[BTS FF Freelance] Secret Kiss (Oneshoot)

rrrGirls_rock_80s_Pattern_on_Hot_Pink_shop_preview

 

Title        : Secret Kiss

Cast        : Kim Taehyung (BTS) Heo Young Ji (OC)

Genre        : PG-17 Romance , School Life

Length        : Oneshot

Author     : Laxy Fan

Disclaimer    : Annyeonghaseyo chingu. Maaf ya kalo ngebosenin ceritanya. Ini asli dari daya khayal aku sendiri. So jangan Plagiat ya. Soalnya aku buat ini sampe berhari-hari cari imajinasi kesana-kesini. Gumawo udah mau baca. Saranghae.

Author POV

Matahari telah menampakkan wajahnya. Sinarnya terpancar melalui celah jendela dikamar seorang namja. Ya, namja itu Kim Taehyung. Ia masih bersembunyi dibalik selimut tebalnya. Taehyung sangat benci matahari pagi. Karena saat matahari pagi muncul, Taehyung harus segera bangun dan berangkat kesekolah.

“Taehyung! Palli iroena!” Teriak eomma Taehyung dari balik pintu kamar yang masih terkunci dengan rapat. Taehyung sengaja mengunci pintu kamarnya, karena dia tau eommanya akan membangunkannya dengan tutup panci.

“Emm… Nde eomma. Jangan teriak lagi.” Taehyung juga sedikit berteriak. Matanya mengerjap kesana kemari. Taehyung segera bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi dengan malas.

Taehyung berjalan menyusuri koridor SSHS dengan malas hendak menuju kelasnya yaitu 2-B. Matanya menatap kosong kedepan. Bagi Taehyung, sekolah bagaikan pekerjaan yang sangat menyusahkan apalagi tak menghasilkan uang sama sekali. Karena pikirannya kemana-mana tanpa ia sadari seorang yeoja menabraknya dengan keras. Tapi bukannya Taehyung yang kesakitan malah yeoja yang menabraknyalah yang meringis kesakitan karena terhempas kelantai.

“Aww… Apa.” Yeoja itu masih duduk dilantai sambil memegangi sikunya. Ia mendongak keatas untuk melihat siapa yang ia tabrak. “Mianhae sunbae. Aku benar-benar tak sengaja. Jongmal mianhae.” Yeoja itu segera berdiri dan membungkuk dihadapan Taehyung karena sebagai hobae yang sopan ia harus melakukan itu.

“Gwenchana. Neo gwenchana? Kulihat kau terjatuh cukup keras tadi.” Bukannya kesal, Taehyung malah tersenyum dan menanyakan keadaan yeoja itu. Yeppeo, itu adalah kalimat yang pertama kali muncul diotak Taehyung saat pertama kali melihat yeoja itu.

“Nae gwenchana. Mmm, kalau begitu aku pergi dulu. Sekali lagi aku minta maaf. Annyeong sunbae.” Yeoja itu pergi meninggalkan Taehyung yang masih mematung ditempatnya. Entah mengapa Taehyung merasakan hal yang aneh ketika mereka bertemu tadi.

Taehyung POV

Hari ini benar-benar sangat membosankan. Jung Saem masih sibuk menjelaskan tentang sastra yang membuatku mengantuk. Aku sama sekali tak mengerti apa yang Jung Saem katakan selama 45 menit ini. Tak ada yang masuk keotakku sama sekali. Tapi aku sedang memikirkan seseorang. Yeoja itu, hobaeku kelas 1. Aku sangat penasaran dengannya. Benar-benar cantik.

“Kim Taehyung, baca kalimat selanjutnya.” Jung Saem tiba-tiba menyuruhku melanjutkan membaca kalimat selanjutnya. Namun aku tak tau kalimat mana yang harus ku baca. Karena dari tadi aku hanya memikirkan hobaeku itu.

“Ah… Aku tak tau kalimat mana yang harus kubaca Saem.” Jawabku dengan jujur. Tapi karena kejujuranku itu, raut wajah Jung Saem menjadi sangat mengerikan. Sepertinya aku akan diusir untuk kesekian kalinya dari kelas.

“Naga!!!” Teriak Jung Saem membuat semua siswa dikelasku menatapku. Dan aku pun segera keluar dari kelas dengan santai. Karena hal seperti ini sering terjadi padaku.

