini akan berbuat sekejam itu. Dan mereka malah mau melakukan itu pada Yoonha..

 

“Ka,” Ajak Taehyung tanpa menghiraukan pertanyaan Yoonha. Ia tidak mau melihat kecemasan di wajah gadis itu lagi..

 

Taehyung membawa Yoonha masuk ke mobilnya. Ia sudah tidak peduli keterkejutan beberapa mahasiswa yang masih berada disana melihat mereka bergandengan tangan..

 

***

 

TAEHYUNG POV

 

Aku sudah meminta izin kepada Direktur untuk hal ini. Ia akhirnya mau jika aku melaksanakan konferensi pers berkaitan hubunganku dengan Yoonha. Tak tanggung-tanggung aku juga mengajak Yoonha..

 

Awalnya gadis itu sangat keras kepala. Aku harus menunggu sejam di luar pintu rumahnya hanya untuk menunggunya berfikir. Aku tahu pasti ini sangat membingungkan untuknya, tapi tidak ada cara lain selain melakukan ini..

 

Ketika mobil milik manajerku mengantar kami ke tempat konferensi pers, hatiku bergetar. Banyak sekali manusia yang saling berdesakkan berebut tempat di konferensi terbuka itu. Tempatku dan Yoonha sudah disediakan disana, di atas panggung dengan beberapa mic.

 

Aku melihat Yoonha yang ada disampingku. Ia tidak menatapku melainkan menatap kaca mobil disebelahnya dan aku yakin.. ia pasti sangat cemas. Aku pun menggenggam tangannya yang menganggur di pangkuannya. Gadis itu tidak memberontak, ia hanya menoleh padaku.

 

“Oppa, haruskah kita melakukan ini?” Tanyanya pelan.

 

Aku menatapnya, menatap setiap inci dari wajahnya. Tampak sangat jelas kalau Yoonha begitu khawatir, Yoonha begitu takut, aku, aku yang seperti ini, aku merasa bersalah.. Hajiman..

 

“Gwaenchana, bukankah aku sudah bilang kalau aku akan melindungimu?” Ujarku serius.

 

Untunglah Yoonha sedikit rileks saat aku meyakinkannya. Walau berada dalam mobil sekalipun, sorakan para manusia di tempat konferensi itu nyaring sekali. Mereka sudah tau keberadaan ku dan Yoonha karena memang mobil ini terparkir di jalan utama menuju panggung.

 

Akhirnya, aku dan Yoonha turun dari mobil lewat pintu yang berlainan. Ketika Yoonha tepat berdiri disampingku, para manusia itu terkejut sekali. Beberapa diantara mereka yang ternyata wartawan memotret kami. Banyak sekali kilat kamera yang menyerangku maupun Yoonha.

 

Ku genggam erat tangan Yoonha yang kedinginan. Ia tampak tegang, sama sepertiku.

 

Kami mulai berjalan di karpet merah itu secara perlahan. Kilat kamera semakin menjadi-jadi..

 

Tidak butuh waktu lama, aku dan Yoonha menaiki undakan tangga kecil dan sekarang kami sudah duduk di tempat konferensi..

 

AUTHOR POV

 

Terdiam menjadi salah satu kesempatan untuk Taehyung dan Yoonha. Mereka membiarkan para wartawan dan manusia-manusia itu melakukan banyak hal. Taehyung sedikit tertunduk dan menghirup pasokan oksigen sebanyak-banyaknya. Ia merasa gugup. Bahkan kegugupan ini melibihi saat konser pertama debutnya.

 

Yoonha sebenarnya juga demikian. Tetapi, ia tidak tertunduk. Ia hanya saling menautkan jari-jarinya, meremasnya dan menautkannya kembali..

 

Salah seorang staf yang berada di sisi panggung memaksa mereka untuk segera berbicara. Memang, seharusnya mereka harus segera berbicara, tapi, butuh waktu bagi Taehyung untuk sekedar berkata-kata..

 

Setelah tenang, barulah Taehyung mengangkat wajahnya, memberanikan diri melihat ribuan manusia itu..

 

“Sebelumnya, aku ingin berterima kasih kepada kalian semua yang sudah hadir dalam konferensi pers ini,” Taehyung memulai.

 

Hening melanda. Tidak ada satupun yang berbicara dan protes. Hanya suara jepretan kamera saja yang terdengar. Mereka menunggu Taehyung kembali berbicara..

