[BTS FF Freelance] Promise – (Oneshot)

1463810655195[1]

Title : Promise
Author : Anxzka
Genre : Slice-of-life, Idol-life
Rate : T
Length : Oneshot
Cast : Jungkook, You

Disclaimer:  The cast aren’t mine. I only own the plot

 

ARMY, sebutan untuk fans Bangtan Sonyeondan/BTS.

Sabtu itu aku memutuskan untuk absen sekolah demi mereka, ya untuk datang ke showcase mereka di Seoul. Aku siap berangkat, berbekal album hyyh pt.2 dan tiket showcase VVIP. Tak lupa aku mengenakan tshirt berlogo BTS ku dipadu dengan sepasang leggings dan sepatu kets putih.

Pukul 14.05. Aku sudah sampai di hall showcase mereka. Sudah kuduga, antrian yang begitu panjang serta para ARMY yang menggunakan berbagai atribut BTS. Aku pun dengan sabar mengantri, untuk fansign yang hanya khusus untuk para pemegang tiket VVIP. Akhirnya aku dibolehkan masuk setelah 2 jam mengantri. Begitu memasuki ruangan yang lebih kecil, teriakan pun pecah karena apa yang kami lihat, yaitu BTS yang duduk berjajar didepan meja yang siap untuk fansign.

MC dan crew mengarahkan kami untuk mengantri dan melaksanakan fansign dengan tertib. Aku yang baru pertama kali bertemu mereka dengan gugup mengeluarkan album dari sling bag ku.

“Wae wae?” tanya Jungkook yang melihatku kebingungan.

“Ah, ani!” jawabku dengan senyum.

“Namamu?”

“Ehh (yn)” jawabku gugup karena tatapannya.
Aku terus menatapnya saat menandatangani albumku karena tak mau melewati kesempatan ini.

“Wae? Apakah aku ganteng? Ahaha..” candanya begitu matanya menangkap mataku.

“Tentu saja oppa!”

“Kau cantik,” balasnya yang membuatku geer.

“Eh? Ah, terima kasih.”

“Makasih saja, tidak usah terlalu formal, hehe. Gantian ya, yang lain udah nunggu.”

“Oppa annyeong … ” kataku sambil bergeser untuk fansign dengan member member yang lain.

Fansign selesai dalam 2 jam dan kami harus menunggu 1 jam lagi untuk show case. Sementara para member beristirahat, kami mengantri lagi.

Pukul 19.00. Tiba saatnya kami semua diperbolehkan masuk hall untuk menyaksikan showcase idol kami. Tak sedikit yang berlarian berebut tempat. Beruntung aku dapat paling depan karena aku antri di depan. Kami semua menyalakan lightstick begitu lampu dimatikan sehingga terciptalah white ocean.

2 jam sejak showcase berlangsung, aku merasa sakit perut yang begitu hebat.
“Ah pasti karena tadi nggak makan, abis buru-buru. Please jangan disaat kaya gini..” pikirku.

Kupaksakan tetap berdiri ditengah lautan ARMY itu. Namun 5 menit setelahnya aku tak kuat lagi dan pingsan.

.

Aku terbangun di sebuah ruangan kecil, entah siapa yang membawaku kesitu. Aku segera duduk, lalu mengecek ponselku ’20:10′. Itulah yang terpampang di layar ponselku.

“WAH SHOWCASENYA UDAH KELAR DONG” teriakku spontan. “Ah jinjja..”

“Udah bangun?” Sebuah suara yang kukenal membuyarkan lamunanku, ia berdiri didepan pintu yang hanya berjarak 2 meter dariku, Jeon Jungkook.

“J-jungkook?!”

“Annyeong, kita ketemu lagi” jawabnya dengan senyum.

“Tapi? Bagaimana? Ini dimana?” tanyaku gelagapan.

“Tenang. Ini di backstage kok. Kenapa bisa pingsan? Oh ya namamu siapa tadi?”

“Ohh. (yn)” jawabku lega.

“Kamu belum jawab pertanyaanku” tanyanya lagi.

“Eh iya tadi belum makan..”

“Waduh masa mau nonton showcase nggak makan sih (yn). Untung kamu dibawa security kesini” katanya ramah.

“Iya buru-buru. Member yang lain kemana oppa?

