[BTS FF Freelance ] Tonight – (Ficlet)

PicsArt_04-12-07.16.51

Tonight

Author : Syarifah Ahn

Cast : Jeon Jungkook, OC’s Yae Jin (You)

Genre : Fluffy Angst

Rated : 15+

Hargai dengan krisar, don’t be silent readers.

.

.

.

Musim dingin kali ini terasa sepi. Yae Jin memandang rembulan dibalik jendela kaca tak bertirai itu. Tatapannya kosong bagai tak ada kehidupan. Sesekali ia membuang nafas. Matanya memerah menahan tangis.

 

“Aku merindukanmu..” Bisiknya pada angin.

 

Yae Jin menghembuskan nafas. Beban berat kini tengah ia pikul. Entah bagaimana cara memusnahkan rasa sakit itu. Ia butuh sandaran. Namun tak ada yang mau meminjamkan bahu untuknya. Ia begitu ingin merasakan sebuah kebahagiaan.

 

Namun sulit untuk mendapatkan kebahagiaan itu.

 

Yae Jin hanya bisa terpuruk dalam kesedihan yang mendalam dan begitu menyiksa. Miris sekali.

 

KLEK

 

Pintu apartemennya berdecit saat seseorang datang membukakan. Yae Jin menoleh ke arah pintu. ‘Siapa disana?’ Tanya Yae Jin ketakutan. Aneh sekali, apakah ada orang lain yang mengetahui password apartemennya? Ah, entahlah. Perasaan selama ini Yae Jin hanya memberitahukan kepada satu orang. Namun dirasa tidak mungkin orang itu mengunjungi apartemen Yae Jin. Sangat mustahil.

 

Karena semuanya telah berakhir.

 

Yae Jin bersembunyi di balik sofa. Ia duduk dengan memeluk lututnya yang di tekuk. Yae Jin begitu ketakutan sekarang. Derap langkah itu semakin mendekat. Mungkinkah itu seorang perampok?

 

“Yae Jin..”

 

Sebuah suara mengagetkan Yae Jin saat itu juga. Si gadis menajamkan pendengarannya.

 

‘Su-suara itu.. Mungkinkah?’

 

Entah mengapa perasaan sesak menghantam dada Yae Jin secara tiba-tiba. Ia masih bersembunyi di balik sofa itu. Berharap seseorang yang datang tak menemukannya disana.

 

“Yae Jin, aku tahu kau disini. Keluar lah!”

 

“…”

 

Tak ada sahutan.

 

“Kalau begitu aku akan memaksamu keluar!”

 

Yae Jin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tubuhnya bergetar. Perasaan membuncah melilitnya saat ini. Benar-benar menyakitkan.

 

“Aku tahu kau sedang di balik sofa itu. Aku ingin melihat wajahmu..”

 

Yae Jin tersentak. Gawat! Persembunyiannya terkuak.

 

Yae Jin menyembulkan kepala melihat seorang lelaki yang memang ia tunggu kedatangannya sejak tadi.

 

Si lelaki terkekeh pelan mendapati Yae Jin yang nampak lucu di matanya. Kepala gadis itu sedikit menyembul di balik sofa. Terlihat imut bagi Jungkook.

 

Yae Jin berdiri secara perlahan. Sedikit demi sedikit ia melangkah mendekati Jungkook. Mempersempit jarak keduanya.

 

“Jangan menundukkan kepalamu.” Jungkook menyentuh pelan dagu Yae Jin agar sang gadis mendongak menatapnya.

 

“Aku merindukanmu..” Bisik Jungkook di telinga Yae Jin

 

Yae Jin yang mendengarnya hanya mampu menahan kerinduan yang menggila dalam dirinya. Ingin ia membalas ungkapan Jungkook. Namun lidahnya seakan kelu untuk berbicara. Ingin ia memeluk Jungkook. Namun tubuhnya seolah lumpuh hingga tak bisa di pergerakkan.

 

“Kumohon bersuara lah untukku.” Lirih Jungkook dengan nada pelan

 

“…”

 

Tetap tak ada jawaban.