 

“Aku tahu, para fans kecewa padaku terkait berita kedekatanku dengan gadis disampingku ini, Ahn Yoonha,” Lanjut Taehyung seraya melihat Yoonha sejenak, kemudian kembali melihat ke depan.

 

“Aku benar-benar minta maaf. Mungkin aku telah melakukan sesuatu yang egois karena.. Yoonha adalah kekasihku, ani.. dia tunanganku.” Ucap Taehyung akhirnya.

 

Sorakan penuh kekecewaan memenuhi acara konferensi pers terbuka itu. Bisik-bisik keterkejutan juga tak kalah nyaring. Bahkan, beberapa dari manusia itu yang mayoritas gadis-gadis menangis setelah mendengar ucapan Taehyung. Mereka sungguh tidak percaya.

 

Yoonha meremas kuat rok sepanjang lututnya. Ia dapat merasakan kekecewaan para fans itu.. Bahkan, jika saja dia bukan gadis beruntung yang bisa bersanding dengan Taehyung dan tiba-tiba mendengar berita ini, ia tidak tahu betapa frustasinya ia nanti. Yoonha hanya beruntung, hanya itu.

 

Yoonha tertunduk. Mendadak ia merasa bersalah, sangat bersalah. Ia tidak tahan melihat tangis para gadis yang tidak lain fans Taehyung. Ia sudah membayangkan jika gadis itu adalah dirinya dan.. rasanya pasti sangat sakit.

 

Dan tanpa sadar pula, airmata jatuh membasahi pipinya. Beberapa manusia itu melihat Yoonha dan tanpa sepengetahuan Yoonha, kameramen menyorot wajahnya yang sembab oleh tangis. Mereka bingung kenapa Yoonha sampai menangis begitu, tapi ketika Taehyung berdiri dan hendak memberikan hormat terakhir, Yoonha tiba-tiba bersuara..

 

“Jeogiyo, aku benar-benar minta maaf.. Jeoseonghamnida, jeongmal.. Mianhaeyo,” Ucapnya bergetar.

 

Taehyung melotot tak percaya. Bukan, bukan karena Yoonha mengucapkan kata barusan, tapi melihat Yoonha menangis seperti itu sungguh membuatnya terkejut.

 

“Aku bisa merasakan, bagaimana yang kalian rasakan sekarang. Aku.. aku tidak pernah merasa sejahat ini, hajiman.. Taehyung masih milik kalian, Taehyung tetap V BTS milik ARMY. Dia.. dia akan tetap bersama ARMY dan menggenggam tangan kalian,” Lanjut Yoonha.

 

Taehyung sedikit ternganga. Gadis itu bilang apa barusan? Ketulusan Yoonha membuat Taehyung mengerjap beberapa kali, tampak amat terpukau..

 

Tangis para gadis itu perlahan mereda. Mereka menatap Yoonha kaget, tidak menyangka Yoonha akan menitihkan airmata sebanyak itu sampai terisak..

 

“Anggaplah aku tidak ada. ARMY, semangatlah, aku respect pada kalian, aku.. aku kagum dengan perjuangan kalian yang telah mendukung BTS sampai saat sekarang ini. Hapuslah airmata kalian dan tersenyum, jujur saja aku tidak seegois itu membiarkan kalian bersedih, jadi semangatlah ARMY, Hehe..” Yoonha menambahkan sedikit candaan garing di akhir kata. Ia mengepal kedua tangannya seperti memberi ‘Fighting’.

 

Taehyung terdiam, dalam hati ia merasa sedikit protes pada tunangannya ini.. Kenapa ia harus mengatakan itu? Mengatakan untuk menganggapnya tidak ada?

 

“Yoon-”

 

“Tetaplah mencintai V, tetaplah mendukung BTS, karena aku.. Juga sama seperti kalian.” Yoonha mengakhiri dengan senyuman manis tanpa menghiraukan Taehyung yang protes disampingnya.

 

Tempat konferensi itu tiba-tiba riuh. Orang-orang seakan tak percaya atas apa yang dikatakan Yoonha..

 

***

 

Dua hari setelahnya, acara konferensi sudah ditayangkan di TV dan sudah di unggah juga di youtube. Para member BTS minus Taehyung yang tengah berada di ruang make up menonton acara dengan streaming di youtube lewat ponsel Hoseok.