Author POV

Taehyung berjalan menuju perpustakaan. Ia sangat menyukai tempat itu karena disana sangat sepi. Apalagi ia bisa tidur dipojok perpustakaan tanpa takut ketahuan oleh guru. Saat kakinya memasuki perpustakaan, matanya berbinar seketika karena melihat yeoja yang ia pikirkan selama pelajaran. Yeoja itu sedang duduk dikursi baca sambil mencatat sesuatu. Segera Taehyung menghampiri yeoja itu dan duduk disampingnya.

“Annyeong hobae.” Taehyun berhasil membuat yeoja itu mengalihkan pandangannya kearahnya.

“Annyeong sunbae. Kita bertemu lagi.” Yeoja itu kembali menampilkan senyum manisnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sedang menyelesaikan hukumanku. Karena tugasku tertinggal dirumah. Ini pertama kalinya aku diusir dari kelas.” Yeoja itu kembali mengalihkan pandangannya pada buku tebal yang i abaca dari tadi sambil meringkasnya.

“Jangan terlalu serius seperti itu. Baru pertama kali diusir dari kelas saja sedih seperti itu. Lihatlah aku berkali-kali diusir tapi santai saja.” Ucap Taehyung dengan santai. Yeoja itu kini menatap Taehyung tak percaya sambil bergidik.

“Sumbae benar-benar aneh.”

“Terserah kau mau mengataiku apa. Gundae, siapa namamu? Kita belum sempat berkenalan bukan? Aku Kim Taehyung. Kau bisa memanggilku Taehyung. Aku kelas 2-B.” Ucap Taehyung sambil tersenyum.

“Chonun Heo Young Ji imnida. Kau bisa memanggilku Young Ji. Aku kelas 1-A”

“Kau manis sekali Young Ji-ah. Kyopta.” Ucap Taehyung berhasil membuat Young Ji tersipu malu. Pipinya terasa terbakar sekarang.

Taehyung POV

Aku benar-benar menyukainya. Matanya, bibirnya, rambutnya, semua itu membuatku semakin menyukainya. Oh tidak, bahkan mungkin sekarang aku mencintainya. Aku tak akan membiarkan dia jauh dariku ataupun direbut orang lain.

“Sunbae, aku kembali kekelas dulu. Hukumanku sudah selesai. Annyeong sunbae.” Ucap Young Ji membuat lamunanku buyar saat terfokus pada wajahnya. Young Ji ternyata sudah beranjak dari tempatnya. Segera aku mencegahnya.

“Young Ji-ah. Tunggu.” Ucapku sedikit berteriak sehingga petugas perpustakaan menatapku tajam. Aku pun dengan cepat menarik tangan Young Ji keluar dari perpustakaan.

“Ada apa sunbae?”

“Pulang sekolah, apa kau ada acara?”

“Eobseo. Wae?”

“Kau mau menemaniku jalan-jalan?” Aku masih menggengam tangan Young Ji.

“Mmm, nde.”

“Jinjja? Gumawo. Aku akan menunggumu nanti.” Ucapku dengan gembira.

“Sepertinya aku harus kembali kekelas. Annyeong.” Young Ji segera meninggalkanku dan beranjak menuju kelasnya. Kupu-kupu serasa berterbangan didalam perutku.

Tet… Tet… Suara bel sekolah berbunyi menandakan berakhirnya kebosananku disekolah. Bel yang sangat ku tunggu-tunggu dari tadi. Apalagi setelah ini aku akan pergi berdua dengan Young Ji. Ah senangnya. Aku pergi menuju kelasnya. Menunggunya didepan pintu kelas 1-A. tak lama kemudian satu per satu siswa keluar.

Author POV

Setelah pelajaran berakhir, Taehyung segera pergi menuju kelas 1-A untuk menjemput Young Ji. Ia sangat bahagia sekarang ini. Baru pertama kali ia merasakan kebahagiaan seperti ini. Sebelumnya Taehyung tak pernah tertari dengan wanita karena mereka sama saja tak ada yang istimewa. Tapi ketika Taehyung bertemu dengan Young Ji, hatinya tergetar seketika. Hanya dengan melihatnya saja.

“Young Ji-ah” Ucap Taehyung setelah melihat seseorang yang ia tunggu-tunggu.

“Eoh. Apa kita jadi pergi?”

“Eoh. Kajja.” Taehyung langsung menggandeng tanyannya. Begitu lembut dan hangat. Taehyung dan Young Ji pergi bersama menggunakan motor Taehyung.