 

“Yae Jin, jangan diam saja-“

 

“Mengapa kau datang mengunjungiku? Seharusnya kau tak melakukan ini. Kau hanya akan menyiksaku!” Tiba-tiba Yae Jin memekik keras

 

Jungkook menarik nafas panjang.

 

“Ini aku lakukan karena aku merindukanmu.” Jawab Jungkook

 

Yae Jin membuang muka.

 

“Lebih baik sekarang kau pergi. Aku tidak mau menjadi sasaran orang tuamu lagi. Bukankah besok kau akan menikah?” Ucap Yae Jin

 

“Aku menolak keras perjodohan itu.”

 

“Kau fikir orang tuamu mau menerima keputusan bodohmu itu begitu saja? Mereka pasti akan tetap menikahkanmu dengan Yuna! Pulanglah, ibumu pasti khawatir!” Tutur Yae Jin

 

“Aku tidak akan pergi!” Kekeh Jungkook

 

“Tapi Jungkook- kita tak ada hubungan apapun lagi sekarang. Aku tidak mau terlibat lagi dalam masalah keluargamu. Aku tidak mau menjadi buah bibir di kalangan keluargamu yang kaya raya itu. Kumohon mengertilah!” Terang Yae Jin

 

“Aku tak bisa melakukan itu. Aku mencintaimu,Yae Jin. Kau bisa melihatnya dimataku!” Pekik Jungkook

 

Sebisa mungkin Yae Jin menahan air matanya yang akan tumpah disana. Ia tak mau terlihat lemah.

 

“Jungkook, kau tahu sendirikan kalau orang tuamu tak merestui-“

 

CHU

 

Jungkook dengan cepat meraup bibir merah Yae Jin dengan lembut. Tangan kanannya memegang tengkuk gadis itu. Memperdalam ciumannya. Sementara satu tangannya lagi beralih memeluk pinggang Yae Jin.

 

Yae Jin terkejut bukan main. Ia memukul dada Jungkook. Berusaha mendorong lelaki itu. Namun tenaga Jungkook begitu kuat. Yae Jin tak sanggup kembali memberontak.

 

Ciuman itu terasa begitu lembut. Jungkook melakukannya dengan hati-hati. Ia semakin merapatkan tubuhnya dengan Yae Jin. Bibirnya tak henti bermain disana. Ia melumatnya begitu pelan. Seolak tak ingin menyakiti Yae Jin. Membuktikan betapa besarnya cinta lelaki itu.

 

Tanpa sadar Jungkook menggigit bibir Yae Jin. Merasa gemas karena sang gadis tak kunjung membalas ciumannya. Jungkook tak menyerah begitu saja. Ia semakin menekan bibirnya. Lumatan itu berubah menjadi kasar. Berbeda dari beberapa saat yang lalu.

 

“Hentikan!”

 

Akhirnya Yae Jin berhasil mendorong Jungkook menggunakan kekuatan yang berasal entah dari mana. Ia menatap Jungkook dengan pandangan nanar. Terlihat ada kesedihan yang menyakitkan dalam tatapan itu. Membuat hati Jungkook tersayat.

 

“Kumohon, menjauhlah dari kehidupanku. Aku ingin hidup tenang. Biarkan aku melupakanmu Jungkook. Kumohon.. pergilah jika kau memang mencintaiku..” Lirih Yae Jin

 

Jungkook tersenyum sinis.

 

“Bagaimana kau ingin hidup tenang kalau kau sendiri begitu membutuhkanku? Tanpa aku, hidupmu justru akan terasa hampa!” Tegas Jungkook

 

Yae Jin meremas sweaternya. Ia menggigit bibirnya yang memerah akibat ciuman Jungkook. Hatinya sakit. Ia terluka. Begitu menyiksa.