 

“Ige mwoya? Kenapa dia membiarkan Yoonha menangis begitu?” Protes Jung Hoseok, atau yang bernama panggung J-hope itu.

 

“Aku tidak menyangka jika kekasih V sampai berkata begitu di awak media. Benar-benar berani.” Timpal Jimin geleng-geleng kepala.

 

“Ah! Mungkin dia merasa bersalah setelah mengakuinya, dan aigoo.. gadis yang sangat simpatik.” Komentar Jin.

 

“Aku jadi kasihan padanya. Seharusnya V tidak seegois itu.” Tambah Namjoon.

 

Mereka semua geleng-geleng kepala serentak.

 

“Jeogiyo, berhentilah membicarakan itu!” Seru seseorang dari ambang pintu.

 

Mereka menoleh serentak ke ambang pintu dan menjerit keras, “V!!”

 

“Sejak kapan kau disini?” Tanya Namjoon mendelik tajam.

 

“Justru aku yang bertanya sejak kapan kalian membicarakanku.” Ujarnya santai seraya duduk di sofa putih sebelah Yoongi a.k.a Suga.

 

“Kami sedang membicarakan Yoonha, bukan dirimu, Hyung, kkk~” Canda Jungkook sembari melempar bantal sofa ke muka Taehyung.

 

Taehyung tidak memberi perlawanan apa-apa dan membiarkan bantal sofa itu mengenai wajahnya. “Haah, aku sedikit lega setelah mengakuinya.” Ujarnya.

 

“Mwo?! Lega? Waeyo?” Yoongi yang sedari tadi diam sibuk dengan ponselnya tiba-tiba bersuara.

 

“Bebanku seperti hilang. Aku tidak perlu menyembunyikan kemesraanku lagi dengan Yoonha dan semuanya telah selesai.” Ucapnya.

 

Mendengar itu, suasana tiba-tiba menjadi hening yang mencekam..

 

“Selesai? Maksudmu apa, hyung?” Tanya Jungkook penasaran.

 

“Aku putus dengan Yoonha.” Jawabnya datar. Bahkan sangat datar.

 

“HAH?!” Pekik mereka serentak.

 

“Yak, setelah kau bersikeras ingin menikah dengan Yoonha kenapa tiba-tiba…” Ucap Namjoon frustasi..

 

“Hahaha, entahlah. Aku, aku bisa tertawa lagi, ‘kan? Lihatlah, aku semakin tampan.” Taehyung memegang perutnya ketika tertawa terbahak-bahak. Tawa yang dipaksakan sebenarnya..

 

“Kurasa kau sudah gila.” Komentar Yoongi pedas.

 

“Aku gila? Ya, benar. Aku memang sudah gila. Aku gila karena gadis bernama Ahn Yoonha itu. Aku gila karena, aku terlalu egois.” Ucap Taehyung dengan mata berkaca-kaca. Ia berusaha mati-matian menahan tangisnya..

 

Keenam rekannya itu menatapnya simpatik. Mereka tahu apa yang Taehyung rasakan sekarang.. Dan, mereka rasa itu benar-benar gila..

 

“Ceritakan pada kami, hyung?” Pinta Jungkook khawatir. Pasalnya Taehyung kelihatan tidak sehat, seperti orang yang tidak makan selama berhari-hari..

 

“Ani, aku tidak perlu membicarakan apa-apa. Sudah cukup! Dan, cincin ini, simpanlah cincin ini. Kalian boleh menjualnya kalau mau.” Ucap Taehyung seraya meletakkan sebuah cincin perak di meja dekat sofa.

 

“Cincin?” Sahut Jimin bingung.

 

“Ini milik Yoonha.” Tambah Taehyung memperjelas.

 

Tanpa berkata apa-apa lagi Taehyung langsung pergi darisana. Ia kembali ke kamar khususnya di dorm BTS untuk beristirahat-atau lebih tepatnya merenung seperti kehilangan jiwa.

 

***

 

Hari-hari yang dilalui Yoonha semenjak hubungannya putus dengan Taehyung tampak sendu sekali. Gadis itu membawa dirinya untuk tetap tenang walau hatinya kacau balau.. Ditengah kesibukannya berkuliah, Yoonha masih ingat betul bagaimana momen-momen bersama Taehyung. Yang paling diingatnya adalah kata putus yang diucapkannya pada lelaki itu. Taehyung, yang saat itu entah seberapa hancur perasaannya harus menghadapi kenyataan pahit ini.. Ia mau tidak mau menerima keputusan Yoonha..