Kedua anak muda itu kini berada disungai Han bersama. Duduk disebuah bangku taman. Melihat orang-orang yang berduaan bersama seperti Taehyung dan Young Ji. Bedanya orang-orang yang mereka lihat sedang asik bergandengan tangan, bahkan ada yang berciuman. Tapi Taehyung dan Young Ji hanya sekedar duduk bersama.

“Mmm, Young Ji-ah.” Taehyung memecahkan kesunyian diantara mereka.

“Wae?”

“Bisahkah kau memanggiku oppa.”

“Nde?” Young Ji menatap Taehyung penuh tanya. Kenapa namja itu tiba-tiba menyuruhnya memanggil oppa?

“Bisahkah kau memanggilku oppa? Taehyung OPPA.” Taehyung menekankan kata OPPA.

“Oppa?” Ucap Young Ji sedikit canggung.

“Hya, jangan canggung seperti itu. Ulangi.”

“Nde Taehyung oppa.” Ucap Young Ji membuat Taehyung tersenyum lebar. Yeoja itu sangat menggemaskan.

Semenjak kejadian itu hubungan Taehyung dan Young Ji semakin dekat. Taehyung yang pada awalnya malas jika bersekolah sekarang berbanding terbalik dengan kata malas. Ia dan Young Ji sering belajar diperpustakaan bersama. Tempat pojok yang biasanya ia gunakan untuk tidur diperpustakaan, kini dijadikan tempat belajar Taehyung dan Young Ji. Mereka sering pergi kekantin bersama. Bahkan Taehyung juga sering mengantar jemput. Young Ji setiap hari saat sekolah. Dihari libur mereka akan menghabiskan waktu berdua ke Taman Han, atau Namsan. Tapi Taehyung belum mengatakan perasaannya pada Young Ji. Ia masih memendamnya dan menunggu waktu yang tepat.

Taehyung POV

“Young Ji-ah kajja kita keperpustakaan.” Ucapku ketika aku sedang bersama Young Ji.

“Kajja.”

Kami sedang duduk dipojok perpustakaan. Tempat dimana pengawas perpustakaan tak bisa melihat kami. Aku dan Young Ji duduk dilantai bersandarkan rak buku. Young Ji sangat sibuk dengan novel yang sedang dibacanya. Sementara aku sendiri sibuk memandangi wajah Young Ji. Sadar jika aku mengawasinya Young Ji mengalihkan pandangannya kearahku.

“Oppa wae? Kenapa memandangiku seperti itu?” Young Ji sudah terbiasa memanggilku dengan sebutan oppa. Dulu Young Ji enggan memanggilku dengan sebutan itu karena kami belum terlalu dekat seperti sekarang.

“Neo yeppeo.” Yes, aku berhasil membuatnya tersipu malu untuk kesekian kalinya. Lihatlah wajahnya sekarng memerah seperti kepiting rebus.

“Gumanhae. Jangan membuatku malu oppa.”

“Anni. Aku hanya berkata jujur. Neo yeppeo.” CUP. Aku mencium singkat pipi Young Ji. Kini wajahnya malah semakin memerah. “Aeigo. Lihatlah wajahmu Young Ji. Kyopta.”

“Mwo-ya? Aku akan pergi jika oppa terus menggodaku.” Young Ji hendak pergi meninggalkanku tapi aku tak akan membiarkan yeoja itu pergi sedikitpun. Aku langsung menarik tangannya. Alhasil kini Young Ji kembali duduk disampingku.

“Jangan pergi. Tetaplah disini.” Aku merangkulnya erat. Sampai ia tak bisa bergeser sedikitpun dariku.

“Oppa…” Suara Young Ji membuatku semakin tak tahan untuk memendam perasaanku ini. Perlahan kudekatkan wajahku kewajah Young Ji. Hidung kamipun sudah bersentuhan. CUP. Kini bibirku menyentuh bibirnya dengan lembut. Young Ji tak melawan sama sekali. Bahkan saat bibirku melumat bibir cherrynya. Ia malah membuka mulutnya dan membalas ciumanku. Apa ini artinya Young Ji juga menyukaiku? Perlahan aku melepaskan tautan bibir kami mengingat pasokan oksigen sudah habis. Kami tersenyum setelah ciuman itu. Ciuman itu sangat manis. “Saranghae Heo Young Ji”

“Nado oppa. Saranghae-yo” Ucap Young Ji dengan senyum dibibirnya. Aku kembali mendekatkan wajahku lagi dan kembali untuk menciumnya. Ciuman ini benar-benar manis meskipun diam-diam tanpa seorangpun yang tau.

END

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s