 

“Orang tuamu sudah menjodohkan kau dengan Yuna. Kau tak bisa melawan kehendak mereka. Nikahi Yuna dan tinggalkan aku. Sampai kapan pun orang tuamu tak akan pernah bisa menerima kehadiran gadis miskin seperti diriku di tengah-tengah keluargamu. Jadi-“

 

“Aku tetap memilih dirimu. Aku tak mencintai Yuna. Aku tak peduli jika seandainya ayah dan ibu tak menggapku sebagai anak mereka lagi setelah ini. Bahkan jika aku di usir dari sana, aku malah senang. Maka dengan begitu aku bebas memilih tujuan hidupku. Aku bukan lah boneka yang bisa mereka atur. Jadi, tetap lah bersamaku Yae Jin. Kumohon.. kita saling mencintai, bukan?” Tutur Jungkook

 

Air mata Yae Jin jatuh begitu saja. Ia tak dapat menahannya lagi. Kristal bening itu telah beranak sungai. Tubuh Yae Jin bergetar. Entah bagaimana gambaran perasaannya saat ini. Sedih, kecewa, dan bahagia membaur menjadi satu menciptakan perasaan tak menentu.

 

“Jangan menangis..” Jungkook mengusap air mata Yae Jin. Melihat gadisnya menangis membuat Jungkook ikut tersiksa.

 

“Kita hadapi badai ini bersama-sama. Aku yakin jika kita berjuang bersama, maka akhir yang bahagia akan kita dapatkan. Maka bertahan lah untukku, sedikit lagi.” Ujar Jungkook

 

“Tapi—“

 

“Aku akan kabur dari sana. Besok aku akan membawamu pergi dari Seoul. Aku sudah mempersiapkannya dari awal. Aku akan selalu melindungimu. Tak akan aku biarkan kau terluka. Karena.. aku mencintaimu..” Ungkap Jungkook

 

Yae Jin kembali menangis. Ia terisak hebat. Ia segera berhambur ke dalam dekapan Jungkook. Ia begitu merindukan momen kebersamaan ini. Sudah lama ia tak merasakan dekapan Jungkook.

 

“Jadi, maukah kau menikah bersamaku? Menjadi malaikat dalam hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku?” Tanya Jungkook

 

Yae Jin mengangguk pelan dalam dekapan Jungkook. Rasa bahagia yang teramat kini datang menghampiri Yae Jin. Ia menangis haru. Kini, Jungkooknya telah kembali.

 

“Aku mencintaimu, Jungkook..” Ungkap Yae Jin

 

“Aku lebih mencintaimu..”

 

Mereka saling menatap dalam diam. Jungkook kembali mendekatkan wajahnya. Yae Jin menutup mata. Deru nafas hangat Jungkook menyapu wajahnya. Detakan jantung Yae Jin berpacu cepat. Jungkook selalu berhasil membuatnya begini.

 

Bibir keduanya kembali bersentuhan. Mereka berciuman hangat. Jungkook memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari posisi yang nyaman. Ia memperdalam ciumannya. Kini Yae Jin pun ikut mengimbangi. Bahkan tangannya telah mengalung di leher Jungkook.

 

Jungkook benar-benar sudah gila. Lumatan itu begitu memabukkan. Ia mengusai bibir Yae Jin sesuka hatinya. Bahkan kini pergerakannya terasa sedikit kasar. Hingga benar-benar membuat bibir Yae Jin semakin memerah.

 

Kini tangan Jungkook beralih meremas dada Yae Jin hingga membuat gadisnya mendesah pelan.

 

Malam ini mereka menghabiskan waktu bersama. Saling menyalurkan kehangatan di tengah musim dingin. Menghilangkan segala beban yang ada di hati. Menggantinya dengan sebuah perasaan haru yang sulit di ungapkan dengan kata-kata.

 

Seketika Jungkook mengangkat tubuh Yae Jin menuju sebuah kamar. Disana lah saksi bisu kisah cinta keduanya berlanjut. Tak peduli pada badai yang sewaktu-waktu akan menghantam. Karena mereka yakin mampu melewatinya bersama.

 

FIN~

 

Jangan lupa tinggalkan jejak. Hargai hasil kerja seseorang jika kalian juga ingin di hargai ^^

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance ] Tonight – (Ficlet)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s