 

Semenjak meluncurnya kata-kata yang diucapkan Yoonha di konferensi itu, netizen makin tidak gentar memberi informasi bahwa hubungan kedua insan itu sudah berakhir walau belum ada konfirmasi dari agensi Taehyung. Yoonha dapat melihat jelas berita itu di internet saat ia sedang browsing. Ia tidak menentangnya, toh memang begitulah kebenarannya.

 

Beberapa hari kemudian, mata-mata yang melihat berita itu juga tidak kalah terkejutnya.  Tak terkecuali ARMY yang juga merasakan hal yang sama.. Terlebih karena berita berakhirnya hubungan Taehyung dan Yoonha sudah dikonfirmasi lewat Twitter oleh pihak agensi tempat Taehyung bernaung.

 

Tak lama setelah itu juga, fans kembali dikejutkan berita tentang Taehyung sakit. Ya, berita itu memang benar adanya karena sekarang Taehyung mengidap demam-flu. Fans curiga jika Taehyung sakit bukan karena kelelahan, tapi karena psikisnya yang terganggu semenjak putus dengan Yoonha. Mendadak fans menjadi bersalah.. bagaimana mungkin, kecintaan mereka pada seorang idola malah membuat kondisi idola mereka memburuk?

 

Tentang konser di Jepang itu, pihak agensi juga memberikan kemungkinan kalau Taehyung tidak akan hadir. Kondisinya masih belum stabil dan tubuhnya masih lemas..

 

“Oppa,” Lirih Yoonha. Airmatanya jatuh begitu saja melihat semua berita-berita di internet itu. Semenjak putus, ia memang sudah tidak berbagi kabar lagi dengan Taehyung, dan satu-satunya perantara untuk mengetahui kabar terbaru tentang Taehyung adalah internet.

 

Tapi apa? Alih-alih mengharap kabar baik, malah kabar buruk yang dilihatnya saat ini..

 

***

 

Tidak terasa seminggu sudah berlalu. Pesawat yang membawa BTS sudah tiba dibandara Haneda, Jepang. Seperti biasa, bandara penuh dengan ARMY yang di dominasi gadis-gadis tanggung. Sorakan riuh terdengar hingga memekakkan telinga bagi yang mendengarnya. Ingin mencubit, ARMY berebutan menyentuh masing-masing member BTS minus Taehyung itu. Melihat itu, terselip kekecewaan di hati para ARMY. Dimana si Kim Taehyung yang bernama panggung V itu? Apakah dia tidak ikut BTS walau hanya sekedar mengikuti mereka dan bukan perfom di konser itu?

 

Para member sekarang berada di mobil dan dibawa ke hotel. Sesampainya di hotel, mereka melepas penat dengan beristirahat..

 

SKIP

 

Malam dengan suhu dingin yang amat terasa itu tidak menyulutkan semangat ribuan bahkan jutaan fans di atribut penonton. Hari ini BTS akan tampil di konser milik mereka, mempertunjukkan semangat untuk menghibur para fans.

 

Panggung megah itu nantinya akan ‘diguncang’ habis-habisan oleh BTS. Di sisi kiri paling ujung panggung, sudah berdiri seorang lelaki dan perempuan yang akan menjadi MC di konser ini. Semua daftar pertunjukkan ada di tab mereka dan akan dibacakan satu-persatu. Pihak agensi sudah benar-benar mengurus semuanya termasuk menyewa kedua MC itu sebagai pelancar acara.

 

Pertama kali konser dibuka dengan sambutan hangat para member. Mereka menyapa, dan memberitahukan kalau Taehyung tidak ada bersama mereka untuk bernyanyi. Fans bersorak kecewa..

 

Ketika sambutan hangat itu selesai, mereka mulai menyanyikan lagu dan menari dengan energik. Fans makin menggila dan mempertontokan lightstick berwarna putih hingga atribut itu dipenuhi lautan putih. Mereka menyanyikan lagu dari mulai debut hingga lagu comeback mereka yang sekarang. Fire menjadi lagu hits yang paling diteriaki dengan semangat oleh fans. Mereka mengikuti tiap lirik lagu dan ikut terhanyut dalam lagu energik tersebut.