“Mereka masih istirahat di ruangan sebelah. Oh iya, kamu belom makan kan. Cari makan yuk? Lagian aku masih punya waktu untuk jalan jalan,” ajaknya.

“Eh, ah..” pikiranku tak karuan antara senang dan bingung. “Tapi kan banyak fans diluar sana.”

“Gapapa, aku pakai mask. Kita lewat pintu belakang aja.”

Tak kusangka Jeon Jungkook yang selama ini hanya bisa kulihat lewat layar ponselku, begitu ramah.

“Coba restoran ini aja ya?” ajaknya.

“Terserah oppa hehe,” jawabku sungkan.

-di restoran-
“Mau pesan apa?” tanya waitress dengan sopan.
“Eh saya bibimbap, nggak pakai pedes ya..”

“Saya juga” kata Jungkook.

“Minumnya?” tanya waitress.

“Air putih” jawabku.

“Air putih aja? Saya cola ya.”

“Iya, abis sakit jadi gaboleh makan minum macem macem hehe..”

“Oh. Kamu gasuka pedes ya? Aku juga loh!”

Kami selesai makan ketika jam menunjukkan angka 20.50.

“Pulang yuk oppa”

“Hah? Udah mau pulang? Jalan jalan dulu aja..”

“Hmm yasudah deh” jawabku seraya kami meninggalkan restoran.

“Kamu lagi mau beli apa ga?”

“Lagi pengen beli tas sih hehe..”

“Ok kita ke toko itu ya,” katanya seraya menunjuk sebuah toko tas yang diikuti anggukanku.

-di toko-
“Yang ini gimana?” tanyanya.

“Wah putih, warna kesukaanku! Yang ini aja deh!”

“Oke, 2 ya mba'” katanya sambil memberikannya kembali pada penjaga toko. Kami lalu menuju kassa.

“Wah brarti tas gue couple sm Jungkook oppa dong?” batinku.

“Jadi 70.000KRW ya” kata kasir seraya menginput harga.

“Ohh, arraseo. 35.000KRW ya satunya,” kataku sambil mengeluarkan uang pas.

“Nih mba,” kata Jungkook seraya menyerahkan kartu kreditnya.

“Loh? Ntar aku gantiin ya..”

“Gausah, aku bayarin.”

“Jinjja? Oppa gomawo!” seruku tanpa sadar memeluknya. “Eh mianhae..”
“Gapapa kali hehe..” jawab Jungkook santai. “Yuk balik, udah setengah 10.”

Begitu keluar toko tersebut, sekerumunan fans telah berkumpul karena mengetahui keberadaan maknae BTS tersebut.

“KYAAA OPPAAA” teriak mereka. Mereka meminta fotbar yang kemudian disetujui Jungkook.

“Oppa itu siapa?” seru seorang fan menunjukku.

“Pacarku. Ayo pulang (yn),” seraya menarik pergelangan tanganku. “Udah dulu ya,” serunya sambil melambai pada para fangirls tadi.

“Jungkook oppa bilang gua pacarnya?” batinku seraya menelan ludah.

“Hosh hosh, sampe juga disini” kami berdua kelelahan berlari sampai seberang halte.

“Kamu gapapa (yn), kecapean ya?” tanyanya khawatir. “Mianhae. Kalo ga gitu kita gaakan pulang pulang,” ia menjelaskan.

“Iya gapapa kok..” kataku lalu hampir jatuh karena kelelahan selepas berlari jauh.

“Ehh…” Jungkook menahanku. “Masih kuat jalan kan? Tinggal nyebrang kok,” katanya sambil menuntunku menuju halte.

Tak lama kemudian, jurusan bus yang kutunggu tiba.

“Oppa, aku pulang dulu, terima kasih untuk hari ini. Aku tidak akan melupakannya.”

“Iya, take care,” jawabnya lalu mengundang tanganku untuk berjabat tangan.

Begitu sampai didepan pintu bus, aku berbalik dan melihatnya masih menungguku dan melambaikan tangannya. Aku tak kuasa menahan nangis lalu berlari kearahnya dan memeluknya.

“Oppa annyeong…” kataku. Ia lalu membalas pelukanku.
“Jangan nangis dong.. Inget pas di fansign kamu ngomong annyeong dan kita masih ketemu lagi?

‘Suatu hari nanti pasti kita akan bertemu lagi, aku janji.’

 

END

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s