 

Tiba di penghujung lagu, para member BTS tiba-tiba menghilang ke belakang panggung. Fans luar biasa bingung karena seharusnya mereka kembali untuk menyelesaikan lagu, tapi mereka malah pergi..

 

Ditengah suara sahut-menyahut kebingungan itu, MC mengambil alih untuk menenangkan..

 

“Aigoo, BTS kebelakang panggung! Kurasa ada sesuatu yang terjadi.” Ucap MC lelaki.

 

MC perempuan mengangguk setuju.

 

“Nde. Sebentar lagi akan ada lagu duet antara J-hope dan V. Fans pasti sangat menanti ini. Geurae, ARMYdeul?” Sorak MC perempuan itu seraya bertanya pada ARMY yang menyoraki mengiyakan pertanyaannya dengan kompak.

 

“V? Bukankah ia sakit? Sepertinya ia tidak akan menyanyikan lagu duet.” MC lelaki menimpali.

 

“Gereucchi, dan karena itu, sekarang kita akan menyaksikan…” Ucapan MC perempuan itu terhenti ketika tiba-tiba ada suara nyanyian seseorang dari belakang panggung.

 

Fans berteriak histeris dan sebagian sudah ada yang menangis ketika melihat pemandangan di depan mereka sekarang. MC lelaki dan perempuan itu juga tak kalah terkejutnya hingga mic yang mereka pegang hampir saja jatuh.. dan ketika itu pula MC lelaki berteriak.

 

“V !! ini dia penampilan dari J-hope dan V!!” Teriaknya seraya berjalan mundur untuk meninggalkan panggung..

 

Tidak disangka-sangka, ini menjadi sebuah surprise untuk ARMY dari berbagai negara yang tengah duduk di atribut penonton itu. Taehyung berjalan pelan menuju ke tengah panggung sembari bernyanyi bersama J-hope yang mengikutinya. Taehyung berdiri di sisi kiri panggung dan J-hope berdiri di sisi kanannya dengan satu tangan ke saku celana.

 

Taehyung menyanyikan intro lagu hug me yang dipopulerkan Jung Joon Il. Lagu yang sangat mengharukan dan mungkin menjadi perwakilan perasaannya saat ini yang masih sendu mengingat Yoonha.. Walau sebenarnya, fans sudah mulai luluh dan memberikan persetujuan tentang hubungan Taehyung dengan Yoonha.

 

Ya, setelah dipikir masak-masak oleh sang Direktur juga tentunya, Taehyung akhirnya ikut konser karena dia menginginkan itu. Ia tidak ingin mengecewakan fans dan keadaannya sudah jauh lebih membaik setelah fans mendukungnya, memberinya semangat dibalik keterpurukannya. Bahkan, Direktur yang saat itu ingin memutus kontrak Taehyung tidak jadi melakukannya ketika melihat respon ARMY yang sudah mulai menerima keputusan Taehyung..

 

Tapi, walau sudah begitu keadaannya, nyatanya ia tidak bisa menggenggam tangan Yoonha saat ini. Ia sudah tidak berada di sisi gadis yang sangat dicintainya itu lagi.. Perasaannya yang masih berbuih, akhirnya harus lenyap dimakan waktu jika Yoonha benar-benar pergi dari hidupnya. Sejujurnya, ia sangat rindu jemari lembut gadis itu ketika ia menggenggamnya.

 

Sambil masih menyanyikan lagu, Taehyung berjalan pelan menuruni panggung. Fans menjerit histeris meneriaki namanya ketika lelaki tampan itu kini sangat dekat di atribut penonton paling depan. Mereka berusaha menggapai tangan Taehyung walau hanya bisa menyentuhnya sedikit. Taehyung tersenyum sendu.. matanya berkaca-kaca dengan kantung mata yang terbentuk jelas dibawah matanya. Fans yang memperhatikan kondisinya saat ini benar-benar merasa sedih. Mereka menangis sesenggukan.

 

Taehyung berjalan-jalan di depan atribut itu hingga tiba-tiba ia berhenti melangkah. Ditariknya tangan salah seorang fans misterius yang wajahnya tidak terlihat karena ditutupi topi dan tudung hoodie di kepalanya. Seseorang itu menegang ketika tangan Taehyung mencengkram tangannya. Taehyung membawa seseorang itu berjalan bersamanya hingga ke atas panggung. Para Fans bersorak iri.. rasanya sangat ingin menggantikan fans yang beruntung itu..

 

Tiba di bagian J-hope yang menyanyikan rap, Taehyung sekarang sudah berdiri berhadapan dengan seseorang itu. Ditatapnya seseorang itu lekat dan di detik berikutnya, matanya terbelalak. Mic yang digenggamnya hampir saja jatuh. Seseorang yang menyadari Taehyung sudah mengenalinya hendak pergi dari panggung, tapi dengan cepat Taehyung mencegat tangannya dan kembali bernyanyi. Taehyung sudah tidak dapat menahan airmatanya untuk menyanyikan lagu itu di bagian akhir..

 

“Nan neoreul saranghae.. nan neoreul saranghae..” Taehyung menyanyikan part itu dengan hati yang bergetar..

 

Fans yang melihatnya merasakan ada yang ganjal. Siapa sosok itu hingga Taehyung seperti orang yang sangat takjub dan senyumnya berbinar kembali setelah tadi tampak sangat murung sekali?

 

Selesai menyanyikan lagu itu, perlahan Taehyung melepas cegatannya. Dengan gerakan tiba-tiba, Taehyung memeluk seseorang itu erat. Sangat erat. Fans semakin tidak terima dan menjerit histeris. Sudah tidak terhitung berapa bulir airmata yang sudah mereka keluarkan. Sedih, haru, semua bercampur jadi satu..

 

Cukup lama Taehyung memeluk seseorang itu hingga akhirnya ia melonggarkan pelukannya. Ia mengusap pipi seseorang itu lembut dan penuh kehangatan. Perlahan tangan Taehyung merayap melepas tudung hoodie lalu melepas topi seseorang itu dan akhirnya nampaklah seseorang yang sangat mengejutkan semua orang. Seseorang itu adalah Ahn Yoonha.

 

Para fans luar biasa terkejut. Mereka tidak menyadari ternyata Yoonha juga ikut menyaksikan konser. Kedatangan Yoonha, membuat Taehyung menjadi ceria kembali, tapi tidak seperti Yoonha. Belum ada senyum di wajah gadis itu. Yang ada hanya ekspresi kecemasan dengan tangis yang sudah tidak terbendung lagi. Rasanya benar-benar sesak dan sakit..

 

“Kau.. datang?” Tanya Taehyung menatap Yoonha tak percaya.

 

Yoonha terdiam. Ia masih menikmati tangisnya. Sebenarnya tujuannya ke konser adalah untuk mengetahui keadaan Taehyung, setidaknya untuk menanyakan kondisi Taehyung pada member BTS lain, dan melihat raga Taehyung yang sudah agak membaik sekarang, Yoonha merasa sedikit lega.

 

“Aku, aku hanya mengkhawatirkanmu.” Ungkapnya tanpa embel-embel ‘Oppa’. Yoonha sadar betul posisinya sekarang yang bisa dikatakan sama dengan para fans. Dan bukankah, dia juga dulu ARMY? Dan sekarang, ia akan mengulangi hal itu.

 

Taehyung mendekat dan kembali memeluk Yoonha. Ia tahu Yoonha masih mencintainya, dan gadis itu mengatakan hal itu membuatnya merasa senang karena gadis itu mengkhawatirkannya.

 

“Aku sudah membaik, jauh lebih baik lagi karena ada kau sekarang.” Ucapnya, namun Yoonha segera mendorong pelan dada Taehyung agar berhenti memeluknya.

 

Yoonha menggeleng. Ia mundur beberapa langkah memberikan jarak untuk mereka..

 

“Shireo. Kau.. hiks, kita bukan siapa-siapa lagi sekarang. hiks..” Ucapnya sembari menangis hebat. Ia sudah tidak dapat menahan tangisnya. Seberapa banyakpun Yoonha mundur, Taehyung terus mengikutinya. Fans yang menyaksikan mereka berdua tampak amat sangat gemas karena Yoonha yang berusaha menghindar.

 

Ketika kaki Yoonha melemas dan tidak bisa berdiri lagi, Taehyung segera menahan tubuhnya agar tidak jatuh..

 

“Yoonha-ya, saranghae.. Kumohon jangan pergi.. Jangan meninggalkanku seperti ini.. Bukankah kita saling mencintai?” Kata Taehyung lirih seraya menatap Yoonha lekat-lekat. Yoonha melihat Taehyung, kemudian melihat lautan fans. Semuanya menangis terisak..

 

Taehyung berlutut, menempelkan punggung tangan Yoonha di dahinya sembari memohon pada gadis itu. Taehyung mendongak dan kembali meminta kesempatan kedua pada Yoonha..

 

Dan untuk kedua kalinya juga, Taehyung melamar Yoonha di depan orang banyak..

 

Yoonha terpaku dan terdiam. Tubuhnya membeku. Dilihatnya lautan fans yang hening tidak bersuara karena menunggu jawabannya. Yoonha belum juga menjawab karena masih bingung.. Gemas karena Yoonha tidak menjawab, Fans berteriak..

 

“TERIMA!!” Teriak Fans kompak. Mereka meneriaki itu beberapa kali hingga memungkinkan tenggorokan untuk sakit.

 

Yoonha menutup mulut tak percaya. Apa ini? Apa ia tidak salah dengar? Taehyung yang masih berlutut itu melempar senyum manis penuh harap. Walau tidak terdengar, tapi Yoonha bisa melihat dengan jelas Taehyung mengucap kata “Jebal,”. Yoonha tidak bisa membiarkannya dan pada akhirnya ia mengangguk mantap.

 

Taehyung yang melihatnya segera bangkit dan tersenyum lebar. Ia menghapus dengan malu airmatanya, lalu kembali menatap Yoonha lekat. Tanpa babibu, ia lalu memeluk Yoonha. Fans berteriak gembira.. Panggung itu dipenuhi sorakan fans yang bertepuk tangan. Tepuk tangan juga terdengar dari belakang panggung dimana para member BTS berjalan menuju Taehyung dan Yoonha. Sorakan fans makin menggila..

 

“Eyy, berhentilah berpelukan seperti itu!” Seru BTS serentak. Taehyung melepas pelukannya dan melihat kebelakang sudah ada member BTS yang berbaris rapi.

 

Taehyung tertawa malu. Ia menggenggam kedua tangan Yoonha dengan canggung. Member BTS dan para fans tertawa cekikikan melihat Taehyung yang gugup..

 

“Aigoo, kurasa aku tahu apa yang harus ku lakukan,” Ucap Taehyung sembari menarik tangan kiri Yoonha.

 

Ia memeriksa kantong celananya tampak bingung..

 

“Hajiman, dimana?” Bingungnya masih mencari-cari.

 

Jin yang melihat itu berinisiatif maju ke arah Taehyung memberikan sesuatu..

 

“Kurasa ini yang kau maksud.” Ucapnya seraya memberikan sebuah cincin perak. Taehyung menepuk dahinya..

 

Member BTS lain tertawa juga para fans ikut tertawa..

 

“Mian, aku lupa.” Kekeh Taehyung.

 

Yoonha yang melihatnya pun juga tertawa kecil. Dengan lembut dan perlahan, Taehyung memasukkan cincin itu di jari Yoonha. Setelah itu, Taehyung mengecup punggung tangan Yoonha membuat para fans mengeluarkan koor dramatis.

 

Taehyung luar biasa bahagia dan terharu. Wajahnya kembali ceria dan yang lain pun ikut senang menyaksikan itu. Konser ditutup dengan penampilan terakhir dari BTS yang menyanyikan lagu Just One Day.

 

***

 

Memang tidak ada yang tidak mungkin. Kenyataannya, setelah dua minggu konser, Taehyung dan Yoonha resmi menjadi pasangan suami istri setelah beberapa menit yang lalu mengucap janji suci di gereja. Setelah itu, Taehyung, Yoonha dan para member BTS berfoto bersama. Taehyung menggendong Yoonha dan member BTS lain berpose lucu ala mereka.

 

-FIN-
Huwaa, maaf ya readers, aku baru post FF nya sekarang.. ya, baru semoat nge-post sih soalnya baru ada kuota hihi :v Semoga suka ya sama endingnya, tapi kalau ga suka jangan bully author ya, please >.< kalian boleh kok berikan kritik dan saran disini 😉 JEONGMAL GOMAWO READERS!! :* :*

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] My Pre-Wedding (Twoshoot/2 END)

  1. Aku kira akan sad ending ternyata happy ending, syukurlah hehehe…
    Nice fanfic, ditunggu karya selanjutnya. Fighting 🙂
    #bacasampaiterharu

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s